666 or 999? (Chapter 3)

051414_0951_1

Hallo, ini bukan ff milik aku (ulfahnaziah) melainkan ff titipan milik salah seorang teman. Tolong kasih apresiasinya dengan meninggalkan komentar atau like setelah membacanya. Terimakasih.

666 or 999?

Author: NoNoNo

Main Cast(s): Yoo Eunjoo, Xi Luhan || Minor Cast: Moon Ya Eul, Oh Sehun, Byun Baekhyun, etc || Lenght: Chapter || Rating: PG-14 || Genre: AU, Romance, Drama, School-life

A/N:Sebelumnya mau ngucapin terimakasih banget buat eonnie Ulfah Naziah yang udah baikkk banget mau aku susahin karena FF abal-abal ini, Untuk eonnie EnnyHtm gomawo sangat buat posternya
Salam kenal buat kalian~

HAPPY READING \(˘▽˘)/
copyright © 2014 NoNoNo. All rights reserved
No plagiarism. No Copying

Summary : Yoo EunJoo tak pernah menyangka bahwa kejadian salah nomor loker itu menyebabkan dirinya harus selalu berhadapan dengan Xi Luhan, yaitu Sunbae berwajah ‘cantik’ tapi ‘otoriter’ dikampusnya. Belum lagi ia diminta untuk menikah dengan salah satu anak dari relasi bisnis orang tuanya, siapakah orang tersebut? Akankah EunJoo dapat menjalani takdirnya? And the story was begin.

Tuhan mempertemukan. Kemudian dengan adanya cinta, kita bisa saling melengkapi – NoNoNo

***

Sebenarnya EunJoo tidak ingin masuk kuliah hari ini, perasaannya mengatakan bahwa lelaki ‘cantik’ itu-Luhan, akan merecokki dirinya mulai hari ini seperti ucapannya semalam. Namun apa boleh buat hari ini ada tes praktik Bahasa Jepang and for your informatian tes itu sangat mempengaruhi nilai disemester kali ini soalnya Bahasa merupakan program kuliah yang diambilnya.

“Annyeong Eomma~ emm.. appa eodisseo?” EunJoo duduk dikursi makan, ia menyapa sang ibu yang tengah berada dibalik counter dapur dengan celemek biru muda dibadannya. Biasanya beliau akan membaca koran dikursi paling pertama dengan secangkir kopi dengan asap yang mengepul, tapi beliau tidak terlihat dipagi hari ini. Tak biasanya itulah kalimat yang ada dikepala EunJoo.

“Appamu sedang ada proyek di Busan, pagi-pagi sekali tadi dia sudah berangkat dia hanya menitipkan salam untukmu Joo-ah” Nyonya Yoo-ibunya, melepaskan celemek yang dikenakan oleh beliau lalu berjalan ke meja makan dengan sepiring Bibimbap.

“Ahh.. Eomma sepertinya aku akan pulang agak lama hari ini jadi aku akan pulang dengan Bus umum saja tidak usah suruh Song Ajusshi menjemputku”

“Wae? Eomma khawatir kalau kau berpergian dengan kendaraan umum lebih baik suruh Song Ajusshi saja ne?” Eunjoo mendengus sebal, selalu saja seperti ini fikirnya.

“Eomma ku tersayang dan paling cantik, pokoknya aku akan tetap naik Bus pulang kuliah nanti lagian juga ada Ya Eul jadi, jangan terlalu khawatir dan kurangilah menonton berita ditelevisi aku sudah besar dan akan berhati-hati percayalah eomma” Senyuman dengan puppy eyes menghiasi wajah EunJoo, dengan begini pasti eommanya pasti akan mengizinkan.

“Tapi eomma…” Belum sempat Nyonya Yoo menyelesaikan ucapannya, Eunjoo malah mengecup pipinya dan beranjak dari kursi makannya.

“Nae kkalkae.. Annyeong eomma~ ingat perkataan anak mu ini jangan terlalu sering melihat berita kriminal ditelevisi” EunJoo mengambil tas kuliahnya lalu melangkah meninggalkan ruang makan, pasti saat ini Eommanya hanya bisa menggelengkan kepala melihat dirinya.

“Hati-hati Joo-ah” Nyonya Yoo berteriak dan EunJoo hanya mengangguk meskipun ia sudah berada diluar rumah ia masih mendengar teriakan Eommanya.

