But You Didn’t

byd

But you didn’t

Written by pinkscarlet81(was puwakantiiw)

 

Main cast                    : Krystal Jung & Oh Sehun

Rating                          : Teenager

Length                         : Drabble

Genre                          : Romance

Disclaimer                   : Terinspirasi pas lagi buka-buka tumblr, trus aku kembangin jadi FF ini. Bukan 100% ide aku, tapi semua ceritanya aku tulis sendiri^^

Author’s note:

 

Halo~~ ada yang masih inget sama puwakantiiw?? Itu loh yang nulis FF Vampire and Aliens tapi gak tamat-tamat *di bakar readers*. Hehehe setelah lama gak balik-balik, aku sekarang kembali 😀 Nulis FF ini sebenernya biar gak di depak dari FFindo soalnya udah 3 bulan aku gak post FF.__.v Vampire and Aliens-nya lagi on progress, terus aku bakal post FF Wolf yang baru nongol teasernya doang hahaha XD tapi nanti ya, lagi buntu ide(?). tapi secepatnya bakal aku post, kalian bersabarlah<3

 

Oh iya, aku ganti uname dari puwakantiiw jadi pinkscarlet81. Gatau kenapa pengen ganti uname aja, biar lebih semangat nulisnya #apahubungannya. Jadi maklumin ya kalo di poster FF aku nanti masih ada “puwakantiiw’s storyline”nya hehehe. Lah ini mah jadi aku yang curhat-_-v yaudah langsung aja baca FF ini ya~ Semoga kalian suka!! Jangan lupa meninggalkan jejak by comment or like this FF, thank you so much!:D

 

—But You Didn’t—

 

 

Kupikir kau akan marah, tapi kau tidak.

 

 

Hari ini hari ke-200 sejak mereka berpacaran. Dan kedua pasangan itu sudah membuat janji akan pergi ke Namsan Tower. Mereka akan melakukan tradisi Love Lock, tradisi yang sangat terkenal dan sering dilakukan oleh pasangan muda mudi Korea. Tradisi ini sangat mudah dilakukan, hanya membeli atau membawa gembok, menuliskan nama dari sepasang kekasih, lalu memasangnya di pagar menara kemudian membuang kuncinya dari atas. Dan katanya,jika melakukan tradisi tersebut hubungan mereka akan abadi.

 

 

Jung Soojung lah  yang mengusulkan untuk pergi ke sana, bahkan saat hubungannya dengan Oh Sehun baru berjalan satu minggu, ia sudah mengajak kekasihnya pergi ke sana. “Tapi kita pergi saat hari ke-200 saja, kalau hari ke-100.. sepertinya masih terlalu dini untuk melakukan hal seperti itu,” kata Soojung saat itu.

 

 

Oh Sehun sedang bersiap-siap untuk event ini. Saat hari ke-100, ia memberikan Soojung cokelat dan bunga, dan Soojung menyukainya. Tapi hari ini ia tidak tahu harus membawa apa. Ia melihat jam di ponselnya, sudah jam empat sore, masih tersisa tiga jam lagi. Tapi tiga jam bukan lah waktu yang banyak.

 

 

Sehun berpikir dengan keras, apa yang harus ia berikan supaya Soojung tahu bahwa Sehun sangat mencintai dirinya?

 

 

“Ah, aku tahu,” gumam Sehun sambil menjentikan jarinya.

 

 

***

 

 

Jung Soojung berlari dengan cepat sambil menutupi kepalanya dengan jaket. Hujan terus-menerus turun tanpa mempedulikan Soojung yang mulai kedinginan. Soojung baru ingat bahwa ia janji untuk bertemu Sehun di Namsan Tower. Ia  terlalu sibuk mengurusi dokumen-dokumen untuk ia pindah nanti.

 

 

Soojung telah sampai di atas menara. Sangat sepi. Karena sebentar lagi menara ini akan tutup. Soojung melihat ke kanan dan kiri untuk mencari Sehun. Setelah menemukan sosok yang ia cari, ia segera berlari secepat mungkin, tidak peduli dengan hujan yang terus menerus membasahi tubuhnya.

 

 

Sehun menoleh karena mendengar seseorang yang sedang mengatur napas dibelakangnya. Jung Soojung, orang yang daritadi ia tunggu, akhirnya datang juga. “Mianhae…” Soojung berkata sambil menatap Sehun dengan suara bergetar—ia sangat kedinginan.

