[CHAMOMILE/SongFic] Shouldn’t Come Back

(c)missfishyjazz

Park Bom | Choi Seunghyun

Vignette | Angst | PG-17

Inspired by Demi Lovato – Shouldn’t Come Back

Sooner or later you’re gonna miss you had me

—anonymous

.

Shouldn't Come Back

.

See you calling again

I don’t wanna pick up, no oh

I been laying in bed

.

Kata orang melupakan itu sulit, karena sejak sekolah dasar kau diajari untuk mengingat semua hal bukan melupakan secuil hal  pun. Park Bom menaruh kemungkinan satu banding dua di dalam pernyataan itu. Ia termasuk orang yang mudah melupakan, tapi dapat mengingat seseorang begitu cepat ketika satu keping saja data tentang hal yang ia lupakan terdeteksi. Seperti saat ini.

 

Park Bom. 29 tahun. Empat tahun tanpa pasangan. Hidup mandiri.

 

Sudah empat tahun Park Bom melupakan satu sosok yang meninggalkannya menjelang hari pertunangan mereka waktu ia pertama kali kembali ke Korea setelah tiga tahun bekerja pada sebuah perusahaan finansial terbesar di Inggris, PwC. Ia kembali ke Korea siap dijodohkan, dan si orang yang harusnya menjadi ‘jodohnya’ hanya muncul selama tiga minggu sebelum lenyap.. buzz..

 

Choi Seunghyun melelehkan hatinya dalam tiga minggu, namun meninggalkannya begitu saja. Kejamnya dunia. Park Bom pantang menangis, ia cukup melihat ibunya yang menangis karena kecewa dengan kelakuan anak tunggal keluarga Choi, oh, dan cukup melihat kakaknya yang menangis ketika hamil besar karena tahu bahwa adiknya gagal mendapat pria. Padahal Park Bom yang notabene perasaannya lebih terikat, tidak mengalami efek besar selain ada bagian yang kembali kosong dalam dirinya.

 

01-545-xxx-xx

is calling

 

Jika ponselnya bukan keluaran terbaru dengan custom case kesukaannya, ia sudah membanting ponselnya sedari tadi ke dinding. Itu Choi Seunghyun. Nomornya sama dengan yang beberapa hari lalu menghubungi Park Bom di kantornya, hanya saja saat itu Im Jin Ah, sekertarisnya yang mengangkat dan mencatat nama peneleponnya. Dan Park Bom berani bersumpah demi Jo Se Ho yang tidak akan lebih tinggi dari Lee Dong Wook bahwa ia tidak akan mengangkat nomor itu.

 

Bukan dendam masa lalu. Hanya saja.. Hanya apa ya?

 

Probably thinking too much, oh oh

Sorry I’m not sorry for the times

I don’t reply, you know the reason why

 

‘Aku ingin bertemu. Tolong datang ke Café di seberang apartemenmu nanti malam. Jam 7.’

 

“OH! DIA BAHKAN TAHU APARTEMENKU!” Bom berteriak dan mencengkram—nyaris meremas—ponselnya. Chaerin dan Dara yang berjalan bersisian dengannya terpaksa tersedak kopi—yang kabar buruknya adalah Americano panas dan Machiato yang bahkan asapnya masih setebal kawah putih gunung berapi—.

“YA! UNNIE!” Chaerin mendorong pundak Park Bom sebelum gadis yang lebih tua dua tahun darinya itu membungkuk minta maaf.

“Ada apa Bommie?” Dara berusaha mengontrol emosinya, padahal tersedak Americano bukan pilihan yang baik apalagi ia baru sembuh dari radang tenggorokannya.

“Kau tahu Choi Seunghyun? Itu pria yang meninggalkanku menjelang pertunangan kami empat tahun lalu!” Bom tidak mengontrol suaranya, ia cenderung bersuara keras ketika kesal. Chaerin menelengkan kepalanya bingung sementara Dara melebarkan matanya hingga sebesar pingpong.

“Pria gila tidak tahu malu yang ingin kutendang kemaluannya dulu itu?! Untuk apalagi namanya ada di bumi?”

