Purgation

Purgation | fhayfransiska | Life, Moral Value

Bae Sooji, Park Chanyeol

“Seperti bodyguard yang sangat protektif padamu.”

________

           

            “Jadi, hari ini kau tidak bisa menjemputku?”

Sooji harus menelan bulat-bulat rasa kecewanya mendengar deheman mengiyakan di ujung telepon. Seseorang di sana terdengar menyesal, membuat si gadis berpipi penuh itu lantas cepat-cepat menambahkan, dengan bumbu rasa riang yang dibuat-buat, “Ah, tidak apa-apa kok Chanyeol ah, aku akan baik-baik saja, tentu!”

“Apa kau yakin? Apa aku perlu meminta Baekhyun, adikku untuk menjemputmu?”

“Tidak, tidak perlu. Aku baik-baik saja, sungguh!”

Pria bermarga Park itu terdiam sebentar, menghela napas pelan, jelas sekali rasa khawatir masih bercokol di hatinya, “Baiklah, hati-hati ya, jaga dirimu.

Sooji mengangguk, melupakan fakta bahwa Chanyeol tidak akan bisa melihatnya, “Iya. Kau tidak perlu khawatir.”

Dengan itu, sambungan telepon terputus.

_________

            Gang sempit, akses paling cepat menuju rumahnya yang terletak di perumahan bagian dalam. Dari semua jalan yang pernah Sooji lalui, hanya satu jalan pintas ini yang paling sering membuatnya bergidik. Ngeri hingga menjalar ke ulu hati. Sangat sepi dari aktivitas manusia mengingat gang itu jarang dilewati, terbaikan dan terbengkalai, terbukti dari jajaran sampah kering yang berderet kacau di samping-samping jalan. Bahkan si petugas kebersihan pun jarang mengacuhkan tempat ini.

Biasanya, ia bersama Chanyeol, kekasihnya yang selalu setia mengantarkannya pulang sampai tepat di depan rumah. Tapi sayangnya, hari ini pria itu disibukkan dengan urusan kantor yang entah apa, membuat Sooji mau tidak mau harus naik taksi dan berjalan melewati gang ini. Sendirian.Ukh.

Sooji menghela napas sebelum akhirnya berjalan memasuki gang yang sepi dan sedikit gelap itu. Rasanya seperti memasuki terowongan yang tak jelas di mana akan berakhir, kalau ia boleh berlebihan sedikit. Jantungnya terus berdebar selagi sepasang kaki jenjangnya melangkah, meninggalkan cahaya terang di belakang dan menghadapi temaram di depan.

Belum sampai setengah perjalanan ketika napas Sooji mendadak tercekat, tepat saat iris kelamnya menangkap sesosok pria di ujung sana. Pria itu menunduk, menyembunyikan wajahnya di balik topi warna gelap. Wajahnya memang tidak terlalu jelas, namun keriput samar yang tampak mengindikasikan usianya yang di atas empat puluhan, tinggi badannya lumayan, standar orang Korea dan dia memakai jaket kulit tua.

Jemari Sooji bergetar hebat, terlampau hebat. Ya Tuhan, bagaimana kalau pria itu adalah seorang pemerkosa? Ya Tuhan bagaiman kalau pria itu adalah seorang penjahat? Apa yang harus ia lakukan, oh Ya Tuhan!

Namun Sooji memilih untuk terus berjalan, mengabaikan pergulatan di hatinya. Berprasangka buruk itu tidak baik, pikirnya meyakinkan diri sendiri. Ia mengangkat jemarinya, meletakkannya di dada. Memanjatkan doanya di dalam hati, berulang-ulang, sambil menundukkan kepala.

Ya Tuhan, tolong selamatkan aku!

            Ya Tuhan, jangan biarkan hal buruk terjadi padaku.

            Ya Tuhan, jangan biarkan sesuatu yang tidak diinginkan, apapun itu, terjadi.

            Ya Tuhan, biarkan aku selamat sampai di rumah.

            Ya Tuhan, kabulkan doaku!

            Ya Tuhan!

Seolah hanya dalam satu kedipan mata, tidak terasa Sooji telah sampai di ujung gang. Tempat yang terang.

Doanya terkabul.

Ia baik-baik saja.

_________

Keesokan harinya, Sooji menerima sebuah kabar mengejutkan.

