[LIFE/FOUR] Amulet

Amulet

.

(c) missfishyjazz

Girl’s Day’s Hyeri | BTS’s Jin

Romance | PG-15

.

There is nothing love cannot face;

There is no limit to its faith, hope, and endurance.

 

“Jadi Hyeri, aku tidak berpikir bahwa aku salah memasukkan rumus garis-garis pembentuk grafik hati itu, tapi kenapa Son sonsaeng bisa memberikan C- ya?” Minah terus saja mengoceh tentang nilainya yang tertera besar-besar dengan tinta ekstra merah dan peringatan pada bawahnya.

“Kau pikir aku tahu? Jika tidak ada jepitan rumus yang menempel tiba-tiba di bangku Jiyoung mungkin aku akan berakhir dengan nilai F dan masuk kelas perulangan lagi.” Hyeri menarik-narik tali tas yang tergantung di bahunya. Satu keajaiban lagi. Bukan satu atau dua kali dia mengalami keajaiban unik sejak empat bulan terakhir.

Ehm.. Benar juga ya. Malaikat keajaiban itu sedang menempel terus padamu atau kau sedang dihinggapi arwah keberuntungan ya? Yang tiba-tiba ada rumus tertulis di depanmu, ada uang yang terselip di antara buku kimia mu ketika kita kehabisan uang di bus, ada nenek-nenek yang muntah hingga membuatmu terbangun sebelum kereta yang kau tumpangi lewat dari tujuamu, penjaga kantin yang membagikan makanan gratis sewaktu dompetmu hilang dan maag mu hampir kambuh, sampai Jinri yang tidak pernah pulang terlambat tiba-tiba menemukanmu terkunci di gudang sekolah karena Jiyeon. Semuanya terlalu aneh untuk disebut keberuntungan.” Minah menggaruk tengkuknya bingung.

 

Sebenarnya masih banyak keajaiban lain yang dialami Hyeri belakangan ini. Bahkan keajaiban yang paling tidak masuk akal baru-baru ini terjadi, ketika Hyeri tidak tahu harus apa dengan ulangan sejarahnya dan mengisi berdasarkan berapa kali Si Idiot Taehyung akan berdecak dalam lima detik, tapi nilai sempurna yang justru keluar. Membuat Hyeri menjadi bahan pembicaran dan pujian guru sejarah. Uniknya begitu Hyeri mendapat lembar pilihan gandanya Hyeri kaget setengah mati begitu melihat pola tulisan di kertas itu sama sekali berbeda dengan miliknya.

 

“Atau kau punya penggemar rahasia?!” Minah melonjak merasakan serpihan kejeniusan yang mungkin disemburkan Einstein ketika bersin di surga menghinggapinya.

Hyeri membulatkan matanya, penggemar rahasia?

“Mimpimu, Bang Minah!” Hyeri tidak percaya di zaman ketika menghitung dengan alat semacam sempoa sudah dianggap jadul masih ada penggemar rahasia. Memangnya dia anggota girlband apa sampai ada yang tiba-tiba menggemarinya? Dia saja tidak akan tahu girlband jika tidak karena ibunya yang senang melihat SNSD dan Minah yang menyukai 2NE1. Tidak, tidak, dia bukan fanatik boyband. Hanya saja Hyeri tidak termasuk golongan remaja yang terlalu tertarik pada musik-musik chic, ia menyukai musik Korea, tapi mungkin sekedar penyanyi solonya? Dia suka Wheesung, Ailee, Lee Hi, K.Will dan yang paling terakhir masuk daftar idolanya adalah Huh Gak. Jadi jangan samakan persepsi ‘idol’ mu dengan milik ‘Hyeri’.

 

Ehh, siapa bilang tidak mungkin. Kau tahu Soojung? Dia kan jadi penggemar rahasia Jong In sunbae sejak sekolah menengah pertama dan baru sejak tahun lalu kita kelas 10 mereka pacaran. Nah, nah, apanya yang tidak mungkin?”

“Ya tidak mungkin tetap untukku Bang Minah! Jong In sunbae kan wajahnya mirip.. mirip.. Itu.. Aduh.. Yang katamu pandai menari di EXO.. Ehm..

“Kai?”

“Ya! Itu maksudku! Jong In sunbae kan mirip Kai. Pantas jika ia memiliki penggemar rahasia.”

