Time Machine (PART 1)

Ini bukan ff ditjao, melainkan ff titipan dari salah seorang teman. Harap memberikan apresiasi berupa komentar setelah membaca ya, terima kasih sebelumnya.

threeshoot

Title: Time Machine

Author: @mandamanjul001

Length: threeshoot

Rating: General

Genre: romance, school life, angst, comedy (little bit)

Casts:

Lee Ji Eun as Lee Ji Eun (IU)

Kim Jong In (EXO) as Kim Jong In (Kai)

Choi Sulli (f(x)) as Choi Sulli

Jung Eun Ji (A Pink) as Jung Eun Ji

Park Chanyeol (EXO) as Park Chanyeol

Byun Baekhyun (EXO) as Byun Baekhyun

Jung Soo Jung (f(x)) as Jung Soo Jung (Krystal)

Other cast…

Desclaimer: FF keduaku..hasil pemikiran dari otak labilku sendiri kkkkk~

Haii..haii…annyeong.. kembali lagi di FF keduaku ini hohoho… emmm sebenernya FF ini udah lammmaaaaaaaaaa………banget jadinya dan udah aku post juga di WP aku (lazymoonfanfiction.wordpress.com), cumaaa entah kenapa mau post kesini tuh muaaaleeesssnyaaaaa -_____- *ngebo* ditambah tugas kuliah dan ujian yang semakin bejibun dan dengan kejam dan tragisnya sudah merenggut masa mudaku T.T, aku makin gak ada waktu buat bikin FF lagi 😦 *edisi curhat* *mari berpelukan*

OH YAAAAAA….. aku juga mau ngucapin BANYAK BANYAK TERIMA KASIH untuk ditaaaaaaa :* yang udah (dengan tulus ikhlas) mau memposting FFku ini hehehehe… ditaaaa lop u puuulllll muach!

Langsung aja dibaca yaaa chingu^^ jangan lupa RLCnya yaaaaaaaa :* kamsahamnidaa *bow*

[PART 1]

Jika kau diberi kesempatan untuk melihat masa depanmu…

Apa yang akan kau lakukan?

Apakah kau ingin tahu, seperti apa masa depanmu kelak? Apakah sesuai dengan harapanmu? Bisa menggapai cita-cita sesuai keinginanmu ketika kau masih kanak-kanak yang dengan bebas bisa bermimpi dan berangan-angan tanpa tahu bagaimana suka dan duka dari jalan yang akan kau ambil?

Atau… Kau justru tidak ingin mengetahuinya. Biarkan itu menjadi rahasia alam. Kau tidak akan melangkahi bagaimana takdirmu…

Tidakkah kau menyesal?

Bisakah kau merubah nasibmu? 

[Author POV]

Seoul, 2005…

Pagi itu musim semi…

Salju mulai mencair dan digantikan oleh pohon dan tumbuhan yang mulai bersemi dan mulai menampakkan kuncup-kuncup bunga…

Suasana yang sangat tenang dan damai…

Tapi…

Tidak untuk suasana di salah satu SMP di Seoul…

SMP Sungkwa…

Pagi itu anak-anak SMP Sungkwa datang dengan semangat yang menggebu…

Ya… Hari ini adalah hari pertama mereka kembali ke sekolah setelah liburan panjang musim dingin…

Kelas VIII-4…

Suasana di kelas VIII-4 tidak jauh berbeda dengan susana pasar…

Ada yang berlarian,  berteriak-teriak sambil tertawa-tawa, ada yang mengobrol dengan temannya, dan ada pula yang hanya duduk diam sambil membaca buku…

Mari kita berkenalan dengan mereka…

Lee Ji Eun… biasa disebut IU, yeoja berbadan mungil yang sangat ceria, memiliki banyak teman, mudah bergaul, tapi agak lemah dalam urusan akademik karena otaknya yang agak lambat.

Kim Jong In… biasa dipanggil Kai, namja tampan dengan muka dingin dan terkesan cuek. Tidak terlalu menonjol dalam bidang akademik tapi sangat ahli dalam olahraga, sepak bola dan basket. Hobinya mengoda dan mengejek IU.

