[2] Angel with a Shotgun :Stranger

req-angel-with-a-shotgun

[2] Angel with a Shotgun :Stranger

Author : alifially

Tittle : Angel With a Shotgun – Stranger

Cast(s) : Luhan | Han Ae-Mi (OC) | Park Chanyeol

Genre : AU, Romance, School Life, Friendship, Medical

Length : Chaptered

Rating : PG-15

Poster by : Ms. Choclate

Previous : 1

________________________________________________

You’re looking like a stranger

….

***

I’m an angel with a shotgun.’

Luhan mengangkat alis mendengar suara Alexander DeLeon, vokalis Americanband rock, The Cabyang mengalir dari sebelah headset yang ia pakai.Ia menyipitkan mata dan menatap manik mata Ae-Mi lekat. Satu kenyataan pahit yang ia dapat. Ae-Mi tidak sedang membohonginya.Iamemang tidak tahu siapa Luhan, “Ah, sudahlah.” Ae-Mi mengibaskan tangan di depan Luhan dan berdiri membelakangi laki-laki itu.

Angel with a shotgun.” bisiknya halus kemudian menyeringai.

“Kau tidak akan berubah jika diam di tempat.”Luhan menarik lengan Ae-Mi yang bebas dan menariknya berlawanan arah dengan arah kaki Ae-Mi tadi menghadap. Rahangnya mengeras, ia marah. Mungkinkah sesuatu yang seharusnya menjadi sejarah terulang kembali?Luhan belum tahu kepastiannya.Iahanya bisa berharap semoga sejarah tak akan pernah terulang kembali.

Ya! Jogiyo! Lepaskan aku!”Ae-Mi mencoba melepaskan tangannya yang tergenggam erat dalam tangan pemuda yang tak dikenalnya ini.Ia bahkan mencoba memukul-mukul lengan kurus laki-laki ini.Tetapi usahanya sia-sia.Kekuatannya tidak sebanding dengan laki-laki ini. Seharusnya ia dulu menerima tawaran Chanyeol yang dengan sukarela akan mengajari Ae-Mi taekwondoagar bisa menangani hal semacam ini.

Ae-Mi mulai panik. Laki-laki ini membawanya ke wilayah gedung sekolah yang tidak pernah ia lewati, “Apa laki-laki ini seorang penculik?” pikirnya. Laki-laki ini boleh saja memakai seragam sekolahnya, namun siapa yang tahu itu hanya salah satu akalnya untuk menculik salah satu siswa disini.Lagipula Ae-Mi tidak pernah mengenal wajah laki-laki ini mengingat Ae-Mi mengenali sebagian besar wajah siswa-siswa di sekolahnya, “Ya! Ajjushi! Aku masih ingin hid… aw..”Ae-Mi mengaduh kecil saat wajahnya bertabrakkan dengan punggung laki-laki ini.Ia menatap Luhan dengan pandangan bertanya kemudian mengalihkan pandangannya ke sekitar. Wajah-wajah yang ia kenal kini menatapnya dengan berbagai macam jenis pandangan.Mereka adalah wajah satu angkatannya. Ae-Mi mencari-cari tahu dimana ia berdiri sekarang, “Kelas 3B.” Ae-Mi membaca nama ruangan di depannya, “pantas aku tidak pernah melewati tempat ini. Ini wilayah tingkat tiga.” gumamnya.

“Ini kelasmu.” ucap Luhan dingin.

“Huh?”Ae-Mi mengerutkan dahi dan menatap Luhan dengan pandangan bertanya.Lagi-lagi Luhan menyeringai dan menggerakkan dagunya ke arah ruang kelas.Ae-Mi mengikuti arah dagu Luhan dan menatap Chanyeol dan teman-temannya yang juga menatapnya heran, “Park Chanyeol!”Ae-Mi melepaskan genggaman Luhan yang memang sudah mengendur dan berlari ke arah Chanyeol dan dengan reflek mendekap laki-laki jangkung itu.