“Sedari beberapa hari lalu ia menghubungiku, bahkan menelepon kantor dan meneror ponselku. Sekarang ia mengirim sms, mengajak bertemu di caf é  depan apartemenku! Gila!” Park Bom mengibaskan rambutnya ke belakang kesal.

“Tunggu.. Darimana ia tahu apartemen Unnie? Bukankah dari yang kudengar barusan ia meninggalkanmu empat tahun lalu?” Chaerin menjauhkan gelas karton dari depan bibirnya ketika menyadari sesuatu melintasi pikirannya.

“Nah itu BabyChae! Dia mirip stalker kan?!” Chaerin dan Dara mengangguk serempak pada opini Park Bom. Mereka masuk ke areal kantor masih sembari memikirkan tentang Choi Seunghyun dan Park Bom, oh, ini gila, padahal Dara sempat berpikir bahwa setelah kejadian empat tahun lalu Choi Seunghyun akan masuk daftar kotak hitam dunia yang namanya akan masuk dalam jajaran orang hilang.

 

“Oh Park Bom!” Suara bass yang familiar.. dan..

“Hari yang indah Park Bom..” Dara langsung menghembuskan nafasnya kesal begitu melihat siapa yang memanggil nama salah seorang dari teman yang berjalan bersamanya. Dan, luar biasa, Choi Seunghyun.

 

Maybe you shouldn’t come back

Maybe you shouldn’t come back to me

Tired of being so sad, tired of getting so mad, baby

Stop right now, you’ll only let me down, oh oh

 

Park Bom datang ke café itu. Tepat jam tujuh dengan Seunghyun yang sudah menunggu. Jika pria itu tidak muncul tadi siang di kantornya dan membujuknya dengan beribu alasan ‘kepentingan’ bisa dipastikan ia sedang menikmati sereal jagungnya sambil menonton drama terbaru yang premier malam ini. Dan Park Bom telah bertaruh dengan dirinya sendiri jika ia melewatkan premier drama itu hanya untuk ‘kepentingan’ yang tidak penting ia akan menendang bokong si bingu itu dengan ujung belakang sepatu hak tingginya.

 

Park Bom mengambil posisi duduk tepat berhadapan dengan Seunghyun yang baru menurunkan senyum lurusnya.

 

“Jadi ada apa?” To the point. Park Bom telah mengusir kata ‘basa-basi’ dari kamusnya begitu sampai detik ini mood-nya sama sekali tidak mengumpul dengan baik karena Seunghyun.

“Aku tidak tahu harus bagaimana. Aku sudah beberapa bulan ini tanpa arah yang jelas, mungkin juga hampir setahun. Aku pikir itu karena aku telah meninggalkan semuanya di belakang, semuanya termasuk kamu. Demi ambisi ku mengejar seluruh potensi yang aku miliki dulu aku telah mengambil langkah skeptis yang salah.”

“Dan?” Park Bom memutar kedua bola matanya bingung.

“Aku berpikir untuk kembali jika—”

“Jangan kembali. Jangan kembali apalagi kepadaku, Choi Seunghyun.”

“Tapi Bom..” Seunghyun menegak ludahnya pahit melihat ekspresi tegas yang ditunjukkan Park Bom.

“Sebelum kau mengungkapkan apapun alasanmu, tolong dengarkan aku Seunghyun. Aku tidak bisa menerimamu kembali, sekalipun dengan alasan apapun kau berusaha kembali. Sejujurnya ini bukan karena air mata ibu dan kakakku, atau kemarahan ayahku yang nyaris membuatnya jantungan. Ini hanya tentang aku tidak bisa menerimamu kembali. Karena menerimamu kembali berarti mengingatkanku kenapa kau pergi. Dan itu menyakitkan. Aku selalu ingin marah, tidak hanya padamu tapi pada diriku yang terlalu mudah jatuh hati. Tapi pada akhirnya, aku hanya tetap bisa merasa sakit, tanpa sanggup melakukan apapun.” Park Bom mengatakannya dengan jelas dan penekanan pada beberapa  kata. Secangkir teh chamomile hangat tersaji di depannya setelah ia selesai ‘berpidato’, ia yakin itu perbuatan Seunghyun, karena selain keluarganya, Chaerin, dan Dara tidak ada yang tahu kesukaannya pada teh itu selain Seunghyun.

