[One shot] True Love (Sequel Story of Polarlight)

FF ini ditulis oleh Julia Hwang, bukan oleh saya (Rasyifa), saya hanya membantu untuk membagikannya di FFindo. Tolong berikan apresiasi kalian ya melalui jejak komentar. Terimakasih~

 

juliahwangsposter

True Love

(Sequel Story of Polarlight)

 

Title : True Love | Author : Julia Hwang

Leght : Oneshoot | Genre : Romance, Friendship, Sad | Rating : PG13+

.

Main Cast :

Byun Baekhyun | Stephanie Lee (OC)

Other Cast :

Kim Taeyeon | Kim Jia | EXO

Cover by : Myeonnie Kim @School Art Design

Disclaimer :

Fanfiction ini real hasil imajinasi dan tidak ada sangkut paut apapun dengan copy paste atau plagiat dari fanfiction manapun. Ini adalah sequel dari cerita sebelumnya yang berjudul ‘Story of Polarlight’ milik saya dan di post juga di FFIndo dan disini. Saya menyarankan untuk membaca cerita sebelumnya karena cerita ini berkaitan. Semua cast milik kita bersama. Jika ada kesamaan cast, judul ataupun alur cerita itu hanya unsur ketidaksengajaan ! Thankyou~

Link Story of Polarlight:  Klik

Summary :

“Jika kau bertanya apakah aku masih menyukai dan mencintainya ? Dengan tegas aku akan menjawab aku akan selalu mencintainya seumur hidupku!”

 

Warning for typo !

-Happy Reading-

 

~True Love~

 

Jia POV

Hawa dingin pagi hari tak akan bisa mematahkan semangatku. Aku terus berlari dengan wajah panik dan tak peduli aku mungkin telah berlari 2 km dari rumahku menuju rumah orang yang telah kuanggap saudara kandungku sendiri. Dengan hanya memakai kaos biasa dan celana pendek mungkin orang-orang akan mengira aku adalah anak yang berhasil kabur dari korban penculikan yang sedang marak beberapa waktu lalu di komplek perumahanku. Keringat dingin mulai bercucuran, jantungku terus memompa dengan cepat berbarengan dengan langkahku yang sedang berlari.

Setelah aku sampai aku berdiri sejenak. Berdiri di depan sambil menatap papan kokoh berwarna coklat di hadapanku ini. Aku mengatur nafasku sejenak yg sepertinya akan habis karena berlari tadi dan mulai mengetuk pintu. Aku bahkan sampai lupa jika ada bel disana. Tak lama kemudian pintu terbuka dan berdiri wanita paruh baya yang masih nampak cantik langsung tersenyum kepadaku.

“Omonim.. Dimana Stephanie ?” Tanpa basa-basi aku langsung to the point karena tujuanku kemari hanya itu. Untuk bertemu Stephanie. Untuk bertemu sahabat yang sudah kuanggap saudara yang kuceritakan tadi.

Omonim hanya diam dan tidak berbicara. Ia hanya mengisyaratkan padaku bahwa Stephanie ada di kamarnya dengan menunjuk lantai atas dengan dagunya. Sebelum berlalu pergi ia sempat menahan tanganku dan berkata “Hiburlah dia.” dengan mata teduhnya.

Aku hanya mengangguk dan kembali tersenyum. Kulangkahkan kakiku dengan berat naik menuju tangga. Pintu kamar Stephanie masih tertutup dan kupikir ia belum bangun sekarang. Aku melihat jam yang melingkar di tanganku, sudah hampir pukul 10 dan tidak mungkin Stephanie belum bangun.

Aku sejak awal tidak berniat mengetuk pintu dan langsung menerobos masuk ke dalam. Aku melihatnya. Gadis cantik itu sedang duduk membelakangiku di meja belajarnya dan sedang memandangi laptop putihnya yang kulihat hanya terdapat sederet tulisan di dalamnya. Ia bahkan tidak menyadari kehadiranku saat kulangkahkan kakiku menuju ke arahnya dan menepuk bahunya pelan.

Ia menoleh dan langsung tersenyum manis padaku. Laptop yang awalnya terbuka ia tutup dengan cepat seakan ia tidak mengijinkanku untuk melihatnya. Aku duduk di tepian ranjang yang berhadapan dengannya dan menatapnya teduh. Kuperhatikan matanya yang nampak sisa-sisa air mata dan sepertinya ia habis menangis.

“Kau sudah mendengar beritanya ?”

Ia terdiam cukup lama dan kembali tersenyum. Ia mengangguk membenarkan ucapanku.

“Sudah.”

“Lalu bagaimana perasaanmu ?” Aku kembali melontarkan pertanyaan dengan sangat hati-hati karena kutahu Stephanie sangat mudah terbawa emosi dan juga ia sangat mudah menangis. Ia sangat cengeng akhir-akhir ini.

“Apakah aku harus memperlihatkan perasaanku padamu ?” Ia malah balik bertanya. Aku mengerutkan kening bingung dengan apa yang ia katakan. Apa ia sedang mengajakku bercanda di situasi seperti ini ?

“Aku baik-baik saja.” Ia melanjutkan kalimatnya dengan senyum palsu yang sangat kutahu. Stephanie tidak pandai berbohong. Sekali ia berbohong aku dengan cepat akan mengetahuinya. Anak ini sedang menyembunyikan lukanya padaku. Ia mencoba kuat tapi sayang itu malah terlihat jelas sekali. Gadis di hadapanku ini masih saja bisa tersenyum. Aku sendiri bahkan tidak kuat melihat kepalsuan ini. Mataku tak pernah lepas menatap tajam tepat di manik matanya.

Aku mendekatinya, memeluknya lembut dan terdiam cukup lama. Kurasakan kaos ku basah karena air mata. Akhirnya, Stephanie berani menangis di hadapanku. Ia mempererat pelukannya dan menangis dalam diam. Tak terasa aku juga ikut menangis. Air mataku tanpa ijin keluar begitu saja dan dengan segera aku menghapusnya dengan punggu tanganku.

“Tidak apa-apa.. Tidak apa-apa Stephanie.”

.

.

.

Berita menghebohkan terjadi pagi ini membuat hampir seluruh dunia tidak akan bisa mempercayainya. Salah satu member Idol Kpop yang sedang berada di puncaknya di gosipkan sedang berkencan dengan Idol Kpop lainnya dan akhirnya publik mengetahuinya.

“Byun Baekhyun, member of EXO dating with Girls Generation, Kim Taeyeon”

Begitulah kira-kira berita yang awalnya hanya rumor yang membuat siapapun yang mendengar, telinganya akan panas seketika. Mendengar kata Baekhyun, aku langsung teringat Stephanie. Aku menerka-nerka apakah gadis itu tahu ? Terus apakah yang akan ia lakukan sekarang ? Apakah ia akan meneror member Girls Generation itu seperti beberapa sasaeng fans lakukan nantinya ?

