THE BROTHERS [Part Three – Bless Our Ahreum]

Annyeong, saya hadir membawa fanfic titipan dari Naomiree, happy reading~! Jangan lupa komentarnya 🙂 Thanks.

bt | Previous: Prologue, ONE,  TWO |

THE BROTHERS

TITLE : THE BROTHERS

LENGTH : CHAPTERED

GENRE : FAMILY, ROMANCE

RATING : PG – 13

AUTHOR : NAOMIREE @_nraesky

CAST

EXO COMPLETE MEMBER

LEE AHREUM

LEE YURIN

JESSICA JUNG

KIM TAEYEON

HAN DASOM

SEO JOO HYUN

CHOI SULLI

 

 

DISCLAIMER : LEE AHREUM, YANG SEJAK DULU HANYA HIDUP SEBATANG KARA MENDADAK MEMILIKI 12 SAUDARA LAKI-LAKI DALAM HIDUPNYA……

 

PART THREE

Bless Our Ahreum”

Setelah banyak menahan nafas dan membaca doa- doa di dalam hati Ahreum akhirnya sudah dapat melihat pintu gerbang berwarna putih yang menjadi jalan masuk menuju rumah besar tempat ia tinggal. Perjalanan pulang yang cukup panjang ini terasa begitu lama dan akhirnya Ahreum bisa bernafas lega setelah Kris menghentikan motornya di depan rumah.

Sadar bahwa dirinya sudah sampai , Ahreum segera menarik tangannya sendiri untuk berhenti memegangi jas seragam abu-abu rokok milik lelaki di depannya itu. Ahreum bersyukur, ia pulang dalam keadaan selamat, tidak ada satupun bagian yang kurang dari tubuhnya mengingat ini adalah pertama kalinya Ahreum menaiki motor dengan kecepatan yang amat super duper cepat, bahkan Ahreum berpikir Kris dapat mendaftar menjadi pembalap F1 dengan kekuatan seperti itu.

Ahreum dengan hati-hati turun dari motor sport berwarna silver itu dan dengan pelan-pelan pula melepaskan helm hitam itu dari kepalanya dan memberikannya kembali ke sang pemilik.

“Ini. Terima … kasih sudah mengantarku pulang” Ahreum menyodorkan helm itu dengan raut wajah penuh kecanggungan. Kris menerima helm itu dengan tenang kemudian membuka kaca helm yang sedari tadi menutupi wajahnya hingga Ahreum sekarang bisa melihat lebih jelas wajah lelaki itu.

“Tidak perlu canggung padaku.” Ujar lelaki itu dengan suaranya yang masih terdengar tenang setenang air yang mengalun di danau.

Ahreum yang tadinya sudah mau beranjak pergi langsung menahan langkahnya dan berbalik menatap Kris dengan raut wajah bingung.

“Eh?” sahut Ahreum begitu ia mendengar ucapan Kris yang masih mengendarai motor sportnya.

“Aku bilang kau tidak perlu canggung, atau segan padaku.” Lanjut Kris memperjelas ucapannya.

“Itu…..”

“Karena kau sekarang adalah adikku, hapuskanlah rasa canggung dan segan itu. Jika ada masalah jangan ragu untuk meminta bantuan kepadaku, atau salah satu dari kami karena kau sudah menjadi tanggung jawab dari kami. Aku tidak tahu dengan pasti bagaimana kesan pertamamu padaku, tapi kau harus tahu kalau aku juga senang atas kehadiranmu dirumah ini, sebagai adik kami” ujar Kris yang sanggup membuat seorang Ahreum terenyuh mendengarnya. Sulit di percaya, lelaki ini akan mengatakan hal se-bijak sana itu padanya padahal Ahreum selalu berpikir bahwa Kris adalah lelaki yang dingin dan tidak terlalu menyukai kedatangannya di rumah sejak awal. Ahreum bahkan melihat untuk pertama kalinya Kris menampakkan senyum samarnya di balik helm besar yang sedang di kenakan lelaki itu.

“Baik.. Terima kasih..” hanya itu kata yang keluar dari mulut seorang Ahreum. Ahreum kembali membalikkan badannya memasuki pintu rumah dengan senyum mengembang di bibir merah gadis itu. Ahreum merasa senang, ia jadi merasa bersalah sudah men-judge duluan seorang Kris sejak awal. Ya, lelaki itu memang terlihat sangat dingin jika diluar, namun sekarang Ahreum tahu kalau lelaki itu memiliki kepribadian yang hangat meskipun tidak banyak. Dan tentunya, Ahreum tidak perlu khawatir lagi, sepertinya semua orang di rumah ini menerima kehadirannya dengan baik jadi Ahreum tidak perlu merasa gelisah lagi.

‘Terima Kasih Tuhan, Terima kasih untuk semuanya’

 

***

Ahreum menutup kitab yang sudah selesai di bacanya dengan perasaan lega kemudian memasukkan kembali kitab kecil miiknya kedalam tas ransel biru—nya. Gadis itu merasa sangat tenang dan hatinya juga terasa lebih lapang setelah ia membaca kitab yang selalu menjadi kebiasaan rutin—nya saat di panti asuhan dulu. Ah~ seketika Ahreum merasa rindu akan panti asuhan—nya. Biasanya jika jam segini ia akan keluar kamar dan berdoa bersama para suster, Ibu Kepala dan adik-adiknya di gereja, memohon kesejahteraan dan kebahagiaan untuk hidup mereka kemudian mulai makan bersama dengan lahap satu sama lain, lalu Ahreum akan mencuci peralatan makan yang kotor dengan ceria kemudian membacakan dongeng menarik untuk para adik—nya agar bisa tertidur lelap. Ahreum menghela nafasnya mengenang kebersamaan yang manis itu.

Ahreum hanya merasa rindu, rindu tempat ia dibesarkan selama 18 tahun. Meskipun itu hanyalah panti asuhan tua yang sempit dan sudah renta, meski Ahreum selalu di marahi Ibu Kepala atas semua masalah yang dibuatnya, Ahreum sangat menyukai tempat itu.

‘Ahreum, apa yang kau lakukan? Bukankah kau sekarang sudah mempunyai keluarga yang menerimamu dengan sepenuh hati mereka? Jadi jangan cengeng, Lee Ahreum’ Ahreum berusaha menyemangati dirinya sendiri di dalam hati, gadis itu menghapus ujung matanya yang mulai agak sedikit berair.

Kemudian terdengar suara ketukan dari luar kamar Ahreum membuat gadis itu segera bangkit dari kursi belajarnya dan membuka pintu lalu mendapati Sulli dengan seragam pelayannya yang manis sudah berdiri di depan kamar Ahreum.

“Sudah waktunya makan malam, nona” ujar Sulli dengan senyum manisnya. Ahreum termenung sebentar, ah~ ia lupa kalau ini sudah jam 8 malam.

“Baiklah~ aku akan segera turun” jawab Ahreum dengan ceria.

Ahreum kembali ke kamarnya untuk membereskan meja belajarnya dan mempersiapkan buku pelajaran yang diperlukan untuk besok. Ahreum sebenarnya masih merasa ragu untuk makan bersama dengan keluarga barunya ini, ia merasa tidak terbiasa dan perasaan malu yang entah timbul darimana itu kembali menyeruak di dalam hatinya.

