[Oneshot] Hasta Manana

HASTA MANANA

Author: susanokw (@OCTSSN)
Cast: Kris, Suho, Baekhyun.
Rating: G

*****

Do you still remember how we used to be? Feeling together believe in whatever, my love has said to me.
Spice Girls, Viva Forever.

*****

                Bruk!

Suho meletakkan tas jinjing bawaannya di lantai dekat pintu. Laki-laki itu kemudian menjatuhkan dirinya di tempat tidur berseprai putih bersih sambil menghela napas panjang.

Hari ini EXO baru saja menyelesaikan jadwal kerja rodinya di salah satu stasiun TV swasta. Mereka menjadi salah satu bintang tamu sebuah acara yang menampilkan tangga lagu mingguan di Korea. Walaupun proses promosi album Overdose sudah berakhir minggu lalu, namun boygrup EXO tetap melakukan kegiatan dengan datang dan perfom di berbagai acara musik atau melakukan off air di radio-radio terkemuka di Korea.

Sebenarnya jadwal kegiatan EXO hari ini tidak begitu padat. Namun entah kenapa, mungkin karena faktor cuaca hari ini yang mendung sehingga membuat segalanya berjalan begitu alot dan menguras tenaga yang lebih banyak. Suho merasa sangat lelah. Ini baru pukul delapan malam namun matanya sudah terasa sangat berat.

Ia melirik tempat tidur yang sama-sama beralaskan seprai putih di samping kanannya. Tempat tidur itu kosong sejak sebulan yang lalu. Kris belum juga kembali dari China. Berita tentang pria itu telah menyebar ke seluruh antero Korea dan China bahkan sampai ke negara-negara lain. Menjadi boygrup terkenal memang menyenangkan. Bisa punya banyak fans dan di kenal oleh banyak orang. Namun jika keadaannya seperti ini, sesungguhnya inilah yang membuat Suho merasa dirinya kecil. Malu dan entah apa yang harus ia lakukan untuk membuat semuanya kembali normal. Segalanya terjadi dengan begitu cepat tanpa bisa di cegah.

Suho kembali menghela napas panjang.

Pria itu sedikit frustasi belakangan ini. Selain lelah karena bekerja dan melakukan serangkaian latihan untuk konser EXO THE LOST PLANET yang telah terjadwal akan digelar di beberapa negara, berita tentang Kris terus saja bermunculan dan sejujurnya itu sangat mengganggu. Berkali-kali Suho berusaha untuk tidak peduli lagi pada pria itu. Tapi walau bagaimanapun, Kris pernah menjadi bagian dari keluarga ini. Kris pernah ikut meramaikan celotehan-celotehan yang tercipta setiap makan malam di dorm bersama-sama, seseorang yang selalu mendengarkan segala keluh kesahnya di atap dorm sambil menyesap kopi hangat, sama-sama memarahi Baekhyun dan Chanyeol yang sering berteriak-teriak sampai larut malam karena sebuah video game.

Tak peduli tapi rindu setengah mati.

Ah, Suho bingung. Tubuhnya sudah terlalu lelah bekerja dan hatinya terlalu rindu pada partnernya yang satu itu. Ia butuh refreshing. Ia butuh udara segar.

Akhirnya Suho bangkit dari tempat tidur dan berganti baju menjadi lebih santai. Memakai celana training panjang warna abu-abu dan kaos oblong hitam bertuliskan I’M FAB, hadiah dari Kris waktu ulang tahunnya setahun yang lalu. Dirangkap oleh hoodie abu-abu yang di belinya beberapa hari yang lalu.

“Hyung mau kemana?” Tanya Sehun ketika member paling muda itu mendapatinya berjalan menuju pintu keluar.

“Jalan-jalan.” Ujarnya sambil menoleh pada Sehun sekilas. “Sendirian.”

Mendengar itu Sehun langsung mendelik sebal karena belum sempat bertanya apakah ia boleh ikut atau tidak, Suho sudah mengatakan bahwa ia ingin pergi sendirian. Akhirnya Sehun berbalik meninggalkan Suho sambil mendengus sebal dan pergi ke ruang TV sambil menghentak-hentakkan kaki.

Semilir angin yang sejuk langsung membelai wajah Suho begitu ia melangkahkan kakinya keluar dorm. Memang hari mendung sejak pagi, tapi tidak ada tanda-tanda akan turun hujan.

Suho melangkahkan kakinya tak tentu arah. Ia hanya ingin membawa dirinya bersantai, menikmati angin malam yang sejak tadi menerpa wajahnya dan memberikan sedikit kesegaran untuk dirinya yang sedang penat setengah mati.

Sudah lama sekali ia tak pernah jalan-jalan sendirian seperti ini. Terakhir kali ia keluar malam untuk jalan-jalan adalah ketika shooting EXO Showtime episode dua, itupun bersama Kai. Tapi kali ini ia benar-benar sendirian. Tidak ada orang lain yang berjalan sejajar dengan langkahnya. Hanya ada beberapa orang yang berpapasan dengannya dan untungnya tidak banyak yang mengenalinya malam itu. Dirinya aman dari sinar blitz kamera malam ini.

