[Series] Revenge of My Girlfriend (Chapter 1 : Memory )

FF ini ditulis oleh Deby_Eliza, bukan oleh saya (Rasyifa), saya hanya membantu untuk membagikannya di FFindo. Tolong berikan apresiasi kalian  melalui jejak komentar setelah membaca. Terimakasih~
*Untuk melihat index FF lainnya yang pernah dititipkan melalui saya, Klik disini

debi 6

Author                  : Deby_Eliza

Title                 : Revenge of My Girlfriend (Chapter 1 : Memory )

Genre              : Family, School life, Romance, Angst

Main cast         :

  • Kyung Soo Ra (OC)
  • Byun Baekhyun
  • DO Kyungsoo

Other cast        :

  • Kim Minseok ( Xiumin )
  • Xi Luhan
  • Kim Jongdae ( Chen )
  • Kyung Tae Jin a.k.a soora appa
  • Choi Mi Rae a.k.a soora eomma
  • Paman dan Bibi soora
  • Soora halmeoni
  • Baekhyun appa
  • And other cast

Rated              : PG-15

 Li– Link Revenge Of My Girlfriend ( Chapter 1  – Chapter 2Chapter 3 Chapter 4Chapter 5Chapter 6Chapter 7Chapter 8Chapter 9Chapter 10Ongoing )

Contact Author           : Facebook : https://www.facebook.com/deby.diaclalue?fref=ts

Disclaimer       : Ff ini murni hasil karya saya sendiri yang berasal dari pemikiran-pemikiran yang terpendam. Lalu dituangkan dalam bentuk tulisan. ^-^ semoga suka.

Summary : ‘ Maaf ‘ maafkan aku yang terlanjur meneruskan semuanya, seharusnya dari awal aku memang harus pergi dan tidak pernah terjebak dalam cinta yang rumit ini. Rumit….. ya, semua nya memang sangat rumit.

Sekarang aku sudah menyelesaikan keinginan terbesar ku di dunia ini, ya, apa yang selama ini menjadi tujuan hidup ku sudah aku lakukan dengan tangan ku sendiri.

Tidak ada lagi yang harus aku lakukan di dunia ini “ appa…eomma..aku akan menyusulmu….. baekhyun-ah, maafkan aku mengecewakan mu, maafkan aku yang membiarkan mu masuk dalam permainanku…. aku mencintaimu…..SELAMANYA “

Part 1

…………………………..

London 06 mei 2007

“Appa, kita akan liburan kemana ?” seorang anak kecil terihat sedang menggandeng tangan appa dan eommanya dengan sedikit melompat-lompat kegirangan di depan sebuah rumah yang besar dan terlihat mewah.

Sang eomma tersenyum menanggapi pertanyaan anak satu-satu nya itu “Sabar ne chagi, sekarang eomma dan appa akan mengajak kamu ketempat kita akan berlibur” jawab sang eomma dengan senyum manis yang masih setia melekat pada wajah cantiknya lalu beralih menatap sang appa.

Sang appa juga tersenyum lalu melihat kepada sang anak, “ ne Soora-ah appa janji kali ini kamu pasti menyukai tempat liburan kita dan appa sudah menyiapkan kado ulang tahun untuk mu, eotte ?” gadis yang bernama SooRa tersebut pun langsung tersenyum dan memeluk kedua orang tuanya dengan erat.

“ Sekarang ayo kita ke bandara nanti kita terlambat, kajja..” ajak sang appa sambil menggendong putrinya lalu memasuki mobil.

…Bandara….

Setelah sampai di bandara sepasang suami istri itupun keluar dari mobil bersama seorang putrinya.

“ masih tersisa 30 menit lagi menjelang berangkat hhhh……” sang appa melirik jam tangan lalu menghela napas dan menggandeng tangan istri dan anaknya menuju sebuah bangku kosong di tempat tunggu.

Sang anak tampak lebih diam sejak turun dari mobil, sang eomma yang menyadarinya langsung menggenggam erat tangan sang anak “ Ada apa chagi, kau terlihat tegang “ tanya sang eomma sambil tersenyum menatap sang putri, sang putri pun tersenyum “ aniya eomma, hanya saja …. kalian janji kan akan menjaga ku sampai aku besar nanti ?” entah kenapa tiba-tiba sang putri bertanya seperti itu kepada eommanya, sang eomma kembali tersenyum manis “ ya sayang eomma janji “ jawab sang eomma menenangkan, soora kemudian memeluk eommanya.

