Melted (Chapter 2)

Ini bukan ff ditjao, melainkan ff titipan dari salah seorang teman. Harap memberikan apresiasi berupa komentar setelah membaca ya, terima kasih sebelumnya.

POSTER FF

Title:  Melted (Chapter 2)

Author: hunye0ja

Cast: Oh Sehun, Park Chayeon

Support Cast:  Park Chanyeol, dll. (akan bertambah)

Genre: Romance, Married-life

Length: Chaptered

Rating: PG-15

Disclamer: This story is mine, and pure by my imagination :)Warning TYPO

Note: Hi !! Terima kasih buat dita unnie, yang dengan senang hati mau bantuin ngepost ff amatiran ini, hehe.. jangan lupa komen ya! Happy reading~

Jika ada kesamaan ide, itu mungkin sebuah ketidaksengajaan, ff ini pure BUKAN plagiarism. Jika ada kesamaan ide, ya wajarlah namanya juga manusia.

 

Story before: (Teaser)(Chapter 1)

Author pov*

Chayeon, Minji, dan Hara. Berbincang-bincang disebuah restoran sushi, ya mereka cukup dekat untuk sekedar berbicara satu sama lain. Terutama Hara dan Chayeon, Hara merupakan kakak perempuan dan istri yang baik. Mengingat ketika Hara sedang ngidam dan Chanyeol sedang ada jadwal terbang ke luar negeri. Chayeon lah yang dibuat pusing oleh Hara dengan permintaan yang berbagai macam selama Chanyeol tak ada. Yah, untunglah Hara sudah melahirkan. Chayeon tidak perlu repot-repot keluar malam untuk memenuhi permintaan Hara.

“Menurutmu yang ini enak tidak? Dari gambarnya sudah terlihat menggiurkan,” seru Minji di ikuti kerutan di dahi Chayeon.

“Hah Minnie, jangan mudah tertipu oleh gambar. Bisa saja itu di photoshop, kurasa yang ini lebih baik. Aku pernah mencobanya.” Chayeon menunjuk gambar disebelahnya. 

“Kalian masih ingin makan lagi? dua piring sushi tadi memangnya tidak membuat kalian kenyang?” ujar Hara. Dua gadis di depannya hanya menggeleng polos.

“Oh aku hampir lupa tujuan aku mengajak kalian makan.”Hara menepuk dahinya pelan.

“Hmm.. apa?” sahut chayeon sambil menguyah gurita kenyal yang ada dimulutnya.

“Yeonni, kata chanyeol pernikahanmu dengan sehun akan dilaksanakan 2 minggu lagi.” seru Hara lalu membuka tasnya. Menunjukan sebuah kertas berisi alamat.

“Hah.. APA?” suara chayeon cukup membuat para pengunjung restoran sushi itu melihatnya. Minji segera membungkuk meminta maaf kepada para pengunjung yang mulai berbisik-bisik.

Uhukk

Uhukk

Uhukkk

Hikss

Chayeon tersedak gurita kenyal yang sedang dimakannya. Oh bahkan gadis itu pun berlinang air mata.

“Kenapa menangis?” ujar Hara dan Minji lalu mengerutkan dahi.

“A-aku ter..sed..ak” Gadis itu meminum air sambil menepuk-nepuk dadanya. Mengusap air matanya dengan tisu, lalu menatap hara dan minji bergantian.

“Kenapa bisa secepat itu?” Chayeon meneguk kembali air minumnya.

“Ini alamat took baju pengantinmu, datanglah setelah ini. Ajak minji dia juga harus memilih gaun.” Hara memberikan secarik kertas.

****

Author’s Pov*

Chayeon datang kuliah dengan tubuh lunglai serta menundukan kepalanya. Semalaman hampir saja gadis itu tidak tidur.

“Yeonni, ada apa dengan matamu?” Minji mendekatkan jari tangannya ke wajah Chayeon. “Ada apa dengan matamu?” jari halus Minji bergerak mengusap kantung mata Chayeon.

“Tadi malam aku kurang tidur,” Chayeon menjatuhkan kepalanya di atas meja. Minji tidak menjawab, dia membiarkan gadis itu melanjutkan perkataanya.

“Tadi malam, seluruh apartement di lantai yang sama dengan apartementku mati lampu. Saat pagi hari aku sudah bertanya kepada tetanggaku, katanya ada masalah dibagian listrik. Cukup lama sekitar 4 jam, masalahnya saat itu ponselku mati dan aku tidak berani ke dapur untuk mencari lilin.” Ujar chayeon

“Lalu apa yang kau lakukan selama itu?” Minji membuka makanan ringan yang dibawanya. Mau? Minji mengisyaratkan gerakan tangannya kepada Chayeon.