Choi Sulli… yeoja sahabat IU sedari mereka TK. Mereka sudah sangat dekat dan selalu bersama-sama. Berbeda dengan IU, Sulli adalah yeoja yang sangat cerdas dan sering mengikuti olimpiade dalam pelajaran apapun. Walaupun begitu, mereka tidak mempermasalahkan itu dan tetap sering bermain bersama.

Jung Eun Ji… yeoja yang juga sahabat IU dan Sulli. Yeoja yang sangat cantik sehingga banyak namja yang meyukainya. Tapi, ia hanya menyukai seorang namja, yaitu…

Park Chanyeol… sahabat Kai. Mempunyai hobi yang sama dengan Kai dan kemana-mana selalu berdua dengan Kai. Namja yang ditaksir Eun Ji. Perasaannya terhadap Eun Ji? Hanya Tuhan yang tahu..

Byun Baekhyun… namja yang sangat pendiam dan sangat pintar. Selalu mendapat peringkat satu di kelas. Dia juga sangat ramah dan sopan kepada teman-temannya dan guru-guru. Diam-diam ia menyukai IU, tapi tidak berani untuk menyatakan perasaannya.

Jung Soo Jung… biasa dipanggil Krystal. Yeoja cantik yang sangat memperhatikan penampilan. Sudah lama ia menyukai Kai, bahkan ia sudah pernah dengan lantang menyatakan di depan Kai bahwa ia menyukai namja itu. Tapi, Kai tidak pernah menghiraukannya.

Seperti anak-anak lain… Pagi ini mereka bermain di kelas sebelum kelas dimulai. IU, Sulli, dan Eun Ji sedang mengobrol tentang liburan mereka. Kai dan Chanyeol mengobrol tentang pertandingan bola semalam di bangku belakang. Sedangkan Baekhyun, seperti biasa, hari pertama masuk pun dia sudah asyik dengan bukunya di tempatnya. Membaca sendirian dengan tekun.  Sesekali ia berhenti membaca dan menoleh kepada IU, gadis pujannya, dan tersenyum samar.

“Yaa… IU, kau tahu tidak. Liburan kemarin aku dan keluargaku berlibur ke Hawai. Disana aku berjemur sampai kulitku gosong. Lihatlah ini…” Sulli memamerkan kulit tangannya yang agak coklat.

“WOOAAAAA… Iyaa benar. Lihat kulitmu hitam, seperti itu tuh… presiden Amerika Serikat, enngggg… Siapa ya namanya? Aduuuhh… aku lupa…” IU mengingat-ingat sambil menggaruk-garuk kepalanya.

Sulli dan Eun Ji hanya menatap IU datar, sudah terbiasa dengan sikap IU yang ‘telmi’ dan suka bingung sendiri.

Tiba-tiba…

“YAA dasar bodoh! Masa iya Amerika ada presiden?” Kai menimpali perkataan IU dengan tawa mengejek.

IU menjadi tambah bingung…

“Hah?? Loh bukannya Amerika itu memang ada presidennya? Ituloooh yang kulitnya hitam. Rambutnya keriting, yang katanya pernah tinggal di Indonesia? Apa aku salah? Kalau begitu, dia siapa dong? Haduuuh aku jadi bingung…”

IU menjadi kalang labut dengan kebingungannya dan teman-temannya sudah menahan tawa.

“Yaaa keterlaluan kau Kai. Padahal kau sudah tahu jika dia membingungkan sesuatu dia pasti akan memikirkannya sampai besok.” Eun Ji berbisik ke Kai dan ditimpali hanya dengan cekikikan dari Kai.

“WAHAHHAHAHHA… Dasar yeoja pabo! Memang benar Amerika itu ada presidennya, tahu! Kenapa mudah sekali membodohimu?” Kai tertawa dengan sangat kencang dan teman-teman sekelasnya hanya tertawa simpul.

IU yang menyadari kalau dia sudah dibodohi oleh Kai, langsung melotot ke Kai.

“YAAAAAA KAIIIIII kau membodohiku!!!! Rasakan ini!!!”

IU langsung melompat dari tempat duduknya dan mengejar Kai.

Kai segera menghindar dengan berlari sambil tertawa keras.