Sang appa yang dari tadi menyaksikan adegan antara ibu dan anak itupun hanya bisa tersenyum tulus karena merasa bahagia memiliki keluarga yang terasa hangat baginya.

#Other side

“Baik bos, sekarang saya sedang memperhatikan mereka” tampak seorang pria memakai jaket kulit tebal tengah menatap ke arah keluarga kecil nan hangat itu sambil menyeringai memegang ponsel yang masih setia menempel di telinganya.

“ Sebentar lagi permainan akan di mulai……… hahahahaha “

…………………………….

Setelah melepas pelukan sang eomma , soora beralih menatap eommanya “ eomma aku mau ke toilet….” ucap soora dengan wajah memelas,

sang eomma mengusak rambut soora “keurom..kajja eomma antarkan ke toilet “ soora bangun dari duduk dan membenahi rambutnya dengan sedikit memanyunkan bibir kecilnya, sang eomma hanya tertawa kecil lalu menarik tangan anaknya

“ yeobo, aku mau mengantarkan soora ke toilet dulu ne “ appa soora hanya menganggukkan kepalanya lalu sang eomma berlalu pergi bersama soora.

Setelah di toilet soora langsung melesat masuk ke salah satu bilik, sang eomma pun ikut masuk dan mengikuti soora menuju bilik “ jangan lama ne… nanti kita ketinggalan pesawat “ ujar sang eomma lalu beranjak ke depan kaca, “ ne eomma “ jawab soora.

Selang beberapa detik keluarlah seorang wanita misterius dari sebuah bilik lalu berdiri di depan kaca di samping eomma soora dan langsung menghidupkan keran.

Tiba-tiba saja lampu di dalam toilet mati, spontan soora berteriak dari dalam toilet dan berniat keluar dari bilik namun entah kenapa pintu bilik tidak bisa di buka oleh soora. “ tenang soora-ah, eomma akan mencari saklar lampunya dulu ne, tidak akan terjadi apa-apa percayalah “ ucap sang eomma menenangkan soora, soora yang mendengarnya lansung diam.

Eomma soora langsung berlari menuju pintu keluar untuk mencari saklar lampu tanpa menghiraukan wanita misterius tadi yang tiba-tiba sudah tidak ada lagi di sampingnya dan tidak sempat mematikan keran air yang sedang hidup, air yang berasal dari keran sudah mengalir sampai menggenangi lantai sekitar cermin sampai pintu masuk.

Soora masih bertahan di dalam bilik toilet sambil duduk di atas toilet duduk dan mengangkat kakinya agar tidak terkena genangan air.

Sang eomma masih mencari-cari saklar lampu, namun tiba-tiba saja air yang mengenai telapak kaki nya terasa sangat menyengat seperti sedang dialiri oleh listrik, refleks eomma sura berteriak sangat keras dan terjatuh ke lantai yang tergenang air.

Soora yang mendengar teriakan sang eomma langsung membelalakkan matanya dan diapun hendak turun ke lantai yang tergenang air, namun seruan sang eomma langsung menghentikan gerakan kakinya “ tetap diam di sana soora-ah eomma baik-baik saja, kau jangan turun “ soora kembali duduk dan diam di atas toilet duduk namun masih memikirkan apa yang terjadi pada eommanya.

Eomma soora masih berusaha untuk bangkit dan berteriak menenangkan soora dan berusaha membuka pintu toilet. Namun usahanya sia-sia karena tubuhnya sudah tidak tahan lagi menahan sengatan-sengatan listrik yang berasal dari genangan air tersebut, perlahan tubuhnya jatuh ke lantai dan meringkuk di depan pintu toilet.

#Other side

Appa soora yang sedari tadi masih menunggu anak dan istrinya kembali dari toilet namun sudah 15 menit berlalu anak dan istrinya masih belum muncul.

Setelah bosan menunggu akhirnya appa soora memutuskan untuk menyusul anak dan istrinya ke toilet.

…………………………..

Setelah sampai di depan toilet tidak sengaja appa soora melihat colokan kabel panjang yang terpasang ke arus listrik kemudian dia mengikuti arah kabel tersebut sampai terhenti didepan pintu toilet, appa soora membelalakkan matanya mengingat anak dan istrinya yang berada di dalam toilet tersebut.

