[Oneshot] Trouble

Hai, ini bukan FF saya melainkan FF titipan. Setelah membacanya, dimohon memberikan apresiasi dalam bentuk komentar ya. Terima kasih.

Trouble [Misconception]

kyuae-trouble-part2-poster

Cho Kyuhyun – Ahn Aeyeon FanFiction

 

Author : @farvidkar (Farah Vida Karina)

 

Main Cast      : Cho Kyu Hyun, Ahn Ae Yeon (OC)

 

Other Cast     : Hong Yoon Jae, and etc

 

Genre             : Action, School life, Romance

 

Rating             : –

 

Length            : 10.630 words – pages 36

 

 

Pelajari dengan baik apa yang kau tangkap…

Berhati-hatilah dengan tampak luar yang kau lihat…

Yakini apakah yang kutunjukkan seakan-akan kenyataan atau hanya kepura-puraan…

Jangan sampai kita terjebak dalam sebuah kesalahpahaman…

Kicauan burung gereja melengkapi indahnya pagi hari ini.Matahari yang menampakkan sinarnya memberikan semangat untuk membuka hari baru. Rutinitas-pun dimulai, Ahn Aeyeon seorang gadis muda, anak dari salah satu menteri di pemerintahan South Korea kini duduk di bangku akhir sekolah menengah atas sibuk menyibak-nyibakkan selimut lesuh yang digunakannya semalam. Gadis jenius itu tengah sibuk menyari I-Phone tipisnya yang hilang entah kemana.Berkejaran dengan waktu masuk sekolah yang mepet, tanpa pikir panjang Aeyeon langsung menyambar handuk dan langsung buru-buru masuk ke dalam kamar mandi tanpa pusing lagi memikirkan I-Phonenya itu, toh masih bisa di beli lagi.

“Aish aku bisa telat” gumam Aeyeon selagi menyikat giginya dengan tergesa-gesa.

….

At Hannyoung High School, Gangdong-Gu, Seoul

Gadis dengan tinggi 165 cm ini tengah berlari tergesa-gesa sambil merapikan seragamnya yang kusut. Ae-yeon baru saja habis memanjat tembok samping sekolah yang biasanya dijadikan sarana pusat melarikan diri dari tangkapan satpam saat dia terlambat ataupun akan membolos. Bukan hal yang aneh jika Aeyeon bersikap seperti ini, dia memanglah gadis berbakat dengan segudang prestasi dalam akademik maupun non akademik, tetapi hal ini sungguh bertolak belakang dengan sifatnya yang sedikit liar.

“Pabo-ae!” seseorang memanggil nama gadis itu. Suara yang sudah tak asing dari pendengaran Aeyeon.

“Kau juga telat?” tanya Aeyeon sambil menghampiri Kyuhyun yang kini berjalan santai sambil menyesap hot coffee seperti biasa.

“Ya, seperti yang kau lihat” jawab Kyuhyun sambil terus menyesap hot coffee yang berada di genggamannya.

“Kalau begitu palliwa wa! Aku tidak ingin kena omel Kim seongsangnim” kata Aeyeon sambil menarik paksa ujung tas Kyuhyun menuju ruang kelas mereka. Kyuhyun hanya mempasrahkan dirinya diseret.

….

Dewi fortuna sedang berpihak pada kedua anak muda itu. Kyuhyun dan Aeyeon tepat waktu berada di dalam kelas sebelum Kim seongsangnim masuk.Kini ruang kelas 12-2 terasa tenang seperti biasanya ketika diisi oleh pelajaran fisika.Semua murid dengan tekun memperhatikan Kim seongsangnim yang sedang menjelaskan sederet rumus yang musti dikombinasikan ke dalam grafik angka. Berbeda dengan seorang murid laki-laki yang duduk di paling sudut bernama Cho Kyuhyun, dia kini tengah sibuk memejamkan mata sambil mendengarkan lagu yang berasal dari I-Pod yang disambungkan dengan headset ke telinganya. Salah satu murid dengan peringkat terbawah yang hampir saja dikeluarkan dari sekolah.Selalu membuat kekacauan, perkelahian, dan masih banyak lagi. Anehnya, anak dari pemilik salah satu yayasan sekolah terbesar di Asia, Cho Younghwan, termasuk ke dalam murid-murid dengan intelejensi yang tinggi.

“Siapa yang bisa mengerjakan soal di papan ini?Acungkan tangan” ucap Kim seongsangnim sambil menunjukkan sebuah soal yang diyakini memiliki rumus yang cukup panjang untuk mengerjakannya.Tiba-tiba salah satu murid mengacungkan tangannya, murid yang menempati kursi di paling sudut.

“Cho Kyuhyun? Kau ingin mengerjakan soal ini?” tanya Kim seongsangnim ragu atas penglihatannya. Cho Kyuhyun murid yang biasanya ogah-ogahan berada di dalam kelas, apalagi memperhatikan gurunya saat menerangkan, kini ingin mengerjakan soal.Suatu mukjisat jika itu terjadi.

“Aniyo, aku ingin ke toilet” ucap Kyuhyun yang sedari tadi memasang wajah datar.Semua murid sibuk menahan tawa.Tentu saja, mukjisat itu tidak berlaku pada Kyuhyun, mungkin.

….

At Canteen – Hannyoung High School

Setumpuk makanan ringan memenuhi salah satu meja makan yang berada di kantin sekolah. Aeyeon yang kini sibuk mengunyah potato chips melupakan puluhan pasang mata yang memandanginya nanar. Sudah 5 bungkus makanan ringan yang dihabisinya sendiri tanpa bantuan orang lain.

“Hyun!Kesini!” panggil Aeyeon saat melihat teman dekatnya, Cho Kyuhyun yang baru saja memasuki kantin sambil memainkan I-Phone.

“Hei kau tidak takut gendut?” tanya Kyuhyun sambil menyicipi potato chips milik Aeyeon.

“Tentu saja tidak!Tubuhku kebal tahu!” jawab Aeyeon asal sambil mencoba ice cream rasa strawberry yang sudah dibelinya dari tadi.

“Tubuhmu-kan terbuat dari karet” gumam Kyuhyun cuek yang tentu saja masih bisa terjangkau oleh pendengaran Aeyeon.

“Apa!? Pergi kau!” ucap Aeyeon geram sembari meninju pelan bahu Kyuhyun.

“Hahaha” Kyuhyun terkekeh geli melihat tingkah Aeyeon.

….

At Hannyoung High School Gates

Bel pulang sekolah telah berbunyi dari sepuluh menit yang lalu.Para murid-pun berlalu lalang di gerbang sekolah seraya menunggu jemputan ataupun mengendarai kendaraan.Aeyeon kini tengah sibuk menunggu sopir yang biasanya selalu mengantar jemput dirinya setiap hari.

“Belum dijemput?” tanya Kyuhyun yang lewat sambil mengendarai motor AEM Carbon Fiber Hayabusa yang merupakan salah satu motor termahal dengan memiliki top speed 300 Km/h seharga Usd 200.000 kesayangannya.

“Ne. Mungkin macet di jalan, kau sudah mau pulang?” kata Aeyeon sambil memandang langit yang mulai mendung, sepertinya sebentar lagi akan turun hujan.

“Ya, mau ku antar?Aku akan lewat Myeongdong, mumpung ada urusan” tawar Kyuhyun.

“Tidak, terima kasih.Lebih baik aku menunggu saja” ucap Aeyeon tenang, dia kasihan pada Han ajjushi yang merupakan sopir pribadinya.Akan percuma pekerjaan Han ajjushi apabila dia sudah pulang duluan.

“Baiklah kalau begitu pakai ini, mungkin akan sedikit membantu” kata Kyuhyun sambil memberikan jaket kebesaran berwarna hitam. Setelah itu Kyuhyun langsung menancap gas tanpa menunggu perkataan yang baru saja akan keluar dari mulut mungil Aeyeon.

“Gomawo Hyun!!” teriak Aeyeon yang mungkin saja didengar oleh Kyuhyun.

….

At National Intelligence Service (South Korea)

“Dia dicurigai merupakan tangan kanan Kris Wu.Masih sangat muda, dia sebaya denganmu.Tidak terlalu menonjol apabila kau tidak mengenalnya dari dekat.Sangat berbahaya.Awasi dia dengan baik, dia bergerak sangat licin.Informasi tentang dia masih sangat sedikit” ucap seorang pria berkacamata yang diperkirakan berumur empat puluh tahun.

“Baiklah. Apakah aku perlu membawanya dalam keadaan tak bernyawa?” tanya pria jangkung dengan wajah yang tampan itu.

“Tentu saja, jika kau terpaksa, atau jika kau memang mampu untuk membunuhnya, tetapi selidiki dengan baik, jangan sampai kita keliru dengan profile luarnya” jawab pria tua itu sambil memperbaiki kacamatanya.

“Jangan sepelekan kemampuanku, appa” ucap pria muda itu sembari menepuk-nepuk dada bidangnya dengan gagah seolah percaya diri.

“Haha, dan jangan sering menunjukkan wajah innocentmu itu, kau terlihat konyol nak” ucap Hong Jong-il sambil menahan tawa agar tidak meledak.

“Aish..pasti Yixing hyung yang melapor pada ayah” gerutu pria muda itu dan berlalu pergi meninggalkan ruang kerja ayahnya.

….

||Tommorow|| At Hannyoung High School

Suasana riuh terdengar dari kelas 12-2 yang sedang sibuk dengan dunianya masing-masing. Ada yang sibuk membaca majalah Vogue keluaran terbaru, bermain bola kaki di dalam kelas, bergosip membicarakan topik hangat tentang comebacknya salah satu boyband yang sedang famous, menyalin homework karena malas mengerjakannya, bahkan saat pagi-pagi begini sudah ada yang tidur. Selang beberapa waktu, bel sekolah berbunyi menandakan pelajaran segera di mulai.Murid-murid kembali ke kursi masing-masing, tak terkecuali Kyuhyun yang barusan tersadar dari tidurnya.Pagi ini Kyuhyun terlihat lelah, semalam dia kurang tidur karena mendapat beban yang membuatnya harus berurusan sampai larut malam. Tak lama, Jung seongsangnim yang merupakan guru matematika muncul dari pintu diikuti seorang pria yang berwajah manis.

“Annyeonghaseo, hari ini kalian mendapatkan teman baru.Silahkan perkenalkan namamu nak” ucap Jung seongsangnim sambil memberi privasi kepada seorang pria yang berdiri di sampingnya.

“Annyeonghaseo Hong Yoonjae imnida, bangapseumnida” kata anak baru yang bernama Yoonjae sembari menelusuri seisi ruangan dengan matanya, mencari sesuatu.

“Wuahhh!..Hyun, kau dengar suaranya tadi?Ahh sungguh keren!” seru Aeyeon setengah berbisik kepada Kyuhyun yang duduk di belakangnya.Tetapi hanya direspon dengan gerakan refleks tangan yang memerintah agar Aeyeon membalikkan badan ke posisi semula.

“Pria yang mencurigakan” gumam Kyuhyun sembari memasang headset yang tersambung ke I-Podnya.

….

Aeyeon Pov

Anak baru yang bernama Yoonjae kini duduk di sampingku, yang memang kebetulan bangku itu kosong.Dia pria yang friendly sangat mudah beradaptasi.Tak segan-segan dia mengajakku bercerita banyak tentang negara-negara yang pernah dikunjunginya. Dia memang selalu pindah-pindah sekolah karena urusan dinas orangtua-nya. Dan kini sesekali aku menatap raut wajahnya yang sedang serius memperhatikan whiteboard ketika Jung seongsangnim menjelaskan deretan rumus integral yang menguras otak.