Ketika ia sedang menyusuri sebuah jalan setapak di dekat lapangan olahraga, seseorang datang dan berjalan di samping kanannya. Langkah orang itu seirama dengan langkahnya. Suho melirik sepatu orang yang berjalan di sampingnya itu. Samar-samar terlihat warnanya merah dan bersih mengkilap. Keningnya berkerut, berusaha mengingat seolah sepatu itu sangat familiar di matanya.

“Sendirian?” Sapa orang itu. Suaranya terdengar berat dan serak.

Suho tersentak dan menghentikan langkahnya. Laki-laki itupun melakukan hal yang sama. Perlahan Suho mendongak untuk memastikan bahwa suara yang baru saja terdengar olehnya adalah suara orang yang saat ini sedang memenuhi pikirannya. Dan benar saja.

Kris berdiri menjulang tinggi di sampingnya. Terukir sebuah senyuman hangat di wajah pria itu. Penampilannya persis sama ketika terakhir kali mereka mengobrol –atau mungkin hanya halusinasi- di atap dorm satu bulan yang lalu.

“Hai, Suho. Kita berjumpa lagi.” Sapa Kris sambil mengangkat sebelah tangannya ke udara.

Suho menatapnya lama. Mencoba mencari sinar mata pria itu, menyusuri setiap lekukan wajah yang selama ini ia rindukan. Hingga akhirnya,

“Hai, Kris. Senang berjumpa lagi.”

*****

                “Selamat atas kesuksesan konser kalian. Aku turut berbahagia. Dan… maafkan aku.” Ujar Kris sambil meminum bir yang baru saja di belinya di sebuah supermarket terdekat.

Suho mengangguk pelan sambil menoleh sekilas. “Terima kasih.”

Angin kembali bertiup lembut seolah tak bosan membelai wajah kedua leader EXO yang sedang duduk di pinggir lapangan olah raga sambil minum bir.

“Kau baik-baik saja?” Kali ini Suho angkat bicara duluan.

Kris mengangguk pelan. “Yes. I’m fine. Why?

“Banyak berita yang mengatakan kalau kau sakit myocardiac.”

Pria jangkung itu lantas terkekeh pelan. “Arra. Banyak sekali rumor tentang diriku yang mengganggumu, ya? Maafkan aku. Tapi semua itu tidak benar. Aku sungguh baik-baik saja. Percayalah.”

“Baguslah. Aku bersyukur atas itu.”

“Memangnya manager hyung tidak memberitahumu?”

Suho menggeleng pelan dan menoleh pada Kris. “Tidak ada yang berbicara tentang dirimu selama satu bulan terakhir.”

Senyuman yang sejak tadi menghiasi wajah Kris mendadak lenyap. Ekspresi wajahnya kembali datar seperti semula. “Begitu.”

“Mereka telah menganggapmu benar-benar tidak ada, Kris. Mereka sudah menganggap dirimu pergi. Sepenuhnya dari agensi.” Tutur Suho. “Selama satu bulan kepergianmu, tak pernah ada sepatah katapun yang menyinggung tentang dirimu. Mereka hanya menanggapi isu-isu tentangmu dengan anggukan atau gelengan kepala.”

Kris tersenyum kecut, “Begitu juga denganmu?”

A…ani, maksudku, tidak juga.”

Kris terkekeh pelan. “Akui saja, Suho. Tidak apa-apa. Tidak ada media di sini. Hanya kita berdua.”

Suho menatap Kris tanpa berkedip. Pria itu lantas meletakkan botol birnya dan merubah posisi duduknya menghadap ke Kris.

Geure. Neon geure. Aku juga hampir saja benar-benar akan melupakanmu selamanya, Wu Yifan! Kau brengsek!”

“Ya. Aku memang orang yang brengsek.”

Yes, YOU ARE! Kau teramat brengsek sampai melakukan aksi kabur-kaburan seminggu sebelum konser. Kau tahu betapa kami bekerja keras untuk kembali menata koreo dan formasi dengan sebelas orang? Betapa kami harus berusaha sekuat tenaga untuk menulikan diri kami sendiri karena komentar buruk dari fans dan netizen? Kau tahu betapa kami harus benar-benar melupakan apa yang di sebut dengan tidur dan istirahat yang cukup? Apakah kau tahu semua itu?!” Suho memekik tertahan, menumpahkan segala kekesalannya pada Kris. Semua hal yang selalu ingin ia katakan kini terungkap sudah. Di hadapan orang yang benar-benar ia rindukan, ia memaki pria itu habis-habisan.

“Kau…. tahu betapa kami merasa terkhianati, Kris?”

Kris menoleh pada Suho yang terengah-engah di samping kirinya dengan tatapan datar, tanpa berkata apapun.

“Kau bukan seorang pengkhianat kan, Kris? Katakan padaku kalau kau bukan seorang pengkhianat. Katakan padaku kalau kau akan selalu menjadi bagian dari EXO. Katakan, Kris! Katakan!”

“Ya.” Sebuah jawaban pendek keluar dari mulut Kris satu detik setelah Suho memintanya berkata bahwa ia bukan seorang pengkhianat.

“Ya?”

“Aku… pengkhianat sekarang.”

