Shining Love (PART 2)

Ini bukan ff ditjao, melainkan ff titipan dari salah seorang teman. Harap memberikan apresiasi berupa komentar setelah membaca ya, terima kasih sebelumnya.

Shining Love

Author             : Dini Nuril L.H.

Cast                 : Choi Ha Na                SM4

                          Kim Jong In                EXO-K

                          Oh Sehun                   EXO-K

Other cast       : Jung Soo Reul            OC

                          Park Na Ra                SM4

                          Byun Baek Hyun        EXO-K

Genre              : Family, Romance, Sad, Happy

PART 2

“Annyeong Ha Na, perkenalkan namaku Park Na Ra. Bangapta Ha Na-ah..” 

Kata yeoja yang bernama Na Ra itu.

“Ne, bangapta.”

“Kai-ah, kenapa kamu tidak mengajakku makan malam? Ha Na aja diajak, masa’ sahabatmu sendiri enggak sih?”

Kata Na Ra sambil mengerucutkan bibir mungilnya.

“Baiklah, kamu juga ikut. Dan aku tidak mau berurusan dengan jaguar kecilku ini.”

Kata Kai sambil meledek Na Ra yang sekarang bibirnya kembali seperti semula

“Jadi restoran kemarin yang kita pernah ketemu itu milik appa mu?”

Tanya Sehun

“Ne, dulunya itu punya harabeoji ku, tapi karena harabeoji sudah terlalu tua, diwariskan ke appa ku.”

Jawabku sambil memainkan pensil yang ku pegang

“Geurae, ajak Baek Hyun dan sahabat yang lain. Nanti aku yang mentraktir.”

“Jinjja??”

Tanya kami bertiga bersamaan

“Ne, aku serius”

Jawab Kai dengan gayanya yang cool

“YEEY!!!” kami bertiga pun bersorak.

Lalu mereka bercerita tentang persahabatan mereka.

“Bagaimana kalau kita tambah satu member?”

Tanya Kai pada kedua temannya

“Apakah dia Ha Na?” tanya Sehun

“Ne, eotte? Kalian setuju?”

“Aku setuju !”

Kata Sehun bersemangat sambil mengepalkan tangannya yang diangkat

“Aku sedelapan, hehehe”

Kata Na Ra sambil bercanda. Na Ra memang yeoja yang paling humoris yang pernah aku kenal.

“Ha Na, sekarang kamu terdaftar sebagai sahabat kami. Nama persahabatan kita adalah…”

“Seven.. “

“Ya!, sekarang kita berdelapan. Arra?” Kata Kai

“Ups, Mian..”

“Eight Dandelion.!!”

Jawab mereka bertiga serempak, sampai-sampai chingudeul yang lain melihati kami berempat yang sedang asik mengobrol.

“Bagaimana kalau saat istirahat nanti kita ke kantin? Kantin ahjumma yang cantik itu.”

Kata Kai dengan sedikit wajah evil-nya

“Geurae, tapi kenapa kamu ingin ke kantin? Tidak seperti bisanya.”

Kata Na Ra bingung

“Gwaenchana, aku hanya ingin saja. Lama aku tidak kesana.”

“Ok”

Kata Na Ra dan Sehun

 

TEEETTT !!! TEEETTT !!! TEEETTT !!!

Author pov’s

             Bel istitahat pun berbunyi, hantu cantik itu segera berlari ke kelas Kai. Tetapi saat di pintu kelas, dia melihat tak ada satupun orang disana. Dan dia melihat bangku yang selama ini dia tempati, sekarang ada sebuah tas berwarna peach yang menempatinya.

“Siapa dia? Berani-beraninya dia merebut tempatku! Akan kucari tahu siapa pemilik tas itu.”

Kata Soo Reul dengan nada kesal dan marah.

Lalu Soo Reul pun mencari Kai, terutama pemilik tas peach tadi, yaitu Ha Na. Soo Reul pun menuju ke kantin favorit Kai. Dan disana dia melihat Kai sedang duduk di sebelah yeoja yang belum pernah dia kenal. Dengan berani, Soo Reul mendekati mereka berempat.

Author pov’s end

Ha Na pov’s

            Aku,Kai, Na Ra dan Sehun pergi ke kantin favorit Kai. Kai menyuruhku untuk duduk disebelahnya. Karena dia adalah teman yang pertama aku kenal saat masuk sekolah ini dan memberi tahuku arah ke ruang administrasi, jadi aku duduk di sebelah Kai. Sedangkan Sehun duduk di depan Kai dan Na Ra duduk di depanku.