“Aku diam menatap kamarku yang gelap gulita, aku tak bisa tidur. Takutnya nanti ada penjahat yang memanfaatkan kesempatan itu atau mungkin ada kebakaran misalnya.”

Gadis ini, selalu saja berpikir yang aneh-aneh jika berhubungan dengan gelap, batin Minji. Minji sudah mengenal Chayeon cukup lama. Tentu minji sudah hafal betul apa kelemahan Chayeon.

Chayeon gadis yang baik menurut Minji. Chayeon merupakan gadis yang simple, tidak suka berlebih-lebihan. Kelemahan Chaeyeon yang selama ini Minji tahu, Chayeon takut gelap, gadis itu juga tidak bisa menonton film dengan genre horror atau thriller. Chayeon takut cicak dan gadis itu tak bisa berenang, Minji hanya tahu itu.

“Yeonnie, mau mengantarku ke perpustakaan setelah kelas Mister Jung tidak?” seru Minji yang di ikuti anggukan Chayeon.

****

Chayeon Pov*

Aku berpisah dengan Minji saat masuk ke perpustakaan, aku lebih memilih menatap rak-rak buku yang menjulang ke atas ini dengan bosan. Lebih baik aku meminjam buku saja, tanganku sibuk meneliti jenis-jenis buku disini. Sampailah aku di rak berisi buku novel-novel ini. Bola mataku sibuk meneliti judul-judul buku yang ada dibarisan ketiga. Tanganku mengambil 2 buku novel dan menaruhnya di dekapanku.

Kakiku sibuk melangkah ke arah rak-rak pojok. Aku belum melihat-lihat seluruh perpustakaan ini sebelumnya. Walaupun aku sering kesini, aku hanya mencari apa yang aku butuhkan. Aku jadi teringat ucapan Hara unnie saat aku bertanya apa itu pernikahan.

 

Flashback

“Unnie, bolehkah aku bertanya sesuatu?” ujarku sambil memainkan jari mungil Chanhee. Chanhee, buah hati oppa dan Hara eonni yang lahir 3 tahun lalu.

“Apa?” Hara unnie mengalihkan pandangan matanya yang semula berada di tivi ke arahku.

“Menurut unnie, pernikahan itu apa?”

“Menurutku pernikahan itu janji yang hanya dilakukan sekali seumur hidup. Jadi itu sangat berharga.” Hara unnie tersenyum setelah mengatakan itu.

Sekali seumur hidup? Batinku.

“Tapi unnie menikah dengan orang yang unnie cintai. Dan orang itu pun mencintai unnie juga.” Ujarku

“Lama kelamaan kalian akan saling mencintai, Chayeon’ah.” Hara unnie mengusap lembut rambutku.

 

Flashback off

“Lama kelamaan kalian akan saling mencintai, Chayeon’ah.”

Ucapan hara eonni mengiang di kepalaku. Saling mencintai? Bukankah itu mustahil? Aku dan Sehun itu baru bertemu dan saling mencintai? Walaupun agak terdengar memungkinkan akan kah itu bisa? Kalau belajar mencintai seseorang mungkin terdengar mudah. Tapi belum tentu mudah untuk dilaksanakan. Aku sibuk bergelut dengan pikiranku tanpa sadar Minji menepuk pundakku.

“Sudah selesai, ayo pulang.” Tepat saat Minji menarik tanganku, mataku tak sengaja melihat seseorang yang familiar. Bukankah dia itu? Batinku. Aku tak sempat melihat orang itu lebih dekat, Minji sudah menarik tanganku berjalan ke arah pintu keluar.

Tapi orang tadi.. kurasa aku pernah melihatnya..

 

****

Author’s pov*

Lihatlah kedua pengantin itu, mereka sudah resmi menjadi sepasang suami istri sekarang. Tapi oh, apa mereka lupa keberadaan satu sama lain?

Chayeon, gadis itu sibuk menerawang ke beberapa tamu yang datang ke acara sakralnya ini. Bahkan chayeon sempat terpesona dengan tamu tamu yang datang, terutama kaum lelaki. Salahkan Park Chanyeol yang membawa teman-teman pilot dan pramugarinya kemari.

