Pervert, huh?

Hai, ini bukan FF saya melainkan FF titipan. Setelah membacanya, dimohon memberikan apresiasi dalam bentuk komentar ya. Terima kasih.

Pervert, huh?

chanyeol-exo-favim-com-941534pervert

Author : noonapark | Tittle : Pervert, huh?  | Cast : Park Chanyeol, Shin Eun Soo (YOU/OC) and Others| Genre : Comedy-Romance | Lenght : One Shot  | Rating : G

noonapark@ 2014- Also posted here (http://noonapark.wordpress.com/)

A/N : Oke, jangan dilihat dari judulnya aja. Aku lebih nekanin ke comedy-nya. Dan semoga dapat feel-nya. Selamat membaca 😉

*

Summary : Chanyeol hanya ingin selalu terlihat lebih baik didepan gadisnya, karena ia ingin terlihat seperti pria sempurna didepan sang kekasih.

*

Park Chanyeol adalah pria baik nan polos.

Namun polosnya Park Chanyeol beda tipis dengan sebuah kata yang disebut bodoh. Ini kata Baekhyun –sahabatnya.

Dan kita lihat, hari ini hari sabtu. Sore ini langit begitu cerah secerah senyum Chanyeol yang tengah berjalan menuju sebuah rumah salah satu teman kuliahnya. Well, bukan teman akrab sih. Hanya seseorang yang sekedar Chanyeol tahu nama dan orangnya.

Sebetulnya bukan hanya Chanyeol. Hampir seluruh mahasiswa di Hangguk University pasti mengenal pria satu ini.

Namanya Kim Jongin. Namun ia lebih dikenal dengan nama tren-nya, Kai. Ingat! Kai! Karena jika kau memanggilnya Jongin, maka bersiaplah, hal buruk pasti akan menimpamu.

Kai adalah seorang cassanova pujaan hampir seluruh gadis di Hangguk Unversity. Penampilannya keren, dia anak konglomerat, pandai menari, memiliki senyum dengan pesona mematikan yang menjadi andalannya. Banyak gadis-gadis yang rela antri hanya sekedar ingin diajak makan malam bersama dengan Kai. Dan tentu saja, keputusan akhir selalu ada ditangan Kai, dan ia hanya akan memilih gadis-gadis cantik dengan penampilan sexy yang akan menjadi teman kencannya. Meskipun hanya satu malam.

Ya, meskipun seorang cassanova tapi sampai sekarang Kai tidak memiliki kekasih yang sesungguhnya, ia hanya gonta ganti pasangan setiap malam lalu meninggalkan mereka begitu saja. Mungkin ia akan memikirkan pasangan setelah umurnya tiga puluh tahunan. Kai pernah berfikir seperti itu.

Lalu, apa yang ingin Chanyeol lakukan di rumah Kai?

“Halo! Kai?”

Kai hanya membuka pintu sedikit. Menyembulkan kepalanya dan menatap Chanyeol dengan kedua alis yang bertaut, “Apa aku mengenalmu?”

Chanyeol tersenyum lebar –amat lebar dan Kai pikir mungkin mulutnya bisa koyak detik ini juga. “Aku Park Chanyeol. Kelasku berada disebelah kelasmu. Oya, kedatanganku kemari…. Ah! Sebenarnya ada yang ingin kutanyakan padamu”

Kulit kening Kai mengerut. Dan kini ia membuka pintu lebar-lebar lalu memandangi Chanyeol dari bawah hingga atas. “Kau bilang, ada yang ingin kau tanyakan padaku?”tanyanya kemudian

Chanyeol mengangguk mantab. “Ya, begitulah”

Kai diam selama beberapa saat, sebelum akhirnya ia menjawab, “Oke, masuklah”

 

.

.

Chanyeol masih sibuk memandangi setiap sudut kamar Kai yang terbilang mewah saat sang empunya kamar masuk dengan dua kaleng cola di tangannya. “Minumlah”ujar Kai sembari melemparkan sekaleng cola kearah Chanyeol.

Chanyeol hampir kualahan menerimanya. Namun ia tersenyum lega karena berhasil mempertahankan cola itu ditangannya. Lalu menatapnya lekat-lekat, “Untung tidak jatuh”gumamnya pelan

Kai terkekeh pelan. Kemudian mengenyakkan tubuhnya ditepi ranjang –disamping Chanyeol. “Jadi, apa yang ingin kau tanyakan padaku?”tanya Kai sembari membuka kaleng cola miliknya, lalu meneguk isinya.

Chanyeol memangku kedua tangannya, ia menghadapkan tubuhnya kearah Kai dan tersenyum lebar pada lelaki itu, “Aku.. ingin seperti dirimu”

 

Bruuuzz!!

 

Chanyeol langsung memundurkan tubuh saat tiba-tiba Kai menyemburkan minumannya. Lalu Kai menatap Chanyeol dengan kedua mata membulat, “WHAT?! Kau bilang apa tadi? Kau ingin menjadi seperti diriku?”Kai terkekeh sejenak, “Oh, oke. Aku tahu, kau pasti salah satu pria yang ingin terlihat sepertiku. Pria keren yang menjadi pujaan setiap gadis. Iya kan? Astaga!”ujar Kai percaya diri.

Sementara Kai masih tertawa renyah, Chanyeol hanya tersenyum tipis. Ia kembali duduk tegap dan menundukkan pandangannya, “Sebenarnya.. aku sudah mempunyai kekasih”

Pernyataan Chanyeol membuat tawa Kai memudar seketika. Ia beralih melayangkan tatapan datar pada lelaki itu, “Ya! Kau sudah memiliki kekasih dan kau masih ingin menjadi sepertiku? Ck! Kau ingin gadis-gadis cantik juga mengerjarmu? Lalu bagaimana dengan kekasihmu? Tidak! Aku tidak akan setuju kau melakukan itu”Kai membuang pandangannya kearah lain, lalu meneguk kembali cola-nya.

Terdengar helaan napas berat dari Chanyeol, “Bukan seperti itu. Aku hanya ingin… terlihat berbeda didepan kekasihku. Aku ingin dia melihatku sebagai pria yang benar-benar dewasa. Seperti itu. Apa kau bisa mengajariku?”

Kai meneguk habis cairan cola didalam mulutnya. Lalu menatap Chanyeol lekat-lekat. “Jadi, kau ingin aku mengajarimu menjadi pria dewasa didepan kekasihmu?”

Chanyeol mengangguk sembari tersenyum lebar, “Eoh. Kau bisa kan?”

Tidak terdengar jawaban selama beberapa detik dari mulut Kai. Namun tiba-tiba pria itu menyunggingkan sebuah seringaian di bibirnya. “Oh, itu masalah kecil bagiku. Kau tahu? Kau datang pada orang yang tepat”ujar Kai sembari menepuk-nepuk pundak Chanyeol

Chanyeol tersenyum senang, “Jadi kau mau mengajariku? Kalau begitu.. aku harus bagaimana huh?”

Kai meletakkan kaleng cola miliknya di meja nakas. Ia beralih duduk sembari menyandarkan punggungnya di sandaran ranjang dan melipat kedua tangannya didepan dada. “Pertama, kau harus menceritakan orang yang bagaimana kekasihmu itu”ucap Kai dengan nada serius.

Chanyeol memandang menerawang kedepan. Tangannya mengelus-elus kaleng cola yang masih berada di pangkuannya, lalu tersenyum lebar, “Hee…”

Kai langsung melayangkan tatapan aneh pada Chanyeol. Kepalanya bahkan sampai miring dan mulutnya menggumamkan sesuatu yang tidak jelas.

