Melted – [Chapter 1]

Hai, ini bukan FF saya melainkan FF titipan. Setelah membacanya, dimohon memberikan apresiasi dalam bentuk komentar ya. Terima kasih.

 

POSTER FF

Title:  Melted (Chapter 1)

Author: @hunye0ja

Cast: Oh Sehun, Park Chayeon

Support Cast:  Park Chanyeol, dll. (akan bertambah)

Genre: Romance, Married-life

Length: Chaptered

Rating: PG-13

Disclamer: This story is mine, and pure by my imagination 🙂

Note: Hi !! Terima kasih buat dea unnie, yang dengan senang hati mau bantuin ngepost ff amatiran ini, hehe..jangan lupa komen ya! Happy reading~

Jika ada kesamaan ide, itu mungkin sebuah ketidaksengajaan, ff ini pure BUKAN plagiarism.Jika ada kesamaan ide, ya wajarlah namanya juga manusia.

 

Story before: Melted-(Teaser)

Chayeon Pov

“Yeonnie, ireona! Kau tidak kuliah ya?” kudengar suara yang sering kurindukan ini, “Oppa! Kapan pulang?” ucapku serak seraya bergegas membuka pintu kamar. “Tadi malam, oiya oppa akan libur hingga lusa, karena tidak ada jadwal terbang untuk besok.” Kata oppaku sambil membuka sebungkus keripik kentang lalu menyalakan tv.

Kalian pasti bingung ‘jadwal terbang’ yang diucapkan oppaku tadi. Ya, dia adalah seorang pilot maskapai terkenal, kalian tahu kenapa dia memilih pekerjaan itu? Umurku dengannya berbeda 7 tahun, pilot bukanlah pekerjaan yang mudah, oppaku kuliah penerbangan satu tahun berdasarkan otak cemerlangnya, dan bimbingan pesawat maskapai selama 3 bulan.

Sekarang aku hanya tinggal sendiri di apartement, kadang ada oppaku, kadang ada hara eonni, kadang tidak. Orangtua kami sudah meninggal saat aku kelas 2 SMA, pilihan yang tepat untuk oppaku memilih menjadi pilot, bayangkan saja jika oppaku menjadi profesi lain yang butuh kuliah lama dan harus mencari tempat bekerja kesana kemari, mungkin biaya kuliah dan kehidupan kami akan terseok-seok.

Okay cukup cerita kami, balik ke awal, jarang sekali oppaku ini pulang ke apartementku, biasanya ada hal penting yang akan kami bicarakan.

“Ada apa oppa? aku ada kuliah siang.” Ucapku saat kembali ke ruang tv, “hmm..kau tau? Ada kafe di sekitar sini, mau kesana?” ucapnya.

***

At café

“Saya pesan 1 caramel latte dan green tea latte.” Ucapku pada pelayan,

“Ada apa oppa?”

“Kau tau umurmu sekarang sudah 21 tahun, sudah dewasa dan kau sudah semester akhir S1, apa kau tidak kesepian jika sering oppa tinggal?”

“Jadi oppa menyuruhku mencari pacar?”

“Bukan begitu, kau tau kan oppa sudah punya keluarga, oppa takut kau kesepian dan oppa butuh orang yang akan menyayangimu, melindungimu, menjagamu.”

“Jadi maksud oppa apa? langsung saja ke inti.”

“Oppa ingin kamu di jodohkan.”

“APAA!!!” ucapku terkejut

“I-ini pesananya, 1 caramel dan green tea latte,” ucap si pelayan gugup karena suaraku tadi.

“Ah ya terimakasih,” ucapku

“Jadi?” ucap oppa, membuyarkan lamunanku,

“Oppa tahu kan, aku sudah besar, bisa mengurus ini itu, lagi pula jangan pikirkan apa yang pernah kukatakan dulu,” ucapku, kalian tahu waktu aku smp aku sering membaca fanfiction boyband idolaku dan berpikir bahwa aku ingin di jodohkan yang awalnya tidak suka menjadi saling suka, lalu penuh dengan drama dan hey! Itu waktu dulu, sekarang tentu tidak =o=

 

“Yeonnie, kadang oppa sering kepikiran gimana keadaanmu saat oppa tidak bersamamu, kau baik-baik saja atau tidak, kau kan dongsaeng oppa satu-satunya, apalagi kau seorang yeoja jadi mengertilah.”