Kenapa aku tidak dijodohkan dengan salah satu dari mereka saja? Mereka masih muda dan single sepertinya.Batin Chayeon, apa gadis itu tidak sadar? Chayeon sudah punya suami sekarang, dan lebih parahnya lagi suaminya itu sama sepertinya. Melupakan keberadaan istrinya dan sibuk menjelajahi tamu tamu yang dibawa kakak iparnya.

“Noona!” seru seseorang membuyarkan pandangan Chayeon dan Sehun dari tamu tamunya. Siapa yang memanggilnya tadi? Oh itu adik sepupu kesayangan Chayeon, Daehyun dan Daeho.

“Wah noona, cepat sekali menikahnya. Hyung, jaga noonaku dengan baik ne!” seru Daeho di iringi senyum bahagianya. Sehun hanya membalas salaman Daeho dan tersenyum kecil.

“Hyung, jaga noonaku dengan baik ne. Dia memang kadang menyebalkan-“ ucapan Daehyun terpotong karena Chayeon segera mencubit pipi sepupunya itu sambil memasang death glare. Seketika Sehun tertawa kecil, walaupun itu tanpa disadari.

“-tapi dia sangat baik dan peduli terhadap orang lain.” Kata-kata Daehyun itu memang terdengar bercanda, tapi Sehun melihat mata anak itu. Tulus, batin Sehun. Chayeon hanya tersenyum oh alangkah berbeda sekarang. Dulu mereka bertiga bermain dari kecil hingga dewasa Chayeon-Daehyun-Daeho walaupun saat beranjak remaja mereka mulai punya urusan masing-masing. Tapi jika ada waktu luang, mereka akan berkumpul dan bercanda bersama.

Chayeon meninggalkan Sehun yang sibuk berbicara dengan Daehyun. Gadis itu berjalan kearah Minji. “Minnie, dari tadi kau kemana saja!” bentak Chayeon

“Hehehe maafkan aku, tadi aku kesal sekali dengan Taehyung. Bocah itu terlalu asik dengan teman-temannya hingga melupakanku,” Minji berbicara tanpa mengalihkan matanya dari makanan-makanan lezat yang telah disediakan untuk para tamu.

“Yeonni, hadiah pernikahanmu sudah aku taruh semua di rumah barumu ya,”

“Ah? Ya terimakasih Minnie. Kau ingin makan?” ucapan Chayeon langsung di jawab oleh cengiran Minji.

****

Chayeon Pov*

Aku sibuk bergelut dengan pikiranku, tak terasa mobil yang membawaku dan Sehun sudah sampai di rumah baru kami. Koper-koper dan barang-barang kami sudah di pindahkan ke rumah ini sebelumnya. Tentu barang-barang yang masih berguna di apartementku yang lama aku pindahkan kesini. Bahkan kurasa disini sudah banyak furnitur-furnitur yang sudah di isi pada tempatnya. Aku dan Sehun masuk ke dalam rumah baru kami, entah kenapa seharusnya aku kurang nyaman dengan rumah baru tapi tidak, justru aku merasa nyaman.

Yang pertama ingin kutelusuri adalah dapur. Aku mengecek apakah ada bahan makanan atau tidak karena jika tidak aku harus membelinya untuk sarapan besok pagi. Disini ada bahan makanan untuk 2 orang kukira cukup untuk dua minggu atau tiga minggu.

Aku baru sadar. Kemana Sehun? Kakiku beranjak melihat ruangan-ruangan di rumah ini. Rumah ini mempunyai 3 kamar. 1 kamar utama yang berada di atas, 2 kamar lainnya kosong. Kamar yang ada dibawah berisi tempat tidur dan lemari, hanya saja kamar itu belum ada pendingin atau penghangat ruangan. Tunggu, berarti aku tidur satu ranjang dengannya? Aku tak mau tidur di kamar bawah, kurasa akan panas. Karena sekarang musim panas, lagipula di kamar itu tidak ada pendingin ruangan.

Aku ingin mandi, kakiku membawaku ke kamar utama yang seharusnya aku isi. Disana sudah ada Sehun yang sibuk dengan ipadnya. Kurasa dia sudah mandi, karena rambutnya yang basah dan dia sudah mengganti bajunya. Kalau begitu waktuku untuk mandi.