Kalau saja Ahreum bisa memilih, ia mungkin akan melakukan kebiasaannya selama ini, membawa makanan dan makan di kamarnya , namun Ahreum paham melakukan hal it u terus menerus tentu saja bukan sesuatu yang sopan.

hapuskanlah rasa canggung dan segan itu” ucapan Kris saat sepulang sekolah tadi kembali menelisik masuk ke dalam pikiran Ahreum. Ya, Itu benar. Sampai kapan aku akan terus menjadi seperti ini, canggung kepada keluarga sendiri? Pikir Ahreum. Gadis itu menghembuskan nafasnya perlahan kemudian dengan semangat gadis itu mengambil ikat rambut di atas meja dan mengikat rambutnya hingga tergulung naik keatas, menyisakan beberapa anak rambut yang jatuh di sisi dahi gadis itu lalu dengan semangatnya Ahreum keluar dari kamar untuk turun makan malam.

“Aah~ Uri Ahreum sudah turun! Ayo kemari,” Ny. Choi yang ikut merapikan meja makan malam itu berteriak histeris seperti biasa begitu melihat Ahreum turun dari tangga dengan dress piyama selutut bermotif kotak-kotak. Dengan semangatnya, wanita paruh baya itu menarik lengan Ahreum kemudian menuntun gadis itu untuk duduk di salah satu kursi makan.

“Hai~ Ahreum! “ DO yang duduk di samping Ahreum menyapa gadis itu, Ahreum membalas sapaan itu dengan tersenyum ceria dan melambaikan tangannya. Kemudian pandangan Ahreum menyebar keseluruh penjuru meja makan. Ya ampun, Ahreum baru menyadari kalau meja makan ini sangat panjang dan di hiasi oleh banyaknya pemuda tampan yang mengenakan kaos oblong duduk di sisi meja makan menunggu hidangan datang.

Ahreum mengerjapkan kedua kelopak matanya, untuk pertama kalinya ia tersadar bahwa ia benar-benar memiliki saudara yang banyak , dan semua nya adalah anak lelaki. Perempuan yang duduk di kursi makan ini hanyalah dua orang, dirinya dan Ny. Choi. Ahreum terkesiap tanpa disengaja , gadis itu tidak bisa menahan dirinya untuk tidak melongo di saat seperti ini. Ini akan menjadi pertama kalinya Ahreum berkumpul untuk makan bersama anggota keluarga barunya secara lengkap.

“Ya!! Sehun itu ayam ku!”

“Apa maksudmu, Suho hyung? Ayam-mu yang itu!”

“Baekhyun jangan ambil sirupku! Ini minuman favoritku”

“Chanyeol jangan menuang saus terlalu banyak~”

“Lay bukankah kau tidak suka jamur? Buatku saja,ya”

“Kris hyung, makananmu kelihatan enak”

“Chen jangan ambil kornetku!!”

Ahreum tidak bisa menahan senyum—nya begitu ia mendengar para saudaranya saling berebut makanan di meja makan. Ini terlihat konyol untuk ukuran lelaki populer macam seperti mereka, dan tentunya menyenangkan untuk bisa melihat ini semua. Suasana meja makan menjadi ramai dan entah mengapa, Ahreum merasa senang melihat itu semua. Ia merasa senang bisa melihat keakraban para EXO seperti ini.

“Tidak bisakah kalian tidak ribut? Apa yang appa ajarkan? Jangan bicara saat makan. Lihat, sekarang Ahreum sedang menertawakan kalian” suara Tuan Choi yang duduk sendiri dibagian tengah memecah suasana membuat para lelaki itu langsung terdiam dari keributan yang menjadi aktivitas mereka sedari tadi.

“Benar, kalian harus memberikan contoh yang baik pada adik kalian.” Ny.Choi menimpali dan membuat para lelaki itu langsung pura-pura makan dengan tenang. Ahreum sekali lagi tersenyum melihat itu semua.

“Kau ingin makan apa Ahreum-ah?” tanya Ny. Choi kepada Ahreum,

“Kimchi? Sup Miso?Jamur Tumis? Ttaeyaki? Ayam? Atau …Ramen?” lanjut Ny.Choi dengan semangat memperkenalkan satu-satu hidangan makan malam hari ini.

“Emh… Nasi Kimchi saja eomoni” jawab Ahreum begitu perhatiannya teralih kepada kimchi dengan warna cerah menyala yang berada di dekat Suho itu. Mendengar itu tanpa disuruh Suho langsung meraih mangkuk lalu mengisinya dengan nasi dan kimchi dengan cekatan lalu menyerahkannya kepada Ahreum yang duduk bersebrangan dengan dirinya.

“Ini Ahreum~a. Makan yang banyak” Suho menyodorkan mangkuk nasi itu sambil tersenyum.

Ahreum menerimanya dengan senang hati.

“Gomawo Suho—ssi” sahut Ahreum menerima mangkuk itu dengan balas tersenyum.

“Hei, tidak perlu seformal itu Ahreum-a”DO yang berada di dekat Ahreum mengangkat suaranya membuat Ahreum langsung menoleh ke arah lelaki itu.

“Itu benar. Sepertinya kau masih terlalu segan kepada kami. Santai saja Ahreum-a” timpal Sehun disebelah sana.

“Tidak perlu memanggil kami dengan embel-embel –ssi segala. Kau kan bukan orang lain bagi kami” tambah Luhan di samping Sehun.

“Maafkan aku” Ahreum menunduk merasa bersalah, hal itu justru membuat yang lain menjadi merasa tidak enak. Mereka tidak ada maksud membuat Ahreum menjadi merasa bersalah, kalau Ahreum sampai kehilangan selera makannya mereka akan kompak meyalahkan DO yang sudah membuka pembicaraan.

“Kenapa kau meminta maaf, ahreum-a? Kakak-kakakmu ini hanya ingin agar kau bisa terbuka kepada mereka. “ucapan Tuan Choi memecah suasana yang ada membuat Ahreum kembali mengangkat kepalanya.

Ahreum terdiam, mencerna ucapan ayah angkatnya barusan. Ahreum sebenarnya tidak mengerti bagaimana harus bersikap, karena ia selama 18 tahun tumbuh tanpa mengenal arti keluarga. Ini semua adalah hal yang baru untuk dirinya, Ahreum masih merasa asing dengan semua ini dan oleh karena itulah mengapa ia masih suka bersikap canggung dan terkesan tertutup pada orang-orang ini yang sudah menjadi keluarganya.

Tapi Ahreum tersadar, ia tidak mungkin selamanya akan bersikap seperti ini. Orang-orang ini adalah keluarganya. Ahreum juga harus bersikap layaknya keluarga mulai detik ini juga. Menghapus semua rasa canggung itu, membuang perasaan segan yang terus melengket di dalam dirinya. Itu adalah hal yang harus Ahreum lakukan.

”Mulai sekarang kau harus membiasakan diri memanggil mereka dengan sebutan ‘Oppa’” lanjut Ny. Choi di sela-sela aktivitas makannya.

Ahreum mengangguk mendengar ucapan ibu angkatnya. Gadis itu langsung mengenggam sendok peraknya dengan semangat lalu mengarahkannya ke depan lalu mulai membuka suara,

“Suho Oppa, Baekhyun Oppa, Chanyeol Oppa, xiumin Oppa, Sehun Oppa, Chen Oppa” ujar gadis itu dengan polosnya mengarahkan sendoknya satu persatu ke arah para lelaki yang duduk di depannya, lalu kemudian ia mengarahkan sendok itu ke arah sampingnya.

