We are Different [Part 7]

 

Annyeongg ~ Saya membawa salah satu titipan dari lanjutan epep yang kemaren. Tak lupa juga saya selalu mengingatkan untuk meninggalkan jejak dan hargai karya author yang satu ini. Happy Reading ~ ^^

                                                           We Are Different ~ The Mission III

Author : Pariscat

Cast : Oh Sehun, Oh Seung(ullzang baby)Byun Min Ha(OC),Shin Naehyun(OC), Kim Jong In, dan Anggota Exo lainnya

Genre : Romance,Fantasy, AU

Rating : T

Length : Chapter

Disclaimer: Ini memang sedikit terinspirasi dari Twilight maalah vampire vampire-an , yang penting kalian tidak membashing ff saya  ^^

#untuk tulisan miring/Italic itu berarti kata hatinya ataupun kejadian masa lampau (flashback) ^^ 

Sebelumnya…

‘’Iya aku ingin kau menggantikanku selama dua minggu ini untuk menjadi sekretaris, baby sitter, dan yang lain – lain apa kau mau?’’  Jawaban  ditambah pertanyaanya yang membuatku menganga dengan lebar. Astaga .

‘’Eh baiklah aku mau, daripada aku berdiam diri di apartement tidak ada kerjaan kan?’’ Balasku dengan pertanyaan juga .

‘’Baiklah jadinya aku bisa ke Seoul dengan tenang dan damai hahhaa.’’ Tawanya

Mungkin ini bisa jadi awal pendekatanku pada keluarga Oh. Entahlah.

THE MISSION

Awal menjadi seorang Sekretaris, baby sitter baru dimulai. Kupercepat langkahku menuju ruangan yang kemarin diinformasikan Naehyun. Ruangan bertuliskan Diretur bingo ketemu. Kutarik nafasku lalu kuhembuskan begitu terus sampai kakiku pegal berdiri. Kukumpulkan keberanian dan menghilangkan kegugupan untuk  mengetuk pintu.

Tok tok tok 

‘’Masuk.’’ Kudengar suara dari dalam ruangan.

Cklek

‘’Permisi ,saya Min Ha, Sehun-ssi.’’ Sahutku saat pintu terbuka.

‘’Oh kau, Min Ha tidak perlu seformal itu , kita kan sudah pernah bertemu, bahkan kau sudah pernah tidur dirumahku.’’ Sahutnya yang membuatku malu.

‘’Baiklah, Sehun jadi apa saja tugasku?’’ Tanyaku kini untuk mengalihkan pembicaraan tepatnya.

‘’Bukankah Naehyun sudah memberi tahumu?’’ Tanyanya yang membuatku lagi – lagi terlihat bodoh.

‘’ah umm belum sih, tapi sekarang aku akan menelponnya dulu.’’ Jawabku gugup.

‘’Tidak usah,biarkan dia tenang, nanti aku akan  membuatkan daftar list pekerjaanmu.’’ Jawabnya dengan wajah tampan dan suara tenang sedangkan aku suara gugupku ini sungguh membuatku malu.

Tampan

Apa – apaan kau Min Ha kau sudah memiliki Jong In ingat itu. Tolong kenapa wajahnya tampan sekali. Aku menjadi gila disini.

‘’Lalu?’’ Suaranya memecah keheningan dan membuyarkan lamunanku

‘’Lalu?’’ Aku mengulangi perkataan lagi semacam tak ada kata – kata lagi diotakku. Aku mengutuk diriku.

‘’Lalu kenapa masih berdiri ?’’ Jawabnya dengan dengusan , ‘’Listnya ada didepanmu.’’ Tambahnya lagi dan menambah kesan bodohku disini. Tanpa ba bi bu aku langsung mengambil list itu dan pergi menuju meja Naehyun untuk sementara menjadi mejaku.

Setelah mendudukkan diriku di kursi ini aku membaca listnya

1.       Menemani pergi meeting

2.       Mengurus jadwal Oh Sehun

3.       Mengantar Oh Seung jika diperlukan

4.       Membawa berkas jika disuruh

5.       Tidak banyak protes.

Hanya itu? Baik ini mudah , sangat mudah.