 

Choi Seunghyun tersenyum sedih. Kemudian ia mengaduk kopi di hadapannya sedih, ia bisa melihat keruhnya kopi itu semakin lama yang mirip dengan hatinya mungkin?

 

“Sewaktu aku kecil keluargaku memberiku julukan ‘bingu’ karena aku bodoh, aku tidak bisa memutuskan apapun dengan benar.  Hingga aku berusaha keras hingga mencapai titik dimana aku bisa menentukan semua hal dalam hidupku dengan proposional. Dengan tepat. Aku merasa berhasil dan merasa itu semua karena kekuatanku sendiri. Hingga mungkin Tuhan tidak menyukainya, Tuhan menggelincirku sekali lagi agar aku tahu bahwa semua usahaku juga karena Nya. Aku memutuskan meninggalkanmu tanpa alasan yang tak sempat aku katakan secara langsung.”

 

Park Bom dapat merasakan air mata yang menggenang di ujung matanya. Ia pantang menangis empat tahun lalu, tapi setelah waktu berjalan dan mendengar apa yang tulus keluar dari bibir Seunghyun pada dirinya ia tahu bahwa kehidupan ini selalu adil. Ia mungkin sakit sekarang dan Seunghyun baru sakit sekarang. Tapi di saat yang sama baik ia maupun Seunghyun sama-sama ingin melelehkan air mata mereka, saat ini tepatnya. Park Bom dapat melihat penyesalan yang menguasai Seunghyun di seluruh aspek wajahnya dan air mata yang hampir keluar dari ujung matanya mirip dengannya.

 

“Seunghyun, aku tahu kau pria baik. Sekalipun aku tidak akan berkata ‘seandainya dulu kau tidak salah mengambil keputusan’, karena sekalipun kita benar-benar bertunangan, siapa yang tahu keputusan salah apa yang akan menjadi ganjaran Tuhan bagimu? Tapi setidaknya kau adalah happiness-giver yang diinginkan wanita lain, selain aku tentunya di luar sana.” Park Bom menjulurkan tangannya mengusap punggung tangan Seunghyun yang mengepal erat di atas meja.

 

“Apakah apa yang telah pergi tidak boleh kembali bagimu?” Seunghyun menatap Bom, dengan tatapan yang nyaris tak terbaca dengan emosional yang bercampur. Park Bom mengedipkan matanya beberapa kali sebelum mengangguk kecil dan pada akhirnya tersenyum kecil.

“Mungkin terdengar kejam, tapi mereka yang telah pergi dariku pasti memiliki alasannya sendiri untuk pergi. Dan bagiku apa yang telah pergi tidak lagi membutuhkan alasan untuk kembali, karena keputusan yang terpenting bagi apa yang telah pergi adalah pergi bukan lagi kembali.”  Park Bom menyesap teh dalam cangkir porselennya perlahan. Ia bisa merasakan hangat teh yang seperti menyentuh hatinya, apakah perkara hati yang ia simpan rapat-rapat empat tahun ini telah berakhir? Bom mungkin akan mengangguk bagi dirinya sendiri, mulai sekarang ia akan belajar menerima lagi, mungkin kepergian Seunghyun secara tak sadar menghambatnya dalam menerima orang baru. Ia sebenarnya takut kembali ditinggal. Karena ia tahu ia tak mampu menerima kembali.

 

“Aku menghitung setiap tahunnya Park Bom, empat kali ulang tahunmu yang aku lewatkan, kan?” Seunghyun tersenyum miring memberi pertanda. Bom tampak berpikir beberapa kali sebelum tertawa kecil. Mereka tertawa. Iya, tertawa. Bukan berarti tidak mampu menerima kembali artinya tidak mampu membentuk hal baru yang mungkin menghubungkan kembali. Pertemanan mungkin?

