Wedding Day


WEDDING DAY

 

Author : Fai

Cast :

  • Oh Sehun | EXO’s Sehun
  • Shin Ahn Yong | YOU/readers

Genre : fluff!

Rating : T

Length : ficlet

Previous :

Disclaimer : this is officially mine, but the casts are not mine, but Sehun is my twins hahahaha

N.B. :SERIUS, MAAF PAKE SPECIAL YA KARENA FAI TELAT NGEPOST SERI SELANJUTNYA DARI SEHUN-AHNYONG ;___; okeh mungkin seri kali ini bisa dibilang flashback dari seri sebelumnya(?) haha okehlah happy reading!

.

…the most lovely day…

.

Hari ini masih sama seperti hari-hari sebelumnya.

Sehun dan Ahn Yong sedang berkencan di sebuah kafe. Ya, hanya sebuah kencan biasa. Atau, mungkin ada sesuatu yang berbeda?

“Kau sangat menyukai lasagna itu, ya?” tanya Sehun secara tiba-tiba. “Hampir setiap kali aku mengajakmu ke sini, kau pasti akan memesan lasagna.”

Ahn Yong mengangkat kedua alisnya lalu tertawa kecil.

Lasagna di sini enak,” jawab gadis itu. Sehun hanya membulatkan bibirnya.

Seraya memakan pudding-nya, Sehun melirik ke sebelahnya—tepat di mana terdapat banyak anak-anak kecil yang sedang bermain bersama.

“Hei, apakah kau menyukai anak kecil?” tanya Sehun lagi.

Ahn Yong terdiam.

“Kenapa tidak? Mereka sangat lucu dan menyenangkan,” jawab Ahn Yong singkat.

“Kau.. bisa menggendong bayi?” tanya Sehun—terlalu random. Gadis di depannya hanya tertawa kecil.

“Ya, aku punya banyak sepupu yang masih bayi. Aku selalu menggendong mereka ketika aku sedang bertemu dengan sepupu-sepupuku yang masih bayi itu,” jawab Ahn Yong lagi seraya menyeruput lemon grass tea-nya.

Sehun terlihat sedang memikirkan sesuatu, kemudian ia bertanya lagi. “Apakah kau sudah siap untuk mempunyai bayi?”

Ahn Yong tersedak seketika.

“A—apa?” tanya Ahn Yong. “Tentu saja belum!”

Sehun tertawa. “Kalau kau sudah siap, bilang padaku, Ahn Yong sayang. Karena aku sudah siap untuk menjadi Ayah dari anak-anakmu nanti.”

Lagi-lagi Ahn Yong tersedak.

“OH SEHUN! Kau ini sedang bicara apa, sih?!”

Laki-laki itu tertawa lagi. Ia mengulurkan kedua tangannya untuk menggenggam kedua tangan Ahn Yong dan menggenggamnya dengan erat.

“Shin Ahn Yong, kau mau menjadi Ibu dari anak-anakku nanti tidak?”

Tanpa berpikir panjang, Ahn Yong menjawab dengan entengnya.

“Mau.”

Sedetik kemudian, Ahn Yong membelalakkan kedua matanya.

“TUNGGU SEBENTAR, TUAN OH.”

Sehun baru saja akan berteriak senang, tapi pada detik berikutnya, ia kebingungan. “Ada apa?”

“Apakah..,” Ahn Yong terlihat gugup. “Apakah ini artinya kau sedang melamarku?”

“Ya,” jawab Sehun singkat. Ia masih kebingungan. “Memangnya kenapa?”

“TANPA CINCIN?” tanya Ahn Yong—tidak percaya.

“Memangnya kenapa?” tanya Sehun lagi. Wajahnya.. sangat polos.

“Lamaran macam apa ini, Oh Sehun?!” Ahn Yong hampir saja berteriak. Kalau saja ia tidak ingat bahwa sekarang ia sedang berada di dalam sebuah kafe, mungkin ia sudah menendang Sehun.