Suho terdiam.

“Dunia ini berputar. Sama seperti hidup. Segala sesuatu yang ada di bumi ini sudah punya jodohnya masing-masing. Dulu kita bertemu, dan mungkin sekaranglah waktunya kita untuk berpisah. Kita dulu pernah hidup bersama-sama, tapi kenyataan berkata lain. Ia berkata bahwa aku, harus menjadi seorang pengkhianat bagi kalian semua. Hidup sendiri, terpisah dari koloninya. Sekuat apapun aku berusaha untuk kembali, itu adalah hal yang sangat sulit. Kalaupun berhasil, segalanya tidak akan pernah sama lagi. Orang-orang sudah menerima EXO dengan sebelas member. Orang-orang sudah rela dengan EXO yang kehilangan satu member dengan cara paling bodoh sedunia, melakukan aksi kabur-kaburan tidak jelas dan tiba-tiba muncul isu bahwa aku menggugat agensi. Tapi itulah kenyataannya, Suho. Aku tidak bisa berbuat apa-apa sekarang. Everything has changed.”

“Kita belum tahu kalau kita belum berusaha, Kris. Mungkin akan ada jalan yang lebih mudah untukmu kembali ke EXO. Mungkin luar sana ad-“

“Memang selalu ada jalan untukku kembali, Suho. Tapi apakah kalian pernah berpikir akan jadi apa EXO ketika aku kembali? Kau benar. Di luar sana banyak sekali jalan yang masih terbuka lebar untukku kembali ke EXO, tapi buat apa kau kembali pada hal yang jelas-jelas tidak membuatmu bahagia? Inilah caraku untuk berbahagia, Suho. Kembali ke dalam agensi sama dengan bunuh diri perlahan. Aku tidak kuat. Aku tidak sanggup!”

Kris menghela napas panjang dan meneguk birnya dengan cepat.

“Kau bahagia tanpa kami?”

“Tentu saja tidak. Maksudku, tidak begitu.”

“Lalu apa yang membuatmu merasa bahagia hidup di luar kolonimu? Kau sendirian di luar sana, terduduk sendiri di peluk sepi. Kau tidak merindukan kami semua?”

Suho bertanya dengan suara bergetar. Emosinya sudah mulai meleleh. Perlahan pipinya terasa panas dan cairan bening menetes tanpa bisa di cegah.

“Aku rindu kalian semua. Sangat rindu. Tapi ketika melihat kalian bisa sukses menggelar konser, tersenyum ceria bersama para fans, melihat kalian sehat dan bisa beristirahat, itulah yang membuatku selalu merasa bahagia. Walaupun sendiri, aku merasa kalian selalu berada di sampingku. Tak peduli sejauh apa jarak memisahkan kita, kalian akan selalu menjadi yang terbaik untukku. Tahun-tahun yang pernah kita lalui bersama bukanlah waktu yang sebentar, bukan? Itulah salah satu hal yang membuatku selalu merasa bahagia, Suho.”

Kris menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan. Keduanya terdiam setelah itu. Tidak ada yang mengeluarkan sepatah katapun. Keduanya sibuk dengan pikirannya masing-masing.

“Maafkan aku, Suho. I’ve broken our promise.” Ujar Kris akhirnya memecahkan keheningan yang sudah tercipta selama sepuluh menit itu.

“Aku merusak kalimat ‘We Are One’ yang selalu kita ucapkan tiap kali berdiri di atas panggung. Di saat senang dan susah, di kalah gundah dan bahagia. Aku merusak kalimat ‘EXO Saranghaja’ yang selalu kita ucapkan untuk membakar semangat ketika akan tampil di panggung. Ketika shooting EXO Showtime episode terakhir, di winter sea…. segalanya. Maafkan aku.”

Suho menoleh pada Kris dan mendapati lelaki itu sedang tertunduk lesu. Bahunya berguncang dan terdengar suara isakan pelan. Kris menangis.

“Jika ada penobatan orang paling bodoh sedunia, mungkin aku akan jadi salah satu kandidatnya atau bahkan memenangkan penghargaan itu. Bodoh karena aku berani meninggalkan sebuah keluarga hebat seperti kalian. Bodoh sampai aku rela hidup memisahkan diri, pergi dari agensi padahal ada keluarga kecilku yang selalu setia menungguku untuk pulang ke rumah.”

Perlahan Kris mendongak dan menoleh pada Suho. Pria itu menatap Suho lurus-lurus. Bibirnya bergetar menahan tangis agar tidak pecah. Rambut blondenya terlihat berantakan. Kini tubuh jenjang itu terlihat lebih kurus. Lengannya terlihat lebih kecil, matanya terlihat lebih cekung dan wajahnya lebih tirus di banding ketika terakhir kali Suho melihatnya setelah comeback showcase di Shanghai.

“Jadilah guardian angel untuk mereka semua, Suho. Kau tidak bisa lagi percaya padaku. Kalau aku berkata bahwa aku akan kembali suatu hari, anggap saja itu adalah sebuah omong kosong. Jangan terlalu sering melihat berita-berita tentang diriku, kalau itu ternyata mengganggu pekerjaan kalian. Jangan membaca komentar haters, jangan pernah makan sendirian. Ajak Baekhyun atau Chanyeol untuk menemanimu makan malam. Kalau dorm sedang sepi, jangan terlalu lama berdiri di atas dorm dengan pakaian tipis. Sungguh, sekarang ini hanya kau lah satu-satunya orang yang bisa di percaya.”