Bagi Chanyeol pertanyaan Kai membuatnya mengingat pertemuan pertama dengan kekasihnya dulu. Disebuah sore pada hari selasa. Bertempat di perpustakaan kampusnya.

Ya, sore itu…

“Ya! Park Chanyeol! aku bilang buku tentang sejarah! Kenapa kau mengambilkan buku tentang tata bahasa?”

Chanyeol mendengus kesal. Melayangkan tatapan paling mematikan yang ia miliki pada pria mungil didepannya. “Byun Baekhyun! Berhenti memerintahku! Kau yang membutuhkan buku itu kenapa aku yang harus repot-repot mengambilkannya? Kau bahkan selalu marah padahal aku sudah mengambilkannya untukmu”

Baekhyun membalas tatapan Chanyeol dengan tatapan tak kalah kesal, “Bagaimana aku tidak marah? Kau selalu mengambilkan buku yang salah”

Chanyeol menyandarkan punggungnya di kursi, lalu melipat kedua tangannya didepan dada, “Kalau begitu ambil saja sendiri. Ah! Jangan katakan kalau tubuhmu yang pendek itu tidak bisa menjangkau buku dirak-rak itu”Chanyeol tertawa renyah diakhir kalimatnya. Hingga beberapa detik kemudian sebuah jitakan cukup keras mendarat tepat di kepalanya. “Aww!! Baekhyun!! Kenapa kau—“

“Ssshhhtt!”

Chanyeol langsung menoleh. Disudut ruangan itu seorang gadis tengah menatapnya dengan tatapan tidak suka, “Ini perpustakaan kau tahu? Jika ingin ribut silahkan keluar”ucapnya dengan nada dingin.

Ya, dingin. Sangat dingin bahkan mampu membuat Chanyeol merasakan dingin yang teramat sangat di ulu hatinya.

Gadis itu kembali menunduk, menyibukkan diri dengan membaca buku dihadapannya. Sementara Chanyeol, ia masih memandang gadis itu dengan tatapan seolah tak berkedip. Mata bulat Chanyeol semakin membulat saat gadis itu menyelipkan anak rambut ke telinganya. Dimata Chanyeol tindakan itu seperti adegan slow motion. Lalu ada kelopak bunga berwarna pink bertaburan disekitarnya. Cahaya terang menerpa wajahnya dan aroma wangi menyeruak kedalam indera penciuman Chanyeol. “Ah…”Chanyeol memejamkan matanya, tanpa sadar satu tangannya mengelus-elus permukaan dadanya yang tiba-tiba berdebar sangat kencang.

Chanyeol membuka mata dan menatap gadis itu yang masih berada diposisinya. Namun detik selanjutnya ia hampir saja terjengkal dari kursi saat tiba-tiba Baekhyun menarik tangannya. “Ayo pulang!”

“Ta-tapi! Tunggu!”Chanyeol berdiri dengan gopoh. Ia menyambar ranselnya begitu saja dan mengikuti langkah Baekhyun dari belakang. Lalu kembali menatap gadis itu yang masih diam ditempatnya. Musim semi kembali menghampiri Chanyeol dan tanpa sadar bibirnya menyunggingkan senyuman lebar. “Ah…”

Namun ia terus berjalan. Terus berjalan dan…

 

BRUK!!

 

“Aww!!”Chanyeol meringis setelah beberapa detik lalu kepalanya membentur rak buku perpustakaan.

“Ya! Dasar bodoh, kenapa kau bisa..”Baekhyun menatap sahabatnya dengan tatapan tak percaya.

Sementara itu, rasa sakit seolah lenyap begitu saja dari kepala Chanyeol saat gadis itu menatapnya. Chanyeol menunjukkan senyum terbaik yang ia miliki, “Aku tidak apa-apa.. aku tidak apa-apa… sungguh”ucapnya sembari menegakkan tubuhnya. Chanyeol baru saja akan kembali berucap saat tiba-tiba Baekhyun menariknya, membuat gadis itu lenyap seketika dari jangkauannya.

Dan tanpa Chanyeol ketahui, saat itu sang gadis menggeleng pelan setelah kepergian Chanyeol. lalu bergumam, “Dasar aneh”

Chanyeol berjanji akan mencatat hari itu sebagai hari bersejarah dalam hidupnya. Ya, setelah bertemu dengan gadis itu membuatnya tidak bisa tidur semalaman. Getaran pada jantungnya tidak kembali normal hingga hari selanjutnya tiba.

Maka, Chanyeol memutuskan untuk mencari tahu siapa gadis itu sebenarnya. Dengan bantuan Baekhyun yang setengah ikhlas, akhirnya ia menemukan sedikit informasi mengenai gadis itu.

“Kau yakin dia orangnya?”

Baekhyun mengangguk, “Ya, aku sering melihat mereka berjalan bersama”

Chanyeol mengangguk singkat, “Baiklah. Ayo, kita harus menggali informasi darinya”

Baekhyun menoleh, “Ini terdengar berlebihan kau tahu?”cibir Baekhyun sembari menatapnya datar

Chanyeol tak menggubris, ia mengambil langkah mantab diikuti Baekhyun dibelakangnya. Mereka berjalan kearah seorang gadis berambut panjang yang sebentar lagi tiba di pintu gerbang kampus. Setibanya Chanyeol didekat gadis itu, ia langsung menarik paksa lengannya dan membawanya ke tepi, menyandarkan punggung gadis itu ke tembok gerbang kampus.

“Y-ya… kalian…”

“Ssshh!! Kami bukan orang jahat! Jangan berteriak”bisik Chanyeol saat gadis itu menatapnya dengan tatapan cemas. Chanyeol melirik Baekhyun sejenak, lalu kembali menatap gadis didepannya dan berucap, “Kau Choi Jin Ri?”

Gadis itu mengangguk ragu, “Ya, ini aku. Memangnya ada perlu apa kalian denganku?”

Chanyeol menghembuskan napas lega. Lalu melepaskan cengramannya dari tangan Jin Ri dan menatap gadis itu dengan tatapan senang, “Kau mengenal Shin Eun Soo?”

Jin Ri mengangguk, “Ya, dia temanku. Kami satu kelas”Jin Ri diam selama beberapa saat, lalu menatap Chanyeol dengan tatapan curiga, “Sebenarnya.. kau ini siapa huh? Ada perlu apa dan kenapa kau bertanya—“Jin Ri tidak melanjutkan kalimatnya saat tiba-tiba Chanyeol membekap mulutnya.

“Ssshh! Jangan berisik!”bisik Chanyeol geram.

Sementara itu, Baekhyun hanya memijit pelipisnya karena rasa pening mendadak menyerang kepalanya. Oh, ayolah. Baekhyun tidak tahu kenapa dia bisa bertahan memiliki sahabat seorang Park Chanyeol selama kurang lebih lima tahun ini.

“Lepas!”seru Jin Ri sembari menyingkirkan tangan Chanyeol dari mulutnya

Lelaki itu hanya tersenyum nyinyir. “Maaf. Sebenarnya… aku hanya ingin… meminta nomor ponsel temanmu. Kau mau kan memberikannya padaku?”

Jin Ri mendengus kesal, “Kenapa kau tidak meminta lansung padanya?”

Raut wajah Chanyeol berubah menjadi cemas, “Tidak! Aku belum siap untuk bertemu lagi dengannya!”

