[One shot] Rain

FF ini ditulis oleh @sulistyanitya, bukan oleh saya (Rasyifa), saya hanya membantu untuk membagikannya di FFindo. Tolong berikan apresiasi kalian ya melalui jejak komentar. Terimakasih~

rain

Tittle                      :               Rain

Author                  :               Sulistyani (@sulistyanitya)

Length                  :               Oneshoot

Genre                   :               Romance

Rating                   :               PG-15

Main cast             :              – Oh Sehun
– Park Jiyeon

***

 

Sesuatu semacam apa yang membuat orang-orang akan malas untuk keluar dari tempat persembunyiannya? Hujan. Cuaca yang tidak bisa dikendalikan oleh kekuatan, pemikiran, dan kreativitas manusia. Disudut kota yang sepi, dipinggir jalan yang basah karena air yang terjun bebas dari atas langit tempat semua manusia berpijak.

Hujan membasahi hampir seluruh kota Seoul. Dan hujan juga yang berhasil membuat seorang gadis terjebak sendirian dihalte bus, ditengah malam yang dingin seperti ini. Terlalu ceroboh untuk seorang gadis yang masih berusia sekolah.

Bukankah pepatah mengatakan, sedia payung sebelum hujan. Seharusnya otaknya ia pakai untuk berpikir demikian. Tangannya ia lipat didepan dada, sesekali ia menggosokkannya dilengan dengan harapan mendapat kehangatan disana. Namun, sepertinya nihil.

Ia melihat seorang pria sedang berlari menuju kearahnya. Kemungkinan ia ingin berteduh juga disana, itu artinya gadis itu tidak sendirian untuk menuggu hujannya reda. Pria itu memakai jaket tebal, jadi tubuhnya tidak terlalu merasakan dingin yang menusuk kulitnya.

Gadis itu tersenyum ketika pria dengan rambutnya yang berwarna coklat ketika si pria berada disampingnya. Pria itu pun membalasnya dengan senyuman, hanya untuk sopan santun.

“Kau.. murid kelas 2-1 ilmu alam ya?” ucap pria yang baru saja datang dan sekarang berdiri dekat gadis itu.

Gadis itu hanya menjawab dengan sekali berdehem, kemudian melirik kearah si pria itu.

Sehun? Batin gadis itu. Sehun adalah seorang pria terpintar dari seluruh murid kelas 2 ilmu alam. Gadis itu sudah lama sangat lama mengagumi Sehun. Bukah hanya pintar, ia juga tampan dan dari keluarga yang terpandang. Tapi Sehun tidaklah terlalu membanggakan harta kekayaan keluarganya.

Hujan telah berhasil menahanmu disini, disampingku, dan untukku.

“Kau tidak dijemput oleh supirmu?” tanyaku agar suasana tidak terlalu tenang.

“Aku ingin merasakan naik bus,” jawabnya santai.

Suara genting yang kejatuhan air hujan mengiringi malam ini. Semakin malam, akan semakin dingin cuacanya. Kemungkinan besar akan menjadikan tubuh gadis itu membeku dan menjadi patung pajangan di halte bus.

Sehun tersadar bahwa gadis itu sedang merasakan kulitnya sedang tertusuk-tusuk oleh cuaca yang dingin. Ia pun melepaskan jaketnya dan mengenakannya di tubuh gadis itu. Sehun berhasil mengeliminasi jarak diantara wajah mereka berdua. Gadis itu terkejut tanpa bicara.

Apa aku adalah salah satu gadis yang beruntung karena bisa melakukan kontak mata dengan Sehun? Dari ribuan gadis lain yang mengaguminya.

Mata gadis itu nyaris tidak berkedip. Entah karena ia terlalu menikmati kenyamanan yang dihadirkan oleh Sehun atau karena ia lupa bagaimana cara berkedip.

“Kau bisa saja mati kedinginan disini, Park Jiyeon,” Sehun membisikkan kalimat itu di telinga gadis yang ia panggil Park Jiyeon tadi.

“Kau tahu namaku?”

“Kau adalah Park Jiyeon, anak kelas 2-3 ilmu alam. Kau lebih suka dengan rambut yang diikat daripada harus terurai. Kau selalu peringkat sekitar 16 17 18, itu-itu saja. Peringkatmu tidak pernah lepas dari 3 angka itu,” jelas Sehun panjang lebar.

“Bagaimana kau…”

Sehun benar-benar mengeliminasi seluruh jarak diantara wajah mereka sebelum gadis itu menyelesaikan kalimat yang ingin ia tanyakan pada Sehun. Bibir Sehun membungkamkan mulut Jiyeon. Benar-benar membuat gadis itu terpaku dan memejamkan mata untuk menikmati apa yang terjadi.

Jemari pria itu terbang kearah rambut Jiyeon untuk melepaskan ikatan yang melilit rambut gadis yang ada di depannya. Sehun yakin, ia akan benar-benar telihat seperti wanita sungguhan jika dengan rambut yang terjuntai panjang kebawah.

“Kau terlihat cantik jika seperti ini.” ucap Sehun sesaat setelah melepaskan ciumannya.

Tubuh Jiyeon terasa lebih hangat dari sebelumnya. Sesekali Sehun membenarkan jaketnya yang ada di tubuh gadis itu agar tertutup dengan sempurna sehingga gadis yang ia cintai tidak merasakan dinginya malam. Sehun membelai pelan rambut gadis itu. Membuatnya nyaman senyaman nyamannya.

Terlalu sulit untuk memahamimu lebih cepat..

Aku pernah berpikir..

Bahwa cinta selalu melihat rupa juga kasta..

Namun semua seakan kau patahkan dengan ciuman tadi..

Kau berhasil sadarkan aku bahwa cinta tidak selamanya melihat rupa juga kasta..

Cinta adalah sesuatu hal yang sulit untuk kudefinisikan..

Tapi cinta adalah sesuatu hal yang sederhana..

Sesederhana kalimat ‘ aku sayang kamu’..

 

-Park Jiyeon-

 

 

-o0o-

 

 

Gadis aneh dari kelas 2-3 yang berhasil mencuri seluruh perhatianku..

Seorang gadis sederhana yang berhasil berotasi mengelilingi otakku setiap malam..

Seakan kaulah yang memegang remote control pada otakku..

Terkadang yang terlihat oleh mata hanyalah kebohongan belaka..

Untuk apa mendapatkan kekasih yang indah di mata tapi tak indah di hati?

Rasa ketertarikanku padamu, membuatku selalu ingin tahu tentang kau..

Kau terlihat apa adanya..

Dan tidak berusaha menjadi diri orang lain..

Kau adalah tipe gadis yang sangat menikmati kesederhanaan yang kau punya..

Aku belajar banyak darimu..

 

-Oh Sehun-

 

 

..END..

64 responses to “[One shot] Rain

  1. aaaa plis ini tuh keren!!!!!
    plis banget itu suatu keajaiban banget kalo gebetan ngegebet kita balik xD haha
    keren! suka kata-katanya itu 😀

  2. Lagi ngubek-ngubek daftar isi FFindo, eh nemuin cerita ini. Oh Sehun disini main sambar aja kayaknya wkwkwk tapi cerita ini (walaupun singkat) manis banget..lebih manis dari kue! Rasanya di sukain balik sama orang yang kita suka itu loh.. Oh ya, terakhir, aku suka gaya menulis penulisnya, rapi dan enak di baca 😀 Lanjut baca sekuelnya~

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s