The Superpowers [Episode 5] : The Ajusshis Fight

Superpower_baru

Title : The Superpowers Part 5 : The Ajusshis Fight
Author & Artwork : Songrieunnike
Rating : PG 15
Genre : Mystery, Adventure, Action
Length : Series (5/9) *mungkin* 😛
Cast :
[All Running Man Member]
Kim Jong kook
Song Ji Hyo
Gary
Haha (Ha Dong Hoon)
Yoo Jae Suk
Ji Suk Jin
Lee Gwang Soo
[Other Cast]
*ada deh :P*

Disclaimer :
Cerita ini terinspirasi dari beberapa cerita yang udah terkenal dan juga terinspirasi dari episode2 yang ada di dalam variety Show Running Man. Karakter2 yang ada di sini juga hanya berdasarkan karakter yang dapat di tangkap oleh imajinasi author. Terkecuali tokoh2 antagonis di sini. Kalo tokoh2 antagonis, aku cuma ngarang sendiri. :P. Jadi, jika banyak hal yang tidak memuaskan, harap dimaafkan. 🙂
Attention : Setelah membaca, harap JANGAN lupa meninggalkan comment di kolom komentar. Dan jika reader merasa senang dan puas akan fanfic ini, harap menekan button “like”… 😀 FANFIC INI TIDAK DIPERUNTUKKAN KEPADA SILENT READER…

[Episode 1] [Episode 2]

[Episode 3 : Gary Special Edition]

[Episode 4 : Death Note and Sixth Sense]

Part Sebelumnya

Kim Jong Kook P.o.V

“Gwangsoo-ya!!!” kataku sambil berlari ke arah Gwangsoo. Aku melihat keadaan Gwangsoo yang sangat memprihatinkan. Wajahnya sangat pucat dan terdapat lingkaran hitam di bawah matanya, dan juga hidungnya mengeluarkan darah.

“Gwangsoo-ya!! Irona! (Bangunlah!)” kataku sambil mengguncang guncag tubuh Gwangsoo yang sama sekali tidak bergerak.

Pandanganku beralih ke Death Note. Ternyata yang membunuh Yonghwa adalah Gwangsoo, dia yang menuliskan nama Yonghwa di buku ini. Gwangsoo-yah… Mianhae, Gwangsoo yah… Aku tidak tau, kau akan menjadi seperti ini hanya karena kau ingin menepati janjimu padaku untuk tidak menghianatiku. Gomawo, Gwangsoo-ya…

=================

[Part 5]

~~ Haha P.o.V

Haha Time Controller

Tentu saja kami adalah tiga orang ajusshi… bahkan lebih mirip ajusshi yang tersesat di dalam hutan, atau memang kami ini sedang tersesat? ah… molla… ya tentu saja karena kami tidak tau kita sedang menuju ke mana… kami hanya tau bahwa kita harus menemukan senjata yang bisa dugunakan untuk keluar dari sini… bahkan aku juga masih bingung dengan apa yang harus kita hadapi nanti saat kita akan keluar dari sini.

“Hyung?” tanyaku pada kedua ajusshi yang lebih tua ini.
“Mwo?” tanya Suk Jin hyung.
“Aku heran dengan keadaan kita sekarang…”
“Heran??” kali ini Jae Suk hyun yang bertanya.
“Ya tentu saja heran… kenapa kita harus terperangkap di hutan ini?” kataku frustasi.
“Sudah lah, Dong Hun-ah… inilah yang disebut dengan takdir atau nasib… unmyeong…”kata Suk Jin hyung mencoba menjadi bijak, “mungkin dengan terperangkap di sini kita bisa mendapatkan sesuatu yang berharga”
“Betul apa yang dikatakan Suk Jin hyung…” kata Jae Suk hyung, “cobalah kita pahami apa yang sedang terjadi pada kita… dan kita selesaikan masalah ini dengan optimis kita pasti bisa melalui ini bersama…” kata Jaesuk Hyun lebih bijak.
Arasseo, hyung… ara… tapi, ini bukan hanya tentang apa yang kita dapatkan… tapi ini menyangkut hidup dan mati kita. Kita tidak tau apakah kita bisa keluar dari hutan ini dengan selamat? Atau ada di antara kita yang harus mati?” kata2ku keluar begitu saja.