“Ae-Miya, ada apa?”Ae-Mi tak menjawab.Ia menenggelamkan wajahnya dalam dada Chanyeol. Ia tidak menangis. Hanya saja ia lega masih bisa bertemu dengan Chanyeol setelah ia berpikir ia telah diculik dan tidak akan bertemu lagi dengan Chanyeol selamanya. Pemikiran bodoh.

Chanyeol mengangkat kepala dan menatap Luhan.Laki-laki itu masih di depan pintu kelas dengan tatapan dingin. Chanyeol menyipitkan mata.Ia tak sanggup menerjemahkan arti dari tatapan dingin itu.

Bersamaan dengan suara bel berbunyi, Ae-Mi melepas dekapannya dari Chanyeol dan pergi menuju kursinya.Chanyeol masih diam di tempatnya demikian juga Luhan.Beberapa saat kemudian Luhan kembali menyeringai dan meninggalkan tempatnya tak memasuki ruang kelas, “Park Chanyeol!Sampai kapan kau akan berdiri disana?”Kim Jongdae melempar Chanyeol dengan bola kertas dan membuat Chanyeol tersadar dari kebingungannya kemudian melangkah menuju tempat duduknya.

“Han purba.”Ae-Mi menoleh dan menatap Chanyeol dengan tatapan mengejek, “Tak adakah panggilan yang lebih bagus? Han Beauty, mungkin?”

“Tidak akan pernah.Tempatmu bukan disitu.Kau tak ingat itu tempat Luhan?”

“Luhan?”

O, Luhan. Laki-laki sok cool yang membuatmu memelukku seperti guling tadi.”

“Benar..kah?”Ae-Mi mengerutkan dahi.

“Kau terlalu banyak bertanya.Cepatlah pindah sebelum kau mendapat serangan pedas dari mulutnya.”

“Tapi..dimana tempatku?”Ae-Mi kembali bertanya.

“Kau sudah lupa?Dasar pikun.Tak heran nilai hafalanmu benar-benar buruk.Kau duduk di depannya.”

“Oh, arrasseo.”

***

Luhan berbaring di atap sekolah tanpa alas apapun selain kedua tangannya yang ia gunakan sebagai bantal di atas tas sekolahnya.

Angel with a shotgun.” Luhan kembali menggumamkan sebuah kalimat yang dalam sejam terakhir sudah ia ucapkan lebih dari tujuh kali.

Angel. Gadis purba itusama sekali bukanangeltetapi ia memiliki shotgun. Lalu apa aku harus menyebutnya devil with a shotgun? Atau purba with a shotgun?”Luhan terkekeh, “Untuk apa aku memikirkan gadis yang bahkan tak ingin berkenalan denganku?”

Luhan kembali menarik napas setiap kali ia mencoba untuk tidak memikirkan apa yang terjadi pada Ae-Mi, “Aku yakin ia memiliki shotgun seperti dia.”Luhan diam sejenak.Mengenang kembali sejarah beberapa tahun silam.

“Arrgh kenapa aku selalu berhadapan dengan memori?” Luhan mengacak-acak rambutnya kesal.

***

“Kenapa?”Chanyeol duduk di kursi di hadapan Ae-Mi yang telah kosong. Ae-Mi yang tadi menyangga kepalanya sembari mengetuk-ngetukkan pena di mejamenegakkan tubuh dan menyodorkan Chanyeol buku pada halaman yang baru saja dipelajari, “Aku tidak paham kenapa tumbuhan lebih cepat tumbuh di tempat gelap daripada di tempat terang.” bukannya menjawab, Chanyeol mengulurkan tangannya dan merapikan poni Ae-Mi yang rusak akibat tangannya yang tadi menyangga kepalanya. Juga merapikan anak rambut yang terlepas dari ikatannya. Ae-Mi mengangkat alis, “Ya, Ajjush..”Chanyeol meletakkan jari telunjuknya tepat di bibir Ae-Mi, “Oppa.”Ae-Mi tersenyum mengejek, “kau terlihat idiot.”