Kris menghapus air mata yang membanjiri pipinya dengan punggung tangan. Gerakannya cepat dan terlihat sangat frustasi.

“Dan satu hal. Berbahagialah.”

Suho mengerjap beberapa kali mendengar pernuturan Kris yang panjang lebar. Kawannya ini benar-benar sedang tertekan. Banyak orang yang menghujatnya habis-habisan, menyebutnya sebagai pengkhianat dan terlebih lagi ia menghadapi ini semua sendirian. Sungguh beruntung Suho. Masih ada member-member lain yang berdiri di belakangnya. Siap menahan tubuhnya kapan saja kalau-kalau ia merasa akan roboh. Namun ia sungguh kagum pada sahabatnya yang satu ini. Ia masih terus bangkit dan maju untuk membuktikan bahwa ia bisa walau sendirian. Ia bisa berdiri, bertopang pada kakinya sendiri. Meraih bintang dengan tangannya sendiri dan hidup bahagia. Benar-benar bahagia tanpa ada tekanan tersembunyi yang tidak pernah di ketahui fans.

Geure.” Ucap Suho pelan.

Kris menoleh pada Suho dan mengerjapkan matanya satu kali.

“Aku akan berbahagia. Aku tidak akan membaca komentar haters, aku akan selalu makan malam bersama para member. Aku juga tidak akan cemas menunggu kapan kau akan pulang. Aku tidak akan peduli pada perkataanmu kalau suatu hari kau akan kembali ke EXO. Aku akan menjadi guardian angel untuk mereka semua. Aku akan mengajak Chen atau Xiumin untuk menemaniku mengobrol di atap dorm. Aku akan melakukannya, Kris. Akan aku lakukan.”

Mendengar itu Kris tersenyum tipis sambil mengangguk pelan.

“Dengan satu hal.” Tambah Suho. Ternyata ucapannya belum sepenuhnya selesai.

“Apa?”

“Kau.”

“Aku?”

“Kau harus berjanji padaku.”

“Promise what?”

“Be a big star.”

Kris mengerutkan keningnya tanda tidak mengerti akan perkataan Suho.

Suho menarik napas panjang dan mengalihkan pandangannya. Kini ia menatap ke arah lapangan olahraga yang sepi dan hanya di terangi oleh tiang-tiang lampu yang memendarkan cahaya remang-remang.

“Jadiah seorang bintang di luar sana. Mungkin suatu hari nanti semua orang hanya akan percaya bahwa EXO hanya terdiri dari sebelas orang. EXO OT12 akan terkenang sebagai ‘the 12 wolves that they used to know’. Fans-fans baru tidak akan pernah mengenal bahwa pada tanggal 8 April 2012 EXO debut dengan duabelas member, 4 orang dari China, dan 8 orang dari Korea. Di Wikipedia mungkin akan tertulis namamu, Wu Yifan as know as Kris di past list agensi ini. Orang-orang tidak akan pernah lagi meneriakkan nama ‘Wuyifan’ dalam fanchant mereka ketika kami perform, atau mungkin orang-orang akan banyak bertanya, ‘siapa Kris? Siapa Wuyifan.’ Tapi kau harus yakin bahwa aku, dan semua member akan selalu mengingat dirimu. Bagaimana kami mengenal seorang Wu Yifan sebagai leader EXO-M yang berkharisma. Seorang leader yang sangat tertarik pada karakter angry bird.

Kris, aku percaya kau bisa bersinar di luar sana. Tak peduli apapun pekerjaanmu setelah ini, yang pasti tetaplah menjadi seorang Kris yang selalu kami kenal. Yang selalu kagum melihat silver ocean dan menyebutnya sebagai galaxy. Kami menyayangimu, semua fans menyayangimu. Kini ku relakan kau untuk pergi. Berlarilah menuju tak terbatas, Kris. Aku tahu kau pasti bisa. Dan kalau suatu hari nanti kau merindukan kami, ingatlah walaupun pintu agensi ini sudah tertutup rapat untukmu, tapi tidak dengan pintu dorm kami. Datanglah ke dorm. Sapa semua member yang sama-sama rindu padamu. Mari kembali bertukar pikiran di malam yang dingin, di atap dorm dengan secangkir kopi.”

Kris menatap Suho penuh haru. Air matanya yang telah kering kini menetes lagi menuruni pipinya. Pria jangkung itu mengangguk-angguk sambil tersenyum kecil. Suho tidak pernah berubah sejak dulu. Ia selalu bisa membuat sebuah keputusan paling bijaksana.

“Terima kasih, Suho. Terima kasih.” Ujar Kris sambil menepuk pundak Suho dan meremasnya pelan.

Suho menoleh pada Kris dengan seulas senyum dan merangkul bahu Kris hangat. “Sama-sama.”

*****

                “Jadi kudengar Baekhyun sudah punya pacar sekarang. Apakah itu benar?”