“Jangan menatapku seperti itu, apa wajahku terlalu tampan?” ucap Yoonjae yang menyadarkanku dari lamunan.Wajahku merah padam karena tertangkap basah.

Aniyo..aku tidak menatapmu” jawabku berbohong, menahan malu yang jelas-jelas tak akan tersangkalkan jika dilihat dari raut wajahku sekarang.

“Jangan berbohong nona Ahn, jujur saja kalau kau mengakui ketampananku.Hahaha…” goda Yoonjae bersikukuh pada perkataannya.

“Kalau aku berkata kau tampan mungkin masih diperbolehkan oleh Kyuhyun yang selalu merasa sebagai pria tertampan di dunia, right Mr Cho?” jelasku sambil menengok ke belakang yang menampakkan seorang pria yang sedang bermain dengan PSP kesayangannya di saat KBM berlangsung.

“Hmm.. up to you.” Kata Kyuhyun acuh masih dengan pandangan tertuju pada benda kecil berwarna hitam itu.

“Apakah dia kekasihmu?” tanya Yoonjae setengah berbisik padaku. Pertanyaan ganjil menurut pemahamanku.Semua orang selalu mengira bahwa Kyuhyun adalah kekasihku.Kami sangat dekat, berteman sejak duduk di bangku sekolah dasar hingga saat ini.Tidak terpisahkan bagai takdir yang dipertemukan sejak kecil.Selalu bertemu di akhir pekan, berkunjung ke tempat-tempat yang menarik Seoul bahkan kadang-kadang kami berlibur ke Nami island tempat di mana ada resort milik keluarga Cho.Kadang pula aku dan Kyuhyun membangun tenda kecil untuk berfantasi merasakan perkemahan berdua saja. Membangun tenda kecil di pekarangan rumahku, membawa makanan buatan Ahra eonni (kakak Kyuhyun), hingga merepotkan appa dan eomma yang selalu menyiapkan kayu-kayu untuk dijadikan api unggun di pekarangan. Tetapi sejak dua tahun yang lalu ketika Kyuhyun dan aku menginjak bangku pertama di sekolah ini, sifat Kyuhyun berubah drastis semenjak berteman dengan Kris Wu, sunbae kami yang kini tengah kuliah di Canada.Pembuat onar, memakai narkoba, selalu merokok, dan selalu menggoda murid yeoja yang berada di sekolah ini.Kyuhyun bergaul dengannya sehingga Kyuhyun tidak memiliki banyak waktu lagi untukku.Hal itu membuatku merasa kehilangan.Tetapi kami hanya berinteraksi bagaikan seorang sahabat sedari dulu, tidak lebih.Cukup kedekatan sebagai pelindung.

“Dia sahabatku” jawabku sambil tersenyum.

….

At COEX, Seoul

Kyuhyun Pov

Gedung elit tinggi menjulang yang biasanya menjadi tempat pertemuan untuk para pejabat maupun orang-orang executive kini terlihat biasa saja walaupun akan kedatangan pemilik saham terbesar tempat itu. Aku telah mengatur janji untuk bertemu dengan sunbae yang kini menjadi seorang billionaire atas hasil kerja organisasi genapnya.Cukup mudah untuk bertemu dengannya, karena aku merupakan tangan kanannya di South Korea.Pukul 19.15 telah dijanjikan untuk membahas rencana pencurian aset berharga lukisan La Gioconda karya Leonardo Da Vinci yang terkenal itu. Sungguh hal biasa menurutku, karena sudah banyak pencurian yang dilakukan oleh Kris Wu, mulai dari pencurian mahkota Princess Diane, The Moussaieff Red Diamond, hingga pencurian rangkaian rakitan nuklir buatan Amerika. Selain itu ada banyak perencanaan organisasi gelap itu, dalam penyelundupan narkotika, peledakan beberapa tempat ternama, hingga pembunuhan para petinggi di berbagai negara maju.Semua itu diceritakan secara cuma-cuma oleh Kris Wu.Semenjak aku berteman dengannya, dia masih belum vix untuk menyusun planning secara matang dalam strategi pencurian mahkota Princess Diane.Butuh strategi yang matang agar berjalan lancar. Selama ini aku hanya mengecek harta karun berharga hasil pencuriannya berupa arsitefak bersejarah yang disembunyikan di salah satu kuil terpencil. Tak lama Kris sunbae datang bersama beberapa bodyguard berbadan kekar yang selalu membuntutinya.

“Long time no see sunbae” sapa-ku seraya membungkuk menunjukkan kesopanan kepada yang lebih tua.

“Yeah Marcus, so..wanna dinner this night?” kata Kris sunbae sambil melepas kacamata hitamnya.

“Of cours.”Jawabku seadanya sembari menunjukkan senyuman miring andalanku.

….

At Myeongdong-do – On The Road

Sepulang dari dinner bersama Kris sunbae ketika menyusun strategi, aku merasakan ada seseorang yang membuntutiku.Seseorang yang kurasa selalu mengawasi gerak-gerikku dengan intens, orang yang berpengalaman.Dan kini aku melihat dari kaca spion motorku, ada sebuah mobil bercat hitam metalik yang mengikuti dari beberapa mobil penghalang.Mencurigakan sekali, apakah mereka merupakan orang suruhan. Ku hentikan laju motorku di depan pagar rumah mewah milik keluarga Ahn. Sudah lama aku tidak berkunjung di rumah Aeyeon ini.Ku-hampiri salah satu satpam yang sudah 5 tahun bekerja di rumah ini.

“Kyuhyun-ssi sudah lama tidak mampir, pasti mencari Aeyeon-ssi” ucap satpam yang ku ketahui bermarga Kim.

“Ne, boleh aku masuk?” ucapku berbasa-basi.

“Tentu saja, silahkan masuk” kata satpam tersebut sambil membukakan pagar.

….

Ku langkahkan kaki-ku menuju kamar paling ujung di lantai dua, kamar Aeyeon.Guci-guci mahal terpajang di sudut ruang keluarga yang kuketahui adalah milik Ahn ajjuma, ibu Aeyeon. Rumah ini sepi seperti tak berpenghuni, sepertinya kedua orangtua Aeyeon sedang dinas ke luar kota. Setiba di depan pintu bercat putih, tak perlu ku ketuk tiba-tiba pintu itu terbuka dan menampilkan wajah yang selalu menghiasi hatiku selama bertahun-tahun. Teman hidupku yang bawel dan selalu merecoki hidupku yang dikelilingi kejahatan.Gadis yang bagaikan seorang kekasih jika dilihat dari luar, padahal dia hanyalah sahabat. Akhir-akhir ini aku selalu merasakan keganjalan untuk definisi itu jika diberikan kepada Aeyeon, entah mengapa aku mulai merasakan sesuatu yang wajar akan hal dua mahkluk hidup yang perlu disatukan. Aku merasakan kecemburuan ketika dia membangga-banggakan seorang pria selain ayahnya di depanku.Aku merasakan kebencian ketika melihat seorang pria yang mendekati Aeyeon.Tidak perlu dijelaskan panjang lebar lagi, bahkan tidak perlu untuk les private tentang masalah ini aku sudah tahu jawabannya, aku ingin menggeser status Aeyeon sebagai sahabatku untuk menjadi kekasihku. Tetapi permasalahannya adalah apakah gadis itu akan senang hati menerima pengakuanku ini, kurasa tidak. Walaupun jenius tentu saja dia memerlukan waktu untuk mencerna hal itu baik-baik.

“Hyun!!!” suara Aeyeon membangunkanku dari lamunan.

“Ya!kau membangunkanku Pabo-Ae!” kataku balas berteriak, untung saja aku tak memiliki riwayat penyakit jantung.

“Kau yang mengagetkanku duluan Hyun-ah..berdiri di depan pintu kamarku sembari menghayal” ucap Aeyeon sambil bertolak pinggang.

“Sudah lama kita tidak camping, aku merindukan masa-masa itu, ayo kita bangun tenda tanpa bantuan siapapun” ucapku sambil menggenggam tangan mungil Aeyeon dan menarik gadis itu  menuju pekarangan rumahnya.

“Yaaa!!Kau selalu seenaknya saja Cho Kyuhyun!!” gerutu Aeyeon sambil memukul pelan bahuku.

….

At Ahn Home of Yard, Myeongdong

Aeyeon Pov

Bunyi jangkrik menjadi musik alam yang memenuhi lingkup daerah pekarangan kediaman Ahn.Musik favourite-ku dan Kyuhyun sedari dulu. Hening di antara kami berdua tak ada yang mengangkat bicara, hanya menatap api unggun yang menyala sabagai pengganti air conditioner untuk penghangat. Sudah lama kami tak melakukan camping seperti ini, merindukan masa-masa Kyuhyun menyanyikan sebuah lagu dengar merdu, menceritakan pengalaman terdahulu, dan makan ramyun dari panci.Mengingat soal makanan, tiba-tiba perutku lapar.

“Hyun, aku lapar.Di rumah tak ada makanan, bibi sedang pulang ke Mokpo.”Ucapku membuyarkan keheningan dengan sedikit memohon dan menampilkan puppy eyes.

“Dan intinya aku harus membeli ramyun” kata Kyuhyun mengerti sambil beranjak berdiri dari rumput hijau yang sedari tadi didudukinya.

“Hehehe..beli yang banyak yah Hyunnie..” ucapku cengengesan.

….

At Marriot Executive Appartement, Seoul

Yoonjae Pov

Ruangan yang sudah tidak terurus kini bertambah berantakan dengan dihiasi tumpukan data-data orang yang berkomplot dengan Kris Wu yang merupakan pemimpin muda organisasi gelap yang bergerak sangat tertutup.Tempelan foto-foto buronan kini tertempel di dinding ruang kerjaku bertambah banyak dengan limpahan tugas yang diserahkan oleh appa.Setelah seharian mengikuti Kyuhyun yang dicurigai sebagai tangan kanan Kris Wu, kini terbukti dengan kedekatan mereka berdua yang kulihat dengan mata kepalaku sendiri.Kyuhyun terang saja ikut membantu dalam suatu misi baru milik Kris Wu yang tak ku ketahui.Tetapi ada hal ganjil pada Kyuhyun, mengapa NIS tidak dapat melacak profile Kyuhyun dengan kemampuan kompeterisasi terbaik sekalipun, begitu juga dengan CIA (Central Intelligence Agency) yang jelas-jelas melindungi informasi tentang Kyuhyun dengan rapat.Benar-benar hal yang ganjil.‘Ting Tong’ bunyi bel apartement tanda ada seorang tamu, jarang-jarang ada tamu yang datang. Seingatku hanya appa yang kuberi tahu alamat apartement ini, sedangkan appa sekarang berada di Japan karena urusan dinas. Ku nyalakan intercom dan dari layar kecil intercom terlihat wajah dari orang yang kuselidiki, Cho Kyuhyun.Benar kata appa, dia bukanlah orang sembarangan.Kubuka pintu utama dan tersenyum kepada kenalan baruku.

“Annyeong Kyuhyun-ssi, dari mana kau mengetahui tempat tinggalku?” ucapku seolah tak terjadi apa-apa.

“Mr Hong, bisakah kau mempersilahkan masuk seorang tamu terlebih dahulu, setelah itu kau boleh memberiku seribu pertanyaan” kata Kyuhyun sambil tersenyum miring.

“Ah, maafkan aku. Silahkan masuk”

….

At RAF Menwith Hill – United States

Author Pov

“How the development of this case?” tanya seorang pria tua yang duduk di kursi empuk buatan Prancis.

“Confirmed the loss of the original Buddha statue has been stolen by an organization owned Kris Wu” jawab seorang pria ber-jas hitam sambil memegang sebuah comunicator berteknologi tinggi.

