[One shot] I’m sure now I love you

FF ini ditulis oleh Kim Taeyang, bukan oleh saya (Rasyifa), saya hanya membantu untuk membagikannya di FFindo. Tolong berikan apresiasi kalian melalui jejak komentar setelah membaca. Terimakasih~
*Untuk melihat index FF lainnya yang pernah dititipkan melalui saya, Klik disini

I’m sure now I love you

 imsureilovyouposter credit: http://rarastory.wp.com

Author: kim taeyang

Genre: romance, PG 13+

Main cast: Lee kikwang, Bang minah

Cast suport : Jung kristal, Yang yoseob, Son dongwoon, Kim ahyeong

Lenght:Oneshoot

Annyeong cinggu-deul,salam kenal.aku baru coba coba belajar buat bikin ff.jadi kalo misalnya ada salah kata,penulisan atau apapun mohon di maklumi ya ^^.maaf kalau ffnya g nyambung ato susah dimengerti hehehe maklum baru belajar.ohh iya mohon komentarnya ya biar kalau ada yang kurang bisa aku perbaiki di ffku selanjutnya.buat sunbae Rasyifa gomasimida sudah mau mengupload ffku ke sini ^^.

Happy reading ^^

(Minah)

Aku terbangun dari tidurku dengan terpaksa di pagi ini, karena seseorang sedang memaksaku untuk membuka kedua mataku. Ya, siapa lagi kalau bukan Lee Kikwang, sahabatku dari SMA ini yang juga adalah cinta pertamaku hingga sekarang. Walaupun sampai sekarang tidak ada yang tahu karena aku tidak pernah menceritakan hal yang sangat pribadi itu kepada siapapun.

“Kyaa Bang Minah palli bangun, aku kan sudah bilang pagi ini kita akan pergi ke suatu tempat,” ucap Kikwang sambil menyeretku untuk bangun dari tidurku.

Karena ammaku memiliki duplikat kunci kamarku, jadi dia dengan gampangnya membujuk ammaku untuk membukakan kamarku agar dia mudah membangunkanku tanpa menggedor kamarku.

“Ne arra, 5 menit lagi ne,” ujarku yang enggan membuka mataku yang masih sangat berat ini. Aku juga tak mengerti kemana dia akan membawaku.

“Kyaa palli!”

Aiss ocehannya itu sangat mengganggu dan akhirnya aku menyerah dan mencoba membuka mataku. Mwo?aku melihatnya memakai baju dan celana olahraga? Apa aku tak salah liat?

“Kau ingin membawaku kemana di hari minggu sepagi ini menggunakan pakaian seperti itu? Aku tak yakin kalau untuk berolahraga,” aku bertanya padanya dengan penuh keheranan karna aku tau dia sangat membenci olahraga pagi buta seperti ini. Tidak buta banget juga sih ya sekitar jam setengah 7.

(kikwang)

Aiss sudah cepat sana siap siap nanti akan ku beritahu!” seruku sambil mendorong Minah ke kamar mandi, dia masih sedikit terkejut melihatku memakai baju dan celana olahraga ini. Ya sebenarnya aku juga sangat malas tapi demi sesuatu tak apa lah.

Tak butuh waktu lama aku menunggunya di luar rumah, Minah pun sudah siap, mungkin karena dia tidak seperti gadis pada umumnya yang selalu harus berlama lama untuk berdandan. Dengan memakai t-shirt, celana sedengkul berwana ungu, sepatu olahraga dan rambut yang diikat tinggi Minah menghampiriku, “Kajja, aku sudah siap!” ucapnya dengan senyum polosnya.

Aiggo bagaimana para lelaki akan melihatmu bila kau seperti ini Minah!”

Ya lihat saja gadis satu ini, tanpa memakai polesanpun dia masih pd untuk pergi. Kalau dia adalah gadis yag sebenarnya mungkin tak seperti ini.

“Ini juga mau olahraga kan? Buat apa harus terlihat sama orang kalau ujung ujungnya berkeringat dan bau hahaha…” Hhaah gadis ini selalu saja.

Kami pun pergi menaiki mobil BMW merah milikku ke suatu taman yang sudah sedikit ramai oleh orang orang yang memakai baju sepertiku untuk berolahraga, jalan santai atau lari berkeliling taman ini. Mataku pun tak henti hentinya berkeliling mencari sesuatu yang ku kejar itu.

“Untuk apa kita kesini? Pasti ada sesuatu kan? tidak mungkin kalau hanya untuk berolahraga.” Perkataan Minah membuyarkan pencarian mataku terhadap sesuatu yang ku tunggu itu, “Oehh sebenarnya aku mengajakmu kesini…”aku bingung bagaimana memberi tahukannya pada Minah, karena ini sedikit memalukan.

Mwo? mwoya? Katakan saja, kalau tidak aku pulang saja naik taxi!”

Aiss anak ini membuatku frustasi saja!

Ne aku ingin minta bantuanmu, aku ingin mendekati seorang gadis.” Akhirnya ku beranikan untuk jujur padanya.

(Author)

Ne aku ingin minta bantuanmu, aku ingin mendekati seorang gadis.” ucap Kikwang pada Minah yang membuat Minah sedikit terkejut. Tapi dengan cepat Minah menetralkan keterkejutannya itu.

“Ohh jdi karna itu kau membawaku kemari? Nuguya?” ucap gadis itu dengan nada yang sedikit kecewa. Sementara yang ditanya saat ini seperti sedang mencari sesuatu.

Yeoja itu, kau taukan?Dia itu dulu satu SMP denganmu. Apa kau mengenalnya? Namanya kristal, ”jelas Kikwang tanpa berpaling dari gadis di ujung taman itu yang sedang berlari kecil sambil memakai headphonenya.

Minah merasa sangat sakit. Sakit yang entah mucul darimana, tapi dia menahan diri sekuat tenaga agar Kikwang tidak menyadarinya.

“Bukannya kau sudah tau semua tentangnya, untuk apa kau meminta tolong padaku?” dengan nada sedikit tinggi Minah bertanya sampai kikwang pun menoleh pada Minah karena terkejut.

“Yaa apa kau marah? Mianne, tapi aku butuh bantuanmu untuk mengenalkanku padanya. Kali ini saja jebal…” Kikwang memohon pada Minah sambil menunjukan muka penuh harapan yang membuat Minah tidak dapat menolak. Minah pun mengiyakan, melakukan apa yang diinginkan Kikwang, dengan senyuman yang terlihat tulus.

Minah mulai melangkahkan kaki, menghampiri Kristal dengan Kikwang yang berada di belakang Minah. Kikwang menunggu kode dari minah.

Annyeong Kristal, Apa kau mengingatku?” Minah membuka pembicaraan saat Kristal sedang duduk di kursi taman untuk beristirahat.

“Ahh Minah, sudah lama sekali aku tidak bertemu denganmu.” Terlihat wajah kegirangan dari kristal sambil memeluk minah begitu juga sebaliknya.

“Bagaimana kabarmu?” tanya kristal sambil memegangi tangan Minah.

“Aku baik, kau sendiri?” Minah dan Kristal terlihat sangat akrab, berbicara banyak hal. Sementara di lain sisi, Kikwang terlihat kesal. Kenapa Minah tidak kunjung memberikan kode juga padanya? Apa gadis itu lupa?

“Ekhemm..” Kikwang yang sudah tak sabar pun memberi tanda keberadaannya dengan pura pura batuk. Membuat Minah tersadar tujuannya semula ia menghampiri Kristal.

“Ahh kristal perkenalkan ini sahabatku Lee Kikwang,” ucap Minah dan gadis itu pun mengenalkan Kikwang pada kristal. Sesuai rencana, Kikwang pun mendapat peluang untuk mendekati Kristal. Situasi ini membuat Minah merasa sangat tertekan.

“Emm ak pergi sebentar ya, aku ingin ke toilet kalian mengobrol saja.” dengan senyum lebar Minah pun pergi meninggalkan Kristal dan Kikwang berdua.

(Minah)

“Kenapa ini harus terjadi? kenapa harus Kristal? Kenapa bukan aku?”

Semua pertanyaan itu berputar putar di kepalaku dan membuatku tak sanggup lagi untuk menahan tangis saat sesampainnya di toilet. Apa yang harus aku lakukan? Aku tak mungkin menemui mereka seperti ini. Saat aku melihat dari kejauhan tanpa di ketahui mereka, mereka terlihat sudah akrab. Dan sepertinya mereka akan makin akrab lagi nantinya.

Yaboseo, Kikwang aku pulang duluan ne, tadi amma telepon. Dia bilang akan pergi dan menyuruhku menjaga rumah karena tidak ada orang.” aku memutuskan menelpon Kikwang, membuat alasan untuk pergi terlebih dahulu tanpa bertemu mereka.

“Begitukah? Baiklah hati hati ne!” ucapnya memberikan sahutan dari telpon yang tersambung. Sepertinya dia juga tidak mengharapkan aku kembali kesana. Iggo noemu appo Lee Kikwang.