Tiba2… plaaaaaaaaaaak…

“Aaaarrg!!! Hyung!! Kenapa kau memukul kepalaku?!” aku mengelus2 kepala bagian belakangku yang baru saja dipukul Jaesuk hyung…
Ya! Jangan pernah berbicara seperti itu lagi!” kata Jaesuk hyung memarahiku, “kita tidak tau apakah hutan ini mendengarkan kita atau tidak. Bisa jadi mereka mendengarkan perkataanmu, dan apa yang menjadi perkataanmu barusan ini menjadi kenyataan”
“Hyung!!! Kau seperti terlalu banyak menonton film horor. Hutan mendengar kita? maldo andwe” kataku sambil melambaikan tangan acuh.
Ya!!” sekarang giliran Suk Jin hyung, “bisa jadi apa yang dikatan Jaesuk itu benar. Tempat ini seperti dikelilingi aura gaib! Apa kau tidak ingat Dongwan berubah menjadi kelinci? Dan para staf hilang diculik oleh orang yang tidak kita tau sampai sekarang! Dan senjata2 yang katanya harus kita cari! Apakah itu semua masuk akal? Tidak! Tidak ada yang masuk akal di dalam hutan ini!!”
Geurae, hyung… Arasseoyo” aku akhirnya manggut2 dan tidak akan membantah lagi.

Sekarang kita melanjutkan perjalanan lagi…
Sekarang aku berusaha untuk berhenti mengeluh dan berpikiran negatif tentang perjalanan aneh ini… aku mengelus dadaku yang terasa berat karena merasa tidak enak…

Tapi tiba2, aku mendengar suara semak2 yang bergerak-gerak… “sreek… sreekk…” seperti ada orang atau sesuatu yang ada di baliknya.
Aku semakin menajamkan telingaku, dan mencari tau dari mana asal suara itu…

“Kau sedang apa? Ada apa?” tanya Suk jin hyung yang menyadari aku sedang mendengarkan sesuatu .
“shhhhtt” aku menyuruh mereka untuk tidak berisik dengan menaruh jari telunjukku di bibirku. Mereka menurut…

Suara semak itu semakin lama semakin bisa kucari dimana asalnya… Tidak jauh dari sini… Aku semakin mendekati suara itu… Dan aku menemukan semak2 yang bergoyang-goyang sendiri. Sukjin Hyung dan Jaesuk hyung mengikutiku dari belakang tanpa bertanya-tanya lagi. Dan sepertinya mereka sudah mulai tau apa yang aku maksud.

Karena aku semakin penasaran dengan apa yang ada di balik semak2 itu, aku langsung menyibak semak itu… Dan kami semua kaget dan kagum…

“Wah… hewan apa ini?? Nomu gwiyobta (sangat imut)” kataku sambil mengambil hewan kecil itu. Hewan itu seperti anak anjing, tapi itu bukan anjing.
“Kira2 hewan apa ini? Aku belum pernah melihat hewan yang seperti ini. Seperti perpaduan antara anjing, koala, dan kelinci…” kata Sukjin Hyung yang mengamati hewan itu.
“Dia punya mata merah, dan telinga panjang menjuntai seperti kelinci, tapi wajahnya seperti wajah anjing, ekornya juga seperti ekor anjing…” kata Jaesuk hyung.
“Tapi… tubuhnya seperti tubuh… koala?? Kakinya ini… bentuknya seperti kaki koala…” kataku menunjukkan kakinya kepada hyung2 ini…
“Tapi warnanya putih… jadi kelihatan sangat menggemaskan..” lanjutku, yang sekarang sudah menimang2 koala ini seperti anakku…

Tapi tiba2… hewan ini mengeluarkan suara seperti menangis… entah, aku tidak bisa menjelaskan bagaimana suaranya, tapi kedengarannnya seperti menangis… Aku langsung panik…

“Hyung bagaimana ini??” aku masih terus menimang2 hewan ini…
“Sepertinya hewan ini membutuhkan ibunya…” kata Jaesuk hyung.
“Jangan! Bagaimana kalau nanti ternyata induk hewan ini adalah monster raksasa seperti yang ada di film2?” kata Sukjin Hyung khawatir.
“Ah… hyung… kau ini ada2 saja…” kataku menganggap remeh kata2 Sukjin hyung.

Kemudian dari kejauhan terdengar suara berdebam, seperti ada benda besar yang jatuh… Tapi suara itu terdengar lagi… dan terdengar lagi… dan semakin lama terdengar makin nyaring… atau semakin dekat? Dan asalnya…. dari arah belakang kita…

Dan kami menoleh ke belakang… Dan kami terkejut, terheran dan terkagum-kagum… Tapi, lama kelamaan… kita juga mulai ketakutan… karena induk hewan kecil ini datang mencari anaknya. Induk hewan ini mungkin 100 kali lebih besar dari hewan kecil ini, sama persis dengan hewan kecil ini, hanya saja induknya memiliki taring yang mencuat keluar dari mulutnya dan yang lebih menyeramkan, memiliki 3 kepala!!