“DO Oppa, Tao Oppa, Kai Oppa, Lay Oppa, Luhan Oppa, Kris Oppa!!” Ahreum memekik kegirangan begitu ia selesai menghafalkan semua nama saudaranya dengan pelafalan yang benar dengan tambahan kata Oppa di belakangnya.

Tingkah Ahreum itu ternyata membuat yang lain menjadi tertawa melihat ekspresi semangat gadis itu yang terlihat sangat polos dan menggemaskan. Ahreum ternyata merupakan pribadi yang sangat lucu, setidaknya itulah pendapat EXO setelah melihat tingkah Ahreum di meja makan ini.

“Aigoo, puteri eomma memang sangat lucu “ Ny.Choi langsung memasang wajah terharunya dengan semangat melihat kepolosan Ahreum saat ia menunjuk satu per satu Kakaknya dengan sendok perak di tangannya itu. Dengan semangat pula, wanita paruh baya itu langsung memeluk tubuh Ahreum yang masih sedang menyantap nasi kimchi—nya.

Semua yang berada di ruangan makan tertawa melihat itu. Ahreum merasakan perasaan senang menyelimutinya menyaksikan para keluarganya makan dalam suasana bahagia seperti ini seperti ada banyak dentum yang meliputi hati gadis itu. Ahreum tersenyum dan ikut tertawa dengan bahagianya, perasaan canggung dan segan itu seakan sudah luntur saat itu juga.

Kehadiran anak perempuan memang berbeda.

Para anak lelaki di meja makan itu tidak bisa mengalihkan pandangan mereka dari gadis itu. Gadis yang sedang menyantap nasi kimchinya dengan perasaan bahagia. Ini pertama kalinya mereka melihat Ahreum bisa tertawa dan tersenyum selepas itu. Semua lelaki itu mempunyai perasaan yang sama, merasa beruntung bisa melihat senyum itu…

 

***

“Kau lihat kan kemarin? EXO mendatangi gadis ini. Memangnya gadis ini siapa sih?”

“Iya, aku dengar bahkan uri Oppa mengantarnya sampai ke ruang guru. Siapa sih gadis itu? Sok penting !”

“Kudengar dia anak baru di sini. Menyebalkan! Sepertinya dia belum tahu siapa kita”

“Iya, berani-beraninya dia menggoda uri Oppa kita. Dasar gadis murahan!”

“Gadis ini pasti memikat uri Oppa. Berani sekali dia!”

“Ini tidak bisa di biarkan!”

Yurin yang baru sampai disekolah memutar matanya jengah begitu mendengar sekelompok murid wanita berkumpul dan kelihatan seperti sedang menggosipkan sesuatu. Bukan hal baru bagi Yurin untuk melihat hal seperti ini, hampir setiap kedatangannya di sekolah ia pasti melihat para kumpulan gadis tidak waras ini menggosipkan sesuatu yang entah apa tapi Yurin jelas tahu pasti apapun yang mereka bicarakan ada hubungannya dengan EXO Bodoh itu.

Yurin memilih menyumpal telinganya dengan seutas headset dari dalam tas—nya kemudian beranjak pergi menuju kelasnya dengan gaya malas.

“Apa kau mengenal gadis ini Dasom—a? Sepertinya kau mengenalnya “ seorang murid wanita bertubuh jangkung menghampiri Dasom yang dari tadi berdiri sambil memegang foto-foto yang dibagikan ketua fans EXO Club yang menampakkan EXO menghampiri seorang gadis di dekat aula dan nampak sangat akrab dengan gadis itu.

Dasom benar-benar merasa sangat panas melihat foto di genggamannya itu, ia mungkin akan merasa panas mengetahui EXO menghampiri gadis lain namun Dasom benar-benar merasa mendidih mengetahui siapa gadis di foto itu. Dasom mengenal gadis itu, sangat tahu malahan. Gadis itu adalah Lee Ahreum, gadis yang selalu ia teriaki dengan nama ‘anak buangan’ . Bagaimana bisa Ahreum mendapatkan perhatian dari 12 lelaki yang di puja se-antero sekolah itu? Bagaimana bisa? Bahkan EXO sampai mengantarkannya ke ruang guru segala.

Tanpa sadar Dasom meremas kertas foto itu dengan segenap kekuatannya. Kebenciannya atas Ahreum semakin bertambah 200 lipat sekarang.

“Tentu saja aku mengenalnya. Aku pernah satu sekolah dengan gadis ini. Dan asal kalian tahu, gadis ini benar-benar tidak tahu diri! Dia ini adalah gadis murahan yang suka memikat pria tampan, dia benar-benar tidak peduli dengan pria manapun yang digaetnya, asalkan pria itu kaya dan tampan ia pasti akan merayu pria itu dengan segenap tenaganya! Gadis ini…. Dia benar-benar murahan!” Dasom tiba-tiba membuka suaranya dengan berapi-api sambil menunjuk-nunjuk gambar Ahreum di foto itu.

Mendengar ucapan Dasom itu membuat perhatian para fans EXO itu langsung beralih kearah Dasom, mereka benar-benar merasa tersulut mendengar ucapan Dasom barusan.

“M..wo? Gadis murahan ini mau menjebak uri oppa! Ya! Ini tidak bisa di biarkan!” ketua perkumpulan yang bertubuh cukup besar dengan lemak di seragamnya itu nampak sangat tidak terima, ekspresi yang sama di tunjukkan para murid perempuan yang lain.

Dasom tersenyum samar begitu sadar ia sudah berhasil menyulut api di pom bensin dengan sangat sukses. Kali ini ia mempunyai ide cemerlang untuk membuat Ahreum benar-benar merasa seperti dineraka. Ahreum harus menyesal sudah mempunyai nyali yang cukup besar untuk bersekolah di Dangwon dan menarik perhatian EXO .

‘Itu salahmu Ahreum. Kau akan benar-benar ku buat menangis hari ini. Menangis karena menyadari hidupmu tetaplah tidak beruntung. Kau akan menyesal’ gumam Dasom di dalam hati di selingi seringaian liciknya lalu membuang remasan foto itu ke tempat sampah dengan mudahnya.

 

***

“Maaf nona ~ aku tidak bisa ikut ke kelas. Aku harus mengumpulkan hasil sulaman ini ke ruang kesenian . Nona tidak apa kan ke kelas sendirian?” Sulli memasang raut bersalahnya di depan Ahreum begitu kedua gadis itu berada di depan gerbang dan Sulli menunjukkan kain sulaman berwarna hijau di tangannya.

“Gwechana , Sulli~a. Aku hafal ruangan kelas kita berada dimana. Dan bukankah sudah kukatakan , panggil aku Ahreum saja” ujar Ahreum dengan tersenyum manis seperti biasa, Sulli lagi terkekeh pelan kemudian gadis itu memukul kepalanya sendiri

“Mian nona aku lupa, eh… salah.. maksudku Ahreum-ah. Ya, sudah aku ke ruang kesenian dulu ya!” Sulli melambaikan tangannya lalu segera berlari dengan tubuh tingginya menuju ruang kesenian yang letaknya berada di Gedung B. Ahreum hanya tersenyum melihat sahabatnya itu kemudian mulai menarik nafas dan melanjutkan langkahnya.

Hari ini Ahreum pergi ke sekolah bersama Sulli dengan naik bus kota. Meskipun para kakaknya sudah menawarinya untuk berangkat bersama tapi Ahreum memilih untuk berangkat bersama Sulli saja, bukannya ia masih merasa segan kepada para saudaranya itu, hanya saja Ahreum ingin mencoba berangkat dengan Sulli jadi ia membiarkan para kakaknya itu berangkat duluan.