“Tapi kau juga sebelas dua belas dengan member Girl’s Day kok. Atau kau mau kusebut seperti member SNSD?”

“Cukup, cukup. Aku ingin jadi Lee Hyeri saja, tidak jadi member Girl’s Day apalagi SNSD. Kau pikir aku mau mengurangi porsi makanku hanya menjadi 200 kalori sekali makan? Lihat namaku di daftar pasien meninggal karena anoreksia sebelum debutku, Bang Minah.”

“Ya sudah, 2NE1?”

“YA! KAU TIDAK LIHAT BADANKU YANG SUDAH SYUKUR-SYUKUR ADA BENTUKNYA! Kau mau aku se’berisi’ CL atau Park Bom begitu? Mau sampai Neptunus ada di depan Merkurius itu mustahil.”

 

Bang Minah harus tertawa terbahak-bahak sampai rasanya seluruh isi perutnya akan tumpah ke jalanan mendengar gerutuan Lee Hyeri. Hyeri memang tidak seperti anak seumurannya yang sudah mulai browsing dimana dokter bedah kecantikan terbaik yang bisa memenuhi kebutuhan dan kemampuan kantong mereka. Ia tidak peduli dengan rambut keriting gantung dicat kemerahan atau kecoklatan yang dimiliki nyaris seluruh anak di angkatannya, atau lensa kontak warna warni mirip traffic jam yang di pasang di matamu, karena Hyeri tetap Hyeri.

 

Hyeri bangga pada rambut coklat kayu pendek di atas bahunya dan warna mata coklat tua yang ia miliki. Dia mungkin tidak tomboy karena ia masih sering memakai rok atau menjepit rambutnya sekalipun dengan jepitan biasa warna netral, hanya saja ia terlalu tidak peduli untuk selalu mengikuti tren yang ada. Itu sebabnya ia memilih menjadi penggemar para penyanyi solo yang tidak aneh-aneh.

 

Sementara Hyeri berjalan masih tetap sambil memikirkan semua hal yang terjadi. Ini lebih dari kata tidak masuk akal. Ini—

Aw.” Hyeri berjengit begitu melihat seorang bocah laki-laki dengan sepeda warna kuning cerahnya menabrak kakinya, tapi justru bocah itu yang tersungkur.

“Hei, kenapa?” Hyeri merendahkan tubuhnya dan melihat bocah itu yang kesakitan memegangi lututnya yang memang lecet.

“Minah, bantu aku angkat anak ini dong!” Hyeri dan Minah mengangkat bocah laki-laki itu perlahan dan mendudukkannya di pinggir jalan sebelum..

 

BRUKKK!!

Tepat setelah Minah membuang nafasnya setelah mengangkat bocah itu sebuah truk besar menabrak sepeda kecil yang tergeletak malang beberapa meter darinya terpelanting bebas.  Diikuti mobil yang jika mereka masih berdiri di posisi mereka sebelumnya akan menghantam bagian kiri mereka yang baru saja ‘terdorong’ truk.

“Oh astaga Tuhan. Hyeri kau tidak bisa orderkan satu malaikat keberuntungan lagi untukku?”

 

Amulet

 

Hyeri dan Minah masih menyesap jus yang baru mereka beli dari kantin ketika seorang gadis dengan rambut panjang merah, aih banyak sekali gadis berambut merah, menabrak Hyeri.

“HEY!” ehh Minah. Selalu Minah yang lebih dulu meledak sekalipun Hyeri yang kenapa-kenapa.

“Maafkan aku. Maaf. Hyeri sunbae aku ingin berbicara denganmu.” Gadis itu masih tidak ingin mengangkat kepalanya tapi Hyeri bisa melihat bahwa gadis itu menangis.

“Ey, denganku? Ada apa? Bisa bicara di sini saja? Aku dan Minah masih ada urusan.”

“Aku.. Aku..” Gadis itu tidak sanggup berbicara lagi, ia hanya menjulurkan tangannya yang tertutup jas almamater dan menariknya. Hyeri dan Minah langsung meneguk ludah ngeri. Di sana ada empat atau lima jahitan, dan Hyeri yakin itu bekas sayatan benda.

 

“Kau mau mencoba bunuh diri?” Hyeri spontan berkata seperti itu, tapi gadis yang ada di hadapannya justru menubruk dan langsung memeluknya. Hyeri menggelengkan kepala bingung begitu Minah memasang tampang bingung.

