DAFFODIL — Side Story

Annyeong, saya datang bawa fanfic titipan! Happy reading, jangan lupa kasih komentar^^ Gomawooo~

daffodilARTworker : shinme

 

 

Tittle : Daffodil (side story final chapter)

Author : Youngieomma

Cast :

Kim Joon Myun

Byun Baek Hyun

Park Chan Yeol

Do Kyung Soo

Kim Jongin

Oh Sehun

Han Yoon Ah (OC)

Park Moon Jin (OC)

Genre : Romance, School Life, Brothership, Family

Rating : PG-17

Disclaimer : para pemeran di atas hanya dipinjam untuk keperluan FF ini, MAAF jika ada kata-kata maupun sifat yang bertolak belakang di FF ini.

 

Note’s :

Beberapa anggota diganti marga nya sesuai dengan cerita.. ———————————————————-

D A F F O D I L

———————————————————-

Side story

” Park Family’s secret”

November 1993

” Ini anakku..” Suara berat terdengar dengan jernih, ia memperlihatkan sebuah foto bayi berwajah bulat yang tampan pada seorang wanita.

” Moon Jin..” Wanita itu menatap dengan terkejut, digendongannya terlihat seorang bayi laki-laki dengan kuping besar tengah tertidur.

” Maafkan aku Yura-ah..” Ucap lelaki bernama Park Moon Jin tersebut.

” Aku tidak mengatakannya padamu, aku memiliki seorang anak lain..”

Airmata keluar dari wanita itu, bibirnya bergetar mendengar pengakuan suaminya.

” Saat Chan Yeol lahir, bibi perempuan ini baru mengatakannya padaku, kalau ia akan segera melahirkan juga..”

Wanita itu menutup matanya rapat-rapat, merasakan perih mengaliri hatinya.

” Maafkan aku, tapi, aku benar-benar ingin memiliki anak ini.. Sungguh..”

” Moon Jin-ah.. Apakah Chan Yeol tidak cukup untukmu? Dia anak laki-lakimu juga..”

” Bu-bukan seperti itu Yura-ah, aku hanya ingin Kyung Soo bisa hidup bersama kita juga. Keluarga ibunya disana hidup dengan tidak layak, mereka bahkan sangat susah untuk mencari makan. Aku tidak ingin anakku mengalami penderitaan seperti itu..”

Wanita itu terdiam. Memeluk bayi laki-lakinya dalam-dalam, menangis pelan mendengar ucapan suaminya.

” Ambil Kyung Soo, dan berikan pada kakakku..” Kemudian, Yura berbicara dengan pelan sampai-sampai jika Moon Jin tidak berhenti terisak ia tidak akan mendengarnya.

” K-kenapa?”

” Kakakku tidak memiliki anak setelah empat tahun menikah, aku tidak ingin memberikan Chan Yeol padanya. Berikanlah Kyung Soo pada kakakku, dia memiliki kekayaan yang cukup untuk membahagiakan anak itu..” Kata-kata itu keluar dengan cepat dan datar. Wanita itu berlalu, masih menggendong putranya yang sekarang sudah terjaga.

.

” Kau benar-benar memberikan anak ini padaku? Astaga! Tampan sekali!” Pekik seorang wanita berusia tigapuluhan pada Yura.

” Tolong jaga dia Eonnie..” Yura memberikan bayi berusia sepuluh bulan tersebut pada sang kakak.

” Astaga, tampannya dirimu, bibirnya berbentuk hati!” Pekik wanita itu lagi.

Yura menatap bayi di depanya. Bocah tampan keturunan suaminya, namun bukan dari rahimnya sendiri.

” Siapa nama anak ini?”

” Kyung Soo..”

Wanita itu mengangguk-angguk.

” Kyung Soo-ah, mulai hari ini kau menjadi anakku..” Bisik wanita itu.

” Tolong jaga Kyung Soo ya Eon, dia adik Chan Yeol juga..”

Wanita itu melirik pada Yura dan tersenyum.

” Aku mengerti, apakah kau benar-benar tidak masalah mendengar suamimu berselingkuh seperti ini?”

Yura terdiam, menunduk.

” Yura-ah..”

Tangis wanita itu lagi-lagi pecah. Luka hatinya tidak bisa diobati dengan apapun.

———————————————————-

D A F F O D I L

———————————————————-

Januari 1995

Yura menatap sendu wanita di depannya, wanita cantik, langsing berpakaian glamour itu duduk dengan manis dan angkuh.

” Apa kau bersungguh-sungguh?” Tanya Yura kemudian, tangannya bergetar.

Wanita itu mengerling, menatap sinis pada Yura yang masih menunduk, memainkan ujung jarinya.

” Aku bermaksud untuk tidak memberi tahu Moon Jin, tapi sekarang aku sedang butuh uang!” Ucap wanita itu.

” Aku tidak bisa membiayai anak ini lagi..” Ia berkata sambil menunjuk seorang anak laki-laki tampan yang tengah bermain mobil-mobilan di dalam kereta dorong.

” Sejak kapan kau memiliki hubungan dengan suamiku?” Kata-kata itu bagaikan racun untuk Yura. Lagi-lagi dia harus berhubungan dengan anak kandung suaminya dari wanita lain.

” Aku berpacaran dengan Moon Jin sebulan setelah aku menjadi sekretarisnya, kau tidak tahu? Bukankah kau istrinya?” Ledek wanita itu. Airmata hangat mulai keluar dari sudut mata Yura.

” Jangan menangis, itu membuatku muak! Aku juga tahu Moon Jin mempunyai anak lain dari wanita kampung.. Kau mengambil anak itu kan? Karena ibunya miskin?” Ucapnya lagi.

” Aku akan mengambil Sehun..”