Appa soora lengsung mencabut kabel tersebut dan mendobrak pintu toilet, berhasil membuka pintu, dia dikejutkan oleh istrinya yang meringkuk tak bernyawa lagi di atas lantai yang tergenang air, dia menghampiri tubuh istri nya dan memeluk nya dengan erat lalu melepaskannya mengingat anaknya yang tidak berada di samping istrinya.

Sekilas dia mendengar suara tangisan dari salah satu bilik, refleks dia berdiri dan berjalan ke arah suara tersebut, namun langkahnya terhenti oleh sesuatu yang menempel di bagian belakang kepalanya, perlahan dia menoleh ke belakang, betapa terkejutnya dia mendapati seseorang yang sangat di kenalnya sedang mengacungkan pistol kearah kepalanya dan tersenyum sinis kepadanya lebih tepatnya menyeringai “ Lama tak bertemu KYUNG TAE JIN…….”

appa soora membelalakkan matanya “ KAU……………” orang tersebut tertawa meremehkan “ Ucapkan selamat tinggal “ bersamaan dengan itu terdengar lah bunyi ledakan yang amat keras.

Soora terhenyak mendengar suara tersebut dan berteriak sekuat-kuatnya. Menyadari teriakan dari soora, orang tersebut beralih menatap asal suara soora dan tersenyum sinis “ oh.. masih ada ternyata hahaha “ belum sempat dia melangkah tiba-tiba saja ada seseorang berlari kearahnya “ orang-orang sudah menuju kesini bos “ tanpa banyak bicara lagi langsung saja dia berlari keluar.

Setelah banyak orang yang masuk ke dalam toilet, mereka langsung menuju jasad sepasang suami istri yang tergeletak di lantai dan sebagian menuju bilik tempat soora terkunci.

Setelah pintu bilik soora terbuka segera soora keluar, tiba-tiba soora berhenti dan membelalakkan matanya melihat genangan air tadi telah berubah warna menjadi kemerahan seperti darah, kemudian soora berlutut seraya menutup mulutnya dengan kedua tangan mungilnya dan…….

“ APPAAAAAAAAAAAA !!!!!…. EOMMAAAAAAAAA!!!!!!!!…..”

………………………………

London 2012

“ APPAAAAAAAAAAAA !!!!!…. EOMMAAAAAAAAA!!!!!!!!…..” seorang gadis yang tadinya tidur dengan gelisah terbangun dengan terengah-engah sambil mencengkram erat dadanya, sorotan matanya tampak sendu menatap lurus kedepan dan rambut panjang nya sudah tak berbentuk di biarkan tergerai begitu saja, tampak keringat dingin membasahi pelipis dan mukanya, dengan kasar di hapusnya keringat itu dan menungkupkan wajah manis nya ke dalam kedua tangannya.

Pintu kamarpun terbuka dengan keras, tampak seorang wanita paruh baya masuk sambil berlari tergesa ke arah gadis tersebut, “ soora what’s wrong ?” wanita itu tampak khawatir dan memegang lengan gadis tersebut lembut, ya gadis tersebut adalah soora yang mengalami trauma berat sejak kejadian yang mengerikan –menurut soora- tersebut. Sejak saat itu dia tinggal bersama bibi nya karena hanya beliau lah kerabat sekaligus keluarga yang dimiliki soora di kota london.

Dengan napas yang masih terengah-engah soora menjawab “ hh…hh… aku mimpi itu…….Lagi” setelah mengucapkan kalimat itu setetes cairan bening turun dari pelupuk mata sura yang tampak berkaca-kaca.

Wanita itupun langsung memeluk soora dengan lembut “ Tenang lah, ada bibi di sini kau tak perlu takut, lupakan kejadian 5 tahun lalu itu soora.bibi tidak tega melihatmu hampir setiap malam terbangun di tengah malam seperti ini. Orang tuamu disana juga pasti tidak akan tenang melihatmu seperti ini, percayalah mereka pasti sedih sekali melihat keadaan mu yang seperti ini, ada paman dan bibi yang sangat menyayangi mu disini, bibi mohon lupakan lah “ wanita itu mengelus pelan punggung soora dan berusaha menenangkan soora yang tampak mengeratkan pelukannya terhadap wanita itu.