“Eish..”Chanyeol mengacak-acak poni Ae-Mi yang baru saja dirapikannya.

Oppa..bantu aku memahaminya.”

“Bagaimana aku bisa paham, kau saja tak memahamiku.”

“Huh?”

Chanyeol terkekeh, “Lupakan.Hehpurba.Kemarin kita sudah membahas hormon yang ada dalam tumbuhan.”

“Lalu?”tanya Ae-Mi polos.

Mwo?Kau tidak ingat hormon auksin?Kim songsaengnim kemarin mengatakannya berulang-ulang.Bahkan aku sampai hafal di luar kepala.”

Ae-Mi mendekatkan wajahnya, “Kau sendiri yang mengatakan hafalanku benar-benar buruk, Ajjushi.

“Ah, keurae.Hafalanmu benar-benar buruk.”Chanyeol menarik napas kemudian menghembuskannya perlahan, “Hormon auksin adalah hormon yang merangsang pertumbuhan tumbuhan. Tapi dia akan rusak apabila terkena cahaya. Karena itu tumbuhan lebih cepat tumbuh di tempat gelap daripada di tempat terang.” jelas Chanyeol singkat. Ae-Mi menyalin apa yang dikatakan Chanyeol dalam notenya, “Gomawo, Oppayaa!” kemudian ia mencubit kedua pipi Chanyeol sekeras mungkin, “Kajja, kita makan siang.” Ae-Mi menarik lengan Chanyeol dan menariknya keluar kelas.

Tepat di depan kelas, Chanyeol dan Ae-Mi berpapasan dengan Luhan dengan tampilannya yang kusut. Chanyeol dan Luhan saling beradu pandang beberapa detik. Namun sama seperti tadi pagi, Luhan masih menampakkan wajah datar dan kesan dinginnya.

***

Ajjushi, apakah kemarin aku bertemu… Baekhyun?”tanya Ae-Mi hati-hati. Chanyeol berhenti sejenak dalam kegiatan melahap makanannya kemudian menatap Ae-Mi dengan tatapan bertanya, “Kenapa kau tanyakan itu padaku?”

Ae-Mi menggigit bibir, “Aku..lupa..”

Chanyeol terkekeh, “Aku bahkan tak bertemu dengan Baekhyun kemarin.”

Ae-Mi menatap Chanyeol tak percaya, “Lalu… itu a-apa?”

Chanyeol mengikuti arah telunjuk Ae-Mi, “Oh.. WOW… Han Ae-Mi, kau..” belum sempat Chanyeol menyelesaikan kalimatnya, ia sudah tidak melihat keberadaan Ae-Mi di hadapannya. Iamengembalikan lagi arah pandangannya ke arah yang ditunjuk Ae-Mi tadi. Benar saja, ia melihat Ae-Mi tengah berdiri di hadapan objek yang membuatnya sempat takjub.

“Baekhyun-ssi, apa yang kau lakukan dengan gadis ini?”tanya Ae-Mi tak sadar suaranya meninggi.

Mwo? Aku dan dia berpacaran.”

Ya! Kau tak ingat bahwa aku masih yeojachingumu?” Chanyeol menghampiri Ae-Mi dan mencoba membawa gadis itu pergi dari sana. Namun Ae-Mi menepis lengan Chanyeol di lengannya. Chanyeol menatap sekelilingnya. Akibat keributan kecil ini, sebagian besar perhatian teralihkan pada Ae-Mi dan Chanyeol tak menyukai itu.

“Hah? Ya, Ae-Mi-ssi, kau tak ingat bahwa kau sudah kuputuskan kemarin?”

Ae-Mi mengerjapkan matanya beberapa kali, “Bagaimana bisa…” kalimat Ae-Mi terputus seiring sebuah tangan besar mendekap mulutnya erat untuk menghentikannya bicara. Ae-Mi sejenak memberontak kecil, “Jangan bertindak bodoh.” kemudian orang yang mendekapnya membawanya pergi dari sana.

