That Woman, Who Named Inge Zhang

That Woman

Title            :  That Woman, Who Named Inge Zhang

 

AUTHOR     : AISHITA KIM

 

GENRE        : Urban Life

 

CAST :

  • Zhang Yixing
  • Inge Zhang / Xi Mei Li

RATING                  : PG 17

 

LENGTH                : ONESHOT

 

DISCLAIMER         : Only story that mine. Do not plagiarism 😛

 

Related Stories      : [PC – A17] Position

 

Author talk            : haii.. aku kembali lagi 🙂 aku kali ini bawa lanjutan dari vinget kemaren, karena reader-nim sekalian pada minta sekuelnya, aku mencoba membuatkan sekuel yang semoga bisa membuat kalian tidak penasaran lagi XD

 

Dan ini juga masih project Diyan-sshi dan tema yang aku ambil part [PC-A21] Road, semoga kalian suka ya.. oh iya jika diantara kalian ada yang ingin ikut projectnya bisa di cek disini..

And eniweeii.. jangan lupa mampir ke Blog saya ya di AISHITAWORLD

Terima kasih…

RCL juseyooo ~aing

 NOTICE : TYPO EVERYWHERE XD

=========================================================================

 

Yixing meletakkan Bag putihnya sembarangan diatas meja makan, menarik Kursi lalu membiarkan mata lelahnya menyapu langit – langit dapur yang juga sekaligus menjadi ruang makan keluarga kecilnya dengan Inge. Tak dipedulikannya Inge yang sedang sibuk berkutat dengan perlatan dapur. Aroma Sup Miso favorit Yixing yang menguar di udara tidak sekalipun membuat lelaki itu tergoda.

 

Bibir Yixing menggulung setebal mulut cumi – cumi. Dia terus mencerna dan mencerna keputusan Chaeri, Sepanjang perjalanan menuju rumah tadi, tak sedetikpun otaknya berada dalam mode sadar, pikirannya menerawang mencoba mencari pemecahan, semua tampak tidak masuk akal untuk Yixing.

 

Wanita itu hamil!

 

dan tidak sekalipun dia ingin menuntut ikatan dengan lelaki yang telah membuat perutnya berisi seonggok daging bernyawa.

 

Im Chaeri Gila! Memang!

 

Tapi Yixing adiksi terhadap kegilaan Chaeri, lelaki itu bahkan tidak bisa sedetikpun beralih dari pesona Chaeri, Yixing sendiri sampai terheran – heran kenapa dia bisa terjerembab dalam galaksi tak berbatas dengan Im Chaeri sebagai pusatnya.

 

Jelas Dia terlalu mencintai wanita itu, dia mencintai setiap jengkal dari kepingan kisah Chaeri. Yixing suka bagaimana cara Chaeri memperlakukan Yixing semanja mungkin, bagaimana cara Chaeri menciumnya dengan bibirnya yang hangat dan penuh kelembutan saat Yixing terjatuh ke dalam paksaan orang tuanya, yang membuat dia berakhir dengan status sebagai suami Inge agar dia tetap mendapatkan hak waris tunggal Zhang Corp. Chaeri selalu ada disetiap detik nafas yang dia hela. Chaeri yang selalu menjadi tempatnya mengadu sebelum dia melangkah dalam keputusan.

 

Yixing benar – benar tidak sanggup membayangkan bagaimana hidupnya nanti jika Chaeri sibuk dengan bayi Yunho. Selama ini dia sudah bersabar berbagi dengan Yunho. Meskipun Yixing mengerti betul, Yunho akan selalu menjadi prioritas utama Chaeri, Yunho yang akan selalu mendominasi hidup Chaeri. dia hanya subtituser, jika Yunho sendang sibuk bolak – balik Jepang – Korea.

 

Dan sekarang dia harus mengalah lagi dengan Bayi di perut Chaeri!

 

“ARGH! SHIT!”

 

Inge berhenti mengaduk sup misonya, mematikan kompor lalu memfokuskan retinanya ke arah Yixing, ia menghela nafas jengah. Yixing pasti habis menemui Im Chaeri, Inge dengan mudah dapat mengetahui itu, Yixing tidak pernah melepas setelan Formal ala eksekutif muda favoritnya, kecuali jika dia ingin menemui Chaeri.

 

Jujur saja, hari ini suaminya terlihat sedikit lebih muda dengan outfit yang melekat di tubuh Yixing, hari ini mengenakan celana jeans pendek berpadu dengan denim warna biru pastel. Tak lupa topi fedora putih keramat hadiah ulang tahun dari Chaeri bertengger di kepala lelaki itu. Gaya yang Chaeri sekali, menggingat wanita yang dipuja suaminya berpasangan dengan aktor super modis Jung Yunho. Mau tak mau Yixing juga berpenampilan super modis agar tidak kalah dengan aktor termahal se-Korea itu.

