Pregnant Affair (Chapter 5)

Annyeong~ saya hadir bawa fanfic titipan. Happy reading, jangan lupa kasih komentar! ^^

pregnant-affairhcr poster: kissmedeers

Previous:

TEASER  | CHAPTER 1 | CHAPTER 2 | CHAPTER 3 | CHAPTER 4

Tittle : Pregnant Affair || Author : Youngieomma || Cast : Park Chanyeol — Sybil Jung (oc) — Byun Baekhyun — Kim Junmyeon — Zhang Yixing — Wu Yi Fan — Wu Hyera (oc) — Wu Xiao Le (oc-kris son) — Zhang Yui (oc) || Length : Chaptered || Genre : Family, Married Life, Romance

 

Rating : PG+18 (WARNING!! Tidak mengandung konten dewasa, tetapi ada kata-kata yang mungkin TIDAK COCOK untuk remaja dibawah 18 tahun)

Disclaimer : Para pemeran di atas hanya dipinjam untuk keperluan FF ini, MAAF jika ada kata-kata maupun sifat yang bertolak belakang di FF ini.

Notes,

Ini adalah chapter PREGNANT AFFAIR terakhir yang saya publish di FFINDO.

Ada satu komentar yang membuat saya sedikit tersentak dan juga kaget, dari awal (Teaser) saya mencantumkan RATING PG + 18 di fanfiction ini agar anak-anak dibawah usia tersebut sadar diri untuk TIDAK MEMBACA isi FF. Meskipun disini tidak ada bed scene, tetap saja ada kata-kata VULGAR dan KELAKUAN TIDAK MENDIDIK yang menjadi awal cerita kehidupan JUNG SYBIL.

Dan, tentu saja saya gak bermaksud merusak moral anak-anak bangsa dengan FF seperti ini. Saya hanya mengangkat kehidupan nyata di dunia metropolitan dimana seks bebas, rokok, dan bahkan alkohol adalah hal yang lumrah. Saya tidak membuat FF ini dengan maksud agar kalian mengikuti jejak JUNG SYBIL, tapi saya ingin memberikan kalian pesan moral dengan kehidupan berantakan seperti itu di akhir cerita. Ok?

Mohon maaf bagi seluruh readers yang merasa FF ini tidak baik di konsumsi anak usia 18-, mulai chapter 6 dan selanjutnya saya tidak akan mempost PREGNANT AFFAIR disini. Hubungi saya di @mommyfangirl untuk mengetahui dimana saya mempost kelanjutannya, mohon maaf sebesar-besarnya sekali lagi untuk para readers yang suka dengan FF ini saya tidak ingin dibilang merusak moral kalian semua. Mohon maaf sekali lagi, lagi, lagi dan lagi kesalahan saya. Saya benar-benar meminta maaf. Thanks.

——————————————————————————————————————————

PREGNANT AFFAIR

——————————————————————————————————————————

Chapter 05

“ Summer “

Waktu berjalan dengan cepat ketika kau memiliki kegiatan yang padat, Agustus telah datang dan Musim Panas sudah memasuki pertengahan.

Seoul menjadi kota yang sangat panas, membuat orang-orang hampir malas pergi keluar rumah untuk sekedar bekerja atau berbelanja. Mereka kebanyakan mengurung diri di kamar dengan AC atau kipas dan memakan semangka.

Begitu pula dengan Sybil. Sekarang, kehamilannya sudah memasuki 9 bulan, pra-kira kelahiran jatuh pada tanggal 9 bulan Agustus. Perutnya sudah sangat turun kebawah, dan ia benar-benar sudah tidak dapat berjalan jauh.

Di akhir kehamilan, ia tidak memiliki selera makan yang bagus seperti biasanya dan hanya berakhir tidur di ranjang sambil menangis, mengeluh punggungnya yang sakit, kakinya bengkak atau bahkan tidur kurang nyaman akibat kehamilannya.

Keadaan Sybil yang mengkhawatirkan membuat Chanyeol serta Jun Myeon jadi kewalahan. Bahkan, Ibu mertuanya membelikan sebuah kursi roda untuk dipakai Sybil.

” Apakah itu benar-benar tidak nyaman?” Chanyeol bertanya pada Sybil yang tengah memiringkan tubuhnya di atas sofa.

” Sangat, aku sangat tidak bisa bergerak dengan bebas..” Keluh wanita itu. Chanyeol terkekeh. Menyentuh kelopak mata Sybil.

” Berhenti menangis sepanjang malam Sysi-ah, matamu bengkak..”

Keadaan Sybil sedang sangat tidak stabil sekarang. Moodnya naik turun karena keadaan tubuh dan cuaca panas yang membuatnya tidak nyaman.

Chanyeol dan Jun Myeon saling bergantian menjaga Sybil, seperti ketika Chanyeol bertugas keluar negeri selama seminggu, Jun Myeon akan menginap di Apartement tersebut dan menemani Sybil, menjemputnya di kantor, atau ikut berjalan-jalan di taman setiap pagi meskipun ia baru saja selesai melakukan operasi semalaman dan tubuhnya dilanda kecapekan. Begitu juga dengan Chanyeol, meskipun ia berada di tengah rapat, ia akan meninggalkannya hanya untuk menjemput Sybil di kantor ketika Jun Myeon mendadak memiliki operasi di Rumah Sakit.

Tapi, akhir-akhir ini Sybil sedang bersedih itu karena Dokter mengatakan berat bayinya masih berada di angka empat kilogram, dan lahir secara normal sangat tidak di anjurkan. Sybil sangat kecewa ketika mendengarnya, ia benar-benar ingin merasakan kelahiran secara normal.

” Kurasa caesar tidak masalah, benarkan Hyeong?” Tanya Chanyeol pada Jun Myeon.

” Kau benar, Caesar lebih baik, Jungsy-ah..”

Chanyeol dan Jun Myeon mencoba membuat hatinya gembira, berkata semua akan baik-baik saja meskipun ia melahirkan secara caesar.

Kemudian, setiap malam di musim panas, Chanyeol mempunyai rutinitas wajib pada pukul 8. Ia akan mengangkat tubuh Sybil yang sangat berat ke balkon Apartement, menggelar kasur lipat, membawa selimut serta bantal.

Malam di musim panas benar-benar panas, dan Sybil rewel ketika ia berakhir tidur di kamar dengan AC yang menyala. Ia bilang itu terlalu dingin, atau kadang mengomel karena AC tidak terasa dingin.

Sepanjang malam, Chanyeol akan berakhir memijat-mijat lembut punggung Sybil di balkon sambil merasakan angin malam hari Seoul yang menyejukkan dan mendengarkan wanita itu mengoceh tentang klien yang ia benci, sesekali Chanyeol tertawa ketika mendengar cerita wanita itu. Terkadang, Chanyeol juga membawa gitar dan mulai bernyanyi untuk Sybil, bayi Sybil akan bergerak perlahan-lahan di dalam perut ketika mendengar suara berat itu menyanyi dan Chanyeol menyukainya.

Chanyeol juga sudah mulai sibuk mencari nama, bahkan, ia dan ibunya mengunjungi pendeta Choi dan meminta nama-nama baik untuk bayi Sybil. Chanyeol sendiri sudah memiliki 5 nama untuk bayi tersebut, ia mencari beberapa di internet dan di buku ‘Kumpulan Nama-Nama Baik 2014. DIJAMIN!’ yang ia beli beberapa waktu lalu.

” Sysi-ah, dengar, aku mempunyai 5 nama untuk bayimu.. Aku benar-benar berusaha mencari nama ini.. Kau ingin aku menyebutkannya?”

Sybil mengangguk.

” Jung Gi, Chin Hwa, Bon Hwa, Dea Ho, dan Chul Moo.. Bagaimana? Mereka bagus bukan? Arti mereka juga sama bagusnya..” Chanyeol berceloteh dengan riang dan Sybil melempar bantal ke wajahnya. Nama bayi yang susah payah ia cari akhirnya tak satupun dari lima nama itu disukai oleh Sybil.

Hari-hari berlalu. Chanyeol belajar bagaimana menjadi seorang suami dan ayah yang baik di sebuah kelas ibu hamil suatu hari, ia bersama sembilan calon ayah tersebut di berikan pengarahan bagaimana menangani istri dan anak mereka.

Chanyeol juga mulai belajar memberikan botol susu pada bayi (dengan boneka peraga), membuat susu, memandikan, dan menenangkan bayi ketika menangis. Awalnya, ia melakukan dengan setengah hati, ia tidak mengerti mengapa repot-repot mengikuti kelas itu.