Sesampainya di rumah, ternyata di rumah memang benar sedang tidak ada orang. Aku pun langsung masuki kamar dan menjatuhkan diri di ranjang sambil menahan tangis yang tak bisa ku hentikan ini.

Tak terasa sudah sore, aku masih belum bisa berhenti menangis. Sampai terdengar suara dering handphone dan ternyata dari Kikwang.

Aku ingin membiarkan telpon itu awalnya. Tapi karena ini telpon dari Kikwang–seseorang yang berarti untukku–, aku pun menyerah dari keinginan awalku, dan memutuskan untuk mengangkatnya.

Mwo?” ucapku setelah telpon tersambung, ku rasakan suara yang serak.

“Minahh gomawo ne. Berkat kau aku bisa mengenal kristal lebih dekat..” Berbeda dari suaraku yang terdengar serak, suara Kikwang di seberang telpon justru terdengar sangat girang.

“Ohh ne”sahut ku pelan, kehilangan tenaga.

“Ada apa dengan suaramu? Apa kau baru bangun tidur?” Akhirnya kau menyadarinya Kikwang. Suaraku yang serak sehabis menangisimu.

“Oh ne..aku baru bangun,” bohongku.

“Baiklah kalau begitu tidur saja lagi. Annyeong!” Kikwang pun menutup telponnya.

Aku tak dapat menahannya lagi dan aku pun menangis lagi. Padahal mereka baru bertemu dan berkenalan hari ini dan kondisi ku sudah cukup sekarat. Bagaimana jika mereka menjadi jauh lebih dekat lagi? Apa aku dapat bertahan melihat mereka nanti?

(Kikwang)

Aku baru saja menelpon Minah. Dan gadis itu terasa aneh sekali, tak biasanya dia seperti itu telpon.

Bicaranya singkat, padahal biasanya dia bicara panjang lebar, dan akan menahanku jika aku menutup telpon lebih dulu. Suaranya juga serak…tapi mungkin itu memang karena dia baru bangun tidur.

Baiklah, mungkin ini hanya karena perasaanku saja yang sedang terlalu sensitif karena sedang berbunga-bunga? Tapi sekarang aku benar benar bahagia. Berkat temanku satu ini, aku bisa mendekati kristal, gadis yang ku incar selama 2 bulan belakangan.

Flashback

Aku dan kedua sahabatku Yoseob dan Dongwoon sedang bersantai di cafe sambil menunggu Minah datang.

“Kikwang apa kau menyukai Minah?” disaat aku sedang sangat bad mood menunggu Minah, Dongwoon tiba-tiba justru menanyakan hal yang membuatku ingin tertawa kencang.

“Yaaa apa kau sudah gila? Dia sudah ku anggap seperti dongsaengku.” aku menjawab pertanyaan konyol itu sambil natap Dongwoon sedikit bingung. Bisa-bisanya bertanya seperti itu.

“Ohh ani, aku hanya merasa kalau sepertinya Minah menyukaimu..”

Apa lagi ini? Dongwoon bilang Minah menyukaiku? Mana mungkin?

“Hahaha sok tahu, memang kau tau dari mana?” rasanya perutku ini sakit sekali menahan tawa mendengar pertanyaan dan Dongwoon barusan.

“Yya coba kalian lihat, bukannya itu Kristal?”ucap Yoseob mengalihkan topik pembicaraan. Yang sukses membuyarkan tawaku itu dan langssung mencari gadis yang di maksud Yeosoeb.

Kristal. Gadis yang satu ini berhasil membuat jantungku dugun dugun, saat melihat parasnya yang cantik.

“Wahh nuguya?”tanya Dongwoon pada Yoseob.

“Oeh yeoja itu teman akrab Minah waktu kami di sekolah yang sama..” jawab Yoseob. Yoseob sudah mengenal Minah, jauh sebelum aku dan Dongwoon.

Jinja? berarti aku bisa mendekatinya melalu Minah,” ucapku yang langsung disorot kedua makhluk yang ada di depanku.

Setelah hampir 1 bulan lebih aku mencari info tentang Kristal dan selalu datang ke Cafe tempat aku melihatnya–berharap aku dapat melihatnya lagi dan lagi.

Hingga akhirnya Dewi fortuna berpihak padaku, melalui teman Yoseob yang akrab dengan Kristal. Aku mendapatkan informasi kalau gadis itu senang berolahraga setiap pagi di Taman. Ide itu pun muncul di otakku. Akan ku ajak Minah untuk ke taman, dan semoga saja aku bertemu Kristal. Dan…skenario ‘Minah memperkenalkanku pada Kristal’ pun dimulai.

-end flashback-

(Minah)

Semalaman aku masih memikirkan kejadian pagi kemarin. Kikwang mengajakku pergi dan memintaku untuk mengenalkannya pada Kristal.

Wae? Wae? Wae ini harus terjadi?

Iya, aku cemburu sangat cemburu tapi apa yang bisa aku lakukan. Aku hanya Bang Minah, Sahabat dari Lee Kikwang tidak lebih.

Pagi hari aku sudah bersiap untuk pergi ke kampus, seperti biasa aku akan menunggu jemputan dari Kikwang. Biasanya dia akan menjemputku untuk berangkat ke Kampus bersama.

Dreet

Ku lihat sebuah pesan masuk ke handphone-ku. Dari Kikwang..

“Minah mianne, sepertinya aku tidak bisa menjemputmu. Aku sudah berjanji untuk mengantar Kristal ke Kampusnya. Saranghae cinggu..

Ini terlalu cepat, tapi dia sudah mulai mengabaikanku.

“Oehh ne goenchana kikwang, fighting!^^

Ku balas pesan itu dengan setengah hati. Sumpah, aku ingin melarang Kikwang, aku ingin dia menjemputku dan bukannya Kristal. Tapi hak apa yang aku punya?

Aku hanya temannya, yang memiliki cinta dalam hati yang juga bertepuk sebelah tangan. Miris!

Ku putuskan untuk berangkat ke Kampus sendiri. Sepanjang jalan aku hanya bisa terdiam. Dan sesaat aku sampai di Kampus aku bertemu dengan Yoseob dan Dongwoon, yang sepertinya sedang menunggu kedatangan kami, aku dan Kikwang.

“Minah, Kikwang oddie?” tanya Yoseob yang heran karna aku sendiri tanpa ada Kikwang.”

“Oh Dia sedang mengantar gadisnya. Gadisnya harus pergi ke Kampus hehe..” jawabku sambil memaksakan memperlihatkan senyumku pada mereka.

“Ohh jinja? Huaa daebak ternyata dia berhasil mendapatkan Kristal!” Dongwoon berseru, yang membuatku terkejut, ku pikir tadi aku hanya menyebut kata ‘gadisnya’ dan bukannya nama. Apa mereka sudah tau?

“Apa kalian sudah tau tentang Kikwang?” aku bertanya kepada mereka yang terlihat cengengesan.

“Iya, Kikwang sudah jatuh cinta pada pandangan pertama pada Kristal.” jawab Yoseob yang di angguki oleh Dongwoon. Ternyata mereka sudah tau, jadi hanya aku yang baru tahu?

“Minah, apa kau cemburu?”

Aku tersentak kaget, apa-apaan Dongwoon bertanya begitu!

“Yaa kau kira aku suka sama pabokwang itu, aniya!”jawabku cepat dan kurasa sedikit tergagap. Apa terlalu kentara?

“Oh arra, aku hanya bercanda,” Dongwoon tersenyum memberikan smirik, membuatku ngeri. Tidak mungkin Dongwoon tahu apa yang ku rasakan sebenarnya kan? Meskipun dia memang terkenal sebagai ‘pembaca pikiran dan hati’, aku tetap tidak percaya. Tidak! Tidak! Dongwoon sama sekali tidak tahu apa-apa.

(Author)

Tak lama mereka bertiga mengobrol dan bercanda kikwang datang.

“Minah, gomawo kau memang sahabatku..” Kikwang berlari dan tiba-tiba memeluk Minah, yang shock di buatnya. Bahkan tindakan Kikwang barusan berhasil membuat pipi Minah merah.

“Kya Lee Kikwang lepaskan!”ucap Minah mengelak.

“Hei, apa kalian tau berkat Minah aku bisa dekat dengan Kristal..”senyum itu tak bisa hilang dari Kikwang tapi itu malah membuat Minah seperti jatuh kejurang yang sangat dalam.

“Wahh cukaee!” ucap Dongwoon dan Yoseob sambil tersenyum.

“Yaa Bang Minah kenapa kau hanya diam saja!?”tanya Kikwang yang melihat Minah terdiam tak seperti biasanya.

“Ah cukae, ehmm aku pergi dulu ne. Sepertinya sudah ada seosangnim di kelas ku hehe, annyeong!”

Minah pergi dengan terburu-buru, meninggalkan dua namja yang masih asik mendengarkan cerita Kikwang. Sementara Kikwang bercerita dengan menggebu-gebu, bagaimana pengalamannya saat mengantar Kristal tadi.