 

 

Sehun buru-buru melepas jasnya dan memakaikannya pada Soojung. “Cepat kita pergi dari sini, kau bisa sakit kalau begini..” Ucap Sehun khawatir, ia segera membawa Soojung ke tempat teduh. Tapi Soojung menolaknya. “Kita pasang gembok ini dulu, baru pergi dari sini,”

 

 

Dengan tangan yang gemetar, Soojung berusaha memasang gembok yang ia bawa di pagar menara. Melihat pemandangan tersebut, Sehun segera membantu kekasihnya untuk memasang gembok dengan nama mereka terulis diatasnya. Setelah berhasil memasang dan memastikan gemboknya terpasang, Soojung membuang kuncinya sejauh mungkin, kemudian tersenyum puas.

 

 

“Kita harus cepat, Soojung-a” Sehun merangkul Soojung lalu membawanya keluar dari Namsan Tower.

 

 

“Apa kau marah?” Soojung bertanya setelah mereka berada di dalam mobil Sehun. Sehun menatap Soojung, lalu menggeleng dan tersenyum.  “Tapi… aku telat empat jam—tidak, aku lupa bahwa hari ini kita ada acara…” Soojung tetap melanjutkan perkataannya.

 

 

Sehun menatap Soojung dalam-dalam. “Jika kau lupa, kau tidak akan datang,”

 

 

Soojung terdiam, ia tidak bisa mengelak. Meskipun Sehun berkata tidak apa-apa, Soojung tetap saja khawatir. “Maafkan aku… Aku menghancurkan hari ke-200 kita..” Soojung berkata dengan sedikit terisak. Padahal, ia yang ingin pergi ke Namsan Tower dan melakukan tradisi Love Lock, tapi ia sendiri yang menghancurkan acaranya. “Maafkan aku, aku memang bodoh… Hiks,” Soojung tak dapat menahan air matanya lagi, air matanya mengalir, bercampur dengan air hujan yang sudah membasahi Soojung sebelumnya.

 

 

Sehun merangkul kekasihnya yang basah kuyup. Ia mengusap rambut Soojung, berusaha menenangkannya. Tapi tangis kekasihnya justru semakin meledak. “Soojung-a, aku kan sudah bilang tidak apa-apa…”

 

 

Tidak ada jawaban dari Soojung. Tangis gadis itu justru semakin menjadi. “Maaf…Maafkan aku! huhuhu”

 

 

Sehun melepaskan Soojung dari rangkulannya, lalu ia mengambil tasnya di kursi belakang. Sehun membuka tasnya dan mengeluarkan isinya, sebuah mesin tato. “Berikan aku tanganmu,” Sehun berkata lembut. Mendengarnya, Soojung berhenti menangis dan memberikan tangan kanannya pada Sehun.

 

 

Sehun menyalakan alatnya, kemudian ia menulis namanya di lengan kurus Soojung menggunakan mesin tato itu. Setelah selesai, ia meletakan mesin tato itu kembali di tasnya. Soojung hanya menatap Sehun dengan bingung.

 

 

“Lihatlah,” Sehun menarik kemeja lengan panjangnya, memperlihatkan sesuatu yang sejak tadi tersembunyi. Soojung tersenyum dan kembali menangis, tapi bukan tangis kesedihan, ia menangis karena bahagia.

 

 

Di lengan kanan Sehun tertulis namanya, dan sepertinya itu berkat mesin tato yang sama. “Tato ini permanen, seperti cinta kita. Kau tidak boleh menghapusnya, oke? Jika kau melakukannya, aku tidak akan memaafkanmu!” ucap Sehun seraya menghapus air mata di pipi Soojung.

 

 

Dan malam itu berakhir dengan sebuah kecupan di kening Jung Soojung dari Oh Sehun.

 

 

—But You Didn’t—

 

 

Hai~ Sedikit banget ya, FFnya._. tapi kalo gak sedikit bukan drabble namanya haha. Semoga kalian suka walaupun sedikit 😀 Oh iya, kalau kalian ada yang mau nitip FF bilang aja sama aku via comment. Lumayan kan aku bisa nge-post FF kalau lagi gak ada ide, biar gak di depak juga hehehe 😀

Jangan lupa berikan komentar tetang FF ini ^^)/

50 responses to “But You Didn’t

  1. manis banget thor wkw..
    aku baru pertama denger loh bikin tato buat rayain annive/?
    wah sehun bisa bikin kios tato nih /abaikan/
    nice ff..hwaiting^^

  2. So sweet x3 aku kira bakal sad ending kayak yg di tumblr nya.-.
    Banyak2 bikin ff SeStal yaa xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s