Suho mengangguk tegas. “Hubungannya selama ini akhirnya terungkap juga.” Jawabnya.

Kris terkekeh pelan sambil bertepuk tangan. “Wow that guy is really good. Baekhyun-ie neomu daebakkida. Jadi siapa yang ia kencani?”

Uri sonbae. Taeyeon noona.”

Mata Kris langsung tebelalak dan mulutnya membentuk huruf O. “Jinjja?

“Hm.”

“Dream comes true.”

“Begitulah.”

Kris menoleh pada Suho sambil tersenyum jahil. “Lalu kau sendiri kapan?”

Di tanya begitu Suho langsung tertawa. Ia tidak pernah menyangka akan di singgung perihal wanita oleh kawannya ini.

“Na?”

“Geure. Neon.”

Na molla.” Jawab Suho malu-malu di tengah tawanya.

Tawa Kris langsung meledak di udara. “Aigooo, uri leader ini kalah oleh donsaengnya sendiri.”

“Aish, geumanhae! Aku juga tidak tahu kenapa hubungannya bisa ketahuan. Anak itu benar-benar mengalami pubertas terlalu dini. Ia bahkan melanggar janjinya sendiri. Kau ingat dia pernah berkata bahwa ia tidak akan mengencani siapapun sebelum umurnya 35 tahun? Ck, sekarang kau lihatlah manusia berisik itu. Beritanya dimana-mana. Sekarang bukan hanya karena kasusmu saja fans marah-marah, Baekhyun menambah runyam semuanya.” Suho menggerutu sambil bersungut-sungut saking kesalnya.

Kris hanya terkekeh sambil memerhatikan Suho dan sesekali menepuk pundaknya.

You know actually dating is better than leaving.” Kata Kris setelah Suho selesai menggerutu.

Yes, that’s right. Dating is better than leav- mwoya? Hey tidak ada yang lebih bagus diantara keduanya! Neo jinjja pabo!”

Suho sudah siap melayangkan tangannya untuk menjitak Kris tapi lelaki itu dengan cepat menghindar sehingga terselamatkan dari hantaman tangan Suho yang terkenal sadis diantara para member.

“Oke, aku hanya bercanda. Sawrry, sawrry. Mianhae.” Ujar Kris dengan suara imut yang di buat-buat. Sedikit menjijikkan.

“Sekarang kau terdengar lebih mirip Cheon Song Yi ketimbang leader EXO-M yang berkharisma.” Cibir Suho sambil mendelik sebal.

Kris tidak bisa menahan tawanya lagi. Suho sangat lucu jika sedang kesal. Dan Kris sangat suka menjahili Suho ketika sedang kesal. Sungguh masih saja terpikir olehnya untuk menghancurkan suasana hati Suho yang sudah retak sejak awal. Menyenangkan memang, tapi pada akhirnya jitakan Suho selalu mendarat dengan mulus di kepalanya atau Suho yang selalu menganggap lengannya ini sebagai samsak tinju.

“Sudah sangat larut. Kau tidak pulang?” Tanya Kris setelah tawanya benar-benar reda.

Suho menggeleng. “Aku sedang ingin refreshing. Kau sendiri?”

“Aku akan pulang, sekarang.” Ujar Kris.

Suho menoleh padanya sambil mengerjapkan mata. “Jigeumyo?”

Kris mengangguk pelan seraya berdiri dari posisi duduknya. “I’m leaving now, Kim Suho.”

Suho kemudian melakukan hal yang sama dan berdiri di hadapan Kris. Ia lalu merentangkan tangannya dan memeluk Kris hangat.

“Ah, aku akan selalu merindukan saat-saat aku bisa memelukmu seperti ini, Kris.”

Kris hanya tersenyum di dalam pelukan Suho sambil mengangguk pelan. “Aku akan selalu merindukan Kim Suho yang bijaksana dan tampan.”

Suho terdiam. Tangannya tak henti menepuk-nepuk pundak Kris dan menarik napas panjang berkali-kali. Kini saatnya ia benar-benar merelakan kawannya untuk pergi. Menghilang dari pandangan mata, membiarkannya terbang bebas menuju dunianya yang tak berbatas. Ia seperti induk burung yang sedang berusaha merelakan anaknya untuk menghadapi alam bebas.

Kini Kris akan pergi sendirian. Ia akan melangkah dengan kakinya sendiri. Tak lagi sejajar dengan kakinya ataupun kaki member EXO yang lain. Ia sudah memilih berbelok di sebuah tikungan untuk mencari jalannya sendiri di tengah sebuah jalan yang besar yang sedang di laluinya bersama-sama EXO.

Hidup adalah sesuatu yang tidak akan pernah terduga. Segalanya dapat terjadi dengan tiba-tiba tanpa bisa di prediksi. Hidup mungkin akan membuat kita jatuh dan terjerembap, tapi kita bisa memilih apakah kita hanya akan pasrah, atau terus bangkit. Dan Kris akan membuktikannya. Suho percaya, sebentar lagi hidup akan kembali merubah Kris. Dan Suho menunggu.

“Take care, Kris.” Bisik Suho sambil melepaskan pelukannya. “I will always stay here.”