“Ahjumma, pesan pancake dan lemon ice cream 4 ne.”

Ucap Kai memesan makanan dan minuman untuk kami

“Ne, chamkkanman..”

“Ne..”

Sahut kami bersamaan.

“Mana Baekkie?”

Tanya Na Ra yang sedang melihat sekelilingnya.

“Kenapa sih kamu tanya Baekkie melulu? you don’t say. Kamu suka Baek Hyun?”

Tukas Sehun

“YA! Aniya.. kan biasanya kita berempat. Karena ada Ha Na , kita harusnya berlima dong.”

Jawab Na Ra sambil mengerucutkan bibirnya (lagi)

Dan kami pun tertawa bersama karena tingkah Na Ra dan Sehun. Tiba-tiba seorang yeoja datang dengan wajah yang tidak enak dilihat

“YA!,nuguya? Berani-beraninya kamu mendekati namjachingu ku!”

“Jeosonghabnida, Nan molla. Baiklah aku akan pergi.”

Aku berdiri dari tempat dudukku, tak kusangka, Kai menarik tanganku dan akhirnya aku berhenti dan Kai menyuruhku untuk duduk kembali.

“Kenapa kau menyuruhnya duduk, chagi?”

Kata yeoja itu

“Memang dirimu siapa? Seenaknya menyuruh sahabatku ini untuk pergi. Dan jangan sekali-sekali memanggilku dengan sebutan chagi. Arra?””

Kata Kai membelaku dan tetap memegang tanganku

“Chagi, kenapa kamu seperti ini?”

Kata yeoja manja itu

“Jangan memanggilku chagi!”

Bentak Kai pada yeoja itu.

“Geumanhae, jangan bertengkar lagi. Apa kalian tidak malu dilihat chingudeul?”

Kata Na Ra lirih sambil melerai Kai dan yeoja itu

“Baiklah kalau mau mu seperti itu. Tapi aku akan membuat hidup yeoja itu selalu menderita!”

Ancam yeoja itu sambil meninggalkan kami.

“Hiraukan saja yeoja itu, Ha Na. Dia tidak akan berani.”

Kata Kai sambil menenangkanku. Pesanan kami sudah datang, kami pun memakan pancake dan lemon ice cream yang telah dipesan Kai untuk kami.

“Bagaimana kalau yeoja benar-benar membuatku menderita?”

Ucapku lirih

“Sudah, jangan memikirkan itu. Kita kan sahabat, jadi kita harus saling menjaga satu sama lain.” Kata Sehun

“Yup, betul kata siput, :P”

“Siput? Kau memanggilku siput, Na Ra?”

TEEETTT !!! TEEETTT !!! TEEETTT !!!

“Sudah bel masuk, Kajja kita masuk.”

Ajak Kai sambil beranjak dari duduknya

“Tapi, pancake-ku belum habis. Chamkkanman ne.”

“Kau memang siput yang menjelma menjadi manusia, Sehun”

“Jangan memanggilku siput, Kai.. -_-“

“Ah, Kai juga memanggilmu siput kan? Itu karena kau selalu lama saat makan. Cepat, habiskan pancake mu.. jangan bicara!”

Perintah Na Ra pada si siput, Sehunnie

Sehun pun melahap semua pancake-nya, sampai pipinya chubby sepertiku

“Pipimu sama dengan Ha Na, Sehun.”

Kata Na Ra sambil beranjak dari tempatnya duduk

“Ih, sama seperti pipiku”

Kataku sambil menunjuk pipi Sehun

“Hehehe, ayo kita segera ke kelas.”

“Ne, kajja”

Jawab kami serempak. Sampai di kelas, kami pun duduk di bangku dan tiba-tiba..

TEEETTT !!! TEEETTT !!!

“Itu ada panggilan ketua kelas”

“Semoga itu pengumuman untuk pulang pagi, Na Ra.”

“Ne, aku juga berharap seperti itu, Sehun.”

“Annyeong.. ternyata kalian disini.”

Kata Baekhyun yang tiba-tiba menyela pembicaraan Sehun dan Na Ra

“Memang kau kira kami dimana?”