Ahreum melangkahkan kakinya menuju ruangan kelasnya yang berada di lantai 2 sambil tersenyum ceria seperti biasa karena cuaca pagi ini begitu cerah. Namun senyum itu langsung menghilang begitu langkahnya dihalangi oleh sekelompok murid perempuan dengan tatapan tidak bersahabat menghalangi jalan Ahreum menuju kelasnya.

“Chogiyo~ bisakah kalian membiarkanku lewat? Aku mau ke kelas” ujar Ahreum sopan.

“Huh~ kami tidak akan membiarkanmu kemana pun, gadis jalang!” teriak salah satu murid wanita bertubuh gemuk yang berada di barisan paling depan dengan wajah jahatnya.

Mendengar itu, perasaan Ahreum menjadi tidak enak. Apa yang tadi mereka bilang? Gadis jalang? Ya! Apa yang sudah Ahreum lakukan sehingga berani sekali mereka memanggil Ahreum dengan sebutan seperti itu!

“Kalian memanggilku apa? Kenapa kalian memanggilku seperti it……….”

Byur~

Ahreum tidak melanjutkan ucapannya begitu ia mendapati tubuhnya tiba-tiba basah terguyur air yang entah datangnya darimana. Sekujur tubuh Ahreum langsung basah seketika, membuat gadis itu langsung menengadahkan kepalanya ke arah atas dan mendapati ada 2 orang gadis dengan ember ditangan mereka tersenyum licik menatap Ahreum.

Ini sudah tidak bisa dibiarkan! Ahreum meremas rok seragamnya sendiri dengan emosi atas perlakuan orang-orang ini terhadapnya.

“Ya!! Memangnya aku melakukan kesalahan apa! Aku bahkan tidak mengenal kalian tapi mengapa kalian melakukan ini padaku” Ahreum berusaha untuk menahan suaranya agar tidak meledak namun para orang-orang ini semakin menatap Ahreum dengan tatapan menantang dan menjijikan. Bersamaan dengan itu, munculah Han Dasom dari arah belakang yang maju ke depan dan langsung menyilangkan tangannya dengan gaya sombong menatap Ahreum dengan penuh tatapan tidak suka terpancar dari matanya.

“Jadi ini semua ulah mu Dasom?” tanya Ahreum seakan sudah punya firasat bahwa Dasomlah yang menyebabkan semua ini.

“Jangan menyalahkanku anak buangan. Ini semua salahmu karena berani sekali kau mendekati Uri Oppa!’ teriak Dasom membuat semangat para murid wanita lain semakin berkobar untuk membenci Ahreum.

Ahreum mengernyitkan keningnya. Mendekati siapa? Uri Oppa? Siapa itu?

“Ya! Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan” Ahreum balas berteriak.

“Tidak usah pura pura bodoh gadis kotor! Yeorobun~ ayo serang dia!” Dasom memberikan kode kepada yang lainnya untuk mulai bertindak dan bersamaan dengan itu Ahreum mendapati orang-orang itu mengarahkan berbagai macam benda padanya. Para murid wanita ini melempari Ahreum dengan berbagai macam hal mulai dari telur, tomat, dan tepung sehingga mengotori seragam Ahreum.

Ahreum memilih untuk lari daripada menjadi sasaran empuk para murid bringas ini namun alih-alih melarikan diri Ahreum malah dikejar oleh sekumpulan orang ini bagaikan orang yang siap menyantap Ahreum saat itu juga yang tentu saja di kepalai oleh Dasom yang tersenyum puas melihat itu semua.

Ahreum terus menguatkan larinya dari kejaran para orang-orang ini. Ahreum masih tidak mengerti mengapa ia di perlakukan seperti ini, ini tidak jauh beda seperti hari-harinya di sekolah lamanya dulu, kembali di tindas tanpa alasan yang jelas.

 

***

 

Yurin mengerang kesal begitu konsentrasinya mendengarkan musik dengan tenang dan damai terusik oleh suara berisik yang berasal dari luar. Yang benar saja , kenapa sekolah ini tidak bisa tenang biar sebentar saja? Bahkan suara para manusia di luar sana itu lebih berisik dan bising mengalahkan musik Heavy Metal yang sedang di putar di ponselnya.

Yurin melepaskan headset dari telinganya, lalu bangkit dari bangkunya hanya untuk keluar untuk melihat apa sebenarnya yang sudah terjadi di luar sana. Kalau semua kegemparan ini disebabkan oleh EXO kembali, Yurin akan mulai mencap EXO sebagai kelompok perusak ketenangan orang beserta fans clubnya itu hari ini juga.

“Yurin—ah, ini benar-benar gawat! Gawat!” Sulli tiba-tiba muncul di depan kelas menghentikan langkah Yurin membuat gadis berambut panjang itu terkejut sekaligus penasaran apa yang terjadi sebenarnya.

“Gawat? Apanya yang gawat?” tanya Yurin masih dengan suara pelannya yang terdengar datar.

“Ahreum….. Ahreum….. dibully oleh fans club EXO!!”

“Apa??” Yurin terkejut mendengar ucapan Sulli tersebut. Ia tahu ini benar-benar keadaan gawat mengingat bagaimana bringasnya fans club EXO yang terdiri dari para wanita tidak waras itu dalam mem-bully seseorang. Mereka adalah orang-orang yang tidak pernah setengah-setengah dalam menindas seseorang. Tapi apa hubungannya Ahreum dengan EXO sehingga membuat gadis itu dibully secara mendadak?

 

.

.

.

 

“Jadi Ahreum itu adalah adik angkat EXO yang baru dan kau adalah pelayan mereka?” tanya Yurin memastikan saat ia sibuk berkeliling disatu sekolahan mencari keberadaan Ahreum yang sebenarnya bersama Sulli di sampingnya. Sulli mengangguk dengan cemas karena ia benar-benar khawatir dengan nasib nona mudanya itu .

Langkah dua gadis itu terhenti begitu ia mereka melihat ke arah gedung sebelah dan mendapati Ahreum yang sedang berlari sekuat tenaga menghindari kumpulan banyak gadis yang sibuk mengejar Ahreum dengan semangat menggebu-gebu. Bisa Yurin lihat Ahreum benar-benar sudah tidak sanggup berlari lagi dengan kondisi seperti itu menghadapi kejaran para gadis tidak waras yang sibuk berteriak “Jauhi EXO Oppa kami” dengan gaya serempak.

“Ya ampun! Itu Ahreum! Ya ampun, kasihan sekali dia…” Sulli sangat cemas melihat kondisi nona mudanya itu yang nampak menyedihkan dengan seragam penuh oleh tepung , telur dan tomat dan rambut yang basah.

“Ini tidak bisa dibiarkan! Aku harus bertindak!” seru Yurin kemudian mulai memutar langkahnya ke arah sebaliknya dan menaiki tangga satu persatu menuju lantai atas. Hanya ada satu cara yang bisa menghentikan ini semua. Ya, benar hanya ada satu cara dan itu harus membuat Yurin menemui orang-orang yang dibencinya.

“Ya!! Kalau jalan cepat sedikit barbie lokal!” Yurin berteriak dengan mudahnya begitu ia mendapati Jessica dan Tiffany berjalan sambil membaca majalah fashion di anak tangga dengan gaya princess yang seakan sudah menjadi trade mark dua Queenka sekolah itu.