Karena Naehyun bilang padaku kemarin bahwa sekarang Sehun tidak ada jadwal dan dia kemarin sudah memberitahu Sehun jadinya aku hanya duduk manis disini. Sungguh membuatku pegal.            Dan Sehun? Dia masih berkutat dengan ponselnya sesekali dia tersenyum, tertawa, menangis serius melihat dokumennya. Ini membuatku tidak bosan karena memandangi wajahnya.

5 menit berlalu, wajahnya masih kupandangi , ‘’Wajahku memang tampan.’’ Suaranya langsung membuatku membuang muka melihat kearah lain.

‘’Apa?’’ulangku dengan perasaan gugup  yang ku tahan, ‘’Jika kau memandangi wajahku, bilang saja, aku tidak marah.’’ Jawabnya yang penuh percaya diri, Tapi benar juga dia itu tampan dan benar juga aku memandanginya dari tadi.

‘’Yang melihatmu siapa? Percaya diri sekali.’’ Cibirku-berbohong-, , ‘’Kau, kau yang memandangiku, kau tahu aku sangat risih.’’ Jawabnya  ‘’Hei tuan Oh aku tidak ada memandangimu.’’ Jawabku meninggi .’’ Terserah.’’ Jawabnya datar

Astaga kenapa dia tahu?Apa aku terlihat sekali memandangi wajahnya?

Setelah mengatur nafas aku memutuskan untuk meminta ijin pergi ke toilet.

‘’Sehun, aku ijin sebentar ke toilet tidak apa kan?’’ Tidak ada jawaban yasudah aku melenggang pergi  mengambil ancang – ancang untuk berjalan ke luar pintu , namun tanganku ditahan oleh Oh Sehun. Aku bermimpi?

Dia mendekatkan wajahnya padaku yang membuat jantungku berdegup kencang dan sesekali berhenti berdetak dia mendekatkan wajahnya  lagi dan lagi aku sampai bisa mencium  wangi tubuhnya  yang memabukkan dia mendekatkan bibirnya pada telingaku membuat jantungku ingin keluar ‘’Di ruangan ini ada toiletnya.’’ Suara nya dan langsung menjauhkan wajahnya ‘’Disana.’’ Tunjuknya aku hanya bisa mengangguk.

Pasti wajahku merah astaga. Aku butuh oksigen lebih, disini menipis astaga. Dan aku sangat sangat terlihat bodoh sekarang. Aku memasuki toilet yang tadi ditunjuk Sehun. Toilet yang indah untuk menghilangkan rasa gugup dan wajah merahku sekarang.

10 menit kemudian…

Tarik nafas hembuskan tarik buang tarik buang. Semangat! Seruku dalam hati

Cklek

Dug dug dug

Astaga jantungku ini kenapa , pasti bisa, semangat . entah aku menyemangati diriku untuk apa.

Aku keluar dari toilet tapi lebih mirip tempat persembunyian sih.

‘’Ehem.’’ Aku berdeham untuk menghilangkan rasa canggung dan juga rasa gugup.

Tidak ada tanda tanda Oh Sehun diruangan ini, uh akhirnya aku bisa nengontrol detak jantungku. Untuk beberapa menit kedepan.

Aku melenggang pergi menuju mejaku.

5 menit ..

20menit…

35 menit..

Ceklek

Suara pintu terbuka langsung membuatku menghentikan kegiatan –bermain ponsel-ku tadi.

Ternyata Sehun dan… Seung? Oh jadi tadi dia menjemput Seung toh.

‘’Eomma!’’Pekik Seung padaku- yeah karena aku wanita disini sendiri-.

‘’Oh hai Seung.’’ Sapaku ramah.

‘’Eomma.’’ Dia memelukku dan memanggilku manja.

‘’Kau manis sekali.’’ Jawabku sambil mengacak ngacak rambutnya dengan halus.

Sehun nampak tersenyum kearahku dan juga mendekat sambil membisikkan ‘’Maklumi dia Min Ha.’’ Dan aku hanya mengangguk seraya tersenyum mendengarnya.

Jadinya kami bertiga ehem kami sekali lagi kami bertiga menghabiskan waktu di dalam kantor Sehun ini, Tiba – tiba Sehun mendekat dan berbisik ‘’2 hari lagi Seung ulang tahun yang ke 4 kau mau membantuku memilihkan hadiah untuknya?’’ Tanya Sehun padaku ‘’Tentu.’’Jawabku sambil menggendong Seung yang tertidur.