Kami bertiga hanya melongo melihat hewan berukuran raksasa itu mendekat.
Tiba2 aku merasa ada orang yang menyadarkanku dengan menyenggolku…
Ya! Donghoon-ah!” ternyata Jaesuk hyung, “cepat turunkan hewan kecil yang masih kau gendong itu!” kata Jaesuk hyung berbisik tertahan.
Tanpa balik bertanya atau menjawab, aku langsung menurunkan hewan yang tadi aku gendong, tentu saja dengan pelan2 berharap induknya tidak akan marah dan kemudian memakan kami.

Hewan kecil itu sudah di tanah dan berlarian ke arah induknya. Tapi, hewan itu hanya menerobos melalui celah kaki-kaki induknya dan berlari entah kemana. Bukannya hewan itu bukannya mengejar anaknya, tapi 3 pasang matanya itu malah menatap kami bertiga dengan air liur menetes-netes dari mulutnya…

“Apakah hewan itu lapar? Tidak kan?” tanya Sukjin hyung ketakutan.
“Apakah kita terlihat seperti makanan?” tanya Jaesuk hyung yang lebih ketakutan.
“Tapi sepertinya pertanyaan kalian jawabannya sama” kataku yang sama ketakutan, “jawabannya adalah : yaaaaaaaaaaaaaa!!! LARIIIII!!!” dan aku sudah berlari saat 2 hyung ini tidak sadar.

Yaa!! Donghoon-ah!!” kata 2 hyung itu dibelakangku.
Tapi aku sudah tidak mendengarkan mereka, aku sudah berlari, dan aku juga tidak tau akan berlari ke mana. Aku hanya berlari…

~~ Yoo Jae Suk P.o.V

Haha berlari begitu cepat meninggalkan aku dan Sukjin Hyung sampai aku tidak bisa melihatnya pergi kemana. Jadi aku juga berlari saja mengikuti naluriku untuk berlari yang juga entah kemana. Yang penting lari dari makhluk buas yang kelihatan lapar itu.

“Hyung! Ayo cepat lari!!!” kataku pada Sukjin Hyung yang masih tercenung, dan aku langsung menarik lengannya kasar dan membuat Sukjin hyung hampir terjatuh. Tapi akhirnya Sukjin hyung bisa menyesuaikan diri…

Tapi tiba2, ada yang melesat melewati kami berdua. Bentuk dan besarnya sama2 persis dengan yang ada dibelakang kami, hanya bedanya hanya memiliki satu kepala. Karena heran dan penasaran, aku berlari sambil menengok ke belakang.

“HUUUAAA!!!” aku menjerit!!
“Ada apa??” tanya Sukjin hyung.
“Ternyata, monster itu bisa menduplikasi diri, paling tidak menjadi 3” kataku terengah-engah karena sambil berlari, “Monster di belakang kita, kepalanya sekarang hanya 2!!!”
Mwo??!” Sukjin hyung sudah tercengang-cengang. “Lalu apa yang bisa kita lakukan???!!”
Mollaaaa!!!” kataku sambil terus berlari panik.

Berarti, yang berkepala satu tadi sudah mengejar Haha yang sekarang berlari entah kemana. Dan aku juga tidak tau sampai kapan aku harus terus berlari dikejar hewan buas ini? Arrgh!! Ini semua membuatku frustasi!

Kemudian aku menengok ke arah kiriku (tempat seharusnya Sukjin Hyung juga ikut berlari), tapi ternyata tidak ada orang disebelah kiriku. Aku berlari sendirian! Dimana Sukjin hyung??! Apa jangan2 Sukjin hyung sudah dimakan hewan buas itu? Aku mulai berpikiran yang aneh2 karena aku sangat frustasi sekarang.

Aku menoleh lagi ke belakang, masih ada hewan buas itu, tapi sekarang kepalanya hanya ada satu. Berarti, hewan itu sudah menduplikasi dirinya lagi tadi. Tapi tetap saja, nyawaku terancam sekarang. Aku tidak bisa berlari memutar balik untuk mencari Sukjin hyung.

Aku terus berlari, dan berlari, untuk saat ini, yang paling penting adalah “tidak mati”.

~~ Ji Suk Jin P.o.V

Aku sangat paham, dan sadar bahwa aku adalah member paling tua dan paling ringkih di Running Man. Aku pun mudah sekali lelah saat menjalankan misi. Tapi, untuk berlari di usia yang sudah tua ini, aku adalah yang paling buruk. Aku tidak bisa berlari cepat dan sangat mudah kehabisan tenaga.