Kurasa Sehun sudah tidur karena aku hanya mendengar dengkuran halus dari hidungnya. Ini pertama kalinya aku tidur dengan orang asing, maksudku orang yang baru saja ku kenal. Rasanya berbeda, ya setelah menikah aku merasa ada yang berbeda tentunya. Dulu aku adalah tanggung jawab Chanyeol oppa, sekarang aku tanggung jawab Sehun. Tentu berbeda, dari uang misalnya. Dulu Chanyeol oppa suka memberiku uang tambahan walaupun aku sering menolak karena aku sudah ada gaji kerja part-time, sekarang ada orang lain.

***

Author’s Pov*

Chayeon bangun dari kasur barunya, gadis itu membersihkan dirinya lalu beranjak ke dapur. Gadis itu punya tanggung jawab baru, salah satunya menyiapkan makanan untuk suaminya. Well, beruntunglah Sehun karena Chayeon bisa memasak. Chayeon hanya membuat sarapan berdasarkan bahan yang ada di lemari. Chayeon membuat sandwich untuk Sehun dan dirinya.

Ting nung

 Chayeon mengerutkan dahi. Ada tamu? Chayeon mendekatkan dirinya ke arah interkom. Di luar sana, ada seorang ahjumma. “Ahh maaf, siapa anda?” suara Chayeon di depan interkom.

“Anyeonghaseo, aku Ahjumma Kang. Aku ditugaskan untuk membantu nona dan tuan Oh disini. Tenang saja, aku orang suruhan Nyonya Oh. Nona bisa bertanya dengannya nanti.” Ucap Ahjumma Kang sopan.

“Silahkan masuk Ahjumma.” Chayeon menekan screen yang menunjukan ‘Open’ agar Ahjumma Kang bisa masuk.

“Apa yang perlu ku bantu nona?” ucap Kang Ahjumma

****

Author’s Pov

Kini kurang lebih 2 bulan sejak pernikahan Chayeon dan Sehun. Ya tentunya tidak ada kemajuan, mereka masih dingin dan canggung untuk satu sama lain. Bahkan Ahjumma Kang saja sedikit bingung dengan pasangan muda ini. Kadang teman- teman Sehun akan bermain di rumah Sehun untuk sekedar bermain atau makan. Suho dan JongIn kadang terlalu aneh jika berada di dekat Sehun dan Chayeon, pasangan muda itu terlalu canggung dan enggan untuk satu sama lain. Bahkan Suho dan JongIn kadang memaksa Ahjumma Kang untuk menceritakan tentang pasangan muda itu kepada teman-teman Sehun.

Jika di lihat dari sisi Sehun. Pria itu sudah lumayan mengenal diri Chayeon, menurutnya Chayeon gadis yang bersih untuk segala hal. Dan gadis ini pintar memasak, walaupun tidak sehebat Kyungsoo. Sehun ingat ketika Ahjumma Kang tidak masuk seminggu karena alasan sakit. Chayeon lah yang mengurus semua pekerjaan rumah. Ahjumma Kang hanya datang dari hari Senin hingga Jum’at itu pun pulang hari atau tidak menginap. Chayeon menolak untuk memperkerjaan Ahjumma Kang setiap hari karena menurutnya Ahjumma Kang sudah berumur dan pasti lelah jika bekerja setiap hari tanpa libur.

Saat Ahjumma Kang sakit, Chayeon lah yang mengurus semua hal. Mulai dari mengepel, mencuci pakaian, menyapu, menyetrika, dan hal-hal rumah tangga lainnya. Sehun tau itu sangat merepotkan belum lagi Chayeon saat itu memang sedang sibuk dengan tugas-tugas kuliahnya. Sehun terlalu gengsi untuk mengucapkan terima kasih kepada gadis itu karena sudah mengerjakan semuanya. Sehun memang jarang bicara pada gadis itu.

Saat itu, Chayeon sering tidur telat. Karena sibuk mengerjakan tugas-tugas kuliahnya saat malam. Kadang gadis itu akan tidur jam 3 pagi dan bangun sekitar jam 6 hingga jam 8. Sehun, pria itu terlalu gengsi untuk mengatakan “Kau lelah?”. Sehun tidak bisa membantu pekerjaan rumah yang Chayeon kerjakan karena Sehun memang kerja dari pagi hingga jam 9 malam. Sering kali Sehun lah yang mengangkat Chayeon yang ketiduran di ruang belajarnya. Walaupun Sehun gengsi, pria itu punya hati. Dia tahu Chayeon sangat lelah, dia tidak ingin Chayeon tertidur dengan leher menunduk di ruang belajar.