“Minah buru-buru sekali. Aneh bukannya masih ada waktu?” ucap Kikwang yang merasa aneh dengan Minah. Tapi hanya sebentar dan kembali lagi menceritakan kisahnya dengan Kristal, kepada Dongwoon dan Yoseob.

Minah berlari ke Toilet Sekolahnya, karena sepertinya akan ada bendungan di matanya yang akan meledak.

“Haruskah aku mendengar semuanya, ini cukup menyakitkan..”ucapnya di sela isakan.

Membuat seorang yeoja mendengarnya penasaran, dan menghampirinya. Yeoja itu, Kim Ahyoung teman satu jurusan Minah yang juga dekat dengan Dongwoon.

“Ommo Minah, apa yang terjadi?”

“Ahyoung, ottoke?” begitu saja, Minah memeluk Ahyoung sambil menangis melepas penat yang iya tahan.”goenchana minah,ceritalah padaku”kata ahyoung lembut pada minah dan mencoba menenangkan minah.”aku tak dapat menceritakannya sekarang,tapi aku mohon jangan beritahu siapa siapa,jebal”ucap minah yang masih menangis di pelukan ahyoung “ne tenangankan saja dulu dirimu”kata ahyoung sambil menepuk belakang minah.

Lalu minah mulai menceritakan semuanya kepada ahyeong di taman kampus yang lumayan sepi selah mereka keluar dari toilet.”jadi apa yang akan kau lakukan?apa tidak terlalu sakit bila kamu tak memberitahunya?”ucap ahyeong yang sedikit niris melihat minah yang harus menghadapi cinta yang bertepuk sebelah tangan itu.”molla.tapi aku tak ingin dia tau.bila dia tau aku takut kami tak bisa bersahabat lagi dan aku tak bisa bersamanya lagi”ucap minah yang merasa takut.”baiklah,tapi kuharap semoga sakitmu bisa berkurang minah”hayoung yang prihatin ngin membantu minah tapi tak ada yang bisa perbuat.”sudah lebih baik kita ke kelas,aku tak ingin kau bolos karnaku”minah sambil berdiri dari duduknya sambil mengelap air matanya dan kembali mengembangkan senyumnya yang terlihat masih dipaksakannya.merekapun kembali kekelas mereka dengen mata minah yang msih sembab karna menangis tadi.

(Kikwang)

Sudah 1 jam lebih aku di kelas dan akhirnya sesangnim keluar juga.aku pun bergegas keluar untuk menemui dongwoon ,yoseob dan minah yang ada di kantin seperti biasa.sesampainya di kantin aku hanya menemukan dongwoon dan yoseob.”minah dimana?biasanya dia selalu ada?”tanyaku pada dua namja yang masih asik berebut PSP itu.”seharusnya kau tahu,bukannya kau dan minah saling bertelepati”ucap yoseob sambil memainkan PSP yang di coba rebut dongwoon.”baiklah kalau begitu,aku akan mencari minah dulu baru kembali lagi”lalu akupun pergi dari kantin untuk mencari minah.jujur aku merasa ada yang kurang bila minah tak ada,entahlah kurasa karna aku telah terbiasa oleh kehadirannya.karna dia orang yang selama ini memberiku semangat dan perhatian bila tak ada yang memperhatikanku termasuk orang tuaku yang sibuk dengan pekerjaan mereka.aku berhenti di taman kampus karna melihat dua yeoja duduk di taman itu.itu adalah minah dan ahyeong?tumben sekali minah hanya dengan ahyeong,lalu ku hampiri mereka.”minah kenapa kau tidak ke kantin kami menunggumu?anyeong ahyeong”tanyaku pada minah sambil menyapa ahyeong yang di balas ahyeong dengan anggukan sambil tersenyum.”ne ini aku baru akan kesana dengan ahyeong.tadi kami habis membahas tugas saja”jawab minah yang langsung berdiri dan dia terlihat seperti sedang menutupi sesuatu.dan kenapa matanya bengkak?.”minah ada apa dengan matamu?”aku memegang kedua pipinya sambil memperhatikan matanya.”ani,tadi mataku..kemasukan binatang dan membuatku menangis”jawab minah sambil memalingkan wajahnya dariku.”ne kikwang tadi ada serangga yang masuk kemata minah jadi kami duduk di sini untuk mengeluarkannya”terkesan seperti pembela yang di lontarkan ahyeong padaku.”oeh kurokuna,kalau begitu kajja kita ke kantin.di sana juga ada dongwoon yang menunggumu sepertinya”ejekku pada ahyeon yang membuat wajahnya sedikit merah.

Sesampainya kami di kantin terlihat dongwoon yang tadi berebut PSP langsung diam dan terlihat cool saat ahyeong datang,kemudian kami memesan makan.entahlah aku merasa ada yang aneh pada minah dia terlihat tak seceria biasanya.apa dia ada masalah?aku merasa sakit melihatnya seperti itu.taklama kemudian handphone ku berdering.

”yaboseo kikwang’si,naneun kristal.apa setelah kampus selesai kau mau mnjemputku?”dan yaa gadis yang aku tunggu meneleponku “ne aku akan menjemputmu”jawabku dengan penuh semangat “ne kalau begitu akan aku tunggu,gomawoyo kikwang’si.annyeong”dengarlah betapa manis suarannya ini membuatku seperti akan terbang “ne annyeong”lalu aku menutup teleponnya.sekarang rasanya aku ingin cepat pergi menemuinya walaupun belum waktunya.”wae?apa ada sesuatu?”kali ini minah baru membuka suaranya saaat melihatku gelisah menerima telepon.”ne tadi kristal meneleponku,dan sepertinya pulangan ini aku juga tidak bisa mengantarmu minah,tidak apa kan?mianne”aku meminta maaf pada minah karna biasanya aku yang akan mengantarnya pulang kali ini tidak bisa mengantarnya.walaupun aku tau sebenarnya minah akan pulang sendiri.tapi aku pikir diakan bisa minta dua bocah ini mengantarnya.”ne goenchana,aku tak apa pulang sendiri.lagi pula aku juga akan pergi ke toko buku dulu bersama ahyeong”jawab minah sambil tersenyum padaku sepertinya dia mengerti kalau sahabatnya ini sedang berusaha mengejar gadis impian.setelah selesai makan kamipun kembali ke kelas dan aku lihat minah sekali lagi meyakinkanku kalau dia benar tidak apa apa.dia tersenyum sambil melambaikan tangannya pergi dari kanti itu artinya dia tidak apa apa.jdi itu anya perasaanku saja kalau dia sedang ada masalah.

(Minah)

Mendengar kikwang akan bertemu dengan kristal lagi sangat berat rasanya.tapi apa yang bisa aku perbuat aku hanya sahabat yang seharusnnya mendukungnyakan bukan membuatnya terluka.dan saat dia bilang tak bisa mngantarku pulang dia sedikit khawatir dengaku.kemudian tanpa aku berpikir aku langsung bilang padanya kalau aku akan pergi dengan ahyeong yang m,embuat ahyeong sedikit kaget.tapi dia tau keadaanku jadi dia hanya diam.sampai saat kami akan pergi dari kantinpun aku melihat wajah sedikit kawatir kikwang padaku lalu aku menyenyuminya sambil melambaikan tangan padanya.agar dia tak terbebani karna aku.”minah mianne tapi sepertinya aku tak bia pergi denganmu,dan kamu tadi dadakan baru memberitahukannya”ahyeong memberi tahuku saat kami sampai di kelas.sepertinya karna ucapanku di kantin dia sedikit salah paham.”aniya sebenarnya itu cuman alasan saja agar kikwang tidak kawatir ahyeong”aku menjelaskan padanya yang sebenarnya.”oeh begitu ternyata,aku kira hehe karna aku sudah terlanjur memiliki janji dengtan orang”ahyeongpun memnggaruk kepalanya karna malu sudah salah paham dan malu karna aku tau dia membuat janji dengan siapa.

Tak terasa pelajaran sudah selesai berarti saatnya untuk pulang.kulihat semuanya sudah bersiap untuk pergi dari kelas termasuk ahyeong tapi rasanya aku masih merasa malas untuk pergi “apa kau tak pulang minah?”ahyoung menoleh padaku sambil memasukan buku ke dalam tasnya.”ne sebentar aku pulang masih ada yang ingin aku catat di kelas”alasanku pada ahyeong.”kalau begitu aku duluan ne,minah annyeong”kemudan ahyeong pergi dari kelas.aku masih melamun di kelas tak terasa hari sudah mau malam dan saat aku melihat handphoneku ternyata mati kehabisan baterai.akupun ingin keluar kampus tapi moya?gerbang kampus sudah tertutup,dan tergembok.ottoke?aku tak dapat pulang,dan malam aku paling benci gelap ottokee?.lalu aku terduduk di pinngir gerbang sambil menangis karna ketakutan melihat hari yang semakin lama semakin gelap.aku ingin mencari pertolongan tapi kakiku tak dapat bergerak lagi dan mulutku tak bisa berteriak karna takut.aku hanya bisa menekukuk kedua kakiku,menelengkupkan kepalaku,sambil memejamkan mataku terduduk di pinggir gerbang ini.kurap ada seseorang menolongku,aku takut,sangat takut.”minah,bang minah”aku mendengar ada yang meneriakkan namaku.saat aku menengadahkan kepalaku aku melihat orang seperti kikwang di sebelah gerbang yang terkunci ini.tapi tak lama penglihatanku menjadi gelap.