Seorang gadis, dengan inisial IY, dilaporkan mengalami tindak pelecehanseksual di gang sempit tak bernama itu, tempat yang ia lewati kemarin. Dari keterangan waktu yang Sooji dengar dari bisik-bisik tetangga, kejadian itu terjadi hanya beberapa waktu setelah ia lewat. Dan pelakunya, tidak perlu ditanya lagi, seorang pria berjaket kulit tua dan bertopi hitam. Ya, pria yang kemarin Sooji lihat dengan mata kepalanya sendiri!

Oh, ya Tuhan! Sooji menutup mulutnya dengan sebelah tangan mendengar berita memilukan itu. Ia nyaris meneteskan air mata. Tidak percaya.

Ya Tuhan, ya Tuhan.

Ia selamat, ia selamat. Ia baik-baik saja setelah melewati gang itu. Ya Tuhan, syukurlah!

Chanyeol langsung menghadiahinya berjuta pertanyaan, rasa syukur bercampur cemas. Pria itu sangat menyesal, heboh sampai berulang kali meminta maaf, namun Sooji berhasil menenangkannya kembali.

Seorang polisi mendatangi Sooji hari itu juga, meminta keterangan. Sooji mengatakan yang sebenarnya, memang benar bahwa pria paruh baya itu yang ia lihat di sana. Di gang itu. Gadis itu menyaksikannya.

“Ah, iya, Pak Polisi, boleh saya ikut Bapak ke kantor?”

“Lho? Untuk apa Bae-ssi?”

“Saya … saya hanya ingin menanyakan sesuatu pada tersangka.”

_________

Bukannya tidak bersyukur atau apa, Sooji hanya penasaran, kenapa ia, gadis yang notabene lebih dahulu melewati tempat itu, malah tidak mengalami kejadian tak senonoh itu? Bukannya ingin atau apa, tentu, ia bersyukur telah selamat, hanya saja, ia ingin tahu. Kenapa hal itu tidak terjadi padanya, padahal ia yakin sekali pria itu melihatnya, pria itu menyadari keberadaannya!

Tapi … kenapa?

Sooji melempar pertanyaan itu pada tersangka, yang langsung dibalas dengan tatapan heran. “Kenapa bertanya seperti itu?”

“Saya … saya hanya ingin tahu.”

Si tersangka terdiam sebentar sebelum akhirnya melanjutkan, “Kau ini bagaimana sih? Tentu saja, bagaimana mungkin aku berani melakukannya padamu, mendekatimu saja aku tidak bisa, kau kan tidak sendirian.”

Mata Sooji membulat, “Apa?”

“Karena di gang itu, kau tidak berjalan sendirian. Kau berjalan ditemani dua orang pria bertubuh tinggi di samping kanan-kirimu. Seperti bodyguard yang sangat protektif padamu.”

Sooji hanya bisa terdiam mendengarnya.

.

Yes, they’re angels.

__FIN__

So, dear friends, don’t forget the power of pray, ok?

And believe, God will always protect you! 😀

Oh, ya, ini cerita urban yang pernah aku denger. Aku cuma mengemasnya ulang supaya lebih menarik. Tapi yang paling penting adalah; pesannya sampai.

Dan jangan pernah lupa berdoa, karena hanya doa yang bisa mengubah takdirmu, teman 😀

Fangirling boleh, tapi jangan sampe lupa yang di atas, ya ^^

numpang promote yaaa

main- main ke blogku yuuuk ^^ lagi update ^^

 

27 responses to “Purgation

  1. Ini khn ksh nyta d amerika..
    Yg seorang muslimah jln k gang itu..
    Dn dy smbl berdoa pd allah…
    Iyy khnn??

  2. serius, aq pernah denger ini di berita Amerika.

    Amerikakan negara dgn tindakan kriminal tertinggi ya. jd disitu ad cewe, cerita ny sama yg kamu tulis Fhay,

    ternyata si cewe yg selamat itu seorang muslim dan dia selalu mengamalkan membaca ayat kursi saat dimanapun dia berada.
    *bukan SARA ya*

    pesan moralnya sampe bgt Fhay, selamat🙂

    Keep writing ya🙂

  3. ahhh..keren banget🙂
    pesannya juga dapet🙂
    baru nemuin ff Suzy yg kyak buatanmu thor🙂 ada pesannya🙂
    keren, fighting!

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s