[One shot] Attachment Dement

FF ini ditulis oleh baekboard bukan oleh saya (Rasyifa), saya hanya membantu untuk membagikannya di FFindo. Tolong berikan apresiasi kalian ya melalui jejak komentar. Terimakasih~

securedownload

poster source http://thesoulofseoul.tumblr.com/post/34822207834/the-grass-of-sky-park

Tittle : Attachment Dement

Author : baekboard

Length : Ficlet

Main Cast : Xi Luhan, Cha Eunjoo (OC), Oh Sehun

Supporting Cast : Kim Jongdae, Park Chanyeol

Genre : Thrailler, Mistery, Angst

Rate : R— Restricted

NOTE : Terimakasih buat author Rasyifa yang udah mau dititipin fanfic 🙂

Ini adalah pertama kalinya aku publish fanfic aku disini, sejujurnya ini juga pertama kalinya aku buat fanfic dan berhasil sampai selesai, walaupun jadinya cuma sebatas ficlet *peace*. Jangan lupa comment or like J Maaf kalau tidak sesuai sama apa yang ada dikepala kalian, dan maaf juga kalau judulnya aneh wkwkwk.

Maaf kalau ada kesamaan nama, tempat, dsb. The plot is real from my imagination.

I don’t own the cast.

___________________________________________________________________________________

“I dont know why, this unconditional emotion

Did I ever imagine?”

EXO – What is Love

***

Dia meninggalkan mobilnya yang terparkir pada bidang tanah tandus, disekelilingnya hanya terlihat rerumputan tinggi menjulang dan warnanya yang agak kecoklatan.

Matanya terpejam ketika merasakan bagaimana hembusan angin itu menerpa tubuhnya, rasanya masih sama seperti pada saat terakhir kali dia berada disini.

Ia masih ingat akan rumput-rumput yang tumbuh dengan penuh, burung-burung kecil bagian dari mereka dan juga kubangan besar yang membentuk sebuah sungai didepannya.

Bahkan hatinya juga belum berubah.

Dia berusaha menyeret langkah kakinya yang terasa berat, kemudian berhenti ketika kakinya seakan menginjak permukaan lumpur yang sedikit lengket.

Luhan hanya memandang sebuah aliran sungai didepannya. Pikirannya seperti berputar pada kilatan memori masa lalu, dan bayangan itu sebenarnya membuatnya enggan untuk menapakan kakinya pada tempat ini lagi setelah 5 tahun yang lalu.

Itu sangat menyakitkan, dia tau. Rasanya juga seakan-akan dia berada pada tempat dan waktu yang sama. Dimana dia mendengar suara jeritan yang melengking atau cairan merah yang terus menyembur pada wajahnya pada waktu itu.

“Boss, dia sudah kehilangan banyak darah” Kata salah satu anak buahnya yang baru saja datang. Kedua tangannya dia biarkan terbuka, terlihat seakan memapah sesuatu diatasnya.

Tapi, tidak ada apapun yang dia bawa ditangannya.

Benar, Jongdae memang tidak membawa apa-apa, dia hanya sedang melaporkan sesuatu, seperti apa yang diminta Luhan sebelumnya.

Cairan merah kental melumuri kedua sarung tangan steril yang melekat ditangannya. Jongdae terlihat berkeringat dan nafasnya memburu, gerakan pada hidungnya seperti menandakan bahwa dia memang tidak menyukai bau-bauan aneh yang menghinggapi indra penciumannya saat ini.

“Apa ada sesuatu yang dia katakan pada mu?” Luhan memperhatikan cairan yang ada pada tangan anak buahnya itu, begitu juga dengan senyuman yang ia buat yang justru lebih terlihat seperti sebuah seringaian.

Bukan, itu memang hal yang sedikit aneh, penciuman Luhan masih sangat normal, Luhan juga bisa mencium bau anyir yang ada disekelilingnya, dia hanya sedikit gila.

Tapi itulah yang membuatnya sangat puas dengan apa yang telah ia lakukan.

Jongdae sepertinya tercekat begitu Luhan menanyakan pertanyaan seputar orang itu, seseorang yang baru saja ia temui sebelum melangkah pergi kemari. Rasanya ingin sekali dia menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, tapi dia masih sangat sadar akan sesuatu yang masih melekat pada tangannya.

Melihat pergerakan yang dibuat oleh anak buahnya, Luhan tampak berfikir dengan apa yang sebenarnya terjadi dan malah membuat sebuah raut kegelisahan itu muncul dari wajah Jongdae.