 

Sialnya Yixing jadi terlihat ribuan kali lebih tampan, Geez!! Inge memang membenci Chaeri, tapi untuk soal Fashion, dia menyukai cara wanita itu bekerja pada Yixingnya. Yixing tidak lagi terlihat kuno dan gloomy dengan setelan pantalon kaku berwarna kelabu. Dia terlihat lebih cerah di akhir minggu dengan denim – denim cerah dan kemeja pastel yang lembut, terkesan ceria sekali.

 

“Kau habis menemui Imcha Eonni?”

 

Yixing hanya menggumam singkat, enggan menatap Inge yang kini sudah duduk dihadapannya, sibuk menuangkan sup miso ke dalam mangkok kecil di hadapan Yixing.

 

“Kau tidak menjawabku, berarti iya kan?”

 

Yixing menghela nafas kaku, dia merasa bersalah pada Inge, padahal dia sendiri sudah berjanji dalam hati akan berhenti menemui Chaeri saat Inge mengatakan bahwa dia hamil, hamil anak Yixing. Meskipun pada akhirnya, setiap tiba akhir pekan yixing selalu menghabiskan sisa malamnya di apartemen Chaeri, sekedar menemani wanita itu menonton Film – Film Yunho, hingga fajar menyinsing keesokan harinya.

 

“maafkan aku”

 

Yixing takut – takut menatap wajah istrinya. Inge hanya tersenyum. Lalu mengulurkan tangan putih pucatnya meraih pipi Yixing, merangkum wajah pria itu. Yixing tak berkelit, dibiarkannya Inge melakukan apapun sesuka hatinya.

“ada apa dengan Im Chaeri? Kau terlihat kacau sekali”

 

Yixing mengerucutkan bibirnya lagi, rasa kesal kembali menguasai pikirannya.

 

“dia hamil”

 

Ekspresi Inge berubah gusar, Yixing memang polos, tapi haruskah dia mendengar pengakuan jujur Yixing? Chaeri hamil? Anak siapa? Yixing?

 

“buu.. buk.. aan denganku, itu anak Jung Yunho”

 

Yixing buru – buru menambahi kalimatnya, sungguh dia tidak ingin membuat Inge sakit hati, bagaimanapun juga Inge sudah bersedia bekerja sama dengannya di pernikahan ini. Inge bersedia hamil hanya untuk memenuhi keinginan orang tua Yixing. Inge bahkan menutupi perselingkuhan Yixing dengan baik,  Inge benar – benar gadis yang baik. Yixing saja yang kelewat gila.

 

Senyum Inge terkembang sempurna setelah mendengar penjelasan Yixing, setidaknya hanya anak yang ada di kandungannya saat ini, yang akan menjadi satu – satunya  kebanggaan keluarga Zhang.

 

“kau tidak apa – apa?”

 

Inge bersuara lagi, setingkat lebih ceria.

 

“bohong jika aku berkata aku baik – baik saja, aku cemburu pada Yunho, dia berhasil mendapatkan Chaeri-ku”

 

Yixing menjawab setengah merajuk pada Inge. Yixing sendiri juga heran kenapa dia suka sekali memuntahkan isi kepalanya sepolos itu pada Inge.

 

“Kau masih punya aku, Xing-ah”

 

Yixing kembali membatu, otaknya terus mendengungkan ucapan Inge, ‘kau masih punya aku, Xing-ah’. Inge mengeratkan rangkuman tanggannya di pipi Yixing, membuat mulut lelaki itu semakin mengerucut, menggemaskan sekali!, Yixing menggerakkan bibirnya protes, kalimat apapun yang keluar dari mulutnya tidak ada satupun yang jelas, Inge terkekeh puas, Yixing benar – benar manis dan lucu.

 

“lepahsha.. kakukauaan.. pipipiikuu.. ppeduaas..”

 

Inge masih asyik terkekeh, semakin Yixing membuka mulutnya, semakin absurd pula kalimat yang keluar dari mulutnya. Akhirnya Yixing mencengkram tangan Inge, ia benar – benar sudah kesakitan. Inge terdiam kaku di duduknya, ia merasa kikuk, mata wanita itu hanya mampu menatap wajah Yixing, Yixing menyeringai singkat kesempatan emas untuk mencium istrinya, Yixing menarik tubuhnya sendiri keatas meja makan, wajah Inge dengan bibir merah ranumnya benar – benar menggoda, tapi dia lupa, dengan semangkok sup miso panas di atas meja, dan…

 

“YAAAH!!! PANAS!!! PANAS!!”

 

Yixing menarik cepat tubuhnya, utung kursi yang dia jadikan pijakan tidak oleng, Yixing segera duduk menekuk lutut dengan konyol lalu meniup – niup lututnya sendiri, lutut kanan Yixing tepat masuk kedalam mangkok sup Miso. saat hendak berpijak menyeberangi meja makan, momen romantisnya rusak sudah. Inge pecah tawanya, ia tak berhenti tertawa seraya mencoba berdiri, setelah menyambar serbet putih di meja dan membasahinya dengan air di bench dapurnya. Ia kemudian bergegas mendekati Yixing yang masih asyik meniup – niup lututnya.

