[Series] Revenge of My Girlfriend (Chapter 2 : The Past )

FF ini ditulis oleh Deby_Eliza, bukan oleh saya (Rasyifa), saya hanya membantu untuk membagikannya di FFindo. Tolong berikan apresiasi kalian  melalui jejak komentar setelah membaca. Terimakasih~
*Untuk melihat index FF lainnya yang pernah dititipkan melalui saya, Klik disini

jtjztj

Author                         : Deby_Eliza

Title                       : Revenge Of My Girl Friend ( Chapter 2 : The Past )

Genre                   : Family, School life, Romance, Angst

Main cast             :

  • Kyung Soo Ra (OC)
  • Byun Baekhyun
  • DO Kyungsoo

Other cast           :

  • Kim Minseok ( Xiumin )
  • Xi Luhan
  • Kim Jongdae ( Chen )
  • Kyung Tae Jin a.k.a soora appa
  • Choi Mi Rae a.k.a soora eomma
  • Paman dan Bibi soora
  • Soora halmeoni
  • Baekhyun appa
  • And other cast

Contact Author           : Facebook : https://www.facebook.com/deby.diaclalue?fref=ts

Disclaimer           :

Summery : ‘ Maaf ‘ maafkan aku yang terlanjur meneruskan semuanya, seharusnya dari awal aku memang harus pergi dan tidak pernah terjebak dalam cinta yang rumit ini. Rumit….. ya, semua nya memang sangat rumit.

Sekarang aku sudah menyelesaikan keinginan terbesar ku di dunia ini, ya, apa yang selama ini menjadi tujuan hidup ku sudah aku lakukan dengan tangan ku sendiri.

Tidak ada lagi yang harus aku lakukan di dunia ini “ appa…eomma..aku akan menyusulmu….. baekhyun-ah, maafkan aku mengecewakan mu, maafkan aku yang membiarkan mu masuk dalam permainanku…. aku mencintaimu…..SELAMANYA

– Link Revenge Of My Girlfriend ( Chapter 1  – Chapter 2Chapter 3 Chapter 4Chapter 5Chapter 6Chapter 7Chapter 8Chapter 9Chapter 10Ongoing )

Review part 1

Soora menatap punggung gadis tadi yang perlahan mulai menghilang di balik koridor sekolah, sebenarnya soora tidak nyaman dengan keadaan yang diam tadi, namun sebenarnya dia juga merasa canggung untuk memulai percakapan dengan gadis itu, rasanya sangat berat walaupun hanya sekedar mengucapkan kata ‘hai’ pada gadis itu, begitu lah soora dia pandai menyembunyikan perasaannya di hadapan semua orang.

Perlahan dia mulai melangkah lagi menuju kelas barunya.

Part 2

Setelah berkeliling, akhirnya soora menemukan kelas barunya yaitu kelas VII-A, soora mendapat kelas unggulan karna memang soora adalah anak yang tidak bisa di remehkan otaknya, dari sd dia selalu mendapatkan peringkat pertama.

Cukup lama terdiam di depan kelas akhirnya soora berjalan membuka pintu dan masuk ke dalam kelas barunya. Soora berjalan setenang mungkin menuju bangku kosong yang berada di belakang.

Sepanjang perjalanan menuju bangkunya, tidak sedikit para siswa baru yang menatap aneh ke arahnya. Ya, karena hanya dia yang sama sekali tidak berusaha untuk mencari teman untuk di ajak mengobrol atau sekedar berkenalan.

Tidak terkecuali gadis yang berangkat bersama nya tadi pagi, dia juga ikut menatap soora dengan tatapan aneh.

Bagaimana tidak, dia saja langsung berkenalan dengan seseorang agar tidak terlalu membosankan berada di kelas itu nantinya.

Tapi soora dengan tenangnya berjalan seperti tidak membutuhkan siapapun di kelas itu kedepannya, ‘benar-benar aneh’ pikir gadis itu.

Tidak lama kemudian bel berbunyi menandakan jam pelajaran akan segera di mulai, semua siswa yang tadinya sedang mengobrol bersama teman barunya bergegas menuju bangkunya masing-masing.

Selang beberapa detik kemudian muncul lah seorang guru dari arah pintu, kemudian berjalan menuju ketengah kelas.

“good morning everyone“ semua murid tersenyum tidak terkecuali soora, namun tanpa sepengetahuan soora ada yang memperhatikannya dari sejak guru masuk ‘bisa juga dia tersenyum rupanya’ batinnya.

“ Perkenalkan saya yang akan menjadi wali kelas kalian, jadi jika ada sesuatu yang berkaitan dengan kelas, kalian bisa melaporkannya kepada saya. Atau mungkin ada yang mau melaporkan keluh kesah nya kepada saya, saya akan dengan senang hati mau mendengarnya.” Ucap sang guru dengan tersenyum.