Wanita itu melirik ke arah Yura.

” Apa? Aku tidak bilang kau boleh mengambil anakku, aku hanya ingin kau memberikan uang pada kami setiap bulan!” Pekik wanita itu lagi dengan wajah marah.

Yura terdiam, kemudian memanggil dua bodyguardnya.

” Bunuh wanita ini..” Dengan wajah dingin dan airmata yang masih menggenang di sudut matanya, dia berbicara, membuat wanita itu terkejut setengah mati.

” YA! Apa yang kau lakukan?! Kau berani membunuhku?! HEI JALANG SIALAN! KAU BERANI MEMBUNUHKU?! SIALAAANNNNN! ” Pekiknya.

” Buat seolah-olah itu kecelakaan..” Dan Yura mendorong kereta bayi itu keluar dari cafe yang tampak sepi.

.

Mei 1995

Bocah dengan rambut pendek hitam, kacamata dan berperawakan gendut menatap lurus ke depan dalam diam. Sesekali membenarkan kacamatanya yang melorot.

” Ibu.. Dia siapa?” Bocah itu menunjuk pada seorang bocah laki-laki lain berusia dua tahun lebih muda darinya.

Bocah itu meringkuk di sebuah pojok meja besi dalam gudang yang gelap dan pengap, matanya memperlihatkan sorot ketakutan, jejak airmata masih terlihat jelas di pipi putih gembilnya.

Wanita yang ia panggil ibu itu menarik kaki kecil bocah di pojok meja tersebut, membuat tubuh anak itu tertarik keluar karena di seret.

Bocah gendut berkacamata menatap dalam-dalam anak laki-laki tersebut, tubuhnya kurus, bibirnya kecil, berwarna pink dan kulitnya sangat putih, bahkan lebih putih dari Chan Yeol.

” Yeol-ah, diam disini dan jangan biarkan anak ini keluar. Mengerti? Ibu akan membawa sesuatu..”

Chan Yeol mengangguk, menatap punggung ibunya yang menjauh dari dalam gudang. Chan Yeol berjongkok agak jauh dari anak laki-laki yang masih meringkuk itu.

” Hai, aku Park Chan Yeol.. Kau siapa?” Tanyanya, mengulurkan tangan dan melebarkan senyumnya.

Namun, anak itu tidak menjawab atau menyambut uluran tangan Chan Yeol.

” Kau terluka?” Tanya Chan Yeol lagi, menatap tubuh bocah tersebut yang penuh dengan luka memar berwarna merah-hijau dan kebiruan. Chan Yeol mendekat ke arah bocah tersebut yang sekarang tengah gemetar.

” Ya! Park Chan Yeol!” Pekikan ibunya mengejutkan Chan Yeol, kakinya berhenti tepat sebelum ia lebih mendekat pada bocah itu.

Ibunya datang dengan tergesa-gesa, mendorong Chan Yeol agar menjauh dari bocah itu.

” Jangan dekati dia! Anak ini gila!” Pekik ibunya lagi.

Ia memberikan empat bungkus roti dan lima kotak susu serta sebotol air mineral pada anak itu.

” Habiskan ini! Jangan ada yang tersisa! Mengerti?” Pekiknya.

Chan Yeol menatap anak itu, ibunya menyeret lengan gendut milik Chan Yeol keluar gudang. Mengunci gudang itu dengan empat buah gembok.

” Ibu, dia siapa? Kenapa ibu mengurungnya di gudang?”

Yura menatap anaknya.

” Kau tidak boleh memberitahu siapapun, oke? Ini hanya rahasia kita berdua, Yeol-ah..”

” Apakah aku boleh bercerita pada ayah?” Tanya Chan Yeol lagi.

Yura berjongkok di depan anak laki-lakinya.

” Berjanjilah pada ibu kau tidak akan menceritakan anak itu pada siapapun, bahkan ayahmu..” Yura memperlihatkan jari kelingkingnya.

Chan Yeol terdiam sebentar, kemudian mengangguk. Mengaitkan kelingking kecilnya.

” Apakah ibu akan memandikannya? Rambutnya sangat kotor dan badannya bau air pipis..” Ucap Chan Yeol.

” Berhenti membicarakan anak itu jika kau tidak berada di gudang..”

Dan Chan Yeol menutup mulutnya rapat-rapat.

———————————————————-

D A F F O D I L

———————————————————-

Agustus 1999

Park Moon Jin berlari dengan tergesa setelah keluar dari dalam mobil, wajahnya panik, masuk ke dalam Rumah Sakit dan bertanya pada para perawat. Istrinya, Yura berada dibelakangnya dengan anak mereka.

” Anda adalah adik dari Do Hyera?” Tanya dokter.

” Benar dok, bagaimana keadaan kakak saya?” Yura berbicara dengan tergesa. Hatinya berdetak dengan cepat.

” Kakak anda tidak bisa kami selamatkan, ia dan suaminya mengalami pendarahan di kepala cukup parah..”

Yura terisak mendengarnya, kakinya lemas. Chan Yeol menatap ibunya yang menangis.

” Apakah dia bersama seorang anak?” Park Moon Jin bertanya kemudian.

” Dia bersama dengan suaminya, dan bukan seorang anak..”

” Eh?” Yura dan Moon Jin berkerut.

” Lima anak laki-laki tepatnya..”

Yura melotot karena terkejut.

” Apakah ada anak bernama Kyung Soo? Do Kyung Soo? Dia anakku..” Ucap Moon Jin lirih, Yura memeluk Chan Yeol yang menatap ayahnya.

” Kami tidak bisa mengidentifikasi nama anak-anak tersebut, tapi anda mungkin bisa mengenali anak-anak tersebut, mereka berada di ruang ICU karena lukanya cukup parah..”