Jawab Sehun

“Tadi aku habis dari toilet, lalu aku kembali ke kelas, tetapi kalian tidak ada. Aku tanya si hantu cantik..”

“Hantu cantik?! Siapa dia? Apakah penghuni di kelas ini?”

Tanyaku sedikit bingung

“Bukan Ha Na, hantu cantik itu yeoja yang menyuruhmu pergi tadi. Karena dia cantik tetapi sifatnya buruk, kami memanggilnya hantu cantik.”

Jelas Na Ra dengan kesal

“Tetapi, siapa nama hantu.. ehm maksudku yeoja itu?”

“Nama yeoja itu Jung Soo Reul.”

Terang Sehun dengan datar

“Ketua kelas datang !”

“Apa pengumumannya, Chan Hee?”

Tanya Na Ra dan Sehun bersamaan karena tidak sabar apa pengumuman yang diberikan kepala sekolah pada kami.

“Ne, akan kubacakan pengumumannya.”

Sreek sreek

“Pengumuman, seluruh siswa kelas 10 dan 11 pulang pukul 10.00…”

Kata Chan Hee yang disusul dengan teriakkan seluruh siswa di kelasku

YAAAYYY !!!!

“Cham, masih ada lagi. Akan diadakan lomba pentas seni pada liburan musim semi, diharapkan para siswa menyiapkan dengan baik. Karena dipilih 5 terbaik untuk dipentaskan saat perpisahan kelas 12 tahun ini. Sekian terima kasih.”

“Ini sudah pukul 10, kajja kita pulang ! “

“Kajja.”

Kami dan teman-teman pun mengambil tas dan segera keluar dari kelas. Aku pun menelpon oppaku untuk segera menjemputku.

“Yoboseo, oppa. Bisakah kau menjemputku sekarang?”

“Bukannya tadi kau bilang pulang jam 2 siang?”

“Ne, tapi tadi ada pengumuman pulang jam 10. Apakah oppa bisa menjemputku?”

“Baiklah, chamkkanman ne “

“Ne oppa.” Kataku. Lalu aku menutup telepon dari oppaku.

“Bagaimana kalau aku antarkan kamu pulang?” Kata Kai

“Aniyo, oppaku sudah dalam perjalanan”

“Baiklah, aku tunggu sampai oppamu datang ne”

“Tidak usah. Bagaimana jika eomma-mu menunggumu?”

“Gwaenchana.”

Lalu Kami duduk di taman sekolah sambil menunggu oppaku datang. Setelah beberapa menit oppaku datang.

“Kai-ah, aku pulang dulu ne. Gomawo”

“Ne, cheonma. Ah chamkkanman, bolehkah aku meminta nomormu?”

“Geurae”

Aku pun memberikan nomor handphone-ku kepada Kai.

“Gomawo, Ha Na-ah.”

“Ne, cheonma.”

“Jangan lupa nanti malam”

“Ne, annyeong”

Kai membalas salamku dengan senyuman dan lambaian tangannya. Lalu aku pun segera masuk ke mobil.

“Bagaimana sekolahmu hari ini?”

Tanya oppa sambil melajukan mobilnya

“Sebenarnya tadi ada pelajaran musik, karena ada rapat seluruh seonsaengnim sesekolahan, jadinya tidak ada pelajaran dan akhirnya kepala sekolah memberikan pengumuman untuk pulang pagi. Tapi hanya untuk kelas 10 dan 11 saja.”

Jawabku dengan rinci. Tetapi oppa menghiraukan omonganku.

“Oppa ya! Apa kau tidak mendengarku?”

“Mian, oppa mengantuk mendengar ceramahmu tadi. Hehehe, bisa kau ulang sekali lagi?”

Tanya oppa bercanda

“Hash, molla.” Jawabku kesal

“Ne, oppa tadi hanya bercanda. Ngomong-ngomong, siapa namja yang berkulit eksotis itu?”

Tanya oppa bercanda (lagi)

“Ya! Hajima. Dia adalah namja yang pertama kali aku kenal di sekolahan itu, dan dia juga yang mengetahui namaku pertama kali dan memberi tahuku arah ke ruang administrasi”

“Kenapa kamu agak salting begini, Ha Na? Atau, jangan-jangan.. kamu suka sama namja itu?”

“Oppa ya! mana mungkin aku suka dengan sahabatku sendiri.”