Baiklah.. itu terlalu berlebihan dan ini masih pagi. Bahkan berita ini hanya rumor semata walaupun bukti-bukti sudah terlihat jelas dengan foto-foto kencan mereka menaiki mobil saat malam hari. Tapi, semua pihak pasti sedang menunggu konfirmasi dari pihak agency terlebih dahulu karena dia yang mempunyai wewenang terbesar untuk artis-artisnya. Dan, sepertinya dewi fortuna sedang tidak berpihak untuk para fans yang mencintai Baekhyun kala SM Entertaiment, agency tempat dua sejoli ini bernanung mengkonfirmasi hubungan mereka. Mereka sudah berpacaran sejak 4 bulan yang lalu dan baru terungkap sekarang.

Shock. Jantungku tiba-tiba memburu dengan cepat. Apa ini lelucon ? Ini sungguh gila! EXO baru saja debut 2 tahun lalu dan salah satu dari mereka sudah berani berpacaran. Yang kutahu, masing-masing agency belum bisa memberikan para artisnya kebebasan untuk menjalin hubungan sebelum 5 tahun masa debutnya. Tapi EXO ? Baru 2 tahun dan itu sudah terjadi.

Aku kembali menggali informasi demi informasi. Kebanyakan fans masih belum menerima semua ini. Mereka marah, mereka kecewa, mereka sakit hati dan semua itu mereka luapkan lewat akun sosial media yang mereka punya. Twitter, Instagram, M2Day, Weibo dan masih banyak lagi. Mereka bahkan berkata dengan kata-kata kasar dan pastinya menyakitkan hati bagi yang membaca.

Entah kenapa aku tidak terlalu memikirkan itu. Di pikiranku hanyalah bagaimana dengan keadaan Stephanie saat ini. Dia pasti juga sangat kecewa tapi bingung harus berbuat apa. Baru awal tahun lalu ia bertemu Baekhyun di Jepang dan pria pendek itu mengetahui semua tentangnya. Bahwa ialah Polarlight, ia mempunyai kekurangan dan Baekhyun tau semua itu. Stephanie bahkan begitu bahagia saat ia menceritakan kejadian menggembirakannya padaku. Dan akhirnya ia mendapatkan apa ia yang dambakan sejak dulu, Baekhyun memuji secara langsung hasil karya bidikannya selama ini.

.

.

.

Stephanie duduk termenung sambil terus memperhatikan cameranya. Sudah hampir 5 tahun camera itu selalu menemaninya dimanapun dan kapanpun. Dan karena camera itu juga ia akhirnya bertemu seseorang yang ia idolakan dan cintai.

“Menurutmu bagaimana ?” Tanyaku menghilangkan kecanggungan kami selama beberapa saat. Ia akhirnya menoleh padaku dengan kening berkerut.

“Bagaimana.. Apanya ?”

“Eng.. Baekhyun oppa dan Taeyeon eonni. Apa mereka cocok ? Kau yakin bisa menerima semua itu ? Dan apa kau akan masih menyukai dan mencintainya ?”

Stephanie kembali tersenyum dan memasukkan camera kesayangannya itu ke dalam tas khususnya. “Ingat Jia, aku hanya fans nya dan sekarang aku harus tetap mendukung apapun keputusan yang di buat oleh Baekhyun oppa. Taeyeon eonni baik, dia cantik dan juga ramah. Suaranya juga sangat bagus dan aku menyukainya.Jika kau bertanya apakah aku masih menyukai dan mencintainya ? Dengan tegas aku akan menjawab aku akan selalu mencintainya seumur hidupku!”

Aku terharu mendengar pengakuannya itu. Betapa setianya Stephanie pada Baekhyun. Seharusnya Baekhyun beruntung mempunyai fans sepertinya.

Aku melihat Stephanie bangkit dari tempat duduknya menuju ke lemari pakaiannya. Aku tetap memperhatikan sampai ia mengeluarkan sesuatu yang sebelumnya terletak di bawah pakaian yang terlipat. Itu sebuah map berwarna biru. Entah apa isinya ia tiba-tiba menyerahkannya padaku. Aku membuka isi map biru itu karena penasaran, betapa terkejutnya aku melihat isi di dalam map tersebut. Banyak berkas-berkas aneh berbahasa asing yang aku tak mengerti apa artinya. Ada cap rumah sakit juga disana. Aku semakin tak mengerti dan kembali menatapnya.

“Apa semua ini ?”

“Lusa depan aku akan ke London, Inggris. Teman ibuku adalah seorang dokter spesialis mata di salah satu rumah sakit swasta disana dan aku akan menjalani operasi pertamaku yang kebetulan ada orang yang berbaik hati mendonorkan matanya untukku dan aku cuma akan menjalani operasi pencangkokan saja, Jia. Aku akan bisa melihat dengan sempurna lagi nanti.”

Betapa shock dan terkejutnya aku mendengar hal itu. Aku melihat Stephanie begitu bahagia saat mengatakan hal itu. Aku turut senang dan bahagia, tapi ada yang masih mengganjal di hatiku. Entah apa itu yang pasti membuatku resah untuk melepas kepergiannya.

“Jia..”

Ia duduk tepat di sampingku dan tersenyum lembut. Saat ia merangkulku, aku melihat ada genangan air berada di pelupuk matanya. Kuyakin sebentar lagi ia akan menangis dan pastinya aku juga akan begitu.

“Untuk beberapa bulan aku akan menutup akun Polarlight dan berhenti mengikuti Baekhyun oppa. Tapi aku janji, saat aku sembuh aku akan kembali dan mengikuti pria itu lagi dengan mata yang sempurna. Aku sungguh memimpikan itu sejak dulu, Jia.”

Gadis itu akhirnya menangis, menangis haru sambil terus tersenyum. Aku memeluk sahabatku itu dan menangis dalam diam di pelukannya. Ia menepuk pundakku menenangkan. Kurasakan bahunya juga bergetar karena menangis.

“Aku akan merindukanmu, Stephanie!” Kataku lirih di tengah tangisan.

“Aku juga pasti akan merindukanmu. Sudahlah.. Jangan menangis.”

Aku melepas pelukanku dan dengan cepat menghapus sisa-sisa air mata yang masih berada di pipiku. “Pergilah.. Aku akan terus mendukungmu! Jangan terus bersedih dan semoga semua akan baik-baik saja. Dan jangan lupa untuk kembali, Baekhyun oppa pasti akan menunggumu juga.” Stephanie mengangguk mantap saat aku memberinya semangat.