***

Luhan masih setia berada diatap gedung sambil memainkan kotak rubrik dan menghirup udara siang musim gugur yang sangat ia sukai. Hari ini kelasnya sudah selesai lantaran salah satu dosen berhalangan hadir. Dirinya berharap bahwa sering-sering saja para dosen tidak hadir hingga ia bisa bersantai.

Kotak rubrik itu akhrinya selesai ia susun sesuai dengan warnanya masing-masing, ia tersenyum kecil lalu meregangkan otot sendinya tanpa sadar ia melihat dua orang gadis yang salah satunya sangat ingin makan saat ini juga.

“Gadis bodoh, sudah tahu ini mulai memasuki masa musim gugur masih saja memakai dress selutut tanpa lengan begitu ck” Luhan menggelengkan kepalanya sambil bersedekap menatap dua orang gadis yang tertawa dibawah sana. Lebih tepatnya dia hanya melihat ke salah satu gadis yang memakai dress selutut tanpa lengan yang ia ucapkan tadi.

Karena keasyikan melihat gadis itu tanpa sadar dua orang lelaki dengan postur badan tinggi dan agak pendek sudah ikut duduk disampingnya.

“Matamu akan keluar jika melihat gadis bodoh itu terlalu lama Luhan-ah” Lelaki agak pendek mulai berbicara dan otomatis Luhan terkejut dan menoleh kesamping dan dua sahabatnya ternyata sudah duduk manis disana dan sesekali terkikik geli kearahnya.

“Apa Hyung tertarik dengan gadis teman Ya Eul itu? Orang yang disuruh meletakkan surat cinta yang seharusnya dilokerku tapi malah dilokermu?” gantian lelaki yang bebadan tinggi berbicara sambil merangkul bahu Luhan

“YA! Byun Baekhyun, Oh Sehun berhenti! Sejak kapan kalian ada disini? Dan kalian berdua mengganggu waktu istirahatku” Ternyata dua lelaki itu adalah Baekhyun dan juga Sehun. Baekhyun tertawa sambil menepuk tangannya berkali kali.

“Kami sudah beberapa menit yang lalu disini, apa kau yakin kau sedang beristirahat bukannya sejak tadi kau terus menatap dua gadis dibawah sana?” Baekhyun ikut merangkul bahu Luhan sama sepertiyang dilakukan Sehun.

“YA! Kalian berdua..” Luhan melepaskan rangkulan Baekhyun dan Sehun lelaki itu berdiri kemudian mengambil tas ranselnya kemudian melangkah hendak turun dari atap gedung. Bisa didengarnya tawa Baekhyun dan Sehun dibelakang sana dan diikuti langkah kaki.

“Ayolah hyung mengaku saja kau pasti tertarik dengan hoobae itu kan? Terlihat jelas dari mata rusamu itu” Sehun kembali merangkul bahu Luhan namun kali ini Luhan tak menjauhkan lengan panjang milik sehun itu.

“Kau ini masih anak kecil Sehunnie tahu apa kau soal cinta huh?” Luhan menoleh ke arah sehun dan bisa dilihatnya sehun memajukan bibirnya. Kesal.

“Aku ini sudah besar hyung, buktinya saja aku lebih tinggi darimu” . Baekhyun yang tadinya dibelakang mereka kini mulai tertawa

“Sehunnie selamanya akan tetap menjadi dongsaeng kecilku, ah neomu kyeopta sehunnie” Baekhyun mengacak rambut pirang Sehun dengan gemas. Baekhyun sangat menyayangi Sehun karena dirinya hanya anak tunggal dikeluargannya dan perkataan sehun barusan membuatnya gemas. Bagaimana seorang Oh sehun bisa mengatakan kalau dirinya sudah besar karena postur badannya yang tinggi diantara dirinya dan Luhan, ah bocah ini..

“Sehunnie kau ini, percuma saja kau murid akselerasi dulunya cha~ ayo kita ke kantin saja hyungmu ini belum sarapan, baek kau yang traktir yah” Luhan dan sehun menoleh ke arah baekhyun dengan cengiran jenaka dibibir mereka, Baekhyun yang tadinya tersenum manis kini malah merengut sebal

“Ya! Xi Luhan bukannya kau yang mengajak ke kantin mengapa aku yang harus mentraktirmu?”