“Continue to monitor the information that you get. You may go” ucap pria tua itu mempersilahkan bawahannya kembali ke ruang kerjanya.

….

At Marriot Executive Appartement, Seoul – Yoonjae’s Appartement

Yoonjae Pov

“Jadi ada urusan apa kau kesini?” tanyaku to the point seketikan mengerti dengan gelagat yang ditunjukkan Kyuhyun yang kini duduk sambil memperhatikan seisi ruangan di living room.

“Hanya ingin menunjukkan diri saja tuan Hong, anak dari Hong Jongil” ucap Kyuhyun sambil tersenyum miring. Aku sangat benci melihat senyuman itu, seolah menyepelehkan diriku.

“Sepertinya kau mengenal ayahku.Apakah aku boleh memastikan bahwa kau adalah rekan dari Kris Wu?” kali ini aku sedang serius berhadapan dengan seseorang yang tak boleh di anggap lemah.

“Hhmm, dia memang rekan kerjaku.Apa saja yang ingin kau cari tahu tentangku? Akan kujawab dengan senang hati” tutur pria yang mengenakan jaket berwarna grey dengan celana training.

“Apa yang kau rencanakan sebenarnya? Kau bukan komplotan dari organisasi itu, ralat jika perkataanku tadi salah” aku tidak sepenuhnya percaya kalau Kyuhyun adalah bagian dari organisasi gelap itu, karena data semua anggota bahkan data Kris Wu juga telah mereka dapatkan, hanya Kyuhyunlah satu-satunya orang yang diketahui memiliki hubungan dengan organisasi itu yang tidak dapat dilacak data lengkapnya.

“Sepertinya instingmu lumayan bagus Yoonjae-ssi.Dan yang ku rencanakan sekarang adalah sesuatu yang tak mampu di kerjakan dengan fasilitas yang dimiliki NIS South Korea.Maaf aku tak bisa berlama-lama disini, ada seseorang yang hampir mati kelaparan menungguku di rumahnya. Annyeong Yoonjae-ssi.” Ujar Kyuhyun sembari berdiri dari duduknya dan langsung melengos hilang dibalik pintu appartementku.Ternyata benar dugaanku, dia bukanlah komplotan dari organisasi gelap itu. Tetapi siapa sebenarnya Kyuhyun itu, apa maksud dari perkataannya.

….

At Ahn Home’s, Myeongdong

Aeyeon Pov

Sudah satu jam satu jam Kyuhyun tidak kembali, padahal supermarket yang menjual ramyun hanya sepuluh menit perjalanan mengendarai motor. Apakah terjadi sesuatu pada Kyuhyun, aku sungguh khawatir padanya.Semenjak menginjak bangku sekolah menengah atas, aku sering menemui Kyuhyun yang mendapati luka goresan ataupun sayatan benda tajam.Entah karena berkelahi atau apapun itu, Kyuhyun tidak pernah menceritakannya padaku.Sudah lama aku ingin memberi tahu Kyuhyun kalau dia telah berubah.Bukan seperti Kyuhyun yang ku kenal. Tak lama bunyi mesin sepeda motor milik Kyuhyun terdengar, dia datang sambil membawa sebungkus ramyun dan minuman kaleng.

“Hyun, kenapa lama sekali?apa terjadi sesuatu?” tanyaku saat dia baru saja duduk sambil menyilakan sepasang kakinya yang panjang.

“Aniyo, hanya mampir ke rumah teman sebentar” jawab Kyuhyun sembari meneguk sekaleng coffee.

“Ah..apa kau merasa ada yang berubah di antara kita?” kali ini aku memberanikan diri untuk memulai ke inti perbincangan.

“Ya.Kau, semakin centil pabo-ae” kata Kyuhyun sambil menoyor jidatku.

“Hei..aku serius Hyun. Kau banyak berubah, dari Hyun yang dulu kukenal kini kau menjadi agak sedikit liar” tuturku hati-hati takut menyinggung perasaannya.

“Artinya kau belum betul-betul mengenalku Ae-ya.Belajarlah memahami diriku lebih baik lagi.Walaupun aku tidak memberitahumu tentang apa yang kusembunyikan, kau masih tetap harus menyeleksi dengan bijak perubahan apa yang benar-benar terjadi disengaja ataupun tidak disengaja” jelas Kyuhyun sambil menuangkan air panas ke dalam ramyun cup.

“Jadi, apakah kau bersembuyi di balik topeng?” tanyaku lagi.Perkataannya seperti sebuah clue atas semua pertanyaan yang ada di benakku.

“Bisa jadi, maka dari itu kau jangan selalu memecahkan ribuan rumus matematika saja, cobalah memecahkan miliaran rumus dunia” kata Kyuhyun bijak, walaupun penampilannya seperti seorang preman, tetapi ku akui Kyuhyun adalah seseorang yang patut diteladani dalma hal pemikiran objektif.

“Dan apakah benar aku belum betul-betul mengenalmu?Ku rasa hanya kau saja yang tidak mengijinkanku untuk mengenalmu lebih jauh” ujarku sedikit kesal, ku rasa aku sudah cukup banyak mengenal Kyuhyun.Mulai dari kebiasaan baik dan buruknya di masa lalu, hingga perubahan-perubahan yang ditunjukkannya dua tahun terakhir.

“lebih baik habisi ramyun-mu itu sebelum dingin” ucap Kyuhyun mengalihkan pembicaraan.

“Cih, mengalihkan pembicaraan” cibirku di balas dengan tawa Kyuhyun.

….

||Monday|| At Hannyoung High School, Seoul

Kyuhyun Pov

Hari ini aku sengaja datang lebih cepat dari biasanya.Sengaja, ingin membaca materi-materi yang cukup tertinggal karena tidak fokus untuk sekolah.Banyaknya tuntutan masalah yang dibebankan padaku sudah cukup untuk menyita waktuku untuk belajar.Sudah lama aku ingin langsung menyelesaikan kasus itu, tetapi selalu saja belum mendapatkan waktu yang tepat mengingat belum matangnya rencana yang ku susun untuk menghadapi orang kelas dunia itu. Memakan waktu yang cukup lama untuk menghadapi orang itu, bahkan sudah 69 rekan kerjaku tewas karena menjalankan misi rahasia yang diemban. Beresiko tinggi jika berhadapan dengan mereka, jangan sampai aku bernasip sama dengan rekan-rekan kerjaku itu. ’Tit’ handphone-ku bergetar, mendapatkan sebuah pesan email dari Scot Nozawa temanku yang berada di Amerika Serikat.

From: S. Nozawa

Later in the afternoon you will be pickep up using the jet, Prof. Russel William wants to meet you. Do a lot of reasons. “selalu menggunakan bahasa baku” gumam-ku. Hyungku yang satu itu memang benar-benar payah dalam berbahasa inggris.

To: S. Nozawa

Ok

….

Yoonjae Pov

Kini jam istirahat, aku menghabiskan waktu bersama Aeyeon di kantin, dia merupakan gadis yang jarang kutemui. Gadis jenius, tetapi sering ceroboh. Tak terhitung kali dia melupakan pancil case-nya sehingga aku meminjamkan pena untuknya, tidak membawa buku Biologi sehingga dia harus berdiri di depan kelas, dan yang terakhir dia terpeleset karena menginjak kulit pisang yang dibuangnya sendiri. Tetapi hal itu tak menutup keanggunan gadis muda tersebut.Lulus dari Annyang Junior High School dengan nilai ujian nasional tertinggi di South Korea, menjadi duta pelajar se-South Korea, dan masih banyak lagi segudang prestasi yang dimilikinya.

“Aeyeon, jujur saja aku tidak percaya bahwa gadis seceroboh kau ternyata adalah gadis dengan segudang prestasi” ujarku sambil menyantap ramyun kimchi yang sisa setengah piring.

“Aku anggap itu pujian. Tetapi, pasti kau tidak akan percaya bahwa Kyuhyun, namja dengan peringkat terbawah di semester ini ternyata dulunya adalah seorang pemegang mendali emas olimpiade matematika, ketua OSIS di Annyang JHS, bahkan pemenang kontes photographe se-international” jelas Aeyeon yang membuatku hampir tersedak. Jadi selama ini agen NIS keliru dengan fisicly yang diperlihatkan Kyuhyun.

“Hei..kau pasti sangat membanggakan pria itu” goda-ku.

“Tentu saja, dia sudah ku anggap sebagai teman sehidup sematiku” jawab Aeyeon polos.Apa benar gadis itu beranggapan seperti yang terlontar barusan.

“Berarti kau mengharapkan Kyuhyun menjadi suamimu. Teman sehidup semati”

….

Kyuhyun Pov

Berdiri untuk bersembunyi dari gadis yang kucintai, hanya untuk memastikan bahwa gadis itu akan aman dan tidak dimanfaatkan oleh pria yang baru dikenalnya. Memperhatikan Aeyeon yang sedang makan berdua bersama Yoonjae seorang agen NIS yang mencurigaiku sebagai komplotan organisasi gelap, sungguh membuatku ingin tertawa.Kalau intejen sekelas mereka saja bisa terkecoh, berarti penyamaranku berhasil.Samar-samar aku mendengar suara Aeyeon yang sedang menceritakan tentang diriku.

“Aku anggap itu pujian. Tetapi, pasti kau tidak akan percaya bahwa Kyuhyun, namja dengan peringkat terbawah di semester ini ternyata dulunya adalah seorang pemegang mendali emas olimpiade matematika, ketua OSIS di Annyang JHS, bahkan pemenang kontes photographe se-international” ujar Aeyeon, membuat senyumku mengembang. Berarti selama ini Aeyeon selalu memperhatikanku, walaupun hanya sekedar prestasiku yang mencolok saja.

“Hei..kau pasti sangat membanggakan pria itu” goda Yoonjae. Pasti anak baru itu ingin mengetes sejauh mana perasaan Aeyeon padaku.

“Tentu saja, dia sudah ku anggap sebagai teman sehidup sematiku” jawab Aeyeon polos.Aku terdiam mendengar jawaban dari mulut mungil itu.Jawaban ambigu yang pernah diucapkannya.

“Berarti kau mengharapkan Kyuhyun menjadi suamimu.Teman sehidup semati” kata Yoonjae membuatku semakin pusing.

-Flashback-

  1. 45 – At Annyang JSH

“Hyun.. kaki-ku terkilir..” ucap seorang gadis mungil sambil menangis, seolah mengadu padaku.

“Sini, naik ke punggungku.Akan ku antarkan ke UKS” kata-ku sambil memunggungkan Aeyeon membentuk gestur tubuh agar gadis itu bisa dengan gampang naik ke atas punggungku.

“Gomawo Hyun-ah, kau memang teman sehidup sematiku, sahabat”

  1. 14 – At Kyuhyun Home’s

“Wuah Won Bin ajjushi sangat keren main di film itu, sesosok pria misterius yang selalu menjadi penolong!” seru Aeyeon yang tengah asik menonton salah satu film percintaan di rumahku.

“Sudah malam, suaramu itu bisa membangunkan hantu penjaga rumah ini” ujarku menakut-nakuti Aeyeon.

“Eii..jangan mengambil alasan seperti itu. Eh tapi aku ingin menjadikan sosok Won Bin di film itu sebagai teman sehidup sematiku, suami”

-End Flashback-

….

At Federal Bureau of Investigation Office, Gyenggi-do

Author Pov

Di daerah perbukitan Chongnyeongsan, dengan suasana pegunungan yang masih asri belum terjamah oleh polusi Kyuhyun berada sekarang, memasuki sebuah gedung elit yang tersembunyi dengan berbagai fasilitas yang tentu saja dapat dikatakan sangat canggih.Penjagaan ketat oleh pria-pria berkulit hitam, dengan setelan jas yang melengkapinya, pria-pria tersebut menghampiri Kyuhyun yang baru saja masuk melewati pintu utama.