Namun, ia bertemu dengan pria-pria baik sesama calon ayah, mereka saling berbicara tentang bagaimana repotnya merawat istri mereka ketika sedang hamil. Chanyeol ikut berbagi kisah tentang ‘Istri’nya yang sangat rewel menjelang kelahiran, Chanyeol merasa ada kecocokan di antara mereka bersembilan dan akhirnya ia dengan senang hati mengikuti kelas tersebut setiap akhir pekan. Terkadang, mereka berakhir mengobrol sambil minum soju membicarakan bagaimana perkembangan bayi mereka.

Dan juga, Chanyeol kini menyukai bagaimana media membicarakannya. Seperti baru-baru ini ketika ia sukses menyelesaikan kerja sama dengan China dan membangun perusahaan BMW disana, beberapa media membicarakan dan memberi julukan padanya, seperti

‘ Calon ayah muda sukses ‘

‘ Suami dan Calon Ayah sukses di usia muda ‘

‘ Anak tunggal Park Corps, pengusaha muda yang sukses di bisnis dan rumah tangga ‘

Dan sebagainya. Ia bangga dengan julukan-julukan tersebut, ia merasa dewasa dan matang.

” Kau narsis yeol-ah, kau narsis!” Sybil melontarkan kalimat itu ketika Chanyeol menunjukkan apa yang media bicarakan tentangnya.

” Ya! Jung Sybil, kau benar-benar iri bukan? Media tidak membicarakanmu kan?”

Kemudian, mereka akan berakhir dengan saling olok dan Chanyeol akan berhenti berbicara ketika sandal Sybil melayang ke wajahnya.

——————————————————————————————————————————

PREGNANT AFFAIR

——————————————————————————————————————————

Hari ini adalah tanggal 8 Agustus, satu hari menjelang persalinan Sybil. Ibu hamil tersebut sudah menyerahkan pekerjaan yang tertunda di kantor Konsultan Fashionnya pada Su Jin dan juga Hyera, ia meminta tolong kedua orang itu untuk menghandle beberapa klien selama ia akan melahirkan.

Chanyeol juga telah mempersiapkan tas besar berisi perlengkapan bayi yang di butuhkan, baju Sybil dan peralatan lainnya di dalam mobil. Ia selalu terbangun ketika mendengar Sybil merintih kesakitan akibat Kontraksi Palsu yang di timbulkan bayinya.

Chanyeol sudah merasa benar-benar siap untuk mengantar Sybil menuju ruang persalinan. Dan, hari ini adalah hari paling mendebarkan karena menurut perkiraan dokter wanita itu akan segera melahirkan esok.

Sybil sedang mondar mandir di dalam rumah ketika Chanyeol baru saja pulang dari kantor. Ia menggeleng pelan dan berjalan menuju dapur, mengambil minum dengan nafas terengah-engah.

” Apakah kau mengalami kontraksi palsu lagi?” Tanya Chanyeol, menuangkan air dari teko ke gelas.

Sybil menoleh padanya.

” Kenapa kau penuh keringat seperti itu?” Sybil malah balik bertanya ketika melihat wajah dan tubuh Chanyeol penuh dengan peluh.

” Kau berlari lagi? Kau berfikir aku melahirkan di rumah dan tidak bisa meneleponmu?”

Chanyeol hanya tersenyum lebar dengan ujung mata berkerut. Sybil menggeleng, pria itu akhir-akhir ini selalu bertingkah aneh.

” Ya, Sysi-ah, aku harus benar-benar sempurna memerankan suamimu. Apakah kau tidak tahu julukanku di media? Pengusaha muda yang sukses di bisnis dan rumah tangga!!!” Chanyeol merentangkan kedua tangannya yang panjang dan setengah berteriak mengucapkan kalimat terakhir.

” Terserah apa katamu, Yeol-ah..” Sybil menatapnya dan berkata dengan datar, kembali mondar-mandir. Chanyeol menatap Sybil. Wanita itu tidak merespon dengan bersemangat seperti biasanya.

” Apakah itu benar-benar menyakitkan?” Ia mendekat.

Sybil mengangguk.

” Sudah 5 menit sekali?”

Sybil menggeleng. Chanyeol menatap wajah wanita itu, rambut panjangnya di ikat asal, keringat mengalir deras di balik baby dollnya. Chanyeol jadi merasa iba melihat Sybil, kemudian ia mengambil tissue dan mengelap keringat wanita itu.

” Kau ingin duduk?” Tanyanya.

” Tidak, ini menyakitkan ketika aku mencoba duduk..”

” Kau ingin minum?” Tanya Chanyeol lagi. Sybil mengangguk cepat. Chanyeol mengambilkan segelas air dingin dan memberikannya pada Sybil.

” Wah, Sysi si beruang laut terlihat kehausan..” Candanya. Sybil hanya mendengus, ia enggan bercanda.

” Kurasa kita harus ke Rumah Sakit sekarang, kau bisa menelepon Jun Myeon?”

” Kenapa? Apakah bayimu sudah keluar? Coba kulihat!” Chanyeol berjongkok di depan Sybil.

” YA! PARK CHAN! AKU SERIUS!” Sybil memekik.

” Baiklah, baiklah, nona tukang suruh! Aku akan menelepon Jun Myeon dan mengatakan kita menuju Rumah Sakitnya sekarang.. Aku kan hanya bercanda agar kau tidak tegang.. Ish..”

Chanyeol menghubungi Jun Myeon, dan keluar Apartement dengan mendorong Sybil di kursi roda. Mereka menuju parkiran dan perlahan mobil BMW putih itu melaju.

” Ini sangat menyakitkan..” Keluh Sybil.

” Apakah kau merasakan kontraksi lagi? Hei, ini sudah 5 menit sekali Sysi-ah! Kau akan melahirkan! Benar-benar melahirkan!”

Sybil merintih, memegangi perutnya, keringat sebesar biji jagung mulai keluar dari dahinya. Ia menarik nafas dan membuangnya cepat.

” Yeol-ah, ini benar-benar menyakitkan, mulas, mulas sekali, benar-benar mulas dan menyakitkan..”

Chanyeol menatap panik Sybil, ia berusaha menambah kecepatan kendaraannya.

” Yeol-ah! YEOL–AAAH! INI MENYAKITKAAAANNN!!” Pekik Sybil lagi.

” YA! JANGAN BERTERIAK! KAU AKAN MEMBUATKU PANIK!” Chanyeol berusaha menenangkan hatinya yang panik dan menatap jalan, memegang stirnya kuat-kuat.

” UH! UH! KURASA AKU AKAN MELAHIRKAN DISINI! UH! UH! YEOL-AAHHH!”

” YA! YA! SYBIL-AH! JANGAN MELAHIRKAN DISINI! KAU AKAN MENGOTORI MOBILKU DENGAN DARAH BAYIMU!”

Dan Sybil menjambak rambut Chanyeol, pemuda itu dengan sukses terkejut, membuat mobil mereka hampir oleng dan tak terkendali.

” SY-SYSI-AH! APA YANG KAU LAKUKAN?! KAU MAU KITA MATI HAHHH?!”

” AH!UH!UH!UH! APAKAH KAU TIDAK BISA MENGEBUT?! MENGAPA RUMAH SAKIT JUN MYEON SANGAT JAUH?!”

Pekikan demi pekikan terdengar dari dalam mobil. Mereka akan tiba setelah lampu merah berikutnya, Chanyeol menatap Sybil yang merintih kesakitan di sebelahnya. Lampu merah masih menyala ketika air mengalir dari kaki Sybil, Chanyeol menatap wanita itu dan perasaannya tidak enak.

” Sy-sy-si-ah.. Apakah kau baru saja buang air kecil? Di mobilku?” Tanyanya.

Sybil menggeleng.

” A-aku ti-dak buang air kecil.. Ke-kenapa?” Ia berkata disela rintihan kesakitannya.

” A-air, air keluar dari leggingmu.. Kurasa kau buang air kecil..” Chanyeol menunjuk air yang menggenang dibawah kaki Sybil. Sybil melihatnya dan menatap Chanyeol horror.

” ITU AIR KETUBAN BODOH! BAYINYA AKAN BENAR-BENAR KELUAR SEKARANG PARK CHANYEOLLLLL!”

Dan Chanyeol mengebut begitu lampu lalu lintas mengizinkannya lewat. Sepuluh menit kemudian mereka sampai ke Rumah Sakit, ayah dan ibu Chanyeol telah di hubungi oleh Jun Myeon, mereka tiba terlebih dahulu disana.

Sybil berbaring di tempat tidur dorong dengan kaki mengangkang, Chanyeol menatap panik wanita itu, ibu dan ayahnya mengikuti dibelakang. Sybil dibawa masuk ke Ruang Persalinan dan Chanyeol serta orangtuanya duduk diam diluar.