 

“Oppa, disini kanada istri oppa(hara eonni), ada sepupu kita Daeho dan Daehyun, aku tidak akan kesepian kok! Lagipula masih ada sahabatku Minji!” ucapku dengan muka memelas, dan oh..ayolah aku tidak terlalu kesepian kok.

“Yeonnie, mereka semua punya kehidupan masing-masing, mereka tidak selalu bersamamu setiap harinya kan?”

 

“Tapi Minji!” ucapku

“Kau lupa? Minji sudah adataehyung,”

ah iya benar, mereka punya urusan masing-masing tidak ada yang selalu menemaniku, tapi.. apa tidak ada salahnya jika aku menolak oppa? Tapi kurasa itu bukan pilihan yang baik, oppa sudah membayar kuliahku, membantuku jika ada kesulitan, bekerja keras mencari uang, dan banyak pengorbanannya yang dia beri untukku sejak kecil, rasanya aku ingin menangis. Mengingat bagaimana oppaku dulu bekerja keras ingin membiayaiku karena ditinggal orang tua kami.Saat dia mendidikku dengan benar walau saat itu aku masih dalam emosi remaja labil.Rasanya aku ingin menangis jika mengingatnya, aku beruntung mempunyai oppa sepertinya dan itu berarti apakah aku harus menerima perjodohan itu?

 

“Baiklah akan kucoba,” ucapku menunduk.

“Oppa tidak memaksamu,”

“Tidak apa-apa , aku menerimanya kok.”

 

***

 

“Minnie!! Aku merindukanmu!” ucap chayeon, Saat melihat sahabatnya itu masuk ke apartmentnya

“Ughh! Yak lepas! Sesak!” ucap minji mencoba melepas pelukan chayeon

“Minnie, aku mau curhat huhu” ucap chayeon murung, lalu menarik lengan sahabatnya itu dan duduk di sofa.

“Ada apa? Sini ayo ceritakan!” ucap minji

“Aku..aku dijodohkan! Jung Minji”

“Apa katamu?!” ucap minji terkejut

Chayeon hanya menutup mukanya dengan telapak tangannya.“Bagaimana bisa?” ucap minji.”Panjang ceritanya.” Ucap chayeon

“Ayo cepat ceritakan!!”

Chayeon dengan putus asa menceritakan segala ceritanya mulai dari awal perkataan oppanya hingga lelaki bernama Oh Sehun yang akan menjadi calon suaminya nanti

“Hmm.. Seperti di drama saja, tapi kalian belum pernah bertemu kan?”

“Belum.” Ucap chayeon polos

“Lalu kapan kalian akan bertemu?”

“Nanti malam, entahlah oppaku memberitahuku jam segitu.”

“Astaga Yeonni! Sekarang sudah sore! Ayo sini aku mendandanimu!” ucap minji lalu menarik lengan chayeon ke kamar.

 

***

 

Demi apapun! Bagaimana bisa aku punya calon suami bernama Oh Sehun! Bahkan kami makan malam hanya berbicara tentang namaku, umurku dan tidak penting lainnya, sisanya kami tidak berbicara lagi.

 

Kesan pertamaku terhadapnya adalah dingin, masasih aku dinikahkan dengan dia? Mana usianya denganku terpaut 7 tahun! Sama seperti oppaku, aduh yang benar saja! Tidak kah itu terlalu tua untukku?!

Sudahlah tak usah dipikirkan, membuat kepalaku lelah saja. Cih, benar-benar….

 

***

 

At Kyunghee University

“Apa dia tampan yeonnie?” ucap minji penasaran

“Tampan Apanya?!” ucapku seolah tak menerima pria itu tampan.