“Silahkan masuk agen Cho, anda sudah ditunggu oleh Mr Nozawa” ucap sang pria negro yang fasih berbahasa Korea. Salah satu staff di kantor ini yang sudah mengenal Kyuhyun.

“Terima kasih, Radolf” kata Kyuhyun sambil berjalan lurus menuju halaman belakang tempat pendaratan pesawat.

….

At Namsan Tower, Seoul

Yoonjae Pov

Setelah melakukan janji bersama Aeyeon untuk jalan-jalan, kini aku duduk di bangku kayu bercat putih sambil menggenggam segelas milk coffee sambil menunggu Aeyeon. Sudah sepuluh menit aku menunggu, gadis itu tak kunjung datang, padahal sudah lewat dari jam yang dijanjikan. Kebiasaan para wanita yang sudah kuketahui, berlama-lama di depan cermin hanya untuk mengolesi bubuk-bubuk berbahan kimia, mengoleskan benda berujung merah ke bibir, dan menebalkan alis mereka menggunakan benda panjang dengan ujung hitam entah apa namanya. Tiba-tiba kedatangan seorang gadis yang tergesa-gesa membuyarkan lamunanku.Gadis yang mengenakan kaos putih yang dilapisi jaket kebesaran, dengan rambut digerai, dan wajah tanpa olesan bahan kimia.Gadis berwajah childish, yang mempesona terlihat sangat polos.Seketika sudut bibirku terangkat, memperhatikan sudut yang berbeda dari gadis ini.Dia tidak mementingkan penampilan, tidak menebar kecantikan yang sudah dimilikinya.

“Maaf aku terlambat, tadi aku mampir ke rumah Kyuhyun dulu, tapi dia tidak ada, huh menyebalkan” kata Aeyeon sambil me-lap keringat di dahi yang bercucuran.

“Tidak apa-apa, sini biar aku bantu” ucapku sembari membantu me-lap keringat Aeyeon dengan telapak tanganku, kulit gadis itu terasa halus.

“A..a..aniyo, biar aku saja” kata Aeyeon gugup, semburat merah menghiasi pipi gadis itu. Apakah dia malu padaku..

“Baiklah. Jadi apa kau ingin kita naik ke atas sana?” kali ini aku sengaja mengalihkan pembicaraan. Kasihan melihat wajahnya yang tersipu malu atas kelakuanku.Aku sudah memahami sifat-sifat wanita kalau sudah berhadapan seperti ini.Ya, aku sering bergonta-ganti pasangan, hanya untuk kesenangan semata.

“Ya..sudah lama aku tak kesini. Biasanya aku selalu pergi bersama Kyuhyun” ujar gadis itu sambil menganggukkan kepalanya.Kyuhyun lagi yang dibahasnya, apakah pria yang dia kenal hanya Kyuhyun.Dan aku benar-benar memilih orang yang tepat.

“Apakah Kyuhyun tidak akan marah jika kau pergi bersamaku?” tanyaku ingin tahu.

“Pasti dia akan marah. Hehehe..tenang saja, aku akan bertanggung jawab jika kau akan dihajar oleh dia.. ” tukas Aeyeon sambil menampilkan cengiran layaknya anak kecil.

“Wah, pasti dia pandai beladiri” kata-ku mencoba menebak-nebak.

“Tentu saja!Dia itu pemegang sabuk hitam taekwondo.Bahkan sudah banyak kasus perkelahiannya hingga rata-rata lawannya babak belur.”Jelas Aeyeon bersemangat, apakah gadis ini membanggakan tingkah laku pria yang buruk?

“Berarti pria yang tidak baik, sebaiknya kau jangan terlalu dekat dengannya Aeyeon-ssi” ucapku memberi nasihat pada gadis polos itu.

“Aniyo!Dia itu berkelahi bukan karena kemauannya, tetapi anak-anak nakal itu selalu mengganggu Kyuhyun, sehingga dalam keadaan terdesak terpaksa dia harus melawan bukan?” kata Aeyeon membenarkan.Banyak informasi yang kudapatkan dari gadis ini.

….

At RAF Menwith Hill – United States

Author Pov

Pesawat jet yang ditumpangi Kyuhyun mendarat sempurna di halaman belakang gedung tersembunyi ini. Dengan berbagai aktivitas di dalamnya memperlihatkan kesibukan para staff yang berjalan cepat seolah-olah sedang sangat sibuk dan tak dapat diganggu. Kyuhyun berjalan mendahulu pria berkebangsaan Japan, yang diketahui bernama Scot Nozawa.Orang-orang terpilih dari berbagai negara bekerja untuk menjadi intelejen berkumpul untuk menangani kasus besar yang kini telah diselidiki oleh Kyuhyun, salah satu agen terbaik yang sangat diandalkan dan diakui kemampuannya.

“Markus Cho, how are you?” sapa seorang gadis berkebangsaan Thailand sembari memeluk tubuh Kyuhyun dari belakang.

“fine, sorry i’m busy now” ucap Kyuhyun sambil melepaskan kedua lengan gadis bernama Pariyachat Limthammahisorn atau biasa di panggil Pariya dan langsung berjalan ke ruangan rapat yang berada di lantai 53.

“Shit” gumam Pariya sembari mengunyah permen karet yang sedari tadi berada di dalam mulutnya.

….

Kini Kyuhyun berada di dalam sebuah ruangan yang luas dengan sebuah layar LCD big size tergantung disalah satu sudut ruangan, dengan puluhan bendera dari berbagai negara yang mengelilingi seisi ruangan.Tidak hanya Kyuhyun yang berada di ruangan ini, tetapi ada beberapa orang penting dan terpilih yang sedang duduk berhadap-hadapan.

“now, i have allowed you to do a follow up on this case agent Cho” ucap pimpinan Kyuhyun di FBI, Russel William.

“from the data that we found, Kris Wu led organization has moved to deceive us” sambung salah satu petinggi CIA, Michael Clifton yang bertugas mengorganisir data-data seluruh umat manusia di muka bumi menggunakan berbagai kecanggihan teknologi.

“You’re right Mr Clifton, mereka telah melangkah duluan untuk mengelabuhi kita semua..tetapi mereka gagal” kata Kyuhyun menggunakan bahasa Korea yang dapat dimengerti oleh semua orang yang berada diruangan itu menggunakan alat penerjemah, mata Kyuhyun menatap tiang kayu berukuran pendek yang dugunakan untuk menopang bendera RRC.

“What do you founded?” tanya Scot Nozawa. Semua orang menunggu jawaban Kyuhyun dengan tampang serius.

“Alat penyadap telah dipasang oleh orang dalam” jawab Kyuhyun sambil tersenyum evil karena telah berhasil menemukan benda terlarang yang bisa saja menggagalkan kerja keras mereka selama dua tahun terakhir.

….

At Ise Grand Shrine – Japan

Author Pov

Di kuil yang paling suci di Jepang, kini dijadikan sebagai tempat persembunyian organisasi gelap oleh Kris Wu.Bagaimana bisa? Tentu saja pria dengan tinggi hampir mencapai 190 cm ini selalu memiliki trik-trik licik untuk mendapatkan apa yang dia inginkan. Kuil yang didedikasikan untuk materasu (dewi matahari) dan telah dibangun sejak 4 SM menyimpan beberapa aset penting kekaisaran Jepang, hal itu yang membuat Kris Wu menyuruh beberapa anak buah untuk membunuh orang-orang terkait yang berhubungan dengan kuil ini. Selain tempat ini yang sangat sulit untuk dikunjungi karena letaknya terpencil, tempat ini juga merupakan tempat yang tertutup oleh wisatawan membuatnya menjadi tempat yang strategis untuk dijadikan markas.

Sang pemimpin muda kini sedang berkomunikasi dengan salah satu orang suruhannya melalui communicator.

“Apa bukti yang kau dapatkan?” tanya Kris Wu tidak ingin menghabiskan waktu lebih lama lagi.

“aku telah memasang penyadap, yang bisa kau akses langsung. Sekarang telah terhubung di computer anda tuan” ucap seorang wanita dari seberang.

“Baiklah” kata Kris Wu dan langsung memutuskan sambungan video call.Setelah itu tanpa aba-aba, Kris Wu langsung mengaktifkan computer miliknya dan mengaktifkan sambungan penyadap otomatis yang kini tengah menayangkan beberapa orang yang tengah duduk berhadap-hadapan sembari membahas organisasi yang dijalankan oleh Kris Wu itu sendiri.

“now, i have allowed you to do a follow up on this case agent Cho” ucap pimpinan Kyuhyun di FBI, Russel William.

“from the data that we found, Kris Wu led organization has moved to deceive us” sambung salah satu petinggi CIA, Michael Clifton.

“You’re right Mr Clifton, mereka telah melangkah duluan untuk mengelabuhi kita semua..tetapi mereka gagal” kata Kyuhyun menggunakan bahasa Korea yang dapat dimengerti oleh semua orang yang berada diruangan itu menggunakan alat penerjemah, mata Kyuhyun menatap lurus ke arah Kris Wu yang tertampil di layar. Kyuhyun telah mengetahui bahwa ada kamera tersembunyi beserta penyadap.

“What do you founded?” tanya Scot Nozawa. Semua orang menunggu jawaban Kyuhyun dengan tampang serius.Kris Wu langsung mematikan computernya tanpa menunggu jawaban Kyuhyun.Baginya itu sudah jelas, dia telah salah sangka pada tangan kanannya itu.

“Habisi Markus Cho. Bawa jasadnya di hadapanku” ucap Kris Wu geram yang membuat beberapa pengawalnya bergidik.

….

At Namsan Tower

Yoonjae Pov

Berdiri di depan ribuan gembok yang melekat di pagar-pagar besi yang lumayan panjang menampilkan beribu pasang nama yang terdapat di masing-masing gembok tersebut. Sudah menjadi tradisi orang korea yang mempercayai cinta mereka akan abadi dengan bantuan sebuah gembok.

“apa kau pernah melakukan hal seperti itu?” tanyaku pada Aeyeon sembari menggidikkan kepala ke arah sepasang kekasih yang sedang memasang gembok cinta.

“tentu saja!” jawab gadis itu bersemangat.

“kau pasti percaya dengan hal mistis” gurau-ku yang dibalas dengan tinjuan ringan dari Aeyeon yang mengarah ke bahuku. Seketika kedua bola mataku memperhatikan sebuah gembok yang mencolok.Gembok tua dengan bahan anti karat dan sangat kokoh buatan Rusia yang biasanya terdapat di instansi-instansi pertahanan.Ku pegang gembok itu dan menemukan sebuah sayatan yang disengaja.

“CKH & AAY” gumamku yang masih bisa terdengar oleh pendengaran Aeyeon.

“itu milikku dan Kyuhyun. Waktu duduk di bangku kelas satu sekolah menengah pertama, kami meniru tingkah laku senior-senior kami. ”

 

Flashback

Author Pov

Cuaca yang tidak bersahabat membuat Kyuhyun dan Aeyeon membatalkan niat untuk lebih berlama-lama di Namsan Tower.Seketika menuruni tangga, mata Aeyeon menemukan sepasang orang yang dikenalnya.

“Sunbae! Apa yang kalian berdua lakukan?” tanya Aeyeon bersemangat. Aeyeon sangat mengidolakan sepasang kekasih ini, senior paling populer di sekolah.