Dia mendengus dan menendang rerumputan didepannya, walaupun itu percuma, tapi tampaknya sekarang dia mulai mengerti dengan apa yang terjadi. Bisa dia tebak, orang itu, dia pasti telah berbicara akan sesuatu yang mungkin harus didengar oleh telinganya sendiri.

Bingung dengan apa yang harus dia katakan, Jongdae mati-matian menyusun sebuah kalimat yang dirasa bagus untuk meyakinkah Luhan. “A-ah, dia mengatakan ka-“

“Bawa dia kesini” Tiga kata yang membuat Jongdae langsung memutar tubuhnya kearah 180˚, dia berjalan cepat menerobos ilalang tinggi yang munjulang kemudian menghampiri sebuah bangunan dari besi seng, bangunan yang juga berdiri tidak jauh dari tempat Luhan.

Sesampainya disana, Jongdae disambut oleh satu orang yang terlihat lebih tinggi darinya, dia membawa sebuah gergaji besi ditangan, orang yang Luhan tau itu adalah Chanyeol, seoarang anak buahnya yang lain.

Saat Jongdae membisikan sesuatu pada orang itu, Chanyeol seakan mengerti pada apa yang harus mereka lakukan setelah ini, maka setelah itu mereka berdua menghilang dibalik pintu seng yang kelihatan penuh dengan karat.

“Eunjoo, apa kau bahagia?” Luhan bicara seolah angin yang berhembus dan juga ikut masuk keparu-parunya itu akan menjawab pertanyaannya. Dia memandang dengan mata teduh.

Lututnya melemah ketika menyebutkan nama itu, sebuah nama yang membuatnya kehilangan nafsu makannya atau bahkan hidupnya sekalipun. Jantungnya terpacu, bukan karena sebuah kebahagian yang dia dapatkan setelah berhasil mengenang Eunjoo ditempat ini, tapi Luhan lebih merasakan ada rasanya ketakutanpada dirinya.

Luhan terjatuh diatas rerumputan kering yang tersebar diatas kakinya. “Kau bilang kau mencintainya, maka aku akan membawanya bersama mu”

Dia tersenyum nanar.

“Apakah aku terlihat menyedihkan?”

Dikepalnya dengan kuat tangannya sendiri. Ingin rasanya marah, dia ingin berteriak sekeras mungkin atau bahkan menarik Eunjoo dalam dekapannya.

Tapi itu adalah sesuatu yang mustahil.

“Akkkhh.. Apa cinta itu hanya membuat mu sakit? Aku selalu mencintai mu, kau tau? Apa itu tidak pernah cukup?”

Sesak. Selama bertahun-tahun dia mencintai Eunjoo, mencintai semua kekurangan yang dimiliki wanita itu. Tapi yang dia rasakan, selama 5 tahun terakhir Eunjoo telah membuat waktu yang paling sulit bagi Luhan.

Dia mengigit bibir bawahnya kuat. Sampai kapan dia harus menderita dalam bayang-bayang Eunjoo dikepalanya?

Hembusan angin menerpa kulitnya, kulit yang terlihat lebih pucat, itu juga membuat matanya jadi sedikit berair.

“Kau mau menghukum ku?”

Pada selang waktu berikutnya, angin ikut membawa bau anyir dalam perjalanan dua orang pemuda yang sedang menyeret kaki-kaki mereka. Membopong seseorang dan itu rasanya seperti sedang menyembunyikan sesuatu dibalik ketiak mereka.

Ini adalah yang dia tunggu, karna sekarang dia bisa melihat kebelakang untuk memastikan bagaimana keadaan sosok yang sangat dia salahkan atas Eunjoo selama 5 tahun ini.

“Akkkh- Eunjoo akan membawa mu ke neraka” Kata orang itu sambil meringis.

Pelipisnya berlumuran suatu cairan kental yang sangat Luhan sukai, hidungnya juga masih saja mengeluarkan cairan segar setelah barusan Chanyeol dengan sengaja menendang wajahnya.

“Bagaimana dengan mu?” Luhan menarik tengkuk orang itu, Luhan memandangnya dengan sangat tajam dan menusuk. Mata itu seperti terbakar, memberi sebuah peringatan akan sesuatu yang baru saja orang itu katakan padanya.