Teman-teman sekelas mereka sudah sangat mengenal IU dan Kai. mereka sangat dekat. Yaa, dekat karena Kai selalu menggoda dan mengejek IU. Sampai-sampai banyak yang mengira kalau mereka saling menyukai… Tapi mereka langsung membantah dan mengatakan…

“Siapa yang sudi suka dengan yeoja pabo seperti dia?” dan selalu dijawab oleh IU “YAAAA siapa juga yang menyukaimu, namja usil, jelek dan tidak berperasaan seperti dirimu?”

Tapi tetap saja, karena mereka selalu berdebat setiap hari, mereka seperti sangat akrab dan tidak bisa dipisahkan.

KRIIINNGGGGG….

Bel tanda masuk berbunyi.

IU dan Kai yang sedang berlari-larian terpaksa menghentikan kegiatan ‘rutin’ mereka dan duduk di tempat masing-masing. Ketika IU duduk, ia tidak sengaja menoleh ke bangku Kai dan melihat Kai sedang memeletkan lidah dan berkata dengan pelan…

“Yeoja paboo… Yeoja pabooo… Weeee…”

IU kembali menggeram…

“Sialaaaan, awas kau nanti..!!!” sambil mengacungkan kepalan tangannya ke arah Kai.

“Kau tidak apa-apa, Ji Eun?” Baekhyun yang duduk di sebelah IU menanyakan keadaan IU dengan nada khawatir.

Melihat itu IU tertegun sejenak dan mukanya agak memerah…

“Oh… Aniyo… Gwenchana… Hehe…”

“Hemmm… Keure… Lihat kau sampai berkeringat seperti ini. Chamkanman…

Baekhyun merogoh saku celananya dan mengambil sesuatu…

Tiba-tiba…

Baekhyun mengeringkan keringat IU dengan saputangan milik Baekhyun.

IU yang kaget dengan sikap Baekhyun hanya diam dan tidak bisa mengatakan apa-apa.

Apalagi jarak wajah mereka yang lumayan dekat membuat IU bisa melihat dengan jelas muka Baekhyun.

“Ommo… Andwae… Kenapa seperti ini? Muka Baekhyun terlalu dekat, eotteohke?”

Begitu juga Baekhyun, dia tidak bisa menyembunyikan rasa gugup dan senangnya. Mukanya pun memerah dan keringat mulai menetes dari pelipisnya.

“Hehehe… Sudah tidak usah, Baekhyun-ah. Aku bisa sendiri. Gomawo.. ne?”

“Hemmmm… Sama-sama..”

Mereka tersenyum kikuk dan langsung melakukan hal lain.

Tidak jauh dari bangku mereka… ada sepasang mata yang memperhatikan mereka berdua.

Yaa… mata itu milik Kai.

Dia mengamati IU dan Baekhyun dengan muka merah padam.

Hatinya panas…

Seperti tidak rela melihat IU diperlakukan seperti itu oleh namja lain…

Ia tahu kalau Baekhyun menyimpan perasaan terhadap IU…

Tapi mengapa ia tidak rela?

Mengapa rasanya ia ingin berlari menuju tempat mereka dan meninju muka Baekhyun dan menggantikan posisinya sekarang untuk berduaan dengan IU?

Apakah ia…???

Kai yang nenyadari itu langsung menepis perasaan itu…

“Aigoo… tidak mungkin. Tidak mungkin aku menyukai yeoja jelek dan kecil itu. Kau sudah gila, Jong In…” Kai menggumam sendiri sambil menggeleng-gelengkan kepalanya.

Pulang sekolah…

“Lee Ji Eun… Kajja kita pulang…” Sulli berteriak di depan kelas bersama Eun Ji.

“Aku piket hari ini, Sull-ah. Kau pulanglah duluan bersama Eun Ji.” IU berteriak sambil mengambil sapu di pojok kelas.

“Hemm arraseo… Aku pulang duluan, nee… Hwaiting!!!”

Saat sedang menyapu, tiba-tiba sebuah tangan mengambil sapu yang sedang dipakai IU.

“Ji Eun… Biar aku yang mengerjakannya, aku kan juga piket hari ini.”