****

Author Pov*

Chayeon sibuk di kamarnya. Gadis itu benar-benar lelah setelah hampir seharian duduk di depan laptop untuk mengerjakan tugas-tugas kuliahnya. Karena sebentar lagi Chayeon akan lulus Sarjana tingkat 1 sebagai Dokter Umum. Gadis itu memang sengaja ingin menuntaskan ¾ tugas kuliahnya, karena dia diberikan libur 2 hari dan itu sangat berharga baginya untuk beristirahat.

Lampu kamar tidur Chayeon tiba-tiba mati. Chayeon, jantung gadis itu berpacu kencang. Bahkan keringat dingin mulai bercucuran dari dahi gadis itu, tangan Chayeon gemetar tanda bahwa gadis itu memang sedang sangat ketakutan.

“Siapa yang mematikan? Oppa? Minnie?”

Hening tidak ada respon sama sekali. Chayeon mulai takut, gadis itu sibuk mengambil ponselnya. Dan menyalakan sebagai senter, di kamarnya tidak ada orang. Dia sudah duga, ini pasti mati lampu. Chayeon buru-buru turun kebawah untuk mencari Sehun. Gadis itu tidak tahu Sehun sudah pulang atau belum pasalnya dia memang tidak mendengar deru ban mobil karena letak kamarnya yang agak jauh dari garasi. Chayeon terlalu takut karena rumahnya benar-benar gelap, dan Chayeon sangat tidak suka itu.

Keringat dingin mulai berucuran dari dahi Chayeon hingga ke pipinya, tangan gadis itu gemetar dan basah. Chayeon benar-benar ingin lampu itu segera menyala.

Chayeon bergerak menuju tangga, dia memang harus berani untuk menghadapi hal yang satu ini. Jika tidak, sepanjang hidupnya gadis itu akan tidak tahan dengan gelap. Langkah Chayeon yang terkesan buru-buru karena gadis itu terlalu takut untuk berjalan pelan-pelan. Dan tebaklah apa yang terjadi..

BRAKK..

Chayeon tersungkur dari 5 anak tangga, entah gadis itu terlalu gemetar dan terlalu takut untuk berjalan. Chayeon merasakan sakit yang luar biasa di kaki kanannya, gadis itu tidak menangis.Chayeon tidak menangis karena menurutnya jika dalam keadaan seperti ini dia menangis, itu akan memperburuk pikiran negatif yang adai di otaknya.

Sungguh Chayeon benar-benar berdo’a di hatinya agar siapapun datang menolongnya. Keadaan yang benar-benar gelap itu terlalu membuat jantung gadis itu berpacu dengan cepat, bayang-bayang hal aneh terlintas di kepala gadis itu. Mulai dari penjahat, binatang, bahkan segala jenis hantu. Chayeon bahkan tidak berani bergerak sedikit pun.

Chayeon benar-benar berharap agar lampu segera menyala, tapi Tuhan berkehendak lain.. karena…

TBC

Ahhh maaf tiba-tiba berhenti disini hehehe. Jujur author mau bilang “Jeongmal Jwesonghamnida” author minta maaf karena telat mempost Chapter 2. Karena author sempat hiatus seminggu. Dan authot terjangkit penyakit…

Penyakit CREATIVE BLOCK..

Penyakit yang datang saat para author kehilangan ide-idenya alias buntu ide, oh oke lupakan.. author juga agak gakmood habis scandal baek 😥

Gimana kurang greget ya? Kurang memuaskan? Yah sabar ya, memang kurang greget kalo masih awal-awal gini. But thankyou for my readers…. Author justru lebih tersentuh karena banyak kritik hahaha.. tapi author sudah berusaha memperbaiki apa yang di kritik hehe

Author merupakan salah satu author yang suka sama alur kecepetan hahaha, author emang pengen cepet cepet ke intinya aja. Masih penasaran gak sama rahasianya sehun? Sabar ya, rahasianya akan kebuka di chapter agak terakhir hehehe. Kemungkinan ff ini gak akan lebih dari 10 chapter. Tapi ya tergantung reader juga^^

Kemungkinan akan ada chapter yang di protect di wp aku.. karena author merasa banyak silent readers yang sedang menjamur hehe

My wordpress: Click Here

135 responses to “Melted (Chapter 2)

  1. Endingnya bikin penasaran aja sih T_T
    Ayo cepet kak bikin kelanjutannya /plak/ eheheheh
    Ditunggu yaa next chapternya muahh

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s