“Hyeri sunbae, aku tahu sunbae adalah teman dekat Youngjae sunbae. Aku mohon katakan padanya untuk kembali padaku, aku akan berusaha menjadi gadis yang lebih baik dari Subin asalkan dia mau kembali padaku.” Gadis itu masih saja memeluk Hyeri dan bahkan sekarang tangisannya menjadi lebih keras.

“Tunggu, tunggu. Aku tidak mengerti. Maksudmu Youngjae itu Choi Youngjae? Dan Subin memang kenapa dengan Subin. Aku bahkan tidak tahu kau siapa.” Hyeri berkata dengan nada nyaris putus asa. Apalagi awalnya ia tidak mengerti Youngjae siapa yang dimaksud gadis ini, Yoo Youngjae yang satu genk dengan Daehyun, atau Choi Youngjae yang sebangku dengan Yugyeom. Untung saja gadis ini menyebut Subin, karena setahunya yang dekat dengan wakil pengurus mading itu adalah Choi Youngjae.

“Aku Woohee, aku anak kelas 10. Bulan lalu aku dan Youngjae sunbae baru berpacaran tapi minggu lalu ia sudah mengatakan aku membosankan dan langsung jalan bersama Subin. Padahal.. Padahal.. Youngjae sunbae mengatakan aku adalah gadis terbaik yang pernah ia temukan di sekolah ini.”

 

Hyeri menepuk dahinya. Gosip Youngjae itu ‘bad-ass’ ternyata benar? Hyeri menarik napas dan membuangnya perlahan. Ia kemudian memberi sedikit masukkan dan menyuruh Woohee secepatnya move-on dan berdoa di kapel seberang sekolah sebelum dia akan berakhir seperti Do Min Joon yang tidak akan bertemu renkarnasi Cheon Song Yi.

 

Tapi belum sampai mereka melewati batas koridor kantin dengan koridor kelas sepuluh Hyeri sudah melihat beberapa gadis mengerubungi satu titik, begitu Hyeri meliriknya ada Subin di sana. Gadis yang baru saja ia dengar namanya.

“Subin, sudahlah. Masih banyak pria lain di luar sana.”

“Tapi Hwayoung-aa, aku.. Aku tidak bisa.”

“Kenapa, memangnya Youngjae sunbae setampan itu?” Minah dan Hyeri langsung membatalkan langkah jalan mereka setelah mendengar nama Youngjae tersebut lagi.

“Memangnya Youngjae anggota GOT7 ya sampai dia begitu terkenal dan menjadi bahan pembicaraan terus.” Minah berbisik penasaran, sementara Hyeri menyikutkan lengannya dan kembali serius mendengar percakapan yang sebenarnya memiliki volume untuk mengisi nyaris setengah lorong.

 

“BUKAN ITU! Aku.. Kami.. Aku sudah tidur dengannya minggu lalu.” OH DEMI LANGIT DAN BUMI. Minah langsung menjatuhkan rahangnya begitu saja. Sementara Hyeri hampir seperti di drama-drama dengan menjatuhkan gelas karton di tangannya sebelum Minah menahan gelasnya.

“Choi Youngjae..”

 

Bubar sudah keinginan Hyeri dan Minah untuk pergi memeriksa jadwal praktikum mereka minggu ini di depan lab fisika. Mereka memutuskan kembali ke kelas, apalagi Minah bisa melihat Hyeri memucat begitu mendengar percakapan Subin dengan teman-temannya tadi.

 

“Hai Hyeri..” OH apakah G-Dragon tertangkap menggunakan marijuana lagi hingga nasib Hyeri begitu buruk hari ini. Youngjae berdiri di depannya. Masih dengan senyum miring yang sama dan tanpa bumbu perasaan bersalah apapun.

“Jadi bagaimana dengan..”

“YA! SAMPAI YOO JAE SUK MELAHIRKAN AKU TIDAK AKAN MAU JADI PACARMU! PLAYBOY GENTONG!” Hyeri menghentakkan kakinya dan langkah berikutnya ia menumpahkan seluruh jusnya ke wajah Youngjae yang menganga bingung. Hyeri langsung menarik tangan Minah yang masih tidak tahu harus kasihan harus tertawa sampai perutnya kram. Tepat sebelum keluar dari pintu kelas Hyeri membalikkan tubuhnya, “aku tidak akan kaget jika nama Choi Youngjae sebelum usia coming of age day sudah memiliki nyaris selusin keturunan!”