Kami berpelukan lagi, hanya sekarang dan besok waktuku bersama sahabatku ini dan ia akan pergi dengan segudang harapan yang ia inginkan lusa depan. Aku yakin Stephanie akan menjalani operasi itu dengan baik dan sukses. Aku akan selalu berdoa untuknya, untuk keselamatan dan kesembuhannya. Aku ingin melihat hasil bidikannya lagi. Aku ingin melihat banyaknya foto Baekhyun yang ia ambil setiap saat. Aku ingin melihat semangatnya lagi dan semua itu butuh waktu hingga ia kembali dengan penglihatan yang sempurna.

Jia POV End

 

~True Love~

 

Stephanie POV

Hari ini adalah waktunya. Aku akan berangkat menuju London dan meninggalkan sejenak semua aktifitasku di Korea. Aku akan selalu merindukan semuanya. Terutama pria yang sudah memiliki kekasih itu, Byun Baekhyun yang resmi berpacaran dengan Kim Taeyeon.

Saat mendengar berita itu untuk pertama kali, aku sangat shock bahkan tak percaya. Aku beberapa kali harus menahan tangisanku yang entah kenapa air mata selalu ingin keluar dari pelupuk mataku. Hatiku bertambah sakit saat banyaknya EXOFans membully mereka. Mengatakan hal-hal yang buruk terutama pada Baekhyun. Hatiku sakit sekali mendengarnya, lebih sakit di banding mendengar Baekhyun berpacaran dengan Taeyeon eonni. Aku tahu, mereka kecewa, mereka tidak menyukai pasangan ini, banyak yang merasakan hal yang sama denganku. Tapi mereka salah, mereka terlalu membawanya begitu serius dan terlalu berlebihan. Sampai berani mengatai bahkan tak segan menyumpahi mereka.

Ini salah besar untuk mereka. Jika mereka tidak setuju, sebaiknya jangan seperti ini. Mereka bisa saja masuk penjara jika ketahuan mengatai para idola itu, pencemaran nama baik, mungkin itu akan mereka rasakan jika salah satu dari Baekhyun atau Taeyeon habis kesabaran mereka dan melaporkan oknum-oknum yang bersangkutan. Kita EXOFans, seharusnya hanya mendukung apa yang akan mereka lakukan dan bukan malah memperburuk keadaan. Walaupun ini sakit, tapi aku yakin semakin lama kalian akan menerimanya juga. Kita harus bisa menjaga nama baik idola kita dan jangan sampai membuat mereka down seketika hanya karena kata-kata kasar yang kita hujani untuk mereka.

Jujur, aku saja belum menerima semua ini. Sangat tidak menerima. Tapi aku sadar, aku hanya seorang fans biasa yang terlalu terobsesi pada mereka sehingga rasa sakit ini terasa sangat perih di hati. Melihat orang yang kita cintai bersama wanita lain, sulit memang tapi kembali pada kenyataan dan aku tegaskan kembali, kami semua hanya fans yang tidak bisa berbuat apa. Aku tau, setelah ini pasti banyak yang akan meneror Taeyeon eonni dan selalu mengklaim bahwa Baekhyun atau member EXO yang lain adalah milik kita.

Itu bodoh. Kalian seperti tidak mempunyai etika dan sopan santun. Kalian harus menerima semuanya dengan lapang dada, inilah konsekuensi jika terlalu menyukai mereka. Mereka patut bahagia, sama seperti kita yang selalu bahagia setiap melihat mereka dan tersenyum pada kita. Jika kalian masih tetap pada ego kalian, kalian akan menjadi manusia paling egois yang pernah ada. Bayangkan jika para member EXO sudah berumur 50 tahun, apa kalian akan masih menyukai mereka ? Dan saat 50 tahun juga mereka rela tidak berkencan dan mempunyai pacar hanya untuk kita tapi kita sendiri akhirnya akan meninggalkan mereka, apa kalian mau mereka menjadi bujangan tua yang tidak laku lagi ? Kumohon pikirkan lagi walaupun ini sangat sulit untuk di terima.

Aku juga sama. Sama dengan kalian sebelumnya. Marah, kecewa bahkan benci juga sempet aku tanamkan di dalam kepalaku untuk seorang Byun Baekhyun. Tapi itu sama saja menjilat ludahku sendiri saat sejak awal aku sudah menetapkan hatiku padanya tapi hanya karena masalah ini aku pergi darinya dan menjadi antifans. Mungkin aku akan mentertawakan diriku sendiri. EXO baru berumur 2 tahun sejak debut mereka, wajar banyak pihak yang menyayangkan salah satu membernya sudah berani menggandeng wanita dan terlihat oleh publik dan membuat skandal dari itu semua. Setelah ini, mungkin mereka akan di cap sebagai idol yang ‘buruk’ untuk para junior-junior mereka nanti. Tapi, kembali pada dunia nyata mereka, seorang idol mempunyai hak untuk bahagia dan berhak untuk mengeluarkan pendapat dan keputusan mereka. Mungkin disini kalian akan mengira aku orang yang sok bijak dan sok mengerti hal ini, tapi aku juga seorang fans seperti kalia. Seorang fans yang akan bersikap dewasa. Rasa benci ada tapi aku tidak akan berbuat bodoh karena hal ini, seperti pergi dari fandom dan berubah menjadi antifans untuk mereka.

Saat itu juga aku bahagia. Ia akhirnya menemukan wanita yang akan menjaganya dan menemaninya di manapun dan kapanpun. Aku menyukai Taeyeon eonni, tapi saat dia bersama Baekhyun entah kenapa aku tidak menyukainya. Dan untuk sekarang, aku hanya bisa mendoakan yang terbaik untuk mereka dan tetap mendukung apapun keputusan Baekhyun. Mungkin menurutnya itu keputusan yang terbaik.

Aku mengemasi semua perlengkapanku masuk ke dalam ransel dan koper. Saat melewati meja rias, aku tersenyum di depan kaca besar yang terpampang memantul wajahku. Wajah pria tampan itu mengelili kaca dengan ekspresi yang berbeda-beda di setiap foto. Aku selalu memajang foto Baekhyun di setiap sudut kamarku. Di meja rias, di lemari, di pintu kamar mandi, di nakas dan di manapun semua wajah tampannya seperti menghiasi kamarku. Aku tersenyum sambil mengeluarkan air mata, aku mengingat beberapa bulan lalu aku masih aktif mengikutinya kemanapun ia dan member EXO yang lain pergi. Tapi untuk beberapa bulan kedepan, aku harus menghentikan semua itu. Aku pasti sangat-sangat merindukannya.

.

.

.

Jia menangis dalam pelukanku di Bandara Incheon sebelum aku benar-benar pergi dari Kota ini. Bahkan isakannya membuat beberapa orang menoleh pada kami. Aku terus menghusap punggungnyayang bergetar dengan lembut.

“Jangan menangis..”