Baekhyun menawarkan bantuannya dengan tersenyum manis.

“Aahh… Baekhyun-ah, tidak usah. Masa hanya kau yang mengerjakan semua ini..” IU menolak Baekhyun dengan halus.

“Gwenchana… Kau duduk saja, biar aku yang mengerjakannya. Akan aku tunjukkan kalau aku adalah namja yang bisa diandalkan dan tidak akan mengecewakanmu.” Dengan lantang Baekhyun mengatakan hal itu, berharap IU mengerti dengan pernyataan tersirat tadi.

Tapi nyatanya…

IU yang otaknya agak ‘lambat’ hanya bisa bengong karena tidak mengerti maksud Baekhyun.

“Baekhyun-ah… Aku tidak mengerti bahasamu, bisakah kau mengulanginya dengan bahasa yang lebih mudah dipahami?”

IU tersenyum malu-malu sambil menggaruk kepalanya. Malu karena merasa bodoh didepan Baekhyun.

GUBRAKKK..!!!!

“Baek-ah, mengapa kau terjatuh? Kau terpeleset sesuatu?” IU kaget karena Baekhyun tiba-tiba terjatuh.

“Aa… ahahaha…. aku tidak apa-apa.” Dengan susah payah Baekhyun bangun dan mengusap-usap kepalanya.

‘Aisss yeoja ini… Kenapa tidak peka sama sekali dengan perasaanku… Sabar Baek-ah.. Sabaaaarr… Kau tidak boleh menyerah mendapatkan hati Ji Eun!!’

Yaaa begitulah IU… yeoja cantik tapi sangat tidak peka karena otaknya yang agak ‘lambat’ dalam mencerna perkataan orang lain…

Tidak lama kemudian…

“Cah… Akhirnya selesai juga..” Baekhyun meletakkan sapu di pojok kelas dan mengelap keringatnya dengan sapu tangan.

“Hehehe… Pekerjaan ini jadi lebih ringan jika dikerjakan bersama-sama. Gomawo, Baek-ah sudah menemaniku piket. Tidak seperti…”

Tiba-tiba raut muka IU berubah…

“Tidak seperti apa, Ji Eun?” ucap Baekhyun lembut namun agak penasaran.

“Itu loh, Kai. dia itu seharusnya juga piket hari ini. tapi dia malah kabur tadi sepulang sekolah. Huh…”

IU mengatakan sambil mengacungkan kepalan tangannya tinggi-tinggi dan kelihatan sangat bersemangat.

JLEB…

Entah kenapa seperti ada duri yang menancap dalam hati Baekhyun. Kenapa melihat Ji Eun mengucap nama Kai membuat Baekhyun sakit. Dia seperti tidak senang dan tidak ingin Ji Eun mengucapkan nama itu di depannya.

“Ha.. Hahaha… Sudahlah… Mungkin Kai sedang ada urusan makanya dia tidak bisa ikut piket hari ini. kajja… kita pulang…”

Baekhyun langsung mengalihkan pembicaraan dan menarik tangan IU keluar kelas.

“Yaa… Baekhyun tungguuuu… Jangan tarik tanganku…”

IU mensejajarkan langkah Baekhyun yang lumayan lebar..

Di lapangan…

Terlihat beberapa namja yang sedang bermain basket…

“Aigoo… Lihatlah namja itu. Siang hari begini malah panas-panasan.”

IU mengomel sambil berjalan bersama Baekhyun. Baekhyun hanya terkekeh pelan.

Tiba-tiba…

“YAAAAA!!!!! AWAAAASSSSS!!!!!!!!!”

Mendengar seseorang berteriak, IU menoleh kearah lapangan.

“Siapa sih yang berte…”

DUUKKKK….!!!!

Bruuukkk…

“Yaaa Ji Eun…!!!”

Baekhyun langsung mau mengangkat IU ke UKS, tapi…

“YAAAAA yeoja paboooo!!!!”

Kai berlari ke arahnya dan langsung mengangkat IU dan berlari kearah UKS, meninggalkan Baekhyun yang hanya bisa terbengong.

Baekhyun terdiam beberapa detik dan langsung tersadar. Ia langsung melesat menuju UKS.