Kris tersenyum lembut. “And so do I.”

Kris mundur satu langkah menjauhi Suho. Sebelah tangannya di angkat ke udara untuk melambai pada Suho.

“Hasta manana, Kim Suho. I will always stay here.”

Setelah berkata begitu, Kris membalikkan badannya dan melangkah pergi. Lelaki itu memakai kupluk jaketnya dan berjalan lurus ke depan tanpa sesekali menoleh kembali ke belakang. Punggung berbalut hoodie hitam itu kini pergi menjauh di kegelapan malam. Berjalan untuk menemukan kebahagiannya sendiri. Jalan hidup yang akan ia tempuh dengan kakinya sendiri.

Hasta Manana, Wu Yifan. Just come home whenever you miss EXO. Hasta manana.

*****

                Baekhyun berjalan sendirian sambil tertawa pelan memerhatikan ponselnya. Taeyeon baru saja mengiriminya sebuah pesan agar berhati-hati di jalan. Baekhyun memang pulang sangat terlambat malam ini. Alasannya ingin kencan dengan pacar yang sudah ia sembunyikan selama empat bulan.

Tiba-tiba saat ia mengalihkan pandangannya dari ponsel, matanya mendapati sosok Suho sedang berdiri mematung di pinggir lapangan olahraga. Baekhyun mengerutkan keningnya, menerka-nerka apa yang sedang di lakukan Suho di tengah malam seperti ini, sendirian.

Dengan lantang Baekhyun segera berteriak memanggil leadernya itu. “Suho hyung!!!”

Yang di panggil segera menoleh dan terbelalak melihat Baekhyun yang sedang berlari-lari kecil seperti anak perempuan menghampirinya. Tangan kanannya memegang ponsel yang memendarkan cahaya terang.

“Oh, Baekhyun.” Sapa Suho.

“Hyung, yeogiseo mwo haneungoya?

Na? Tadi baru saja mengobrol dengan Kris.”

Baekhyun langsung terbelakak kaget mendengar nama Kris di sebut. “Kris hyung? Jinjjayo? Geureso, geu sarami eodiseo?”

“Itu dia baru saja per- Kris?”

“Mana hyung?”

Suho menoleh ke jalan yang di lalui Kris barusan. Waktu belum berselang terlalu lama, hanya selang setengah menit semenjak Kris berbalik pergi dan Baekhyun memanggilnya. Kris juga bukan seorang pejalan kaki yang cepat. Suho yakin punggung Kris belum sepenuhnya menghilang di telan malam. Lagipula banyak tiang lampu jalan yang menyala, pastilah tubuh jenjangnya masih bisa terlihat.

Tapi ketika ia menoleh, sosoknya sudah tidak ada. Jalanan itu sepi. Hanya ada rumput-rumput hijau yang bergoyang tertiup angin. Kris sudah tidak terlihat. Suho mengerutkan keningnya lalu celingukan kesana-kemari mencari sosok Kris. Ia kemudian berjalan beberapa meter untuk menemukan sosok Kris, tapi hasilnya nihil. Kris sudah benar-benar hilang.

“Tadi dia baru saja pergi. Hanya beberapa detik sebelum kau memanggilku.” Ujar Suho pada Baekhyun yang sejak tadi menatapnya dengan tatapan khawatir.

“Ei, jeongmalyo?

“Aish, kenapa kau tidak percaya pada leadermu ini ha?! Baru saja ia mengobrol denganku di sini.”

Baekhyun mengikuti arah telunjuk Suho ke salah satu undakan tangga di pinggir lapangan. Ia menemukan beberapa kaleng bir yang masih terbuka.

“Kau minum, hyung?”

“Yang banyak minum itu Kris. Aku hanya meneguk satu kaleng. Kau tahu sendiri kan kalau aku bukan seorang yang kuat minum.”

Baekhyun semakin tidak mengerti kemana arah pembicaraan Suho. Jelas-jelas hanya ada satu kaleng minuman disitu. Dan barusan Suho berkata bahwa ia hanya minum satu kaleng.

“Banyak bagaimana, hyung? Aku hanya melihat satu kaleng. Jelaslah kau yang minum.”

Suho yang sedari tadi masih saja celingukan langsung menoleh pada hal yang dari tadi di bicarakan Baekhyun. Dan benar saja. Hanya ada satu kaleng bir yang terbuka di undakan tangga. Dan letaknya masih sama seperti terakhir kali Suho menaruhnya.

“Tapi tadi-“

“Sudahlah hyung, mungkin kau lelah. Mari kita pulang.” Ajak Baekhyun.

“Baekhyun, dengar. Aku benar-benar bertemu dengannya. Barusan. Dan aku baru saja memeluknya. Ia mengucapkan salam terakhirnya untukku. Baek, sungguh. Aku tidak sedang berbohong. Semuanya nyata. Kris, kaleng bir, dan segalanya. Semuanya nyata, Baek!” Suho memekik pelan sambil menunjuk-nunjuk tempatnya tadi duduk dan mengobrol bersama Kris.