“Kalau hyung tidak mau, aku dan Luhan hyung akan memberitahu Byun ahjumma kalau kau mendapatkan nilai C di kelas” Rasanya Baekhyun ingin memukul kepala bocah yang ada disampingnya sekarang ini tapi sejurus kemudian ia hanya mengangguk sambil menaruh tangannya didepan dada

“Yeee~ kajja Luhan hyung kita ke kantin aku mau memesan bibimbap, kimchee, ddobokie, dan.. ah semuanya sampai aku kenyang” Luhan hanya bisa menahan tawanya tatkala sehun berteriak kesenangan.

“kau membuat aku bangkrut hari ini Oh Sehun…” Ujar Baekhyun jengkel

***

“Mworago? Kk..kau sudah hampir jadian dengan Sehun sunbaenim? Bagaimana bisa?” Teriakan EunJoo bergema disepanjang lorong kampus

“Aish kecilkan suara cemprengmu itu Joo-ah, kau mau aku mati diserbu para fansnya Sehun sunbaenim?” Ya Eul menyingkut perut EunJoo yang ada disampingnya, sudah dirinya duga pasti EunJoo akan berekspresi seperti ini-overact.

“Mian eh tapi cepat ceritakan padaku bagaimana kau bisa menjalin suatu hubungan yang bisa dikatakan hampir jadian dengan sehun sunbae, apa karena…” kepala mungil eunjoo memutar otomatis kearah Ya Eul disebelahnya, keningnya berkerut menandakan ia berfikir dengan keras.

“Gotcha! Karena kebodohanmu yang salah memasukan surat cintaku yang tadinya ke loker Sehun sunbae 666 tapi malah menjadi loker Luhan sunbae 999” Melihat kening eunjoo yang masih mengerut Ya Eul pun memutar bola matanya sebal. Eunjoo pabo.

“Ya tuhan begini, Sehun sunbae itu ternyata adalah anak dari relasi bisnis Luhan sunbae oleh sebab itu mereka sangat dekat dan salin mengenal satu sama lain dan for your information Luhan dan sehun sunbae itu dicap sebagai ‘Hyung dan Dongsaeng’ oleh manusia dikampus ini ya karena kedekatan mereka meskipun Luhan sunbae baru saja pindah dan Baekhyun sunbae kau tahu lah, lelaki itu merupakan sahabat mereka berdua juga. Mereka itu dari keluarga terpandang Joo-ah dan tentunya sangat pintar dan tampan”. Mulut EunJoo menganga sempurna Gila bagaimana bisa Ya Eul sahabatnya ini tahu itu semua.

“Kau, Kau sungguh seperti maniak Ya Eul-ya, kau begitu tahu mengenai mereka ck~ aku tak menyangka” Eunjoo mencibir sambil menggelengkan kepalanya didepan Ya Eul.

“YA! aku bukan maniak Joo-ah hanya kau saja yang terlalu kuper dan itu semua karena Novel-novel mu itu, semua manusia khususnya yeoja dikampus ini tahu mengenai mereka kau saja yang tidak tahu, ku rasa dosen baru dikelas bahasamu itu kau juga tidak tahu kabarnya. Ya! itu sakit..”. satu jitakan diberikan EunJoo tepat dikening Ya Eul. Ya Eul meringis kesakitan akibat ulah sahabat bodohnya itu.

“Meskipun aku tidak tahu berita para manusia ‘cantik’ yang kau katakan itu, tapi aku tahu berita mengenai dosen dikelas bahasaku Ya Eul-ya, ashh jinjja”

“Ya siapa tahu kau tidak tahu ya kan? Mengapa kau mengatakan Luhan, Baekhyun dan Sehun sunbae itu para manusia ‘cantik’ , Aku tidak setuju enak saja apalagi disitu ada Sehun sunbae” Ya Eul menggoyangkan jari telunjuknya ke kiri dan ke kanan mengatakan bahwa dirinya tidak setuju dengan kata-kata sahabatnya itu.

“Tentu saja iya, Eumm sebenarnya sih sehun sunbae tidak terlalu berwajah flower boy untuk dikatakan cantik tapi , Ah tetap saja mereka bertiga itu berwajah ‘cantik’, aku saja sebagai yeoja merasa ini tidak adil bagaimana bisa mereka para namja tapi wajah mereka bukannya tampan tapi malah ‘cantik’ huh menyebalkan”. Rentetan kalimat mencemooh terlontar dari bibir mungil Eunjoo hingga membuat kepala Ye Eul berdenyut sakit olehnya.