Kai meletakkan IU di ranjang UKS dengan sangat hati-hati. Raut mukanya sangat cemas.

Dia langsung mengomel…

“Dasar yeoja pabo. Sudah kubilang awas ada bola, kau malah tenang-tenang saja jalan di tepi lapangan. Dasar pa…”

“Yaa Kai.. Mengapa kau malah mengomeli Ji Eun, padahal sudah jelas itu salahmu. Kau tidak hati-hati makanya bola itu mengenai kepala Ji Eun.”

Baekhyun yang baru datang langsung mengomel kepada Kai. Raut mukanya tidak kalah cemas.

Kai yang sedang cemas, ditambah mendengar rivalnya mengomelinya, membuat emosinya memuncak.

Dengan muka sinis, dia menoleh ke arah Baekhyun…

“Yaaaaa… Diam kau. Tidak ada urusannya denganmu. Kau pulang saja.”

Kai mengatakan dengan sangat ketus dan terlihat sangat tidak senang dengan keberadaan Baekhyun.

“Dia kan tadi bersamaku. Jadi aku juga bertanggungjawab terhadapnya.” Baekhyun terlihat tidak mau kalah.

“YAAAAKKK!!! Kau ini!!! mau ribut denganku??”

Kai mulai tersulut emosi dan langsung bangun hendak meninju Baekhyun.

Tapi…

“YAAAAA!!!! Hentikaaaannnn!!!!”

Kai dan Baekhyun kaget mendengar suara itu..

IU…

Dia bangun dengan mata berkaca-kaca…

“Ji Eun… Kau sudah sadar?”

Baekhyun langsung melewati Kai dan berlari kearah IU.

“Hemm… Gomawo Baek-ah…”

IU tersenyum.. Sangat cantik..

Kai yang melihat itu langsung panas…

“Dasar manja. Kau sengaja kan terlihat lemah didepan Baekhyun agar dia memperhatikanmu. Dasar yeoja  pa…”

“JONG IN!!!!”

IU berteriak sangat keras dengan wajah berkaca-kaca.

“Wae?? Mengapa kau berteriak seperti itu? Kenapa? Kau malu aku mengatakan itu didepan Baekhyun?”

Kai malah meledek IU.

“Kau… DASAR JAHAT!!!! Tidak punya perasaan!!!!”

IU langsung memaki Kai didepan Baekhyun. Baekhyun hanya diam mematung, tidak tahu harus berbuat apa.

“Yaaaa… Aku kan tidak sengaja tadi. Lagipula tadi aku sudah berteriak kepadamu, kau saja yang lambat menghindari bolanya.”

“Hei… Mengapa kau mengomelinya? Jelas-jelas itu salahmu!!!”

Baekhyun mulai emosi kepada Kai.

“Hahaha… Kalian ini serasi sekali ya. Sama-sama naif, bodoh, dan membosankan… Huh… Malas aku lama-lama disini.”

Kai hendak pergi, sampai tiba-tiba…

“KAU YANG BODOH KAIIII!!!! Dasar napeun namja! Tidak punya perasaan! Kurang ajar! Tidak punya sopan santun! Tidak mau mengakui kesalahan!!!”

Dengan membabi-buta IU memaki-maki Kai, sedangkan Kai hanya tersenyum sinis.

“Tahu apa kau tentang aku? Sudahlah tidak usah mengurusi aku, urusi saja  tuh namja disebelahmu. Dia sangat ingin menjadi kekasihmu, arraseo?”

“Yaaaa!!! Bukan itu masalahnya! Sikapmu itu, sudah keterlaluan! Harusnya kau mencontoh Baekhyun!!!! Dia baik, perhatian, suka menolong, dia bahkan tadi ikut piket bersamaku, tidak seperti dirimu yang malahan bermain di lapangan..”

JLEB!!!

Hati Kai memanas seketika.

Ia sangat tidak suka dibanding-bandingkan dengan orang lain, apalagi dengan Baekhyun, namja yang sangat ia tidak suka.

Tanpa mengatakan apa-apa, Kai langsung meninggalkan UKS dengan hati dongkol.