“Ah, Aeyeon-ssi, Kyuhyun-ssi. Kami ingin memasang gembok” jawab Han Hyojo, senior yang berada di kelas 9 dengan bakat sebagai photograp”

“Gembok?” tanya Kyuhyun tidak mengerti dengan tujuan yang dimaksud oleh seniornya itu.

“mitos, jika sepasang kekasih memasang sebuah gembok disini, dan mencantumkan nama kedua orang tersebut maka cinta mereka akan abadi” jelas Han Hyojo lagi dengan anggukan Choi Jaejin kekasihnya yang menjabat sebagai ketua OSIS.

“Wahh..aku ingin mencoba!” kata Aeyeon antusias. Semua mata tertuju pada Aeyeon.

“Memangnya kau punya kekasih?” tanya Kyuhyun setengah mencibir, sontak Aeyeon melemas.

“Hemm..kami duluan yah, sampai jumpa dongsaeng” kata Hyojo dan Jaejin berpamitan.

“Ne sunbaenim” jawab Kyuhyun dan Aeyeon kompak.Setelah kepergian sepasang kekasih itu, hening tercipta di antara mereka berdua.Hanya diam menatap ribuan gembok tanpa berniat melakukan sesuatu.Kyuhyun yang sedari tadi memperhatikan tingkah Aeyeon yang memasang wajah sedih membuat Kyuhyun menjadi gusar.Tiba-tiba Kyuhyun teringat sesuatu.

“Hei, jangan cemberut pabo-ya.Ayo kita pasang gembok ini juga” ucap Kyuhyun memecahkan keheningan.Kyuhyun mengeluarkan sebuah gembok yang terlihat kokoh dari dalam ranselnya.Seketika itu mata Aeyeon berbinar.

“Kau memang selalu mengerti diriku Hyun-ah!!” kata Aeyeon sembari memeluk pinggang Kyuhyun gemas.Seketika itu tubuh Kyuhyun menegang, merasakan debaran tak karuan saat mereka berdua melakukan sebuah kontak tubuh.

“Hemm..lepaskan dulu. Aku ingin menulis nama kita berdua di gembok ini” pelukan Aeyeon mengendur, hati Kyuhyun mencelos, mengharapkan adanya perpanjangan waktu.Merutuki kebodohannya yang meminta gadis itu agar melepaskan pelukan yang diharapkan Kyuhyun.

“Jadi kita akan menulis pakai apa? kurasa kalau menggunakan pena atau spidol pasti akan mudah terhapus” simpul Aeyeon sembari memperhatikan gembok yang dipegang Kyuhyun.

“Aku punya ide” kali ini Kyuhyun mengeluarkan sebuah benda berukuran kecil dari balik jaket kulitnya. Kyuhyun menggores-goreskan permukaan tumpul benda itu di atas gembok membentuk sebuah singkatan nama ‘CKH & AAY’

“Wah daebak!!Cepat-cepat pasang disana!” kali ini Aeyeon betul-betul bersemangat setelah melihat ukiran tangan Kyuhyun yang tidak terlalu bagus tetapi pria itu membuat ukiran itu dengan penuh usaha yang kuat, mengingat gembok besi itu terbuat dari bahan yang kokoh.

“Iya..iya.. sabar sedikit nona manis” cibir Kyuhyun yang langsung memasangkan gembok itu untuk bergabung dengan kerumunan gembok lain. Setelah mengunci gembok itu, kyuhyun melempar kunci gembok itu ke arah sebuah danau buatan yang berada tak jauh dari tempat tersebut.

“Kau puas nona muda Ahn?” sindir Kyuhyun ketika melihat wajah kagum Aeyeon.

“Sangat puas.Ku harap kunci itu akan dimakan oleh buaya dan tak akan ada yang bisa merusak gembok ini” kata Aeyeon penuh harap.

“dan asal kau tahu kita adalah satu-satunya manusia yang memasang gembok ini tanpa status sebagai kekasih” tambah Kyuhyun membuat Aeyeon terpikir sesuatu.

“Kau benar Hyun, bagaimana suatu hari nanti saat aku dan suamiku kelak berkunjung ke sini, kemudian dia melihat gembok yang kita pasang bagaimana?Nanti dia akan salah paham” ujar Aeyeon sambil menarik-narik ujung lengan jaket Kyuhyun.

“tidak usah kau khawatirkan, karena hal itu tak akan terjadi” ucap Kyuhyun menenangkan, dan seketika itu hujan turun dengan deras tanpa menunggu aba-aba. Kyuhyun dan Aeyeon berlarian ke arah sebuah pohon yang mungkin saja bisa menjadi tudung mereka berlindung.

End Flashback

“Hahaha, berarti kau dulu seorang peniru” gurau-ku.

“Hei, saat itu aku masih seorang anak yang labil!” bantah Aeyeon, aku paham akan hal itu.

“Ngomong-ngomong gembok ini terlihat sangat kokoh, benda apa yang Kyuhyun gunakan untuk mengukir nama kalian?” tanyaku karena kurang puas atas penjelasan Aeyeon.

“Aku tak terlalu memperhatikannya, tapi kalau tak salah seperti peluru.” Jelas Aeyeon, aku tercengang mendengar penjelasan barusan.

“Anak kelas satu mempunyai peluru?” tanyaku hati-hati.

“Itu hal wajar karena kakeknya seorang intelejen. Dia juga sudah diajari cara menembak dengan jitu” ujar Aeyeon. Kini aku sudah bisa mengambil kesimpulan.Cho Kyuhyun bukanlah anggota organisasi gelap, tetapi dia seorang intelejen, selama ini NIS salah sangka.

….

At RAF Menwith Hill – United States

Pengamanan di gedung ini telah diperketat, para staff yang berada mulai diperiksa.Kyuhyun berjalan santai ke arah rooftop sembari mengendurkan dasi kemeja sekolahnya, Kyuhyun memang belum mengganti pakaiannya sehabis selesai KBM, dan langsung menuju US.Setiba di rooftop, Kyuhyun memperhatikan tingkah seorang gadis yang dikenal sebagai Pariya yang kini sedang sibuk mengotak-ngatik laptopnya yang terhubung dengan kabel-kabel berwarna merah dan kuning.Gadis itu tersadar bahwa ada seseorang yang tengah memperhatikannya, menandakan aksi gadis itu tengah terpergok.Perlahan-lahan Pariya mengeluarkan sebuah pistol yang telah siap untuk mengeluarkan lahar panas. Dalam satu gerakan Pariya mengacungkan pistol itu kearah Kyuhyun dengan jari yang cepat langsung menarik pelatuk, ‘door!’.Tetapi sepersekian detik pistol yang dipegang oleh gadis berkebangsaan Thailand itu terlempar oleh hantaman peluru yang keluar dari pistol digenggaman Kyuhyun.

“Mrs Limthammahisorn, you lose’ ucap Kyuhyun menarik ujung sudut bibirnya, memperlihatkan evil smilenya.

….

At Banana Cafe, Seoul

Aeyeon Pov

Cafe yang terkenal akan cita rasa ice cream dengan bahan baku alami yang terbuat dari pisang ini menjadi objek nomor satu di kalangan anak muda, tak terkecuali aku yang memang sering kali mengunjungi tempat ini. Duduk di sudut ruangan bersama Yoonjae, menikmati banana ice cream dengan caramel yang menambah rasa manis. Pria yang kini duduk di depanku telah berhasil merebut semua fokus perhatianku hanya padanya.Entah daya tariknya berhasil membuatku selalu ingin tahu segala sesuatu yang dia sukai, yang dia kagumi, hal-hal yang dia benci, dan semuanya yang berkaitan dengannya.

“Jadi, apa hobby-mu Yoonjae-ssi?” tanyaku ingin tahu.Jujur saja sejak dia pindah ke Hannyoung, dia tidak bergabung dengan ekskul apapun.

“Skateboard.Aku juga suka travelling” jawab Yoonjae sambil tersenyum padaku. Senyuman manis bagai malaikat. Berbanding terbalik dengan Hyun yang memiliki senyuman seperti malaikat pencabut nyawa.

“Yah, sayang sekali di sekolah tidak ada ekskul skateboard..padahal aku ingin melihatmu berseluncur di atas benda beroda itu” kataku kecewa. Tiba-tiba Yoonjae memajukan tubuhnya ke arahku.Badanku menegang saat jarak di antara kami kian menyempit.Tiba-tiba tangan kanan Yoonjae terjulur kearah sudut bibirku. Dia menghapus sisa cream yang tertempel di sudut bibirku. Aku menunduk takut dia melihat wajahku yang bersemu merah.

“Maafkan kelancanganku..aku hanya..”

“Tidak apa-apa” potongku mengerti apa yang dimaksud.

….

At RAF Menwith Hill – United States

Setelah berhasil menangkap Pariya, yang merupakan bagian dari organisasi pimpinan Kris Wu, kini Kyuhyun siap kembali ke Seoul walaupun dengan seribu kewaspadaan karena kedoknya telah diketahui oleh Kris Wu. Sebelum berangkat menggunakan jet milik FBI, Kyuhyun ingin memastikan keberadaan gadis itu, Aeyeon. Kyuhyun ingin mengantisipasi keberadaan orang-orang terdekatnya yang bisa saja menjadi sasaran kemarahan Kris Wu.

“Yeobseyo Hyun..” suara seorang gadis terdengar dari ponsel genggam Kyuhyun.

“Kau dimana?” tanya Kyuhyun tak ingin bertele-tele.

“Banana Cafe” jawab gadis itu singkat.

“Dengan siapa?” tanya Kyuhyun lagi.

“Yoonjae-ssi.Kau seperti sedang mengintrogasiku Hyunnie” kata Aeyeon merengut.

“Jangan percaya atas perlakuan pria itu, dia hanya sedang memanfaatkanmu.Tetapi sekarang kau aman bersama dengannya.Suruh dia antar kau pulang sampai rumah” ucap Kyuhyun dan langsung mematikan sambungan telefon sepihak.

….

At Ahn Home, Myeongdong

Mobil putih keluaran Hyundai berhenti tepat di depan kediaman menteri Ahn, rumah Aeyeon. Rumah mewah bercat putih seolah-olah bagaikan istana bunga lily.

“Kita sudah sampai nona Ahn” suara Yoonjae mengagetkan Aeyeon yang hampir saja memasuki alam mimpi.
“Kau benar” sahut Aeyeon dengan suara serak.Kemudian gadis mungil itu melangkah turun dari mobil mahal milik Yoonjae.Pria itu juga turun dari kursinya dan menghampiri Aeyeon yang tengah berdiri.Dan dengan sentuhan lembut mencium bibir tipis Aeyeon, tidak lama tetapi mampu membuat hati Aeyeon berdebar.

“Terima kasih atas bantuanmu nona muda Ahn.Kumohon jangan menganggap hal barusan terlalu serius. Aku tidak menganggapmu sama seperti gadis-gadis lain yang sering ku kencani, maka karena itu aku tidak bermain-main denganmu sebelum mengantarmu pulang” ujar Yoonjae sedikit bersalah pada gadis polos yang kini tengah menahan air matanya.

“Kau memang lancang!” ucap Aeyeon dan di akhiri dengan satu tamparan keras yang mulus mendarat di pipi kiri Yoonjae.Aeyeon langsung berlarian ke dalam rumahnya dan membanting pintu rumah dengan keras.Sedari tadi ada sepasang mata yang memperhatikan kejadian itu dengan seksama.Pria berjaket hitam yang menggunakan topi sehingga menyamarkan penyamarannya.Pria itu menggeram kesal.

….