“Jadi namja itu sahabatmu?”

“Ne, ah cham. Nanti antarkan aku ke restoran appa ne.”

“Wae? “

“Aku dan Eight dandelion..”

“Eight dandelion? Mwoga?”

“Itu nama persahabatan kita. Jadi, kita mau makan malam di restoran appa”

“Ehhmm, geurae.”

“Gomawo oppa”

“Ne, Cheonma uri dongsaeng”

Tak lama kemudian kami sampai di depan rumah. Dan oppa segera memarkir mobilnya. Setelah memarkir mobilnya kami masuk ke rumah.

“Annyeong eomma..”

“Ne, kenapa kamu pulang pagi sekali?”

“Karena seluruh seonsaengnim mengikuti rapat, kepala sekolah memulangkan kami lebih pagi.”

“Oh, begitu”

“Ne, Ha Na ke kamar dulu, eomma”

Eomma menganggukkan kepalanya. Dan aku pun naik ke kamarku.

jreek

Setelah menutup pintu, aku melihat dress yang ada di lemariku. Aku mengambil beberapa dress yang kira-kira cocok untuk dinner malam ini. Setelah memilah dan memilih dress yang akan kupakai malam ini akhirnya aku menemukan dress yang cocok. Sebuah dress yang panjangnya hanya selutut dan berwarna soft pink dihiasi sedikit bulu-bulu lembut di bagian pundak. Setelah aku pastikan cocok, aku tertidur di kasur empukku.

17.40  KST

Deerrrtt… deeerrttt…

 

Someone call the doctor nal butjapgo malhaejwo

Sarangeun gyeolguk jungdok overdose

(overdose song)

Dengan mata terpejam, kuangkat handphone-ku

“Yoboseo”

“Ha Na-ah, ini aku Kim Jong In”

Seketika mataku terbuka lebar

“Kai? Bagaimana kau bisa mendapatkan nomorku?”

“Bukannya tadi saat pulang sekolah aku meminta nomormu? Dan kamu memberikannya”

…………. (blank)

“Yoboseo?” kata Kai karena aku belum menjawab pertanyaannya

“Ah ne, mianhae. Aku lupa” jawabku

“Gwaenchana, apakah kamu baru bangun tidur?”

“Ne”

“Mianhae, aku membangunkanmu”

“Hehe, gwaenchana. Memang sekarang jam berapa?” tanyaku sedikit menutup mataku

“Jam 6 kurang 20 menit. Wae?” tanyanya lembut

“MWO?! Baru kali ini aku tertidur seperti sleeping beauty

Teriakku yang mungkin membuat telinga Kai mendegung

“Memang kamu tidur jam berapa?”

“Dari pulang sekolah tadi”

“Hahaha, kau sama sepertiku. Aku sering tidur sampai berjam-jam. Itu kebiasaan burukku, tidur paling awal dan bangun paling akhir. Sampai-sampai eomma ku menjulukiku The King of sleepy

“Ohh begituuhh…” Jawabku sambil menguap

“Baiklah, jangan lupa nanti jam 7 malam. Arra?”

“Ne, arraseo.”

“Sudah dulu ne”

“Ehm”

Aku segera mandi dan ternyata saat aku keluar dari kamar mandi jam sudah menunjukkan pukul 6 lebih 15 menit. Aku bergegas untuk memakai dress yang kupilih tadi, menata rambutku dan merias wajahku. Aku mengambil handphone dan tas, lalu aku turun kebawah. Saat di bawah aku melihat arloji ditanganku sudah menunjukkan pukul 18.50. aku segera memanggil oppaku dan menyuruhnya untuk mengantarku.

“Dimana appa dan eomma?”

Tanyaku sambil masuk kedalam mobil

“Molla. Kata eomma, dia mau keluar dengan appa.”

“Oh, geurae”

Dengan cepat oppa segera melajukan mobilnya. Sekitar 19.10 malam aku sampai di restoran appa. Dan ternyata di dalam sudah ada beberapa teman ku, yaitu Na Ra, Sehun, Kai, Baekhyun, 1 orang namja, dan 2 orang yeoja

“Ha Na-ah, kamu sudah datang?”

“Ne, apakah kalian menungguku dari tadi?”

“Tidak, kami juga baru sampai. Lalu tidak lama kemudian, kamu datang.”