“Hmm… yeonni, menurutku sih tidak ada salahnya, jika kau menerima perjodohan itu. Lagipula….”

“Lagi pula apa?” ucap chayeon bingung

“Hmm..yeonnie tadi kau bilang, sehun punya wajah datar?” ucap minji

“Ya, memangnya kenapa?” ucapku penasaran

“Apa dia tinggi juga?”

“Hmm.. Ya, ada apa?” seingatku sih sehun memang tinggi. Atau aku yang pendek sehingga mengira dia tinggi? Tidak tidak, kurasa aku tidak sependek itu

“Apa….Rambutnya coklat?” ucap sahabatku ini.Seolah aku ini sedang di interogasi karena tak sengaja melihat pelaku pembunuhan.

“Ya, hey memangnya kenapa?”

“Apa dia itu yang sekarang ada di belakangmu?” ucapnya

“He-eh, Apa?!” ucapku bingung lalu menengok kebelakang, aku nyaris saja mati tersedak air liur sendiri.

“Chayeon’ssi, kau harus ikut aku.” Ucap pria tinggi berambut coklat, dan astaga! Itu sehun! Yak! Oh sehun! Kenapa dia disini?!

 

 

“He-eh ada apa ini? Kenapa kau disini?” Ucapku bingung

 

“Kita ada urusan, cepat! Waktuku tidak banyak.” Ucapnya buru-buru

 

“Enak saja, aku belum setuju!” Ucapku

 

Tanpa banyak kata kata, sehun menarik tanganku lalu berjalan dengan cepat.

 

“minnie! Nanti ku telpon!” Ucapku setengah berteriak

 

 

“Sehun’ssi, lepaskan tanganku. Hey.” Ucapku

 

“Kita tak punya banyak waktu,” ucapnya melepaskan tanganku lalu membuka pintu mobil,

 

Haduh, tanganku memerah, tidak sakit sih. Hanya saja, masa dia tidak kira-kira, langsung main tarik-tarik tangan orang lain saja.Dan entahlah aku mau di bawa kemana.

 

“Sehun’ssi, kita akan pergi kemana?” Ucapku memandang aneh jalanan lewat jendela.

 

“…..”

 

“Sehun’ssi?”

 

“…. Ikuti saja…” Ucapnya

 

 

***

 

 

“Hah? Toko baju pengantin? Ucapnya bingung. Eomma menyuruhku kesini untuk memilih baju pengantin untuknya, kalau aku bukan anak yang baik mungkin aku tidak akan membuang waktuku untuk kesini.

 

“Yeonnie?” Ucap eomna menghampiri kami

 

“Ah? Eommonim?” Ucapnya sambil tersenyum, dan hei! Sejak kapan dia bisa tersenyum semanis itu?!

 

“Ah, panggil saja aku eomma okay?” Ucapnya lalu menarik tangan chayeon menuju tempat ruang ganti,

 

Aku duduk di sofa, lalu memainkan handphoneku bosan.

 

“Yeoboseyo?” Ucapku saat telpon masuk.

 

“Sajangnim, apa anda sedang berada di luar?” Ucap sekretaris yoon

 

“Ya.. Ada apa?”

 

“Ada benerapa rincian baru yang anda harus baca dan tanda tangani, dan setelah itu akan ada meeting.” Ucap sekretaris yoon

 

“Apa bisa ditunda satu jam lagi? Aku sedang ada urusan di luar.” Ucapku

 

“Baik, ditunggu kehadiran anda. Sajangnim.” Ucap Sekretaris yoon mengakhiri pembicaraan kami.

 

Kalau tidak ada urusan disini, mungkin aku langsung ke kantor saja.

 

“Sehunnie” ucap eomma menepuk pundakku.

 

“Jelaskan pada eomma, apa tadi kau menarik tangan yeonnie?” Tunggu, buat apa eomma bertanya hal seperti ini?

 

“Iya, memangnya kenapa eomma?”