“Ya!! Apa yang baru saja ia bilang? Barbie lokal? Hey, junior sialan berhenti kau!” Jessica menggulung majalah fashionnya ke arah Yurin yang sudah naik tangga dan tidak memperdulikan teriakan Jessica itu.

“Issh…. Benar-benar…. “

“Sudahlah Sica~a, ingat kau baru saja menghabiskan uang jutaan won untuk menyuntikkan silikon itu di dagumu. Kau tidak mau kan silikon itu mencair di kedua pipimu hanya karena kau marah-marah tidak jelas hari ini?” Tiffany berusaha menenangkan sahabatnya itu namun tentu saja kata –kata Tiffany barusan itu sungguh tidak membuat Jessica menjadi lebih baik. Gadis itu justru menatap sebal kepada Tiffany dan menuruni tangga dengan raut wajah cemberut.

Yurin yang sudah berhasil mencapai lantai empat, lantai teratas sekolah ini dengan sekuat tenaga yang dimilikinya langsung mengedarkan pandangannya mencari ruangan khusus tempat EXO biasanya berkumpul dan menjadikan itu ruangan pribadi mereka. Ini pertama kalinya Yurin kemari dan gadis itu juga tidak begitu tahu dimana ruangan sialan itu berada namun akhirnya langkah gadis itu terhenti di depan ruangan dengan papan nama besar bertuliskan “JUST EXO” terpampang di depan pintu ruangan itu. Apakah ia harus benar-benar melakukannya? Tapi…ini demi Ahreum… orang yang sudah dengan tulus menganggapnya sebagai seorang teman.

“Hihihihi….” Tanpa sadar Yurin mengeluarkan suara tawa itu lagi dari dalam mulutnya. Sial, penyakit gila’—nya kambuh disaat seperti ini!

.

.

.

EXO sedang melakukan aktivitas mereka masing-masing di ruangan khusus nan luas milik mereka itu dengan tenang. Suho yang sedang bermain billyard bersama chen, DO, Xiumin, Baekhyun dan Kai lalu ada Tao yang sedang tiduran disofa sambil memainkan ponselnya, Sehun dan Luhan yang sedang bermain anak panah didinding sana, juga Chanyeol dan Lay yang sedang berbicara sesuatu entah apa dan Kris yang sedang memejamkan matanya sambil mendengarkan instrumen musik dengan earphone ditelinganya namun seketika mereka dikejutkan oleh kedatangan seorang gadis berambut panjang terurai yang tanpa babibu langsung mendobrak pintu ruangan EXO itu dengan kakinya.

“Hihihihihihihihi~ annyeong~ EXO sialan! Hihihihihihihihihihihi” Ke 12 lelaki itu melongo mendapati Yurin berada di hadapan mereka dan sibuk tertawa tidak jelas dengan suara pelannya.

Tawa Yurin mereda berganti dengan tatapan sinis gadis itu yang nampak sangat tidak menyukai EXO yang berada di depannya sekarang. Beruntung gadis itu bisa mengendalikan dirinya sendiri hingga sekarang bisa kembali ke mode normalnya dan tidak perlu tertawa konyol seperti barusan.

“Ya!!!! Kalian harus bertanggung jawab! Ini semua gara-gara kalian ! Pokoknya aku tidak mau tahu, kalian harus bertanggung jawab!” teriak Yurin saat itu juga membuat kening 12 lelaki itu langsung mengerut tidak mengerti.

“Tenang, Yurin—ah, tarik nafas yang dalam, hembuskan, tarik nafas, hembuskan” DO langsung menghampiri gadis itu dan dengan gaya terapis nya menyuruh Yurin menarik nafas lalu menghembuskannya dan dengan polosnya Yurin menuruti ajakan konyol DO itu.

“YA!! Hentikan kekonyolan ini! Pokoknya kalian harus bertanggung jawab!” teriak Yurin lagi, raut-raut wajah penuh kekesalan sangat nampak di wajah pucat gadis itu.

“Baiklah, Yurin—ah, jadi katakan siapa diantara kami yang berani menghamili mu” Suho langsung maju dan memasang wajah seriusnya, membuat Yurin langsung membulatkan matanya tidak percaya dengan semua ke-tidak-sambungan ini.

“BUKAN ITU !! Ini soal Ahreum!”

“AHREUM???”

 

 

***

Ahreum benar-benar sudah tidak sanggup berlari lagi . Benar-benar sudah tidak sanggup. Gadis itu berhenti saat dia sudah berada di tengah-tengah lapangan dan berjongkok hanya untuk mengambil nafas sejenak. Sungguh ia benar-benar tidak menyangka sebenarnya para murid wanita itu terbuat dan makan dari apa sehingga bisa betah terus mengejar Ahreum selama hampir sudah sejam lebih. Mereka benar-benar kumpulan gadis bringas yang membuat Ahreum tercengang.

“Gadis murahan! Gadis jalang! Sebentar lagi kau akan mati!” Ahreum mendengar suara-suara berisik itu sayup-sayup kemudian membalikkan kepalanya dan benar saja para kumpulan wanita bringas itu sudah berlari ke arahnya dengan semangat memburu seakan sangat bernafsu ingin menelan Ahreum hidup-hidup

. Ya, ampun! Mereka berhasil menemukan Ahreum! Ahreum ingin melanjutkan larinya namun ia benar-benar sudah tidak sanggup untuk berdiri sekarang. Tenaganya terkuras habis dan lututnya sudah melemas disertai nyeri sendi yang mulai mengelilingi persendiannya.

“Baiklah, apa yang terjadi, terjadilah” gumam Ahreum pasrah pada akhirnya. Ia tidak peduli lagi apa yang akan terjadi selanjutnya, ia menyerahkan semuanya kepada Tuhan jika memang ia harus berakhir ditangan para kelompok wanita bringas nan menakutkan itu. Ahreum menutup matanya kuat-kuat dan melindungi kepalanya dengan tangannya sendiri begitu orang-orang itu semakin serasa mendekat.

Ahreum menunggu apa yang akan terjadi selanjutnya.

Pasti dia akan dihabisi habis-habisan kali ini.

1 menit….

2 menit…

3 menit…

Ahreum mengernyitkan dahinya, kenapa tidak terjadi sesuatu? Bahkan hanya suara hening yang terjadi sekarang? Apakah Tuhan sedang menghentikan waktu agar memberikan jalan bagi Ahreum untuk kabur?

Ahreum memberanikan diri membuka kelopak matanya yang sedari tadi ia biarkan tertutup dan meluruskan pandangannya ke arah depan dan gadis itu terkejut begitu melihat apa yang sebenarnya terjadi. Tidak, Tuhan tidak sedang menghentikan waktu untuk Ahreum.

Yang Ahreum lihat sekarang adalah 12 lelaki sedang berdiri menutupi tubuh Ahreum dengan percaya diri melindungi Ahreum dari para wanita bringas ini agar tidak mendekati ataupun melemparkan sesuatu pada Ahreum lagi, namun karena muncul tiba-tiba ke 12 lelaki inilah yang ikut terkena lemparan tepung, telur, air, dan tomat karena sudah melindungi Ahreum yang masih berjongkok di belakang sana.