(Author)

Terlihat kikwang sedang mengantar kristal ke rumahnya “gomawo kikwang sudah mau mengantarkanku ke rumah,karna biasanya mantanku yang sering mngantarku”ucap kristal pada kikwang yang membuat kikwang sedikit sedih mendengar ucapan kalimat terakhirnnya.”ne goenchana,bukannya kita harus saaling membantu”jawab kikwang sambil tersenyum pada kristal “kalau begitu aku pergi dulu ne”.kemudian kikwang pergi mengendarai mobil sportnya itu ke arah rumahnya tapi di perjalanan handphone kikwang berbunyi dan ternyata itu dari amma minah “yaboseo,waeyo immo?”kikwang langsung mengangkat teleponnya.”kikwang apa kau tau inah dimana?teleponnya tidak aktif dan ini sudah akan gelap.kau taukan kalau anak itu sendiri di gelap seperti apa?immo dan appa minah sedang ke busan melihat nenek minah sakit,dan bila dia di rumah tak mungkin handphonenya tidak aktif”terdengar suara yeoja paruh baya itu sedang sangat kawatir dengan anaknya.”ne immo tadi dia bilang akan pergi dengan temannya.sebentar akan aku tanyakan pada temannya.immo jangan kawatir aku akan menjaga minah”kikwang mencoba menenangkan amma minah”ne gomawo”kemudian menutut teleponnya setelahnya kikwang seperti tersambar petir mendengar minah tak ada kabar.lalu kikwang langsung menghubungi ahyeong “yaboseo,ahyeong apa minah bersamamu?”terlihat kikwang sangat panik menunggu jawaban dari ahyeong “ada apa dengan minah?apa terjadi sesuatu?tadi sebenarnya kami tidak pergi bersama dan dia juga katanya ingin mencatat tugas di kampus”jawab ahyeong yang sepertinya harus jujur karna merasa ada sesuatu terjadi.”jadi dia tidak bersamamu?baiklah kalu begitu”kikwang langsung menutup telponnya dan melajukan mobilnya ke kampus karna firasatnya mengatakan kalau minah masih di kampus.sesampainnya di depan kampus kikwang keluar dari monil dan mendekati gerbang.dan ternyata benar perkiraannya minah ada di sana sedang duduk di sudut gerbang ketakutan”minah,bang minah” kikwang memanggil minah kawatir terjadi sesuatu.kemudian minah menegadahkan kepalanya melihat kikwang tapi tak lama kemudian kikwang melihat minah terjatuh pingsan.”minah ierona,ya jebal”dari sebelah gerbang kikwang berteriak kepada minah yang pingsan.lalu kikwang memanggil penjaga yang memegang kunci gerbang yang tak jauh dari kampus untuk membukakannya.setelah terbuka kikwang langsung menggendong minah ke dalam mobil dan membawanya pulang.”minah ierona”di perjalanan tak hentinya kikwang memanggil minah agar bangun sambil memegang tangan minah.sampai dirumah minahpun minah belum sadar.kikwang sangat takut bila terjadi sesuatu pada minah karna ini adalah salahnya yang tak mengantar minah.lama kikwang melihat yeoja yang dia bilang sahabatnya itu sedang terbaring belum sadar.tak berapa lama minah sadar dan langsung memeluk kikwang “kikwang aku takut”sambil menangis minah memeluk erat kikwang.kikwangpun tak kalah eratnya memeluk minah karna kikwang tau betapa takutnya minah di situasi seperti tadi.

(Kikwang)

“Ne minah sekarang sudah ada aku,aku tak akan meninggalkanmu.mian karna aku tak mengantarmu pulang kau jadi seperti ini”aku tau ini semua tak terjadi bila aku mengantarnya.aku sangan kesal dengan diriku “ani,ini kesalahanku sendiri.seharusnya aku bisa jaga diriku sendiri.dan bila aku tak berlama di kampus mungkin aku tak akan seperti ini”kemudian minah perlahan melepas pelukannya,sambil menundukannya”pasti aku mengacaukan acaramu dengan kristal karna kejadian ini,mianne”kemudian minah kembali menagis masih menundukan kepalanya tanpa menatapku sedikitpun.”kyaa untuk apa kau memikirkan aku dan kristal,kau lebih penting”ucapku tanpa berpikir.”lalu kenapa kau lebih memilih kristal untuk menjadi yeojamu dari pada aku yang kamu bilang lebih penting?”kini minah mulai menatapku tapi ini dengan minah yang berbeda.”ya bicara apa kau,karna kau sahabatku makanya kau sangat penting di bandingkan kristal”ku jawab pertanyaannya itu dengan logikaku.”bagai mana kalau aku menyukaimu?apa yang akan kau lakukan?apa kau akan menghindariku?”kini matanya mulai berkaca kembali.dan percakapannya ini membuatku terdiam dan membeku.aku tak tau apa ini benar?yang dia tanyakan hal yang tak pernah aku sangka.”yaa kikwang kenapa kau diam?apa kau kira pertanyaanku itu serius?”kini dia mulai memukul kepalaku dan menyadarkanku kembali.mwo?dia bilang bercanda?.”yaa bang minah kau bilang itu bercanda?aku hampir mati berdiri kau buat.dan kau itub sekarat masih saja bercanda yang membuat orang jantungan”aku kembali membalas pukulan minah.dan reaksiku tadi sepertinya berhasil membuat minah tertawa terbahak bahak hingga menangis.dasar yeoja satu ini dalam ketakutan pun masih bercanda biar sekalian aku kerjain saja.”sepertinya kau sudah tidak takut lagi kalau begitu aku pulang ne”lihat reaksi wajahnya sekarang berubah drastisdan aku tau jawabannya pasti apa “ne tak apa aku berani sekarang,lagi pula amma dan appa palingan akan dtang”mwo?jawaban apa ini?dia biasanya tak pernah berkata seberani ini.walaupun orang tuanya ada”ani aku akan menemanimu karna malam ini orang tuamu sedang di busan menjenguk halmonimu.jadi kamu akan sendirian malam ini”ku lihat dia terdiam sesaat”ottoke?aku tak akan berani bila sendiri di sini”.rasa takutnya kembali datang.”arra,ammamu akan menemanimu sampai kamu tertidurkan,aku akan menggantikan tugas ammamu”immo sering menceritakan tentang ketakutan minah padaku dan hal apa saja yang harus di lakukan.aku tau sekarang bagai mana ketakutan yang di hadapi minah karna semakin kuat ia mengelak semakin kuat ketaktannya.lalu akupun berbarin di sebelahnya menunggunya tertidur.entah apa yang terjadi sekarang jantungku berdegub kencang,seperti ada yang meledak ledak di dalamnya saaat menatapnya terlelap sepeti ini.lebih baik aku tidur juga.

(Minah)

Aku belum bisa tertidur walaupun mataku sudah ku pejamkan.ketika ku buka mataku aku melihat seorang namja yang sangat aku sayangi tengah tertidur di sampingku.aku merasa sedang bermimpi sekarang aku bisa memperhatikan wajahnya sedekat ini.seandainya dia tau betapa berartinya dia untukku bukan hanya sekedar sahabat untukku.tak terasa air matakupun terjatuh melihatnya.namja yang tak bisa ku miliki entah sampai kapan.perlahan dia mulai membuka matanya juga”waeyo?apa apa kau mimpi buruk?”dia menanyakan seperti kawatir melihatku yang menatapnya sedih.kemudian dia memelukku erat.”sudah ada aku disini,kau tak perlu takut.saku akan di sini sampai kau terbangun lagi”entah apa yang terjadi perasaakun menjadi sangat tenang dan damai mendengar kata katanya dan pelukannya yang hangat ini.tak terasa akupun tertidur dalam pelukannya

Sinar matahari menembus mataku ddan membangunkanku dari tidurku.ku lihat kikwang masih terlelap.entah aku sangat suka saat melihatnya tertidur seperti ini dan aku ingin waktu berhenti saat ini.tapi tak bertahan lama handphonenya berbunyi dan mengejutkanku.setelah ku lihat ternyata dari dongwoon tanpa berpikir ku angkat teleponnya.”yaboseo,wae dongwonn?”dengan suaraku yang masih serat karna baru bangun “kyaaa apa yang kalian lakukan?apa kalian tidak ke kampus,kami sudah lama menunggu kalian?”mwo?lalu ku toleh jam yang sudah menunjukan jam setengah lapan.”ne sebentar kami berangkat,annyeong.”ku tutup telponnya dan bergegas membangunkan kikwang “kikwang palli kita terlambat sebentar lagi kuliah di mulai”sambil mengguncang badan kikwang.”mwoya?kita kesiangan dan ini hari dosen kiler huaa,palli”kikwang langsung loncat dari ranjang dan merapikan pakaiannya “apa kau yakin akan memakai baju ini ke kampus?”aku yang merasa bersalah membuatnya tak berganti baju “goenchana,sebaiknya kau mandi dan aku akan membuatkan kita sarapan”dengan senyumnya yang manis itu membuatku sangat bahagia.aku merasa kita sudah seperti pengantin baru saja walaupun itu hanya harapanku semata.setelah selesai mandi kulihat di meja makan sudah tersaji ramyun yang sudah ia masak.”palli makan setelah itu kita berangkat”senyum itu kembali keluar darinya yang membuatku sangat ingin membekukan waktu.karna kami terburu buru tak ada percakapan di meja makan hingga sampai kampus.di jalan aku merapikan penampilanku yang belum selesai dan dia sibuk dengan memakan rotinya,karna dia tidak pernah bisa makan sedikit walaupun badannya kebalikan dengan banyaknya yang dia makan.

