[2] You Know My Dad Better than Me

jbpkTAeJ0UN8RS

You Know My Dad Better than Me

Author : byeolken (prev. jqlinecho/keuriseu)

Cast : Oh Sehun (EXO), Han Yeonhee (OC)

prologpart 1

Sehun bersandar pada pintu ruang latihan sembari memperhatikan dengan seksama kedua gadis itu berlatih. Pada saat kedua gaids itu selesai menarikan tarian tersebut, Sehun memberikan tepuk tangannya lalu masuk kedalam ruang latihan. Kedua gadis itu dengan segera berjalan kearah Sehun dan membungkukkan tubuh mereka.

Nice.. Sangat baik dan rapih, nyaris sempurna tapi kau… Kau harus berlatih lebih keras lagi. Aku tidak percaya kau menarikan bagianku dengan sangat jelek!” ujar Sehun sembari menunjuk kearah Yeonhee.

Yeonhee hanya bisa melihat ke lantai, tidak berani menatap wajah Sehun secara langsung. Dia tidak berani melihat Sehun secara langsung bukan karena apa yang dikatakan oleh Sehun tetapi karena dia sudah membuat masalah dengan Sehun dijalanan tadi pagi.

“Jangan terlalu keras dengan dia, dia merupakan trainee baru oppa. Dia baru saja menjadi trainee 3 bulan yang lalu.” ujar Kira sembari menonjok pelan lengan Sehun.

“Ahhh… Dia merupakan trainee baru, pantas aku tidak pernah melihat dia.” ujar Sehun sembari melihat kearah Yeonhee.

“Iya… Walaupun dia trainee baru tapi dia sangat berbakat. Suaranya sangat indah dan dia juga hebat dalam rap. Tapi… kemampuan menarinya berbeda jauh dengan kemampuan bernyanyinya.” ujar Kira lalu dia tertawa terbahak-bahak.

“Yah Kira! Apa kau bilang?!” ujar Yeonhee lalu berjalan kearah Kira.

Catch me if you can!” ujar Kira sembari berlari menjauh dari Yeonhee. Yeonhee berlari mengejar Kira namun dia dihentikan oleh Sehun karena Sehun sudah memegang tangannya.

“Kira, aku pinjam temanmu sebentar.” ujar Sehun sembari melihat langsung ke mata Yeonhee. Yeonhee berusaha untuk mengalihkan pandangannya dan Kira melihat kearah Yeonhee dan Sehun,.

“Baiklah! Tapi jangan melakukan hal yang tidak-tidak ya!” ujar Kira lalu melambaikan tangannya pada Yeonhee dan Sehun.

Sehun menarik Yeonhee keluar dari ruang latihan. Yeonhee tidak tahu kemana Sehun membawanya, dia berusaha untuk melepaskan genggaman tangan Sehun tapi tidak berhasil. Alhasil dia hanya bisa menurut pada Sehun yang ternyata membawanya menuju kafetaria. Karena harim asih pagi, tida begitu banyak orang berada di kafetaria. Hanya ada beberapa staff, traine lain dan juga Yeonhee dan Sehun.

What do you want?” tanya Yeonhee pada Sehun.  Sehun menaikkan alisnya lalu berkata.

“Bukankah aku seharusnya oppa untukmu?” tanya Sehun sambil berjalan di dalam kafetaria berusaha mencari tempat duduk untuk Yeonhee dan dirinya.

Whatever” ujar Yeonhe perlahan namun Sehun masih dapat mendengarnya, melihat jarak mereka yang tidak begitu jauh antara satu dengan yang lainnya.

“Aku masih dapat mendengarmu.” ujar Sehun. Begitu Sehun dan Yeonhee sampai ditempat duduk yang Sehun pilih, Sehun melepaskan genggaman tangannya dan menyuruh Yeonhee untuk duduk.

Yeonhee hanya menurui perkataan Sehun dan duduk dengan diam. Sehun pun meninggalkan Yeonhee untuk mengambil kopi dari coffee bar. Yeonhee merasa sedikit tidak nyaman karena para staff dan trainee lainnya berbisik-bisik sembari melihat kearah dia. Yeonhee menarik nafas panjang lalu menutup wajahnya dengan kedua tangannya sembari menggeleng-gelengkan kepalanya. Tak lama setelah itu, Sehun kembali dengan dua cup kopi ditangannya.

“Apa yang kau lakukan?” tanya Sehun begitu dia melihat Yeonhee menutupi wajahnya dengan kedua tangannya. Sehun menaikkan sebelah alisnya lalu meletakkan cup kopi tersebut didepannya.

“T..Terima Kasih.” ujar Yeonhee pada Sehun. Sehun pun menyesap kopinya dan hal yang sama juga dilakukan oleh Yeonhee. Setelah menyesap kopinya, Sehun meletakkan cup kopinya lalu menatap Yeonhee.