 

Amulet

 

Hyeri tidak menangis. Untuk apa ia membuang hasil olahan hormon tubuhnya itu untuk playboy gentong seperti Youngjae. Ia hanya sebal saja. Bagaimana mungkin sempat memikirkan kata ‘ya’ untuk tawaran Youngjae menjadi sepasang kekasih?! Ia merasa terhina untuk itu.

 

Hyeri yang mengamuk tidak tahu harus kemana akhirnya menyerah dan memutari halaman belakang sekolah dengan amarah yang sudah terlihat jelas di matanya.

“YA!” Ia langsung berteriak begitu tubuhnya sperti menghantam seseorang. Pastinya pria karena ia yang terjungkal ke belakang.

 

“KIM SEOK JIN JANGAN MEMPERBURUK HARIKU!” Hyeri langsung berteriak hingga Jin, pria yang masih berdiri di hadapannya dan mengulurkan tangan itu terdiam bingung. Untung saja Hyeri yang langsung menyadari kebingungan di mata Jin langsung menggapai tangan anak pindahan itu dan berdiri.

“Maafkan aku, aku tidak lihat jalan tadi.”

 

Jin baru saja akan beranjak ketika Hyeri menarik kerah bajunya. Hyeri nampak menimbang-nimbang sebelum membuka mulutnya, “kau mau mendengar ceritaku tidak? Minah sudah panas telinganya hingga meninggalkanku di tengah jalan.”

 

Amulet

 

“Aku memang sudah beberapa kali mendengar tentang Youngjae sekalipun aku anak baru, tapi aku tidak tahu bahwa ia seburuk itu.” Jin menanggapi setelah Hyeri selesai bicara dan emosinya telah turun cukup drastis.

“Tolol kan? AH! Untung saja malaikat keberuntungan itu masih di sisiku.” Hyeri meniup poninya yang terjatuh dengan sebal. Jin langsung menolehkan kepalanya bingung.

“Malaikat? Pelindung?”

Ohh.. Ohh.. Aku tidak memberitahumu pasti bagian ‘malaikat pelindung’. Kau tahu aku ini seperti makhluk ajaib sekarang?!” Hyeri melompat dari duduknya pada satu sisi bangku halaman, ia berdiri di hadapan Jin yang mendongak menatapnya.

“Maksudmu?”

“AKU PUNYA SEORANG MALAIKAT PELINDUNG! Dia akan menolongku kapanpun dalam kondisi apapun!” Hyeri tidak tahu darimana datangnya tapi mendadak ia berubah menjadi riang setiap mengingat tentang pelindungnya. Ia merasa jauh dari kata beruntung karena ia selalu merasa sangat beruntung. Atau lebih?

“Memang ada malaikat pelindung zaman sekarang?” Jin tersenyum miring. Meragukan kebenaran apa yang diucapkan Hyeri.

“Mungkin saja! Buktinya aku punya. Minah mungkin masih bersikeras bahwa mungkin ada seorang penggemar rahasia yang selalu melindungiku, tapi sebenarnya aku tahu bahwa dia lebih dari seseorang hingga selalu ada di masa apapun aku membutuhkan pertolongan. Dari saat ujian, saat aku ingin pulang sekolah, saat aku hampir kecelakaan, bahkan sampai saat aku hampir terjebak dengan pria yang salah.” Hyeri bertepuk tangan kecil untuk dirinya dan malaikat pelindung yang tidak tahu harus ia definisikan bagaimana rupanya.

 

“Jika malaikat pelindung itu ada di dunia aku juga mau punya satu.” Jin memandang Hyeri lurus sebelum mengalihkan pandangannya pada rerumputan yang bergoyang sendu.

“Untukmu? Kau memangnya butuh perlindungan? Kau kan pintar, gesit! Tidak seperti aku yang yah ku akui sedikit bodoh, memiliki rangsang tulang belakang yang di bawah garis buruk dan ceroboh.”

“Siapa bilang untukku?” Jin tertawa kecil sebelum berdiri dan menepuk bagian bajunya yang ia rasa kotor.