On The Road

Author Pov

Jalanan Seoul lenggang di tengah malam.Hanya sesekali berpapasan dengan kendaraan-kendaraan di daerah elit ini.Kyuhyun melajukan motornya untuk mengejar mobil Hyundai yang dikendarai oleh Yoonjae.Agar tak membuang waktu lebih lama lagi, Kyuhyun melepas satu tembakan ke arah ban belakang mobil Yoonjae, sehingga mobil itu oleng dan menabrak sebuah pohon pinus.Yoonjae keluar dari mobil dengan geram, menampilkan sisi lain sikapnya.

“Apa-apaan kau Agen Cho?!” pembicaraan diawali oleh Yoonjae.Kyuhyun tersenyum licik sembari turun dari motornya.

“Ternyata kau sudah mengetahui siapa diriku sebenarnya.Sungguh creative memanfaatkan gadis itu untuk mengorek informasi tentang diriku,” kata Kyuhyun menunjukkan kemarahannya saat mengatakan ‘gadis itu’.

“Dan kau telah membuatku harus menghajar wajah brengsekmu itu!” sambung Kyuhyun sembari melayangkan tinjunya ke arah wajah Yoonjae dengan gesit sehingga dapat membuat seorang agen muda kebanggaan NIS South Korea terkapar di tanah.Darah bercucuran keluar dari sudut mulut Yoonjae.Kyuhyun sadar bahwa tidak sepenuhnya itu adalah kesalahan Yoonjae. Seharusnya Kyuhyun bisa saja dengan enteng menunjukkan kartu pengenal sebagai agen FBI pada Yoonjae yang sedang menyelidiki Kyuhyun atas dugaan berkomplot dengan organisasi gelap, tetapi dengan sifat Kyuhyun yang ingin mengerjai salah satu agen NIS yang berhasil merebut perhatian Aeyeon darinya, membuat Kyuhyun tak ingin membantu pekerjaan Yoonjae. Tetapi, tindakan Yoonjae yang memanfaatkan Aeyeon membuat Kyuhyun hilang kendali.

“Enyahlah dari hadapanku” suatu kalimat yang menandakan seorang Cho Kyuhyun benar-benar tidak bermain-main membuat Yoonjae tertegun.

….

At National Intelligence Service (South Korea)

Waktu menunjukkan pukul 02.14 pagi. Suasana di kantor NIS tampak sibuk dengan dokumen-dokumen yang baru saja di fax dari CIA. Hanya tim khusus saja yang berada di ruangan tertutup ini, salah satunya Yoonjae.

“Jadi, selama ini FBI juga mengejar organisasi gelap milik Kris Wu?” tanya Baek Dongsoo, seorang ahli penjinak bom.

“Ya, bahkan mereka sudah jauh lebih cepat melangkah dari pada kita” jelas Yoonjae yang sedari tadi menahan sakit di sudut bibirnya.

“Jadi benar Cho Kyuhyun adalah anggota FBI?Sungguh penyamaran yang sempurna” kali ini Im Yuri angkat bicara. Yuri yang merupakan seorang penyusun strategi tak menyangka akan hal itu. Yuri merupakan dosen di sebuah universitas swasta di Seoul, sekaligus pernah menjadi guru bantu di Hannyoung High School.

“Hhmm, begitulah noona” kata Yoonjae tak bersemangat. Setiap mendengar nama Kyuhyun disebut, dia ingin sekali menghajar balik wajah preman milik Kyuhyun itu.

“Dan apa langkah kita selanjutnya appa? FBI juga telah turun tangan, berarti kita sudah perlu melepas kasus ini” tanya Yoonjae pada Hong Jong-Il, President NIS.

“FBI telah mengirim fax agar kasus ini diserahkan pada intelegen international, lupakan kasus ini” ujar Hong Jong-il disambut anggukan anak buahnya.

….

At Kyuhyun Home’s – Nohwon

Rumah mewah dengan interior modern milik keluarga Cho kini sedikit berubah dengan kedatangan kembali tuan rumah, Cho Younghwan. Setelah meresmikan yayasan yang baru saja didirikan di salah satu provinsi di Philipina, kini Younghwan kembali untuk menemui keluarganya yang sudah seminggu ditinggalkan.

“Kyuhyun-ah, kau baru pulang nak?” tanya nyonya Cho, yang sedari tadi memang belum tidur karena menunggu suaminya kembali.

“Ne amma.Ada urusan pekerjaan.”Jelas Kyuhyun singkat sambil melepas jaket hitamnya.

“Ambil cuti dulu, kau tak lama lagi harus menhadapi ujian nasional” kata nyonya Cho menasihati anak bungsunya.

“Tenang saja amma.Ngomong-ngomong di mana appa?Bukankah hari ini appa pulang?” kata Kyuhyun berusaha mengalihkan pembicaraan.

“Ada apa mencari appa? Kau merindukan duplikatmu ini?” tiba-tiba tuan Cho muncul dari kamar, menghampiri anak bungsunya sambil bercanda.

“Hahaha..appa kau bisa saja. Annio, ada yang perlu kubicarakan pada kalian berdua, ini sangat penting” jelas Kyuhyun dengan raut seriusnya.

….

“Jadi, rencanaku telah diketahui oleh Kris Wu. Dia tak akan membiarkanku lolos. Kalian pasti tau selicik apa Kris Wu, dan kalian juga pasti tahu cara apa saja yang mungkin dia gunakan. Kemungkinan besar kalian bisa dicelakai olehnya.Aku tak ingin kalian terluka, maka karena itu kalian harus bersembunyi di Mokpo, ada Donghae hyung yang akan menindungi kalian” jelas Kyuhyun panjang lebar sembari memakan ramyun buatan ibunya.Sekarang sudah pukul 03.00, tetapi dia baru bisa mengisi perutnya yang seharusnya sudah diisi pada jam makan siang.

“Donghae? Siapa dia Kyuhyun-ah?” tanya ibu Kyuhyun.

“Lee Donghae, adik dari Lee Donghwa hyung” ucap Kyuhyun singkat.

“Ah.. Donghwa yang menjadi guru di yayasan appa?” tanya tuan Cho mencoba mengingat-ingat.

“Ne. Dan Lee Donghae adalah seorang nelayan”.

….

||Tomorrow|| At Hannyoung High School

Setelah memastikan ayah dan ibunya akan aman jika diantar oleh Lee Donghwa ke Mokpo, kini Kyuhyun datang ke sekolah dengan penampilan berbeda. Tak seperti seorang berandalan seperti biasa. Style Kyuhyun kini kembali menjadi Cho Kyuhyun yang sesungguhnya, toh kedok alias penyamarannya telah diketahui oleh Kris Wu, jadi dia akan kembali menjadi dirinya sendiri tanpa harus berpura-pura. Semua mata tertuju ke arah Kyuhyun, terutama gadis-gadis yang entah kini menatap Kyuhyun penuh minat.

“Kyuhyun-ssi, kau semakin tampan” ucap seorang gadis berambut blonde dengan make up tebal.

“Kyuhyun oppa, kemana gaya gangstermu seperti biasa? Mengapa mengubah gaya?!” tanya seorang gadis yang mengenakan kalung menyerupai rantai.

“Aku telah melepas semua topeng yang kupergunakan selama dua tahun terkhir ini.Dan inilah diriku sebenarnya.”Ujar Kyuhyun tersenyum pada gadis-gadis yang mengerumuninya.Dan ketika matanya tertuju pada seorang gadis yang baru saja keluar dari ruang guru, Kyuhyun terpaku.Wajah sembab Aeyeon melihatkan kelelahan, garis mata hitamnya menandakan gadis itu tengah menangis semalaman.Kyuhyun teringat kejadian semalam ketika dia menghajar pria brengsek itu.

“Pabo-ae!” panggil Kyuhyun sembari melambaikan tangannya.Aeyeon menatap kaget ke arah Kyuhyun.

“Ya!!Kau terlihat tampan Hyun-ah!!” kata Aeyeon meninju pelan bahu Kyuhyun.Berpura-pura terlihat gembira.

“Maksudmu dulu aku tidak tampan?” tanya Kyuhyun tak terima. Ikut berpura-pura masuk dalam permainan Aeyeon.

“Hhmm… bisa jadi!” ucap Aeyeon asal.

….

Pelajaran tengah berlangsung yang dipimpin oleh Kim seongsangnim.Setelah mendengar kabar kepergian Yongjae ke Tokyo, Kyuhyun kini duduk tepat di samping Aeyeon.Degupan jantung Kyuhyun berdetak maksimal ketika ujung matanya menangkap raut serius Aeyeon saat sibuk mencoretkan sesuatu di atas sebuah kertas putih.Kembali menjadi dirinya sendiri, terlepas dari sebuah penyamaran, dan kini dia merasa pantas untuk mendampingi Aeyeon.

“Hyun, kenapa kau melamun?” suara Aeyeon menghamburkan lamunan Kyuhyun.

“Tidak, aku tidak melamun” jawab Kyuhyun tenang.

“Kau pikir aku bodoh?Percaya dengan jawaban seperti itu sama dengan merendahkan harga diriku” kata Aeyeon kesal.

“Apa maksudmu?”Kyuhyun bingung.Kalimat yang menyiratkan sesuatu yang telah ditutup-tutupi oleh gadis itu.

“Selama 2 tahun terakhir aku tidak tertipu dengan penyamaranmu, aku tahu apa yang kau sembunyikan Kyuhyun-ah.Entah karena apa-pun itu, yang jelas kau hanya bermain dalam keterpaksaan belaka”.Jelas Aeyeon setengah berbisik.

“Aku tahu itu” kata Kyuhyun tersenyum tulus.

….

At Hannyoung Field

Angin yang berhembus meniupkan helaian anak rambut milik Aeyeon.Tidur di atas lapangan sepak bola yang tengah kosong bersama Kyuhyun yang ikut membaringkan badannya di samping Aeyeon.Menghilangkan segala kelelahannya selama ini.Meresakan kebebasan yang memang sepantasnya dirasakan oleh anak seusianya.

“Hyun, jelaskan padaku yang sebenarnya” kata Aeyeon membuka pembicaraan setelah sekian lama merasakan keheningan.

“Apa yang kurang jelas?” tanya Kyuhyun.

“Ayolah..aku serius Cho Kyu Hyun” Aeyeon mulai jengkel dengan sikap Kyuhyun yang seolah-olah tidak tahu apa-apa.

“Sebaik apapun akting-ku di depanmu, pasti kau akan menemukan kekuranganku.Dan sehebat apapun kau mengelabuiku, tetap saja aku akan menemukan kekuranganmu” kata Kyuhyun sembari menutup kedua matanya, merasakan hembusan angin.

“Ah! Jangan lupa, bahwa aku lebih hebat dari pada kau bocah” tambah Kyuhyun memamerkan seringaian evil miliknya.

“Wah, ternyata Cho Kyuhyun yang ku kenal benar-benar hebat.Apa kau seorang detektive? Atau pembunuh bayaran?”Aeyeon tidak bisa menghilangkan kekagumannya walaupun Kyuhyun sempat membanggakan dirinya.Selama ini dia selalu menyembunyikan pertanyaan-pertanyaannya terhadap Kyuhyun. Pernah saat pertengahan bulan Januari, saat Aeyeon mengemudikan mobilnya di daerah pinggiran Seoul, Aeyeon sempat melihat Kyuhyun menggunakan jaket kulit hitam lengkap dengan masker seperti sedang membuntuti seseorang. Semenjak itu Aeyeon membuntuti Kyuhyun sampai tengah malam. Tambah lagi dengan diperkuat ketika Aeyeon berkunjung ke kediaman keluarga Cho dan menemukan sebuah berkas dengan cap FBI.

“Jangan berpura-pura seperti itu.Sudah kubilang bahwa aku lebih hebat darimu” kata Kyuhyun lagi. Aeyeon sadar apa maksud Kyuhyun.

“Ne agen Cho” ucap Aeyeon.