Jin Ri mendecak sebal. “Dasar aneh”cibirnya, lalu mengambil langkah untuk pergi

“Ya! Tunggu!”Chanyeol menarik paksa lengan Jin Ri, membuat gadis itu kini kembali menghadap kearahnya, “Kumohon! Aku hanya ingin kau memberikan nomor telfonnya padaku, eoh?”

Jin Ri menepis kasar tangan Chanyeol. Ia baru saja akan berucap saat Chanyeol lebih dulu bersuara, “Aku akan membayarmu untuk ini”

“Ya! Chanyeol-ah”tegur Baekhyun

Sementara itu, mata Jin Ri membulat dan ia nampak menimbang-nimbang. “Ehm.. baiklah”jawab Jin Ri akhirnya. Gadis itu langsung meminta ponsel Chanyeol, lalu mengetikkan nomor Eun Soo disana. “Oke, aku sudah memberikan nomornya padamu. Sekarang mana bayaranku”ujar Jin Ri sembari menengadahkan satu tangannya didepan Chanyeol

Lantas Chanyeol segera mengambil dompet dan memberikan beberapa lembar uang pada Jin Ri, “Ini, terima kasih”ujarnya tersenyum lebar

Jin Ri mengerjap pelan, memperhatikan beberapa lembar uang ditelapak tangannya, “Ya! Ini kurang. Aku ingin kau memberiku lagi”ucap Jin Ri dengan nada menuntut

Chanyeol mendelik, “Kau ingin memerasku?”

“Tambahkan uangnya atau aku akan memberitahukan ini pada Eun Soo”ancam Jin Ri

Chanyeol panik, “Ya! Jangan kau lakukan itu! Oke, aku akan menambahkan uangnya”

Dan akhirnya Jin Ri pergi setelah Chanyeol memberikan semua uang yang ada di dompetnya. Baekhyun yang sedari tadi diam beralih mendekati Chanyeol, “Aigoo… demi seseorang yang tidak mengenalmu kau rela memberikan semua uangmu pada gadis itu?”

Chanyeol hanya tersenyum dengan pandangan yang masih lurus kedepan, “Baekhyun-ah, apa kau pernah mendengar tentang cinta pada pandangan pertama?”

“Apa kau ingin membuat novel?”sahut Baekhyun menatapnya datar

Chanyeol langsung menoleh kearah Baekhyun dengan senyum yang masih menghasi wajahnya, “Terserah apa katamu, tapi sepertinya aku sedang merasakannya”senyum Chanyeol semakin lebar di akhir kalimatnya.

Ya, Chanyeol sadar. Cinta memang membutuhkan pengorbanan. Tidak apa-apa uangnya habis kali ini, tapi mendapatkan nomor gadis itu sudah cukup membuatnya merasa senang.

Malam harinya Chanyeol duduk bersila diatas kasur dengan memeluk sebuah bantal. Sedari tadi kedua irisnya tak lepas dari ponsel yang tergeletak dihadapannya. “Arghh… apa aku harus mengiriminya pesan? Atau langsung menelfonnya?”Chanyeol bergumam pelan, tiga detik kemudian ia mengacak rambutnya frustasi. Dan hal ini terus berulang selama kurun waktu lebih lima belas menit terakhir.

Setelah menimbang-nimbang, Chanyeol memutuskan untuk mengambil ponselnya. Lalu mengetik sebuah pesan disana; “Baekhyun-ah, jangan lupa bawa jurnalku besok ke kampus, mengerti?

Lalu Chanyeol mengirim pesan itu ke nomor Eun Soo. Setelah pesan itu terkirim Chanyeol langsung melemparkan ponselnya di sudut kasur, sementara ia langsung tidur meringkuk dan menutupi kepalanya dengan bantal. “Tidak! Kenapa aku mengirimnya pesan seperti itu? Bagaimana kalau dia tahu? Bagaimana kalau—“

Ponsel Chanyeol bergetar. Ia segera bangkit dan menyambar ponselnya. Sebuah pesan diterima.

Bahu Chanyeol merosot saat mengetahui bahwa pesan itu dari Baekhyun. Parahnya, kenapa disaat genting seperti ini Baekhyun menanyakan obat mules paling bagus pada Chanyeol? Baekhyun benar-benar…

Setelah membalas pesan Baekhyun dan memberitahu obat mules paling bagus yang ia tahu, Chanyeol kembali meringkuk dikasurnya. Ia baru saja akan menutup kepalanya dengan bantal saat ponselnya kembali bergetar. Chanyeol segera bangkit dan mengambil ponselnya. Sebuah pesan masuk.

Dan kali ini dari nomor Eun Soo. Chanyeol tidak bisa menahan kebahagiaannya, rasanya ia ingin berteriak namun ia menahnnya dan hanya mengepalkan tangannya erat-erat. Chanyeol lalu membuka pesan itu. Disana tertulis; “Salah sambung

Ya, hanya dua kata itu yang Chanyeol terima. Chanyeol hanya tersenyum melihatnya, ia hanya perlu menjalankan rencana selanjutnya. Lalu membalas pesan; “Oh, maafkan aku. Aku pikir ini nomor temanku. Omong-omong, apa aku boleh tahu aku sedang bicara dengan siapa?

Setelah menyentuh tombol send, Chanyeol langsung mendekap erat ponsel miliknya.

Perasaan ceemas sempat menghampirinya ketika sekitar lima menit tidak ada balasan dari Eun Soo. Namun setelah tujuh menit menunggu, akhirnya Chanyeol mendapat balasan dari gadis itu.

Chanyeol memandang ponselnya dengan tatapan penasaran. Lalu ia segera membaca pesan yang ia terima; “Ya! Kau pikir aku remaja yang suka diajak berkenalan dengan cara seperti ini? Lagi pula besok hari libur kenapa kau mengajak temanmu untuk pergi kuliah? Kau pengecut. Jangan berani-beraninya hubungi aku lagi. Mengerti?!”

Ponsel itu jatuh begitu saja dari tangan Chanyeol. Ia menatap kosong kedepan, lalu tubuhnya tumbang diatas kasur. “Apa yang harus kulakukan sekarang? Bodoh! Aish! Bodoh!”Chanyeol menutup mata dan kembali menutup kepalanya dengan bantal, lalu berteriak, “AAAAARRGHH!!!!”

Semenjak kejadian malam itu Chanyeol hanya bisa memandangi Eun Soo dari jauh. Setiap pagi ia selalu menunggu kedatangan Eun Soo di gerbang kampus. Saat istirahat ia akan mengikuti kemanapun gadis itu pergi, entah itu ke kantin atau ke perpustakaan. Dan Chanyeol tidak akan melupakan hari kesebelas saat ia mengikuti Eun Soo di perpustakaan.

Seperti hari-hari biasanya. Chanyeol selalu mengikuti kemanapun gadis itu pergi, lalu jika berada diperpustakaan Chanyeol sengaja mengambil posisi duduk yang berhadapan dengan gadis itu. Ia mengambil sebuah buku dan membuka tepat didepan wajahnya. Namun yang ia lakukan adalah mengintip gadis itu dari balik buku yang ia pegang. Chanyeol selalu mengalihkan pandangan saat Eun Soo menoleh kearahnya. Namun entah apa yang terjadi saat itu. Chanyeol tidak bisa berpaling saat pandangannya terperangkap oleh manik hitam milik Eun Soo. Hingga selama beberapa saat mereka hanya saling memandang dalam diam.

