THE B2ST SERIES: #6 Midnight

Ini bukan ff ditjao, melainkan ff titipan dari salah seorang teman. Harap memberikan apresiasi berupa komentar setelah membaca ya, terima kasih sebelumnya.

Previous:

Teaser – Fiction – Shadow – I’m Sorry – Because of You – Good Luck

#6

THE B2ST SERIES

.

.

.

.

.

Starring by

B2ST

.

.

.

.
Special Performance by

Yang Yo Seob

&

YOU

as

Yang Hae Ri

.

.

.

General

Romance

.

.

.

.

Sorry for some typo(s)

.

.

.

.

Now Playing : B2ST – Midnight

 

__

#6

 

Jam sudah hampir menunjukkan pukul dua belas tengah malam dan aku masih terjaga di depan laptopku bersama dengan cangkir kelima kopiku yang sudah mulai dingin. Sesekali aku menguap seakan tubuhku sudah memberikan peringatan agar aku segera tidur yang sama sekali tak aku hiraukan.

“Aku harus menyelesaikannya sekarang,” gumamku monolog. 

Tiba-tiba suara pemberitahuan panggilan video call pun berbunyi dari ponselku. Kedua mataku yang terasa berat seketika ringan. Rasa kantuk yang menyerangku dengan cepat pergi ketika mendapati sebuah nama yang kurindukan tertulis jelas di layar ponselku.

“Ini hampir tengah malam dan kamu belum tidur?” tanyanya heran. Aku mengangguk membenarkan. Kemudian hening terjadi diantara kami berdua. Hanya ada senyum manisnya yang kupandang dari balik layar.

“Ada satu pertanyaan yang tiba-tiba terlintas!” sahutku.

“Pertanyaan soal apa?” tanyanya penasaran.

Do you think of me from time to time there?

Hae Ri tertawa kecil lalu tak lama mengangguk, “Yoseobbie ku kapan kembali? Terlalu lama meninggalkan istrimu sendirian bisa jadi sangat berbahaya,” ucap Hae Ri sambil menggembungkan pipinya.

Kenapa dia senang sekali membuatku ingin menciumnya disaat seperti ini? Ucapku dalam hati.

 

“Aku disini kan untuk bekerja sambil kuliah dan itu semua demi kebahagianku denganmu juga. Bersabarlah, enam bulan lagi aku akan segera memelukmu dengan erat.”

 

Lee Hae Ri adalah pacarku yang keenam serta pacarku yang terakhir dan kini statusnya meningkat hingga ia harus merubah namanya menjadi Yang Hae Ri. Dia istri sahku sejak satu tahun yang lalu dan sejak delapan bulan yang lalu aku juga sudah meninggalkannya untuk kuliah sambil bekerja disini.

Harusnya ia bisa ikut bersamaku namun salahkan nenek yang bersikeras menahannya untuk tetap di Seoul. Hae Ri adalah cucu kesayangan nenek sekarang. Seperti hal nya diriku yang terpikat pada Hae Ri, seluruh anggota keluargaku pun juga sama.

Yang Hae Ri adalah istriku yang luar biasa. Ia cantik, baik, manis, penyayang, sabar, terampil, cerewet, pandai memasak, dan sangat mencintaiku tentunya. Sekarang aku jadi menyesal kenapa mau saja menerima permintaan ayah untuk mengurus perusahaannya disini dan meninggalkan Hae Ri di Seoul.

“Kantung matamu sudah mulai terlihat menyeramkan,” ucapnya sambil menunjuk-nunjuk bagian bawah matanya sendiri dengan ekspresi yang dibuat khawatir. “Tidurlah. Kita lanjutkan video call nya besok saja atau lusa. Tadinya aku hanya ingin memeriksa apakah suamiku masih bernapas atau tidak.”

 

“Kamu mendoakanku tak bisa bernapas?” responku pura-pura sedih dan marah. Namun Hae Ri nampaknya tidak bisa mempercayai aktingku ini, ia terlihat biasa-biasa saja bahkan sekarang ia malah tertawa.

“Akting suamiku semakin hari semakin buruk saja. Aku bersyukur dulu kamu menigkuti kontes menyanyi bukan ajang pencarian aktor untuk syuting drama.”

 

“Astaga aku tadi serius, sayang. Kalau aku tidak bisa bernapas bagaimana?”

 

“Aku akan membeli tiket penerbangan secepatnya. Pergi dari rumah tanpa pamit terlebih dulu. Pergi ke apartementmu lalu melakukan CPR secepatnya.”

 

“Kamu terlalu berlebihan, sayang. Aku yakin kamu hanya bersemangat untuk melakukan CPR padaku. Iya kan?” godaku. Kedua pipi Hae Ri samar terlihat memerah seperti tomat, ia yang menyadarinya langsung menarik selimut hingga menyisakan kedua matanya.

“Tidurlah, Hae Ri ku sayang. Ini sudah tengah malam,” pintaku.

“Nyanyikan aku sebuah lagu.”

 

“Baiklah,” kataku menyanggupi.

How are you?

Do you think of me from time to time?

In this long night, I close my eyes again

I think of you

I can’t sleep; this is how I’m doing

 

The night is especially longer tonight, this night without you

I’m regretting that day I let you go

Continuously muted and slowly forgotten

That is how you will be one day

 

This night

I can’t fall asleep in

So sad tonight

 

This night

I can’t spend with you

 

In the midnight

This midnight

I can’t sleep from my thoughts of you, Yang Hae Ri

 

JJ Notes

 

Selesai?

 

Terima kasih sebelumnya untuk Ditjao Noona atas kebaikan hatinya mau membantu “The B2ST Series” untuk di publish di FF Indo. Mari menebar bunga dan melepaskan konfeti untuk Noona!

 

Terima kasih juga untuk para pembaca terutama B2UTY & B2STLY yang sudah menyempatkan diri untuk membaca serta meninggalkan jejaknya di kolom komentar. Mari menebar B2ST Hyungdeul untuk para B2UTY & B2STLY~

 

Maaf untuk segala kekurangan mulai dari Teaser The B2ST Series hingga bagian ke #6. Semoga di masa mendatang JJFF bisa lebih baik dan baik lagi agar bisa menghadirkan series-series lainnya yang lebih baik tentunya.

 

Dari keenam bagian yang sudah diberikan, manakah bagian yang paling kalian sukai? Apa alasannya?

 

Akhir kata, JJFF selaku penulis resmi dari “The B2ST Series” mengucapkan terima kasih sebesar-besarnya sekali lagi dan pamit undur diri. Sampai jumpa!

 

 

© JJ FF

 

 

7 responses to “THE B2ST SERIES: #6 Midnight

  1. Waahhh daebak thor! Hmm.. Yang lebih bagus… Semuanya bagus kok! Tapi lebih suka yg ini feelnya dapet trs pas banget yoseob bias aku wkwk >< ditunggu ff berikutnya!

  2. sukaaaa semuaaaa thor! tapi yg paling favorit itu bagian keenam karena bias aku hehe :3 ditunggu fanfic BEAST lainnya yaa~ 😀

  3. Yah sayang sekali ucub udh nikah, hiks.
    Ya udhlah tetep bagiku favoritna abang doojoon my doo doo wkwkwk

  4. WAIT! DITJAO NOONA?
    ITU PANGGILAN DOANG OR YOU’RE NAMJA FOR REAL? >.<
    Tapi bagaimanapun, aku suka tulisan kamu..
    Semua tentang narasi dan tokoh 😀
    Good job (y)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s