Wanita cantik itu melepaskan pelukannya dari soora dan mengusap pelan air mata yang ada di pipi soora “ tenang lah ne….. istirahatlah, jangan pernah ingat lagi kejadian itu “ soora mengangguk pelan dan membiarkan wanita paruh baya itu mengecup keningnya lembut lalu berlalu meninggalkannya.

Setelah pintu kamar tertutup kembali soora masih duduk termenung menatap lurus kedepan dengan pandangan kosong sambil memeluk kakinya di atas tempat tidur.

Setelah beberapa menit termenung tiba-tiba soora bangkit dari tempat tidurnya dan mengambil sesuatu dari bawah tempat tidurnya lalu duduk di lantai, tampak sebuah kotak segi empat yang tidak terlalu besar dalam genggaman soora, perlahan soora membuka kotak tersebut dan mengambil sebuah kertas yang tampak seperti koran , pada bagian atas koran tersebut tampak gambar toilet tempat kematian kedua orang tua soora dan sebuah tulisan yang di cetak tebal bertuliskan :

“ Seorang pengusaha ternama di london tewas ditembak bersama istri di dalam toilet dan mati secara mengenaskan”

Ya appa dari seorang gadis yang bernama kyung Soo Ra adalah seorang pengusaha ternama yang sukses berkarir di kota london, beliau adalah pemimpin perusahaan ternama di kota itu “BALANCED CORP” Kyung Tae Jin dan istrinya bernama Choi Mi Rae.

Appa soora adalah orang yang sangat di segani dan di kenal dermawan di kotanya, tapi entah kenapa ada yang tega membunuh nya secara tragis seperti itu.

Digenggam nya koran tersebut erat-erat dan dengan tangan yang bergetar soora berucap “ Aku akan menemukannya appa……….. eomma….” kembali air mata turun membasahi pipi gadis manis itu, dia mengusapnya kasar dan mencoba untuk tersenyum “ aku janji…..” bersamaan dengan itu dadanya terasa sesak, dengan tergesa dia berdiri menuju laci nakasnya dan mengeluarkan sebuah botol yang berisi obat dan meminum nya bersama air yang terletak di atas meja nakasnya.

Dia menggenggam erat botol obat itu dan berusaha menetralkan deru napasnya lalu beralih menatap tajam ke arah koran yang masih di genggamnya sambil tersenyum miris.

……………………………….

Pagi yang cerah, itulah kalimat yang cocok untuk mendeskripsikan keadaan di pagi itu. Burung-burung berkicau merdu menyambut terbitnya sinar mentari di pagi itu.

Di sebuah tempat tidur berukuran sedang tampak seorang gadis cantik masih menjelajahi alam mimpi nya, merasa enggan ikut menyambut pagi yang cerah di hari itu, dia tetap meringkuk di balik selimutnya sambil menggenggam erat foto kedua orang tuanya yang tampak tengah tersenyum.

Tiba-tiba pintu kamar terbuka memperlihatkan sosok wanita paruh baya yang anggun bahkan sangat anggun dengan balutan pakaian khas musim semi.

Wanita itu tersenyum ke arah sosok gadis yang masih tidur dengan membelakanginya, lalu berjalan ke arah jendela dan membuka tirai jendela tersebut dengan sedikit menghentakkan nya, sinar mentari langsung melesat masuk ke dalam kamar gadis itu dan menerpa kulit putih nan mulus milik gadis tersebut, perlahan gadis itu menggeliat nyaman di dalam selimutnya dan membuka matanya, mata sipitnya mengerjap-ngerjap beberapa kali, wajah yang boleh dikatakan mendekati sempurna itupun tampak sedikit berkerut menanggapi hangatnya sinar mentari.

Wanita paruh baya yang menyaksikan kelakuan gadis itupun langsung mendekati nya dan mengusap rambutnya pelan “ bangun soora-ah, sudah waktunya untuk sekolah… kau tak mau terlambat kan “

Soora kembali menggeliat pelan dan menatap bibinya “ arasso michelle aunt“ soora bangkit dan bergegas menuju kamar mandi.

Bibi michelle tersenyum senang melihat tingkah soora namun seketika senyum nya luntur ketika menatap sebuah foto orang tua soora, bibi michelle tersenyum miris “ haruskah aku mengirimnya kembali bersama nenek nya di korea……sister”.

…………………………..

Setelah selesai mandi dan bersiap-siap untuk berangkat ke sekolah, soora berjalan menuju tangga dan turun kebawah untuk sarapan.