***

Luhan meletakkan tasnya dan menatap keluar jendela.Rasanya cukup bosan berada di sekolah tetapi tak melakukan apapun.Ia lebih baik belajar ketimbang bolos seperti tadi. Seperti tak ada sesuatu yang bermanfaat yang ia lakukan.

Luhan melangkah masuk ke dalam kantin.Makanan yang telah disediakan tak memikat perhatiannya.Ia menghempaskan napas gusar dan mengambil sebuah apel untuk sedikit membuat lidahnya berasa.

Ia menggigit apelnya kemudian hendak memasang headsetnya sebelum ia mendengar keributan dari suara yang cukup dikenalnya selama dua hari ini. Setidaknya suara yang sering ia dengar dua hari terakhir ini.Ia menoleh dan menemukan Ae-Mi dengan wajah geramnya berdiri di hadapan dua orang yang sepertinya kemarin ia lihat.

Ya!Kau tak ingat bahwa aku masih yeojachingumu?” Luhan mengangkat alis mendengar kalimat yang meluncur begitu saja dari mulut Ae-Mi, “Eish..dasar memalukan.”

“Bagaimana bisa…” Luhan menarik lengan Ae-Mi kemudian mendekap mulut gadis itu. Ae-Mi sedikit memberontak dan membuat Luhan mengeratkan dekapan di mulutnya, “Jangan bertindak bodoh.” kemudian membawanya pergi dari sana.

*

Luhan menutup pintu atap gedung sekolah dengan sebelah kakinya kemudian mendorong Ae-Mi menjauh dari sana.Ia melepaskan Ae-Mi dan membiarkan gadis itu mendorong dadanya, “Apa yang kau lakukan?!” bentak Ae-Mi.

Luhan tak mengatakan apapun.Ia kembali menggigit apelnya yang sempat teranggurkan dan dudukbersandar pada tembok tempat penampungan air dan berselonjor menghadap pemandangan sekolah.

Ae-Mi berteriak kecil sembari mengacak-acak rambut membuat ikatan rambutnya sedikit berantakkan.Luhan yang melihat itu hanya terkekeh kecil kemudian memejamkan mata menikmati sapuan angin, “Apakah aku benar-benar terlihat bodoh tadi?”

“Sangat bodoh.” sahut Luhan tanpa membuka mata, “kusarankan, kau selalu mencatat apa yang terjadi hari ini.”

Ae-Mi menatap Luhan masam dan duduk berlutut di hadapannya, “Ya, Ajjushi.Aku tidak suka menulis diary.”

Luhan membuka matanya dan menatap Ae-Mi, “Ya, Ae-Mi-ssi, apakah setiap lelaki di sekolah ini kau panggil dengan sebutan Ajjushi?”

Ae-Mi menghembuskan napasnya keras, “Aku tidak mungkin memanggilmu dengan sebutan oppa.Itu terasa menjijikkan.Lagipula aku tak tahu namamu.”

Luhan kembali terkekeh, “Bahkan setelah kita berkenalan kemarin dankau menyebut namaku berulang kali, kau tetap tidak tahu namaku?” Ae-Mi mengangkat alis. Ia tak tahu harus mengatakan apa. Luhan tersenyum tipis, “karena itu kusarankan kau mulai menulis diary untuk membantu ingatanmu.”

Bisakah aku percaya pada orang asing?”ucap Ae-Mi dalam hati.

“Jika kau tak melakukan itu, akan banyak orang yang tahu kau mengidap alzheimer.”

Mwo?Kau membaca pikiranku?”

“Tidak. Hanya saja raut wajahmu mencerminkan apa yang kau rasakan. Asal kau tahu, aku pintar membaca raut wajah.”

“Tunggu, kau bilang alzheimer?Yaaa!! Aku tidak mengidap penyakit itu!”Ae-Mi menepuk perut Luhan pelan.Luhan memiringkan kepalanya sedikit, “Lalu?Kenapa ingatanmu sangat pendek?”

Ae-Mi menggigit bibir kemudian duduk tepat di samping Luhan, “Kau bisa menjaga rahasia?”