 

“Kamu menariknya terlalu keras! Lihatlah nanti, pergelangan tangannya hingga memerah seperti itu!” Ah benarkah? Apa aku terlalu kencang?Tapi tadi di mobil, anak itu tidak meringis atau mengaduh kesakitan?

 

“Masa sih eomma?” Ucapku tidak percaya.

 

“Habis ini, perbanlah pergelangan tangannya, lalu antar dia pulang okay?”

 

 

/skip/

 

 

“Tanganmu?” Ucapku ragu, sambil sesekali melihat kursi jok sebelahku

 

 

“Oh ini? Tidak apa apa.” Ucapnya sambil menunjukan pergelangan tangannya yang masih memerah.

 

“Apartementmu dimana?”

 

“Apartementku ada di dekat kampus.”

Ucapnya

 

“Tunggu, tentang apartement ASTAGA!!”Ucapnya terlonjak lalu segera membuka iphone dan mengetik begitu terburu-buru.

 

“Ada apa?” Ucapku bingung

 

“Jung minji! Apa kau melihat kunci ganda apartementku?” Ucapnya berbicara dengan sahabatnya mungkin, di telepon genggamnya.

 

“Ada apa?” Tanyaku saat melihat mukanya bercucuran keringat

 

“Kunci ganda apartementku tertinggal di meja cafeteria tadi, untung saja minji mengambilnya, tapi dia ada kuliah hingga malam.” Ucapnya putus asa

 

“Lalu?”

 

“Tentu aku tidak bisa pulang! Hingga minji selesai kuliah.” Ucapnya

 

“Lalu kau akan pulang kemana?” Ucapku bingung

 

“Entahlah, jika kerumah kakak iparku mungkin akan memakan waktu 2 jam lebih, apa kau keberatan?” Ucapnya, eh tapi kan aku ada meeting di kantor, kalo aku menyuruhnya naik bis, bisa-bisa aku dimarahi eomma dan ditanyai hyung (oppanya chayeon).Sebenarnya itu tidak penting, hanya saja eomma punya banyak mata-mata di sekitarku.

 

“Apa kau tidak bisa naik bis?” Ucapku

 

“Aku lelah, bisakah aku ikut denganmu? Lagipula mungkin kakak iparku dengan oppa sedang pergi,” ucapnya, tapi jika dia ikut denganku, apa orang-orang di kantor akan tahu dia calon istriku? Haduh menganggu saja!

 

“Aku tidak bermaksud untuk, ash sudahlah, jika kau takmau, turunkan aku saja.” Ucapnya, tapi mana mungkin aku menurunkannya di jalan, bisa bisa kalo dia bertemu oppanya. Aku akan di telfon dengan hyung lalu ditanya kenapa aku meninggalkannya di jalan.Melihat betapa sayangnya chanyeol hyung kepada adiknya ini.

 

“Aku ada meeting, apa kau mau menunggu di ruang kerjaku?” Ucapku ragu

 

***

 

Demi apapun, harusnya tadi aku minta diturunkan saja di jalan! Aku sudah menunggunya 3 jam! Kalau aku turun di jalan, aku bisa makan jadi tidak kelaparan di ruang kerja Sehun sekarang,  aishh…

 

Aku bosan sekali, aku bingung mau melakukan apa. Apa Sehun masih lama ya?Aku langsung pulang saja kali ya?Tapi tidak enak kalo langsung pergi.

 

Lagi pula kantornya ini di daerah yang jarang ku kunjungi, demi apapun nanti aku tersesat.Apa aku cari-cari cafe saja ya?Aish.. Hara eonni kenapa pergi sih, atau aku kan bisa ke perpustakaan dan menghabiskan waktu disana. Dari pada mati kebosanan disini.

 

 

 

***

 

Akhirnya rapat selesai juga, huh aku jadi ingin langsung pulang. Eh tunggu, sekarang sudah jam 10 malam. Berarti….Chayeon sudah menugguku 5 jam, Astaga aku lupa! Aku segera berlari menuju ruang kerjaku.

 

“Chayeon?” Ucapku menggoyangkan lengannya.

