Kamu Bukan Milikku Lagi

Ini bukan ff ditjao, melainkan ff titipan dari salah seorang teman. Harap memberikan apresiasi berupa komentar setelah membaca ya, terima kasih sebelumnya.

Kamu Bukan Milikku Lagi - Poster

Kamu Bukan Milikku Lagi

Joelle Park story present.

Staring Lu Han & You.

Drabble | Romance, hurt/comfort, angst | T

Also post here (http://fictionstoryblog.wordpress.com/)

.

.

Dalam pelukan rinai hujan; disinari cahaya sang rembulan; aku melepaskanmu yang tak akan pernah kembali. Lantaran kamu bukan milikku lagi.

.

.

Playlist: Yiruma – Moonlight (Rainy Mood Edition)

.

.

Aku meraih telapak tangan Luhan, memintanya untuk membuka kepalan itu secara lebar. Sebuah kalung berhiaskan liontin kecil kuletakkan di atas tapaknya. Dia menatapku nelangsa, sementara bibir ini tertarik; mengulas senyum tipis yang terkesan pahit. Aku sangat ingin menarik kembali benda tersebut; menyimpannya sebagai kenangan indah, namun sesuatu di hatiku memaksa agar mengembalikan barang yang sekarang tak lagi pantas berada dalam naunganku.

“Berikan kalung ini pada calon pengantinmu. Aku sudah tidak berhak atas kepemilikan-nya.” 

Luhan termangu, tangannya menggenggam kalung itu erat-erat; menimbul warna keputihan tercetak di buku jarinya. “Maafkan aku. Seharusnya aku bisa mencegah hal ini terjadi.”

“Aku mengerti dan semua baik-baik saja. Kamu tidak bersalah, toh aku tidak bisa mengubah perasaan seseorang sesuka keinginanku. Jangan menyesal seperti itu,” Ujarku sembari memperlebar lengkungan kurva di bibir. Meski pada kenyataannya, cairan bening sudah menggenang pada pelupuk mata. Bukan maksudku untuk bersikap sok tegar, aku hanya tidak mau Luhan mengasihani diriku.

“Terima kasih atas segala momentum yang telah kamu berikan,” Tuturnya seraya menyatukan pandangan kami. Dalam bola matanya, dapat kulihat kekosongan yang menyiratkan rasa bersalah.

Aku menahan napas sejemang; berusaha menahan air mata yang siap melesak kapan saja. Kemudian mengembuskannya keras dan berujar, “Han, dapatkah kamu pergi sekarang? Bukan maksudku mengusirmu. Aku ingin sendirian saat ini. Aku tidak mau diganggu.”

“Tapi-“

“Kumohon!” Aku menyela ucapannya secepat mungkin. “Aku sudah menerimanya dan saat ini giliran kau memahami kondisi batinku.”

“Baiklah, namun bolehkah aku mengecup keningmu? Untuk yang terakhir kalinya.,” Tanya Luhan penuh keputusasaan. Manik kelamnya kini tampak berbinar; memohon persetujuan dan aku hanya bisa mengangguk pasrah.

Dia memperkecil jarak di antara kami. Menempelkan bibir merahnya pada dahiku, menyalurkan kehangatan yang begitu kusukai. Kelopak mata yang terpejam, membuat air mata mengalir. Membasahi pipi dan turun hingga dagu. Aku menangis, mengingat bahwa ciuman ini adalah salam manis terakhir darinya.

Merasa terlalu lama, Luhan pun menjauhkan tubuhnya dengan menegakkan tubuhnya. Lalu, tanpa banyak berbicara, ia melenggang pergi; seiring dengan rintikan air hujan yang turun menyelimuti kota. Meninggalkan aku seorang diri. Menyisakan seorang gadis malang yang sedang terisak pilu.

Karena dalam pelukan rinai hujan; disinari cahaya sang rembulan; aku melepaskanmu yang tak akan pernah kembali. Lantaran kamu bukan milikku lagi.

.

.

END

 

Joelle Speak Here: Pertama, maafkan aku yang tata penulisan dan diksinya masih berada di bawah kata ‘bagus’, lalu kalau ada typo mohon dimaklumi, meski sudah kubaca ulang, kesalahan bisa saja terjadi, right? Kemudian izinkan daku curhat sedikit, boleh, ‘kan? //masangpuppyeyes.

Jadi setelah mendengarkan musik Moonlight punya Abang Yiruma, aku langsung kepikiran sama ide yang amat mainstream ini. Entah kenapa suasana hati lagi mellow banget gegara tuh lagu. Dan akhirnya fanfic ini kubuat deh. Mungkin para pembaca kurang bisa ngerasain feeling sakit hatinya si tokoh perempuan (karena penyampaianku kurang berasa), tapi serius aku nyesek pas bayangin ;_; //nangisbarengLuhan.

Sedikit penjelasan soal cerita ini, mungkin saja aku kurang detail nulisnya. Jadi peran Luhan di sini adalah sebagai heartbreaker-nya tokoh ‘aku’. Karena Luhan bekerja di luar kota, mereka terpaksa menjalin hubungan jarak jauh (LDR gitulah), tapi beberapa bulan kemudian, ‘aku’ mendapat kabar kalau Luhan akan menikah dengan gadis lain. So, isi dari drabble ini ialah waktu saat ‘aku’ berpisah dengan Luhan. Udah jelas, ‘kan? Maaf kalau berbelit kayak begini ;_;/

Sekian saja dari Joelle, jangan lupa tinggalkan komentar. Don’t be siders, ok? Sampai jumpa~

29 responses to “Kamu Bukan Milikku Lagi

  1. sedih emang tapi aku kurang dapet feel nya hihi._. awalnya aku kurang engeh kenapa luhan nikahnya sama yg lain bukan sama ‘aku’ /? tapi setelah baca penjelasannya semuanya jadi jelas kk.tapi aku tetep suka ff ini’-‘)b oiya bikin lagi ff oneshoot yang lebih sedih dari ini thor xD hoho

  2. keren banget gilaa… aku sampe berlinang air mata/? apalagi sambil dengerin yiruma – moonlight ( rainy mood edition)

  3. Ada backsong nya langsung nyari di list music Hp trus diplay mode repeat *abaikan*

    Dan hasilnya…..
    jeng jengggg!!!

    Nyesek parah
    sampe rasanya tu ikutan g isa nafas *lupakan*

    Ampun dah
    Sakitnya tersalurkan meski hanya lewat drabble TT.TT 😥
    Ya emang bener sih kurang gitu feelnya mungkin karna diksinya kali ya
    Tapi ini aja udah bikin terenyuh sakit
    Apalagi kalau karakter ‘aku’ makin terbentuk
    Beuuuhhh
    Bisa Nangis klingsekkan (?)
    hahahahaha

    Okeh
    Singkatnya, ini cerita keren kok
    Idenya juga bagus

    nice story 🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s