….

At Cho Home

Kyuhyun tiba di rumah tepat pukul 16.05 KST.Memarkirkan motornya kemudian melangkahkan kakinya menyusuri halaman rumah yang cukup luas.Kyuhyun ingin memastikan apakah ada hal aneh yang terjadi atau tidak.Dan benar saja, Kyuhyun mendapati beberapa kamera tersembunyi yang dipasang oleh orang tak dikenal.Dengan kemampuannya yang tak diragukan lagi dalam mensabotase alat-alat elektronik, Kyuhyun langsung memasangkan beberapa benda berukuran kecil yang disimpannya dalam ransel.Setelah itu Kyuhyun memasang kembali kamera itu ketempatnya semula. Sudah menjadi bagian dari rencananya bahwa sesuai perkiraan, Kris Wu tak akan tinggal diam.

….

Waktu menunjukkan pukul 01.55 tetapi Kyuhyun masih saja berkutat dengan laptopnya untuk menyelesaikan game online favorite-nya, Starcraft. Tak lama, dari layar computer yang berada di samping laptop Kyuhyun itu berubah tampilan dengan aplikasi entah apa namanya. Yang jelas software buatan Kyuhyun itu telah di setting untuk mendeteksi adanya penyusup yang masuk ke kediamannya.

“01.55, kalian datang lebih cepat dari perkiraan” gumam Kyuhyun sembari mematikan laptopnya dan mengambil ranselnya.Menutup pintu kamarnya dan berjalan menuruni tangga dengan tangan kiri terdapat ransel yang disampirkan ke belakang punggung.Keadaan gelap dan sunyi membuat bunyi dentuman kaki Kyuhyun terdengar. Tak lama Kyuhyun merasakan ada seseorang yang mengawasinya dari arah jam 3. Tanpa menunggu lebih lama lagi, dengan gerakan cepat Kyuhyun mengambil pistolnya yang tersimpan di saku jaket bagian dalam dan mengeluarkan satu buah tembakan yang langsung bersarang di jantung orang itu. Tak lama terdengar banyak derap langkah kaki yang mendekat, menandakan akan ada banyak boneka yang harus di hancurkan oleh Kyuhyun.

“Permainan dimulai” gumam Kyuhyun sembari melompat dari pegangan tangga dan tanpa aba-aba menendang kepala seseorang pria bermata sipit yang langsung terdorong menabrak dinding.Tak lama datang seseorang dari arah belakang punggung Kyuhyun yang mencoba menusukkan sebuah pisau tetapi gerakan Kyuhyun jauh lebih cepat dibanding pria itu, sehingga pisau yang dipegang oleh pria itu malah tertancap di perut temannya sendiri.Menyadari waktunya sudah mepet, Kyuhyun terpaksa mengambil sebuah pedang yang lebih tepat di sebut samurai koleksi ayahnya yang berada di atas meja dan mencoba bermain-main sedikit dengan barang antik itu.Kyuhyun menghabisi orang-orang suruhan Kris Wu dengan menancapkan samurai ke perut mereka, tak perlu waktu lama karena 9 orang itu sudah tewas. Kyuhyun mengeluarkan handphone-nya dan menekan beberapa digit angka di layarnya.

“Hyung, aku akan ke Menwith Hill, tolong beresi sisanya” ucap Kyuhyun pada Yunho yang merupakan bawahannya.

….

At Han River

Perubahan terjadi pada diri Aeyeon.Bangun di pagi hari dan melakukan kegiatan yang dianggap membosankan baginya dulu, bersepeda. Mengendarai sepeda putihnya dengan mengunjungi sungai han yang sepi di pagi hari. Sebenarnya Aeyeon ingin mengajak Kyuhyun, tetapi saat dia mengunjungi rumah Kyuhyun tadi pagi, dia melihat ada beberapa ambulans dan beberapa kantung mayat yang digotong ke dalam ambulans yang berada di rumah pria itu.Awalnya Aeyeon merasa khawatir, memikirkan hal yang tidak-tidak terjadi pada Kyuhyun.Tetapi dia langsung menyingkirkan pemikiran bodoh itu karena ada hal ganjil.Tidak mungkin, karena ada banyak ambulans dan hal itu menandakan ada banyak mayat dengan diperkuat oleh kantung-kantung mayat yang berarti orang-orang yang mencoba menyerang Kyuhyun-lah yang kalah.Semoga hipotesis Aeyeon tidak meleset. Dan di sinilah Aeyeon berada, duduk termenung di atas kursi kayu sambil menatap air jernih sungai han. Terdengar derap langkah seseorang dari belakang. Semakin mendekat, mendekat ke arah Aeyeon berada. Setelah memastikan derap langkah itu tak terdengar lagi. Aeyeon membalikkan badannya dan menemukan sesosok pria jangkung tengah menunjukkan seringaiannya.Pria jangkung itu menodongkan sebuah pistol ke arah Aeyeon dan menarik platuknya tanpa mengeluarkan sebuah suara.Aeyeon merasakan penglihatannya mengabur karena merasa terbius oleh tembakan tadi, dia hanya melihat bayangan pria yang masih memegang pistol itu.Pria yang dikenal Aeyeon, Wu Yi Fan alias Kris Wu.

….

At RAF Menwith Hill – United States

Sinar matahari memaksakan Kyuhyun untuk membuka kelopak matanya.Sudah pukul 07.15 dan perut Kyuhyun mulai meronta.Dengan berat hati pria jangkung itu melangkah ke dalam kamar mandi di dalam ruangan kerjanya atau lebih akrab di sebut sebagai hotelnya.Kyuhyun membasuh wajahnya beberapa kali sembari menatap kaca besar di depannya.

“Siapa kau?Apa kau seorang manusia? Kau seperti seorang malaikat.Tetapi, menurutku kau lebih pantas disebut sebagai seorang pembunuh.Kau pembunuh, Cho Kyuhyun” gumam Kyuhyun menatap dirinya di cermin.

….

“Kalau kau berniat untuk meminta cuti, aku tak akan mengizinkanmu Marcus Cho” ujar Russel William yang merupakan atasan Kyuhyun.

“Kau harus mempertimbangkannya, aku harus menyelesaikan sekolahku di Seoul” kata Kyuhyun dengan menggunakan bahasa Korea yang dimengerti oleh Mr Russel karena di telinganya terpasang alat penerjemah.Semua orang yang bekerja disini rata-rata menggunakan alat ini untuk berkomunikasi.

“Baiklah, asalkan kau harus menyelesaikan kasus Kris Wu itu” jelas Mr Russel yang disanggupi oleh Kyuhyun.

“Pasti, akan saya selesaikan secepatnya”.

….

Kyuhyun berjalan gontai ke arah parkiran mobil di gedung ini. Menatap mobil sport miliknya tanpa harapan. Karena harapannya saat ini bukanlah uang yang berlimpah ataupun jasad Kris Wu, tetapi bertemu dengan Aeyeon.Kyuhyun merindukan gadis itu.Tiba-tiba Kyuhyun tersenyum jahil ketika mendapatkan sebuah idea.Dia mengeluarkan handphone biru tipis miliknya kemudian ber-selca dan dilampirkan dalam bentuk MMS kemudian mengirimkannya kepada Aeyeon dengan tak lupa mengetik beberapa kalimat.

To: Pabo-Ae

Lihat, ini peningkatan ketampananku saat ini.

Aku ingin melihat selcamu hari ini!

Tak lama kemudian Kyuhyun merasakan handphone-nya bergetar menandakan ada sebuah pesan yang masuk. Terpapar nama Aeyeon di layar handphone milik Kyuhyun, tak sampai seperkian detik nafas Kyuhyun tercekat.

From: Pabo-Ae

Kau ingin melihat gadismu hari ini?Inilah dia.

Datanglah ke Seoul, datang ke kuburanmu.

Melihat MMS balasan dari Aeyeon yang menampilkan sebuah foto gadisnya yang duduk dan diikat oleh sebuah tali dengan kencang memperlihatkan kulitnya yang memerah karena peredaran darah yang terhambat. Kyuhyun menggeram kesal, khawatir akan keadaan Aeyeon tanpa pikir panjang Kyuhyun langsung berlari ke arah mobilnya dan membanting stir melajukannya dengan cepat ke halaman belakang Menwith Hill yang cukup jauh untuk kembali ke Seoul dengan pesawat jet.

“Tunggu aku Wu Yi Fan, bersiaplah menanti pencabut nyawamu ini” gumam Kyuhyun.

….

At Federal Bureau of Investigation Office, Gyeonggi-do

Setiba di Seoul, Kyuhyun langsung disambut oleh sahabatnya Shim Changmin. Mereka berdua langsung menaiki mobil milik Kyuhyun yang memang sengaja ditinggalkan di halaman parkir gedung FBI Office di Gyenggi.Kyuhyun mengemudikan Lamborghini Aventador LP700-4 Roadster dengan daya 700hp yang mampu menempuh 217 mil per jam.Changmin yang merupakan hacker terpercaya di FBI membantu Kyuhyun untuk melacak keberadaan Aeyeon.

“Jadi, apa yang kau temukan Shim-Chang?” tanya Kyuhyun dengan tatapan lurus kedepan.

“Yang kutemukan tentunya bukan sebuah jalan buntu” jawab Changmin masih sibuk berkutat dengan benda mungil semacam GPS Tracking yang seperti penyadap.

“Kalau begitu di mana posisi Aeyeon?” tanya Kyuhyun to the point.

“Di sekitar pantai Haeundae, Busan” ujar Changmin yakin.

“Okeh, kencangkan seatbelt-mu” kata Kyuhyun dan langsung menancapkan gas.

….

At Someplace, Busan

Penglihatan Aeyeon sedikit buyar menatap keadaan sekitarnya.Pusing yang melanda kepalanya membuat Aeyeon separuh sadar.Butuh waktu untuk merileks-kan keadaannya karena pengaruh bius yang diterimanya. Setelah ‘nyawa-nya’ telah terkumpul kini dia tersadar akan hal pertama yang terpikirkan, dia berada di tempat yang tak seharusnya. Ruangan yang terlihat elit namun memiliki kesan menyeramkan. Ada sebuah kolam renang yang tepat berada di depan mata Aeyeon. Jika kursi yang di dudukinya didorong kedepan, maka tamatlah nasib gadis itu.Badan Aeyeon diikat lengkap dengan mulut gadis itu yang ditutup dengan sebuah kain putih sehingga gadis itu tak dapat mengeluarkan suaranya.Tak lama seorang pria yang menggunakan kemeja hitam dengan lengannya yang dilipat sampai siku muncul dari pintu yang berada di belakang Aeyeon.Walaupun gadis itu tak dapat melihat pria yang berada di balik punggungnya, dia tahu siapa itu.Tentu saja Kris Wu.Pria itu menyentu pundak Aeyeon dengan sebuah pisau lipat.Memainkan pisau itu dileher Aeyeon, membuat gadis itu bergidik ngeri.Kris membuka ikatan kain yang ada di mulut Aeyeon.

“Do you like fresh-blood, ?” tanya Kris Wu berbisik di daun telinga Aeyeon, membuat gadis itu menelan ludah.

“Stay away from me!” bentak Aeyeon memalingkan wajahnya kearah yang berlawanan.

“Ouch, i really scary” kata Kris Wu berpura-pura ketakutan.Tak lama dalam satu sentakan Kris menarik rambut Aeyeon ke belakang, sehingga kini gadis itu terpaksa menatap wajah Kris Wu dengan geram.