Park Moon Jin berlari mengikuti dokter. Yura masih memeluk Chan Yeol.

” Apa, aku punya adik, bu?” Tanya Chan Yeol kemudian. Yura hanya menangis di punggung anaknya, tidak menjawab pertanyaan Chan Yeol.

Park Moon Jin menatap kelima anak laki-laki di depannya. Luka mereka cukup parah, dia bahkan tidak mengenali anak kandungnya sendiri.

” Apakah ada cara untuk mengetahui salah satu dari mereka adalah anakku?” Tanyanya kemudian pada Dokter.

” Kami akan melakukan cek DNA..” Ucap Dokter tersebut.

” Berapa lama waktu yang dibutuhkan?” Tanya Park Moon Jin.

” Dua minggu adalah waktu yang paling cepat..” Jawab Dokter.

” Baiklah, saya akan membayar seluruh perawatan kelima anak ini..”

Yura masih memeluk Chan Yeol ketika Park Moon Jin kembali. Menatap istrinya yang tengah berduka.

” Kita harus mempersiapkan pemakaman Hyera-Noona..” Ucap Moon Jin.

” Apa kata polisi penyebab kecelakaannya?” Tanya Yura kemudian.

” Suami kakakmu mabuk..” Jawaban itu membuat Yura kembali menangis, Moon Jin mendekati istrinya dan memeluk dalam. Chan Yeol terdiam menatap kedua orangtuanya.

” Ayah, apa aku memiliki seorang adik?”

Park Moon Jin melepas pelukan dan menatap Chan Yeol.

” Ayah bilang pada dokter kalau ada anak ayah di antara lima anak bibi Hyera..”

Moon Jin mengelus puncak kepala Chan Yeol.

” Ya, Yeol-ah.. Kau memiliki seorang adik..”

.

” Kami sudah melakukan cek DNA tuan Park.. Tapi—” Dokter menjeda kalimatnya, menatap serius pada Park Moon Jin yang duduk di hadapannya terpisah dengan meja kaca.

” Tapi, apa dok?”

” Kami menemukan dua orang anak yang cocok dengan DNA anda..”

Park Moon Jin membeku, terkejut atas ucapan Dokter.

” Du-dua?”

Dokter memberikan kertas hasil tes DNA tersebut pada Park Moon Jin yang masih terlihat bingung.

” Kami meminta polisi mengecek daftar keluarga Do, mereka mengadopsi empat anak laki-laki termasuk Kyung Soo.. Tapi, kami tidak menemukan anak kelima di daftar keluarga miliknya..”

” Maksud anda?” Park Moon Jin berkerut.

” Kami tidak tahu tuan Park, yang pasti ada dua orang anak laki-laki dengan DNA yang cocok. Keduanya anak kandung anda..”

Dokter membawa Park Moon Jin pada sebuah ruangan dimana kedua anak itu berbaring dengan beberapa peralatan di tubuh mereka.

” Yang terparah lukanya adalah Do Kyung Soo, kami akan melakukan kurang lebih tujuh operasi lagi agar ia bisa pulih…” Dokter berbicara.

” Apakah kau yakin Kyung Soo bisa bangun kembali?” Tuan Park bertanya putus asa.

” Kami akan berusaha tuan Park, benturan keras dikepala Kyung Soo memang yang paling parah hingga membuat anak anda mengalami koma.. Tapi, kami akan mencoba dengan delapan kali operasi untuk mengembalikannya..”

Tuan Park menatap sendu putranya yang masih terpejam, dada mungil itu turun naik dengan perlahan dan ringkih.

” Dan ini adalah anak yang tadi kami bicarakan tuan Park..”

Dokter menunjuk seorang anak dengan luka di setiap inci tubuhnya, kulit putih, bibir merah muda kecil dan dagu yang lancip. Tuan Park menyusuri setiap lekuk wajah anak laki-laki tersebut.

Seorang polisi masuk ke ruangan, mengejutkan tuan Park.

” Kami menemukan nama anak tersebut, namanya Oh Sehun dia sudah empat tahun menghilang dari panti asuhan..”

Tuan Park terdiam sebentar.

” Apakah kalian tahu nama ibu anak ini?” Ucapnya kemudian.

” Nama ibunya adalah Oh Minki, dia tewas kecelakaan empat tahun lalu..”

Tuan Park bergeming di tempatnya, dadanya bergetar mendengar nama itu. Lututnya lemas seketika dan ia mulai terisak, membuat dokter serta polisi kebingungan dengan sikapnya. Tanpa kata-kata ia terus menangis dan menangis.

” Dia anakku.. Benar-benar anakku.. Dia anakku..” Bisik tuan Park mengelus kaki mungil Sehun.

———————————————————-

D A F F O D I L

———————————————————-

Januari 2000

Kyung Soo menatap Chan Yeol yang tersenyum lebar di depannya, bocah dengan bibir berbentuk hati itu tidak bereaksi ketika Chan Yeol mengulurkan tangan mencoba menyalaminya. Ia masih diam tidak bergerak di kursi rodanya.

” Yeol-ah, Kyung Soo kehilangan ingatannya.. Jadi, dia belum mengerti kenapa kau mengulurkan tanganmu..” Ucap ibunya, mengelus kepala Chan Yeol lembut.

” Hilang ingatan?” Chan Yeol tidak mengerti ucapan ibunya.

Ibunya hanya tersenyum, mendorong kursi roda Kyung Soo dan memindahkan bocah itu ke atas kasur.

” Kyung Soo-ah, tinggal dengan baik bersama Chan Yeol ya?” Ucapnya. Kyung Soo hanya terdiam tanpa merespon.

” Ibu, apakah Kyung Soo tidak mengerti bahasa korea?” Tanya Chan Yeol.