Sampainnya di kampus aku dan kikwang langsung menghampiri dongwoon,yoseob dan ahyeong yang sedari tadi menunggu kami.”yaa kalian dari mana saja?dan bukannya ini baju kemarin kikwang?”yoseob seperti menyelidiki kami”kalian tidak melakukan sesuatu yang anehkan?”tambahnya yang membuat aku dan kikwang bingung menjelaskannya “ne dan tadi sepertinya yang menjawab teleponku minah padahalkan aku menelpon kikwang?”tambah dongwoon yang benar benar menyududkan kami.”ya kalian bicara apa,mana mungkin kami akan melakukan hal yang aneh.walaupun kami hanya berdua di kamar haha”kikwang menjawab semua pertanyaan yoseob dan dongwoon seperti tak akan perna terjadi apa apa dengan kami.entah perasaan apa ini tapi yang jelas itu membuat ku sakit.kenapa aku harus merasa sakit,kan memang benar tidak terjadi apa apa denagn kami.”ne kami percaya.kami ingin memberi tahu kalian tadi tapi kalian sudah datang,begini dosen kita tidak masuk hari ini dosenmu juga minah”jelas dongwoon sambil merangkul ahyoung yang membuatku sedikit terkejut.”dan aku juga ingin mengadakan acara kecil kecilan sebagai hari jadi kami.bagai mana kalau kita pergi makan di cafe biasa dan aku akan mentraktir kalian”pernyataan dongwoon tadi benar benar membuat kami semua terkejut dan membulatkan mata”jadi kalain?”tanyaku sambil menunjuk dua sejoli yang sedang tersipu malu ini.”huaa cukaee”aku pun langsung memeluk ahyoung yang sepertinya sangat bahagia tak kalah dongwoon.

(Author)

Merekapun berkumpul di cafe mereka sering mereka datangi itu dimana cafe yang membuat kikwang bertemu dengan kristal.”wahh kalau begitu tinggal yoseob dan minah belum mendapatkan pasangan haha”ucap dongwoon yang masih asik merangkul ahyeong sambil duduk.”yaa jangan seperti itu,aku kan masih anak kecil jadi belum pantas pacaran” jawab yoseob yang asik memainkan PSPnya.”bagaimana kalau kalain berdua saja”ucap dongwoon menunjuk yoseob dan minah”andwe,manamungkin mereka bisa cocok”jawab kikwang seperti tak terima minah di snadingkan dengan yoseob “ne lagi pula kan bukan yoseb yang minah suka..”tak terduga ahyoung memngeluarkan perkataan yang membuat semua menoleh padanya termasuk minah yang sedari tadi terdiam.”memang kau tau siapa yang dia suka chagi?”tanya dongwoon sambil tersenyum smirik pada ahyoung.”nan molla…. Tapikan pasti mnah memiliki kriterianya sendiri,ya kan minah”ahyoung yang sedikit mengelak itu melemparnya ke minah yang membuat minah gelabakan.”ahh ne,ne benar seperti itu”terlihat wajah panik dari minah yang malah membuat kikwang semakin ingin tau.tapi seketika kikwang menjadi fokus padas yeoja yang sedang bersama namja yang ada di belakang minah.dan tiba tibapun kikwang berdiri mendekati dua orang yang mengalihkan perhatiannya tadi.dan membuat minah,dan yang lain memperhatikan kikwang.

“kristal?apa yang kau lakukan disini?”ucap kikwang yang memegang pundak yeoja yang ia datangi tadi.”kikwang,aku sedang aku sedang…”yeoja tadi terlihat terkejut dengan kedatangan kikwang.lalu menarik tangan kikwang pergi”ayo kita bicara di luar sebentar”lalu kristal membawa kikwang keluar cafe.”apa ini?apa yang terjadi?”kikwag menatap kristal seperti minta kejelasan.”mian kikwang,dia adalah mantanku.aku sudah coba melupakannya dan ingin memulai denganmu tapi aku tak bisa dan ternyata dia juga sama denganku”kristal meminta maaf kepada kikwang yang ia tau itu adalah hal fatal yang membuat orang sangat terluka.”ku mohon biarkan aku bahagia dengannya,jebal mianne”tak ada sautan dari kikwang dia hanya diam menatap kristal nanar karna sangat sakit rasanya di permaikna seperti ini.kemudian kristl meninggalkannya sendiri dan kembali masuk ke cafe.di dalam cafe minah yang seperti tau apa yang terjadi menghampiri kristal yang baru masuk.”kristal apa yang kau lakukan?apa kau mempermainkan kikwang?”terlihat pancaran api dari mata minah kepada kristal.”mianne minah aku tak bisa bersama kikwang,lagi pula….”belum sempat kristal menjelaskan kembali,minah sudah menyiram muka kristal dengan jus yang ada di atas meja.”apa kau tau rasanya di permaikan itu tak pernah enak,kenapa harus kikwang yang kau permainkan,wae?wae?”nada bicara minah semakin tinggi dan membuat ahyoung langsung menahan minah takut akan melakuna hal yang mengerikan lainnya.tak lama kikwang masuk dan melihat kekacauan yang di buat minah “ne aku memang pantas minah kau sakiti.tapi haruskah seperti ini.lagi pula kikwang sudah mendengar penjelasanku,oppa kajja”kristal dan namja itupun langsung pergi sambil menangis melewati kikwang yang masih terdiam.”yaa mau kemana kau,aku belum selesai”kembali ,inah meneriaki kristal yang telah pergi.kikwang langsung mendatangi minah”kenapa kau melakukannya minah?”tanya kikwang kesal pada minah.”mian emosiku tak bisa ku kendaliakan”jawab mina yang tertunduk di buatnya.”lebih baik aku pergi dulu,aku tak bisa berlama di sini”kemudian kikwang ingin pergi meninggalkan cafe.”tapi kikwang..”tangan minah yang menahan kikwang di tepis kikwang begitu saja”aku kecewa padamu minah”kata terakhir yang di katakan kikwang sebelum pergi meninggalkan semuannya.

(Kikwang)

Aku sangat kecewa pada minah dengan perlakuannya kepada kristal.ingin rasanya aku menemui kristal dan meminta maaf padanya atas perlakuan minah padanya.tapi manamungkin bisa lagi.aku melajukan mobilku tak memperdulikan mereka yang ada di cafe.entah mereka sedang apa sekarang atau mungkin mereka melanjutkan acara mereka.minah apa yang gadis itu pikirkan sampai berbuat seperti itu pada kristal.aku tak pernah melihatnya sekesal itu pada orang.aku langsung pulang kerumahku dan masuk dalam kamarku.ingin rasanya berteriak dan marah karna aku sudah di permainkan seperti ini.

Keesokan harinya di kampus aku langsung ke kelas tanpa menghampiri dongwoon dan yoseob karna di situ ada minah.entah lah aku merasa aneh saat bertemu minah sejak kejadian itu.walaupun sebenarnya aku ingin menegurnya tapi rasanya aku masih belum bisa.sampai istirahatpun saat aku ke kantin aku tak mengajak siapapun walaupun aku merasa sangat kurang tak bersama minah dan yang lainnya.tapi aku masih marah sama perlakuan minah terhadap kristal yang keterlaluan.”yaa ternyata kau sudah duluan di sini aku kira dau masih di kelas”dongwoon dan yoseob mengagetkanku dari belakang.”oehh kalian aku kira siapa”jawabku datar pada mereka.”apa kau masih marah pada minah?”tanya yoseob yang langsung duduk di sebelahku.aku tak menjawabnya dan masih asik memakan makanan yang aku beli tadi.”apa kau tidak keterlaluan kepada minah?”dongwoon seperti memintaku untuk melupajkan kesalahan yang di perbuat minah itu.dan aku masih tetap dian dan enggan menjawab semua pertanyaan itu.handphone ku bergetar dan saat ku lihat itu sms dari minah

Kikwang mianne,aku membuatmu marah atas kejadian kemaren,jebal”

ini adalah sms ke 15 kali yang dia kirim kepadaku untuk meminta maaf.tapi aku hanya mengabaikannya karna aku masih belum bisa terima dengan perilakunya kemaren.”ini bukan kemarahanmu terhadap kristalkan yang kamu limpahkan ke minah”pertanyaan macam apa itu yang di tanyakan yoseob.”ani,ini memang kesalahan minah yang kelewatan terhadap kristal”sambil aku berdiri meninggalkan dua orang itu.aku muak dari tadi hanya membahas minah tak ada hal lain.aku sendiri tak tau smpai kapan aku akan berhenti marah pada minah,

Tak hanya di kampus di rumahpun beberapa kali minah datang tapi aku enggan menemuinnya.