Saat aku berlari bersama Jaesuk, dia berlari dengan sangat cepat sampai tidak sadar bahwa aku sudah mulai kelelahan. Padahal kita baru berlari sekitar 5 menit. Tapi, hey, kita berlari dengan kecepatan penuh karena kita sedang dikejar oleh hewan buas yang sangat mengerikan, yang sepertinya bisa kapan saja mengoyak tubuh kami dan memakannya hidup-hidup. Tentu saja aku ketakutan setengah mati.

Tanpa sadar, Jaesuk meninggalkanku yang kelelahan. Aku langsung bersembunyi dibalik batu besar yang kira2 bisa menutupiku… Aku sudah melihat duplikat hewan buas itu sudah mengejar Jaesuk, dan pasti masih ada hewan buas yang berkepala satu sedang menungguku di balik batu besar ini…

Aku benar2 panik… Pasti sebentar lagi aku akan mati di makan oleh hewan buas itu… Aku belum sempat berpamitan dengan anak dan istriku yang sekarang sedang ada di rumah. Terutama anakku yang selalu membanggakan ayahnya ini… Aku benar2 ingin menangis sekarang…

Aku menghadapkan tubuhku ke arah batu yang rata ini dengan tanganku menyentuh batu ini. Tapi… he? Apa ini… ada benda aneh yang ditempatkan masuk ke dalam legokan di batu ini, dan warnanya pun sama. Saat tanganku tidak senangaja menyentuhnya, tiba2 benda itu bersinar berwarna oranye. Tanpa pikir panjang aku mengambil benda itu. Setelah aku ambil, aku langsung tau bahwa benda ini adalah boomerang. Setelah aku ambil dari batu itu, warnanya berubah menjadi orannye dengan garis berwarna hitam.

Belum lama aku mengagumi benda yang sekarang ada di tanganku ini, hewan buas itu sudah ada di depanku.
“Eo!!! Ja-ja-ja-ngan dekat2!!” kataku terbata2 kepada hewan buas itu “Atau… at-atau ku-ku b-b-bunuh kau!!” aku mengacung-ngacungkan boomerang yang besarnya sebesar lengannya Jongkook.

Aku mulai mengibas-ngibaskan boomerang ini agar monster itu menjauh, tapi bukannya menjauh, tapi monster itu malah mendekat, dan tidak sengaja boomerang itu mengenai hidungnya dan malah membuatnya marah…

Aku berjalan mundur, dan terus mundur… Monster itu semakin terlihat lapar dan buas dengan air liur yang terus menetes diantara taring2nya, dan suaranya yang terus menggeram. Semakin lama, moncong anjingnya semakin dekat dan aku bisa merasakan nafasnya yang hangat dan membuat bulu romaku berdiri.

Mungkin ini adalah akhirnya… akhir dari hidupku… mianhae…

~~ Haha P.o.V

Haha Time Controller

Aku terus berlari entah kemana. Yang penting aku segera lari. Sulit sekali untuk berpikiran jernih saat dikejar-kejar oleh hewan buas yang kelihatannya langsung akan menerkammu jika sudah mengakapmu. Yang aku pikirkan sekarang hanya lari, dan tetaplah hidup.

Aku menengok ke belakang untuk melihat apakah hewan itu sudah dekat atau sudah jauh. Jaraknya hanya sekitar 10 meter di belakangku. Tapi ada yang aneh, kenapa kepalanya hanya satu? Entahlah… yang penting sekarang aku lari dan segera cari tempat untuk bersembunyi. Aku menatap sekeliling. Tidak ada tempat untuk bersembunyi. Hanya ada pepohonan di sini. Apakah aku harus memanjat pohon? Iya… benar aku harus memanjat pohon. Aku masih berlari sambil melihat apakah ada pohon yang bisa aku panjat.

Dengan panik, aku segera memanjat sembarang pohon untuk segera menghindari hewan buas itu. Entah bagaimana aku bisa memanjat pohon itu, padahal aku ini sangat takut ketinggian.

Sejak aku berlari, aku selalu merasa ada yang aku lupakan. Karena panik dan ketakutan inilah aku tidak tahu apa yang aku lupakan dari tadi… Aku berusaha berpikir keras untuk mengingat apa yang aku lupakan.