” Ya, dia melupakan bahasa korea..”

” Kalau begitu aku akan mengajarinya! Ibu tahu kan? Nilai bahasa koreaku paling bagus di sekolah..”

Yura tertawa dan mengangguk, kembali mengelus kepala Chan Yeol.

” Yura..” Panggilan Park Moon Jin mengejutkan wanita itu, ia menoleh dan mendapati suaminya berdiri di pintu kamar Kyung Soo.

” Kau sudah kembali?” Ucap Yura.

” Ayaaaah!” Teriak Chan Yeol, memeluk kaki ayahnya dengan erat.

” Oh? Kamu?” Chan Yeol menatap sesuatu yang berada di luar kamar. Yura mengerenyit.

” Aku.. Membawa Sehun kemari untuk tinggal bersama kita..” Park Moon Jin berkata membuat mata Yura melotot karena terkejut ketika seorang anak yang sangat sudah ia kenali berdiri di belakang suaminya, tatapan mata ketakutan itu memuakkan dirinya.

” Oh! Jadi namamu Sehun?” Chan Yeol berkata.

” Eh? Kau mengenalnya, Yeol-ah?” Tanya Moon Jin.

Chan Yeol mengangguk.

” Aku mengenalnya walaupun dia sekarang terlihat lebih bersih, iya kan bu?”

Moon Jin menengok ke arah Yura yang mematung.

” Yeol-ah, kau bertemu dengan Sehun dimana?” Moon Jin bertanya lagi.

Chan Yeol menoleh ke arah ibunya.

” Aku sudah berjanji pada ibu untuk tidak mengatakannya..” Suara bocah itu jadi lebih kecil, setengah berbisik pada ayahnya.

Moon Jin menelan ludah, matanya memerah.

” Tidak apa-apa, kau boleh mengatakannya pada ayah..”

Chan Yeol terdiam sebentar.

” Di gudang, ibu memberi Sehunnie makan roti, susu dan air mineral setiap hari rabu ketika aku menunggu guru lesku datang.. Sehunnie terlihat kotor dan bau, tapi, aku tidak melihatnya di hari rabu yang lain, dan kemudian aku melihat Sehunnie berbaring di kasur rumah sakit bersama Kyung Soo..”

Moon Jin menelan ludahnya, mengalihkan pandangannya pada Yura. Ia mendekat, menarik lengan kecil istrinya dengan kasar.

Chan Yeol menarik lengan kurus Sehun dan mendudukan bocah itu di samping Kyung Soo, samar-samar ia bisa mendengar suara teriakan ayahnya dan tangisan ibunya.

” Tidak apa-apa Sehunnie, Kyungie, ayah dan ibu memang sudah sering seperti itu.. Tidak apa-apa.. Kalian jangan memikirkannya..” Ucapnya sok dewasa.

Tuan Park mengacak rambutnya frustasi. Menatap marah wanita di hadapannya yang masih menangis.

” Apa yang kau lakukan pada Sehun?”

Wanita itu belum menjawab.

” JAWAB AKU!” Bentakan keras mengejutkan wanita itu.

” A-aku, aku mengurung Sehun! Aku benci pada anak itu! Sungguh! Aku membenci ibunya! Aku benci ibunya! Dia mempermainkanku! Dia mengolokku! Sejak awal setelah ia menjadi sekretarismu! Kau tahu?!” Pekik Yura kemudian. Moon Jin membeku di tempat, ini kali pertama ia mendengar istrinya itu memekik.

” Hatiku tidak terbuat dari baja! Aku bukan robot! Bagaimana mungkin aku berdiam diri setelah bertubi-tubi mendapatkan berita tentang anak kandungmu dari perempuan yang berbeda-beda?”

Yura mengelap airmatanya.

” Aku tidak masalah ketika kau ingin mengambil Kyung Soo! Tidak masalah! Karena kupikir Kyung Soo adalah anakmu juga, lagipula keluarga ibunya sangat baik kepadaku, pada Chan Yeol! Bahkan ibu Kyung Soo meminta maaf padaku! Memintaku untuk menjaga Kyung Soo! Tapi tidak dengan pelacur itu!” Nafasnya memburu. Menatap tajam pada Moon Jin yang masih terdiam.

” Aku manusia! Aku perempuan! Hatiku sangat rapuh Moon Jin-ah! Bagaimana kau bisa setega ini padaku? Kau berselingkuh kesana kemari dibelakangku, kemudian membawa satu bahkan dua anak di depanku! Kau pikir aku apa? Kau pikir aku dan Chan Yeol apa?!” Yura memekik lagi, airmatanya tumpah, wajahnya memerah, urat-urat disekitar leher dan keningnya keluar. Ia begitu marah, marah atas sikap suaminya yang tidak bertanggung jawab.

Moon Jin terdiam mendengar pengakuan istrinya. Ia memijit keningnya.

” Tapi, kau tidak perlu membenci Sehun.. Dia tidak ada hubungannya dengan ini semua..”

” Dia anak dari wanita itu..”

” Tapi dia tidak bersalah..”

” Sehun darah daging wanita itu!”

” Dia darah dagingku Yura-ah!!! Dia anakku! Sehun anakku! Mengerti?! Sehun anakku! Anak kandungku!” Pekik Moon Jin, membuat mulut Yura tertutup.

” Bagaimana mungkin kau tega dengan Sehun? Kau mengurungnya? Memukulinya? Anak sekecil itu? Dia bahkan tidak mengerti apa salahnya Yura-ah..” Gumam Moon Jin, airmata mengalir turun, terisak di balik kedua tangan yang menutupi wajahnya.

” Aku bahkan bertanya pada Minki berkali-kali apakah dia mengandung anakku, dia tidak mengatakannya!”