Hari ini hari minggu jadinya aku libur dari pekerjaanku, Bangun, mandi, sarapan. Itulah kegiatanku untuk saat ini.

Tok Tok Tok

Suara pintu apartement terdengar diketuk

‘’Sebentar.’’ Teriakku dari dalam

Saat kulihat siapa yang datang ternyata dia Oh Sehun, kalian tahu dia Oh Sehun. Astaga aku bermimpi? Cubit  aku tolong. ‘’Aw.’’ Ringisku dengan suara sepelan mungkin setelah berhasil mencubit diri sendiri.

Baik Ehem bersikap biasa, kumohon otak dan jantungku tidak seperti kemarin.

‘’Sehun? Ada apa kau kesini?’’ Tanyaku dengan nada yang kubuat biasa.

‘’Ah aku hanya ingin kau mengantarku memilih hadiah untuk Seung dan juga mengantarku menyiapkan kejutan nannti tengah malam, tapi kalau kau sibuk aku-‘’ Sebelum dia menyelesaikan ucapannya aku mencerocos ‘’Tentu aku mau, aku juga tidak sibuk hehe.’’ Jawabku sangat semangat

‘’Bagus kalau begitu, apa kita bisa pergi sekarang?’’ Tanyanya , ‘’Nanti dulu, aku bersiap siap kau duduk saja dulu.’’ Jawabku sambil mempersilahkan dia masuk, dari tadi kami berbicara di pintu, sungguh memalukan.

Setelah mengobrak abrik isi lemariku, aku menjatuhkan pilihan pada sebuah terusan berwarna cream. Lalu kupoles wajahku dengan bedak-tipis- serta lipstick dengan warna polos, tidak mencolok.

Kuputuskan melihat pantulan diriku di cermin  setelah berdandan sedemikian rupa.

‘’Siap!’’ Seruku setelah melihat pantulan diriku itu

Aku masih tersenyum, dengan membayangkan apa yang akan terjadi nanti, dan kenapa aku berdandan seperti ini? Aku hanya menggeleng – gelengkan kepala.

Aku malu

Aku membuka pintu kamarku dan melihat Sehun sedang membaca Koran.

‘’Ehem,aku sudah siap bisa kita berangkat sekarang?’’ Tanyaku gugup

‘’Oh sudah, ayo.’’ Dia menatapku dan berjalan mendahuluiku tapi tiba – tiba dia berhenti dan berbalik menatapku ‘’Kau cantik.’’ Itulah kata yang kudengar dan sukses membuat pipiku merah merona. Astaga kenapa memujiku sih. Setelah tersadar aku langsung mengangguk kikuk.

Kami sudah sampai disalah satu mall di busan.  Aku berjalan berdampingn dengan Sehun, Aku mengedarkan pandanganku pada tempat penjualan mainan anak anak.

‘’Hmm Sehun-ssi bagaimana kita hadiahkan Seung mainan dan pakaian, sepertinya dia akan suka.’’ Tanyaku

‘’Boleh juga,  kau saja yang pilih mungkin errr Seung akan suka melihatnya.’’ Jawabnya yang sepertinya salting

‘’Oh gitu, oke siap bos.’’ Aku langsung mengangkat tanganku membentuk hormat. Dia hanya terkekeh saja. Kekehan yang manis.

Aku sudah membeli mainan untuk Seung , ini hanya mainan berupa robot – robotan. Oya aku sekarang menuju ke tempat pakaian anak – anak. Perasaanku saja atau memang benar tadi ada Jong In, tapi jika itu benar kenapa dia masih disini bukannya kemarin malam maksudku pagi sekitar pukul 1.00 dini hari dia sudah pamit kembali ke Seoul?Ku harap tadi hanya ilusi semata, sepertinya aku merindukan Jong In, entahlah. ‘’Hei! Kau mau sampai kapan berdiri disana?’’ Sebuah suara menginterupsi lamunanku dan itu adalah suara Oh Sehun ‘’Ayo.’’ Ajaknya sambil kembali mendekatiku dan menarik tanganku, sedangkan aku, aku hanya bisa menahan kegugupan dan detak jantung yang bergemuruh layaknya perang dunia ke 4 baik kenapa aku tidak bilang perang ketiga? Karena bagiku perang ketiga itu saat malam itu, malam tragis bagiku.