Luhan menatap Ae-Mi dalam. Pikirannya melayang kembali pada tiga tahun lalu, “A-aku bisa menjaga rahasia… dan mungkin aku bisa menjagamu..” “lebih baik dari yang dulu.” lanjut Luhan dalam hati dan mengalihkan pandangannya.

“Dari apa yang ibu katakan tadi pagi..aku mengidap Susac’s Syndrome.”

Susac’s Syndrome?” dalam hati Luhan bersyukur gadis di sampingnya tidak sama seperti yang dulu. Setidaknya ia tak harus mengulangi hal seperti dulu.

Ae-Mi mengangguk kemudian menguap, “Aah, bahkan ibuku membangunkanku tiga jam sebelum berangkat sekolah tadi pagi.Alasannya aku harus mengulang kembali pelajaran kemarin agar aku tidak terlihat bodoh di kelas karena lupa.Dasar dosen.”

“Tiga jam sebelum berangkat sekolah?” Luhan mengecek wajah Ae-Mi dan menemukan lingkaran hitam yang samar di bawah matanya, “I bet you’re sleepy right now.”Ae-Mi memutar bola matanya, “Sedikit.”

Luhan menepuk pundaknya, “Tidurlah sebentar, waktu istirahat masih lama.”

Ae-Mi menatap Luhan tak percaya, “Aku..” ia menunjuk dirinya sendiri, “…tidur disini?” kemudian menunjuk pundak Luhan.

“Aku tadi mengatakan akan menjagamu kan?”

“O..oh.. kau benar-benar memaknai kalimatmu.”

Luhan tersenyum tipis, “Aku tak mungkin mengingkari janji.”

Tak ada sahutan.Luhan menatap ke samping dan menemukan Ae-Mi tengah berbaring di pundaknya.Lagi-lagi ia tersenyum tipis.

Luhan mengeluarkan ponselnya kemudian membuka situs pencarian.Ia mengetikkan Susac’s Syndrome pada kotak pencarian, kemudian menemukan berbagai macam situs yang memuat informasi tentang Susac’s Syndrome. Ia memilih salah satu link dari banyak link.

Susac’s Syndrome adalah gangguan otak yang sangat langka, dan sejauh ini hanya 250 kasus yang telah dilaporkan di dunia. 

Hal tersebut membuat penderita melakukan kegiatan yang sama setiap hari mulai dari bangun tidur sampai ia tertidur kembali di malam hari. Dengan kata lain ia selalu kembali pada kehidupannya satu hari yang lalu, begitu seterusnya selama bertahun-tahun.

Luhan mengerutkan dahi.Ia membuka links lain.

…pemicu dari penyakit Susac’s Syndrome sampai saat ini masih belum diketahui penyebabnya.

wanita Ini punya ingatan sangat pendek, hanya 24 jam dan selebihnya lupa. Pengidap bukannya kembali ke masa lalu,tetapi telah terperangkap pada masa sekarang.

…pengidap selalu kehilangan ingatannya yang lalu setelah ia bangun dari tidur.

Luhan menghentikan jarinya. Ia menahan napas dan menatap Ae-Mi yang tertidur di pundaknya, “Setelah ia bangun dari tidur?”

TBC

35 responses to “[2] Angel with a Shotgun :Stranger

  1. Duh Ae Mi kan lgi tidur tuh di pundaknya Luhan, entar klo dia bngun apa yg akan terjadi apa di bakal lupa lagi ? Trun pnasaran sama masa lalunya Luhan ?

  2. Duh Ae Mi kan lgi tidur tuh di pundaknya Luhan, entar klo dia bngun apa yg akan terjadi apa di bakal lupa lagi ? Trus pnasaran sama masa lalunya Luhan ?

  3. Suka bgtt yg medical giniiiii. Cepet di. Post lanjutannya ya thor. Plis bgttt 😦 aku suka bgt pasti bakal sosweet deh iniiiiiii hehe. Fighting kaka authorrrr:)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s