Para wanita bringas yang tak lain adalah Fans Club EXO— dengan nama EXOlove sekaligus pelaku lemparan massal itu sendiri tidak kalah terkejutnya. Mereka tidak menyangka akan terjadi hal seperti ini, mereka tidak menyangka EXO akan datang dan menjadi objek lemparan mereka. Senjata makan tuan mungkin. Mereka sudah mengotori para Oppa yang mereka jaga dan cintai sepenuh hati dengan telur, tepung dan tomat yang berasal dari tangan mereka sendiri itu. Dasom bahkan ternganga tidak percaya karena sekarang Chanyeol yang selama ini ia puja-puja menjadi putih penuh tepung hasil lemparan dari tangannya.

“Apa yang sudah kalian lakukan sebenarnya?” tanya Kai dengan suara bunyi giginya yang ber—gemertak, jelas sekali lelaki itu sedang menahan kekesalannya menatap se-gerombolan murid wanita yang mengaku sebagai fans—nya ini.

“Itu… Itu… Oppa…. Kami hanya ingin memberikan pelajaran kepada gadis yang sudah berani sekali merayu Oppa” Dasom membuka suaranya dengan nada bicara yang dibuat-buat, Ahreum yang bangkit dari duduknya hampir saja muntah mendengar suara Dasom yang dibuat terkesan imut itu, sangat berbeda dengan suara Dasom yang aslinya suka berteriak-teriak tidak jelas.

“Iya Oppa, kami ingin menjauhkan kalian dari gadis murahan itu!” tambah gadis kurus disamping Dasom itu memperkeruh suasana.

“BERANI SEKALI KALIAN MENYEBUT ADIK KAMI GADIS MURAHAN!” Teriak Suho penuh amarah bahkan Ahreum yang berada di belakang terkejut mendengarnya, ini pertama kalinya Ahreum melihat Suho semarah ini dan Ahreum bersumpah kalau kakak tertuanya itu sangat menakutkan sekarang.

“A… adik?” para anggota EXOlove yang tadi sangat bringas,sangar dan penuh percaya diri langsung memasang wajah menciut seketika. Tidak terkecuali Dasom yang berada di barisan paling depan membulatkan mulutnya sempurna begitu mendengar ucapan tersebut. Bagaimana mungkin seorang Lee Ahreum bisa menjadi adik dari para EXO??

 

***

 

Sosial media mulai dari Twitter, Kakao Talk, Me2day dan group chating khusus Dangwon heboh hari itu juga dengan gambar para EXO yang berdiri dengan seragam berantakan nan kotor penuh tepung dan telur menjadi headline utamanya. Yurin terkikik sendiri melihat ponselnya yang sekarang penuh gambar dan postingan tentang EXO, tentu ia merasa senang , karena dirinyalah yang memposting foto itu diseluruh sosial media tanpa merasa bersalah.

Yurin benar-benar puas dengan apa yang sudah terjadi hari ini, benar-benar puas rasanya melihat EXO yang selama ini di puja orang-orang terlihat seperti udang tempura. Gadis itu segera menutup flip ponselnya begitu Ahreum dan Sulli sudah kembali dari toilet dengan Ahreum yang sudah membersihkan diri dan memakai seragam cadangan Yurin yang kebetulan disimpan gadis itu di lokernya.

“Sudah kubilang seragam itu pasti cocok untukmu. Sepertinya ukuran ku dan ukuran mu tidak beda jauh” Yurin menghampiri dua gadis itu dan memperhatikan seragam milik-nya yang sekarang dikenakan Ahreum.

“Gomawo , Yurin—ah. Untung ada kau” ujar Ahreum sambil tersenyum.

“Tapi kasihan para Tuan muda, mereka tidak memiliki seragam cadangan” Sulli memasang wajah khawatir karena bagaimanapun EXO adalah majikannya jadi ia merasa cemas kalau saja para lelaki itu sakit karena flu atau masuk angin.

“Hahahaha…. Itu bagus sekali….” Yurin justru tertawa mendengar ucapan Sulli , well, keberuntungan nampaknya tidak berpihak kepada EXO hari ini dan itu sangat membuatnya senang.

“Yurin-ah, kau sudah tahu soal aku yang merupakan adik angkat EXO?” Tanya Ahreum pelan-pelan membuat Yurin langsung menghentikan tawanya.

“Ya, tentu saja aku sudah tahu. Bahkan mungkin satu sekolahan sudah tahu. Bukankah EXO berteriak bahwa kau adalah adiknya dengan sangat keras tadi?” jawab Yurin.

“Kau tidak marah pada kami?” tanya Ahreum lagi, ya, Yurin kan sangat membenci EXO selama ini. Sulli pun ikut mengangguk, karena selama ini ia sudah menyembunyikan status dirinya sebagai pelayan pribadi EXO.

“Ya ampun, yang kubenci itu EXO bukan kalian!” Yurin terkekeh dan mulai memeluk kedua gadis itu dengan sayang yang tentu saja di balas dengan pelukan hangat dari Ahreum dan Sulli. Ketiga gadis itu tersenyum satu sama lain, mereka tentu saja akan terus berpelukan layaknya teletubies kalau saja suara deheman tidak terdengar memecah suasana.

“Hemm” Ahreum, Sulli dan Yurin langsung mengalihkan pandangan mereka ke arah pintu dan mendapati ke 12 lelaki bernama EXO – itu yang sekarang sudah mengganti seragam kotor mereka dengan kaus putih dan hitam bergaya hip-hop yang mereka dapat dari ruang olahraga.

“Ahreum-a, kau tidak apa-apakan?” Chanyeol langsung menghampiri Ahreum diikiuti yang lainnya hanya untuk memastikan apakah Ahreum baik-baik saja.

“Apa kau merasa trauma akibat bully barusan? Ah~ ini salah kami” ringis Luhan.

“Geurae, ini semua salah kalian!” Yurin membuka suaranya membenarkan ucapan Luhan namun Sulli buru-buru menyenggol lengan gadis itu.

“Apa kau perlu ke rumah sakit? Kami akan mengantarmu” ujar Kai dengan raut wajah cemas.

“Iya, pasti dilempari seperti itu sakit sekali ya~ ayo, Ahreum kita ke rumah sakit” tawar Chen.

“Anni~ tidak perlu seperti itu kok. Aku baik-baik saja” ujar Ahreum mengibaskan tangannya dan memasang senyum cerianya hingga membuat mata gadis itu sedikit menyipit.

“Benar kau tidak apa-apa?” tanya Sehun memastikan. Ahreum mengangukkan kepalanya,

“Tentu saja, aku 100% tidak apa-apa. Kalau aku terjatuh dari lantai empat gedung ini baru kalian bisa membawaku ke rumah sakit” ujar Ahreum dengan ceria.

Mendengar hal itu, para EXO seakan tercengang sendiri. Mereka tentu tidak ingin mengamini ucapan Ahreum barusan untuk jatuh dari lantai empat gedung sekolah ini, hal itu menakutkan. Gadis ini terlalu ajaib. Untuk ukuran gadis umum biasanya pasti akan menangis sesengukan dengan cengengnya karena habis di bully oleh para EXOlove yang terkenal parah dalam membully seseorang. Kemungkinan yang paling parah mungkin bahwa gadis tersebut tidak akan mau bersekolah lagi atau memilih pindah saja, namun Ahreum, gadis ini bahkan tidak memberikan raut wajah tertekan sedikit pun.

“Sudah ya~ kami mau kembali ke kelas” Yurin memecah keheningan dengan menarik lengan Sulli dan Ahreum untuk segera beranjak pergi karena sebentar lagi kelas Kimia akan dimulai.