(Minah)

Sudah tiga hari aku tak bertegur sapa dengan kikwang karna kejadian kemaren.seandainya saja aku bisa menahan emosiku itu pasti tak seperti ini.apa yang harus aku perbuat?bila seperti ini terus aku bisa gila tak bisa bertemu orang yang ku cintai.untuk makanpun aku tak bernafsu yang kulakukan sekarang hanya menangis di tempat sepi menyesali kejadian kemarin “minah makan lah,kau bisa jatuh sakit kalau seperti ini.apa sebenarnya yang terjadi?beritahu amma”amma bertanya padaku dari laut pintu kamar yang ku kunci.hal yang aku inginkan sekarang hanya satu yaiyu melihat kikwang dan bercanda seperti biasa.cuman itu yang kubutuhkan sekarang tak ada yang lain.”minah ini aku ahyeong bolehkah aku masuk”ahyoung kerumahku?apa dia membawa kabar tentang kikwang.aku langsung bergegas membukakannya pintu.”masuklah”ucapku lemah pada ahyoung.”ommona,minah kau pucat sekali.goenchanayo?”aku tak memperdulikan pertanyaan itu.”apa kau bertemu kikwang bagaimana keadaannya?”aku sekarang hanya ingin tau keadaan namja yang ku cintai itu.aku sangat ingin menemuinya tapi aki tau dia atak akan mau menemuiku.”dia baik baik saja.walaupun masih murung”sedikir lega mendengar dia baik baik saja.tapi dia bilang murung apa dia tidak bisa melupakan wanita itu.”ahyeong aku lelah,bagai mana agar membuat dia bahagia lagi?”aku kembali menangis kepada ahyoung “kau jangan terus memikirkannya,kau juga harus memikirkan keadaanmu minah”sekarang aku hanya terdiam dalam tangis.”apa kau makan minah?aku membawakan kue ikan kesukaanmu”aku benar benar hanya melamun membayangkan kesedihan kikwang.aku sudah mengiklaskannya bersama kristal tapi kenapa dia malah tersakiti seperti ini.ini semua salahku mengenalkan kristal pada kikwang.”baikah kalau begitu aku pergi dulu ne,annyeong”saat aku berdiri ingin mengantar ahyoung kepintu kamar aku merasa pusing dan itu membuat jatuh karna menabrak dan sepertinya kepalaku terbentur lantai dan semua gelap.

(Author)

Saat minah ingin mengantar ahyoung ke pintu kamar dia merasa pusing dan menabrak meja dekat ranjangnya saat melangkah menuju pintu kamar lalu kepalanya terbentur permkan lantai kamarnya.”minah.immoni minah”ahyoung berteriak memnaggil amma minah melihat keadaan minah itu.mereka langsung membawa minah kerumah sakit.sesampainnya di rumah sakit ahyoung memberitahu dongwoon karna handphone kikwang tidak bisa ia hubungi.dongwoon yang di kabari ahyoung langsung mendatangin kikwang yang sedang sibuk main dengan yoseob”kikwang minah masuk rumah sakit”ucap dongwoon yang sedikit terhengal karna berlari.”lalu aku harus bagai mana?”jawab kikwang yang datar membuat yoseb dan kikwang berteriak “kyaaa lee kikwang”teriakan itu membuat kikwang melihat kedua sahabatnya denga tatapan masih datar.”aku sudah tak bisa menyimpannya lagi”ucap dongwoon dengan emosi”apa kau tau selama ini minah sangat mencintaimu dan kau adalah cinta pertamanya?kau tak tahukan betapa sakitnya minah kau dekat dengan kristal?dan betapa marahnya minah terhadap kristal karna mempermaikanmu dan membuatmu sakit?kamu tidah pernah tau itukan”dongwoon yang mengeluarkan semuanya itu membuat kikwang terdiam “huaa daebak dari mana kau tau itu semua?”ucap yoseb dengan polosnnya.hanya dia saja yang kurang tahu apa yang terjadi antara minah dan kikwang karna hanya fokus dengan PSPnya sepanjang waktu.”aku sudah merasa dan tambah yakin saat ahyoung mengatakan semua tentang perasaan minah pada ku,kalau dia benar benar mencintaimu”dongwoon mengungkap semua rahasia yang selama ini di tutupi minah dari kikwang.hal itu membuat kikwang sangat terkejut dan membuat sesuatu perasaan bersalah dari kikwang saat ia mengingat pernyataan minah pada malam kikwang menemani minah di rumah.”jadi malam itu bukan candaannya saja?”ucap kikwang sambil mengingat kejadian itu.

(Kikwang)

Aku bukan bermaksud untuk tidak menghiraukan minah selamanya.lebih tepatnya aku ingin minah tahu jangkauan yang mana saja dia bisa campuri dan tidak.aku mulai bisa iklas dengan kristal pergi tapi aku belum siap di lihat minah saat seperti ini.dan karna egoku yang sangat kuat melebihi hatiku aku belum bisa memaafkan minah.ini memang bertolak belakang dengan perasaanku yang sebenarnya yang ingin pergi menemui minah dan menumpahkan semua rasa sakitku padanya.seperti saat aku tak di hiraukan orang tuaku dulu.

Sudah 3 hari berlalu aku masih belum bisa menegur minah.aku belum siap rasanya karna aku sendiripun masih bingung dengan perasaan apa ini.aku membawa diriku sendiri bercanda dan bermain dengan yoseob karna sepertinya dongwoon selalu sibuk dengan ahyoung belakangan ini.saat aku asik bermain PSP bersama yoseob di bangku taman ku lihat dongwoon berlari terburu entah ada apa menghampiri kami “”kikwang minah masuk rumah sakit”aku rasa itu hanya permainan mereka agar aku memaafkan minah,tapi itu belum bisa terjadi.”lalu”aku berusaha untuk tertlihat sedatar mungkin“kyaaa lee kikwang”sepertinya sikapku sedikit kelewatan dan membuat dua temanku marah padaku”aku sudah tak bisa menyimpannya lagi”kulihat dongwoon seperti bersiap akan menyembukan sesuatu yang lama ia simpan”apa kau tau selama ini minah sangat mencintaimu dan kau adalah cinta pertamanya?kau tak tahukan betapa sakitnya minah kau dekat dengan kristal?dan betapa marahnya minah terhadap kristal karna mempermaikanmu dan membuatmu sakit?kamu tidah pernah tau itukan”apa yang dikatakan dongwoon?aku masih belum bisa mengerti“huaa daebak dari mana kau tau itu semua?”ais yoseob apa maksud pertanyaannya ini”aku sudah merasa dan tambah yakin saat ahyoung mengatakan semua tentang perasaan minah pada ku,kalau dia benar benar mencintaimu”apa semua ini benar?apa yanga aku dengar?selama ini minah.lalu aku mengingat pengakuan yang dia bilang bercanda kemarin lalu”jadi malam itu bukan candaannya saja?”aku berusaha mengingat dan mencari tau dari kebenaran maksud minah malam itu.jadi selama ini aku sudah sangat jahat padanya dan membuatnya terluka.”baik aku akan menemui minah untuk menanyakan semua ini benar apa tidak,dia ada di rumahkan?”kemudian aku ingin bergegas menemui minah.”yaa Lee kikwang pabo,apa kau tak mendengarku dia ada di rumah sakit sekarang”kali ini dongwoon benar benar menegaskan kalimat yang kukira hanya alasan itu.”yaa aku tau dia tak selemah itu”kali ini aku yang benar benar ingin meminta kebenaran pada dongwoon.”lebih baik kau ikut aku”kemudian dia membawaku beserta yoseob yang mengikuti kami mengendarai mobil miliknya.aku hanya masih bisa merenungkan semua ini dan mencari maksud dari semua ini.kegelisahan mulai menghinggapiku karna takut bila apa yang di katakan dongwoon,minah di rumah sakit itu benar.