Chanyeol mengerjap pelan saat Eun Soo berdekhem. Lalu gadis itu menunjuk kearahnya. Ah! Itu cukup membuat hati Chanyeol berbunga-bunga saat itu. Chanyeol pun tersenyum lebar, “Ya? Aku? Kenapa?”

Eun Soo tersenyum tipis, “Bagaimana kau… bisa membaca dengan buku terbalik seperti itu?”

Perlu waktu beberapa detik bagi otak lamban Chanyeol untuk mencerna kalimat itu. Ia pun mengerjap beberapa kali, lalu melirik buku yang ada ditangannya. Dan benar, buku Chanyeol sedang dalam keadaan terbalik.

Mulut Chanyeol sedikit terbuka, sementara otaknya tengah bekerja keras untuk mendapatkan sebuah alasan yang akan ia jelaskan pada gadis pujaan hatinya, “A-ah! Kenapa aku membaca buku seperti ini, kau tahu? Membaca buku seperti ini menjadi tantangan tersendiri untukku. Ya, begitu”lalu Chanyeol memaksakan tawa diakhir kalimatnya

Eun Soo hanya tersenyum tipis. Ia mengemaskan semua barangnya lalu pergi begitu saja, meninggalkan Chanyeol yang masih saja tertawa sembari terus menatap punggung Eun Soo yang mulai menjauh dari pandangannya.

Setelah sosok Eun Soo menghilang dari jangkauannya, Chanyeol langsung menyandarkan tubuhnya yang tiba-tiba lemas disandaran kursi. Ia diam selama beberapa saat, kemudian mengacak rambutnya frustasi. “Aargh! Bodoh! Bodoh!”

Chanyeol berjanji, ia juga akan mencatat hari itu sebagai salah satu hari bersejarah untuknya. Memang, awalnya terlihat memalukan. Tapi siapa sangka, malam harinya sesuatu yang tak terduga menghampirinya.

Hari tampak begitu gelap saat Chanyeol mengeluarkan motor sport nya dari area parkiran. Salahkan saja dosen Kim yang tiba-tiba memberikan jam kuliah tambahan hingga larut malam seperti ini, hingga membuat seorang Park Chanyeol harus menggerutu sepanjang jalan. Namun sepertinya Chanyeol harus berterima kasih pada dosen Kim, karena saat tiba di halte bus yang tak jauh dari kampusnya, ekor mata Chanyeol menangkap sesuatu disana.

Ya, di halte. Eun Soo tengah berdiri seorang diri sembari menolehkan kepalanya kesana kemari, berharap sebuah bus ataupun taxy lewat dihadapannya.

Chanyeol langsung menghentikan motornya. Ia tersenyum lebar, tanpa pikir panjang lagi ia segera menghampiri Eun Soo dan memberhentikan motornya didepan gadis itu. “Apa yang kau lakukan disini?”tanya Chanyeol sembari membuka helmnya, setelah itu ia sedikit mengacak rambutnya yang berwarna cokelat pekat. Sumpah demi apapun, Chanyeol harus melakukan ini dengan gaya se-cool mungkin. Dan sepertinya itu berhasil, karena Eun Soo hanya diam seolah tak berkedip menatapnya.

Chanyeol memperhatikan sekitar, “Ini sudah malam, sepertinya tidak akan ada bus yang lewat”ujarnya. Chanyeol tersenyum simpul sebelum melanjutkan, “kalau begitu bagaimana kalau aku mengantarmu?”

Eun Soo mengerjap pelan, “A-ah! Tidak perlu repot-repot, aku bisa—“

“Naiklah”potong Chanyeol. terdengar helaan napas berat dari Eun Soo. Chanyeol benar, ini sudah malam dan bus di area ini tidak akan ada yang lewat di jam seperti ini. Setelah menimbang-nimbang akhirnya ia pun mendekat kearah Chanyeol, lalu naik keatas motor lelaki itu.

Chanyeol langsung memakai helm-nya, setelah menghidupkan mesin motor ia langsung menarik kedua tangan Eun Soo agar melingkar di perutnya.

“Eh? Y-ya!”

“Kalau tidak seperti ini kau bisa jatuh nanti, pegangan yang erat, mengerti?”

Pada akhirnya Eun Soo hanya menuruti perkataan Chanyeol, melingkarkan kedua tangannya di perut Chanyeol sementara pria itu… diam-diam ia mengulum senyum dan sengaja menjalankan motornya tidak terlalu laju. Ia seperti mengendara di atas angin dan waktu satu jam sama sekali tidak terasa olehnya.

“Jadi ini rumahmu?”Chanyeol bertanya sembari berjinjit, berusaha melihat rumah Eun Soo dari balik pagar tinggi yang mengelilingi rumahnya.

Gadis itu hanya tersenyum. “Ya, ini rumahku”ia diam sejenak sebelum melanjutkan, “Oya, kau… yang tadi di perpustakaan itu kan?”Eun Soo diam sejenak sebelum melanjutkan, “Sepertinya aku juga pernah melihatmu beberapa kali, dimana ya?”tambahnya pelan

Mata Chanyeol membulat. Ah! Kejadian memalukan tadi. Lantas ia hanya menunjukkan senyuman khasnya, “Ya, aku yang tadi”jawab Chanyeol sembari menggaruk belakang kepalanya. Dan Chanyeol memilih mengabaikan pertanyaan terakhir Eun Soo. Tentu saja, itu karena dia tidak ingin Eun Soo tahu bahwa selama sebelas hari ini ia menjadi penguntit gadis itu.

Suasana hening menyelimuti mereka selama beberapa saat. Hingga akhirnya, perlahan Chanyeol mengulurkan satu tangannya didepan Eun Soo, “Park Chanyeol”

Eun Soo memandang tangan Chanyeol sejenak. Ia tersenyum simpul, lalu menjabat tangan Chanyeol sembari berucap, “Shin Eun Soo”

“Ya, aku tahu”

“Eh?”

“Apa? Aku tidak bicara apa-apa”

Eun Soo terkekeh pelan, “Kau lucu”

Senyum Chanyeol langsung mengembang. Ia merasa musim semi tak henti-hentinya menghampirinya. Apalagi melihat gadis itu tersenyum tepat didepan wajahnya. Itu sungguh… ugh! Lebih menyenangkan dari pada memenangkan game level tinggi melawan Baekhyun.

“Oya, besok aku jemput bagaimana? Kau mau?”tawar Chanyeol

Eun Soo langsung mengibaskan tangannya di udara,”Tidak usah. Kau tidak perlu repot-repot melakukan itu. Aku bisa pergi sendiri”

“Tidak apa-apa. Aku tidak merasa repot sama sekali. Besok, aku akan menjemputmu. Kau tunggu saja, eoh?”

“Tapi—“

“Sudah, cepat masuk, diluar dingin. Aku juga akan pulang”

Eun Soo mengurungkan niat untuk berbicara saat Chanyeol lebih dulu naik ke motornya. Lalu sebelum pergi Chanyeol menunjukkan senyum terbaik yang ia miliki sembari melambaikan tangannya kearah Eun Soo, “Sampai jumpa”

Ya, malam itu Chanyeol sangat senang. Ia teramat senang sampai-sampai sepanjang jalan dari rumah Eun Soo menuju rumahnya, ia tak henti-hentinya tersenyum. Sesampainya di rumah bahkan ia tak sadar telah menabrak pot yang berisi bunga kesayangan ibunya. Bunga yang ibunya rawat seperti anaknya sendiri. Hingga pagi harinya, perang dunia kedua pun terjadi di rumah keluarga itu.