Ia menyembulkan kepalanya dari dalam dekapanku dan lihatlah wajahnya yang penuh dengan air mata. Ingin sekali aku mentertawakan ekspresinya saat ini.

“Kau harus berjanji padaku. Kau akan cepat pulang dan kembali dengan sehat. Jika tidak aku akan membunuhmu!” Aku tertawa mendengar kalimatnya yang terdengar seperti ancaman untukku. Aku hanya mengangguk dan tersenyum ke arahnya.

Setelah ibu kembali dan memanggilku, sekarang waktunya aku benar-benar pergi. Jia melambaikan tangannya dengan air mata belum juga hilang dari wajahnya. Melihat itu aku lupa menitipkannya sesuatu dan kembali padanya.

“Jika kau melihat EXO dan bertemu dengan Baekhyun, aku ingin kau memberikan ini untuknya. Bisakah kau membantuku untuk terkahir kalinya sebelum aku pergi ? Uang yang aku kumpulkan bahkan habis untuk memberikan ini untuknya.” Kataku sambil menyodorkan kotak box besar berwarna coklat dengan pita berwarna pink yang manis di atasnya. Ia menghentikan tangisannya dan menatap box itu dengan kening berkerut.

“Apa ini ?”

“Jika kau membukanya, aku tidak akan segan-segan menghajarmu! Aku hanya meminta tolong berikan ini pada Baekhyun. Arraseo !?”

Ia hanya mengangguk mengerti dan akupun berbalik dengan langkah lebar agar tidak tertinggal pesawat. Aku sempat mendengar Jia berteriak ke arahku dan aku kembali berbalik lagi menghadapnya.

“Good luck, Polarlight!”

“Kau juga!” Jawabku dengan lantang sampai pada akhirnya aku menghilang dalam pintu.

~True Love~

 

Baekhyun POV

Aku duduk melamun di taman belakang gedung SM sambil terus memutar-mutar ponselku kesal. Hari ini adalah hari terburuk yang pernah ada di dalam hidupku. Semua yang aku sembunyikan rapat-rapat akhirnya tercium juga dan publik akhirnya mengetahuinya. Semua sosial media yang aku punya membicarakan topik hangat yang terjadi pada diriku.

Byun Baekhyun berkencan dengan Kim Taeyeon. Hey.. Apa itu salah ? Aku mengomeli diriku sendiri karena terlalu ceroboh dengan apa yang aku lakukan. Semua EXOFans kecewa, mereka semua membully ku dan Taeyeon dengan kata-kata kasar yang membuatku sakit hati. Di twitter, instagram, weibo dan semuanya. Di dalamnya hanya terdapat ancaman, kata-kata kasar dan semuanya di peruntukkan untukku. Aku menyesal. Aku membuat fans setiaku merasakan sakit hati yang teramat sangat seperti ini. Kali ini aku mungkin akan kehilangan beribu-ribu fans yang setia padaku sejak dulu karena skandal ini. Aku sedih, aku tidak mau semua itu terjadi. Di dalam hatiku yang paling dalam aku sungguh mencintai mereka melebihi apapun. Tanpa mereka aku tidak akan menjadi seperti ini. Aku hanya mau mereka menerima semua keputusanku dan tidak bertindak egois. Aku mempunyai hak untuk berkencan ataupun menikah dengan siapapun. Tapi aku tau, perasaan seorang fans tidak akan seperti yang aku pikirkan dan itu membuatku begitu frustasi.

Aku sekarang bingung harus melakukan apa. Di depan gedung SM tak banyak fans yang berteriak atau mungkin sedang berdemo menunggu mulutku berbicara dengan mereka. Untuk skandal ini, aku memilih untuk bungkam. Aku kembali mengecek ponsel, semakin banyak fans yang marah dan tak percaya dengan semua ini. Sejak skandal ini muncul tadi pagi, betapa shock aku saat melihat wajah para member terlihat frustasi mengelilingiku, Manajer hyung langsung datang dan memberikanku beberapa nasihat untuk tindakan bodohku ini. Tapi bagaimana lagi, kejadian ini sudah terlajur terjadi. Sejak 4 bulan yang lalu aku sudah berpacaran dengan Taeyeon noona dan menutupinya rapat-rapat dari siapapun. Saat diminta untuk mengkonfirmasi, jujur aku tidak akan berani dan lebih memilih untuk para staff saja yang melakukan itu ke publik saat foto-fotoku dan Taeyeon noona telah tersebar di berbagai media sosial dan outlet.

Mungkin menurut mereka, agar kasus ini cepat selesai, mereka akhirnya mengeluarkan sebuah konfirmasi tentangku dan Taeyeon noona. Mereka mengkonfirmasi semua fakta yang ada. Sedetik kemudian aku merasa lega. Aku mungkin tidak perlu lagi menutupi semuanya dari publik saat semua akhirnya telah terkonfirmasi. Tapi salah, semua semakin memanas dan keadaan seakan memburuk. Bahkan waktu Kai ingin keluar dari gedung, puluhan fans sudah bersiap di tempat mereka dan meneriakkan sesuatu yang semakin membuatku merasa bersalah. Mereka terus berdemo dan tidak memperdulikan apapun. Aku tau mereka ingin mendengar penjelasan dari seseorang. Aku sendiri atau Taeyeon noona.

.

.

Di saat seperti ini aku merindukan salah satu fans ku. Awal tahun aku bertemu dengannya secara langsung di Jepang. Aku merindukan Polarlight. Aku merasa dari berjuta-juta fans setiaku, menurutku hanya dia yang paling setia. Aku selalu melihat kesetiaan itu dari setiap foto yang dia hasilkan. Fotoku yang di ambil kapanpun dan dimanapun olehnya. Baru saja aku ingin membuka fansite itu, seseorang menepuk pundakku.

“Kenapa kau malam-malam disini ?”

Aku tersenyum melihatnya. Dia adalah seseorang aku cintai saat ini. Seseorang yang terkena skandal denganku. Seseorang yang sudah kupacari sejak 4 bulan yang lalu. Kim Taeyeon.

“Aku hanya sedang memikirkan sesuatu. Banyak fans-fans ku yang kecewa dengan semua ini. Mungkin sebentar lagi akan ada yang banyak menerormu dan antifansmu akan semakin banyak. Maafkan aku, chagi.”

Gadis manis itu hanya tersenyum dan duduk tepat di sampingku. Ia mengadahkan kepalanya menatap langit malam. Dari samping saja ia sudah terlihat sangat cantik.