“Sudahlah berhenti, kau ini sudah seperti halmeoni ku jika mengomel seperti itu, ayo temani aku ke kantin aku mau membeli roti untuk dimakan dikelas, cemilan”. EunJoo menahan tangannya yang terasa gatal ingin menjitak kembali kening gadis disampingnya, Halmeoni katanya?! aigoo.

Dua sahabat itupun sampai dikantin yang cukup ramai disiang hari ini mekipun belum sepenuhnya dikatakan siang hari jika jam masih menunjukan pukul 10.00

“Ya Eul-ya bagaimana kalau kau membeli rotinya 2 satu untuk dimakan dikelasmu dan satu dimakan disini, entah kenapa aku ingin minum susu kotak tu, tolong belikan ne? Sudahlah cepat sana” EunJoo mendorong tubuh Ya Eul yang tadinya akan mengajukan protesan namun karena didorong protesan itupun tak jadi.

***

EunJoo POV

Susu kotak. Astaga mengapa aku seperti anak kecil begini, ah tapi yasudahlah lagian bukannya meminum susu itu menyehatkan dan membuat kita menjadi pintar bisa saja setelah aku minum susu itu aku menjadi pintar seperti Ya Eul ckck..

Duduk disini sajalah lagian tempat ini berada paling ujung pasti tidak akan banyak orang berlalu lalang, eh kenapa suasana kantin yang tadi agak sepi malah jaadi ramai begini yah? Apa disini lagi kedatangan penyanyi luar negeri favoritku Taylor swift yah? Ah mana mungkin. Tapi..Astaga Ya Tuhan…

Mengapa duplikat Taylor swirt versi lelaki ada disini? dan astaga mengapa ada manusia ‘cantik’ lainnya juga. Oke oke sebelum para manusia cantik itu sadar ada aku disini lebih baik aku bersembunyi, eoh tapi bagaimana ini mereka kan sudah dekat ah mengapa disaat seperti rasanya sangat sulit untuk berfikir. Tidak ada cara lain selain menutupi wajahku ini dengan… ah untung Novel ku ini cukup lebar.

Satu menit…

dua menit…

tiga menit…

Apakah mereka tidak tahu aku disini? Apa persembunyianku ini berhasil? Ahh tentu saja buktinya mereka tidak datang ke meja ini kan? baiklah sepertinya sudah cukup.

Dengan perlahan kuturunkan Novelku. Ini melelahkan seperti bermain kucing-kucingan, baru saja aku akan mengambil nafas ketiga namja ‘cantik’ itu ternyata sudah duduk manis dihadapanku saat ini.

Aigoo~…

“YA! ka..kalian mengapa ada disini, eh eumm maksudku mengapa para sunbae ada disini?” Sial! Apa tidak ada meja lain selain dimeja ini.

“Tentunya kami akan makan disini, bukannya kantin tempat untuk makan? Dasar hoobae pabo ” Kurangajar sekali namja bernama Baekhyun ini seenaknya saja mengataiku gadis bodoh, untung saja dia sunbae kalau tidak sudah habis kugunduli rambutnya.

“Tapi mengapa mesti dimeja ini, milikku. Bukankah banyak lagi meja kosong disana? Itu lihat nah itu juga” Ku arahkan telunjukku menunjuk meja-meja kosong yang tersisa disini , dan berharap semoga saja mereka mau pindah.

“Aku tidak mau”

heol! Lelaki cantik ini mengapa jadi ikut-ikutan juga

“Mengapa sunbae tidak mau? Seharusnya kau mau saja” Mengapa mulutku ini tidak diam saja lelaki cantik ini pasti akan memperpanjang masalah ini

“Karena aku tidak ingin, dan berhenti memaksa” Luhan sunbae benar-benar seorang yeoja, mulutnya cerewet sekali seperti ahjumma umur empat puluhan

“Eoh, ternyata ada para sunbae disini annyeong semua, dan juga Sehun sunbae annyeong~” itu suaraYa Eul, huh untung saja!

“Annyeong Ya Eul-ya” Bisa kupastikan pasti saat ini ada cupid cinta berterbangan dikepalanya Ya Eul akibat sapaan Sehun sunbae barusan.

“Kalian sudah memesan ya? astaga makanan yang kalian pesan sangat tidak bemanfaat untuk mengenyangkan perut ck, baiklah aku akan pergi ke sana untuk memesan makanan dulu. Sehuniie kau disini saja bersama Luhan ne” Sudah ku katakan Baekhyun sunbae memang bermulut luar biasa, bagaimana bisa dia bisa mengatakan roti dan susu itu tidak bermanfaat. Ah aku tak habis pikir siapa yang nantinya akan menjadi yeojachingunya, dan semoga bukan aku.