Baekhyun hanya menatap kakaknya dengan haru. Baekhyun tahu bahwa Suho sangat merindukan Kris yang sudah menghilang tanpa kabar selama satu bulan ini. Di tambah dengan segudang aktifitas yang membuatnya harus menguras tenaga yang banyak, belum lagi sekarang. Hubungannya dengan leader SNSD terungkap oleh media. Banyak fans yang kecewa dan berkomentar tidak baik dimana-mana, jelaslah Suho akan sangat merasa frustasi. Mungkin kalau ia ada di posisi Suho, ia sudah berakhir di sebuah ruangan isolasi, berbataskan jeruji besi di sebuah rumah sakit jiwa.

Baekhyun akhirnya menghela napas panjang. Ia menyentuh pundak Suho dengan lembut dan meremasnya pelan.

“Aku percaya, hyung. Aku percaya. Jadi, apa yang kau obrolkan bersama Kris barusan?”

Suho menatap Baekhyun dengan sendu. Ia menelan ludah pahit.

“Kami hanya bertukar pikiran seperti biasa. Dan ia mengucapkan salam terakhirnya untuk kita semua.”

“Lalu apa isi salamnya itu?”

Suho menghela napas panjang kemudian berkata, “Hasta manana. He will always stay here.”

Senyum Baekhyun langsung terkembang. Senyum simpati yang mungkin sangat Suho butuhkan saat ini. Dukungan moral dan kobaran semangat yang sedang di butuhkan Suho untuk kembali berdiri, berpijak dengan tegap dan menghadapi kenyataan bahwa Kris belum kembali ke Korea.

“Begitukah? And also we will always stay here.” Ujar Baekhyun lembut.

Suho hanya mengangguk dan tersenyum kecil.

“Hyung, ini sudah sangat larut. Mari pulang.” Ajak Baekhyun sambil merangkul pundak leadernya itu hangat.

Suho hanya mengangguk pelan dan menurut pada ajakan Baekhyun.

Suasana sendu yang sempat tercipta itu langsung berubah ceria ketika Baekhyun mulai bercerita tentang kencannya bersama Taeyeon malam itu.

“Hyung, kau tau tidak Taeyeon noona baru saja memasak untukku! Dia memasak kimbap yang sangat lezat! Bentuknya pun lucu-lucu, ada bentuk hati, bentuk bulat, dan lain-lain. Ah, sungguh ini malam yang sangat membahagiakan untukku, hyung! Ayo hyung, kau sendiri kapan punya kekasih sepertiku? Aku yakin, hidupmu akan lebih berwarna kalau kau memiliki kekasih. Apalagi…..”

Baekhyun menggantungkan ucapannya dan melirik pada Suho sambil mengulum senyum.

“Apalagi?”

Baekhyun kemudian berhenti melangkah dan mendekatkan bibirnya pada telinga Suho, ia pun berbisik disana.

“Ketika kau mendapatkan ciuman pertamanya.”

Mendengar itu Suho langsung menjitak Baekhyun dengan sangat keras. Cengiran Baekhyun yang tadinya terlukis lebar-lebar di bibirnya pun langsung digantikan dengan cengiran kesakitan. Mendengar Baekhyun berkata begitu ia mendadak kesal. Sama seperti para fans yang sedang menghujaninya dengan kata-kata penyesalan dan amarah yang membara.

“YA! Kau ini masih kecil!! Baru 22 tahun dan sudah berani berbicara seperti itu?! Kau ini idol!! Segala tingkah lakumu di sorot kamera!! Apa kau tidak sadar ada berapa juta fans yang sedang marah dan merasa kecewa padamu saat ini, ha?! Kau ini bodoh atau bagaimana?!”

Baekhyun yang masih meringis kesakitan hanya bisa terdiam.

“Neomu argh jinjja! Baek dengarkan aku. Kasus Kris belum selesai dan sekarang hubunganmu dengan idolamu yang sempurna itu terungkap, tidakkah kau tahu bertapa beratnya pundakku untuk menerima semua ini?! Haish! Kau ini benar-benar!”

Suho benar-benar memarahi Baekhyun kali ini.

“Tapi hyung-“

“Tapi, tapi! Baek, tolong jangan sampai kau berbuat yang ………….”

Ocehan Suho terus berlanjut selama perjalanan pulang ke dorm. Sebenarnya Baekhyun berniat baik, mau menghibur Suho dengan cara menceritakan kesan kencannya malam ini. Tapi Baekhyun bisa apa? Ia bercerita di saat yang tidak tepat. Ia tidak bisa membaca kondisi kalau Suho sedang benar-benar stress malam ini. Dan akhirnya, mau tidak mau Baekhyun harus menerima akibatnya.

Tinju yang mendarat di lengannya berkali-kali serta serangkaian ocehan Suho yang panjang lebar harus terpaksa masuk ke dalam rongga telinganya, menggantikan kata-kata manis yang baru saja Taeyeon ucapkan padanya beberapa waktu lalu.

Ponselnya pun tidak di perhatikannya lagi. Padahal Taeyeon baru saja mengiriminya sebuah pesan yang katanya,

“Baekhyun-ie, jangan bercerita pada siapapun ya, tentang kencan kita malam ini. Selamat malam, nae saranghaneun Baekhyun.”