Yura terdiam, dia tidak suka mendengar ucapan suaminya tersebut.

” Anak itu gila..” Kemudian dia berkata, membuat Moon Jin menoleh.

” Anak itu gila Moon Jin! Dia anak gila!” Pekik Yura. Moon Jin mengusap wajanya sendiri.

” Kupikir, kau yang menderita kelainan jiwa, Yura..” Berbicara dengan datar dan berlalu pergi meninggalkan istrinya yang terdiam.

.

Chan Yeol menatap Sehun dengan mata melotot, nafasnya memburu, dan dadanya naik turun, airmata keluar, bibirnya gemetar.

” Sehunnie, a-apa yang kau lakukan?” Iya mendekat perlahan pada Sehun yang masih terdiam di depan gudang yang terkunci. Kedua tangan mungil bocah itu menggengam gembok dingin yang terkunci disana.

” Sehunnie! Buka! Cepat buka pintu gudang ini! Ibu takut gelap! Ibu takut gelap! Dia akan sesak nafas di dalam sana!” Chan Yeol menggeser kasar tubuh Sehun yang dengan mudah terpelanting, Chan Yeol menggebrak-gebrak pintu besi tersebut.

” Ibu! Ibu! Ibu! Ibu didalam? Ibu! Aku akan membuka pintunya! Ibu bertahanlah! Ibu!” Pekik Chan Yeol.

Moon Jin berlari bersama Kyung Soo digendongannya.

” Ayah! Ayah! Ibu di dalam! Ibu di dalam! Sehun menggemboknya!” Pekik bocah itu lagi.

Moon Jin terkejut, ia menurukan Kyung Soo dari dekapannya.

” Kemarikan kuncinya Sehun-ah! Berikan pada ayah!”

Sehun terdiam, tidak bereaksi dengan ucapan tuan Park.

” Sehun-ah! Jangan seperti ini! Cepat berikan pada ayah kuncinya!!!” Tuan Park mulai membentak, membuat tubuh Sehun bergetar hebat ketakutan. Kyung Soo diam di tempat, tidak mengerti apa yang terjadi.

” Sehun!!!!!”

” AAAAAAAAA!!” Sehun menjerit dengan kencang dan nyaring mengejutkan tuan Park, beberapa pelayan berlarian menuju gudang, terburu-buru mengambil Sehun, tuan Park menyuruh beberapa pelayan mencari kunci cadangan gudang tersebut.

Namun, setelah satu jam, mereka menemukan tubuh tidak bernyawa istri tuan Park, Yura. Tergeletak lemas dengan airmata mengalir, bibir membiru dan mata yang terpejam damai. Park Moon Jin menangis.

” Phobia ruang sempitnya kambuh ketika ia harus terkurung dalam gudang yang gelap dan pengap..” Gumam Dokter.

” Kurasa dia ke gudang untuk menutup seluruh jendela disana..” Polisi menjelaskan.

Moon Jin menatap abu istrinya. Masih menangisi kepergiannya. Chan Yeol mendekat ke arah ayahnya ketika seorang pria tua mendekati Moon Jin terlebih dahulu.

” Bagaimana dengan Sehun?” Tanya Moon Jin, menatap pria tua di hadapannya.

” Kami harus membawanya ke pusat rehabilitasi, dua tahun saja Moon Jin-ah..”

” A-apa?”

Pria tua itu menghela nafas.

” Anakmu memiliki gejala Gangguan Disosiatif, kurasa apa yang istrimu lakukan kepadanya membuat ia memiliki kepribadian lain..”

Moon Jin mengerutkan keningnya, pria tua itu menyadari jika perkataannya tidak dapat di mengerti oleh Moon Jin.

” Dengar Moon Jin, anak-anak tumbuh dengan rentan.. Sehun, mendapat perlakuan tidak baik hampir selama empat tahun oleh istrimu.. Ia mengalami tekanan batin, stress berkepanjangan dan ketakutan.. Sehun memiliki kepribadian ganda..” Pria tua itu menjeda kata-katanya.

” Seseorang yang lain adalah pribadi Sehun yang brutal, penuh kebencian dan kemarahan. Dia membenci istrimu, dia membenci Chanyeol, dia membenci keluargamu.. Sedangkan pribadinya yang lain adalah pribadi yang sopan, santun, dan penurut..”

” K-kenapa?”

” Sudah kubilang bukan, ia mengalami stress yang luar biasa, ketakutan, benci dan marah yang ia pendam sendirian. Sehun masih terlalu kecil untuk mengerti mengapa ia diperlakukan dengan amat buruk..”

Moon Jin terisak kembali, menangisi nasibnya. Pria tua itu berlalu, dan Chanyeol perlahan mendekati ayahnya, ia menguping pembicaraan tersebut namun tidak mengerti.

” Sehun membunuh ibu?” Tanya Chan Yeol kemudian.

Moon Jin menoleh dan menatap Chan Yeol.

” Apa kau tahu arti kakak paling tua, Yeol-ah?”

Chan Yeol memiringkan kepalanya.

” Kau harus menjaga adik-adikmu, karena mereka adalah harta berharga yang kau miliki, sebagai kakak mereka kau harus melakukan apapun untuk menutupi kesalahan mereka. Kau tidak bisa kehilangan orang yang kau sayangi sekali lagi seperti sekarang. Kau, tidak bisa bicara pada orang lain kalau Sehun yang menyebabkan ibumu meninggal..”

” Ayah..”

” Yeol-ah, jika ada orang yang bertanya kenapa ibumu meninggal, kau harus bilang jika kau melakukannya, mengurung ibumu di gudang karena kau salah kira jika dia adalah Kyung Soo..”

” Ayah..” Chan Yeol menatap ayahnya.