“Jujur.. Karena semua ini aku sempat menangis.” Senyumanku seketika luntur saat mendengar pengakuannya. Dan karena inilah aku semakin membenci diriku sendiri, karena kebodohanku semua orang menangis bahkan yeojachingu ku juga. “Tapi aku mengerti. Inilah konsekuensi menjadi seorang idola yang di cintai banyak orang. Kau juga harus siap dibenci dan dihina juga. Aku tau, kau pasti sedang menyalahkan dirimu sendiri, tidak Baekhyun! Aku juga sangat bersalah dalam kasus ini. Kalau bukan karena aku, orang-orang itu tidak akan mengambil gambar kita malam itu dan akhirnya skandal ini keluar dan membuat banyak pihak kecewa. Para penggemarku juga tak kalah kecewanya dengan para penggemarmu. Mereka juga bahkan berani menghinaku karena mereka merasa aku ini terlalu tua untukmu. Sungguh jika kau mendengar, rasa sakit itu sampai menjalar ke seluruh tubuhmu.”

Kulihat lebih dalam, Taeyeon menangis. Ia menangis sambil tersenyum membuatku tak bisa lagi menahan air mata yang sejak tadi kutahan ini. Tak kurasa tanganku menariknya dan menghamburkannya ke pelukanku. Isakannya semakin menjadi dan aku hanya bisa diam sambil terus menghusap pundaknya lembut.

“Jangan menangis.. Kau hanya semakin membuatku merasa bersalah saat ini.” Kataku mencoba menenangkannya.

“Maafkan aku, Baekhyun. Hanya karena rasa suka ini aku tidak memikirkan bagaimana karir kita kedepannya. Aku telah membuat seluruh fans menjauh dari kita. Ini salahku, Byun Baekhyun!” Ia meraung dalam tangisannya. Jika keadaan yang seperti ini, pihak wanita akan merasa lebih tersakiti sekarang.

“Jangan seperti itu! Sekarang yang kita lakukan hanya bersikap biasa seperti dulu. Aku yakin semakin lama para fans akan menerima semua ini. Kita harus kuat, chagi. Aku tidak akan mau kehilanganmu.”

Akhirnya dengan sedikit bujukan, Taeyeon menghentikan tangisannya. Ia melepas pelukannya padaku dan menatapku bingung.

“Bagaimana dengan Polarlight ? Apa setelah ini ia akan berhenti mengikutimu ?”

Aku menepuk pelan keningku sadar. Sebelum Taeyeon datang tujuan awalku adalah mengecek fansite Polarlight. Sudah hampir beberapa bulan aku tidak mengecek fansite itu. Tapi, kenapa Taeyeon bisa tahu ?

“Darimana kau tahu tentang Polarlight ?” Tanyaku dengan wajah yang membutuhkan penjelasan.

Ia hanya tersenyum sambil menghapus sisa-sisa air mata yang masih berada di pipinya. “Aku pernah melihatnya di internet. Itu adalah fansite terbesarmu bukan ? Suho juga pernah menceritakannya padaku. Dan aku sangat iri dengannya! Di semua fotonya seolah hanya dia yang berada di tempat itu, kau terus memberikan tatapanmu padanya.” Aku tertawa mendengar penjelasan Taeyeon saat ini. Apakah dia cemburu ?

“Hey.. Apa kau cemburu ? Jangan seperti itu. Mungkin ia hanya beruntung dari sekian banyak orang. Dia hanya gadis yang manis, aku hanya melihat dia sebagai seorang adik.”

“Cih! Kau memujinya lagi.” Katanya dengan wajah kesal “Kau pernah bertemu dengannya ?”

“Pernah. Saat EXO berada di Jepang.” Jawabku seadanya dan mulai fokus melihat ponselku. “Dia selalu mengikuti kemanapun EXO pergi.”

“Wow.. Fans yang hebat!”

Akupun tersenyum kembali saat Taeyeon mulai menghebohkan Polarlight. Fansite telah kubuka melalui ponselku. Awalnya aku tersenyum, tapi sedetik kemudian senyumanku menghilang kala melihat fansite itu kosong. Bukan.. Bukan kosong, fotoku masih ada cuma terakhir itu saat 3 bulan yang lalu saat showcase EXO di comeback lagu baru kami Overdose. Sekarang fansite itu seakan mati. Tidak ada foto-foto baruku lagi yang kuhitung aku sudah beberapa kali berpindah-pindah panggung dan tempat untuk mempromosikan Overdose. Tidak biasanya Stephanie seperti ini. Kemana dia ? Tidak ada pesan juga yang tertinggal di fansite itu. Yang kutahu, jika seseorang sedang sibuk ia akan mengirimkan sebuah pesan atau isyarat ia akan hiatus. Tapi ini.. Tidak ada tanda apapun.

“Kau kenapa ?”

“Stephanie tidak mengambil gambarku lagi.”

“Siapa Stephanie ?” Aku langsung menoleh pada Taeyeon yang terlihat begitu bingung.

“Maksudku Polarlight. Dia tidak pernah aktif lagi sekarang.”

Kudengar Taeyeon hanya membuang nafas berat. “Mungkin dia sedang sibuk. Tunggulah.. Mungkin besok ia akan kembali lagi. Jangan takut kehilangannya!”

Kami berdua tertawa bersama. Mungkin benar apa yang di katakan Taeyeon. Stephanie mungkin sedang sibuk sekarang. Tapi kenapa aku terus memperhatikannya ? Apa aku takut kehilangannya ? Baiklah ini berlebihan untukku. Tapi tak ada salahnya kan aku merindukannya. Dan besok aku mengharapkan dia kembali walaupun skandalku ini belum selesai.

-***-

 

Sebulan telah berlalu. Kehidupanku telah kembali lagi seperti semula. Tidak ada amarah, tidak ada rasa kecewa dan tidak ada lagi fans yang berpindah fandom. Semuanya telah mereka lupakan dan mulai menerimaku dan Taeyeon. Aku senang. Sangat senang saat semuanya kembali lagi. Sejak sebulan lalu aku begitu merindukan hal ini. Dimana para fans setiaku kembali lagi padaku dengan wajah penuh kebahagiaan yang mereka perlihatkan padaku. Mereka senang, aku juga akan sangat senang. Aku sangat sangat menyayangi mereka melebihi apapun, walaupun sekarang aku mempunyai seorang kekasih, tapi merekalah yang lebih berarti untuk hidupku. Tanpa mereka, aku tidak akan sesukses ini. Dan aku hanya bisa berkata, Terima kasih untuk pengabdian kalian padaku.

Tapi, satu hal yang begitu aku sesali. Salah satu fans yang aku rindukan tidak pernah terlihat batang hidungnya lagi. Polarlight, dia benar-benar menghilang tanpa kabar. Yang membuatku kecewa adalah, fansite Polarlight ditutup. Semuanya hilang. Tak ada jejak lagi dan tak ada lagi foto-fotoku bertebaran disana. Aku kembali merasa frustasi, bahkan aku tidak sempat mandi dan sarapan pagi ini karena memikirkan hal itu. Dorm sedang sepi sekarang. Semua artis SM Entertaiment sedang di berikan liburan panjang dari owner. Bukan liburan panjang, hanya seminggu tapi bagi kami itu adalah liburan panjang yang sangat berarti. Beberapa member pulang ke rumah mereka dan beberapa lagi menetap di dorm. Hanya ada aku, Suho, D.O dan Chen saja disini.