*****

                Semilir angin malam bertiup lembut begitu Baekhyun dan Suho meninggalkan lapangan olahraga.

Kaleng bekas bir yang masih terbuka itupun tertiup angin dan terjatuh entah kemana.

Samar-samar tercium bau harum bunga yang mekar di musim semi. Rumput-rumput bergoyang seirama dengan hembusan angin malam. Dedaunan mengeluarkan suara gemerisik lembut.

Ada bulir-bulir bunga dendalion yang terbang bersama hembusan angin. Warnanya putih, dan terlihat sangat ringan. Ia terbang, bebas, sendiri-sendiri.

Bunga-bunga itu terbang mengikuti kemana arah angin bertiup. Tanpa menolak, bunga-bunga itu terbang tinggi ke langit malam yang gelap. Melewati setiap celah-celah kecil rerumputan, melewati undakan tangga tempat Suho mengobrol bersama Kris tadi, hingga akhirnya ia terbang tinggi, menyebar ke segala arah di bawah langit malam tak berbintang.

Sang dendalion kini lepas. Bebas memilih jalannya sendiri. Tak peduli apakah ia akan bisa bertahan atau malah akan berakhir di suatu tempat yang buruk. Ia hanya ingin bebas.

Dan satu hal yang ditinggalkannya. Untuk kawan-kawannya yang belum bisa bebas tertiup angin.

Hasta manana. Hoping we can meet in one place, one day.

 

-FIN-

Cerita ini hanya fiksi belaka. Hasil dari bola kusut plot yang sebenarnya sudah ada sejak tanggal 27 Mei lalu. 
Tapi karena ada beberapa hal yang membuat patah hati, cerita ini baru bisa jadi hari ini. 
Well, siapa yang kangen Kris hayoo? *saya saya!* 
Oke, pasti semua orang kangen Kris. 
Tapi kayaknya sebelum kasus Kris selesai, uri caBaek udah bikin berita baru, tuh-_-
Ya ampun, sebenernya aku sebagai CHANBAEK STAN gariskeras belum bisa terima sama kabar si cabe itu-_- 
Mau bagaimana pun, mari kita ucapkan SELAMAT ULANG TAHUN YANG KE-35 BAEKHYUN!
CIE UDAH PUNYA PACAR!!!! 
Kadang suka ngerasa capek guys, kalo gini terus. Kedengerannya emang lebay, tapi gimana ya?
HA HA HA gilak baru kali ini aku pengen banget jadi PERUSAK HUBUNGAN ORANG. 
HA HA HA. 
Okelah guys, apapun yang terjadi sama idol-idol kita sekarang, intinya
we have our own life. Kita juga harus bisa kayak mereka. 
Dating someone, hangout with friends or anything. 
Sekali lagi ini cuma cerita belaka, NO BASHING bagi yang ngestan banget baekyeon.
Orang kan beda-beda ya guys, hehehe. 

Oya buat pengetahuan aja, Hasta Manana itu artinya ‘See You Tomorrow’ di ambil dari
sebuah lagunya Spice Girls yang judulnya Viva Forever dan Hasta Manana itu bahasa Spanyol. 
Semoga ceritanya menghibur!
Kritik dan saran yang membangun di kotak komentar sangat ditunggu:) 

Happy reading! xoxo.

Advertisements

41 responses to “[Oneshot] Hasta Manana

  1. Aku kira td judulnya tuh Hakuna Matata -_- hahahaa

    Sama thor blum bisa nerima berita itu dengan dada selapang-lapangnya… padahal member exo masih banyak lagi ya -_-a

    Good ff ^^ /thumbs up/

  2. maaf baru comment sekarang thor.. entah kenapa setelah satu bulan bisa nerima keadaan kris sekarang jadi nangis lagi kan…
    apa sih thor yang nggak diceritain sama manajernya tentang kris??
    huaaaaah.. kalo jadi suho entah apa yang mau gue lakuin..
    buat baekhyun sebenernya gue jadi kasihan sama dia. bukan apa-apa sih, tapi berita ini gue rasa bikin baekhyun berada di posisi yang nggak mengenakkan. dia di bash habis-habisan sama fansnya sendiri.. gue kasihan sama dia 😥
    semoga kedepannya mereka mendapatkan yang terbaik buat mereka..

    • yang gak di ceritain manager kris adalah…. coba tanyakan pada semilir angin musim semi yang berhembus barusan (?) hahaha

      kalo aku jadi suho… aku mau… bakar pabrik oreo hahaha :))

      thanks sudah baca 🙂

  3. nyesek di dalem, hiks T.T
    terharu puuoolll..
    keren banget kamu authornya ;’) semangat nulis terus yaa

  4. jadi makin kangen Kris….
    sedih banget pas suho nyeloteh marah-marahin Kris.
    ungkapana hati kris pengen bebas dan bahagia juga begitu menyayat hati (?)

    Aq iklas ko Kris, klo qm memang bahagia dengan jln kamu sekarang 😥

    talking-talking, hasta manana itu artinya ap?

    • Hasta Manana itu artinya See You Tomorrow, diambil dari bahasa Spanyol 🙂 Thanks sudah baca!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s