“Kau mau cincin?” tanya Sehun polos. “Aku punya, sih. Aku sudah membelinya untuk melamarmu. Tapi aku lupa membawanya.”

Ahn Yong menepuk kepalanya. Dasar bodoh.

“Tapi, kau mau menikah denganku, ‘kan?” tanya Sehun—memastikan.

Ahn Yong terdiam.

Menikah dengan Sehun? Tinggal serumah dengan Sehun? Tidur di kamar yang sama dengan Sehun? Tidur di kasur yang sama dengan Sehun? Membangun sebuah keluarga dengan Sehun?!

“Yongie sayang, kalau kau diam, berarti kau mengiyakannya,” ujar Sehun seraya menyeruput susu stroberinya. Dapat terlihat dengan jelas bahwa saat ini ia sedang tersenyum.

Bahkan ia masih meminum susu, Ahn Yong!

Ahn Yong kehabisan kata-kata.

Ya, hari ini memang ada sesuatu yang berbeda.

Secara tidak langsung, Ahn Yong menyetujui lamaran dari seorang Oh Sehun.

Heck!

 

+++

 

Beberapa bulan kemudian.

Ahn Yong masih tidak mengerti kenapa hari ini ia bisa berada di sini. Ahn Yong masih tidak mengerti kenapa dia bisa berdiri di atas altar bersama seorang pastor dan seorang Oh Sehun. Ahn Yong masih tidak mengerti kenapa ia bisa menyematkan sebuah cincin nikah ke jari manis milik seorang Oh Sehun, dan ia masih tidak mengerti kenapa laki-laki itu bisa menyematkan sebuah cincin nikah ke jari manisnya. Dan Ahn Yong masih belum tersadar kalau ia (juga Sehun) baru saja mengucapkan janji suci mereka berdua.

Ahn Yong masih bingung kenapa beberapa bulan yang lalu ia mengiyakan permintaan Sehun waktu itu.

“Shin Ahn Yong, kau mau menjadi Ibu dari anak-anakku nanti tidak?”

Dan jawaban Ahn Yong waktu itulah yang membuatnya harus berada di sini, bersama Sehun.

“Mau.

Dan di sinilah sekarang ia berada. Mengenakan gaun pengantin dan sebuah cincin nikah di jari manisnya. Dengan seorang Oh Sehun yang sedaritadi masih menggenggam erat telapak tangannya.

“Sayang, kau senang, ‘kan?” bisik Sehun lembut. Ahn Yong menjawabnya dengan sebuah anggukan, ia tidak sanggup berbicara. Dapat terlihat dengan jelas bahwa sampai sekarang, Sehun masih memamerkan senyum bahagianya itu.

Sebenarnya, Ahn Yong sendiri masih bingung.

Aku ini kenapa, sih? Berbahagialah, Ahn Yong! Sekarang kau sudah menikah dengan Sehun!

Sehun memang tidak setampan Kris (ia adalah senior Ahn Yong ketika ia masih duduk di bangku sekolah menengah atas), Sehun memang menyebalkan, Sehun memang tidak mempunyai suara yang indah ketika sedang bernyanyi, Sehun memang tidak sekaya Joonmyun (ia adalah teman dekatnya Sehun), dan Sehun memang tidak bisa membuat puisi yang romantis.

Tapi, Sehun telah berhasil meyakinkan Ahn Yong bahwa ia mempunyai hati yang tulus. Sehun juga telah meluluhkan hati Ahn Yong, dan pada akhirnya hari ini ia bisa menikahi Ahn Yong.

Sehun telah merencanakan banyak hal.

Sehun sudah memikirkan ke mana mereka harus pergi untuk berbulan madu nantinya, Sehun sudah memikirkan berapa banyak anak yang ia inginkan nanti (beserta namanya), Sehun juga sudah memikirkan hal-hal lainnya.

“Wah, akhirnya kalian menikah juga! Selamat, ya!” ujar Jongin—salah satu sahabat terbaiknya Sehun. “Tidak kusangka bahwa kalian akan menikah di usia yang masih sangat belia seperti ini.”