Suara rintihan Sybil terdengar sampai keluar, sesekali Chanyeol bangkit dari duduknya, mencoba mengintip ke dalam Ruang Persalinan, namun kembali duduk. Entah mengapa, ia mendadak jadi gugup, ia jadi merasa seperti seorang ayah sungguhan.

Sudah hampir satu jam namun belum terdengar suara bayi, hanya rintihan kesakitan Sybil yang semakin lama semakin menghilang. Chanyeol jadi khawatir ketika Jun Myeon keluar dari dalam ruangan tersebut.

” Sybil melemah, kurasa ia tidak mempunyai tenaga lagi untuk melahirkan secara normal, sedangkan ia harus memerlukan tenaga ekstra ketika mendorong, mengingat bayinya yang besar.. Jadi, sebaiknya keluarga mengizinkan kami melakukan operasi caesar..” Jun Myeon berbicara dengan Intonasi berbeda ketika menjelaskan pada Chanyeol. Chanyeol jadi ragu apakah Jun Myeon ini dan Jun Myeon di rumah adalah orang yang sama.

” Yeol-ah, cepat tanda tangani, bayinya harus segera keluar..” Ibu menyentuh punggung Chanyeol dengan lembut.

Chanyeol menatap selembar kertas persetujuan operasi yang ada di tangan Jun Myeon, ia menimbang-nimbang apakah harus mendatanganinya atau tidak. Dia bukan ayah kandung si bayi, dia juga tidak benar-benar menganggap Sybil adalah istri sahnya. Apakah ia mempunyai wewenang untuk menentukan apa yang harus Sybil jalani sekarang?

” Bukankah Sybil ingin melahirkan secara normal?” Tiba-tiba suara ayahnya menyadarkan lamunan Chanyeol.

” Apakah Sybil benar-benar tidak bisa melahirkan secara normal?” Tanya ayah Chanyeol lagi.

” Kurasa, Sybil sudah di ambang batas kekuatannya tuan..” Jawab Jun Myeon.

” Tapi, dia benar-benar ingin melahirkan secara normal.. Bukankah setiap wanita menginginkannya?” Ucap ayah Chanyeol.

Chanyeol terdiam, mencerna, ia jadi ingat perkataan kesembilan calon ayah di kelas ibu hamil. Istri-istri mereka juga mengatakan hal yang sama, ingin melahirkan secara normal dan merasakan menjadi perempuan sepenuhnya.

” Apakah aku boleh masuk ke dalam?” Tanyanya kemudian.

” Eh?”

” Aku akan masuk ke dalam dan mencoba mendukungnya, jika ia benar-benar tidak sanggup untuk mendorong, aku akan menandatangani surat persetujuan operasi..” Ia berkata demikian dan berlari masuk ke dalam Ruang Persalinan tersebut.

Jun Myeon mengikutinya dari belakang, ayah dan ibu Chanyeol diam mematung kemudian tersenyum.

” Anakmu benar-benar sudah dewasa Chae Myun-ah..” Bisik ayahnya.

Chanyeol menghampiri Sybil yang tengah berbaring dengan kaki mengangkang, wanita itu tidak memakai baju dan hanya ditutupi oleh selimut biru.

” Sysi-ah? Kau baik-baik saja?” Suara berat itu berbisik di telinga Sybil, menggenggam lembut tangan wanita itu.

” Yeol-ah? Yeol?” Sybil berusaha membuka mata, peluhnya bercucuran.

” Kau akan melahirkan normal bukan? Kau sangat menginginkannya..”

Sybil mengangguk lemah.

” Apakah kau haus?” Tanya Chanyeol, wanita itu mengangguk lagi.

” Bisakah aku meminta segelas air?” Ia bertanya pada suster yang segera mengambilkan segelas air untuk Sybil.

” Dengar, kurasa kau benar-benar akan bisa melahirkan dengan normal, Sybil-ah.. Aku yakin.. Apakah kau juga yakin?” Ucap Chanyeol.

Sybil terdiam sesaat, kemudian ia terkekeh pelan dan mengangguk.

” Bagus, bagus sekali Sybil-ah.. Jadi, kau tahu apa yang harus kau lakukan bukan? Kau hanya perlu mendorong dengan kekuatanmu, tidak perlu terburu-buru, oke?” Chanyeol berkata.

Jun Myeon menatap adegan tersebut dari tempatnya, menatap bagaimana Chanyeol menyentuh bahu telanjang Sybil dengan tangannya, bagaimana pria itu menggenggam tangan mungil Sybil, bagaimana ia berbisik dengan kata-kata menguatkannya pada wanita itu. Mendadak hatinya keruh, sesuatu yang tidak biasa merasuki perasaannya.

” Uh! Uh! Uuuh!” Suara Sybil menyadarkan Jun Myeon, ia mendekati Sybil dan mengecek apakah bayinya sudah hampir keluar.

” Sybil-ah, kurasa kau akan bisa melahirkan dengan normal, penurunan kepala bayimu sudah mantap, ini tidak akan berlangsung lama.. Bayimu akan keluar sebentar lagi.. Tidak perlu mendorong jika bayimu tidak mengajak, kau harus mengirit tenagamu..” Jun Myeon berbicara dibalik tirai yang memotong di atas tempat tidur.

Chanyeol bergegas menyetel ponselnya untuk merekam, meminta salah satu perawat untuk membuat video karena ayah atau ibunya pasti menginginkan momen-momen indah tersebut.

” Baik Sybil, kurasa kau siap untuk mendorong, 1, 2, 3! DORONG!” Jun Myeon berbicara dan Sybil mulai mengejan, jemarinya memerah karena mencengkram jemari Chanyeol kuat-kuat, matanya menutup, mulutnya terus membuang dan menarik nafas dengan cepat.

Chanyeol terus menerus berbicara tanpa henti di samping Sybil, menguatkan wanita itu jika ia akan bisa melakukannya, melahirkan secara normal seperti yang ia dambakan. Dengan sisa-sisa tenaganya Sybil berusaha dengan keras, keras dan sangat keras, lima belas menit berlalu dan suara jerit tangis seorang bayi terdengar nyaring hingga keluar ruangan.

” Cucuku lahir! Cucuku lahir!!” Ayah Chanyeol memekik dilorong Rumah Sakit, istrinya tersenyum dan menitikkan airmata sedikit.

” Bayi Chanyeol lahir, bayinya lahir..” Bisik wanita paruh baya tersebut.

Chanyeol ternganga ketika Jun Myeon membawa bayi itu kehadapannya.

” Selamat Sybil, bayimu laki-laki dan ia sempurna..”

Jun Myeon menyimpan bayi itu di dada telanjang Sybil, bayi merah itu masih menangis dan mencari-cari dimana puting Sybil berada. Sybil kini menangis, dan Chanyeol membeku di tempat.

Ia tidak percaya telah benar-benar menemani Sybil melahirkan! Itu bayi Sybil, bayi yang selalu bergerak ketika mendengar ia bernyanyi, bayi yang bergerak dengan agresif ketika ia dan ibunya pertama kali datang menemui Sybil, bayi yang selalu bangun pukul 1 malam untuk meminta Yangnyeom Tongdak. Chanyeol terus menatap bayi itu, ia menjadi ayah bukan? Meskipun itu bukan anak biologisnya, namun ia benar-benar telah menjadi ayah..

” Yeol-ah.. Terima kasih..” Sybil berbicara kemudian, Chanyeol menatapnya, menemukan wajah wanita itu penuh airmata dan keringat. Perasaan haru menyelimuti Chanyeol.

Apakah ini perasaan seorang ayah? Perasaan seorang suami? Chanyeol benar-benar mendapatkan pengalaman baru, sangat baru dan luar biasa. Tanpa sadar ia mendekati Sybil, mengelus lembut rambut wanita itu dan menatap bayi laki-laki yang tengah menyusu di dada Sybil.

” Sysi-ah..”

” Hm?”

” Kurasa aku mendapatkan inspirasi nama untuk bayimu.. Kau mau dengar?” Suara berat itu terdengar lembut.

” Kuharap itu bukan Dae Ho atau Bol Hwa..” Ledek Sybil.

” Bon Hwa..” Chanyeol membenarkan.

” Apapun itu..”

” Sysi-ah, kau melahirkan di saat hari benar-benar panas, keringat bercucuran dan itu melelahkan.. Ini tanggal 8 bukan? Awal Agustus yang sangat panaaaas..”

” Lalu?” Sybil bertanya.

” Sysi-ah, bagaimana kalo aku menamakannya Yeoreum..?”

” Yeoreum?”

” Um, Yeoreum.. Summer.. Musim panas, Yeoreum..”

Sybil kemudian terkekeh, ” Apakah namanya tidak terdengar seperti perempuan?”

” Tidak, lalu akan ada dua Yeol di dalam rumah..” Ucap Chanyeol dan tersenyum lebar menatap bayi laki-laki itu.