Kami sudah berada di tempat pakaian anak – anak. Aku sibuk memilihkan Seung baju, dan Sehun? Dia sibuk berkutat dengan ponselnya. Aku hanya tersenyum getir karena   mengharapkan sesuatu yang lebih dan juga statusku yang notabene kekasih Jong In membuatku sadar aku tidak bisa bersamanya.

Drt.. Drt.. Drt..

Ponselku bergetar, kurogoh tas selempngku dan mencari ponselku dan ketemu disana terpampang sebuah nama KIM JONG IN. Untuk sekedar info aku mengganti nama pada contact name Jong In yang tadinya ‘’My Beloved’’ kuubah menjadi ‘’Kim Jong In’’ karena apa ya aku juga tidak tahu hmm naluri hati mungkin hehe baiklah setelah selesai berdebat antara otak dan hatiku akhirnya aku menjawab panggilan Jong In.

‘’Ada apa?” Tanyaku langsung to the point

‘’Hmm tidak ada apa, apa kau sibuk sekarang?’’ Tanyanya

‘’Ne aku sangat sibuk sekarang , wae?’’ Jawabku datar

‘’Oh jadi begitu, baiklah tidak apa hmm nanti aku menelponmu lagi chagi bye.’’ Dan klik sambungan diputuskan oleh pihak bernama Jong In. Ada apa sih dengannya?

‘’Siapa?’’ Aku menoleh dan melihat Sehun disampingku

‘’Ah, itu hmmm-‘’

‘’Maaf nyonya pakaian yang ini, stoknya sudah habis, apa anda mau cari yang lain?’’ Suara pelayan membuatku selamat. Entah kenapa saat ingin mengatakan dari kekasihku, rasanya perasaanku ini berat sekali, tidak ikhlas gitu deh. Jadi untungnya pelayan ini membantuku. Terimakasih.

‘’Oh iya aku akan mencari yang lain dulu.’’ Jawabku pada pelayan itu dan aku mulai berkutat kembali dengan pakaian anak – anak.

‘’Sehun apakah ini bagus?’’ Tanyaku pada Sehun dan dia hanya mengangguk. Sudah kuduga.

Setelah selesai memilih aku meminta bantuan pada salah satu pegawai disana untuk membungkus pakaian ini dengan kertas kado.

4 menit kemudian..

‘’Nyonya,tuan ini.’’ Suara pegawai itu memanggil

‘’Oh ne.’’ Jawabku dan Sehun berjalan dibelakangku

‘’Apakah itu untuk anakmu nyonya?’’ Tanya pegawai itu ‘’Ani ini untuk anak tuan ini.’’ Jawabku dengan senyyuman. ‘’Ah nyonya ini menggoda saja, tentu juga itu anakmu kan kalian yang membuatnya.’’ Jawab pegawai itu dan aku hanya mengernyitakan alis .’’ Dia bosku.’’ Jawabku dan pegawai tadi hanya membungkuk meminta maaf ‘’Aku kira kalian suami istri, kalian sangat cocok.’’ Tambahnya selesai membungkuk dan langsung berjalan pergi setelah aku membalas dengan snyuman.

‘’Lucu sekali.’’ Sehun buka suara dan aku hanya mengangguk memang benar lucu sekali.

‘’Jadi?’’ Aku mengernyitkan alis tanda apa maksudmu pada Sehun.

‘’Jadi kau membantuku membuatkan surprise untuk Seung?’’ Tambahnya lebih rinci

‘’Oh tentu kan sudah kubilang kemarin.’’ Jawabku malu

‘’Aku kira kau tidak bisa, siapa tahu kau akan keluar dengan kekasihmu.’’ Jawabnya dan deg kenapa rasanya seperti kita sudah bersembunyi dan ditemukan. Apa dia penguntit?

Aku hanya menggeleng dan segera pergi menuju parker mobil tapi tiba – tiba pergelangan tanganku seperti ditahan

‘’Kajja kita makan es krim dulu.’’ Es Krim? Oh Sehun? Makan? Bersama? Berdua? Aku ingin menerjunkan diri sendiri pada jurang haa aku senang sekali lebih senang daripada dulu saat  Jong In menyatakan cintanya padaku, ini FANTASTIS.