Kami tiba di sebuah ya benar ini rumah sakit.tanpa pikir panjang aku langsung berlari memasuki rumah sakit itu karna kegelisahan ku itu benar.saat di lorong rumah sakit aku melihat kedua orang tua minah dan ahyoung sedang duduk di depan ICU sambil menangis.tiba tiba saja kakiku mulai melemah dan penglihatanku sedikit kabur karna air mata yang keluar.perlahan tapi pasti aku mendekati orang yang berada di depan ICU itu.”apa yang terjadi pada minah?”kini aku benar takut untuk memastikan keadaan sebenarnnya minah.”kikwang uri minah,kikwang”immo langsung memelukku sambil menangis.ini benar benar membuat pertahananku akan runtuh.”lebih baik kau masuk dan melihatnya karna sebelum kesadarannya hilang total hanya namamu yang dia sebut”ahyoung menyuruhku masuk melihat minah apa aku akan sanggup.perlahan aku melepas pelukan immo bermaksud untuk menemui minah di dalan ICU itu.”tolong minah,kikwang jebal”kini appa minah mulai membuka suara.aku hanya membalasi mereka dengan anggukan.

(Author)

Perlahan kikwang memasuki ruangan minah dan langsung dapat melihat minah dengan perban di kepalanya yang seperti sedang tidur tenang.kikwang langsung mendekati minah dan menggenggam tangan minah.”minah irona aku ada di sini,irona”kikwang mencoba membangunkan minah dari tidurnya “mianne ini semua salahku.jika aku tak bersikap seperti ini dan menentang rasa egoku.kau tak akan jatuh sakit seperti ini”kini mulai terdengar suara isakan dari seorang namja yang penuh penyesalan.”aku berjanji jika kau bangun aku akan benar benar membahagiakanmu minah,aku mohon”sambil terus menggenggap tangan minah yang lemah kikwang menangis.”chogio apa kau keluarga bang minah?”seorang dokter mengahmpiri kikwang di ruangan minah.”ani,keluarganya ada di depan dok,apa saya harus panggilkan?tapi apa sebenarnya yang terjadi dok?apa minah baik baik saja?”pertanyaan beruntun keluar dari mulut kikwang yang membuat dokter sedikit bingung menjawabnya.”baiklah saya akan memberi tahukannya kepada anda saja,saya harap anda bisa menjelaskan kembali kepada keluarga bang mina”sepertinya dokter itu mempercayai kikwang untuk menjelaskan kondisi minah.”minah mengalami benturan pada kepalanya itu membuat minah akan mengalami kehilangan kesadaran selama beberapa bulan atau mungkin tahun”pernyataan itu membuat kikwang sangat shock dan terduduk di kursi samping ranjang minah.”kenapa bisa seperti ini?”kikwang sambil memegang kepalanya seperti tak sanggup mendengarnya.”tapi itu juga bisa berlangsung hanya beberapa minggu,tergantung dari mental pasien.bila pasien memiliki motivasi tinggi untuk sadar maka kesadarannya akan kembali cepat”hal ini benar benar membuat kikwang frustasi dan bingung harus berbuat apa.kedua orang tua minahpun tak bisa berbuat apa apa lagi selain pasrah melihat keadaan anaknya itu.sedangkan dongwoon,yoseob,dan ahyeong hanya bisa terdiam melihat kemalangan yang menimpa minah.

Mulai dari kejadian itu kikwanglah yang selalu menjaga minah di rumah sakit.dia tak henti hentinya mengajak minah berbicara walaupun minah tak sadarkan diri.seperti hari ini hari ke 8 minah di rumah sakit “minah apa kau tak lelah memejamkan matamu heh?lihat badanmu semakin kurus minah,apa kau tak takut badanmu tinggal tulang?”ocehan demi ocehan selalu keluar dari kikwan di depan minah yang sedang tertidur itu berusaha membuatnya terbangun.”minah apa kau tau,kenapa saat kau seperti ini aku baru menyadari perasaanku yang sebenarnnya padamu?aku sangat hancur saat kau seperti ini melebihi perasaan hancurku karna kristal.tapi ini bukan perasaan sebagai sahabat minah,aku telah menyadarinya.mianne minah aku terlambat”kembali terlihat kedua mata kikwang meneteskan airmatasaat mengakui semua rasa yang selama ini mengganggunya dan membuatnya bingung untuk mengungkapnya dan memperjelaskannya.”wahh sepertinya sudah ada yang menyadari perasaannya chagia”terdengar dari arah pintu suara dongwoon sedang berbicara dan membuat kikwang terkejut.”kyaa apa kalian sedari tadi?”terlihat wajah kikwang yang sangat terkejut karna baru menyadari kedatangan sepasang kekasih itu.”ne goenchanayo aku tak akan memperbesarkannya.malah kami ikut sennag mender kau sudah bisa menyadari perasaanmu sebenarnya pada minah”dan berhasil membuat merah muka kikwang karnanya.ahyoung sedari tadi hanya bisa tersenyum melihatnya.”kyaa dasar kalian kenapa harus meninggalkan aku sendiri di tengah jalan”kini terlihat yoseob masuk dari luar sambil menunjukan muka kecutnya yang di tinggalkan oleh dongwoon dan ahyeong.”habis sedari tadi kau sangat asik berpacaran dengan PSPmu itu”gerutu dongwoon.kini ruangan yang sepi itu mulai menjadi ramai dikarenakan mereka

Disaat asiknya merekasedang bercanda menghibur kikwang tak terduka tangan minah bergerak dan itu membuat kikwang langsung mendekati minah”minah apa kau akan sadar?jebal minah irona”tak lama setelahnya minah perlahan mulai membuka kedua matanya itu.”yoseob cepat panggil dokter”ucap dongwoo yang masih memperhatikan minah”ne chamkaman”yoseob mulai berlari keluar ruangan mencari dokter.

(Minah)
Entah apa yang sedang terjadi.yang aku tau sekarang mataku tak bisa ku buka.aku mendengar suara teman temanku disini termasuk namja yang aku cintai.perlahan aku mulai memaksakan diri untuk menggerakkan semua tubuhku dan membuka mataku.perlahan tanganku mulai dapat ku gerakan walau sedikit berat rasanya”minah apa kau akan sadar?jebal minah irona”ya aku mendengarnya itu suara lee kikwang aku sangat merindukannya kupaksakan diriku perlahan membuka kedua mataku dan itu berhasil walau masih sedikit kabur.”yoseob cepat panggil dokter”sepertinya mereka mulai menyadari kesadaranku”ne chamkaman”ku dengar yoseob membuka pintu dan pergi dari ruangan ini.”minah kau sadar?gomawo minah gomawo”kikwang langsung memelukku yang masih sangat lemah ini.ingin rasanya membalas pelukannya tapi aku masih belum memiliki tenaga rasanya.aku hanya bisa menangis sambil tersenyum.karna aku merasa seperti mimpi yang sangat indah”mianne kikwang aku membuatmu kawatir denagn sikapku kemaren”aku takut dia masih marah padaku dan akan meningalkanku setelah aku sadar kembali mengingat berapa hari kemaren dia tak menegurku.”ani,ini semua kesalahanku.aku yangt erlambat menyadari semuanya dan tak memperdulikannya begitu saja”terlihat senyum tulusnnya yang mencium keningku.apa aku bermimpi?bagai mana dia bisa seperti ini?apa jangan jangan dia tahu kalau aku.”apa maksudmu?aku tak mengerti?”aku ingin memperjelas maksud dari perkataannya tadi.”nanti akan ku jelaskan setelah kau sembuh dan keluar dari rumah sakit”senyuman itu,senyuman yang sangat dalam untukku.ada apa ini dia berbeda dari sebelumnya.apa ini hanya mimpi indah untukku saja?tak lama seorang dokter dan perawat masuk ke ruanganku dan memeriksaku.”waah ternyata ini lebih cepat dari perkiraan.dalam 1 minggu dia sudah bisa sadar kembali”apa maksud dokter tadi?1 minggu?jdi aku tak sadar selama 1 minggu?”ne aku percaya dia akan sadar cepat dok”sambil kikwang memegang kepalaku menyahut terhadap perkataan dokter tadi sambil tersenyum gembira.”tak perlu waktu lama dia bisa cepat keluar dari rumah sakit,apa bila kondisinya stabil seperti ini”saat aku mendengar perkataan dokter itu rasanya aku ingin cepat dapat keluar dan menagih janji kejelasan kikwang yang membuat sikapnya semanis ini denganku.”khamsahamnida”ucap kami semua kepada dokter yang akan menuju keluar ruanganku.