“Gomawo Eul-ya” Aku tersenyum manis mengucapkan terimakasih kepada Ya Eul karena sudah membelikan sekotak susu yang ku pesankan padanya tadi.

“Senyuman mu itu bukan terlihat manis dimataku tapi seperti orang bodoh” Lelaki cantik ini ingin cari mati kurasa.

***
Pov

“Mwo? Kau tidak terima ku bilang orang bodoh?” Luhan menatap EunJoo yang menggepalkan tangannya diatas meja, wajah gadis itu berwarna merah menahan marah.

“Aish.. Terserahmu sajalah Xi Luhan” EunJoo mengambil kotak susu yang ada ditangan Ya Eul kemudian membuka penutup atasnya, sungguh dirinya ingin meneriaki Luhan namun masalahnya situasi dikantin ini ramai oleh fans lelaki itu bisa-bisa ia habis diserbu.

“Neo! Kau menyebut namaku tanpa sebutan sunbae, astaga kau benar-benar…” Sehun dan juga Ya Eul hanya bisa tertawa melihat dua manusia didepan mereka yang sedang adu mulut itu.

EunJoo menjulurkan lidahnya senang melihat ekspresi Luhan yang seperti dirinya tadi yaitu menahan marah. Tapi kalau dilihat itu bukan seperti ekspresi marahnya seorang namja melainkan seorang yeoja, EunJoo terkikik geli.

“Mengapa berdebat denganmmu aku jadi merasa seperti bergosip yah? hingga menyebabkan aku haus, apa karena aku meladeni seorang yeoja? ah salah. Lebih tepatnya Lelaki berwajah cantik haha” Skakmat! Luhan benar-benar habis oleh EunJoo, tapi dirinya hanya diam saja tidak marah atas ucapan gadis didepannya, sedangkan EunJoo sudah tertawa sejak tadi dia juga memegangi perutnya sekali karena kelelahan tertawa. Akhirnya karena sudah lelah untuk tertawa EunJoo pun berhenti lalu merapikan duduknya , tangan kanannya mengambil kotak susu didepannya lalu menenggak susu itu hingga bersisa setengah saja.

“Ah mashita~” EunJoo merasakan gurihnya susu yang tercecap dilidahnya

“EunJoo-ah itu, ada sisa susu didekat bibirmu” Ya Eul menunjuk bibir EunJoo yang memang terdapat sisa susu yang barusan diminumnya

“Eoh, jinjja?” Dengan segera EunJoo mengelap bibirnya dengan tissue basah yang selalu ia bawa dari dalam tasnya. Dengan cekatan ia mengelap bibirnya.

“Masih ada Joo-ah, bukan disitu tapi disisi satunya” . Saat sudah tahu dengan benar dimana posisi bekas susu tadi EunJoo dengan segera mengarahkan tissuenya ke sisi yang ditunjuk Ya Eul, namun belum sempat ia akan membersihkan Luhan malah menarik tangannya hingga ia berhenti.

“Terlalu lama” Sedetik setelah Luhan mengucapkan kalimat itu, maka sedetik kemudian bibir Luhan sudah mengecup sudut bibir EunJoo.

EunJoo tercenung dan sukses membulatkan matanya lebar-lebar. Firs kiss ku. Teriak batin EunJoo.

***
TBC

Sorry for typo /|\ , Terimakasih banget buat kalian yang udah komentar dan kasih kritik di chapter kemarin aku nggk sempat balas satu-satu mianhae, tapi aku baca semua komentar kalian kok . Aku minta maaf juga kalo misalnya ini pendek dan penulisannya kurang rapi atau apalah mohon dimaklumi yah aku kan masih newbie  and fyi, you can visit me on Twitter @nnoollaaa or Instagram NOLLASAVITRI kamshakamsha.

 

137 responses to “666 or 999? (Chapter 3)

  1. wah seru eonn… tadi aku sempet bingung dia tengah2 cerita tapi sekarang aku dh ngerti.. keep writing eonn

  2. Huwaa gak nyangka……lucu thor baca ini maaf ya baru komen dipart ini baru tau ff nya jadi bacanya ngebut hehehe ditunggu next chapter ^o^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s