Jawab Kai sambil menyuruhku duduk di sebelah Na Ra

“Perkenalkan, ini Kim Hae Ra, dari kelas 10-4.”

Sambil memperkenalkan aku dengan Hae Ra

“Annyeong, Na  Kim Hae Ra imnida”

Kata Hae Ra dengan ramah

“Ini Park Chanyeol, mungkin sebelumnya kamu sudah tahu wajah namja ini.”

Kata Kai sambil meperkenalkan aku dengan Chanyeol. Namja yang paling tinggi di geng ini.

“Ne, aku mengenalmu saat kalian makan siang kemarin.” Jawabku

“Haha, benar perkenalkan, aku Park Chanyeol. Bangapta Hana-ah” Kata Chanyeol

“Ne, bangapta. Kamu dari kelas mana?”

“Aku dari kelas 10-1” jawabnya

“Ini Jung Hye Jin, dari kelas 10-3” kata Kai sambil memperkenalkan aku dengan Hye Jin

“Ne, na Jung Hye Jin imnida.”

Jawab Hye Jin tersenyum

“Cham, apakah kamu masih mengenal aku, Hye Jin?”

Kataku sambil menatap Hye Jin

…………………

“Aah, kamu Ha Na temanku waktu masih TK dulu kan?”

“Ne, bangapta.”

“Ne, Ha Na-ah, bangapta. Lama kita nggak pernah ketemu ya. Sudah 9 tahun kita berpisah.”

“Jadi kalian sudah saling kenal?” tanya Kai

“Ne, dulu kita seperti sahabat. main bersama, belajar bersama, aku sering menginap di rumah Ha Na, begitu juga Ha Na.” Jawab Hye Jin

“Geurae. Dan  seorang namja yang yang pasti Ha Na sudah mengenalnya.” Kata Kai sambil menunjuk temannya yang baru datang itu.

“Yup, pasti Byun Baek Hyun lah..” jawab Na Ra dengan semangat

“Uh?” tanya kami semua serempak.

“Benar kan, kamu pasti suka sama Baekkie kan?”

“Ya! Hajima Sehunnie..” jawab Na Ra yang pipinya berubah menjadi kemerah-merahan.

“Hahaha, lihat pipimu. Warnanya seperti buah apel. Tapi peraturan persahabatan kita sudah disepakati untuk tidak saling menyukai sahabat kita sendiri, bukankah begitu?”

“Yup betul kata Sehun.” Jawab Baekkie

“Haha. Sudah-sudah. Nanti malah jadi ribut. Sekarang kita memesan makanan dan membicarakan pentas seni yang diadakan di musim semi itu. Eotte?” Kata Kai

“Baiklah.” Jawab kami bersamaan

Makanan datang….

“Jadi saat pentas seni nanti apa yang akan kita pentaskan?”

“Bagaimana kalau kita nyanyi?” kata Baek Hyun.

“Oke, ada usulan lain?”

“Ehm, dance?” kata Sehun

“Ah, bagaimana kalau Baek Hyun menyanyi diiringi semacam dance.?” Usulku

“Ne. Aku setuju denganmu Ha Na. Tapi aku butuh seseorang yang menemani aku menyanyi. Jadi kita seperti duet lalu kalian para dancer muncul dan alunan musik yang sebelumnya slow jadi sedikit nge-beat. Eotte?” kata Baek Hyun

“Geurae. Lalu siapa yang memiliki bakat menyanyi disini?”

“Bagaimana kalau Na Ra?” usul Hae Ra

“Mwo?” kata Na Ra

“Yup, selama ini kamu dan Baekhyun lah yang sering mengikuti lomba-lomba menyanyi.”

“Ehm,baiklah.” Jawab Na Ra sedikit gemetar

Hana pov’s end

Nara pov’s

“Ah, bagaimana kalau Baek Hyun menyanyi diiringi semacam dance.?” Usul Ha Na

“Ne. Aku setuju denganmu Ha Na. Tapi aku butuh seseorang yang menemani aku menyanyi. Jadi kita seperti duet lalu kalian para dancer muncul dan alunan musik yang sebelumnya slow jadi sedikit nge-beat. Eotte?” kata Baek Hyun

“Geurae. Lalu siapa yang memiliki bakat menyanyi disini?” tanya Kai

“Bagaimana kalau Na Ra?” usul Hae Ra

“Mwo?” kataku. Seketika jantungku berhenti sejenak.