Sedangkan hewan buas itu semakin lama semakin dekat. Walaupun jalannya tidak begitu cepat, tapi karena dia begitu besar, dia lumayan cepat… Ahhh… sebentar lagi… di sudah semakin dekat… hewan itu sudah ada di bawah pohon tempat aku bersembunyi. Tentu saja hewan itu tau aku ada di mana, karena ini bukan pohon yang lebat daunnya. Pohon2 di sini mulai meranggas karena ini musim gugur…

Monster itu mulai mencengkeram pohon ini, dia mulai memanjat naik ke tempatku berada. Dia semakin dekat, dan semakin dekat… Suara menggeram hewan ini membuatku benar-benar takut.

Aku semakin frustasi dan mengacak-acak topi di kepalaku. Tapi tiba-tiba aku ingat sesuatu…

Aku segera berteriak… “SHIGANEUL GEOSEUREUNEUN JA!!!!”
tiba2…. semuanya berhenti… hewan itu mematung tak bergerak, angin berhenti berhembus, daun yang jatuh terhenti di udara, dan tidak ada suara apapun, semuanya senyap. Hanya aku yang bisa menyadari ini semua berhenti.

Aku benar-benar merasa seperti Do Min Joon. Hahaha… Aku benar-benar merasa keren sekarang… Huahahahaha… aku berdiri di dahan pohon ini, dan aku tertawa lagi penuh kemenangan “Mhuhahahahahhaahaaaa!!!”

Tapi, di saat waktu berhenti, aku mendengar suara aneh dari dalam pohon ini. Saat aku melihat batang pohon di sebelahku ini, aku baru menyadari bahwa ada lubang tupai di sana. Aku melongok ke dalam lubang di pohon itu. Bukankah semuanya harus berhenti setelah aku merapal mantra itu? Tapi kenapa ada suara?

Ternyata, di dalam lobang itu ada 2 buah menda yang aneh. Berpendar-pendar berwarna kuning dan pastilah 2 benda itu yang mengeluarkan suara aneh itu. Suara itu seperti decitan tikus. Atau kucing? Entah lah…

Aku sangat penasaran, dan tanpa ragu aku mengambil 2 benda itu. Aku baru bisa melihat benda itu dengan jelas, setelah aku memegangnya sendiri. Ternyata ini adalah sepasang sepatu dengan tali berwarna hitam, dan motifnya pun juga berwarna hitam.

“Tapi bukannya tadi ada suara bercicit-cicit aneh dari dalam lubang itu…” kataku pada diriku sendiri.
“Itu adalah suara kami” aku mendengar suara seperti anak kucing sedang berbicara dengan bahasa Korea… Aku kaget!
“Apa sepatu ini yang berbicara???” aku berkata lagi…
“Iya, itu kami…” sekarang aku bisa melihat ada sepasang mata kecil pada masing2 sepatu, dan ada mulut kecil di masing2 sepatu ini…
“Uwaaaaa… jadi kalian bisa berbicara???” sekarang aku malah bertanya pada sepatu itu.
“Tentu saja…” kata mereka berbarengan.
“Waah… kalian seperti saudara kembar…” kataku takjub, “Apa kalian punya nama?”
“Hmmm… selama ini, nama kami hanya… ‘sepatu'” kata sepatu yang kiri kemudian keduanya tertawa dengan suara yang sangat lucu. Akupun ikut tertawa.
“Baiklah kalau begitu, aku akan memberi nama kalian” kataku kepada sepasang sepatu itu, “Hmmmm… nama kalian adalah… Ah! Kau sepatu kiri namanya Rori, dan yang kanan namanya Rora”
“Baiklah…” kata mereka berdua.
“Oh iya… apakah kalian milik seseorang?” tanyaku.
“Kami adalah milikmu. Kami sudah menunggumu sangat lama…” kata sepatu yang kanan.
“Eo? Milikku?” tanyaku
“Sejak kau memiliki kekuatan superpower itu, kami adalah milikmu” kata sepatu yang kiri.
“Oh baiklah…” kataku manggut-manggut, “lalu, apakah kalian juga punya kekuatan superpower?” tanyaku.
“Tentusaja kami punya…” kata yang kiri.
“Kami bisa terbang” kata yang kanan.
“Jinjja??!!” aku melebarkan mataku karena tidak percaya.
“Eung!” kata mereka mantap.
“Jadi kalian adalah sepatu terbang?!” tanyaku lagi.
“Eung!” kata mereka lagi, masih mantap.
“Asssaaaa!!!” kataku bahagia, “Baiklah sekarang aku akan langsung mencoba kalian” kataku. “Chakhaman, apa ukuran kalian pas dengan ukuranku? Kalian terlihat terlalu besar” kataku agak khawatir.
“Tidak masalah… coba saja dulu” kata salah satunya.
“Arasseo” aku langsung melepaskan sepatuku yang sedang kupakai, kumasukkan ke dalam ransel, dan aku langsung memakai sepatu baruku ini.