“Kau pasti bertanya-tanya kenapa aku membawamu kesini bukan?” tanya Sehun dan Yeonhee meresponnya dengan anggukan kepala.

“Kau pasti tidak tahu apa akibat dari perbuatanmu di jalan tadi pagi kan?  Kau menyebabkan ini, ini dan juga ini.” ujar Sehun sembari menunjukkan memar yang ada di lengan, di punggung dan juga di lehernya.

Yeonhee terlihat sedikit kaget dengan memar yang ada ditubuh Sehun karena dia tidak menyangka bahwa akan terjadi hal seperti itu.

“Kau pasti merasa sangat bersalah kan? Maka dari itu, untuk membayar semua ini. Kau harus menjadi pembantuku selama satu bulan.” ujar Sehun sedangkan Yeonhee hanya bisa membulatkan matnaya tidak percaya dengan apa yang barusan dikatakan oleh Sehun.

“Apa kau bilang? Menjad pembantumu? Selama satu bulan? Kau pasti bercanda kan!” ujar Yeonhee tapi Sehun hanya menggelengkan kepalanya.

“Itu hanya memar… Tidak sebanding dengan apa yang terjadi padaku. Aku terlambat karena kau.” ujar Yeonhee sembari mendengus kesal.

“Kau bilang ini hanya memar? Gosh! Aku Oh Sehun, sekali lagi aku tekankan kalau aku ini Oh Sehun, member dari EXO. Penampilan merupakan hal yang sangat penting untukku. Tiga memar dapat mempengaruhi penampilanku dan lagipula bukan aku yang menyebabkan kau terlambat. Kau terlambat karena ulahmu sendiri, karena kau tidak memperhatikan jalan hingga kau menabrakku yang sedang berjalan dengan tenang disana.” ujar Sehun tanpa henti hingga Yeinhee hanya bisa meihatnya dengan mulut yang sedikit terbuka.

“Aku tidak mau.” ujar Yeonhee sambil menyilangkan kedua tangannya didepan dadanya.

“Baiklah kalau begitu, berikan handphone mu.” ujar Sehun.

“Untuk apa?” tanya Yeonhee sedikit binggung dengan Sehun yang tiba-tiba meminta handphonenya.

“Untuk memberi tahu ibu atau ayahmu kalau kau membolos kemarin.” ujar Sehun sembari mengeluarkan senyum yang menurut Yeonhee paling menyebalkan.

NO! You can’t tell my mom! Fine.. Aku akan menjadi pembantumu.” ujar Yeonhee dan Sehun tersenyum penuh kemenangan.

“Baiklah.. Kau harus memberi tahu jadwalmu padaku sehingga aku bisa menggunakanmu.” ujar Sehun lalu berdiri dan berjalan meninggalkan Yeonhee sendirian.

“Menggunakanku? Ini akan menjadi hari-hari yang berat.” ujar Yeonhee sembari menghela nafas panjang.

“Oh ya, ngomong-ngomong. Kau bisa meminta nomorku dari Kira dan langsung memberitahu jadwalmu padaku malam ini.” ujar Sehun lalu mengedipkan matanya sebelum akhirnya dia benar-benar meninggalkan kafetaria.

Omo Omo… Lihat apa yang dilakukan oleh laki-laki itu.” ujar Yeonhee lalu memutar matanya dengan jijik.

– / / –

Waktu berjalan dengan sangat cepat, tak terasa sekarang waktu telah menunjukkan jam 9 malam. Yeonhee menyiapkan dirinya untuk pulang kerumah dan tentunya dia tidak lupa untuk menanyakan nomor tepefon Sehun ke Kira.

“Kira.. Kau punya nomor Sehun?” tanya Yeonhee pada Kira yang sedang membereskan tasnya.

“Iya aku punya, kenapa?” tanya Kira.

“Boleh aku memintanya?” tanya Yeonhee dan itu membuat Kira berhenti melakukan aktivitasnya.

“Kau suka padanya?” tanya Kira lalu memasang senyuman yang tidak bisa diartikan oleh Yeonhee.

NO…NO…Tidak sama sekali. Aku disuruh Sehun untuk meminta nomornya padamu karena aku akan menjadi pembantunya selama satu bulan.” ujar Yeonhee sambil menghela nafas yang panjang.

“Pembantu? Kenapa? Apa kau berbuat sesuatu yang salah?” tanya Kira.

“Iya… Sebenarnya alasan aku terlambat tadi pagi bukan hanya karena aku terlambat bangun tapi juga karena aku menabrak dia. Karena aku menabraknya, Sehun menumpahkan minumannya ke bajunya. Dia kesal dan memprovokasiku duluan dan berhubung aku sedang tidak dalam mood yang baik. Aku memberikan sedikit pelajaran dengan meneriakkan namanya hingga para penggemarnya mengerubungi dia dan dia mendapatkan 3 memar.”  ujar Yeonhee panjang lebar lalu Kira pun tertawa setelah mendengar cerita Yeonhee.