 

Trying not to forget, should be easier than this oh oh

And all the birthdays you’ve missed

I was only a kid oh oh

‘Selamat ulang tahun, Tukang makan! Aku dan Jiyong akan mengirimkan satu truk makanan hari iniㅋㅋㅋ Bercanda! Intinya selamat ulang tahun, semoga Tuhan memberikan yang terbaik bagimu! Sampai berjumpa nanti malam. —Sandara Park’

‘UNNIE! HAPPY BIRTHDAY! LUVYU! ♥ ♥ Can’t wait for this night! GBU! *muach* —BabyChae’

 

Park Bom terbangun di pagi hari yang nyaman tanggal 24 Maret, hari ini, hari Sabtu dimana ia dengan jabatannya memiliki kesempatan beristirahat di rumah. Ia tersenyum hangat dan sesekali tertawa membaca seluruh pesan yang ia terima di ponselnya, melalui sms ataupun pesan SNS. Dara memang baru pulang dari liburan keluarganya di Jepang kemarin malam dan Chaerin harus dinas ke salah satu cabang perusahaan di Jeju dan akan kembali beberapa jam lagi, jadi tahun ini tidak ada yang mengacak-acak paginya dengan nyanyian cempreng dan kue berlilin yang akan berakhir mengotori wajahnya.

 

‘Bukakan aku pintu Nona Cantik. Jebal..’ Park Bom melihat nama pemilik chat room yang baru saja masuk ke dalam salah satu SNS-nya sebelum kembali tertawa. Ia menyibak selimut tebalnya dan memakai home slippers-nya. Dengan gulungan rambut hitamnya ke atas dan kondisi wajah yang untungnya tidak terlalu mengenaskan ia setengah berlari kepintu depan. Membukanya dan harus langsung terdorong ke belakang beberapa langkah begitu melihat buket bunga kuning-putih besar yang langsung disodorkan tepat di depan wajahnya.

 

“SELAMAT ULANG TAHUN PARK BOM!” Seunghyun memunculkan wajahnya dari balik buket itu dan tersenyum jenaka, “kali ini aku tidak melewatkan ulang tahunmu, kan?”

 

Tawa keduanya langsung pecah. Park Bom tertawa sembari terus memukuli pundak Seunghyun dan memeluk buket bunganya. Choi Seunghyun tertawa sembari menyipitkan matanya dan menahan gejolak di perutnya. Tahun ini, Choi Seunghyun tidak melewatkan ulang tahun Park Bom, temannya. Dan tahun ini, Park Bom memiliki satu orang lagi yang ada saat ulang tahunnya, Choi Seunghyun, temannya. Tahun ini dan dari tahun ini sampai entah tahun yang keberapa.

 

“Aku tidak bisa menjanjikan apapun, tapi satu janji yang akan selalu kuberikan padamu. Aku akan selalu ada bagimu di setiap ulang tahunmu. Mengucapkan selamat ulang tahun, mungkin tidak pertama tapi yang akan memberi kesan pertama bagi ulang tahunmu.” Park Bom tersenyum hangat, ia menatap Seunghyun yang dari belakangnya diterpa cahaya matahari senja. Hatinya sehangat senyumnya, Seunghyun mulai ulang tahun yang berikutnya akan menemaninya.

 

Dan yang tidak ia tahu bahwa ‘berikutnya’ adalah empat tahun berikutnya.

 

Everyone tells me

Only if I distance you far away, I can breathe

My heart tells me

The moment I distance you far away, I will die

 

Even if I go crazy

If it’s because of you, it’s okay

I want both heaven and hell to be you

 

Girl I’m gonna love you

everything is breaking down because of you

But I can’t live without you

Wanting you who doesn’t want me

If it’s my sin, I’ll sweetly receive the punishment

I’m gonna love you to death

—Taeyang – Love You To Death

 

.THE END.

 Couple_8 new_blur

Couple_8 new

MANSEE!! 😀 AKHIRNYA RANGKAIAN CHAMOMILE SELESAI! Jujur aja nggak kepikiran buat selesain chamomile hari ini (03/06) sampai denger lagu-lagunya abang matahari di Rise. Gilak dah, heart-touching semua! Sweet nya nggak nanggung-nanggung lagunya, bisa bikin mewek, apalagi liat abs nya itu loh di Eyes, Nose, Lips. *ehh* bayangin kalau yang shirtless itu bukan dia tapi si abang yang namanya di sebut terus di cerita ini *lebih ehh lagi*.