“Hei, hei, hei. Lebih baik cepat-cepat menikah daripada terlambat. Sampai kapan kau akan ‘menggantungkan’ gadis itu, hm?” ujar Sehun, menyindir.

“Tidak lama lagi,” jawab Jongin enteng lalu melirik Ahn Yong. “Kalau Sehun berbuat macam-macam padamu, adukan saja padaku.”

Ahn Yong hanya tersenyum tipis.

“Pulang sana! Memangnya kau ini siapa?” usir Sehun—sedangkan Jongin hanya tertawa kemudian berlalu dari hadapan Sehun.

“Ahn Yong.”

Hm?”

“Tidak apa-apa,” ujar Sehun lalu terkekeh pelan.

Keduanya kembali terdiam.

“Hun,” kali ini Ahn Yong yang memanggil.

“Ya?”

“Kenapa aku bisa berada di sini?” tanya Ahn Yong—tidak kalah polosnya dari Sehun.

“Tentu saja karena hari ini kau harus menikah denganku, baby!”

Ahn Yong mengerjap-ngerjapkan kedua matanya.

“Oh, iya. Aku lupa.”

Sehun menepuk dahinya sekuat tenaga. Ia ini bodoh atau polos, sih?!

“Apakah kau senang, baby?” tanya Sehun.

Ahn Yong mengernyitkan dahinya. “Senang karena apa?”

Rasanya, Sehun ingin mati sekarang juga.

“Sejak kapan kau menjadi bodoh seperti ini, hm?”

“Hei!”

Sehun tertawa pelan. “Aku hanya bercanda, baby.”

Ahn Yong merinding. Ia masih sangat menggelikan. Bahkan dua kali lipat lebih menggelikan.

“Kautahu? Aku sudah merencanakan banyak hal!” pekik Sehun bahagia. “Aku sudah memilihkan nama untuk anak-anak kita nanti. Oh, tunggu. Aku sudah memikirkan ke mana kita harus pergi untuk berbulan madu nantinya. Aku sudah memikirkan berapa banyak anak yang harus kita punya. Hmm, mungkin lima atau enam. Aku juga—”

“ENAM ANAK?!” pekik Ahn Yong. Semua orang yang mendatangi pernikahan mereka tiba-tiba saja menolehkan kepalanya ke arah Sehun dan Ahn Yong.

Uh, maafkan aku,” ujar Ahn Yong. Sedetik kemudian, orang-orang tersebut kembali ke ‘dunia’nya.

“Memangnya kenapa?” tanya Sehun polos.

Ahn Yong memijat kepalanya yang terasa pusing itu.

“Sudahlah, kepalaku terasa pusing.”

 

+++

 

Beberapa jam kemudian, pesta pernikahan sudah berakhir dan para tamu sudah meninggalkan gedung pernikahan. Hanya ada Sehun dan Ahn Yong yang ada di sana.

Seharusnya, pada saat ini mereka sedang berada di dalam sebuah mobil yang membawa mereka ke sebuah hotel. Tapi, apa daya? Mobil itu mogok di tengah jalan.

“Lihatlah, Sehunnie! Kue ini—”

“Oh, ayolah. Panggil aku sayang,” pinta Sehun. Detik berikutnya ia terkikik geli. “Yeobo juga terdengar bagus.”

Ahn Yong hampir muntah mendengarnya.

“Kaulihat, hmm? Kue ini masih tersisa banyak,” lanjut Ahn Yong. Ia menunjuk kue pernikahan mereka yang masih bersisa lumayan banyak. “Ini semua salahmu. Kenapa kau memilih kue setinggi ini, sih?”

Sehun terkekeh pelan.

“Aku.. tidak tahu,” jawab Sehun polos.

Ahn Yong mengerucutkan bibirnya.

Gadis itu mencolek krim kue tersebut dan mengoleskannya tepat di ujung hidung milik Sehun. Sehun menjulingkan matanya untuk melihat krim kue tersebut dan hal itu membuat Ahn Yong tertawa geli.