“Ji Eun, sudahlah. Kau seharusnya tidak usah mengatakan hal tadi. Kai sepertinya tidak senang.” Baekhyun mencoba menenangkan IU.

“Biar saja. Namja itu sesekali harus diberi tahu kalau sikapnya itu sudah keterlaluan. Ayoo kita pulang, Baek-ah..”

Malam hari…

IU POV

“Hah… Sudah jam 7 malam. Sepertinya aku ada PR. Hemmm… Saatnya membuka buku…”

Segera kukeluarkan semua peralatan sekolahku.

“Hemmm… Benar kan dugaanku. Ada PR matematika. Huufff… Untung saja aku membuka buku malam ini, kalau tidak pasti besok aku dihukum lagi oleh sonsaengnim.

Aku mendesah lega…

‘Kali ini aku selamat.. kkkkk~’

10 menit kemudian…

“Aigoo mengapa soal ini sulit sekali sih… benar ini soal untuk siswa SMP?”

Aku menggerutu sendiri…

Aku kembali mencoba mengerjakan soal-soal ini, keunde…

“Aiiissss… Sonsaengnim kejam sekali memberikan PR yang susah begini.. Aaaaaa eotteohke????”

Aku menggaruk-garuk kepalaku yang tidak gatal. Aku sama sekali tidak mengerti cara mengerjakan ini, dan aku bingung mau bertanya kepada siapa…

TRING!

AHAAA!!!

Seperti ada bola lampu yang menyala dalam kepalaku. Aku ada ide…

“Sebaiknya aku tanya Baekhyun saja. Dia kan murid yang paling pintar, pasti dia sudah mengerjakan PR ini… kkkkkkkk~”

Aku segera berlari kearah telepon di ruang keluarga dan memencet nomor telepon rumah Baekhyun.

Tut… Tutt….

“Yeoboseyo”

“Ah… Yeoboseyo.. Benar ini rumahnya Baekhyun?”

Dengan agak gugup aku mengatakan itu. Baru pertama kali aku berbicara di telepon dengan bahasa formal.

“Ah… Yee… Dengan saya sendiri. Maaf dengan siapa ini?”

‘Aigoo… Sopan sekali cara bicaranya. Tidak seperti namja hitam itu.. Aissss mengapa aku malah kepikiran namja tengik itu sih? Ckck…’

“Baek-ah…!!! ini aku, IU! Hehehe…”

Baekhyun POV

OMOOOO!!!!

Apakah aku bermimpi?

Ini benar-benar IU?

Lee Ji Eun?

Aigoo.. Aigoo…

Kenapa aku jadi gugup begini? Padahal kan aku tidak menatap mukanya, hanya mendengar suaranya saja sudah membuat hatiku berdegub tidak karuan seperti ini… Tenang Baekhyun, tenang…

“Ah… Ji Eun-ah… Tumben sekali kau meneleponku, hehehe… Aku sampai kaget..”

“Aku mengganggumu ya, Baek-ah? Mianhae….”

Suara IU terdengar seperti orang menyesal.

“Ah… Ani… Aniyo… Kau sama sekali tidak menggangguku, justru aku senang kau meneleponku, hehehe…”

“Keure? Baguslah hehehe… Baek-ah, ada yang ingin aku tanyakan padamu…”

Suara IU tiba-tiba terdengar sangat serius..

DEG… DEG…

Ada apa ini?

Mengapa suaranya sangat serius?

Apa yang mau ia bicarakan denganku?

Jangan-jangan…

“A… aa… Apa yang mau kau tanyakan, sepertinya serius sekali?”

Aku sudah gelisah tidak karuan…

Jantungku seperti mau copot…

“Ehehe… Aku PR matematika padamu, Baek-ah… Ada yang tidak aku mengerti.”

GUBRAK!!!

Aigoo…

Aku kira yeoja itu mau menanyakan apa, ternyata….

Huffff…

Sabar Baekhyun, sabaaaarrr…

Akhirnya Baekhyun mengajarkan PR kepada IU dengan senang hati…

[To Be Continue]

Jangan lupa RLCnyaaa chingu ^^

28 responses to “Time Machine (PART 1)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s