Dan dengan ajaibnya, mereka langsung menyesuaikan ukuran mereka dengan kakiku.
“Ya… kalian… apakah aku harus memberi perintah kepada kalian jika aku ingin terbang?”
tanyaku.
“Tidak, kami akan terbang langsung sesuai dengan keinginan hatimu” kata salah satu dari mereka.
“Baiklah!” kataku senang.

Sebelumnya, aku melihat wajah monster buas yang dari tadi mematung dan menatapku kosong, yang benar2 ada di bawahku. Wajah monster ini menyebalkan sekali. Kemudian aku langsung menjejakkan kakiku ke wajahnya beberapa kali. Hahaha… mumpung dia tidak bisa membalas.

“Sekarang… Ayo terbang!!” kataku. Kemudian aku langsung terbang dan melayang di udara. Whooaa… whoaa… jangan terlalu tinggi. Menyeramkan terbang terlalu tinggi.
Kemudian aku menjentikkan jariku, dan waktu pun berjalan kembali. Aku harus membereskan monster ini dulu, kemudian mencarai Jaesuk hyung dan Sukjin hyung.

~~ Yoo Jae Suk P.o.V

“Huwaaaaaaaaaaaaaaa” aku masih berteriak sambil berlari, tentu saja agar perutku tidak sakit untuk berlari.
Tapi aku tetap tidak tau kemana aku harus berlari… Aku tidak tau!!!!

Sedangkan monster itu sekarang berkepala satu. Berarti, masing2 duplikatnya sudah mengejar kami (Aku, Haha, dan Sukjin Hyung). Ah!! Bagaimana sekarang ini???!!!

Aku hanya berlari-berlari dan berlari.

Oh! Aku ingat! Aku ingat sesuatu! Aku punya kekuatan! Kekuatan superpower untuk mengubah letak orang sesuai keinginanku. Kalau aku menginginkan monster itu menjauh, aku bisa melakukannya.

Baiklah aku akan menggunakannya… Aku masih harus tetap berlari sambil merapal mantra itu.

Gongganeul….” aku mencoba merapal mantranya… “geoseul? Mwo ji?” mendadak aku merasa blank… dan aku lupa apa mantranya.

Ah… kenapa di saat aku membutuhkannya, aku malah lupa??? Ahhh… jinjja

Gongganeul… Gongganeul… Hwaaaaaaaaaaa!!!” tanpa aku sadari, aku terperosok ke dalam sebuah danau, karena aku tidak memperhatikan jalan, tentusaja karena aku berusaha mengingat-ingat mantranya…

Aku sempat tenggelam beberapa detik, kemudian aku berenang ke permukaan. Air pada musim gugur sangat dingin… huh…

Saat kepalaku muncul di permukaan, aku melihat monster itu… Kelihatannya monster itu tidak tau bahwa aku ada di dalam danau ini… Tapi, tiba2 dia melihat ke arah danau… Aku spontan langsung memasukkan kepalaku lagi ke dalam air.

Saat kepalaku di dalam air… Aku melihat suatu titik yang terang di dasar danau. Aku tidak bisa melihat jelas apa itu, tapi cahayanya berkedip-kedip berwarna hijau. Rasanya aku ingin sekali melihat benda apa itu. Tapi aku harus mengambil nafas dulu sebelum menyelam ke dalam.

“Huaaaahup..” aku sudah mengambil nafas, kemudian aku langsung berenang menuju dasar danau ini. Oh, ternyata danau ini tidak terlalu dalam. Aku bisa langsung mengambil benda itu…

Setelah aku amati, benda ini adalah….
“Pistol air?? Apa-apaan…” kataku kesal… “jangan2, inilah yang dimaksud senjata2 yang tersembunyi di dalam hutan?? Ah… jinjja… Ini hanya mainan anak2… Wajar kalau pistol air menjadi senjataku saat episode seperti Yoomes Bond, atau permainan mata2… tapi sekarang ini kan bukan syuting… ahh… jinjja” panjang lebar aku mengeluh…

“Yaaa… psst psstt…” aku mendengar ada suara…
Mwo ya” aku menengok kanan kiri, tapi tak ada siapapun.
Ajusshi! Di sini…” ada suara itu lagi…

Aku melihat ke pistol air yang ku pegang.