Cinta memang perlu pengorbanan, termasuk bunga kesayangan ibunya yang harus menjadi korban kisah percintaan Chanyeol kali ini. Ya, Chanyeol berfikir seperti itu. Tapi tidak apa-apa, toh setelah malam itu hari-hari Chanyeol kian berwarna. Dari awalnya hanya sekedar menjemput dan mengantar Eun Soo, lalu mereka mulai makan di kantin bersama, pergi ke perpustakaan bersama, hingga beberapa kali Chanyeol mengajak Eun Soo makan malam bersama.

Waktu tidak terasa dan hubungan pertemanan mereka sudah berjalan selama satu bulan. Dan kali ini Chanyeol benar-benar tidak bisa lagi menahannya. Intensitas pertemuannya dengan Eun Soo yang semakin sering membuat debaran jantungnya semakin tak terkendali. Ia merasakan seperti ada sesuatu yang ingin meledak didalam sana.

Maka pada suatu malam minggu Chanyeol mengajak Eun Soo pergi ke sungai Han. Mereka duduk diatas rerumputan yang ada dibagian tepi sungai, sementara motor Chanyeol berdiri tegak dibelakang mereka.

Tidak ada yang memulai pembicaraan selama lima menit mereka berada disana. Masing-masing tengah sibuk memandangi indahnya langit malam dengan ribuan bintang yang menghiasinya. Bulan tampak sempurna dan sinarnya menyebar keseluruh penjuru dunia.

Chanyeol adalah seseorang yang tidak tahan dengan kondisi sunyi seperti itu. Ia pun mengambil gitar yang terletak di sampingnya, lalu memangkunya.

“Eun Soo-ya

Eun Soo menoleh, “Ya?”

Chanyeol tersenyum tipis, “Aku sengaja membawa gitar malam ini. Aku ingin…”Chanyeol tidak melanjutkan kalimatnya, terlalu lemah saat pandangannya kembali terjerat dalam manik hitam milik Eun Soo.

Gadis itu tertawa kecil, “Kau ingin menyanyikan lagu? Bernyanyi lah, aku akan mendengarkannya”ujar Eun Soo sembari memposisikan duduknya menghadap Chanyeol.

Jantung Chanyeol kembali memompa dengan cepat. Ia sangat gugup bahkan tangannya sedikit bergetar. Ia pun tersenyum tipis pada Eun Soo, lalu mulai bersiap untuk memetik senar gitar kesayangannya.

Sebenarnya Chanyeol sudah mempersiapkan ini beberapa hari sebelumnya. Ia ingin menyanyikan lagu spesial untuk gadis itu, bahkan ia rutin latihan demi keinginannya memberikan penampilan yang memukau didepan Eun Soo.

Tapi pada kenyataannya, kegugupan seperti menelan semuanya dalam sekejap. Chanyeol bahkan tidak tahu kunci apa yang harus ia ambil pertama kalinya. Ia bahkan lupa liriknya dan… ini gawat!

“Chanyeol-ah, kau ingin menyanyi lagu apa, eoh?”Eun Soo bertanya sembari mendekatkan kepalanya kearah Chanyeol. Membuat pria itu semakin susah berfikir dengan jernih.

Chanyeol memaksakan tawa, “Tunggu sebentar”ujarnya. Chanyeol bahkan sampai memejamkan mata agar pikirannya bisa fokus. Tapi semuanya sia-sia. Ia masih saja lupa kunci apa yang harus ia ambil dan bagaimana lirik lagunya.

Chanyeol membuka matanya dan raut kekecewaan terpetak jelas diwajahnya.

“Kau kenapa, Chanyeol-ah? Kau lupa lagunya? Atau apa?”tanya Eun Soo bingung

Chanyeol hanya diam, memandang gadis itu lekat-lekat. Ia meletakkan kembali gitar itu ke sisi tubuhnya, kemudian kedua tangannya terulur dan menggenggam erat telapak tangan Eun Soo, “Eun Soo-ya.. sebenarnya aku…”

Eun Soo memandang Chanyeol dengan tatapan bingung.

Chanyeol menarik napas dalam-dalam sebelum kembali melanjutkan, “Sebenarnya aku….”tiba-tiba mata Chanyeol membulat, “Ah! Bunganya!”

“Apa?”Eun Soo menatap Chanyeol semakin bingung.

Chanyeol menarik lagi tangannya, lalu menggaruk belakang kepalanya yang tidak gatal, “Aish! Aku lupa mengambil bunga di toko itu”getutunya pelan. Ia menatap Eun Soo dengan tatapan cemas, “Eun Soo-ya, tunggu sebentar eoh? Aku akan mengambil bunga untuk… tidak! Maksudku aku akan pergi sebentar untuk mengambil sesuatu”Chanyeol langsung berdiri. Kemudian diikuti Eun Soo yang juga berdiri.

“Oke, diaman kunci motorku sekarang?”

“Chanyeol-ah

“Tunggu sebentar. Aku yakin menyimpannya di saku celana. Apa kunciku hilang?”

Sementara Chanyeol mulai sibuk mencari kuncinya di saku, bahkan rumput pun di acak-acak dengan brutal olehnya. Eun Soo hanya melayangkan tatapan datar pada lelaki itu.

“Chanyeol-ah

“Tunggu sebentar. Ah! Dimana kunciku? Aku yakin—“

“Park Chanyeol!!”

Chanyeol menghentikan aktivitas kedua tangannya yang semula sibuk mengacak-acak rumput. Ia menatap Eun Soo dalam diam, dan perlahan berdiri menghadap gadis itu. “Eun Soo aku—“

Kalimat Chanyeol terhenti karena kalah cepat saat Eun Soo tiba-tiba memeluknya. Ya, gadis itu memeluknya. Melingkatkan kedua tangannya di pinggang Chanyeol dan menyembunyikan wajahnya di dada bidang Chanyeol.

“Apa kau bodoh? Ya, kau benar-benar bodoh”gumam Eun Soo

Chanyeol mengerjap pelan. Otaknya yang bukan tipe pemikir terlalu sulit untuk menjelaskan situasi seperti ini.

“Ya! Bodoh. Kenapa kau tidak langsung saja mengatakan kalau kau menyukaiku? Tidak! Kau mencintaiku?!”

Mata Chanyeol membelalak, “Eun Soo, bagaimana kau..”

Eun Soo mendongak, “Bodoh”desisnya, lalu kembali menyembunyikan wajah didada Chanyeol, “Kau lupa dengan pesan yang kau kirim saat mengajakku keseini? ‘Eun Soo-ya, bagaimana kalau malam ini kita pergi ke sungai Han? Aku ingin menyatakan perasaanku padamu’

Dan kali ini mulut Chanyeol langsung menganga, “Apa? Aku mengirimu pesan seperti itu?! Astaga! Aku benar-benar..”Chanyeol tidak melanjutkan kalimatnya. Ia menunduk, memandangi Eun Soo yang masih memeluknya dengan erat.

“Lalu.. apa yang akan kau katakan setelah ini? Kau ingin aku menjadi pacarmu? Ya, aku mau. Aku mau menjadi pacar dari pria bodoh sepertimu”ujar Eun Soo pelan. Sangat pelan namun Chanyeol masih bisa mendengarnya dengan jelas.

Chanyeol diam selama beberapa saat. Perlahan sudut-sudut bibirnya tertarik keatas. Ia tersenyum amat lebar, menampakkan deretan giginya yang putih dan bersih.