Selama beberapa hari kikwang selalu menemaniku di rumah sakit.dan yang membuatku masih bingung adalah sikapnya yang berubah sangat manis padaku.apa dia tau kalau sikapnya begini akan membuatku tambah jatuh cinta padanya,setelah beberapa hari aku di perbolehkan untuk keluar dari rumah sakit.kikwang yang menjemputku sendiri untuk mengantarku pulang.aku sedikit heran biasanya kalau seperti ini ammaku akan selalu ikut membantuku dan kenapa kali ini aku hanya di jemput orang ini sendiri?.kemana yang lain?apa mereka tak perduli?.”pabokwang,kenapa hanya kau saja yang menjemputku kemana yang lain?”sambil melihat di sekitar pintu masuk.”kyaa bisakah kau memanggilku lebih sopan?aku sudah susah payah menjagamu dan kau ejek aku.”terlihat wajah kesalnya saatku panggil dia pabo.membuatku sangat gemas dengannya.”ne mian jadi aku harus emmanggilmu apa?ajushi?atau harabochi?hahha”sambil aku tertawa melihat wajahnya yang semakin kesal itu.”ani aku ingin kau memanggilku OPPA”mwo?ada apa dengannya tiba tiba berbcara seperti ini.”kyaa memang kau siapa oppaku?”sekarang aku yang sedikit risih saat dia menyuruhku memanggilnya dengan sebutan oppa.lebih lagi aku takut kenyataan dia menganggapku sebagai dongsaengnya.”ani siapa yang mau menjadi oppamu”jawabnya yang membuatku tak mengerti maksud perkataannya.oke kenapa semenjak aku sadar dia bersikap aneh seperti ini.

(Kikwang)

Aku sangat senang melihatnya terlihat bingung seperti ini.apa lagi saat aku menyuruhnya memanggilku dengan kata OPPA.dia sangat terkejut dan bingung apa maksudku itu.hari ini dia akan keluar dari rumah sakit dan seperti janjiku aku akan menjelaskan sikapku yang sangat berubah padanya ini.rencananya aku akan membawanya ke sebuah taman yang jarang di datangi orang(sepi) dekat sungai han.karna aku akan mengungkapkan sesuatu padanya yang selama ini tak ku sadari.”baiklah ayo kita pulang.aku sudah rindu rumahku”minah sangat bersemangat untuk pergi dari rumah sakit ini.kami sudah memasuki mobilku dan tak butuh waktu lama aku langsung menjalankan mobilku itu ke tempat yang akan ku tuju itu.”bukankah ini bukan jalan menuju rumahku?apa kau sudah lupa dengan alamatku?”terlihat wajah kebingungan minah saat mobilku berlawanan arah dengan arah rumahnya.tapi aku hanya mendiamkannya saja membuatnya tambah bingung.”yaa pabokwang ini kemana?kau tidak bermaksud menculikkukan?”aku hanya bisa tertawa mendengar pertanyaannya itu.”aku tidak akan bicara bila kau tak memanggilku OPPA”karna dia selalu memanggilku pabokwang yang membuatku kesal.”mwoo? aiss jinja,ne kikwang oppa kita akan pergi kemana?puasa?”terlihat wajahnya yang memerah tapi memasang wajah yang kesal lucu sekali.tapi aku masih mendiamkannya saja sampai kami tiba di tempat yang aku tuju itu.

“buat apa kau membawaku kesini?apa kau mau menceburkanku di sungai han?”lalu kemudian aku membawanya ke pinggi sungai han di taman itu.dan menunjukan seusatu yang sudah aku siapkan untuknya di pinggir suangai han.

FLASHBACK

“Besok minah sudah bisa pulang karna kondisinya sudah stabil sekarang”ucap dokter padaku dan minah.lalu aku teringat akan janjiku kemaren.dan aku akan memberitahunya sesuatu.jadi tanpa sepengetahuan minah aku menghubungin yoseob,dongwoon dan ahyoung untuk membuat suatu kejutan untuk ahyoung.aku menyuruh mereka menyiapkan perahu kecil yang memuat berbagai warna mawar kesukaan minah dan tulisan di antara mawar itu ‘MINAH SARANGHAE’ karna besok aku juga aka mengungkapkan perasaan yang baru aku sadari ini saat kejadian kemaren.”jadi uri cinggu sudah sadar siapa pemilik hatinya selama ini”sindir dongwoon pada saat aku membuat rencana ini.”ne dan aku ingin menebus kesalahanku padanya selama ini”ucapku bangga pada mereka yang tengah cengengesan melihatku. END

Lalu aku menunjukannya sebuah perahu kecil yang ada di tengah sungai han itu padanya”apa kau lihat itu?itu untukmu”.ku lihat kini matanya mulai berkaca kaca menatap perahu kecil itu dan tulisannya.”ini semua apa?”kini dia menatapku dalam seperti ingin mencari jawaban di dalamnya.lalu kemudian aku mulai memegang kedua tangannnya da membalas tatapannya itu.”minah aku sudah tau semua tentang perasaanmu padaku.dan apa kau tau?aku yang benar benar pabokwang ini tak menyadari betapa penting dan berartinya kamu untukku.aku sadar ternyata aku membutuhkanmu bukan sebagai sahabat yang selalu mendukungku.tapi aku membutuhkanmu sebagai pasangan yang selalu mencintaiku dan mau menerima semua kekuranganku ini.ternyata perasaanku pada kristal itu hanya rasa kagum saja bukan cinta.karna ternyata hatiku sudah dimilikimu disaat aku tak menyadarinya”minah mulai menangis saat mendengar pernyataanku padanya.”apa semua ini benar?apa aku hanya bermimpi?”iya masih tak percaya dengan semuan ya.kemudian aku memeluknya erat.”apa kau masih tidak percaya dengan pelukanku ini?”pundaknya mulai naik turun menahan tangis yang ingin meledak itu dan terasa pundak bajuku mulai basah karna tangisnya itu.”Minah apa kau mau menerima orang yang sudah sering menyakitimu ini sebagai kekasihmu?”kini aku perlahan menanyakan pertanyaan yang sudah ku siapkan sebelum dia sadar karna aku ingin menjaganya dan membuatnya bahagia selamanya.”apa maksudt kata OPPA itu adalah ini?”kemudian ia menyanyakan pertanyaan yang seharusnya dia sudah bisa tahu.”sudah ku bilang aku tak mau memiliki dongsaeng sepertimu”ia mulai menengadahkan kepalanya dan menatapku kembali dan tersenyum menurutku itu senyuman paling manis yang ku lihat darinya.”ne oppa saranghae,noemu noemu saranghanda”jantungku seperti ingin meledak saat mendengar perkataannya itu.”Nado noemu noemu noemu noemu saranghae” kemudian aku mencium keningnya tanpa ingin melepaskan pelukanku padanya.

(Author)

Tak mereka sadari kedatangan tiga orang yang menepuki tangan mereka”cukae..”teriakan lengking yoseob yang membuat dua orang yang sedari tadi tak melepas pelukannya itu terlepas.dan tanpa mereka pungkiri wajah mereka terlihat seperti tomat sekarang menahan malu dan rasa bahagia yang tak pernah bisa mereka jelaskan.kemudain mereka bertiga mendekati dua insan yang sedang bahagia itu.”minah aku sangat iri denagnmu,kau bisa mendapatkan cintamu seromantis ini”ucah ahyoung pada minah yang sadari tadi tak hentinya tersenyum.”apa kemaren aku kurang romantis chagi”tanya dongwoon pada ahyoung sambil merangkulnya dan membuat ahyoung malu “yaa oppa”semuanya tertawa di buatnya.”berbahagialah kalian dan jaga baik baik pasangan kalian seperti aku menjaga baik PSPku”ucap yoseob sambil menempelkan PSPnya pada pipinya.”ne kali ini aku tidak akan menyianyiakan orang yang aku cinta lagi”kikwang sambil memegang tangan minah erat.”apa sebaiknya aat mengantarnya pulang langsung melamarnya saja ya?agar tidak pergi”ucap kikwang seperti berpikir.”yaa oppa apa kau mau membuatku jantungan huh?”minah memukul pelan lengan kikwang sabil tertawa begitu juga yang lainnya.

Kini kikwang yakin dengan perasaannya terhadap minah bahwa itu bukan rasa sekedar sahabat yang baru ia sadari.begitu juga dengan minah yang menyadari bahwa kikwang memnag akan bersamanya dan bukan sebatas sahabat tapi seperti yang ia harapkan sebagai kekasihnya.

Minah “Gomawo sudah dapat melihatku di hatimu.gomawo sudah mau membalas cintaku yang sulit ku ungkapkan ini.gomawo atas segala kebahagiaan yang kau berikan untukku.selamanya aku akan menjagamu di hatiku ini.SARANGHAE LEE KIKWANG”.

Kikwang “Mian selama ini aku tak menyadari keberadaanmu di hatiku. Mian selama ini hanya memberikanmu rasa sakit. Tapi aku berjanji setelah ini aku akan berusaha membuatmu selalu bahagia dan tak terluka lagi bersamaku. Gomawo sudah mencintaiku selama ini. Dan menahan rasa sakit selama ini karena mencintaiku. SARANGHAE BANG MINAH,NOEMU SARANGHAE…”

— END —

12 responses to “[One shot] I’m sure now I love you

  1. Gomawoyo sudah mau baca ff ku yang sangat berantakan ini,next ff aku bakalan coba perbaiki.ghamsahamnida ^^

  2. ya ampuuuuuuuuunnn..
    terharu banget bacanya..
    daebak ff nya..
    jadi ga bisa berkata banyak, saking bagusnya alur ceritanya..
    ya walaupun agak susah bacanya..
    tapi keren.. ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s