“Kau menjahili orang yang salah, Yeonhee. Tapi tenang saja, Sehun bukan orang yang jahat kok.” ujar Kira.

I hope so.” ujar Yeonhee lalu setelah itu Kira pun memberikan nomor telefon Sehun pada Yeonhee.

Setelah itu, Yeonhee keluar SM dan berjalan menuju tempat pemberhentian bus. Sepanjang jalan, Yeonhee sibuk mengetikkan jadwal sehari-harinya untuk dikirimkan ke Sehun. Begitu bus telah sampai, Yeonhee segera naik kedalam dan memilih untuk duduk di pojok belakang bus sembari mendengarkan lagu dari earphonenya. Dia mendengarkan lagu sembari melihat kearah luar, tak jarang dia bersenandung mengikuti lagu yang sedang didengar olehnya.

Sampai sekarang masih tak ada pesan balasan dari Sehun dan Yeonhee pikir Sehun pasti sangat sibuk dengan urusannya saat ini jadi Yeonhee membiarkannya saja. Begitu Yeonhee sampai di tempat pemberhentian bus di dekat apartmennya, Yeonhee segera turun dari bus dan masuk kedalam gedung apartemennya. Dia menunggu lift sembari bersenandung. Saat pintu lift sudah terbuka, dia masuk kedalam dan menekan tombol angka 17.

Saat dia sampai di lantai 17, Yeonhee berjalan menuju apartemennya. Dia sedikit kaget melihat pintu apartemennya yang terbuka. Dia dengan perlahan-lahan berjalan mendekati dengan jantung yang berdegup kencang.

‘Apakah ada permapok?’ pikir Yeonhee.

Yeonhee masuk kedalam apartemennya dan menemukan sepatu ibunya berada disana, dia masuk lebih dalam dan mendapati ibunya sedang berbicara di telfon dengan seseorang.

“Harus kubilang berapa kali kalau kita sudah tidak memiliki hubungan apa-apa?” ujar ibunya kesal pada sang penelfon.

“Aku sudah melupakanmu sejak hari dimana kau meninggalkanku.” ujar ibunya lagi.

Yeonhee berjalan mendekati ibunya dan pada saat dia akan memanggil ibunya, sebuah kalimat membuatnya terdiam membeku di posisinya.

“Mun Junghyuk! Aku hidup sendiri, bayiku sudah meninggal! Apa kau puas sekarang? Tidak ada lagi alasan kau untuk menghubungiku!” ujar ibunya.

Yeonhee menatap ibunya tidak percaya dan beberapa saat kemudian, ibunya menyadari keberadaan Yeonhee yang sedari tadi berada tidak jauh dari ibunya itu.

Mom…” ujar Yeonhee lemah dan ibunya nampak panik karena dia taku Yeonhee akan berprasangka buruk.

You heard it wrong! There’s no one here. Tolong jangan hubungi aku lagi.” ujar ibu Yeonhee lalu dia buru-buru mengakhiri panggilannya.

“Yeonhee, ini tidak seperti yang kau pikirkan…” ujar ibunya lalu berjalan mendekati Yeonhe. Namun semakin ibunya mendekat, Yeonhee semakin menjauh hingga pada akhirnya dia berlari keluar dari apartemen sambil menangis.

– / / / –

Sehun sedang berlatih sendirian di dalam ruang latihan. Kesebelas member EXO lainnya sudah tidak berada disana lagi. Mereka sudah kembali ke dorm untuk ber istirahat. Sehun tetap tinggal di ruang latihan karena dia ingin menyempurnakan gerakannya dan juga dia ingin bertemu dengan Yeonhee.

Walaupun Yeonhee sudah pulang, Sehun tetap ingin bertemu dengannya. Entah hal apa yang terjadi pada Sehun hingga dia ingin sekali untuk bertemu dengan Yeonhee. Dia pun mematikan lagu yang sedang diputar lalu mengambil handphonenya dan menghubungi Yeonhee.

Yeonhee yang sedang berlari keluar dari apartemennya berhenti sejenak begitu mendengar handphonenya berdering. Dia mengangkatnya dengan buru-buru tanpa melihat siapa yang menelfon.

Yobuseyo?” tanya Yeonhee sambil berusaha mengkontrol suaranya agar tidak terdengar kalau dia baru saja menangis.

“Oi my servant! Kau dimana? Sudah pulang ke rumah? Bisa datang ke SM?” tanya Sehun.