“Apa yang bicara padaku barusan, adalah kau?” aku bertanya pada pistol air itu.
Ne, Ajusshi” tiba2 muncul 2 titik untuk mata, dan sebuah garis untuk mulut pada bagian tangki air pada pistol air itu. *Sebenarnya, pistol air ini cukup besar… Tangki airnya kira2 sebesar botol air mineral 750 ml. Jadi, bayangkan sendiri lah seperti apa bentuknya… :P*
“HUAA!!” aku kaget dan hampir membuang benda ini.
“Tenang, ajusshi! Aku tidak berbahaya… Aku malah akan berguna sekali untukmu nanti…” kata pistol air ini lagi.
“Huuuh! Tapi kau ini hanyalah pistol air…” kataku sambil menggerutu.
“Eyy!! Ajusshi… kau belum tau kekuatan yang aku miliki, kan?” katanya.
“Heh?? Memang apa yang bisa kau lakukan?” aku heran dan penasaran.
“Begini… aku bisa menembakkan sesuatu yang lain dari apa yang di masukkan ke dalam tabungku ini” katanya menjelaskan.
“Maksudnya?” aku bingung.
“Hmm… aku beri contoh… Misalnya kau memasukkan air hujan ke dalam tabungku, nantinya aku akan menembakkan sesuatu yang lain, bukan air hujan…” katanya menjelaskan lagi.
“Oh jadi begitu… jadi kalau aku memasukkan air hujan, kau akan menembakkan yang lain? Begitu kan? Tapi apa itu?” tanyaku penasaran.
“Kau harus mencobanya… Hihihi…” katanya sambil terkikik. “Oh iya, aku bisa menyedot benda cair dengan tabungku ini. Coba kau keluar dari danau ini, dan arahkan tabungku ke bajumu yang basah itu, nanti bajumu akan kering”
Eo? Jinjja? Ah… syukurlah, aku tidak akan kedinginan…” aku langsung keluar pelan2 dari danau dan menuju tempat yang aman untuk bersembunyi dari monster itu.

Aku segera melakukan apa yang dikatakan oleh pistol air ini. Aku membuka tutup tabungnya, kemudian mengarahkannya pada bajuku, celana, sepatu, topi, dan rambutku yang basah. Wah… dia benar2 menyedot sampai kering dan aku tidak basah lagi, seperti aku tidak pernah masuk ke dalam danau. Hahaha…

“Ya! Pistol air…” kataku pada pistol air setengah berbisik.
Ye…” katanya (seakan aku ini adalah tuannya).
“Sekarang aku akan mencoba menggunakanmu” kataku, “bersiaplah…”
Ye…” katanya lagi dengan nada yang sama.

Aku bisa melihat monster itu dengan jelas sedang mencariku dengan mengendus-endus. Tapi entah kenapa monster itu tidak bisa menemukanku… Entahlah…

Sekarang aku memposisikan diriku dengan posisi seperti seorang yang akan menembak dengan menggunakan sniper. Aku mengarahkannya ke tubuhnya…

“Syuuuung…” peluru keluar dari pistol air ini tanpa suara. Aku juga tidak tau jenis peluru apa yang dikeluarkan oleh pistol ini.
“Ya! Pistol air… apa yang barusan kau keluarkan?” tanyaku.
“Sepertinya peluru biasa…” katanya…

Aku melihat monster itu, dia kelihatan kesakitan… Aku akan mencoba menembak lagi…
“Syuuuuuung…” peluru itu mengenai kakinya… Tapi aku tidak melihat ada darah mengalir… Dan tiba2, monster itu melihat ke arahku dan dengan segera keberadaanku diketahui oleh monster itu.

Aku menembak lagi, tapi dia malah semakin marah. Aku segera lari dari sini…
“Aishh!! Jinjja…” aku mengeluh dalam hati…
“Yaaa!!! Sebenarnya apa yang tadi kau tembakkan??” tanyaku pada pistol air ini…
“Heuheuheu… Joisonghabnida (maaf)” katanya, “sepertinya karena air danau bercampur dengan keringatmu, jadi tadi itu hanya peluru karet yang tidak bisa menembus ke kulit…”
Mworago?? (apa katamu?)” aku kaget
“Kalau air yang dimasukkan ke tabungku tercampur dengan amoniak, aku tidak akan mengeluarkan peluru yang bagus. Aku benci amoniak…” katanya lagi..
“Oke oke… arasseo..” kataku.

Aku segera membuka tutup tabungnya dan mengeluarkan semua air yang ada di dalamnya…

“Kalau sekarang aku sudah mengeluarkan semua air yang ada di tabungmu, lalu sekarang apa yang harus aku masukkan ke dalam tabungmu?” aku mulai frustasi
“Carilah sesuatu yang cair, benda cair… seperti darah?” katanya..
Mwo? darah?” aku bingung, “bagaimana aku mendapatkan darah?”
“Bukankah kau ini punya darah?” katanya frustasi.
YAA!!” aku membentaknya walaupun aku masih tetap berlari, “aku tidak akan mengeluarkan darah untuk ini!!!”
“Lalu kita harus pakai apa sekarang?!!” katanya juga ikut frustasi.