“Lalu untuk siapa?”

“Tentu saja untuk orang yang ada di sini ku.” Jin menunjuk dadanya sesaat sebelum berlalu meninggalkan Hyeri yang terdiam. Antara bingung atau tersentuh dengan Jin yang tampak begitu hangat.

 

Amulet

 

Hyeri baru satu langkah melangkahkan kakinya melewati ambang pintu ketika Minah langsung menerobos. Diikuti oleh Jinri dan Minji yang memasang raut nyaris sepucat vampir.

“OH ASTAGA HYERI KU CINTA DAN PUJAAN HATIKU! APA KAU BAIK BAIK SAJA?! ADA YANG TERLUKA?!” Minah membalik-balikkan tubuh Hyeri, sementara Hyeri sibuk menutup telinganya. Ia yakin mungkin Naeun yang tadi ia lihat masih berdiri di gerbang bersama Myungsoo bisa mendengar teriakan Minah. Eh, lebay.

“Aku baik-baik saja Bang Minah.”

“Ohh.. Baiklah baiklah. Kau tahu aku nyaris pingsan dan terjun payung dari balkon kamarku ketika Minji menghubungiku malam-malam dan melihatmu hampir dirampok dekat rumahnya. DAN! Dan kau menghilang ketika Minji sudah datang bersama kakaknya untuk menolongmu!” Hyeri tersenyum sekilas sebelum mengucapkan terima kasih pada Minji dan Jinri yang mengikuti kehebohan Minah pagi-pagi begini. Ia segera duduk di bangkunya, diikuti Minah.

 

“Aku merasa kau ada benarnya Bang Minah.”

“Maksudmu? JANGAN BILANG MAKSUDMU BENAR ADALAH KAU TERLUKA! ASTAGA HYERI!!” Hyeri langsung membekap mulut sahabatnya yang tak berhenti melakukan reaksi apapun seakan bola matanya akan langsung menggelinding setiap mendengar apapun yang Hyeri ucapkan.

“Bukan itu, Cerewet! Maksudku tentang penggemar rahasia itu. Aku merasa memang ada seseorang, mungkin bukan penggemar rahasia. Tapi seseorang yang selalu mengikuti dan mengawasiku diam-diam. Kemarin saat sekawanan perampok itu menyerangku ada seseorang yang langsung datang dan melawan mereka seorang diri. Dia bahkan langsung menyuruhku pergi begitu kawanan itu tak henti menyerangnya.”

“Nah! Apa ku bilang! Pasti itu benar! Mana ada malaikat pelindung yang selalu melindungimu seperti itu.”

 

Hyeri bergumam membenarkan perkataan Minah. Kemudian ia meraih sebuah cincin perak yang menjadi bandul kalungnya. Cincin perak itu memiliki ukiran sayap kecil di dalamnya. Ia sudah memakai cincin perak itu sejak kecil, sebelum ayahnya meninggal ayahnya memberikan kalung dengan cincin itu. Ayahnya bilang cincin itu akan membawa cinta sejati datang padanya, cinta sejati yang akan melindunginya seperti malaikat yang akan melindungi tuannya sekalipun harus menghancurkan sayapnya. Sebenarnya itu alasannya menyebut ‘pelindungnya’ selama ini malaikat. Karena ia percaya sekalipun sosok tersebut adalah manusia, manusia itu datang untuk melindunginya atau menjadi cinta sejatinya.

 

Dan kenapa tiba-tiba ia melihat kalungnya? Karena ia melihat kalung yang sama milik orang tersebut. Ia tidak bisa melihatnya jelas, tapi kalung orang itu jelas berpendar terkena lampu sorot jalan. Uniknya ukiran milik kalung orang itu berada di luar sehingga Hyeri mudah mengenalinya. Apa orang itu yang dikatakan ayah sebagai cinta sejatinya?

 

Tunggu.. Tunggu dulu. Tadi apa yang baru dia ingat? Seperti malaikat yang akan melindungi tuannya sekalipun harus menghancurkan sayapnya.. Ohh.. Bukankah itu..

 

“Jin! Ada apa dengan tanganmu?!” Hyeri mengangkat kepalanya begitu mendengar seruan Min Yoongi. Ia langsung menurunkan rahang bawahnya dengan drastis.