Aku mengikuti arah jalan Sehun, Sehun masih menggenggam tanganku dan tiba – tiba berhenti, kumohon jangan lepaskan tangnmu. ‘’Ah maaf sepertinya aku kelewatan.’’ Akunya padaku sambil melepaskan genggaman tangannya. ‘’Tidak apa – apa.’’ Jawabku dengan kecewa.

Kami menghabiskan waktu  dengan memakan es krim, dia lucu dan sangat tampan.

Akhirnya pada tengah malam kami menyiapkan kejutan untuk Seung

‘’Happy Birthday Oh Seung.’’ Bisikku pada telinga Seung saat dia tidur

Dia menggeliat dan mengerjapkan matanya beberapa kali, dia menguap dan langsung melebarkan matanya mungkin kini matanya ingin keluar lucu sekali.

‘’Eomma? Appa? Apa aku bermimpi?’’ teriaknya

Aku menggeleng dan aku hanya mengusap rambutnya dengan sayang.

Kami melantunkan lagu selamat ulang tahun dan dia meniup lilinnya. ‘’Yeyy!’’ Kami berteriak bersamaan sambil bertepuk tangan, ‘’Kau berumur 4 tahun sekarang Seung’’Kini Sehun yang berbicara ‘’Mwo?4 tahun?’’ Balasku dan Sehun hanya mengangguk ‘’Kau sudah besar.’’ Kini aku menaruh Seung pada pangkuanku

Kami menhabiskan waktu bertiga, melempar candaan, dan sesekali tertawa karena tingkah lucu Seung. Aku pun mau tidak mau menginap disini di rumah Sehun. Karena dipaksa Seung tentunya. Aku menunggui Seung tertidur.

Ketika kulihat matanya aku jadi teringat pesan appa

‘’Bawa Seung kemari.’’ Kata – kata itu iba – tiba terlintas dan bagaikan terhipnotis aku menggendong

Seung dan segera mungkin aku mengucapkan sebuah mantra ajaran appa untuk segera sampai di Seoul,

Hutan terlarang.

—N—-

Pagi – pagi begini kenapa sepi sekali ? Akumenuju kamar Seung yang tidak terkunci.

Saat kubuka pintu itu

Kosong

Tidak ada orang, kemana mereka? Aku mencari kesetiap ruangan yang ada di rumah ini dan nihil tidak ada, Aish kemana mereka?  Umpatku . Ku periksa kamar Seung untuk mendapatkan sesuatu hal yang bisa membawa ku pada Min Ha dan Seung

15 menit kemudian aku tidak mendapatkan apapun aku berjalan ke luar kamar Seung tapiada sesuatu yang menempel pada kakiku. Kertas? Ku perhatikan kertas itu dan ada sebuah mantra disana dipojok kertas itu ada lambang Vampirex. Aku tahu sekarang mereka kemana! Sehun pun menelpon sesorang

‘’Min Ha dan Seung hilang!’’ Aku memulai pembicaraan

‘’Mwo?apa?’’  Jawab sesorang diseberang

‘’Tenang, aku tahu mereka dimana, temani aku oke?’’ Jawabku mencoba tenang

‘’Hm ne, aku besok akan kesana.’’

Bodoh!

Hei apa ini? Aku menemukan sebuah buku mirip umm diary?

TBC

Sebelumnya makasi buat kak Evilliey Kim udh dipubblish di ffindo

Disini Naehyun nya gak ada, ya ini special Sehun sm Min Ha.

Ada yang nungguin?

Mian kalo misalnya pendek pake banget soalnya aku kan gk bakatt  nulis panjang takutnya ceritanya itu ntar maksa jadinya begini dan juga bingung TBC nya itu truh dimana biar kalian itu pada penasaran tingkat akut muehehehhehe jadinya pendek *puppyeyesgagal. Oya aku pingin buru – buru nuntasin We are different ini soalnya takut nanti gak punya waktu ngelanjutin epep abal abal dan absurd ini. Jadi? Mudah mudahn beberapa minggu ke depan Chapter selanjutnya bakal dilanjutin. Dan tetap pendek seperti biasa ngiahahahahha *ketawasetan

Baiklah kalo ada typo maklumi ya, aku kan juga manusia punya rasa punya hati /apa ini/ *lupakan

Jadi Tetep RCL ya..

Love you Reader ❤ *bow*

Pai pai

21 responses to “We are Different [Part 7]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s