Apa yang terjadi jika aku menyanyi sama Baek Hyun. Apa mungkin bibirku bisa mengucapkan lirik lagu yang kita nyanyikan? Uh, eottokke..

Batinku sambil melihat senyuman Baekhyun

“Yup, selama ini kamu dan Baekhyun lah yang sering mengikuti lomba-lomba menyanyi.”

Kata Sehun

“Ehm,baiklah.” Jawabku sedikit gemetar

“Tenanglah, tidak perlu gugup. Santai saja. Arra?” bisik Hana padaku

“Ne, aku akan membiasakannya, Ha Na.” Jawabku

“Baiklah, kami akan mengurus koreografi buat dance. Tapi sebelumya kalian dulu yang menentukan apa lagu yang ingin kalian nyanyikan?” kata Kai

“Na Ra-ah, apa lagunya?” tanya Baekhyun

……………(blank)

“Ya, malhaebwa.” Kata Baekhyun

“Ah mianhae. Bagaimana kalau….”

“Kalau apa, Na Ra?” tanya Baekhyun lagi

“Aku belum memikirkannya” jawab Na Ra cengengesan

“Mungkin kami akan memberitahu kalian besok”

Kata Baekhyun sedikit tersenyum melihat tingkahku

“Baiklah, kami akan menunggu keputusan kalian.” Kata Kai

Nara pov’s end

Hana pov’s

Sambil menikmati makanan, mendengarkan percakapan antara Nara dan Baekhyun yang membuatku hampir memuncratkan choco latte yang kuminum karena ulah lucu Nara saat diajak bicara dengan Baekhyun. Lalu aku melihat sekeliling, ternyata restoran ini memiliki design elegan tapi berkesan mewah dan sedikit vintage tapi berkesan modern. Saat aku melihat di meja nomor 1 ada seorang ahjumma dan seorang ahjussi. Aku memerhatikan wajah mereka. Ternyata…

“Eomma, appa..!”

Teriakku lirih sambil melambaikan tanganku kearah mereka. Lalu mereka datang ke majaku.

“Mereka orang tuamu?” Tanya Nara

“Ne, mereka orang tuaku yang paling aku cintai.”

“Annyeong haseyo.. ” ucap mereka sambil menundukkan kepala.

“Annyeong haseyo, apa kalian chingudeul-nya Hana?”

“Ne ahjumma.” Jawab mereka

“Tapi lebih tepatnya kami bersahabat.” Kata Kai tersenyum

Hana pov’s end

Kai pov’s

“Eomma, appa..!” teriak Hana lirih kepada seorang ahjussi dan ahjumma yang berada tak jauh dari meja kami. Lalu kedua orang itu berdiri dan menuju ke meja kami.

Apakah itu appa  dan eomma Hana? Aku harus bersikap sopan didepan calon mertuaku. You can do it, Jong In-ah

Batinku. Sebernarnya ini membuatku deg-degan. Tapi aku harus bisa

“Annyeong haseyo..” ucap kami

“Annyeong haseyo, apakah kalian chingudeul-nya Hana?” tanya eomma Hana lembut

“Ne ahjumma” jawab mereka

Dan inilah waktuku untuk beraksi

“Tapi lebih tepatnya kami bersahabat” jawabku dengan sopan

Huft, hampir saja salah kaliamat. Tapi mungkin orang tua Hana merasa tidak biasa denganku. Aku yakin itu

Kai pov’s end

Hana pov’s

“Ne eomma, kami ber-delapan bersahabat. Dan ini Hye Jin. Apa eomma masih mengenalnya?” tanyaku kepada eomma yang dari tadi menatap Kai sedikit berbeda

“Hye Jin. Oh, Hye Jin teman kamu waktu TK dulu?”

“Ne eomma, ini Hye Jin” kataku sambil memperkenalkan Hye Jin

“Annyeong haseyo ahjumma, lama tidak bertemu”

“Ah, ne. Kamu semakin cantik, Hye Jin”

“Hehe, gamsahabnida”

“Ne, uri Hye Jin”

“Ah, apakah kalian sudah selesai dengan makan kalian?”

“Ne ahjussi.”

Lalu appa pergi meninggalkan kami

“Appa mu mau kemana?” tanya Sehun

“Molla, mungkin ke toilet.”