” Ayah akan menceritakan hal ini padamu ketika kau dewasa dan mengerti. Ingat, kau yang membunuh ibumu.. Yeol-ah, semuanya demi kebaikan adikmu, adikmu yang paling berharga..”

” Mengapa aku harus berbohong?” Tanya Chanyeol.

” Karena kau adalah kakak laki-laki Sehun, dia sakit Yeol-ah, adikmu sakit..”

———————————————————-

D A F F O D I L

———————————————————-

Malam pembunuhan Inoue Mao

” Kyung?” Jongin berdiri di depan pintu kaca studio tari. Di hadapannya berdiri Kyung Soo dengan nafas terengah-engah dan peluh bercucuran.

Jongin melirik jam di studio tari, pukul 9.15 malam.

” Kau baru pulang les?” Tanya Jongin lagi.

” A-aku, dari ru-rumah, bu-bukan, aku baru saja kembali dari pamanku, kemudian—rumah, se-sehun..”

Jongin menatap Kyung Soo yang gemetaran dan terlihat gugup. Ia memegang bahu Kyung Soo, mencoba menenangkan kakak tirinya tersebut.

” Sebaiknya tunggu aku di cafe, aku akan pergi menemuimu selesai latihan. Oke?”

Kyung Soo mengangguk kecil, dan berlalu menuju tempat yang dimaksud Jongin.

Cafetaria, 09.50 PM

” Kyung hyeong, Baek hyeong baru saja meneleponku..”

Kyung Soo terdiam, menatap Jongin yang duduk di depannya dengan tas punggung, keringat pemuda itu masih terlihat jelas.

” Apa.. Dia bersama Sehun?”

” Oh? Bagaimana kau tahu?” Tanya Jongin. Kyung Soo mengigit bibir bawahnya, memainkan jemari yang tersembunyi di bawah meja.

Jongin menatap kakaknya yang bersikap aneh.

” Sesuatu terjadi?”

“..”

” Hyeong? Kau baik-baik saja?”

” J-jongin-ah.. Sebenarnya.. Aku..”

Jongin menunggu kelanjutan ucapan Kyung Soo.

” Aku baru saja kembali dari rumah pamanku.. Sebelum berangkat les aku pergi ke kamar Sehun, mengambil hoodie yang pernah ia pinjam.. Namun, aku menemukan kertas terselip di antara buku pelajaran di meja belajarnya—” Kyung Soo berbicara dengan cepat, bibirnya bergetar.

” Itu adalah health recordku..”

” Health record?” Alis Jongin bertaut.

” Hm, itu adalah Health recordku ketika aku kecil.. Itu isi amplop yang tidak sengaja kulihat di tas ayah..”

Jongin menatap Kyung Soo.

” Mengapa ada di kamar Sehun?”

” A-aku tidak tahu, aku pergi ke rumah pamanku untuk bertanya, tapi dia menyuruhku untuk menemui Chan Yeol hyeong..”

” Lalu?”

” A-aku tidak menemukannya di kampus, dan kembali ke rumah, berharap Yeol hyeong berada disana..”

Jongin masih belum mengerti arah pembicaraan kakaknya. Ia masih menerka-nerka.

” A-aku bertemu temannya ketika akan pergi menemui Baek hyeong.. Kukira Baek hyeong tahu kemana perginya Yeol hyeong—T-tapi sesuatu terjadi—”

” Se-sehun..”

” Sehun?” Jongin mengulang ucapan Kyung Soo.

” Se-sehun.. Sepertinya—”

Ucapan Kyung Soo terhenti ketika dering telepon dari ponsel Jongin terdengar. Baek Hyun menelepon dan menyuruh keduanya bergegas ke rumah, Kyung Soo tidak melanjutkan kata-katanya, ia hanya diam ketika Jongin menarik paksa tangannya dan menaiki taksi untuk pulang.

University, 07.00 PM

” Hyeong! Berhenti!” Sehun mengekor Chan Yeol yang berjalan dengan tergesa, menuju halte bus.

” Lepas Sehun! Aku ada urusan!” Chan Yeol melepaskan genggaman Sehun dari tangannya.

” Apakah Kyung Soo hyeong sudah bertemu denganmu? Meminta penjelasanmu?” Tanya Sehun lagi.

” Diamlah, aku benar-benar sedang tergesa-gesa Sehun!” Pekik Chan Yeol, berlari masuk ke dalam bus. Sehun terdiam, menyetop taksi dan meminta supir mengikuti bis kakaknya.

Ia mengekor setiap langkah Chan Yeol, mengamati apa yang dilakukan kakaknya tersebut, dia berdecak dan menatap benci ketika tahu Chan Yeol hanya mampir ke rumah seorang wanita.

Di saat ia sedang gusar dengan masa lalu keluarga mereka? Di saat Sehun sedang mengkhawatirkan Kyung Soo? Lucu sekali.

Dia menunggu Chan Yeol cukup lama, namun kakaknya tersebut tetap belum keluar. Akhirnya, dengan memberanikan diri Sehun memencet bel Apartment tersebut. Ia bisa melihat wajah terkejut Chan Yeol ketika mendapatinya berada di dalam.

” Pergilah Sehun, ini bukan saat yang tepat..” Ucap Chan Yeol.

” Aku akan pergi jika kau menjelaskan apa yang terjadi tentang keluarga kita, hyeong!”

Chan Yeol menghela, menatap Yamada dan Inoue. Ia bosan menjelaskan rahasia keluarga ini pada Sehun.

” Apa yang ingin kau ketahui? Kematian ibu? Kyung Soo? Atau dirimu sendiri?”

Sehun berkerut.

” Apa maksudmu hyeong?”