Terima kasih untuk supportnya selama saya menciptakan 11 ff dalam rangkaian Chamomile! Mohon dukungannya terus ya!

Di bawah ini ada polling kecil-kecilan untuk melihat Chamomile yang mana yang paling banyak digemari. Bukan untuk dibuat sequel nya, tapi untuk sekedar bahan referensi dalam perkembangan kemampuan saya menulis. Sekali lagi, TERIMA KASIH!

Advertisements

17 responses to “[CHAMOMILE/SongFic] Shouldn’t Come Back

  1. Dan ugh aku harus tanya lagi di ff ini-demi Jo Se Ho yang enggak bisa seganteng Park Minwoo, maafkan aku authornim- ._. itu yang bagian terakhir, bagian ulang tahun Bom. itu flashback kan :3
    Bagus cuman sedih kenapa Bom gak bisa balik ke Seunghyun, aduh mereka ini couple kesukaanku setelah daragon ~~ ‘demi Jo Se Ho yang tidak akan lebih tinggi dari Lee Dong Wook’ saya ketawa bagian ini, mungkin karena muka Seho ahjussi yang tibatiba muncul dipikiran kke~~
    keep writing ~~ 😀

    • aduhh demi Park Minwoo yang masih kalau ganteng sama Lee Dong Wook, itu emang flashback 😀
      hahaha yang kepikiran itu soalnya, roommate addicted abis 😀 😆

      makasih ya ^^

  2. flashback?/ okok 😀
    iyap demi Park Minwoo jangan sampai sama Nana (?) aku juga suka banget sama roommate. sayang rating di korea cuan dikit. hiks, suka banget lihat chanyeol sama minwoo :3

  3. Suka baca ff author apalagi yg alurnya dibalik balikin gitu :3
    Aih bingu kenapa ninggalin bom sih? Aku jadi ikutan bingu(ng) nih ._.
    Mau dong jadi cewe kaya bom, bisa tegas ngadepin sesuatu xD jo se ho siapa sih thor? Reader yg lain ngakak bacanya aku malah ga ngerti .-.
    Aku udah vote tuh, in order to live paling keren ^o^

    • hahha bikin alur maju mundur itu sbnrnya asik, penjelasan ttg masa lalu nggak usah panjang” 😆
      Dia ninggalin Bom karena pny ambisi suatu pekerjaan hehehe 😀
      Jo Se Ho itu anggotanya roommate, Park Bom juga ikut variety show itu bareng Chanyeol, Nana, Lee Dong Wook dll

      hehhe makasih ya ^^ 😀

  4. Jadi senghyunnya mati 4 tahun berikutnya gitu?
    Yeah,klo ud d tinggal mles jg mau blik kyk dulu lg
    Hehehe

  5. Ntar dulu aku komen ff nya, aku mau komen alat vote nya dulu. Itu gimana aku mau vote saat ada higher, runaway dan shouldn’t come back di saat yang bersamaan??? Demi dongwook yang malu2 tiap dipuji park bom. Aku gak bisa milih kalo begini caranya T.T *nangis dipelukan park minwoo*….. Baru kali ini baca ff alien couple tidak berakhir dengan bersatunya mereka di pelaminan, dan demi jo seho yang mirip shindong dilihat sekilas, kalo mereka endingnya cuma temen itu rasanya sedih T.T mungkin di sisi lain ternyata bom sedang dekat dengan minwoo ato dongwook, makanya bom gak mau balikan sama seunghyun. Kkkkkkk

    • Coba kita bertanya sama mama shin, enaknya pilih mana uahahahaha 😆
      Apa pake cap cip cup deh 😀 *nangis bareng seo kang joon*
      Aku prnh nulis ff mereka yg endingnya gak bagus juga, Just Give Me A Reason. Aku blm pernah bikin spring tempo happy ending kok 😉 /ehh/
      Friendzone jadinyaa
      Mungkin yaa terselubung /ngakak/ 😆

  6. Gila aja ada liriknya lagu shouldn’t come back><
    Keren bgt ih ga terlalu muter2,alurnya jelas trs penjabarannya bagus.
    Hebattt!

  7. aku suka sama gaya nulisnya author, suka suka 🙂 keep writing authornim ku tunggu hasil karyamu yg lain ya ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s