” Baiklah, call! Selamat datang, Park Yeoreum..” Sybil berkata.

” Selamat datang! Park Yeoreum..!” Chanyeol ikut berkata.

” Beratnya 4.1kg, panjangnya 54cm, lingkar dada 38cm, lingkar kepala 34cm.. Lahir 9.30 PM, Park Yeoreum..” Ibu Chanyeol membaca tag di box bayi Yeoreum.

” Wah, 54cm.. Ia sangat panjang bukan untuk ukuran bayi?” Ayah Chanyeol mengomentari.

” Ya, itu benar-benar panjang untuk ukuran bayi baru lahir. Apakah karena ayah dan ibunya tinggi?” Jun Myeon berkomentar. Ayah dan ibu Chanyeol menatap bayi laki-laki dengan pipi super gembul yang tengah tertidur.

” Apakah ia mirip ibunya? Wajah Chanyeol tidak berada disana..” Ujar Ayah Chanyeol.

” Yeobo, dia masih bayi, dia belum mirip siapa-siapa ketika usia segini…” Istrinya menimpali.

Jun Myeon menatap bayi laki-laki di depannya, lekat-lekat. Mata, alis, hidung, bibir. Ia mengambil ponsel dan mengambil satu foto Yeoreum. Ia memandang lama bayi tersebut.

” Kau akan membuat bayi Sybil ketakutan jika menatap seperti itu..” Chanyeol berkata, sedikit mengejutkan Jun Myeon.

” Berhenti mengatakan anakmu dengan ‘bayi Sybil’ Yeol-ah!” Ibunya berkata.

Chanyeol baru menyadarinya dan terkekeh.

Chanyeol dan Jun Myeon duduk jauh dari ayah serta ibunya. Mereka menyesap kopi. Menunggui seseorang melahirkan ternyata sangat melelahkan.

” Darimana kau bisa bersikap seperti itu?” Jun Myeon membuka pembicaraan.

” Hm? Apa?”

” Membisikkan kata-kata penguat untuk Sybil..” Ujar Jun Myeon lagi.

Chanyeol tertawa.

” Kau tahu? Sybil mendaftarkan dirinya dikelas ibu hamil setiap akhir pekan, ia memiliki tiga kali pertemuan selama sebulan dan itu berlangsung kurang lebih satu jam.. Setelah ia selesai, ada kelas khusus para ayah disana..”

Jun Myeon melirik Chanyeol.

” Jadi, kau belajar disana?”

Chanyeol mengangguk.

” Aku belajar banyak disana, bagaimana menenangkan bayi, termasuk mendukung ketika istriku melahirkan..”

” Istri palsu..”

” Tapi dia tetap istriku..”

Jun Myeon menelan kopinya, pahit. Entah mengapa, ia jadi merasa sangat canggung berdekatan dengan Chanyeol. Apa yang pria itu lakukan pada Sybil di ruang persalinan sangat menganggunya, maka dari itu Jun Myeon berlalu dan kembali ke ruangannya alih-alih menjenguk Sybil.

Ayah dan Ibu Chanyeol berpamitan pulang, mereka memastikan jika besok akan kembali untuk bertemu cucu laki-lakinya itu. Chanyeol tidak pernah sekalipun melihat wajah bahagia ayahnya, namun, sepanjang hari ini ia melihatnya.

Wajah tua dan keriput itu semakin kelihatan kusut ketika pria tua itu tersenyum lebar, menatap cucunya dari kursi roda, menyentuh lembut pipi gembul bayi laki-laki tersebut. Chanyeol sedikit merasa bersalah, fakta ia membohongi kedua orangtuanya memang menyakitkan, namun, kebohongan itu membuat kedua orangtuanya lebih berbahagia bukan?

” Oh tuan Park, ini waktunya putra anda diberikan susu oleh ibunya..” Seorang suster bertemu dengan Chanyeol di lorong Rumah Sakit, mendorong Yeoreum di box.

” Ah, ya, aku akan membawa Yeoreum ke kamar..”

” Tolong bangunkan ibunya dan silahkan mengompres payudaranya dengan air hangat terlebih dahulu..”

Chanyeol mengangguk, mengambil alih box dimana Yeoreum berada, ia menatap bayi tersebut. Entah siapa ayah Yeoreum, tapi mungkin ia adalah pria yang benar-benar tampan.

Yeoreum terlahir begitu sempurna untuk Chanyeol, ia memiliki hidung ibunya yang mancung, alisnya? Entah alis itu berasal darimana, tapi itu cukup bagus. Chanyeol diberitahu Suster jika Yeoreum memiliki mata berwarna Hazel yang umum dimiliki kebanyakan orang Amerika atau Eropa.

” Ya, Yeoreum-ah, kau takut tidak dikenali ibumu? Kau mencetak segala yang bagus dari ibumu, eoh?” Chanyeol berkata pada bayi di box yang menggeliat mendengar suaranya.

Mereka masuk ke dalam kamar, Chanyeol membangunkan Sybil yang tertidur, memberikan semangkok air hangat dan handuk. Sybil setengah tertidur membuka bajunya dan mengopres payudara, Chanyeol duduk membelakanginya, menatap Yeoreum dan mengajak bayi itu berbicara meskipun tak ada balasan yang keluar dari mulut Yeoreum.

5 menit kemudian ia menyerahkan Yeoreum ke tangan Sybil yang mulai memberi ASI pada bayi itu.

” Apakah menyakitkan? Ia menghisap dengan kuat?” Chanyeol bertanya ketika melihat ekspresi Sybil saat bibir mungil Yeoreum mulai terlihat menghisap putingnya.

” Sangat, ini sangat menyakitkan..” Gumam Sybil.

” Kalau begitu tidak perlu kau beri susu..”

Sybil mendelik.

” Baiklah, baiklah, aku mengerti, aku tahu, ASI paling baik untuk bayi baru lahir.. Aku tahu karena mempelajarinya.. Huh..” Chanyeol menghela setelah berkata.

Sybil meringis sekali lagi, Chanyeol menatap wanita itu.

” Yeol-ah, ibu dan ayah kemana?”

” Hm? Mereka pulang setelah mengambil hampir seribu foto Yeoreum yang sedang tertidur..” Hiperbola.

Sybil terkekeh, ” Benarkah?”

Chanyeol mengangguk.

” Sepertinya mereka benar-benar menyukai bayimu..”

Sybil tertawa kembali, menatap bayinya lekat-lekat. Mengamati wajah malaikat mungil yang selalu ia nantikan kehadirannya setelah mengalami masa kehamilan yang sangat panjang.

” Kau sangat menyukainya juga kan?”

” Huh?”

” Bayimu..” Chanyeol mendekat, duduk di tepian kasur, menatap Yeoreum dalam remang lampu kamar Rumah Sakit yang ia matikan ketika Sybil tertidur.

Sybil tidak menjawab. Ia hanya berkata, ” Dia sangat tampan ya..”

Dan Chanyeol terkekeh.

” Ia hanya mengambil yang bagus darimu Sysi-ah, mungkin ayah kandungnya akan iri jika melihat Yeoreum..”

” Tentu, mungkin ia akan iri dan menyesali mengapa harus meninggalkan Yeoreum..” Sybil menanggapi perkataan Chanyeol.

” Apakah aku harus memanggilnya Yeor? Itu terdengar aneh..” Chanyeol mengubah topik pembicaraannya. Sybil melirik.

” Kau selalu mengubah topik pembicaraan dengan cepat..”

Chanyeol menatap Sybil.

” Kulihat kau akan segera menangis, aku sedang tidak ingin melihat siapapun menangis..”

Sybil tersenyum.

” Aku tidak menangis karena aku sedih Yeol-ah, aku menangis bahagia, ternyata keputusanku sangat tepat mempertahankan kehamilan ini.. Aku beruntung memiliki Yeoreum..”

Chanyeol mengangguk, keduanya menatap Yeoreum yang sekarang tertidur di atas kasur Sybil.

Chanyeol mengambil ponselnya dan membuat satu foto bersama Yeoreum yang tertidur ia tersenyum begitu melihat hasilnya, mengetik sebuah pesan dengan lampiran foto tersebut.

 

For : my xoxo

Sybil sudah melahirkan bayinya, tampan bukan? Aku membantu ia melahirkan! Kuceritakan jika aku tidak sedang disibukkan bayi ini. Ok? Oh! Dan aku memberikan nama pada bayi laki-laki Sybil, Park Yeoreum! Summer! Hot! Hot! HA HA HA~

Apakah New York sepanas Korea?

 

Ia tersenyum sekilas, menekan tombol send dan menjadikan foto tersebut wallpaper ponselnya.