Kedua tangan Chanyeol naik perlahan, ia membalas pelukan Eun Soo tak kalah erat. “Eun Soo-ya..”

“Hm?”

“Eun Soo-ya..”

“Hm?”

“Eun Soo-ya..”

Eun Soo berusaha mendongak, tapi Chanyeol dengan sigap menahannya dan membiarkan gadis itu tetap berada dalam dekapannya. Dekapan hangat dan nyaman yang tidak akan ia berikan pada gadis manapun selain Eun Soo.

Chanyeol masih tersenyum, kedua matanya tertutup perlahan dan ia semakin mempererat pelukannya, membiarkan rasa damai memenuhi rongga dadanya, membiarkan detakan jantung mereka beradu dan merasakan cepatnya desiran darah yang mengalir ke seluruh tubuhnya.

Chanyeol bahagia. Ia merasa seperti sedang terjun bebas dari atas pesawat kemudian mendarat di sebuah busa sangat empuk dan kelopak bunga sakura bertaburan di sekitarnya. Ia juga melihat balon warna-warni tengah beterbangan menuju langit, pelangi berwarna cerah tengah membentang diatasnya dan kembang api sedang meletup-letup di atas kepalanya.

Dan satu lagi. Satu lagi hari yang harus Chanyeol catat sebagai hari bersejarah dalam hidupnya.

Hari diamana ia berhasil mendapatkan cinta dari gadis pujaan hatinya.

 

 

“Semenjak hari itu hubungan kami berjalan baik-baik saja. Besok malam bahkan kami berjanji untuk merayakan tahun ketiga hubungan kami”Chanyeol tersenyum simpul di akhir kalimatnya.

Sementara itu, entah sejak kapan Kai sudah berbaring diatas kasur sembari memeluk bantalnya. “Kau sudah selesai bercerita?”tanyanya sembari menatap Chanyeol dengan tatapan malas.

Chanyeol mengangguk cepat, “Ya, apa lagi yang ingin kau tanyakan?”

Kai mendengus pelan, lalu membenturkan keningnya ke permukaan kasur, “Oh Tuhan! Aku hanya bertanya orang yang bagaimana kekasihmu itu. Bukannya menyuruhmu bercerita sepanjang ini dan—“suara Kai meninggi. Dan kini ia mendapati Chanyeol tengah menatapnya dengan tatapan aneh.

Terdengar helaan napas berat dari Kai. Ia merubah posisinya menjadi duduk menghadap Chanyeol, “Oke, begini saja, tidak peduli seperti apa kekasihmu itu. Kita akan mulai. Aku akan langsung mengajarimu… bagaimana menjadi pria dewasa didepan kekasihmu”

Chanyeol tersenyum senang, sementara Kai… sebuah seringaian kembali muncul di wajahnya.

 

***

 

“Tidak biasanya Chanyeol menyuruhku untuk datang terlebih dulu ke rumahnya”Eun Soo bergumam pelan sembari menaiki anak tangga menuju kamar Chanyeol yang berada di lantai dua. Rumah itu terlihat sepi karena Chanyeol bilang, keluarganya tengah berlibur ke rumah neneknya yang ada Busan.

Eun Soo tiba didepan kamar Chanyeol, tanpa berkata apa-apa ia langsung masuk ke dalam kamar Chanyeol dan… Dia tidak mendapati Chanyeol disana.

Lantas Eun Soo langsung mengedarkan pandangannya ke semua sudut yang ada di ruangan itu, “Chanyeol-ah?”

Tidak ada jawaban dari lelaki itu, “Dimana dia?”gumam Eun Soo pelan.

Tiga detik selanjutnya terdengar suara pintu kamar mandi yang dibuka. Eun Soo langsung menoleh, lalu mendapati Chanyeol yang hanya membalut tubuhnya dengan handuk muncul dari sana.

“Kau sudah datang?”tanya Chanyeol sembari mengeringkan rambutnya yang basah menggunakan handuk kecil. Chanyeol sudah latihan tentang ini, ia pun berjalan santai mendekati Eun Soo dengan pose se-keren yang ia bisa.

Eun Soo tidak menjawab, gadis itu memandang Chanyeol dalam diam.

Dan itu membuat Chanyeol tertawa puas di dalam hati, “Ya… kau tergoda huh? Tubuhku, bagaimana? Aku tidak kalah sexy dengan Kai bukan? Apa kau—“

“Apa yang kau lakukan?”

Langkah Chanyeol terhenti. Ia menatap Eun Soo dengan tatapan tak percaya saat gadis itu melayangkan tatapan datar kearahnya sembari melipat kedua tangannya didepan dada.

“Ya! Kau baru selesai mandi? Kau tidak tahu ini jam berapa?”omel Eun Soo sembari menunjuk-nunjuk jam yang melingkar di pergelangan tangan kirinya. Chanyeol baru saja akan menjawab saat Eun Soo lebih dulu bersuara, “dan kenapa kau seperti itu? Bukannya cepat memakai baju dan.. astaga, aku baru tahu jika perutmu buncit seperti itu Chanyeol-ah”Eun Soo menahan tawa di akhir kalimatnya.

“Y-ya! Eun Soo-ya..”tersirat kekecewaan dalam nada bicara Chanyeol. ugh! Bagaimana dia tidak kecewa? Chanyeol sudah latihan berjam-jam agar bisa terlihat seperti ini didepan Eun Soo dan gadis itu malah mengatai perutnya buncit?

“Oh, tunggu aku akan mencarikan pakaian untukmu”ujar Eun Soo setelah tawanya mereda. Kemudian gadis itu berjalan mendekati lemari pakaian Chanyeol, lalu memilah-milah pakaian didalam sana.

Chanyeol mendengus pelan. Untung saja Kai sudah memberikan beberapa tips untuknya. Jika cara pertama tidak berhasil, masih ada cara selanjutnya.

Chanyeol mendekat kearah Eun Soo, lalu melingkarkan kedua tangannya di perut Eun Soo. Memeluk gadis itu erat-erat, “Ternyata hubungan kita sudah tiga tahun. Bagaimana perasaanmu, hm?”tanya Chanyeol sembari meletakkan dagunya di atas pundak Eun Soo.

Kedua tangan Eun Soo terjuntai disisi tubuhnya. Ia mendengus pelan sebelum menjawab, “Aku senang. Tapi.. aku sedikit kecewa karena kau membuatku menunggu lama kali ini”

Chanyeol paling tidak bisa melihat Eun Soo kecewa padanya seperti ini. Ia pun meminta maaf dalam hati, karena bagaimanapun, ia harus berhasil terlihat lebih dewasa di mata Eun Soo kali ini.

Chanyeol melepas pelukannya, ia memutar tubuh Eun Soo agar menghadap kearahnya. Lalu memojokkan gadis itu di dinding dan Chanyeol segera menghimpitnya, memangkas habis jarak diantara mereka, dan kini Chanyeol bisa merasakan hembusan napas mereka yang saling beeradu.

Selama beberapa saat mereka hanya saling memandang dalam diam.

Eun Soo mengerjap pelan, “Apa yang kau lakukan? Sudah kukatakan perut buncitmu membuatku ingin tertawa. Bukankah akan lebih baik jika kau segera memakai baju dan kita segera pergi?”

Chanyeol mendelik. Ia tidak percaya. Ia tidak percaya kenapa Eun Soo masih bersikap biasa seperti itu padanya. Padahal kata Kai, seorang gadis akan merasa gugup jika melihat pria seperti ini. Chanyeol yakin ia sudah melakukan semua yang diperintahkan Kai padanya.