Aku mengacak kasar rambutku. Aku terus menatap layar ponsel dan beberapa kali me’Refresh nya dan berharap ini hanya kesalahan dari ponselku tapi ternyata tidak. Fansite itu benar-benar sudah tidak ada. Musnah dan lenyap. Aku melemparnya ke sisi tempat tidur. Aku menyembunyikan kepalaku dalam selimut dan kudengar Suho memanggilku dan memasuki kamarku.

“Baekhyun-ah.. Ada yang mencarimu.”

Aku menyembulkan kepala dari dalam selimut dan menatapnya. “Siapa ?”

Suho menghendikkan bahu tidak tahu “Dia bilang dia adalah Polarlight.”

Aku langsung menghempaskan selimutku dan berteriak kegirangan “Stephanie disini! Yuhuu~” Kataku bersemangat sambil menatap Suho dengan mata berlinang. Ia hanya menatapku aneh dan nampak tak peduli. Aku dengan cepat memakai bajuku dan mencuci muka. Aku harus meminta penjelasan dari gadis ini. Kemana dia selama ini dan apa yang dia lakukan pada fansite Polarlight.

Aku segera bergegas menuju pintu depan. Wajahku sudah terhiasi senyum dan sedikit eyeliner. Aku takut ia membawa cameranya dan tiba-tiba mengambil gambarku tanpa polesan apapun. Hey.. Aku merasa sangat jelek disana nantinya. Aku langsung membuka pintu saat tiba-tiba seorang gadis membalikkan tubuhnya dan menatapku. Tunggu! Dia bukan Stephanie! Aku mencari-cari sosok gadis manis itu tapi yang ada hanya gadis yang tak pernah kulihat sebelumnya. Lumayan cantik dan ada yang aneh dari matanya. Terlihat bengkak seperti habis menangis berhari-hari. Ia hanya menatapku sambil tersenyum dan yang bisa kulakukan sekarang hanyalah membalas senyumannya.

“Siapa kau ? Dan.. Dimana Stephanie ?” Tanyaku dan hanya membuatnya terkekah pelan.

“Aku adalah sahabat Stephanie, Oppa. Bisakah kau meluangkan waktumu hari ini ? Sebentar saja.. Kumohon! Stephanie membutuhkanmu.”

Aku menatap matanya lekat-lekat. Tidak ada kebohongan di dalamnya. Tapi aku masih khawatir jika ia berbohong. Ia mungkin saja seorang sasaeng fans yang sedang menyamar untuk menculikku. Oh.. Tidak mungkin, jika ia sasaeng fans mana mungkin ia mengetahui Stephanie dan mengatakan dirinya Polarlight bukan ?

“Kemana kita akan pergi sekarang ? Kau tidak bohong kan ?”

Ia hanya menggeleng sambil tersenyum manis ke arahku “Ikuti saja aku, Oppa.”

“Bolehkah aku mengajak Taeyeon ?” Tanyaku sekali lagi. Ekspresinya tiba-tiba berubah. Mungkin ia shock tapi aku tetap tenang. Sedetik kemudian ia hanya mengangguk.

“Tunggu sebentar, Aku akan bersiap.”

~True Love~

 

Aku tak percaya ini terjadi. Aku hanya bisa melihat dengan air mata yang terus mengalir dari pelupuk mataku. Aku sengaja memakai kacamata hitam ini agar tidak ada yang melihat bagaimana menyedihkannya diriku sekarang. Aku menunduk dan sengaja tak melepas topi yang kukenakan. Semakin lama kacamata yang kupakai beruap membuat pandanganku terlihat rabun. Aku membukanya sedikit dan menghapus sisa air mata dengan jariku. Semakan lama lagi isakan tangisanku mulai terdengar. Aku sungguh tidak kuat dengan situasi di hadapanku saat ini. Untuk pertama kalinya aku menangis karena seorang fans. Fans setia yang entah kenapa ia sudah kuanggap adik kandungku sendiri. Rasanya beda, saat melihatnya untuk pertama kalinya senyumannya seakan membuat hatiku begitu tenang. Berbeda dengan Taeyeon yang notabanenya adalah kekasihku sendiri. Jujur, ini sedikit beda. Setengah hatiku mungkin sudah berada bersamanya hingga sekarang, ikut terkubur dengan tenang.

Aku bangkit dari tempatku duduk tadi dan mulai berjalan dengan langkah pelan. Kepalaku tiba-tiba sangat pening. Aku lupa aku belum sarapan dan langsung berlalu begitu saja. Kulihat Taeyeon datang dari kejauhan membawa dua kaleng soda dan memberikannya satu padaku. Aku masih enggan membuka kacamata dan topi yang kupakai walaupun di tempat ini begitu sepi. Taeyeon membuka kacamata yang sama denganku dan menatapku dengan senyuman. Kulihat sisa-sisa air mata di wajahnya. Kurasa ia juga menangis sama sepertiku. Ia mengelus pundakku lembut. Aku hanya bisa terkekeh tanpa mengeluarkan suara barang sedikitpun. Air mata kembali jatuh dan dengan segera aku menghapusnya dengan jariku yang bebas.

“Aku tadi bersama dengan Jia. Ia sangat baik dan menyenangkan. Rasanya aku seperti mengajak adik kandungku sendiri. Bagaimana denganmu ? Jia meminta kita untuk mengikutinya lagi ke rumah Stephanie. Kau yakin akan baik-baik saja ?” Taeyeon tak berhenti bersuara. Aku tau dia sangat khawatir tapi sungguh aku tidak ingin berbicara sekarang.

Tiba-tiba entah darimana asalnya, Taeyeon menyodorkan sebuah kotak box besar dan ia berikan padaku. Aku mengrutkan kening bingung menatap box yang sekarang kupegang dan Taeyeon bergantian. Dari luar box itu terlihat sangat manis, berwarna coklat muda dengan pita berwarna pink di atas tutupnya.

“Jia memberikan ini padaku. Ia meminta bantuanku untuk memberikannya padamu. Bukalah saat kita sampai di rumahnya.”

***

To : Byun Baekhyun oppa ^^

From : Stephanie Lee~

 

“Annyeong haseyo oppa..

Apa kau masih mengingatku ? Hahaha aku Polarlight itu. Stephanie.. Stephanie Lee :’)

Pertama-tama aku ingin mengucapkan selamat untukmu! Bukan sekali.. Tapi beberapa kali.