——————————————————————————————————————————

PREGNANT AFFAIR

——————————————————————————————————————————

Berita kelahiran cucu pertama keluarga Park menjadi bahan obrolan hangat di media, sejak tahu Sybil melahirkan mereka saling berkerumun di depan Rumah Sakit untuk mendapatkan informasi maupun foto dari bayi tersebut.

Namun, penjagaan keluarga Park adalah yang terbaik. Seminggu lalu ketika akhirnya Sybil bisa kembali pulang ke rumah, halaman Rumah Sakit sudah dipenuhi hampir tigapuluh orang wartawan. Sybil serta bayinya segera mendapatkan ‘hujan blitz’ ketika ia keluar dengan Chanyeol mendorong kursi roda, Yeoreum berada dipelukan Sybil dengan selimut bayi menutupi sedikit wajahnya.

Ayah Chanyeol berkata jika putra dan istrinya memiliki privasi sendiri, ia berjanji kelak sudah besar akan memperkenalkan Yeoreum secara langsung pada media. Wartawan kecewa, namun cukup terhibur dengan ucapan Pria tua itu. Terlebih, mereka belum pernah melihat wajah tuan Park Hyeosong begitu cerah dengan senyum lebar mengembang.

Ibu dan ayah Chanyeol kemudian menginap selama seminggu ketika mereka kembali dari Rumah Sakit. Ibunya, mengurusi Yeoreum selama seminggu, memasak untuk Sybil dan mengajarinya bagaimana mengurus bayi. Sybil selalu berakhir menangis tersedu ketika ia dan ibu Chanyeol berduaan merawat Yeoreum.

Ia sangat bahagia, sungguh bahagia. Ibu Chanyeol membuatnya merasakan bagaimana memiliki seorang ibu, hidup Sybil dengan orangtua kandungnya tidak baik-baik saja ketika ia kecil itulah mengapa Sybil sangat membenci sebuah pernikahan. Namun, bertemu dengan Chanyeol adalah sesuatu yang membahagiakan.

Meskipun pria itu bukanlah ayah biologis bayinya, namun Chanyeol benar-benar menjaga ia dengan baik dan bertanggung jawab. Faktanya, Chanyeol dan kedua orangtuanya memiliki hubungan tidak baik, tapi, mereka akan terlihat cukup akrab jika itu berhubungan dengan Yeoreum.

Seminggu berlalu, mertua Sybil kembali ke tempat mereka meninggalkan dua orang tersebut bersama Yeoreum. Sybil sudah berlatih banyak di kelas hamil dan praktek langsung bersama Ibu Chanyeol untuk mengurus Yeoreum, ia sangat percaya diri bahwa Yeoreum akan bertingkah baik seperti malam-malam sebelumnya ketika mertuanya berada disana.

Namun, kekacauan mulai terjadi ketika jam menunjukkan pukul sebelas malam. Di saat Chanyeol dan Sybil terlelap pulas, tiba-tiba Yeoreum menangis, suaranya kencang dan terdengar nyaring dari speaker Baby’s Monitor dikamar tidur.

” Yeol-ah, bangun dulu, tolong gendong Yeoreum.. Aku akan bangun pukul 12..” Bisik Sybil.

Chanyeol membuka paksa mata besarnya, duduk dan meregangkan tubuh. Ia mendengus ketika suara Yeoreum memenuhi kamar dan telinga. Bergerak keluar kamar dengan malas, ia menuju kamar bayi kecil itu. Yeoreum tengah menangis dengan wajah memerah.

” Yeoreum-ah, kau menangis dengan kencang..” Chanyeol berkata dan menggendong Yeoreum, menepuk-nepuk dengan lembut punggung kecil Yeoreum yang terisak.

” Yeoreum-ah, kau mengejutkanku.. Suaramu benar-benar luar biasa..” Ujarnya lagi, tubuh Chanyeol berputar ke kanan dan ke kiri berusaha membuat Yeoreum kembali tertidur.

Ia menepuk-nepuk punggung Yeoreum kurang lebih selama setengah jam, tangannya sangat pegal menggendong tubuh gemuk bayi tersebut. Dengan lembut, Chanyeol menidurkan Yeoreum di tempatnya.

” Yahh, Yeoreum-ah, kau sangat berat.. Tapi, kau tidak lebih berat dari ibumu, ketika kau di dalam perut ibumu, ia selalu memintaku untuk menggendongnya menuju balkon.. Wah, itu saat terberat dalam hidupku, aku seperti menggendong anjing laut—”

” Aku mendengarnya..” Suara Sybil mengejutkan Chanyeol, ia menoleh namun tidak mendapati Sybil dimanapun.

” Kau pasti sedang mencariku kan? Ini Baby’s Monitor dua arah, aku bisa berbicara denganmu dari sini.. Jangan jejali Yeoreum dengan cerita-cerita anehmu Park Chanyeol..”

” Yaaah! Kau merencanakannya Sybil-ah! Kau merencanakannya!” Chanyeol berbicara dengan setengah berteriak dan kembali ke kamar, menutup pelan-pelan pintu kamar Yeoreum.

Sepanjang malam Yeoreum terbangun dan menangis setiap satu jam sekali, entah karena ia haus, popoknya yang basah atau pup. Bahkan beberapa kali ia terbangun hanya untuk di tepuk punggungnya.

Sybil terjaga hampir sepanjang malam, dan begitupun Chanyeol, itu dikarenakan Sybil tidak mematikan speaker Baby’s Monitor dikamar mereka hingga sepanjang malam Chanyeol akan terbangun mendengar pekikan Yeoreum.

Chanyeol bangun pukul 8, ketika matahari sudah muncul. Ia keluar kamar dan mendapati Sybil tengah menyiapkan roti panggang serta kopi sebagai sarapan.

” Kau membuat sarapanku?” Chanyeol duduk di meja makan menyesap kopinya, Sybil mengangguk pelan. Yeoreum berada di box bayi kecil yang diletakan di pojok meja makan.

” Yeol-ah, jangan ganggu dia, Yeoreum baru saja tertidur setengah menit lalu..” Sybil berkata ketika melihat Chanyeol mengendap mendekati box Yeoreum, Sybil menaruh telur goreng ke atas roti panggang Chanyeol dan menyimpannya dimeja.

Chanyeol berhenti tepat di depan box bayi Yeoreum, menatap bayi itu lekat-lekat.

” Apakah ayah Yeoreum sangat tampan?”

” Kenapa?”

” Kupikir bibir dan alisnya mirip ayahnya, ini tidak identik denganmu..” Ujar Chanyeol. Sybil berjalan, mendekat ke arah box bayi, ikut mengamati wajah tertidur Yeoreum.

” Benarkah? Apakah Oppa seperti ini ketika ia bayi?” Sybil berkata.

” Oppa?”

” Ah, maksudku, ayah biologis Yeoreum..”

Chanyeol mengangguk, berjalan menuju meja makan. Tidak ada obrolan lagi di antara mereka sampai Chanyeol menyelesaikan sarapan dan berangkat bekerja meninggalkan Sybil bersama Yeoreum.

Hari-hari menjadi orangtua baru benar-benar melelahkan, sudah hampir sebulan mereka mengurus Yeoreum berdua. Bangun tengah malam saling bergantian untuk menenangkan bayi itu menangis, atau ketika Chanyeol ada rapat pagi-pagi, Sybil yang bangun sendirian mengurusi Yeoreum di tengah malam.

Ketika hamil, Sybil bertambah berat badan 20kg sejak kehamilan pertama sampai 9 bulan. Setelah melahirkan dan mengurus Yeoreum, ia kehilangan 5kg drastis. Ia bahkan tidak sempat berdandan atau berpakaian rapi meskipun di dalam rumah, dan itu hampir membuatnya memiliki Baby Blues. Jung Sybil Modern dan selalu modis itu berubah menjadi bibi-bibi penjual tteokbokki di pinggir jalan.

Chanyeol duduk di kursi besi sebuah taman, ia tengah memakan sandwich tuna dengan tatapan lurus ke depan. Kacamata besarnya agak melorot dan wajahnya terlihat kusut.

” Hyeong, kau terlihat mengerikan..” Kyungsoo, bawahan Chanyeol berkata dan duduk di sebelah bosnya sekaligus kakak kelas di Universitas.

” Mengerikan?”

” Apakah kau tidak tidur? Kau memiliki hitam di bawah matamu..”

Chanyeol sedikit terkejut, meraba matanya.

” Kau tidak bercanda?”

Kyung Soo menggeleng. Chanyeol mendengus.

” Apakah memiliki seorang bayi sangat melelahkan hyeong?”

” Tidak Kyungsoo-ah, itu tidak melelahkan..” Chanyeol berkata, meneguk segelas kopi yang sudah dingin.