“Bisakah kita pulang sekarang?” tanya Nara

“Kajja. Eits, kita lupa belum membayarnya.” Kata Kai sambil mengambil dompetnya yang tidak tipis itu alias bisa dibilang tebel pake banget

Aku dan eomma hanya bisa tersenyum melihat namja yang satu ini. Lalu appa datang

“Tidak perlu mengeluarkan dompet, ehm..”

“Kai, appa”

“Ah, Kai. Ahjussi sudah membayar makan kalian.”

Ujar appa sambil tersenyum. Mereka saling menatap mata satu sama lain. Mungkin mereka lupa apa yang aku bicarakan tadi di kelas.

“Jeongmal?” tanya mereka

“Ne, kenapa harus bercanda.” Kata appa

“Gamsahabnida ahjussi…” ucap mereka bersamaan

“Ne, kajja kita pulang. Pasti orang tua kalian sudah menunggu.”

“Ne ahjussi.”

Kami pun segera pulang. Aku pulang bersama appa dan eomma. Saat di perjalanan pulang, tak disangka eomma menanyakan hal yang sama seperti pertanyaan oppa tadi siang.

“Hana-ah, siapa nama namja yang duduk disebelahmu tadi?”

“Eomma, bukannya tadi aku sudah bilang. Namanya Kai, eomma”

“Ah matta. Mianhae, eomma lupa.”

“Gwaenchana eomma”

“Kelihatannya dia anak yang baik.”

“Bukan baik eomma, tapi sangaaat baik. Dialah satu-satunya namja yang paling baik dari yang aku kenal, setelah appa dan oppa.”

“Haha, kamu bisa aja.” Kata appa sambil menyetir mobilnya

Sampai dirumah aku masuk ke kamarku. Aku pun mengganti dress ku dengan baju tidur. Aku mengambil selimutku dan tertidur.

“Hana-ah.. hati-hati” teriak Sehun dan berlari kearahku

Buukk

Bola salju itu mengenai punggung Sehun yang sedang melindungiku dari serangan Kai.

“Chagiya, gwaenchana?” tanya Sehun

“Gwaenchana.” jawabku

Sehun mengambil segenggam salju dan membentuknya sampai bulat, lalu melemparkannya ke arah Kai

“Jangan pernah menyakiti yeojachingu-ku atau kau akan menderita” kata Sehun seperti anak kecil

Lalu mereka berdua pun saling melempar bola salju. Entah kenapa aku saat itu aku meras nyaman didekat Sehun dan aku juga membantu Sehun untuk melempar bola salju kearah Kai. Tetapi Kai sudah tidak membalas lemparan Kai. Akhirnya kami berhenti sebentar.

“Apa Kai sudah pergi?’

“Molla, tapi..”

Sebuah bola salju sebesar kelapa melayang kearah kami dan..

 

Buukk

Aku terjatuh dari tempat tidurku

“Aw, appo.” Kataku sambil mengelus kepalaku yang terbentur lantai

“Huaahhmm, jam berapa ini?” tanyaku sambil melihat jam di dinding

“MWO?! Jam 6? Hasshh..” gerutuku sambil meuju ke kamar mandi

Setelah mandi aku memakai seragam, menata buku dan menata wajah dan rambutku. Lalu aku turun kebawah untuk sarapan

“Cepat Hana, hari ini oppa masuk kuliah.”

“Ne, chamkkanman..”

Aku hanya meminum susu coklat dan berangkat kesekolah bersama oppa

“Hana-ah, semalam kamu bermimpi apa? Sampai jatuh begitu.”

“Kok oppa tahu?”

“Ya tahu lah,tadi pagi saat oppa bangun pintu kamarmu terbuka. Mungkin kamu lupa menutup pintu kamar.”

“Ah matta..”

Hai semua… akhirnya yang part 2 selesai juga,, gimana menurut kalian di part 2 ini? Bagus? Kurang menarik? Atau apa?… semoga di part 2 ini kalian senang ya 🙂 aku butuh kritik dari kalian agar cerita kedepannya bisa lebih baik lagi

Jangan lupa comment ok…

9 responses to “Shining Love (PART 2)

  1. yah.. moga” emang bener deh ama sehun tapi bukan cuman dimimpi 😀
    hana milih siapa ya? kai/sehun? kok bisa mimpiin sehun?
    ditunggu next chapnya

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s