” Kau ingin tahukan? Rahasia menyakitkan itu?” Sesak itu kembali menyelusup di antara hati Chan Yeol, berbaur dengan rasa marah dan benci. Enggan menjelaskan berulang-ulang pada Sehun, enggan mengingat kembali memori menyakitkan tersebut.

” Kau adalah anak dari sekretaris ayah yang ibuku bunuh, dia membencimu, mengurungmu dan menyiksamu di gudang, memasukanmu ke dalam bagasi mobil bibiku agar kau mati disana karena kehabisan nafas dan meminta bibiku membuangmu. Kematian ibuku? Kau membunuhnya Sehun-ah, kau yang menyebabkan ibuku mati. Kau mengurungnya di dalam gudang ketika ia sedang menutup seluruh gorden dan ventilasi disana, kau menggemboknya, membuat phobianya kambuh, tapi kau melupakannya.. Kenapa?” Chan Yeol terdiam, alisnya bertautan.

” Karena kau memiliki kelainan jiwa, kau memiliki gangguan disosiatif. Kau memiliki kepribadian ganda..” Kata-kata itu keluar dengan lancar dari mulut Chan Yeol, mengingat apa yang terjadi, terkadang ia bisa sangat membenci adik kecilnya tersebut.

Namun, ia segera menyesali ucapannya yang di barengi emosi tersebut. Chan Yeol terdiam, menatap Sehun yang terduduk lemas dan menunduk. Terkejut dengan segala ucapan Chan Yeol.

” Sehun, maaf.. Hyeong..”

Terlambat, Sehun menatap balik dengan benci ke arah Chan Yeol, senyumnya mengembang. Dan Chan Yeol menyadari, ‘dia’ yang lain telah hadir, mendominasi pikiran adik kecilnya yang polos.

” Kau bilang aku yang membunuhnya? Jangan bercanda, dialah yang mengurungku di dalam gudang pengap itu Yeol-ah! Aku hanya membalasnya, siapa yang perduli dia memiliki phobia? Dia mati? Itu bagus bukan? Dia juga membunuh ibuku.. Dan kau bilang aku memiliki kepribadian ganda? Kelainan jiwa? Kau tahu siapa penyebabnya, Yeol-ah? Ibumu.. Dia yang menyebabkanku seperti ini..”

Dada Chan Yeol bergemuruh mendengar kata-kata Sehun. Sehun berjalan ke arah dapur, mengambil pisau bergerigi dari tempatnya.

” Kau bisa mati disini Yeol, kau kakak yang tidak memiliki perasaan! Bisa-bisanya kau berbicara seperti itu pada adikmu, semudah itukah kau membuka rahasia menyedihkan adikmu? Kau bilang kau menyayangi Sehun? Tapi kenapa kau berbicara dengan lancar, mengatakan jika dia pembunuh ibumu? Kau menyayangi adikmu ini bukan?” Sehun ‘yang lain’ terkekeh di depan Chan Yeol.

” Kau selalu mengawasi adikmu ini Yeol-ah, karena kau takut aku mendominasi kembali pikirannya kan? Kau takut aku muncul kan? Tapi apa? Kau sekarang yang memanggilku.. Kau tidak takut adikmu kembali menjadi pembunuh? Kau jahat Yeol-ah! pergilah menyusul ibu yang kau cintai itu! Brengsek!”

.

8.30 PM

Yamada membawa Sehun yang bajunya penuh cipratan darah ke dalam mobil, menyusuri jalan dengan tergesa bersama airmata yang mengalir, menangisi kematian kekasihnya.

Dia berhenti tepat di depan Kondominium mewah milik keluarga baru Chan Yeol. Ia keluar dan bertemu dengan seorang pemuda yang hendak keluar dari rumah tersebut.

” Kau, Kyung Soo?” Tanya Yamada.

Kyung Soo berhenti, menatapnya dan mengangguk.

” Bawa Sehun bersamamu..”

” Eh?”

” Aku membawa Sehun di mobilku, sesuatu terjadi, bantu aku membawanya masuk ke dalam rumah..”

Kyung Soo terbelalak ketika melihat Sehun yang memejamkan matanya dengan baju berlumuran darah.

” A-apa yang terjadi?” Dia gemetaran.

” Kau akan tahu nanti, cepat bawa dia ke dalam dan gantikan bajunya. Lebih baik kau membuang baju ini, bakar atau apapun..” Ucap Yamada.

” Ada apa? Ada apa dengan Sehun?” Kyung Soo menatap khawatir.

” Kau akan tahu, jika kau sudah tahu apa yang terjadi, kubilang padamu, bukan Chan Yeol pelakunya.. Oke?” Yamada berkata dengan pelan, membantu Kyung Soo menggotong tubuh Sehun menuju Kondominium tersebut.

.

Jongin sedang bermain bola sepak sendirian ketika mendapati Joon Myun duduk di kursi kayu depan air mancur sendirian. Ia mengerti, Joon Myun pasti masih terpukul dengan kenyataan bahwa Chan Yeol masuk kantor polisi.

Jongin melihat Baek Hyun datang dan duduk di samping Joon Myun, ia menangkap raut aneh di wajah kakaknya tersebut. Dengan perlahan, dia mendekat, mencoba menguping pembicaraan kedua kakaknya.

” Sehun adalah anak tuan Park dengan sekretarisnya..”

” Hyeong, tolong.. Aku benar-benar tidak mengerti arah pembicaraan ini.. Sungguh..”

” Baekki-ah, sebelum aku keluar dari ruang interogasi Chan Yeol menyebutkan satu nama padaku..”

Baek Hyun menatap Joon Myun, Jongin mengerenyit, mencoba menangkap obrolan kedua kakaknya.