” Benarkah?”

” Ya, tetapi itu SANGAT! Sangat sangat sangat sangat sangat melelahkan!”

Kyungsoo mendengus, Chanyeol memijat keningnya. Mereka terdiam selama beberapa saat.

” Sybil—ah, maksudku, istriku, pasti memiliki masa-masa sulit juga..”

Kyungsoo mengalihkan pandangannya, menatap sunbae-nya tersebut.

” Kenapa kau berfikir begitu?”

Chanyeol mendengus, merapikan jasnya yang tertekuk.

” Aku mendengar tangisannya dua hari terakhir di tengah malam, dikamar kami ada speaker dari Baby’s Monitor. Suatu malam aku mendengar isakan, kukira itu adalah Yeoreum, namun itu adalah suara tangisan istriku..” Chanyeol berkata.

” Ia menangis hampir sejam sampai Yeoreum terdengar menangis, dan kemudian ia berhenti..”

Kyungsoo mengangguk.

” Itu pasti berat untuknya kan? Hyeong bilang pekerjaannya adalah Konsultan Fashion? Dan dia benar-benar modis dalam penampilan, sekarang, bahkan ia tidak dapat mandi maupun merawat dirinya sendiri..”

Chanyeol terdiam. Kyungsoo benar, ini hanya hampir sebulan Sybil terkurung bersama bayinya di dalam rumah, namun kelihatannya wanita itu benar-benar dalam mood yang buruk dan mengalami depresi.

” Apakah kau berfikir tentang sesuatu yang bisa membuat moodnya kembali naik?” Chanyeol bertanya.

” Bukankah sebentar lagi ada chuseok? Kalian mengunjungi rumah keluarga kan? Kurasa kau bisa mengajaknya bersenang-senang disana hyeong..”

Chanyeol mengangguk.

Siang berlalu dan malam tiba, Chanyeol baru saja pulang ketika melihat Sybil tertidur di atas sofa sambil terduduk dengan piyama yang sama di pagi hari saat Chanyeol berangkat bekerja. Wajah wanita itu terlihat sangat lelah.

Chanyeol baru saja akan membangunkannya ketika suara Yeoreum terdengar di speaker kamar mereka yang terbuka lebar.

” Oh, yeol-ah, selamat datang.. Kau mau makan?” Sybil bertanya ketika mata terbukanya menangkap sosok Chanyeol.

” A-ah ti-tidak, aku sudah makan malam di kantor..”

Sybil mengangguk dan berlalu memasuki kamar Yeoreum. Chanyeol menghela nafas, apa yang bisa dia lakukan untuk Sybil? Ia benar-benar merasa kasihan melihat wanita itu begitu tersiksa.

Chanyeol terbangun di tengah malam, suara isak kembali terdengar lewat speaker Baby’s Monitor. Ia menghela.

” Sysi-ah?”

Isakan itu berhenti kemudian.

” Oh, ada apa?” Sybil bertanya dengan suara parau. Chanyeol mendengarkan.

” Apakah Yeoreum tertidur?”

” Ya, dia tertidur.. Aku sedang menatapnya, ia berada di box bayi..”

Chanyeol kembali terdiam, hening mendominasi mereka. Beberapa saat kemudian, suara tangis Yeoreum terdengar. Ia menghela nafas. Kemudian teringat sesuatu, berjalan menuju lemari pakaiannya dan mengambil gitar yang berada di pojok.

Chanyeol memegang gitarnya, mengatur senar, memetiknya dan bersiap-siap bernyanyi. Ia berdehem.

” I will never let you fall, I’ll stand up with you forever, I’ll be there for you trough it all, even if saying you sends me to heaven~”

Suara berat Chanyeol memenuhi kamar Yeoreum, mengejutkan Sybil yang tengah menepuk punggung bayinya. Dentingan gitar terdengar, alunan lagu milik The Red Jumpsuit Apparatus itu membuat tangis Yeoreum berhenti seketika.

” Use me as you will, pull my strings just for a thrill, and I know I’ll be okay, though my skies are turning gray~”

Suara Chanyeol kembali terdengar, dan Sybil tersenyum disana. Dentingan-dentingan gitar Chanyeol berbaur dengan suara detak jam, tepukan tangan Sybil di punggung Yeoreum dan suasana berubah menjadi lebih menyegarkan.

” Kau mendengarkan?” Chanyeol bertanya, ia masih mengenakan Baby’s Monitor untuk berkomunikasi dengan Sybil.

” Um..” Sybil bergumam.

” Apakah moodmu berubah?”

” Mood? Ada apa dengan moodku?”

Chanyeol berkerut.

” Ah, apakah diam-diam kau selalu mendengarku menangis di tengah malam?”

Chanyeol hanya bergumam tidak jelas, wanita itu terdengar tertawa di speaker.

” Aku tidak menangis karena moodku buruk Yeol-ah..”

” Lalu?”

Sybil terdiam, ia menatap Yeoreum yang tertidur di Box.

” Hanya saja, aku merasa bersalah pada Yeoreum. Yeol-ah, aku tidak menyadari kehamilanku sendiri sampai Yeoreum berada di perutku setelah 5 bulan, aku bahkan masih mengkonsumsi rokok dan bir saat itu, aku juga memiliki niat buruk untuk mengaborsinya.. Namun, ia memohon padaku lewat detak jantungnya..” Sybil berkata, memainkan jari telunjuknya di bokong Yeoreum.

” Detak jantung Yeoreum membuatku tidak bisa tidur dan merasa bahagia, aku berkonsultasi hampir ke lima dokter ahli kandungan untuk mencukupi gizi Yeoreum dirahimku, aku bertanya tentang bahaya rokok dan bir dikehamilanku, untungnya, Yeoreumku baik-baik saja Yeol-ah.. Ia bertahan dengan baik..”

Chanyeol bersandar pada tempat tidur, mendengarkan suara Sybil di speaker, memainkan senarnya mendentingkan nada lagu Your Guardian Angel yang ia nyanyikan tadi.

” Aku.. Terlalu bersalah padanya, aku memilih pria yang salah untuk menjadi ayah biologisnya, bahkan ayahnya sendiri tidak menginginkan Yeoreum hadir dikehidupan percintaan kami.. Aku tidak memberikan kebahagiaan sedikitpun pada Yeoreum.. Dan aku menyesal..”

Suara Sybil mengecil, dan isakan kembali terdengar, Chanyeol menerawang, mendengarkan kata-kata Sybil.

” Sysi-ah..” Chanyeol menghentikan jarinya bermain di atas senar.

” Hm?”

” Kurasa kau sudah memberikan kebahagiaan untuk Yeoreum..” Chanyeol berkata.

” Apa itu?”

” Sebuah kesempatan hidup..”

Sybil terdiam, menghapus airmata yang mengalir.

” Kau memberikannya kesempatan hidup Sysi-ah, ia bisa merasakan hangat rahimmu, dan bagaimana kau berusaha mempertahankannya.. Lagipula, sekarang Yeoreum memiliki keluarga, dimana ada Ayah dan kakek neneknya—” Chanyeol menjeda perkataannya.

” Meskipun aku bukan ayah biologisnya, aku harus berterima kasih pada Yeoreum karena telah membuat kedua orangtuaku penuh dengan senyuman sepanjang hari. Rasanya begitu melegakan ketika melihat wajah ayahku penuh dengan pancaran kebahagiaan.. Jadi, kurasa kau sudah memberikan dia kebahagiaan Sybil-ah..”

Sybil mengangguk, mencoba menghapus airmatanya.

” Apakah kau masih menangis?” Tanya Chanyeol.

” Um..”

” Kalau begitu kau harus segera berhenti, aku tidak ingin bernyanyi lagi hanya untuk membuat Yeoreum tertidur..”

Sybil terkekeh dan Chanyeol tersenyum dari dalam kamar. Semuanya akan baik-baik saja, pasti, pasti, pasti..

——————————————————————————————————————————

PREGNANT AFFAIR

——————————————————————————————————————————

15 September, 2014

Chanyeol menguap lebar, memicingkan mata dan menyadari jika gorden dikamarnya telah terbuka cukup lebar, melirik jam yang berada di atas nakas menunjukkan pukul 9 ia langsung terlonjak. Terburu-buru mencari kacamata dan memakainya, ia membuka pintu kamar, mendapati ruangan Apartement telah sangat rapi dan wangi serta Sybil yang menatap bingung dari dapur.

” Ada apa?” Sybil bertanya, berjalan menuju meja makan dan menaruh dua mangkok sup disana.

” Kau tidak membangunkanku? Aku terlambat pergi bekerja!” Pekiknya, Chanyeol berdecak, wajahnya ditekuk, mondar mandir sebentar di ruang tengah kemudian hendak berlalu kembali ke dalam kamar ketika Sybil mendengus.