 

“Chayeon? Park chayeon?” Ucapku menggerakan lengannya. Gadis ini tidak mati kan? Aku coba berulang kali gadis ini pun tidak bangun juga.

 

“Yak! Park chayeon!”

 

“….”

 

“OH CHAYEON!” Ucapku terakhir kali.

 

“Hmmh..” Ucapnya lalu mengucek-ngucek matanya,

 

“Eh?!Sekarang jam 10? Sudah malam!” Ucapnya langsung bangun dari duduk.

 

“Maaf” ucapku,

 

“Antarkan aku pulang! Oppaku sedang libur, bisa-bisa dia datang ke apartementku dan aku belum pulang!” Ucapnya menarik tanganku berlari menuju lift.

 

DEG..

 

Gadis ini benar-benar!! Bodoh sekali! Orang-orang di kantor melihatku, seorang direktur berlari dengan seorang gadis, dan berpegangan tangan! Lain kali aku tidak usah membawanya ke kantor!

 

***

 

 

Chayeon apartment

 

“Sehun’ssi? Kau mau menemaniku masuk hingga pintu apartementku, kadang-kadang kalo lampu di lorong mati, petugas akan datang besok pagi.” Ucap chayeon

 

“Hah?”

 

“Bu-bukan, maksudku apa kau tidak keberatan jika mengantarku hingga pintu apartement?”

 

“Jadi kau ingin aku-” ucapnya langsung chaeyeon potong

 

 

“Ah!! Tidak usah!” Ucap gadis itu menahan semburat merah yang ada di wajahnya  lalu bergegas menuju lift.

 

Saat menunggu lift datang, chayeon merutuki dirinya kenapa bertanya hal konyol seperti itu, sudah tau kalo sehun tidak ingin membantunya, pikir gadis itu.Chayeon memang takut pada gelap.Sangat takut malah, sayangnya dia mungkin bisa mati kalo terjebak di ruangan gelap selama lebihdari 2 menit.

 

Sehun merasa tidak enak dengan gadis ini, well padahal sehun adalah anak yang dingin dan semaunya sendiri, kenapa dengan chayeon sifat dinginnya nyaris hilang? Sehun dengan cepat turun dari mobil dan berjalan menuju lift.

 

Entah apa yang chayeon pikirkan, hingga tidak menyadari bahwa Sehun berada disampingnya mulai dari lift terbuka, selama di lift chayeon hanya menunduk atau memandang lurus kedepan, tidak ada niat menoleh ke kanan sekalipun. Sungguh, gadis ini benar-benar.Bagaimana jika di sebelah kanannya adalah seorang penjahat?Atau mungkin seorang psycophat?Pikir sehun

 

Chayeon berjalan di depan dan sehun di belakangnya, gadis itu berbicara dengan sahabatnya di telfon, menanyakan apakah minji menunggunya di apartemennya atau bagaimana. Sahabat gadis itu mengatakan bahwa oppa chayeon tadi ada di apartement chayeon.Chayeon yang mulai panik segera berlari ke arah pintu apartementnya dan di ikuti oleh Sehun.

 

Ting nung,

 

Ting nung,

 

 

“Yeonnie? Kenapa baru pulang selarut ini?” Ucap chanyeol  menginterogasi dongsaengnya.

 

“A..aku.. Ma-mafkan aku oppa. Aku..”Ucap chayeon gugup, gadis itu hanya takut dimarahi oppanya yang overprotective kadang-kadang.

 

“Maafkan aku, hyung. Tadi aku mengajaknya kencan, hehe” ucap sehun, disambut dengan badan chayeon yang menoleh kesebelah kanannya mendapati sehun yang sudah tersenyum malu kepada oppanya. Bahkan gadis itu terkejut! Jadi dari tadi Sehun mengikutiku? Pikir chayeon

 

“Hey Sehun’ssi!! Maksudku Sehun oppa, Kita kan ha-” ucapan chayeon terpotong karena Sehun segera mengenggam tangan chayeon, dan  mengedipkan sebelah matanya kepada chayeon. Membuat wajah gadis itu, merona sesaat.