“Hyeri.” Minah menyenggol kawannya ketika didapatinya Hyeri yang tertegun melihat tangan kiri Jin yang diperban. Diperban pada lengannya dan di-gips pada sendinya.

“Hyeri! Melihat Jin diperban saja kau sudah cemas seperti itu! Memang dia siapamu?”

Hyeri masih diam, antara bingung atau ragu. Atau sama saja?

“Hyeri!”

“Minah..”

“Ya?”

“Mau dengar suatu tambahan dari ceritaku?”

“Apa memangnya?” Hyeri menolehkan kepalanya sedramatis film horror setelahnya.

“Pelindungku. Ia dipelintir dan ditusuk pada lengannya..”

“Lalu? Apa hubungannya dengan— tunggu.. Jangan bilang bahwa..”

“Ya Minah.. Ya. Ia ditusuk dan terkilir pada lengan.. tangan kirinya.”

 

Hyeri menarik napas dalam-dalam. Membuangnya perlahan tepat ketika Jin menatapnya.

 

“Apa jika kau menjumpai pelindungimu dan dia bukan ‘malaikat’ kau akan tetap memujanya?”

“Tentu saja! Aku bangga sekali padanya! Dia pelindung terhebat sepanjang masa!”

“Bahkan jika dia hanya seorang laki-laki yang tidak pernah kau kenal.”

Ahh.. Ehh.. Tidak apa! Toh aku tetap memujanya!”

“Bagaimana dengan mencoba mencintainya?”

Eh?”

“Iya, mencoba mencintainya. Mencintainya seperti malaikat pelindungmu itu mencintaimu. Mencintaimu seperti malaikat yang rela melindungi tuannya sekalipun harus menghancurkan sayapnya.”

 

Kau tahu idiot, Lee Hyeri? Idiot itu ketika Jin tersenyum dengan pandangan matanya antara mengejek dan berkata seolah ‘kau-baru-sadar-ya’ lalu mengangkat benda kecil kusam yang tergantung manis di lehernya.

 

Harusnya kau tahu Lee Hyeri. Harusnya kau sudah tahu sejak Jin tidak hanya tahu tentang arti sayap sama seperti ayahnya tapi juga ketika kau sadar bahwa anak yang waktu itu menabrakmu adalah adik Jin yang sering berkeliaran di depan sekolah atau sejak tahu bahwa Woohee dan Subin adalah tetangga dan kerabat Jin. Harusnya kau tahu.

 

Look at me, look at me, look at me

You’re so innocent and everyone around you is selfish

Rather than me, who will protect you day and night

They only show off their cars, bad guy

But even when I wake up, I look for you in my sleep talk

 

Hello, where are you going (where you) I’ll be there, where you are (that way)

Even if we’re not that close, I still have to try, at least I do

Akdong Musician – 200%

-THE END

WOOHOOOOO~~~ I’M BACK! Setelah homo sapiens berevolusi jadi meganthropus dan meganthropus jadi homo wajakensis akhirnya saya kembali /kibas rambut/ kembalinya sih bawa one-shot, lumayan kan ya? hahahahaha 😆 Saya nggak tahu kalian mau gimana sama ini ff yang penting kritik saran komentar apapun lah saya terima untuk ff ini /kiss/

Nah untuk tema selanjutnya, bisa di tentukan dengan menjawab pertanyaan di bawah ini :

 

Siapa mantan pacar Lee Sora, roommate nya Park Bom & Song Gayeon?

 

Yang update roommate pasti tahu banget nih, apalagi dulu bahkan sempet disebut-sebut waktu di teaser nya Roommate! ㅋㅋㅋㅋㅋㅋㅋ

 

ANYWAY SAYA UDAH BUKA REQUEST AN LAGI! SILAHKAN REQUEST POSTER DI : HI-ART

32 responses to “[LIFE/FOUR] Amulet

  1. Haduh, comentku kepotong -_-
    Lucuu, pengen jadi hyeri. Biar punya ‘malaikat pelindung’ yang keren banget kayak Jin >.<
    Hadeuh envy banget ama si Hyeri
    Ceritanya daebak (y)
    Like this 😀

  2. itu Kim SeokJin BTS bukan??
    Ini ff kereen thor, tapi aku diantara 4 ff series ini, yang paling aku suka tetep porifera 😀 tapii ini juga bagus kok thor (y) 😀
    Keep writing 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s