Seperti biasa sarapan sudah di siapkan oleh bibi michelle di meja makan, soora mendudukan badannya di salah satu meja dan melihat kearah dapur, tampak bibi michelle tengah membawa dua gelas coklat panas daria arah dapur, lalu meletakkan salah satu coklat panas itu di depan soora , kemudian duduk berhadapan dengan soora.

Soora mulai memakan sarapannya sambl sesekali meminum coklat panasnya lalu beralih kepada bibinya, “ apa uncle tidak pulang lagi ? ” bibi michelle meminum coklatnya “ hmm..uncle mu ada keperluan di luar negeri hingga beberapa hari kedepan untuk mengurus cabang perusahaan appamu, dan sepertinya bibi juga akan sibuk mengurus perusahaan yang ada di sini hingga beberapa minggu kedepannya” soora berdehem “ kau tidak apa kan bibi tinggal di rumah , atau jika kau mau bibi akan menyewa maid untuk menemanimu “ soora menggeleng “ ahh tidak usah bi.. aku sudah biasa sendirian, bibi tidak perlu khawatir “ ucap soora sambil tersenyum lalu melihat jam tangan nya “ hmm bibi aku berangkat dulu ne “ pamit soora sambil memasukkan bekalnya kedalam tas, lalu menyandang tasnya “ ne hati-hati “ jawab bibi sambil tersenyum.

Setelah selesai memasang sepatu soora bergegas berjalan menuju gerbang, sudah 3 tahun ini soora bersekolah di junior art school di london dia tidak pernah di antar maupun di jemput karna memang soora menolak untuk diantar maupun di jemput oleh bibinya, menurutnya berjalan kaki itu lebih menyenangkan, selain itu juga jarak sekolah dan rumahnya yang bisa di katakan dekat, karna hanya membutuhkan waktu sekitar 17 menit untuk sampai ke sekolahnya.

Setelah sampai didepan gerbang rumahnya, soora berhenti dan mengamati rumah yang ada di depan rumahnya, dia sedikit heran karna pintu pagar rumah tersebut sedikit terbuka.

Setaunya dulu rumah itu adalah rumah sahabatnya LUHAN, ya luhan adalah gadis cantik yang selama 2 tahun belakangan ini menjadi sahabat terbaiknya.

Tapi setelah kenaikan kelas tahun lalu luhan pindah di karenakan pekerjaan orang tuanya yang dipindah tugaskan ke negara lain yang entah dimana soora sendiri pun tidak tau.

Di hari kepindahan luhan, gadis itu memang sempat menemui soora untuk memberi tahukan tentang kepindahannya kepada soora, namun soora tidak tahu jelas kemana luhan akan pindah.

Tiba-tiba soora menatap ke langit dan memegang erat dadanya “ Chen-ah……. apa kau baik-baik saja disana”.

Tanpa soora sadari dari tadi ada seseorang yang memperhatikannya dari dalam rumah tersebut. Orang itu merasa kebingungan karena soora terus memandang ke arah rumahnya.

Soora kembali berjalan dengan gontai menuju ke sekolahnya mencoba untuk tidak menghiraukan rasa ingin tau nya tentang rumah itu.

FLASHBACK ON

Soora berjalan pelan menuju pagar rumahnya dan membuka pagar tersebut berjalan keluar dan menutupnya kembali. Berhubung ini adalah hari pertama dia masuk sekolah, dia tidak mau di hari pertamanya dia terlambat.

Soora kembali berjalan dengan langkah pelan dan menundukkan kepalanya, baru beberapa langkah soora melangkahkan kakinya, terdengar suara pagar yang dibuka dan terlihat lah sebuah mobil hitam mengkilap dan seorang anak perempuan yang cantik sedang duduk di samping kemudi.

Gadis tersebut terlihat senang melihat soora sedangkan soora hanya menatap gadis itu dengan wajah kebingungan.

Gadis itupun keluar dari dalam mobil dan menghampiri soora dengan masih tersenyum , setelah tepat di depan soora gadis itu berbalik menatap kebelakang “ appa sepertinya aku mau berjalan kaki saja, aku akan berangkat bersama dia “ ujarnya sambil mengarahkan telunjuk nya ke arah soora, laki-laki paruh baya itu langsung turun dari mobilnya dan menghampiri soora dan gadis itu, refleks soora langsung menunduk memberi hormat, pria itupun langsung tersenyum “ keurae….. sepertinya appa juga sudah terlambat ke kantor” gadis itu pun tersenyum dan menarik lengan soora “ let’s go “ soora menyempatkan diri untuk kembali memberi hormat kepada pria paruh baya itu sebelum pergi berlalu mengikuti gadis yang menarik lengannya.