Pertama, selamat atas comeback suksesmu dengan EXO beberapa bulan yang lalu. Sungguh kau sangat tampan dengan rambut yang kau cat berwarna hitam. Aku menyukai stylemu yang ini 😀 Dan lagu kalian benar, aku beberapa kali terkena Overdose sekarang ._. hoho EXO Fighting!

Kedua.. Aku ingin mengucapkan selamat untukmu dan Taeyeon eonni. Jujur, aku tidak percaya dengan semua ini. Tapi aku mempercayaimu, Oppa. Kau tidak mungkin salah dalam bertindak sesuatu. Yang bisa kulakukan sekarang hanyalah mendukung kalian untuk kedepannya. Semoga kalian tetap saling mencintai dan jangan lupakan kami, para fansmu. Walaupun beberapa dari kami masih belum menerimanya, aku yakin kau akan tetap kuat dan percaya dengan kami. Kau menyayangi kami dan aku tahu itu. Hmm.. Karena aku adalah fans yang baik, aku memberikan kalian hadiah. Maaf jika kalian berdua tidak menyukainya 😥 Itu memang tidak seberapa tapi itu tulus dari hatiku untuk mendukung hubungan kalian. BaekYeon jjang! Saranghaja ❤

Dan yang terakhir.. Aku ingin meminta maaf padamu secara pribadi. Aku tidak bisa menjadi fans yang baik lagi kedepannya. Aku tidak bisa mengikutimu lagi saat kau sedang perform dengan EXO. Aku tidak bisa menyenangkan fans-fans lain dengan memberikan mereka hadiah fotomu setiap saat. Maaf aku telah mengecewakanmu, Oppa.

Aku harap kau mengerti. Aku sudah meminta Jia untuk menutup akun Polarlight untuk selamanya. Maaf aku menghilang beberapa waktu lalu. Tidak ada alasan hanya aku sedang lelah waktu itu. Tapi jangan khawatir, Polarlight akan selalu berada di hatimu. Polarlight akan selalu menemani Byun Baekhyun di manapun ia berada. Polarlight akan terus mendapatkan cinta darimu dan fans-fans lain yang menyukai hasil fotonya. Aku tidak bisa berbuat apa-apa lagi dan hanya bisa melihatmu dari kejauhan. Dan satu lagi, Oppa.. Mataku sudah sembuh! Aku sekarang bisa melihat dengan jelas lagi! Tapi, aku menyesal! Apa artinya semua ini jika aku tidak bisa ada untukmu lagi. Tidak bisa menjadi seorang EXOFans sejati lagi.

Oh ya.. Katakan padaku jika pesan ini sangat panjang ? -_- Mungkin itu aja yang akan aku katakan padamu. Oppa.. Kau akan selalu menjadi cahaya kami bukan ? Walaupun kau sudah mempunyai Taeyeon eonni kau akan tetap menyayangi kami dan tetap menjadi Byun Baekhyun kami yang dulu bukan ? Jika iya, aku dan EXOFans lain akan berkumpul dan berkata “Kami mencintaimu, Byun Baekhyun! Kami mencintaimu EXO! EXO fighting! Saranghaja! <3” dan pasti itu sangat menyenangkan!

Baiklah.. Aku akan menyudahi pesan ini. Stephanie Lee akan pergi. Selamat tinggal Baekhyun oppa. Aku mencintaimu~!

 

Aku tidak bisa menahan tangisanku lagi saat ini. Surat itu bahkan telah basah karena air mata yang berasal dariku. Aku menutup wajahku dengan telapak tangan. Aku duduk sambil menyandar pada dinding di sebuah kamar yang sangat rapi dan bersih. Sebelumnya, aku memasuki kamar ini bersama Jia dan Taeyeon, tapi mereka meninggalkanku sendiri disini. Dengan tembok bercat pink pastel, sangat cantik seperti kamar seorang adik perempuan yang baru saja lahir. Baru aku memasukinya, mulutku tak berhenti menganga lebar saat melihat seluruh sudut kamar ini hanya berisi fotoku, gambarku, pernak-pernik dan beberapa poster lain. Ada member EXO juga, tapi yang lebih mendominasi adalah wajahku yang terpampang di beberapa tempat di kamar itu.

Sebelumnya, sekilas senyum sempat menghiasi wajahku saat melihat apa yang ada di meja belajarnya. Semuanya hanya ada aku. Aku tak percaya darimana dia bisa mendapatkan barang-barang bergambar wajahku seperti ini. Aku kembali menuju ranjangnya, tempat gadis itu tertidur. Aku masih merasakan jika dia masih disini dan sedang bersiap mengambil fotoku. Camera itu berada tepat di atas ranjangnya. Aku berniat mengambilnya tapi rasa penasaranku pada kotak box di hadapanku ini lebih besar. Aku membukanya perlahan. Saat pertama membukanya, hanya ada sebuah album foto kecil yang semuanya berisi fotoku. Ada sebuah buku diary juga. Saat kubuka halaman demi halaman, semuanya terisi aktifitas saat dimana ia sedang melakukan tugasnya, yaitu mengambil fotoku. Jadwalnya sangat rapi dan rutin ia laksanakan. Lalu ada beberapa accecoris lainnya yang tak jauh-jauh dari EXO dan aku sendiri, Baekhyun. Ada binder juga yang berisi profil dan beberapa fakta dari kami para member EXO. Ada foto polaroid juga yang berserakan di dalam box. Terakhir, tepat di tempatkan paling bawah ada sebuah surat dan sebuah kwitansi pembayaran. Pembelian sebuah scooter couple atas nama Stephanie Lee. Dan sebuah surat yang tak berhenti menghentikan tangisanku.

Tiba-tiba saja Jia datang dan menatapku. Mata bengkaknya masih sangat terlihat dan aku baru tahu penyebab mata bengkaknya itu. Ia duduk di ranjang dan menghadap padaku yang masih duduk bersandar pada dinding. Ia mengambil camera Stephanie dan menyimpannya di dalam tas khusus.

Ia kembali memasukkan barang-barang Stephanie yang sebelumnya ku keluarkan dari dalam box dan menutupnya kembali, tapi ia melupakan surat yang masih kupegang. Ia menatap lurus ke arah balkon dan cahaya matahari langsung menghias wajah sedihnya.

“Stephanie begitu setia padamu, hingga sekarang ia sudah tidak berada di dunia ini lagi. Sebelum ia menghembuskan nafas terakhir pun ia masih bisa menyebut namamu dan beberapa kali menyuruhku untuk mencari informasi terbaru tentangmu di rumah sakit. Ia bahkan menyuruhku dan omonim untuk tidak menyentuh semua benda-benda yang berada di kamarnya yang berhubungan denganmu dan tetap meletakkannya pada tempatnya. Tapi sekarang, satu fans terbaikmu telah pergi. Jujur aku susah untuk mengatakan apapun selain berterimakasih padamu, Baekhyun oppa.”