Hingga akhirnya ia pun mendengus pelan, “Kenapa kau seperti ini?”tanya Chanyeol pelan

Kedua alis Eun Soo bertaut, “Apa?”

Chanyeol benar-benar tidak percaya ini. Ia memutuskan untuk memastikan sendiri, maka ia pun mencengkram kedua lengan atas Eun Soo. Lalu menempelkan telinga di atas dada Eun Soo dan bergumam, “Hm.. biar aku dengar bagaimana detak jantungmu”

Eun Soo mendelik. “Ya! Apa yang kau lakukan?!”pekik Eun Soo sembari mendorong kepala Chanyeol agar menjauhi dadanya. Eun Soo menatap Chanyeol dengan tatapan tak percaya sembari menyilangkan kedua tangannya didepan dada, “Chanyeol-ah! Kenapa kau..”

Chanyeol panik, “A-ah, aku tidak bermaksud untuk..”

“Aku akan menunggu di luar”ujar Eun Soo ketus. Lalu berjalan kasar meninggalkan kamar Chanyeol.

“Ya! Eun Soo-ya! Tunggu! Aku—“Chanyeol menghentikan langkahnya, “Ah! Bajuku!”

 

***

Setelah turun dari motor Chanyeol, Eun Soo langsung mengambi langkah untuk pergi, membuat Chanyeol menatapnya dengan tatapan bersalah.

“Eun Soo-ya, tunggu”Chanyeol segera turun dan mencegah Eun Soo agar tetap tinggal. “Eun Soo-ya, kau kenapa huh? Kenapa kau terus diam sejak tadi? Apa karena masalah… Ah! Aku minta maaf. Aku benar-benar minta maaf soal itu. Aku tidak bermaksud untuk—“

“Apa kau sudah bosan denganku?”tanya Eun Soo, seiring itu juga ia melepas tangannya dari genggaman Chanyeol. Eun Soo menghemuskan napas cukup panjang, “Hari ini hubungan kita genap tiga tahun. Tapi malam ini… aku seperti tidak melihat Park Chanyeol yang kukenal selama ini”

Chanyeol kembali menarik telapak tangan Eun Soo, “Eun Soo-ya, maafkan aku. Aku tidak bermaksud untuk berbuat yang tidak-tidak padamu”tegas Chanyeol. Kemudian beralih mendekap tubuh Eun Soo.

Sebenarnya Chanyeol hanya ingin selalu terlihat lebih baik didepan gadisnya. Ya, dia melakukan ini hanya karena ingin terlihat seperti pria sempurna didepan sang kekasih.

“Apa benar? Kau sudah bosan denganku hingga kau berubah seperti ini? Kalau itu benar… tidak apa-apa. Kita akhiri saja hubungan kita agar kau bisa mendapatkan gadis yang lebih baik di luar sana”Eun Soo berusaha melepas pelukan Chanyeol, tetapi lelaki itu sama sekali tidak mengijinkannya, malah mendekapnya semakin erat.

“Maafkan aku. Aku hanya… ingin terlihat lebih dewasa didepanmu”beber Chanyeol

Eun Soo mendelik, ia melepas paksa pelukan Chanyeol dan menatap lelaki itu dengan tatapan tak percaya, “A-apa?”

Chanyeol menggaruk tengkuknya yang tidak gatal, “Kupikir.. semua gadis akan suka jika melihat kekasihnya seperti itu”ucap Chanyeol pelan

Eun Soo mengerjap pelan. Satu tangannya terulur ke wajah Chanyeol dan….

Ttak!

Eun Soo menjitak kening Chanyeol cukup keras.

“Aww! Eun Soo-ya!!”ringis Chanyeol sembari mengelus-elus keningnya

Eun Soo mendesis, “Aku tahu kau bodoh tapi aku tidak menyangka kau sebodoh ini. Ya! Apa selama ini kau tidak percaya padaku? Apa kau pikir aku gadis yang mempunyai pikiran… Ah! Kau benar-benar..!”

Eun Soo diam selama beberapa saat, lalu menangkup pipi Chanyeol dengan kedua tangannya, “Chanyeol-ah, kau harus tahu. Aku bukan gadis seperti itu, hm? Aku tidak peduli entah berapa kali Baekhyun mengatakan bahwa kau sahabatnya yang bodoh dan dia juga sering mengataiku gadis bodoh karena mencintai pria bodoh sepertimu. Aku mencintaimu kau tahu? Aku mencintai Park Chanyeol yang selalu bisa membuatku tertawa dalam keadaan apapun dengan tingkah bodohnya, cerita-cerita lucunya dan.. semuanya. Aku mencintai Park Chanyeol yang seperti itu”lalu Eun Soo memberikan kecupan singkat di bibir Chanyeol.

Kedua tangan Eun Soo beralih melingkar di pinggang Chanyeol, memeluk lelaki itu erat-erat.

Chanyeol menghembuskan napas lega, lalu membalas pelukan Eun Soo dan mengelus lembut puncak kepala gadis itu, “Maafkan aku. Aku juga mencintaimu Eun Soo-ya. Dan… ya! Kenapa Baekhyun selalu mengataiku bodoh? Ck! Sahabat macam apa dia huh?”

“Baekhyun mengatakan itu tentu saja karena ada alasan. Dia mengatakan padaku salah satu alasan kenapa dia menyebutmu seperti itu. Baekhyun pernah bertanya padamu tentang obat apa yang paling bagus untuk meredakan sakit perut. Kau memberitahunya lalu saat Baekhyun ke apotik, penjaganya bilang bahwa obat itu adalah obat untuk meredakan sakit perut untuk wanita yang sedang datang bulan. Apa kau bisa bayangkan ekspressi Baekhyun saat penjaga apotik itu menahan tawa karena Baekhyun bilang dia membeli obat itu untuknya?”

Kedua mata Chanyeol membulat, “Ah! Aku lupa, saat itu aku membelikannya untuk Yoora noona, hehe”

Eun Soo hanya mencibir. Sementara Chanyeol semakin mempererat pelukannya, “Kalau begitu yang dikatakan Baekhyun juga benar. Kau paling bodoh disini karena kau mencintai pria bodoh sepertiku”

Eun Soo terkekeh pelan, “Kau pikir aku peduli? aku sama sekali tidak peduli hal itu. Terserah jika orang-orang mengatakan aku bodoh, gila. Kau akan tetap mencintai ku kan?”

Chanyeol mengangguk mantab, “Tentu saja. Tentu saja… aku akan mencintaimu dari dulu, sekarang, dan sampai nanti. Aku akan tetap mencintaimu, Eun Soo-ya

.

.

Setelah menutup pintu kamarnya, Eun Soo menyandarkan punggung dipermukaan pintu sementara pandangannya kosong kedepan.

“Kau sudah datang?”

Sekelebat bayangan saat Chanyeol yang baru saja keluar dari kamar mandi kembali melintas dalam benaknya. Eun Soo juga ingat saat Chanyeol dengan kondisi half naked berjalan kearahnya, saat Chanyeol memeluknya dari belakang, dan saat Chanyeol memojokkan tubuhnya ke dinding, itu….

Eun Soo menggigit ujung kukunya sendiri. Bagaimanapun juga, ia adalah gadis normal yang sudah dewasa. Napas Eun Soo memburu, jantungnya berdetak cepat seperti saat ia berada di dalam kamar Chanyeol tadi.