Di sepanjang perjalanan kedua gadis itu hanya diam, tak ada yang memulai percakapan.

Soora hanya memperhatikan jalannya tanpa melirik sedikitpun kepada teman di sebelahnya yang tampaknya merasa canggung kepada soora, sesekali gadis itu melirik soora namun soora sama sekali tidak memperdulikannya dan tetap saja fokus pada jalan menuju sekolahnya.

Setelah melewati jalanan yang cukup jauh dan dihabiskan hanya dengan diam tanpa ada percakapan kedua gadis cantik tersebut pun sampai di sekolahnya.

Soora dan gadis itu berjalan ke gerbang, gadis yang berada di belakang soora itu merasa kesal karna soora sama sekali tidak memperdulikannya dia merasa bahwa dia tidak dihormati sebagai tamu yang baru pindah kenegara tersebut dan sebagai tetangga baru soora tentunya.

Dia berjalan mendahului soora dengan langkah yang sedikit di hentakkan dan dengan kesal meninggalkan soora sendirian di gerbang sekolah, dia sempat melirik kebelakang namun soora tampak seperti tidak terjadi apapun di dekatnya, gadis itu mendengus kesal dan berjalan semakin jauh meninggalkan soora.

Sebenarnya soora menyadari kelakuan gadis itu yang merasa kesal dengannya, namun dia hanya bisa bersikap seperti tidak peduli karna memang dia dikenal sebagai orang yang anti sosial dan jarang keluar rumah jika hanya untuk bermain saja, begitu lah sikapnya yang selalu menolak untuk berteman atau hanya sekedar bergaul dengan orang-orang di sekitarnya.

Tentu saja waktu kecil dia tidak bersikap begitu, namun setelah kematian kedua orang tuanya dia berubah menjadi anak yang selalu menolak untuk mencari teman, tapi walaupun begitu, dia sama sekali tidak menyukai keadaan yang sunyi dan gelap dia juga takut menyentuh semua yang berhubungan dengan aliran listrik.

Soora menatap punggung gadis tadi yang perlahan mulai menghilang di balik koridor sekolah, sebenarnya soora tidak nyaman dengan keadaan yang diam tadi, namun sebenarnya dia juga merasa canggung untuk memulai percakapan dengan gadis itu, rasanya sangat berat walaupun hanya sekedar mengucapkan kata ‘hai’ pada gadis itu, begitu lah soora dia pandai menyembunyikan perasaannya di hadapan semua orang.

Perlahan dia mulai melangkah lagi menuju kelas barunya.

TBC..

Author Note                : Annyeong haseyo….. perkenalkan aku Deby-eliza. Aku baru mau coba-coba buat menulis ff. Jadi, maaf jika masih banyak kesalahan disetiap penulisan dalam ff ini. ini ff pertama aku… aku masih membutuhkan banyak pelajaran dalam penulisan ff. Untuk itu, kritik dan saran dari para readers sangat dibutuhkan untuk memberi motivasi dalam penullisan ff ini. jangan lupa untuk meninggalkan jejak nde, para reader-nim… saran dari para reader-nim sungguh sangat berarti buat aku yang baru belajar buat nulis ff…

Disini aku mau ngingatin ya kalo si abang luhan itu gender nya cewe, maaf bagi yang ga suka. Soalnya aku punya temen yang hunhan shipper. Nah, buat nyenengin aja jadi aku buat deh si abang luhan jadi cewe. Biar ntar akhirnya ketemu sama si bebeb sehun gituu. Kan ff ini bukan yaoi.semoga bisa di mengerti ya sama reader-deul.

Gamsahamnida ….. *Deepbow

 – Link Revenge Of My Girlfriend ( Chapter 1  – Chapter 2Chapter 3 Chapter 4Chapter 5Chapter 6Chapter 7Chapter 8Chapter 9Chapter 10Ongoing )

30 responses to “[Series] Revenge of My Girlfriend (Chapter 1 : Memory )

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s