“Hey, tunggu. Kami juga ikut. Kita kan sekelas” DO, Kai, Chen, Lay Tao dan Sehun langsung mengejar langkah para gadis itu yang sudah beranjak pergi.

“Euh~ hari yang benar-benar melelahkan, benar kan Hyung?” tanya Luhan sambil merangkul pundak Kris yang sedari tadi duduk di sisi meja.

“ya, aku mengantuk” balas Kris kemudian mulai beranjak keluar membuat yang lainnya hanya sanggup geleng-geleng kepala melihat tingkah Kris itu.

“Kita juga sepertinya harus kembali ke kelas” ujar Suho diikuti anggukan yang lainnya.

Kris berjalan dengan santai hendak menuju kelasnya , sebenarnya ia juga ikut merasa senang melihat Ahreum sudah kembali tertawa nan ceria seakan tidak terjadi apa-apa dan nampaknya gadis itu mendengarkan ucapan Kris dengan sangat baik tempo hari untuk menghapuskan perasaan segan dan canggung dalam dirinya. Terbukti, gadis itu sekarang nampak jauh lebih ceria dan sudah bisa membiasakan diri hidup dengan mempunyai 12 saudara laki-laki.

Langkah Kris mendadak terhenti begitu ia mendapati Jessica Jung , yang notabene—adalah teman sekelasnya itu sedang berdiri menghalangi langkahnya. Ya, Jessica dan Tiffany sama-sama berada di kelas yang sama dengan Kris, Suho, Xiumin, Luhan dan Baekhyun, kelas 3-1. Meskipun begitu mereka tidak terlalu begitu mempunyai hubungan yang bisa di bilang dekat.

“Ada apa?” tanya Kris menatap gadis blonde itu dengan tatapan—yang bisa di bilang malas.

“Euh~ itu…… masih ada sisa tepung di rambutmu” Jessica menunjuk ke arah rambut Kris yang masih menyisakan sedikit serbuk putih.

“Bersihkan dengan ini” Jessica dengan malu-malu menyodorkan sapu tangan berwarna merah mudanya, sungguh Jessica menelan mati-matian harga diri dan segenap gengsinya saat ini juga, beruntung Tiffany sedang tidak berada di sini.

“Tidak perlu” jawab Kris santai, kemudian tangan lelaki itu terangkat dan mulai menepuk-nepuk rambutnya sendiri agar tepung itu lenyap.

“Begini juga sudah hilang” lanjut lelaki itu lalu melengos begitu saja melanjutkan langkahnya menuju kelas tidak memperdulikan ekspresi Jessica yang benar-benar shock atas ‘penolakan halus’ tersebut.

Astaga, banyak lelaki di sekolah ini yang berharap bisa mendapatkan sapu tangan wangi milik Queenka Jessica Jung, namun lelaki itu malah menolaknya? Jessica tidak bisa menahan dirinya untuk tidak mendengus dan mulai meremas sapu tangannya itu dengan emosi,

“Apa yang aku inginkan harus bisa kudapatkan. Apa yang ku inginkan harus bisa kudapatkan” Jessica terus mengulang kalimat tersebut di dalam hatinya kemudian pergi begitu saja dari tempat itu dengan kesal.

.

.

.

Seorang gadis bertubuh tinggi dengan rambut panjang diikat setengah itu sedang berjalan dengan membawa pot bunga yang akan ia taruh di ruang klub musik sambil memperhatikan ponselnya juga yang menampakkan tentang berita di Koran Web Sekolah Dangwon dengan headline seorang murid bermana Lee Ahreum dari kelas 2-1 yang ternyata merupakan saudara angkat EXO. Gadis itu yang tak lain adalah Seohyun memperbesar foto Ahreum di artikel itu, dan ia baru menyadari kalau gadis ini adalah gadis yang saling bertabrakan dengannya tempo hari.

Seohyun memperhatikan foto Ahreum dengan tatapan yang sulit diartikan.

“Dia mempunyai tubuh yang bagus. Kulit putih yang alami. Bibir merah yang merekah. Kecantikan yang natural. Bagaimana bisa ia mendapatkan semua itu sementara aku harus membayar mahal untuk semua apa yang sudah aku miliki sekarang?” desis Seohyun dalam hatinya, gejolak emosi sangat kentara namun Seohyun buru-buru langsung merubah ekspresinya begitu ada beberapa junior yang melewatinya.

Ketika para junior itu sudah pergi, Seohyun langsung memasang wajah sebalnya kembali dan menutup ponselnya dengan kasar.

“Jadi yang dikatakan Peramal Go itu benar. Posisi ku di sekolah ini benar-benar sudah terancam dengan kehadiran gadis itu. Dan sekarang ia adalah adik angkat EXO. Cepat atau lambat seluruh perhatian akan mendominasi ke arah gadis itu. Aku … tidak bisa membiarkan hal itu terjadi” gumam Seohyun kemudian mempercepat langkahnya menuju ruangan klub musik. Dari awal ia sudah tahu, gadis bernama Lee Ahreum itu akan membahayakannya…..

 

 

***

 

Ahreum, Sulli , dan Yurin berjalan memasuki sekolah dengan riang pagi itu ketika mereka bertemu di depan gerbang dan menyapa satu sama lain. Ahreum sepertinya akan terus berangkat dan pulang sekolah bersama Sulli untuk seterusnya. Dan Ahreum tahu kalau para Oppanya itu pasti sudah berangkat sangat pagi-pagi untuk ‘menghindari kemacetan kota Seoul’ seperti apa yang ayah angkatnya bilang.

Langkah ketiga gadis itu pun terhenti begitu mereka melihat sosok 12 lelaki yang bernama EXO itu berdiri di depan aula seakan sudah menunggu kedatangan Ahreum sedari tadi.

“Ada apa oppa?” tanya Ahreum bingung. Sulli dan Yurin yang berada di samping Ahreum pun ikut bingung dibuatnya.

“Kami ingin menunjukkan sesuatu Ahreum~a” ujar Suho kemudian mulai menyingkirkan badannya diikuti yang lainnya sehingga menampakkan para EXOlove yang kemarin sudah membully Ahreum itu bersimpuh di lantai aula dan kompak berteriak

“Ampuni kami Ahreum~ah!!!” teriak mereka bersamaan, Ahreum yang melihat hal ini cukup terkaget dan terkejut. Bahkan Ahreum bisa menangkap sosok Dasom yang bersimpuh di barisan paling belakang dan nampak masih tidak sudi meminta ampunan pada Ahreum.

“Eeh? Sebenarnya ada apa ini? “ tanya ahreum tidak mengerti mengapa tiba-tiba orang-orang yang sudah membullynya kemarin ini meminta ampunan dan bersujud padanya.

“Kami tidak akan memaafkan mereka sampai kau memaafkan perbuatan mereka. Itu adalah sanksi yang harus di tebus oleh para pem-bully” jawab Kai sambil menyilangkan tangannya.

“Maafkan kami Ahreum-ah. Kau tahu , kami sudah 2 jam terus bersimpuh seperti ini menunggumu. Kau boleh meminta apapun dari kami, kami akan menurutinya. Benar kan, teman-teman?” ketua EXOlove yang bertubuh agak besar dan gendut itu nampak sangat memohon pada Ahreum sambil bersimbah air mata.

“Aku sudah memaafkan kalian. Dan aku juga tidak mempunyai permintaan apapun, jadi kalian sudah bisa berdiri sekarang. Lutut kalian bisa lecet kalau terus seperti itu” jawab Ahreum kemudian membantu satu per satu anggota EXOlove agar bangun dari lantai yang dingin itu.