“Sehun, aku yang akan membawa mu ke neraka”

Kata-kata itu membuat orang itu mencoba membuka matanya lebih lebar lagi, semuanya terlihat blur, Sehun meringis tentang luka yang menganga lebar pada bahu kiri atau bahkan punggungnya, pandangannya seakan berputar-putar dan dia hanya bisa mendengar da mengingat tentang apa yang terahir kali Luhan katakan padanya.

Aku yang akan membawa mu ke neraka

Pada detik itu, Sehun hanya bisa merasakan cairan hangat yang terus mengalir dari pelipisnya, suara tembakan itu juga terdengar begitu nyaring dan nyata, yang dia ketahui sekarang adalah sebuah peluru panas itu baru saja menembus kepalanya.

“Eunj-” Sehun jatuh, badannya terjatuh ke bawah. Darah yang terus mengalir keluar dari tubuhnya itu membasahi rerumputan kering disekitar tubunya. Rumput itu bukan coklat atau hitam bekas terbakar, tapi merah, merah gelap yang terlihat lebih kental.

Dua orang itu melepas cengkramannya pada bahu Sehun, sedangkan yang satu memasukan senjata tajamnya kedalam saku celananya.

“Bawa dia pada Eunjoo” Luhan berlalu, dia masuk kedalam ilalang-ilalang tinggi yang seakan memberinya ucapan selamat atas apa yang telah dia lakukan. Dia berjalan dan merasakan Eunjoo seakan menahannya untuk pergi, seperti bagaimana angin yang terus berhembus pada tubuhnya yang mulai berkeringat.

Apa Eunjoo marah padanya?

Dia tidak tau. Luhan masih menggenggam sebuah benda panas yang ada pada saku celananya sambil menarik salah satu sudut bibirnya.

Kedua orang itu, Jongdae dan Chanyeol dengan susah payah berusaha membopong mayat manusia yang ada pada kedua tangan mereka. Sehun sudah tidak bernyawa walaupun cairan itu terus menetes menembus pakaian yang ia kenakan. Mereka mengayunkannya pelan dan kemudian melemparkan mayat itu kearah sungai.

Sungai itu memilik air yang agak keruh, berwarna sedikit kecoklatan sebab lumpur yang ada pada dasarnya.

Sehun terlempar tepat pada sungai itu, membuat airnya menyembur berantakan ke udara. Sekarang, benda itu mulai hangut, cairan merah yang keluar dari tubuhnya juga ikut menyatu dengan air yang membawanya, warnanya menjadi lebih keruh dan juga memerah.

Burung-burung kecil yang hinggap disekitar sungai sepertinya mengerti, mereka terbang menjauh dari sana dan pindah ketempat lain. Mayat itu hanyut, semakin masuk kedalam air seiring dengan mereka yang berjalan menjauh dari sungai itu.

Eunjoo apa kau bahagia?

 

 

 

 

 

 

-THE END-

 

43 responses to “[One shot] Attachment Dement

  1. Jujur, sebenarnya aku kurang ngerti ke mana ini cerita, tp daripada itu, pendeskripsian/narasinya udah bagus. Luhan nya tegas (?) pengen jd psyco bgt 😀
    Intinya sih nangkep, tp itu td, kurang dijelasin di beberapa bagian. Akan lbh baik kl dipaparkan sdkt siapa itu Eunjoo, hubungan dia yg lebih jelas sm duo kembar (Lulu-Sehun maksudnya), atau momen mereka bertiga di masa lalu bisa km selipin.
    But no worry, I like thriller like this ^^d

    • makasih banyak ya sarannya 😀 maafkan aku yang seorang penulis pemula amatiran ;-; jujur aku bingung gimana cara nyelipin masa lalunya -_- jadinya ga aku tulis .-. maaf ya, jadi bingungin gini 😦 sepertinya aku hutang prequelnya, ga janji sih ~_~ aku juga suka sama fanfic bergenre thriller, dan akhirnya mencoba buat jadinya begini
      makasih udah mau baca dan ninggalin jejak 😀

  2. ff yg ini juga udah dibaca mimin. Ditunggu sequelnya min. Ditunggu juga ff yg lainnya 😀

  3. author , ini sih menurut aku udah bagus banget

    cuman sayangnya ga ada penjelasan masa lalunya , tentang kebersamaan mereka bertiga yang membuat isi cerita lebih jelas hm….

    Keep writing Author XD

  4. Pingback: test | [baek]board·

  5. Pingback: INTRO_RASYIFA | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s