Jia menangis dan menoleh padaku. Aku hanya bisa menunduk dan menggigit bibir bawahku gugup sambil menahan air mata. “Sebelum ada kau dan EXO, begitu terpuruknya dia. Tidak percaya diri dan hanya mengurung diri di rumah tanpa ingin keluar. Tapi saat EXO debut dan dia melihat jenis pria sepertimu, ia mulai tertarik dengan dunia fangirl dan mulai mengikutimu kemanapun dan melatih hobi foto memfotonya. Kau tau, dia adalah sahabat paling baik yang kukenal hingga sekarang. Aku bahkan iri dengan kesabaran dan semangatnya. Dan karena kau, itu semua jadi merasa mudah untuk Stephanie. Sekali lagi terimakasih.”

Jia beranjak dari tempat duduknya dan berjalan menuju pintu. “Taeyeon eonni menunggumu di bawah, Oppa.” Katanya sebelum benar-benar menghilang di balik pintu.

Entah kenapa saat ini aku begitu menyesal menjadi seorang idola sekaligus bangga. Bangga karena pernah mempunyai fans seperti Stephanie dan menyesal karena tidak bisa membuat bangga para fans yang menyayangiku. Tapi semua terlambat, Stephanie meninggal 2 hari yang lalu karena terjadi sesuatu pada kelopak matanya dan menolak untuk di cangkokkan dengan mata yang baru. Ia tidak bisa menahannya lagi dan tidur dalam damai. Aku bahkan takjub saat dia rela menghabiskan uangnya kembali untuk membeli scooter untukku dan Taeyeon sebelum ia meninggalkan Korea dan berobat ke London. Dari sana aku mendapat sebuah pelajaran berharga.

“Kau tidak perlu khawatir kehilangan beberapa orang di banding kehilangan satu orang yang benar-benar ada untukmu. Semua telah memiliki akhir dalam setiap kisah hidupnya. Tuhan sudah merencanakan semua dan kita hanya bisa bersiap. Bersiap untuk masa depan kita nantinya. Dan Stephanie telah mendapatkan masa depannya, mencintaiku hingga akhir hayatnya.”

Aku mengambill sebuah spidol berwarna merah di dekat meja belajar Stephanie dan menuliskan sesuatu di atas kotak box miliknya.

“Selamat tinggal, Stephanie. Kau benar, kau akan selalu berada di dalam hatiku sebagai fans sejati. Aku sangat berterimakasih padamu untuk semuanya selama hampir 3 tahun ini. Terimakasih juga telah menjadi seorang Polarlight yang baik untuk Byun Baekhyun. Semua mencintaimu, Stephanie dan semua juga mencintai Polarlight~!”

.

.

.

.

-END-

 

Sad ending tapi gayakin ini Sad karena kembali lagi ke alur yang aneh dan maaf saya selalu bermasalah sama ending yang entah kenapa gak pengen banget bacanya :’) Terinspirasi buat sequel ini karena skandal Baekhyun dan Taeyeon beberapa hari lalu dan selamat untuk mereka. Dan juga karena Polarlight sempat heboh karena beliin couple ini scooter dan tetap mendukung Baekhyun apapun yang terjadi -_-

Sebelumnya saya juga sempet sedih denger kabar-kabar buruk tentang EXO beberapa bulan ini, mulai dari kasus Kris vs SM, skandal Baekhyun-Taeyeon, dan denger hampir 200.000 EXOFans meninggalkan fandom dan fancafe karena semua ini 😥 Sebagai seorang EXOFans jujur sakit banget rasanya. Kecewa pasti ada tapi balik lagi member EXO juga manusia, mereka berhak ngelakuin apapun yang mereka mau dan kita sebagai fans harus tetap mendukung keputusan mereka. Sedih.. Sedih banget karena semua ini T.T

Semoga karena semua kabar buruk ini, EXO semakin maju dan sukses kedepannya! ‘-‘ Aku sampai kapanpun tetep dukung mereka walaupun ‘mungkin’ /jangan sampe please/ mereka hanya tersisa 2 orang :’) Tapi balik ke real life saya sendiri, entah sampai kapan akan berhenti mengidolakan mereka-mereka semua :’D EXO Fighting! ‘-‘)9

Maaf jadi curcol gini -_- Jangan lupa RCL para readers :* Sekali lagi Big Thanks buat Rasyifa yang udah repot-repot mau ngepost FF abal ini di FFIndo {}

See you~!

 

Julia Hwang

91 responses to “[One shot] True Love (Sequel Story of Polarlight)

  1. suka banget sama quotesnya :))
    dari mulai kasus kris sebenernya aku udah mulai sedih dan kecewa, trus ditambah lagi soal baekhyun, makin poteklah hatiku <//3 tapi aku ga pernah kepikiran buat ngebash apalagi sampe ninggalin mereka (ya walaupun aku ga tau sampe kapan aku suka sama mereka) tapi aku selalu berusaha buat setia kok :')
    sedih banget pas liat banyak fans yang ngebash, apalagi yang keluar fandom sampe banyak banget kaya gitu T-T dan baekhyun juga berubah jadi pendiem sekarang.. kangen baekhyun yang ceria 😥
    but, don't worry~ karena aku udah nerima baekhyun sama taeyeon kok, dan aku udah merelakan kalo kris keluar dari exo :))
    suka banget ffnya ❤

  2. Huaaa :’) nangisnya gabisa berenti nih.. Oiya btw, exo emg suatu saat bakal kencan bahkan nikah, tpi mereka masih 2 thun debut udah berani kyk gtu. Wajar lah fans kecewa, diumur biji jagung kayak gitu pasti exo fans masih banyak yang labil. Baekhyun juga harus bisa jaga hati fans, masa idol ngumbar2 kemesraan sampe buka atap mobil. Dipikir hidup itu ‘mudah’ aplgi dia idol. Fans juga manusia, fans peri bukan berarti labil atau ga setia. Tapi karna fans ‘capek’ tanpa fans baek apa? Dia bukan idol tanpa fans. Jadi idol kalo gabisa jaga hati fans, jangan salahin fans pada pergi. Wajar fans marah,kecewa,kesel tapi bukan berarti gabolehin idol kencan cuma ‘belum waktunya’ aplgi fans masih banyak yg labil. Berani banget 2th debut udah pacran, entar kalo fans udh banyak yg ga labil lagi kan pasti ngerti. Kalo udh saatnya, fans juga yang pasti nyuruh si idol punya pasangan.. Ga kayak gini -_-

  3. Pingback: INTRO_RASYIFA | FFindo·

  4. Aku baru nemu cerita yang kaya ginian~ bagus banget! Aku udah baca yang Story of Polarlight juga, ceritanya keren, dapet feelnya, suka pokoknya :3

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s