” Ini chuseok Chanyeol, chuseok, kau libur tiga hari, dan ibumu kemarin menelepon menyuruh kita kerumahnya sekarang..”

Chanyeol menghentikan langkahnya, berpaling ke arah Sybil dengan wajah datar.

” O-oh, karena itukah kau tidak membangunkanku?”

Sybil memutar kedua bola matanya, mendengus kasar kedua kali dan kembali berkutat di dapur. Chanyeol memajukan bibirnya.

Ia duduk di sofa, menyalakan TV dengan volume terkecil, melirik kamar Yeoreum yang tertutup.

” Sysi-ah, ini Pororo.. Kau tidak mau menonton?”

” Berhenti meledekku Park Chan!”

Chanyeol tertawa, ia ingat bagaimana Sybil menjadi Pororo Nomber One Fans ketika sedang hamil Yeoreum.

” Kau kan suka sekali menonton Pororo, kau akan marah padaku jika aku memindahkan channelnya walaupun sedang iklan..”

Sybil mendelik dan Chanyeol memasang tampang bodoh, ia diam memonton Pororo dan kemudian teringat sesuatu. Chanyeol dengan tubuh besarnya mengendap masuk ke dalam kamar Yeoreum, bayi berusia tiga minggu itu tengah tidur tengkurap dengan lelap. Chanyeol terkekeh.

” Yeoreum-ah, Wake Up~ Wake Up~ aku akan mengajakmu ke rumah ibuku hari ini, kita akan merayakan Chuseok..” Bisiknya.

Mereka siap pada pukul 11 siang, Ibu Chanyeol telah menelepon hampir duapuluhkali bertanya apakah mereka bertiga sudah berangkat dari Seoul dan itu sangat memusingkan.

Chanyeol keluar dari lift, mengenakan kacamata hitam, kaos bergaris biru putih, kacamata hitam dan topi hitam, menenteng tas besar berwarna biru muda yang isinya hanyalah perlengkapan Yeoreum. Sybil pertama kalinya setelah melahirkan dan kehilangan berat badan sepuluh kilo selama sebulan mengenakan pakaian modis dan berdandan, walaupun cuaca musim gugur di pertengahan september agak dingin namun ia memakai casual dress tanpa lengan berwarna pastel dengan leggings serta tall boots, Sybil membawa Yeoreum dalam dekapannya dan tertutup selimut rapi takut-takut beberapa wartawan masih ada diluar Apartement.

Mereka menuju parkiran, masuk ke mobil dan melesat berbaur menuju jalanan Seoul yang tidak terlalu padat hari ini. Sybil membuka selimut yang menutupi Yeoreum yang tampak kegerahan.

” Apakah ibumu menelepon lagi?” Sybil membuka pembicaraan, membenarkan letak kepala Yeoreum di bahunya.

” Hm? Tidak, aku mengganti mode ponselku..”

Sybil mendengus, entah apa yang terjadi dalam keluarga Chanyeol tapi tampaknya dia dan kedua orangtuanya tidak cocok satu sama lain.

” Ngomong-ngomong, ini kali pertama aku merayakan Chuseok..” Sybil kembali berbicara, mengalihkan mata Chanyeol untuk meliriknya sekilas.

” Bukankah kau berada disini sejak SMP?”

” Ya, tapi aku akan pulang ke Amerika ketika Chuseok dimulai..” Ujarnya.

” Kurasa nenekmu sangat sedih merayakan Chuseok tanpa cucunya..”

” Tidak Yeol-ah, merekalah yang mengirimku ke Amerika jika sekolahku libur.. Entah itu liburan musim panas, musim dingin atau apapun..”

Chanyeol melirik Sybil yang berbicara dengan wajah datar.

” Kurasa kau memiliki permasalahan yang rumit tentang keluargamu..”

Sybil tertawa.

” Kita sudah sepakat untuk tidak mencampuri urusan keluarga masing-masing, benar?”

Chanyeol mengangkat kedua bahunya. Keduanya kembali dalam diam, Sybil jatuh tertidur ketika Chanyeol mulai memasuki jalan tol. Perjalanan mereka memakan hampir dua jam yang melelahkan, untungnya Yeoreum sama sekali tidak terjaga atau merengek dan menangis selama perjalanan.

Ibu Chanyeol menyambut dengan sukacita ketika Sybil turun dari mobil sambil menggendong Yeoreum, ia sangat merindukan cucunya dengan cepat bayi laki-laki itu berpindah dari tangan Sybil menuju tangan ibu Chanyeol.

” Astaga! Apakah berat badan Yeoreum naik? Dia berat sekali..” Keluh Chae Myun.

” Berat Yeoreum 4.3kg sekarang..” Jawab Sybil, memasang wajah bersalah pada ibu mertuanya yang terseok-seok menggendong tubuh gempal Yeoreum.

Mereka masuk ke dalam rumah, Chanyeol berjalan dibelakang Sybil, menenteng tas besar dan roda lipat milik Yeoreum. Para pelayan menyerbu bawaan Chanyeol ketika melihat tuan muda mereka terlihat kerepotan.

” Ayah dimana?” Sybil bertanya, mencari dimana ayah Chanyeol.

” Di kamar, darah rendahnya sedang kambuh Sybil-ah.. Ayo kita kesana, ia sangat rindu pada Yeoreum..”

Sybil mengangguk mengikuti mertuanya. Chanyeol hanya menatap bagaimana perlakuan baik ibunya pada Sybil dan Yeoreum. Ia sangat berharap ibunya dapat memperlakukan kekasihnya seperti itu juga, terakhir kali ibunya bahkan tidak menyapa maupun melirik kepada orang yang Chanyeol cintai.

Ia menghela nafas, duduk di sofa dan tersadar sesuatu. Sesuatu yang tidak ada sebelumnya diruangan tersebut. Itu adalah Foto keluarga.

Tepatnya, Foto pernikahannya dengan Sybil, disana ia tersenyum cerah dengan tuxedo putih, lengan Sybil menggamit lengannya, wanita Korea-Amerika itu tersenyum lebar dengan perut bulat. Beberapa meter dari Foto pernikahan itu adalah Foto dimana Sybil, Chanyeol dan juga ayah ibunya berfoto bersama. Ini benar-benar kali pertama Chanyeol melihat ia bersanding dalam foto bersama kedua orangtuanya, selama ini mereka tidak pernah sekalipun mengambil foto keluarga bahkan ketika ia kecil.

” Kau sudah makan Yeol-ah?” Pertanyaan ibunya sedikit mengejutkan Chanyeol yang masih memandang foto pernikahannya sendiri. Ia mengangguk kemudian, bermaksud menjawab pertanyaan ibunya.

” Sybil-ah, kalian sudah makan? Ibu membuat Torantang dan Hwayangjeok..” Ibu setengah berteriak pada Sybil yang masih di dalam kamar.

” Apa itu Torantang dan Hwayangjeok?” Menantu wanitanya keluar tanpa membawa Yeoreum, sepertinya ayah Chanyeol menahan bayi yang tengah tertidur itu dibawa Sybil ikut keluar.

” Kau belum pernah memakannya?” Chae Myun bertanya dan Sybil mengangguk pelan, ibu Chanyeol kemudian menarik lembut lengan perempuan itu dan mengajaknya ke dapr, menjelaskan apa itu Hwayangjeok dan Torantang yang tadi ibunya sebutkan. Sybil juga menunjuk Songpyeon dan bertanya tentang makanan yang terbuat dari tepung ubi jalar tersebut.

” Ini Songpyeon, cobalah, isinya chestnut.. Ini adalah makanan tradisional ketika Chuseok tiba..”

Sybil mengambil salah satu Songpyeon berwarna kuning cantik dan mengigitnya.

” Astaga, ini benar-benar enak..” Desisnya. Chae Myun tertawa, menyendokkan Torantang untuk dicoba oleh Sybil. Menantu dan mertua itu kemudian tenggelam dalam obrolan resep Songpyeon, sedang Chanyeol merebahkan dirinya di sofa dan tertidur. Entah itu Chuseok atau bukan, tetap saja rumah keluarganya adalah yang paling membosankan.

Chanyeol masih beku di depan pintu ketika membuka kamarnya sendiri yang berada dilantai 2. Sybil sendiri sudah masuk bersama Yeoreum, menidurkan bayinya yang tengah menggeliat-geliat di atas kasur Chanyeol.

” Kau kenapa sih?” Sybil berkata, bermaksud menyadarkan Chanyeol yang terbengong-bengong menatap Foto pernikahannya yang dibingkai emas terpasang ditembok dan Foto tertidur Yeoreum di box Rumah Sakit.

” A-apa-apaan ini?” Ia setengah memekik.