“Selamat datang dalam permainanku dan kau akan kubiarkan pergi ke neraka bersama pria itu” ucap Kris setengah berbisik tetapi mampu ditangkap oleh pendengaran Aeyeon.Setelah itu Kris mengeluarkan sebuah benda tipis dari saku celananya.Benda itu adalah handphone Aeyeon. Dia membuka app contact kemudian menekan tombol call. Tak lama ada suara seseorang di seberang, suara yang selalu terekam di memori Aeyeon.

“Marcus Cho, wanna lunch with me? I have spectacular menu. Fresh blood from son of one government minister South Korea” ucap Kris sembari memainkan ujung pisaunya di atas permukaan wajah Aeyeon.

“Stop!!Don’t you dare touch my girl!” suara Kyuhyun yang membentak terdengar dari I-Phone milik Aeyeon.Dan setelah mendengar kalimat itu, kini sambungan telefon langsung diputus oleh Kris.I-Phone milik Aeyeon dilemparkan sembarang ke dalam kolam renang.Setelah itu Kris langsung berjalan meninggalkan Aeyeon sendirian dengan sebelumnya tak lupa membekap mulut Aeyeon kembali.

“Syukurlah kau masih hidup Hyun.Hipotesisku tidak meleset” gumam Aeyeon sembari meneteskan air matanya yang terus mendesak turun.

….

On the road – Kyuhyun car

Suasana di dalam mobil Kyuhyun sungguh mencekam setelah Kyuhyun menerima telefon dari Kris.Kini emosi Kyuhyun benar-benar telah di ambang batas. Apapun yang menyangkut tentang gadis itu, maka dia tak akan membiarkannya lolos.

“Pertigaan belok kiri” kata Changmin singkat. Dia mengerti akanmood sahabatnya itu. Mobil yang dikemudikan oleh Kyuhyun diparkir begitu saja ketika menemukan sebuah bangunan mewah yang terhalang oleh sebuah tembok tinggi. Terkesan elit dengan memamerkan design Italy. Kyuhyun turun dari mobil dan langsung berlari ke arah gerbang utama rumah itu.Ada 3 penjaga bersenjata yang berjaga, Kyuhyun langsung menembakkan peluru panas ke arah mereka.Setelah berhasil masuk, kini Kyuhyun disambut oleh kurang lebih 11 orang suruhan Kris Wu.

“Well, inilah pemanasan yang cocok” gumam Kyuhyun dan langsung menghajar orang-orang itu dengan kemampuan bela dirinya. Ketika salah satu dari mereke menodongkan pistol ke arah Kyuhyun, tiba-tiba pistol itu terpental dari genggaman orang suruhan Kris karena tembakan dari Changmin.

“Biarkan aku yang habisi mereka” kata Changmin yang kini tengah mengambil kuda-kuda.Kyuhyun tersenyum miring kemudian melemparkan sebuah pistol yang ditangkap oleh Changmin, tanda setuju.Dengan cepat Kyuhyun meninggalkan tempat itu dan langsung mendobrak masuk ke dalam rumah mewah berwarna putih gading.Mencari-cari keberadaan Aeyeon, itulah tujuan utamanya.Rumah yang cukup luas itu membuat Kyuhyun kelelahan, mengatur nafasnya yang memburu.Tiba-tiba dia teringat sesuatu, ada kolam renang.Kyuhyun segera berlari ke arah belakang.Dan benar saja, dia menemukan gadisnya tengah tertunduk menatap air.Gadis itu masih diikat dan diawasi oleh Kris Wu yang kini tengah menyeringai menyambut kedatangan Kyuhyun.

“Senang melihatmu Cho Kyu Hyun” ucap Kris menggunakan bahasa korea yang fasih. Kyuhyun menatap nanar wajah pria yang ingin dihabisinya.Tangan Kyuhyun mengepal kuat menunjukkan urat-uratnya.

“Lepaskan gadis itu” kali ini suara Kyuhyun benar-benar terdengar tegas.

“Untuk apa aku melepaskan gadis itu?Tujuanku membawanya disini bukan untuk melepaskannya.Tetapi untuk mengikatnya bersamamu ke dalam neraka” pengaruh alkohol yang ada pada Kris membuat pria itu setengah sadar.Tangan Kris dengan cepat menarik platuk pada pistol yang sedari tadi disembunyikan di balik badannya.Tanpa membuang waktu lagi, Kyuhyun juga langsung melepaskan tembakan ke arah Kris.Tak ada suara tembakan yang dikeluarkan Kyuhyun.Darah menetes dari lengan kanan Kyuhyun.Tetapi kini Kris tergeletak jatuh di lantai karena peluru yang dilepaskan oleh Kyuhyun mendarat mulus di jantung pria China itu.

“Terima kasih atas pistol rancanganmu ini sunbae. Kemampuan meredupkan suara mampu membuat adrenalinku bertambah” kata Kyuhyun sambil menatap tajam wajah pucat Kris.

“Kau.. Kau jangan senang dulu.. Dia akan menyusulku..” ucap Kris terbata-bata dan dengan gerakan cepat pria itu mendorong kursi Aeyeon yang berada di sampingnya jatuh ke dalam kolam renang. Kyuhyun tak dapat melihat wajah Aeyeon karena gadis itu membelakangi Kyuhyun.Mengabaikan rasa sakit di lengan kanannya, kyuhyun langsung melompat ke dalam kolam dan membuka ikatan tali di badan Aeyeon.Setelah berhasil melepaskan ikatan itu, kini Kyuhyun langsung menggendong Aeyeon ke tepian kolam renang dan langsung di sambut oleh para medis yang di telfon Changmin.

….

Seoul National Hospital

Para pekerja dengan setelan putih berlalu lalang di depan pintu gawat darurat. Aeyeon dalam keadaan kritis, karena kondisinya yang lemah karena peredaran darahnya yang terhambat selama 12 jam lebih dan ditambah lagi tenggelam di dalam kolam, untungnya Kyuhyun berhasil menyelamatkan nyawa gadis itu.

“Kyu, kau perlu istirahat.Biar kami yang menunggu” ucap Ibu Aeyeon prihatin menatap Kyuhyun.Dengan pakaian yang kusut dan lengan kanannya yang dibalut perban membuat pria itu terlihat memprihatinkan.

“Aku tidak akan bisa tenang jika belum..” belum sempat menyelesaikan kalimatnya, tiba-tiba pintu di ruangan UGD terbuka. Dokter yang bertanggung jawab akan gadis itu kini menghampiri mereka.

“Pasien Ahn sudah melewati masa kritisnya, dia perlu istirahat” kata dokter bermarga Park itu.Kyuhyun-pun bernafas lega mendengar penuturan dokter.

….

Three months later – Hannyoung Field

Bulan terang menjadi lampu pada malam ini. Acara rutin perpisahan setiap tahun untuk melepas para muridnya yang akan memasuki kehidupan baru menjadi mahasiswa. Aeyeon dan Kyuhyun kini resmi lulus dari jenjang sekolah menengah atas. Aeyeon menggunakan gaun hitam panjang tanpa lengan sehingga leher jenjangnya terekspos membuat kecantikannya seribu kali lipat bertambah.Gadis itu berbaring di atas rumput hijau lapangan bola bersama Kyuhyun yang juga berbaring di samping gadis itu.Menatap pemandangan bulan yang tersenyum ke arah mereka.

“Apa kau kedinginan?” tanya Kyuhyun dengan tatapan tak lepas dari bulan yang bersinar.

“Apa kau akan meminjamkan jas-mu?” tanya Aeyeon balik. Mereka berdua tidak saling menatap satu sama lain. Merasakan detakan jantung yang saling beradu cepat.

“Jika kau membutuhkannya, maka akan ku pinjamkan” kata Kyuhyun sambil membalikkan badannya menatap Aeyeon.

“Kalau begitu, aku kedinginan dan aku ingin meminjam jas-mu” ucap Aeyeon menatap wajah Kyuhyun penuh minat.Dia ingin merekam moment ini sebaik mungkin.Di bawah bulan purnama disaat prom-nite, bertambah dewasa bersama.

“Aku juga kedinginan” kata Kyuhyun singkat, membuat Aeyeon bergumam tak jelas.Tetapi, tiba-tiba Kyuhyun bangkit berdiri membuat Aeyeon ikut berdiri.Tanpa aba-aba, Kyuhyun langsung memeluk tubuh Aeyeon dari belakang.Berusaha membuat tubuh Aeyeon sehangat mungkin.

“Apa kau masih kedinginan?” tanya Kyuhyun berbisik di telinga Aeyeon. Degupan jantung Aeyeon tak terkendali.

“Apakah separah itu reaksi jantungmu jika berada di dekatku?” goda Kyuhyun, kini wajah Aeyeon memerah karena malu akan reaksi jantungnya sendiri.

“Apa kau tahu 2 hal yang paling ku benci?” tanya Kyuhyun lagi. Aeyeon berpikir sejenak, namun seberapa keras dia berpikir tetap saja kontrol kerja jantungnya akan merusak kinerja otaknya saat ini.

“Ani” jawab Aeyeon singkat.

“Baiklah kalau begitu aku akan memberi tahumu.Hal pertama, aku membenci diriku saat aku tak dapat melihat wajahmu. Hal kedua, aku membenci diriku saat membiarkanmu di sentuh orang lain selain ayahmu tentunya” jelas Kyuhyun masih dengan memeluk Aeyeon dari belakang. Aeyeon terdiam mendengar penjelasan Kyuhyun.Baginya itu adalah pengeakuan seorang pria secara tersirat. Aeyeon mengerti akan penjelasan itu. Kyuhyun tak bisa jauh dari Aeyeon.Dan sepertinya Kyuhyun melihat kejadian saat Yongjae mencium bibir Aeyeon.Ya, pasti itulah maksud Kyuhyun.

“Jadi, ….” ada jeda saat Kyuhyun ingin melanjutkan kalimatnya. Kyuhyun melepaskan pelukannya dan membalikkan badan gadis itu agar menatapnya.Kedua tangan Kyuhyun memegang pundak Aeyeon.Menatap mata gadis itu dalam.

“Bolehkah aku menghapus bekas bibirnya dengan bibirku di bibirmu?” kalimat itu keluar mulus dari mulut Kyuhyun.

“Aku juga mengharapkan hal itu terjadi” kata Aeyeon sukses membuat hati Kyuhyun merasa lega.Aeyeon memejamkan matanya sembari ada sesuatu yang mendarat di bibirnya.

“Apakah aku perlu menyatakan hal itu?” tanya Kyuhyun setelah melepas kecupannya di bibir gadis itu

“Tidak perlu, karena aku tahu kalau kau sangat mencintaiku” jawab Aeyeon santai.

“Aku sudah tahu pasti kau akan mengeluarkan kalimat itu” kata Kyuhyun setengah mencibir.

 

Tanpa memerlukan embel-embel yang manis dan memabukkan, cinta sudah dapat diketahui oleh dua orang yang saling mencintai…

 

End

 

Bagaimana keadaan orang tua Kyuhyun?Kemudian kenapa gak ada scene orang tua Aeyeon?Mana peran Donghae?Bagaimana kisah Yongjae?Dan mana scene penguburan Kris?Silahkan menunggu ‘Trouble II’ Hahaha (Klo lagi hak sibuk kuliah).Follow twitter: @farvidkar | User WP: kyuae / www.kyuaestoryline.wordpress.com

*Terima kasih kepada @diajengdeaa karena bersedia nebengin gw.

Advertisements

23 responses to “[Oneshot] Trouble

  1. Pingback: [Series] TROUBLE II [Part 1: Political Turnover] | FFindo·

  2. Panjang banget ceritanya huehehe
    ª̤Ќϋ paling suka kalo banyak action begini, ga selalu buat diabetes 😀
    Cm merasa alurnya agak cepet,
    Aku mau baca lanjutannya dlu yaa
    See yaaa

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s