 

“mana kakimu, sini biar ku kompres.. hihihihihihihi”

 

Inge masih terus terkikik, sementara tangannya sibuk mengompresi lutut Yixing yang memerah.

 

“Ya! Berhenti tertawa, Inge Zhang! suamimu ini sedang kesakitan, aish! Sial! tidak seharusnya aku ikut – ikutan adengan table Kissingnya Jung Yunho, aku hanya ingin bersikap romantis padamu, tapi sial! Sup miso sial!”

 

Yixing masih meracau, tapi matanya tak lepas dari sosok Inge yang terduduk di hadapannya, perut Inge sudah semakin membesar, usia kandungan Inge sudah masuk bulan kedelapan, bayi mereka hampir lahir, Oh Tuhan! Waktu berjalan dengan begitu cepat, kemana saja Yixing selama ini, memang dia rutin mengantar Inge Check Up kehamilan, tapi perannya sebagai suami hanya sebatas itu, dia bahkan melewatkan masa – masa mengidam Inge di trimester kehamilan pertama istrinya, Yixing terlalu larut dengan pelukan berkas – berkas di meja kantornya dari hari senin hingga Jum’at, dan dekapan Chaeri di akhir minggu.

 

Yixing benar – benar merasa bersalah.

 

“Inge-ya..”

 

“Ne?”

 

“Kau tidak lelah dengan pernikahan kita?”

 

“aku? Tidak, karena aku yakin, lambat laun kau juga akan tersadarkan, kita menikah karena takdir, kita menikah karena sudah digariskan Tuhan, tidak semata – mata kerena perjodohan, dan aku percaya kau nantinya akan membutuhkan kehadiranku juga, juga aku… Hmpft-”

 

Inge tidak dapat meneruskan kalimatnya lagi, bibir wanita itu kini telah tersapu oleh bibir suaminya sendiri. Merka larut dalam ciuman panjang tanpa tuntutan, saling merasakan bibir dan lidah yang menegaskan apa yang menjadi perasaan mereka sendiri. Inge sedikit terisak, ini baru pertama kalinya Yixing menciumnya, diluar seks yang mereka lakukan saat mereka sedang berusaha menghadirkan bayi dalam perut Inge. Ini Ciuman iklas Yixing yang kedua, setelah ciuman altar pemberkatan mereka. dia bahagia karena perasaan Yixing sekarang sudah ada di genggamannya. Akhirnya doa-doanya selama ini terjawab oleh Tuhan.

 

Yixing melepas tautan mereka, diraihnya wajah Inge, jemari Yixing tak segan lagi menghapus air mata yang semakin deras mengalir dari sudut mata istrinya.

 

“maaf karena aku terlambat, Inge-ya, maafkan aku karena kau terlalu sibuk dengan diriku sendiri, Uljima..”

 

“aku.. aku sudah cukup bahagia dengan kau yang seperti ini, Yixing-ah, terima kasih sudah mau menerimaku”

 

“aku  juga berterima ksih karena aku punya kau dan Xiao Wen, terima kasih kalian berdua telah hadir di hidupku”

 

“Xiao Wen?”

 

“nama anak kita Inge-ya”

 

“Im Chaeri yang memberikan nama itu?”

 

Yixing menggelang,

 

“Itu nama yang aku dapat saat terakhir kali aku tidur denganmu, aku yakin saat itu, usaha kita akan berhasil”

 

Inge kembali tersenyum, lebih lebar dari sebelumnya. Dia berlutut lalu mendekap Yixing penuh rasa terima kasih. Rasanya hari ini benar – benar membuat dia bahagia. Semua yang dia lewati benar – benar berat, dan hari ini semua terbayar sudah. Tidak akan ada lagi penantian, tidak akan adalagi kecemburuan yang tertahan.

 

Yixing merendahkan kepalanya lagi, bibirnya mencoba meraih bibir Inge sebisa mungkin. Mereka kembali saling mencium, memagut, mencicipi setiap inchi wajah pasangan masing – masing.

 

“BAGUS SEKALI, XI MEI LI!! APA YANG KAU LAKUKAN DI BELAKANGKU!!”

 

Inge segera melepas cumbuaannya pada Yixing, hanya satu lelaki yang memanggilnya dengan nama china wanita itu, dia! Hanya dia! Kekasih masa lalunya! Aah bukan.. KEKASIHNYA!

Retina mata Inge semakin membesar, dihadapannya dan Yixing, kini berdiri sesosok lelaki, lelaki yang benar – benar Ingin Inge Hindari!

 

===================================TBC=================================

oh iya… ini ni laki msteriusnya si Inge XD

hayooo… siapa Hayoo XD

44 responses to “That Woman, Who Named Inge Zhang

  1. itu baekhyun. omo? baekhyun? si byunbaek? ini semacem suami istri yang saling selingkuhkah? aku kira si inge engga seburuk yixing, ato inge nikah tanpa sepengetahuan baekhyun? oke, ini rumit. aku suka cara author bikin aku penasaran. hahaha. seru 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s