” Berisik Yeol-ah, kau akan membuat Yeoreum menangis nanti..” Keluh Sybil.

Chanyeol menutup pintu dan duduk di kasur, masih mendongak menatap Foto.

” Ini benar-benar menjengkelkan Sybil-ah! Aku saja tidak pernah memajang foto bersama kekasihku dikamar..”

Sybil terkekeh melihat Chanyeol yang masih saja menggerutu.

” Bicara tentang kekasihmu, apakah kau sudah menjelaskan padanya tentang situasi kami?” Sybil berkata, membuka Tall Bootsnya dan bersiap mengganti baju.

” Ah, aku sudah meneleponnya jauh sebelum kau melahirkan..” Chanyeol duduk di depan Yeoreum, menjaga bayi itu agar tidak jatuh karena kini Sybil berada di Kamar Mandi mengganti bajunya.

” Benarkah? Kau tidak cerita padaku..”

” Maaf, aku terlalu repot mengurusi seekor beruang kutub yang menyusahkan selama kehamilannya..” Sindir Chanyeol. Sybil tertawa dari dalam kamar mandi.

” Jadi, apakah dia mau mengerti?”

” Awalnya, kekasihku masih tidak mengerti kenapa aku harus menikah denganmu hanya untuk mendapatkan selembar akta kelahiran. Ketika aku menceritakannya, bahwa kau—hmm–ditinggalkan oleh kekasihmu, ia jadi khawatir juga..” Chanyeol menurukan Volume suaranya ketika melihat mata Yeoreum menutup sedikit demi sedikit ketika ia menepuk-nepuk lembut paha bayi itu.

” Lalu?” Sybil keluar dari kamar mandi dengan wajah habis dibilas dan piyama.

” Lalu, ia mengatakan tidak masalah aku membantumu untuk mendapatkan akta kelahiran, ia juga menyukai ide ini karena aku bilang pernikahan kita hanyalah agar ia diterima dalam keluargaku nantinya..” Chanyeol menyudahi ucapannya ketika dengkuran lembut Yeoreum juga terdengar, ia menyelimuti bayi mungil itu.

” Kau beruntung memiliki kekasih yang pengertian..” Ucap Sybil kemudian, berbaring di sebelah Yeoreum.

” Itulah mengapa aku mencintainya Sybil-ah.. Kau tahu? Ketika aku keluar dari rumah, aku hanya memiliki seribu won di saku mantelku, aku tidur dibelakang sebuah bar selama seminggu dan itu benar-benar menyesakkan mengingat aku besar dalam keluarga serba berkecukupan..” Chanyeol terdiam sebentar, ujung bibirnya terangkat, Sybil menatapnya.

” Dan aku bertemu dengan dia, luar biasa, dia tanpa lelah mendekatiku, membujukku untuk tinggal bersamanya, berkata jika aku mau membersihkan rumahnya dia akan memberikanku tempat tinggal dan makan gratis..”

” Lalu, kau mau?”

Chanyeol tertawa kecil.

” Menurutmu? Bagiku itu adalah penawaran yang luar biasa, jadi kukatakan ya padanya dan aku mulai tinggal di rumahnya. Dia bekerja dan kuliah di saat bersamaan, dia bertanya apakah aku ingin kembali berkuliah, melihatnya bersungguh-sungguh menjalani kehidupan aku jadi terpacu.. Akhirnya, aku mencari pekerjaan juga dan kuliah..”

Chanyeol terdiam sebentar, merebahkan tubuhnya di samping kanan Yeoreum.

” Tapi aku tidak bisa menjalankan keduanya, dan ia rela mengambil cuti kuliah pada akhirnya, bekerja siang malam untuk membiayaiku sampai aku lulus.. Itulah mengapa aku jadi jatuh cinta padanya, dia benar-benar tulus padaku Sybil-ah..”

Sybil menatap wajah cerah Chanyeol yang sedang berbicara tentang kekasihnya, ia jadi teringat pada ‘si pria brengsek’ itu. Betapapun ia brengsek pada Sybil, namun, pria itu juga pernah mengisi hati Sybil yang kosong, mengingat bagaimana pria itu pernah melakukan Sybil dengan sangat romantis.

Dan melihat betapa Chanyeol begitu mencintai kekasihnya, Sybil diam-diam merasa iri, ia juga ingin mencintai dan dicintai oleh ‘si pria brengsek’ yang meninggalkann Sybil begitu saja ketika mengetahui kehamilannya.

” Apa—kau merindukan kekasihmu, Sysi-ah?” Chanyeol bertanya ketika mendapati Sybil tenggelam dalam lamunannya.

” Ah—itu—ah, kau benar, aku merindukannya Yeol-ah.. Seperti kau mencintai kekasihmu, aku juga mencintainya, sangat mencintainya.. Tapi, bahkan sekarang aku tidak bisa menemuinya atau sekedar menelepon..”

” Apakah kau tidak memberitahunya jika kau sudah melahirkan?”

Sybil mendengus.

” Jangan bodoh Yeol-ah, kami sudah tidak memiliki hubungan apa-apa lagi.. Dia sudah bersama keluarganya dan aku sudah mempunyai keluargaku sendiri.. Sebaiknya memang begini..” Sybil berkata.

Chanyeol kembali bercerita bagaimana hubungannya dengan si kekasih, dan Sybil mendengarkan, tidak mau kalah bercerita bagaimana pada akhirnya ia jatuh cinta pada ‘ si pria brengsek ‘. Keduanya sibuk berbicara sampai tidak menyadari jam menunjukkan pukul sebelas malam, maka mereka memutuskan untuk mulai tidur karena Yeoreum pasti akan terbangun tepat pukul dua nanti.

Dan sebuah pesan masuk ke dalam ponsel Sybil membuat tenggorokannya tercekat dan menatap Chanyeol dengan wajah pucat.

 

From : Unknown Number

Kau melahirkan bayi laki-laki? Aku melihatmu di surat kabar. Temui aku. Oppa.

 

Continueeeed~

Kalo ada yang mau tanya tentang FF ini, mention aja ya ke @mommyfangirl atau kirim e-mail ke b1a4girlfriend@gmail.com ! Thanks^o^/

Advertisements

222 responses to “Pregnant Affair (Chapter 5)

  1. Heyyyy kli liat posterx..disana ga ad cewe mna pun dan castx juga yg bermarga zhang it..it psti istrix yixing kan..trus baekhyun…omaigod..jgn bilang jekasih yg dimaksud teol it..it kh..sampai ibunya aj ga bs ngoming ap2 lg

    Tp klo bener..semoga bklan berubah setelah adax bayi ajaib it..yeol jd tmbh mnis..wlwpn ngejek dgn nama2 hewan melulu hahaha

    Tp ayahx bayi?hrs kh muncul lg..auhhhhhh

  2. ahhhhh welcome baby yeoreum….
    ahhhhhhh smpurna bgt ud.,,
    tpi knpa cwo na sysi hub dy gue..
    huftt

  3. Kyaaaaaaa…
    chukaaae sy ill akhirnya baby yeoreum lahir juga ke dunia, aq ngga nyangka bgtzz klw chanyeol akan bnr2 bertindak sbg ayah sekaligjs suami yg baik utk sybil itu mengharukan bgtzz…
    what to the what what itu knp mantan kekasihnya hubungin sybill lgi xihh bknnya dy udh pny keluarga sendiri, jgn ganggu hidup sybill lagi dy udh bahagia sm yeoreum dan chanyeoll…
    huffftt bkn gregetan ajj tuh mantan kekasihnya….

  4. Lucu dan mengggemaskan yeoreom.. Hihihii
    Wow 4kg beratnya.. Pasti gendong bikin pegal2 pundak…hihii
    Walaupun capek n lelah untuk ngurus bayi tp itu ngebuat chanyoel sm sybil jd lbh deket!!!
    Yahhh ini part 6 pindah kmn ya…

    • Bantu jawab ya..
      Lanjutannya ada di asianfanfics, dan blog authornya sendiri juga kalau ga salah

  5. waaahh bingung kalo mikirin gimana jadinya ff ini kalo happy ending.. yg aku pikirin malah kaya chaos banget kalo udah kebongkar

  6. makin next part makin daebakk.. sungguhh!!! eomma bahasanya juga bagus.. aku ngga bosen buat ngga baca.. kkk.. eomma aku borong nih bacanya, u,u baru tau ada ff ini itu pasalnya #curcol lagi

  7. Akhirnya baby lahir juga, wow beratnya gk tanggung2, 4 kg gitu. Itu mantan pacar sybill kurang ajar bnget deh, udah tau kalo sybill hamil, eh malah ditinggalin, trus sekarang tau kalo baby lahir, mau ngubungin sybill, apa coba maunya, kesel deh…!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s