“Tenang Eun Soo.. tenang. Kau melakukannya dengan baik”gumam Eun Soo sembari mengelus-elus dadanya. “Tadi… Chanyeol tidak curiga kan padaku? dan aku sudah memperingatkannya bahwa dia tidak boleh melakukan hal-hal seperti itu lagi didepanku. Apa dia ingin membuatku mati karena jantungan? Ck!”setelah mengucapkan itu Eun Soo berjalan malas menuju kasurnya. Ia merebahkan tubuhnya dan menatap langit-langit kamarnya dalam diam.

“Ah.. aku ingin melihat lagi perutnya yang…”Eun Soo seolah menggantung kalimatnya. Ia segera duduk dan menutup mulut dengan kedua tangannya, “Astaga! Apa yang aku katakan? Argh! Sadar Eun Soo sadar!”serunya sembari memukul kepala dengan tangannya sendiri.

Sesaat kemudian Eun Soo mendongak, ia menatap tajam kedepan, “Sepertinya, seseorang harus bertanggung jawab tentang masalah ini”

***

Kai baru saja keluar dari mobil saat tiba-tiba seorang gadis mendorong tubuhnya. Membuat punggungnya kini bersandar pada badan mobil. “Ya! Ya! Ada apa ini huh?”

“Apa yang kau katakan pada Chanyeol huh? Kau telah mengotori pikirannya kau tahu?”

Kai mengerjap pelan, “Ah! Kau pasti kekasihnya. Eun Soo?”

Ya, Eun Soo. Gadis itu hanya mendengus kesal. Lalu Kai kembali melanjutkan, “Tapi tunggu. Kenapa kau bisa menunduhku?”

Eun Soo memutar bola matanya malas, “Sehari sebelumnya Chanyeol mengatakan bahwa dia akan bertemu denganmu, Kai! Dan setelah itu Chanyeol jadi berubah dan dia jadi… Argh! Ini salahmu!”

Kai mendengus pelan, “Anak itu..”

Eun Soo menatapnya semakin kesal, “Ya! Jika kau berbicara macam-macam lagi pada Chanyeol, aku tidak akan segan-segan menendang bokongmu, mengerti?”

Kai mendelik, “Ya! Ini adalah daya tarik tersendiri ditubuhku, jangan berani-beraninya kau menyentuhnya, mengerti?”sahut Kai sembari meletakkan kedua telapak tangannya di permukaan bokongnya.

Eun Soo hanya mencbir, lalu pergi begitu saja meninggalkan Kai yang mulai mencemaskan bokong sexy nya.

“Ah.. gadis itu benar-benar..”

“Kai!”

Kai menoleh, dua orang gadis tengah berjalan kearahnya. Dan ia pun mulai berpose se-keren mungkin –seperti biasanya. “Oh, hai! Para gadis”

“Ah! Kau makin tampan setiap hari”

Kai hanya tersenyum menanggapinya.

“Oya, siapa gadis tadi? Kenapa dia terlihat marah padamu?”tanya gadis itu sembari merangkul lengan Kai

Kai tersenyum tipis, “Oh itu. Dia hanya gadis yang marah karena aku menolak ajakan makan malam darinya”dustanya

“Ah.. seharusnya dia lebih sabar sedikit. Bukan begitu Kai?”

Kai mengangguk, “Tentu saja”lalu kedua tangannya merangkul pundak gadis yang masing-masing berdiri disampingnya. “Ayo, aku akan mentraktir kalian hari ini”

 

***

Chanyeol dan Eun Soo tengah berada di area parkir kampus, berdiri disamping motor sport Chanyeol dan lelaki itu mulai memasukkan kunci ke dalam motornya.

Tiba-tiba pergerakan tangan Chanyeol terhenti.

“Chanyeol-ah, kenapa huh?”tanya Eun Soo bingung

Tiba-tiba Chanyeol meringis. Lalu menghadapkan tubuhnya kearah Eun Soo dan menaikkan ujung kemejanya, “Akh! Seperti ada sesuatu didalam bajuku. Eun Soo-ya, apa ada semut disana? Tolong lihat”

Eun Soo mendelik saat dihadapkan dengan dada Chanyeol yang seperti ini. Mungkin saat itu ia berhasil menunjukkan ekspresi biasa saja didepan Chanyeol, tapi Eun Soo tidak yakin ia bisa melakukannya kali ini.

“Eun Soo-ya, apa kau melihatnya?”Chanyeol semakin menaikkan bajunya

“A-apa? Tidak ada. Tidak ada apa-apa”sahut Eun Soo gugup. Lalu segera menurunkan kembali baju Chanyeol, “Periksa saja saat di rumah nanti. Kau tidak malu orang-orang sedang melihatmu?”

Chanyeol memperhatikan sekitar, “Tidak ada orang selain kita disini”

Eun Soo mengerjap pelan, “Ah! Siapa yang peduli?!”sahutnya dengan nada marah

“Ya! Kenapa kau marah padaku?”

“Siapa yang marah huh?!”

“Lihat, suaramu mulai meninggi”

“Itu karena aku—“

Eun Soo berniat mencerca. Namun ia membatalkannya karena Chanyeol lebih dulu memasangkan helm di kepalanya.

“Oke, kita harus segera pulang. Lupakan semut itu dan sekarang naiklah”

Ditengah perjalanan menjauhi kampus, mereka mengobrol ringan diatas motor.

“Eun Soo-ya, apa kau benar-benar tidak tertarik dengan tubuhku saat itu? Apa kau tidak merasa jantungmu ––AAWW! Ya! Kenapa kau mencubitku? Kau kejam!”

“Bicara seperti itu lagi atau aku akan mengganti tipe idealku menjadi pria seperti Kai”

“Ya! Ya! Berani-beraninya kau.. oke, aku tidak akan membahasnya lagi tapi… kau benar-benar tidak merasakan apa-apa? Sepertinya aku melihat pipimu memerah saat itu”

“Chanyeol!!”

“Maaf! Maaf! Aku tahu, kau lebih menyukai pria lucu sepertiku, iya kan?”

“Cih! Lucu katamu? Kau pria aneh”

“Tapi kau mencintaiku. Oya, aku ingin mendengar kau mengatakan bahwa kau mencintaiku”

“Tidak. Aku tidak mau—Ya! Jangan berhenti mendadak seperti ini!”

“Katakan kau mencintaiku atau aku akan melakukan ini berulang kali”

“Aish! Kau benar-benar.. ya, aku mencintaimu”

“Aku ingin mendengarnya lagi”

“Park Chanyeol, aku mencintaimu”

“Lagi?”

“Aku benci padamu”

“Eun Soo-ya!”

“Ya! Sudah kukatakan jangan berhenti mendadak seperti ini”

“Kalau begitu katakan lagi”

“Park Chanyeol, aku mencintaimu”

“Sekali lagi, hm?”

“Kai, aku mencintaimu”

“Apa?”

“Aku bercanda. Park Chanyeol, aku mencintaimu. Dulu, sekarang, dan nanti”

“Hihi, aku juga. Aku juga mencintaimu, Eun Soo-ya. Dulu, sekarang, dan nanti”

 

 

 

 

-finish-

Maaf kalo ngga puas ^^ silahkan di review 😉

89 responses to “Pervert, huh?

  1. Aiiihh,, tipe idealku jg ky eunsoo,suka cow yg humoris. Berarti q cocok jg dong sama chanyeol. Haha, ngarep.
    Oh ya, ada sedikit typo td. But overall aq suka. Aq bca sequel’a dlu bru nemu ni cerita awalnya.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s