Express

Ini bukan ff ditjao, melainkan ff titipan dari salah seorang teman. Harap memberikan apresiasi berupa komentar setelah membaca ya, terima kasih sebelumnya.

express

Title : Express

Author : DkJung (@diani3007)

Casts :

  • [A Pink] Jung Eunji
  • [Infinite] Lee Howon

Genre : Romance

Rated : G

Length : Drabble

Poster : http://springfanfiction.wordpress.com/

Disclaimer : inspired from a scene on Taiwanese Drama “Miss Rose”.

>>Express<<

Howon sesekali menatap wajah Eunji yang terlihat begitu menyeramkan. Tatapannya terlihat begitu marah pada lelaki yang tengah meringis ketakutan itu. Howon menyesal telah mengajak Eunji untuk makan bersamanya. Melihat tatapan Eunji yang terus mengarah padanya, membuat Howon akhirnya memilih untuk bicara.

Ya, kenapa kau memandangku begitu?” 

Eunji memutar bola matanya. Ia lalu  menaruh tasnya di ata meja makan sambil menghela napas. “Kau ini kenapa memaksaku makan bersamamu? Kan aku sudah bilang bahwa aku sudah makan malam! Kau mau aku semakin gendut?” gerutu Eunji sambil melipat kedua tangannya.

Mianhae,” ucap Howon. Tetapi Eunji sama sekali tidak menghiraukan permintaan maafnya.

Arrasseo, apa yang harus kulakukan agar kau tidak marah lagi?”

Eunji terlihat memikirkan sesuatu sambil terus memandang langit-langit restoran. Sementara Howon juga terlihat sibuk berpikir. Ia memang tidak mengajak Eunji untuk makan malan dengan tanpa alasan.

“Kau harus menghiburku,” ucap Eunji pada akhirnya.

Howon kini mengerutkan dahinya. Ternyata, semuanya tidak berjalan semudah yang ia kira. Ia ternyata tidak bisa langsung ke tujuannya mengajak Eunji makan malam. Apalagi dengan mood Eunji yang kentara sekali bahwa ia sedang marah. Ya, memang saat menghubungi Eunji, Howon agak memaksa. Karena entah mengapa, Howon ingin melakukannya saat ini juga, ia tidak ingin lagi menundanya.

Akhirnya, setelah berpikir cukup lama, Howon memutuskan untuk bermain sulap. Ia lalu menjulurkan kepalan tangannya ke arah Eunji. Setelah gadis itu melihatnya, Howon membuka kepalan tangannya. “Kosong, kan?” tanyanya. Eunji memiringkan kepalanya sejenak sebelum akhirnya mengangguk.

Setelah memperlihatkan tangannya yang kosong, ia lalu menyembunyikan kedua tangannya di belakang punggungnya. Setelah beberapa detik, ia kembali menjulurkan kepalan tangannya ke arah Eunji. “Pegang tanganku dengan kedua tanganmu.” Eunji menurut saja sambil memegang tangan kiri Howon itu dengan kedua tangannya. “Coba kau pejamkan matamu, lalu katakan, aku ingin tahu isinya.”

Eunji lalu memejamkan matanya sambil berkata, “Aku ingin tahu isinya.”

Setelah perkataan Eunji selesai, Howon langsung membuka kepalan tangannya.

Mwo? Beras?” Eunji mengerutkan dahi. Ternyata yang digenggam Howon adalah butiran beras.

Tetapi Howon tak mengubris pertanyaan Eunji dan langsung menyembunyikan kedua tangannya di bawah meja. Setelah beberapa detik, ia mengangkat kedua tangannya yang sudah kosong.

Eoh? Bagaimana bisa? Dimana berasnya?” tanya Eunji yang mulai terpikat dengan permainan sulap Howon. Sementara Howon hanya tersenyum lalu menunjuk ke arah kolong meja. Eunji menundukkan kepalanya untuk melihat ke arah kolong. Benar saja, butiran beras itu sudah berserakan di lantai.

Neo jinjja! Kalau tidak bisa sulap ya tidak usah sulap, menyebalkan!” ucap Eunji yang justru terlihat semakin marah.

Ya, kenapa kau marah lagi? Aku kan ingin menghiburmu!”

“Cara menghiburmu benar-benar payah!”

Howon menggaruk tengkuknya yang tidak gatal itu sambil terus berpikir bagaimana caranya ia menghilangkan mood buruk Eunji yang hampir setiap hari melekat pada gadis itu. Setelah berpikir cukup lama, akhirnya ia mulai melakukan sulapnya lagi. Kali ini, ia menyembunyikan kedua tangannya di bawah meja. Sementara Eunji yang sedang kesal itu mengalihkan pandangannya ke luar jendela restoran, memandangi suasana malam kota Seoul.