EXO tidak percaya dengan jawaban Ahreum itu. Setelah apa yang dialami gadis itu kemarin karena orang-orang ini, Ahreum memaafkan mereka dengan mudahnya? Sama seperti EXO, Yurin juga tidak percaya. Kalau itu dia, ia pasti akan menyuruh para EXOlove ini menyembah 100 kali di kakinya seperti kepiting yang kepalanya diikat tali rafia.

“Ahreum, kau benar-benar memaafkan mereka? Sungguh? Dengan segampang ini?” tanya Kai tidak percaya, Ahreum mengangguk pelan.

“Aku tidak apa-apa. Kemarin itu hanya ada salah paham. Aku juga tidak marah. Jadi apa yang perlu di ributkan?” jawaban Ahreum itu benar-benar membuat yang lainnya terdiam terhenyak di tempat mereka. EXO sama sekali tidak habis pikir, mengapa ada gadis sebaik, sekuat, dan setegar Ahreum didunia ini?

“Baiklah, aku pikir tidak ada masalah lagi. Ayo kita ke Kelas , Sull~ia, Yurin~a” ujar Ahreum kemudian beranjak meuju kelasnya diikuti dua sahabatnya itu.

“Kalian bersyukur Ahreum memaafkan kalian semudah ini. Lain kali pastikan kalian tidak akan melakukan aksi anarkis seperti kemarin atau kami akan membenci kalian” ujar Kris menatap satu per satu EXOlove dengan tatapan dinginnya.

“Ne~ Oppa” koor para EXOlove berbarengan menundukkan wajah mereka seakan bersalah . Tapi gadis yang berdiri paling belakang itu nampak tidak terima. Kenapa harus Lee Ahreum? Gadis itu (ahreum) pasti merasa diatas angin sekarang….

 

 

***

 

Ahreum, Sulli dan Yurin menghampiri loker mereka untuk mengambil sepatu ganti yang akan mereka gunakan di ruang kelas, namun seketika kening Ahreum mengernyit samar begitu ia menemukan sepucuk surat berwarna putih terselip di bagian bawah loker milik Ahreum.

Ahreum segera meraih surat itu dan mengamatinya dengan seksama? Bnar, surat ini memang ditujukan untuk dirinya. Ada tanda bertuliskan “To : Ahreum” di pojok sisi kanan atas surat itu. Ahreum memainkan hidungnya mengendus surat ini yang baunya sangat teramat harum seperti habis di celup ke tangki parfum.

“Itu apa Ahreum?” tanya Sulli penasaran melihat surat di tangan Ahreum.

“Surat. Ini aneh ya~ di jaman global seperti ini masih ada orang yang mengirim surat” jawab Ahreum. Sulli mengangguk setuju.

“Memangnya itu surat apa?” tanya Sulli lagi. Mendengar Ahreum dan Sulli yang sedang bercengkrama, membuat Yurin penasaran dan ikut mendekat ke arah 2 gadis itu.

“Ada apaan sih?” tanya Yurin penasaran.

“Ini… Ahreum mendapatkan surat” jawab Sulli sambil menunjuk surat yang ada di tangan Ahreum.

“Surat apa?” tanya Yurin. Ahreum menggelengkan kepalanya, ia sendiri tidak tahu.

“Molla~ surat niaga mungkin?” jawab Ahreum sekenanya. Yurin jauh lebih penasaran , ia langsung meraih surat dari tangan Ahreum itu dan mengamatinya dengan seksama. Mata gadis itu naik –turun memperhatikan bentuk kertas itu dan beberapa kali membolak balikkannya seperti mainan.

“Kalian bodoh. Sekali lihat aku sudah tahu ini surat apa” ujar Yurin pada akhirnya.

“Surat apa?” tanya Ahreum dan Sulli berbarengan.

“Surat apa lagi, ya, surat cinta—lah” jawab Yurin santai namun sukses membuat bola mata Ahreum membulat saat itu juga.

“APA?? SURAT CINTA??”

 

 

 

 

To Be Continued ~

 

 

 

 

Note’s : Hai semua!!! Bagaimana part kali ini apakah sudah cukup seru atau malah semakin gak jelas ceritanya??

Oya , maaf karena aku tidak bisa membalas komentar kalian di part kedua tapi akan aku sudah membaca semua komenan kalian kok dan aku usahakan untuk kembali membalas tiap komenan yang masuk di Part ini jadi jangan lupa koment yaa~

Ada yang bilang kalau Part 2 itu agak kurang dapat feelnya, yah~ aku juga gak tahu harus berbuat apa karena aku membuat ff ini tergantung mood dan suka terbawa kalau nulis jadi kalau suasana hati lagi jelek biasanya ngaruh di tulisan dan alur cerita -_-. Tapi semoga kalian puas dengan Part ini yaa~ aku mengerahkan tenagaku habis-habisan untuk menyelesaikan part ini ^^

Dan aku berharap kalian tidak menaruh ekspektasi yang tinggi terhadap gaya penulisan aku karena aku baru belajar dalam menulis cerita, bisa dibilang aku cukup pemula, masih suka salah ketik, suka typo, suka salah pilih alur jadi aku harap kalian memaklumi ^^ tapi aku membuka ruang kritik / saran sebesar-besarnya asal masih dalam kapasitas membangun dan untuk lebih baik ke depannya ^^ jadi jangan segan terhadapku yaa~

Dan ngomong-ngomong di part sebelumnya ada yang nanyain aku Fandom apa. Well, aku gak begitu tahu aku ini sebenarnya fandom siapa. Jujur aku lebih menyuka musik Jepang daripada K-pop, musik Korea hanya aku anggap hiburan dan sebatas suka semata gak sampai addict atau bagaimana. Aku suka BIGBANG, INFINITE, A Pink , After School, Cnblue, BEAST, NUEST, BAP, BTS, Teentop, B1A4, tapi ya~ hanya sebatas suka gak sampai nge-fans pake greget ^^

 

 

Ya udah ya, kebanyakan cuap-cuapnya^^ mohon komentar, kritik dan sarannya untuk FF ini~ sampai jumpa di next part :3 aku gak tau part ke 4 kapan bisa di buat kemungkinan terbesar mungkin habis lebaran, gak apa apa kan ya? Sampai jumpa!! :3

Contact Me on :

Twitter : @_nraesky

Facebook : Naomi Reeyu

131 responses to “THE BROTHERS [Part Three – Bless Our Ahreum]

  1. Pingback: THE BROTHERS [Part Six - Brother Complex] | FFindo·

  2. Udah baca dari part prolog tapi cuma mau baca pas ada bagian Dasomnya aja 😀 untungnya tetep paham sama alur ceritanya hehehe, agak syeeedih sih Dasom dibikin seperti itu karakternya 😦 author ga ada niatan pasangin Dasom sama salah satu member exo nih? Sehun atau Kai gitu XD hehe , semangaaat yaaaa , oh iya banyakin part Dasomnya juga yaaa hehehe ngomong ngomong ini ff bikin greget XD

  3. Pingback: THE BROTHERS [Part Seven – That Angel] | FFindo·

  4. Authot-nim, maaf baru comment :’)
    Makasih banget udah nulis banyak part chen di ff ini.
    Dan terima kasih udah ngebagi rata tiap part dialog buat semua anggota exo. Makasih banyak min
    Makin suka sm ff ini

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s