 

“Oh begitu? Baguslah, Sehun mau mampir dulu?” Ucap chanyeol

 

“Tidak, terimakasih hyung. Sudah malam, besok  biar aku yang mengantar chayeon kuliah.” Ucap sehun

 

“Ah baiklah, aku masuk dulu ya!” Ucap chayeol masuk ke dalam apartement lebih dulu.

 

“Hey! Apa-apaan kau? Kencan? Kencan apanya?!”Ucap chayeon penuh amarah. Jelas gadis ini marah, toh dari 5 jam yang lalu dia nyaris mati kebosanan.

 

“Ssh! Nanti hyung dengar!” Ucap sehun

 

“Aish! Terserah apa katamu! Selamat pergi Sehun’ssi!” Ucap chayeon berjalan membuka pintu apartementnya.Tapi, ehm, tangan gadis itu segera ditarik sehun.Ide jahil melintas di kepala pria itu, sehun mendekatkan wajahnya hingga pipi nya nyaris menyentuh pipi chayeon, dan berbisik di telinga gadis itu.

 

“Chagiya, kau tidak memberiku goodbye kiss hmm?” Ucap sehun. Lalu sedikit mengembuskan nafasnya di telinga chayeon. Membuat wajah chayeon merah padam, demi apapun! Bahkan sekarang pria itu menahan tawanya. Menurutnya wajah chayeon sangatlah lucu jika malu seperti itu! Mungkin aku akan mengerjainya sesering mungkin, pikir sehun.

 

 

 

Chayeon segera buru-buru masuk ke dalam dengan menunduk, tak peduli dengan sehun, gadis itu lalu berlari ke kamarnya.

 

Wajah sehun langsung berubah menjadi dingin dan kaku.Cih, dasar pria dua kepribadian.Sebenarnya sehun hanya iseng saja tadi.Tak mungkin orang se dingin dan diam sepertinya berani melakukan hal-hal tadi. Cih, benar-benar bukan gaya seorang Oh Sehun.

 

 

TBC

 

 

 

Note:

 

Hi everyone! Tadinya author mau ngepost lebih cepat, tapi gak sempet megang PC hehehe. Gimana? Mengecewakan ya? Udah pada liat teasernya kan? Makasih ya yang udah komen, walaupun cuma ngomong “ditunggu chapter 1nya thor” itu sangat menghargai. Big applause buat para reader !! /clapclap/

 

Author merupakan salah satu author yang suka sama alur kecepetan hahaha, author emang pengen cepet cepet ke intinya aja. Masih penasaran gak sama rahasianya sehun? Sabar ya, rahasianya akan kebuka di chapter agak terakhir hehehe. Kemungkinan ff ini gak akan lebih dari 10 chapter. Tapi ya tergantung reader juga^^

 

Kemungkinan chapter selanjutnya akan di post di wp aku lebih dulu, setelah itu baru di ffindo. Kunjungi ya, tapi masih sepi kayak di tengah gurun pasir…

 

Kemungkinan akan ada chapter yang di protect di wp aku…… tapi masih lama kok! Tenang aja hahahaha

 

My wordpress: Click Here

 

 

 

 

 

 

 

 

 

90 responses to “Melted – [Chapter 1]

  1. Pingback: Melted (Chapter 3) | FFindo·

  2. Hueee ini ff udah lama tapi gua baru baca aiss
    bagus2 bagus thor ceritanya haha
    Kata2 ya pke banmal it’s okay laahh

  3. interesting :3 iya sih alurnya kecepetan tapi pas deng jadinya gak bosen kkk keep writing! XD

  4. Bagus thor^^ .. tpi aku bingung kenapa sehun manggil chanyeol hyung? Bukannya sehun seumuran sm chanyeol disitu thor? Aku baru nemu ff ini hehe^^ menarik juga ceritanya^^

  5. haii aku baru baca ini 🙂
    keliatannya seruuu. gak sabar baca part berikutnyaa. author fighting 😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s