“Coba kau pegang lagi, dan katakan ingin tahu apa isinya, seperti tadi.”

Eunji menghela napas. Dengan malas, ia memegang tangan kiri Howon dengan kedua tangannya, memejamkan matanya, lalu berkata bahwa ia ingin tahu isinya. Persis seperti yang ia lakukan sebelumnya. Dan dalam hitungan detik, Howon membuka kepalan tangannya tepat di depan mata Eunji.

Terdiam. Itu yang bisa digambarkan tentang Eunji saat ini. Terkejut. Itu yang terlihat dari ekspresi wajahnya. Namun, tak lama kemudian, Eunji bangkit dari duduknya.

“Aku mau ke toilet dulu,” ujarnya sambil melangkah menjauhi Howon.

Sementara Howon hanya bisa merutuki dirinya sendiri. Ia lalu memandangi tangan kirinya yang kini sudah bertuliskan Maukah kau menjadi pacarku?. Saat ia menyembunyikan kedua tangannya di bawah meja tadi, ia menuliskannya sendiri dengan pulpen. Howon tahu, tidak mudah untuk menyatakan perasaannya pada Eunji. Mengingat kerjaan mereka yang hampir setiap hari adalah bertengkar dan saling ejek. Tetapi hal itu tidak membuat Howon membenci Eunji. Tidak sama sekali. Dengan seringnya mereka menghabiskan waktu bersama, membuat Howon sadar, betapa ia mencintai gadis itu.

Setelah kurang lebih sepuluh menit, akhirnya Eunji kembali dari toilet. Ekspresi wajahnya sudah berbeda dibanding semula. Ia tidak terlihat marah lagi, tetapi justru terlihat datar. Ekspresinya sangat datar. “Hiburanmu berhasil, gomawo.”

Howon mengerutkan dahi. Apa maksud perkataan Eunji? Kenapa ia tidak menjawabnya?

Tiba-tiba saja, Eunji juga mengulurkan kepalan tangannya ke arah Howon. “Aku juga bisa sulap. Coba kau lakukan apa yang kau perintahkan padaku tadi.”

Howon pun memejamkan matanya sambil memegang tangan Eunji dengan kedua tangannya. “Aku sangat penasaran apa isinya,” ucap Howon.

Selang dua detik, Eunji pun membuka kepalan tangannya. Melihat hal itu, Howon tak sanggup menahan senyumannya. Pada telapak tangannya, Eunji menulis Aku mau menjadi pacar Lee Howon.

Jeongmalyo?” tanya Howon, mencoba meyakinkan Eunji. Dengan mantapnya, Eunji menganggukkan kepala sambil tersenyum.

Howon lalu merogoh saku celana untuk mengambil ponselnya. Ia lalu mengangkat ponselnya, berniat untuk mengambil gambar Eunji.

“Coba kau perlihatkan telapak tanganmu itu.”

Eunji pun tersenyum sambil menjulurkan telapak tangannya ke arah kamera ponsel milik Howon dan tangan yang lainnya membentuk V sign. Setelah melihat hasilnya, Howon pun tersenyum puas. “Wah, bagus!”

“Coba, aku mau lihat!” seru Eunji sambil merebut ponsel Howon. Senyumannya yang sudah mengambang lebar itu mendadak hilang setelah melihat hasil foto pada ponsel Howon itu.

Ya, paboya, kenapa kau hanya memotret tanganku saja?!” bentak Eunji yang merasa tak terima.

“Memang aku hanya ingin memotret tanganmu. Apa aku bilang ingin mengambil gambar dirimu? Tidak, kan?”

Neo jinjja!”

Eunji baru akan melayangkan sebuah pukulan ke arah Howon saat lelaki itu menahannya.

Ya, kau tidak boleh menyiksaku lagi. Sekarang aku ini pacarmu, arra?”

“Aku pasti gila berpacaran denganmu.”

“Jangan marah, Eunji-ya, saranghae,” ucap Howon sambil tersenyum seraya meraih kedua tangan Eunji lalu digenggamnya.

Sementara Eunji hanya memutar bola matanya sebelum akhirnya tersenyum sambil meremas pelan tangan Howon yang tengah menggenggam tangannya. Sepertinya, pacaran atau tidak, Howon dan Eunji tidak ada bedanya.

>>END<<

 

Leave your comment please^^

5 responses to “Express

  1. cute ahaha caranya lucu deh. ditunggu karya selanjutnya. keep writing ! hwaiting ! ;))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s