Sehun tersenyum menyeringai dan mencolek krim kue itu juga. Ia juga mengoleskan krim tersebut di pipi kanan milik Ahn Yong.

“Hei!” pekik Ahn Yong.

Sedetik kemudian, Sehun tersenyum dengan lembut. Ia mengambil selembar tissue dan membersihkan krim kue yang ada di pipi kanan milik Ahn Yong. Begitupula dengan Ahn Yong, ia juga mengambil selembar tissue dan membersihkan krim kue yang ada di hidung Sehun. Hatinya terasa hangat.

Aku bersumpah bahwa aku adalah gadis yang paling bahagia di dunia ini karena aku memilikimu, Oh Sehun.

Setelah itu, Ahn Yong berjalan menjauhi Sehun untuk mengambil minum. Hanya jus stroberi yang tersisa di meja.

Karena haus, Ahn Yong meminum jus stroberi tersebut dalam sekali tegukan.

Yeobo! Baby!” pekik Sehun—terdengar panik. Ia segera berjalan mendekati Ahn Yong. Begitu ia melihat gelas yang tadinya berisi jus stroberi itu sudah kosong, Sehun mengerucutkan bibirnya.

Ahn Yong mengerutkan alisnya.

“Ada apa?”

“Itu jus yang terakhir,” ujar Sehun. Ia semakin kesal. “Dan kau sudah menghabiskannya, baby.”

Ahn Yong menatap gelas yang ia pegang dan tertawa. Ia memang sangat berlebihan.

Ahn Yong mengembalikan gelas tersebut ke atas meja dan menatap kedua mata Sehun.

“Kau mau, Hun?” tanya Ahn Yong dengan tatapan polosnya.

“Tentu saja! Aku belum mencobanya sama sekali. Dan sekarang jus itu su—”

Sehun tidak bisa mempercayainya. Belum selesai ia bicara, Ahn Yong tiba-tiba saja mencium bibirnya dengan lembut. Sehun juga bisa merasakan jus stroberi yang baru saja diminum oleh Ahn Yong. Baru saja ia akan membalas ciuman tersebut, Ahn Yong menyudahinya.

“Nah, sekarang kau sudah merasakannya, ‘kan, baby?” Ahn Yong tersenyum dengan seringaian di wajahnya lalu hendak berjalan meninggalkan Sehun.

“Tunggu!” panggil Sehun. Ia menahan lengan Ahn Yong dengan lembut. Kedua matanya menatap tajam kedua mata Ahn Yong.

“Ada apa?” tanya Ahn Yong bingung.

“Mau lagi..,” ujar Sehun seraya menunjuk bibir Ahn Yong dan bibirnya sendiri secara bergantian. Ia mengerucutkan bibirnya.

“HEI! JANGAN BERBUAT MESUM DI SINI, OH SEHUN!” pekik Ahn Yong. “Lagipula, itu tadi hanya karena aku ingin berbagi jus stroberi denganmu, bodoh!”

Sehun tertawa kencang.

“Lihat saja nanti malam, baby. Aku akan menghukummu,” ujar Sehun seraya menyeringai. “Hukuman yang amat berat.”

Ahn Yong membulatkan kedua matanya.

“DASAR MESUM!”

.

-FIN-

.

Ngahahahah maaf ya seri kali ini dicut sampe situ :p

Okeh, Fai udah ngabulin permintaan kalian yang minta serinya Sehun-Ahn Yong dibikinin cerita pas mereka lagi nikah. Sekarang bisa dong kalian ngabulin permintaannya Fai buat ninggalin komen hEHEHE /slapped/

Jangan pernah minta ke Fai buat bikinin cerita tentang malam pertamanya mereka >.< /kabur/

Sampai bertemu di seri berikutnya!

 

P.S. : typo(s)? Please, excuse them and eat them………

 

Forward : Baby, Goodnight

102 responses to “Wedding Day

  1. yaampun sehunnya ,, bikin org teriak histeris ajah nihh. ceritanya lucu bikin orang senyum2 sendiri thor. haha

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s