Aku menoleh ke belakang, dan ternyata hewan buas itu sudah sangat dekat denganku. Aku harus mencari tempat untuk berhenti dulu kalau aku harus menyayat kulitku dan mengeluarkan darah… Arrgh!! Aku tidak tau harus bagaimana…

Tanpa kusadari, langit sudah dipenuhi oleh awan mendung dan udara berubah menjadi sangat dingin… Apakah musim dingin sudah akan datang? Setahuku, sekarang ini masih awal dari musim gugur. Seharusnya sekarang belum masuk musim dingin…

Tepat sekitar 20 meter di depanku, hutan sudah berubah seperti hutan pada musim dingin. Ada banyak salju, dan pastinya sangat dingin, tapi secara naluriah kakiku berlari ke arah hutan yang sudah dipenuhi salju itu. Sekarang aku akan memasukkan salju ke dalam botol ini… Semoga ini bisa menjadi senjata yang ampuh dengan salju di dalamnya…

Tutup botolnya sudah terbuka, dan aku menyarukkan salju di tanah ke dalam botol pistol ini sambil berlari, sampai penuh… Dan sekarang saatnya menembakkan, sesuatu seperti “Peluru Beku” kepada monster itu…

Aku berhenti berlari, dan mengarahkan pistol air *yang seperti mainan* ini ke arah monster itu, tepat di kepalanya. Dan akhirnya, aku menarik pelatuk pistol air ini…
“Tuk tuk tuk…” suara pelatuk pistol ini.
Ya!! Kenapa kau tidak mengeluarkan sesuatu??” Aku mulai marah2.
“Karena saljunya belum mencair!! AKU BILANG KAN BENDA CAIR!!” pistol ini malah balik marah2 kepadaku.
“Aish!!” ini sungguh menyebalkan…

Dan sekarang, sudah tidak ada waktu lagi untuk lari. Monster itu sudah terlalu dekat dan sudah melompat untuk menerkamku…

“AAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAAARRRGHHH!!!!”

== TO BE CONTINUED ==

Huehehehe… Mianhae da deul!! ^^v Aku baru bisa posting sekarang ^^v.
Mohon untuk dimaklumi yah, aku ini emang kalo ngetik FF itu menurut mood ajah… 😛
Apalagi pas kelas 12, harus fokus UN dan masuk univ. 😛
Tapi, puji Tuhan sekarang aku udah banyak punya waktu luang buat ngelanjutin FF hihi… Unas sudah selesai dan aku sudah diterima di salah satu PTN lewat snmptn… :)) *ini cuma share lhooo…:P*

Oh iya…
buat part selanjutnya adalah Part 2nya ” The Ajusshis Fight”. Hihi… abis itulah baru lanjutannya Partnya Gary dan Jihyo… hihi… 😛

Buat yang penasaran banget sama FF ini, jangan lupa comment ya… Apa aja boleh, request boleh, kritik dan saran juga boleh banget… 😀 Kalo suka, like juga yah… 😀 Abis baca jangan langsung ditutup yaaaa… 🙂 Tinggalin jejak lah… Hihi… 🙂 Biar aku punya semangat buat ngelnjutin FF ini… hihi… Maaf juga kalo FF ini banyak kekurangannya ato ga sesai sama keinginan readers… 😛 Maap juga, kayaknya ini adalah FF Running Man ditengah semua FF tentang EXO… xp, ya gimana lagi, aku lagi ga ngikutin tren suka sama EXO ^^v *dikeroyok fans EXO*

Ya sudah… 🙂
Gomawo readers… 🙂
Gomawo Running Man… 🙂

31 responses to “The Superpowers [Episode 5] : The Ajusshis Fight

  1. Pingback: The Superpowers Episode 5 : The Ajusshis Fight (part 2) | FFindo·

  2. Pingback: The Superpowers Episode 5 : The Ajusshis Fight (part 2) | FFindo·

  3. lanjut ahh ke part 2’nya…hihi
    Gwenchana authornim…aku malah suka bgt sama FF dengan cast Running Man… >< Author Fighting!!

  4. FF yg ini ttg RM bagus, dari kmren baca isinya romance semua, ini baru FF kereen :)), yg lain juga keren sih, tapi jarang kan ada yg FF yg temanya non romance, kecuali partnya gary sama jihyo :)))

  5. Pingback: The Superpowers [Episode 6] : I’m the ACE! | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s