“Sehun? Iya aku sudah pulang ke rumah karena aku sudah berlatih dari pagi. Tapi aku memang berencana untuk kembali kesana.” ujar Yeonhee.

“Apa kau baik-baik saja? Kau terdengar seperti habis menangis.” ujar Sehun.

“Tidak.. Aku tidak menangis, aku akan segera ke SM. Bye!” ujar Yeonhee lalu mematikan telefonnya tidak ingin Sehun tahu kalau dia sebenarnya memang habis menangis.

Yeonhee berjalan dengan sedikit lebih cepat dan dia menunggu bus untuk datang dan begitu bus datang dia cepat-cepat masuk kedalam. Yeonhee menghela nafasnya dan memejamkan  matanya untuk sebentar. Dia berusaha mencerna apa yang baru saja dikatakan oleh ibunya di apartemen.

“Mun Junghyuk.. Apakah itu nama daddy?” ujarnya sembari melihat pemandangan diluar.

Setelah 15 menit perjalanan, Yeonhee tiba di SM. Dia berjalan masuk kedalam gedung sendirian. Para staff sudah  pulang ke rumah karena memang sekarang sudah malam dan jam kerja mereka sudah selesai. Yeonhee langsung berjalan menuju ruang latihan EXO.

Di dalamnya, Sehun masih berlatih dengan giat dan serius. Biasanya, Kai juga akan berlatih bersama Sehun hingga larut malam untuk menyempurnakan gerakan mereka. Namun karena Kai sedang cedera, dia tidak dapat berlatih terlalu lama jadi hanya Sehun yang berlatih hingga malam. Sehun terus menari tanpa sadar akan keberadaan Yeonhee yang tengah bersandar di pintu ruang latihan. Yeonhee hanya diam saja melihat Sehun menari karena dia tidak ingin mengganggu Sehun. Begitu musik selesai, Sehun berdiri dengan pose penutupnya lalu segera meneoleh ke arah Yeonhee begitu dia melihat Yeonhee dari kaca.

“Akhirnya kau datang juga, pembantuku!” ujar Sehun senang dan menunjukkan wajah kekanak-kanakannya lalu menyeka keringatnya dengan kaus yang digunakannya.

“Ehm.. Aku sudah sampai saat kau menari tadi tapi aku tidak ingin mengganggumu jadi aku membiarkanmu menari hingga selesai.” ujar Yeonhee pada Sehun yang sekarang sedang berbaring diatas lantai.

“Ambilkan air minumku.” ujar Sehun pada Yeonhee. Yeonhee memutar matanya karena kemalasan Sehun untuk mengambil air minumnya sendiri yang jelas-jelas jaraknya sangat dekat dengan dirinya.

“Ini air minummu, your majesty.” ujar Yeonhee sembari memberikan botol air minum kepada Sehun sedangkan Sehun hanya tertawa kecil melihat aksi Yeonhee. Setelah Sehun meminum habis air di dalam botol tersebut, Sehun menyuruh Yeonhee untuk membuang botolnya.  Begitu Yeonhee selesai membuang botol minum Sehun, Sehun menyuruh Yeonhee untuk duduk didekatnya.

“Duduk.” ujar Sehun dan Yeonhee hanya menuruti apa yang dikatakan Sehun lalu melihat kearah Sehun yang kini sedang duduk dihadapannya.

“Apa yang bisa aku lakukan untukmu?” tanya Yeonhee.

Tell me about yourself. Aku ingin mengetahui tentang pembantuku dengan baik dan benar” ujar Sehun sambil menekankan kata pembantu saat dia berbicara.

No personal information.” ujar Yeonhee.

“Peraturan pertama, kau harus menuruti apa yang kukatakan karena aku adalah majikanmu. Peraturan kedua, kau tidak bisa menyangkal fakta kalau kau adalah pembantuku dan aku adalah majikanmu. So, tell me about yourself.” ujar Sehun sedangkan Yeonhee hanya bisa menghela nafas dengan pasrah dan memijat-mijat dahinya.

-to be continue-

Hallo semuanya, gimana chapter ini? Cukup panjangkah? Atau masih terlalu pendek?

Oh ya, kalau mungkin di FF ini kalian menemukan kata-kata kesebelas member lainnya yap benar, kalian gak salah baca. Aku memnag nulis kesebelas member dan kalau begitu berarti tentunya disini EXO OT12. Jadi, bagi yang mungkin tidak suka dengan OT12.. Hanya maaf yang bisa saya sampaikan h3h3.

Jangan lupa komen ya teman-teman.. Terima Kasih 😀

44 responses to “[2] You Know My Dad Better than Me

  1. Omo…omooooo… aku juga mau jd pembantu sehun…
    Seruuuu…!!! Lanjutkan…
    Maap baru comment di chap 2.. td diawal terllu excited saya nya..heheh..
    Keep writing…

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s