” Chan Yeol menyebutkan siapa pelaku sesungguhnya pembunuhan tersebut..”

” A-apa?” Baek Hyun terpekik

” Kau tahu siapa?”

Joon Myun menatap Baek Hyun yang menggeleng.

” Sehun..”

Baek Hyun menutup mulutnya, Jongin terduduk lemas dibalik tembok pembatas antara tempatnya berdiri dan tempat duduk kedua kakaknya tersebut.

” Hyeong, kenapa?”

” Sehun memiliki kelainan jiwa, dia mempunyai kepribadian ganda, anak itu memiliki trauma masa kecil karena dikurung di gudang oleh ibu Chan Yeol. Baekki-ah, Sehun juga yang menggembok ibu Chan Yeol di gudang dan membuatnya mati karena sesak nafas..”

” Kenapa dia tidak mengingatnya?”

” Dia juga tidak mengingat apa yang dia lakukan pada ibu Chan Yeol dulu, dia pernah menyerang ayah saat Yeol kelas 3 SMP. Ayah menceritakan kejadian sesungguhnya pada Yeol, alasan kematian ibunya dan sebagainya, Sehun mendengar, dan kepribadian gandanya muncul lagi.. Setelah melakukan penyerangan dia akan melupakan apa yang telah terjadi Baekki-ah..”

Baek Hyun menitikkan airmata.

” Ini sungguhan hyeong?” Ujarnya.

” Inilah kenyataannya yang selalu Chan Yeol tutupi, ia tidak ingin Sehun kembali menjadi pembunuh. Dia menyayangi Sehun bahkan lebih dari dirinya sendiri, ia merasa bertanggung jawab karena Sehun menjadi seperti sekarang ini Baek-ah..”

Jongin terisak tanpa sadar, menghapus airmatanya. Ia bangun dari duduknya dan terkejut ketika melihat Kyung Soo di sampingnya, menangis.

” Jongin-ah.. Apakah itu sungguhan? Sehun kami?” Tanya Kyung Soo dengan bibir gemetar.

” A-aku tidak pernah ingin percaya dengan apa yang kulihat malam itu.. A-aku ingin me-mengatakan-nya pa-padamu, ta-tapi..” Ucapan Kyung Soo terhenti ketika Jongin memeluknya. Ia menangis kemudian, terisak di bahu Jongin.

” Ti-tidak, Sehun kami tidak mungkin..” Gumamnya.

Tidak ada yang pernah memberitahu Sehun dengan masa lalunya, penyakitnya dan kenangan menyakitkan yang dimiliki oleh anak itu.

Mereka seolah tidak pernah mendengar apa yang terjadi dengan pemuda manis tersebut, serta segala dosa yang selalu ia lupakan. Mereka terlalu menyayangi Sehun, harta mereka yang harus selalu di jaga.

Bagaimana Chan Yeol bersusah payah melindungi adik kecilnya, keempat pemuda lain tersebut juga berusaha melindungi Sehun. Berpura-pura sepakat untuk tidak ingin mengetahui masa lalu keluarga Park, agar Sehun tidak kembali mengingat kejadian menyakitkan tersebut.

Agar adik mereka selalu tersenyum dengan gembira. Begitulah seharusnya keluarga bukan? Melakukan segala cara untuk saling menutupi kesalahan masing-masing meskipun itu adalah dosa yang tak terkira, perbuatan menyakitkan yang membuat orang yang kita sayangi pergi.

Tapi kau tidak bisa membenci Sehun, Chan Yeol menyayangi Sehun, Kyung Soo pun sama, begitu juga dengan ketiga anak tuan Park lainnya. Mereka menyayangi Sehun. Karena alasan itulah mereka tidak bisa membuat Sehun lebih terluka lagi..

 

 

– END

 

Sepatah dua patah kata :

ENDDDDDEUUUUUUU~~~~

BIG THANKS FOR ALL MY READER’s yang gak bisa di sebutin satu-satu namanya, tapi aku HAFAL BANGET SAMA KALIAN, SUUUMPAH! MY SILENT READER’s and GEE yang mau repot-repot di titipin FF dari aku + ngepublish di FFindo♥

Terima Kasih semuanya, tetap baca FF karyaku yaaa 🙂 next kita ketemu di ‘Pregnant Affair’ dan kita tebak-tebakan lagi okeee 😉

@Shinmiho95 : kamu tanya kenapa ada 5 anak lelaki di dalam mobil kecelakaan, dan ‘orangtua mabuk’ yang di maksud di chapter 9 kan? Ini sudah di jawab ya di sidestory^^; semoga gak penasaran lagi.

.

.

.

Nama-nama readers yang menjawab SEHUN di Quiz Daffodil :

– Aishafakhira – Almirst – D.One – I_dyo – Aupaupchan – Byun.jjhang – Icha – Shinmiho95 – Chanbie – Fhiyah21 – Futatu Ningsih – Rosyidadf – Typs – de – Byunde – Baromnita

Dari 50 komentar hanya orang-orang ini menjawab Sehun, dan ada 3 pemenang dengan alasan Logis serta hampir mendekati benar! Terima Kasih telah mengikuti Quiz ini^^;

Nama para pemenang,

– Chanbie (First Winner)

– Icha (second winner)

– aupaupchan (third winner)

Seneng bisa deket sama kalian readers dengan main tebak-tebakan seperti ini^^, pyyyonnnng~

52 responses to “DAFFODIL — Side Story

  1. Maaf ya thor aku baru ngomen di chap ini karena fokus mau baca dri awal smpe akhir hehe

    Sumpah ini slah satu ff favorit aku
    Biasanya aku jrng baca klo gnre nya brothership
    Tp buat ff ini aku smngt bacanya kata”nya alurnya semua bgus bnget

    Smngat thor^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s