“ oh ya , nama saya christina, kalian bisa panggil saya bu christin. Saya mengajar matematics di sekolah ini, saya masih berumur 24 tahun. Oke mungkin cukup dulu perkenalan dari saya. Sekarang giliran saya yang ingin mengetahui identitas kalian semua, silahkan yang paling ujung.” Ujar bu christin sambil menunjuk siswa yang paling ujung “ baik bu” jawab siswa itu……

Setelah beberapa saat perkenalan dari siswa barisan depan, tibalah saatnya perkenalan siswa dari baris belakang yang dimulai dari soora, karna dia ada di pojok kiri belakang kelas.

“ ya sekarang giliran kamu “ tunjuk bu christin, dengan perlahan soora berdiri menuju depan kelas, menghela napas sejenak dan mulai memperkenalkan dirinya “ good morning guys, my name is Kyung Soo Ra, you can called me Soora, I’m 13th years old, that’s all and thank you” dengan sedikit menunduk soora memberi hormat kepada gurunya dan kembali menuju bangkunya, seluruh siswa di kelas pun bertepuk tangan meriah setelah soora memperkenalkan dirinya.

Seseorang tengah memperhatikan soora yang berjalan menuju bangkunya dan tersenyum ‘Kyung Soo Ra nama yang bagus’ pikirnya.

“ baiklah sekarang kamu “ ucap sang guru, gadis yang di panggil itu pun segera berjalan menuju tengah kelas “ hello, my name is Xi Luhan, you can called me luhan, I’m from china I’m also 13th years old. And I wish we can work out together for tomorrow, thank you “ semua siswa pun bertepuk tangan setelah luhan memperkenalkan dirinya, ya dia lah yang tadi pagi berangkat bersama soora.

“ selanjutnya “ lanjut bu christin.

Seorang siswa laki-laki berjalan menuju depan kelas dengan santainya “ hy, my name is Kim Jongdae, you can called me Chen, I’m from korea and I’m 14th years old. Nice to meet you all , thank you “ chen tersenyum manis di depan kelas membuat para siswa perempuan terpana melihat senyuman hangat dari chen, kecuali soora yang tengah asik membaca sebuah buku tanpa memperdulikan keadaan kelas yang riuh.

Kemudian chen kembali ke tempat duduknya di samping luhan, luhan tersenyum ke arah chen, chen pun balas tersenyum kearah luhan.

“ baiklah mungkin hari ini kalian belum belajar secara normal, hari ini kalian hanya mencatat jadwal pelajaran untuk besok. Silahkan kalian berkenalan agar bisa menjadi teman yang lebih dekat lagi.” Ucap bu christin sambil berlalu pergi

Soora masih betah berkutat dengan bukunya tanpa memperdulikan dua orang yang tengah menatapnya bingung.

Chen yang sedari tadi memperhatikan soora memberanikan diri untuk mendekatinya

“ an..annyeong, kalau tidak salah kamu orang korea ya ? “ tanya chen gugup, soora beralih menatap chen yang tersenyum ke arah nya lalu mengangguk “ p..permisi aku mau ke perpustakaan “ jawab soora menghindar.

Luhan yang menyaksikan kejadian itupun hanya merasa aneh dengan tingkah soora, dan menatap punggung soora hingga menghilang di balik pintu. ‘ aneh… sebenarnya ada apa dengan nya ‘ batin luhan.

………………………………

Setelah bel pulang berbunyi semua siswa bergegas merapikan alat tulis mereka dan berlarian keluar kelas kecuali tiga orang yang tampak santai merapikan alat-alat mereka.

Chen berjalan lebih dulu menuju keluar kelas namun baru sampai di depan pintu dia membalikkan badannya lalu tersenyum kearah soora dan luhan “ aku pulang dulu ya “ luhan tersenyum dan mengangguk sedangkan soora hanya menunduk tak menanggapi perkataan chen, sedangkan chen ? dia hanya tersenyum melihat tingkah soora namun dia kembali membalikkan badannya menuju keluar kelas.

Setelah selesai merapikan alat-alatnya soora berjalan hendak keluar kelas, namun sebuah suara berhasil menghentikan langkahnya

“ jogi… bisakah aku pulang bersama mu, hmm… aku lupa membawa ponsel ku jadi aku tidak bisa minta jemput pada appa ku “ ucap luhan hati-hati.

Soora nampak sedikit berpikir di depan pintu, namun selang beberapa detik soora kembali berjalan keluar kelas meninggalkan luhan.

Hal tersebut membuat luhan putus asa dan berjalan dengan lesu keluar kelas. Apa yang harus di lakukannya, dia baru pindah dari china kemarin.

Luhan terus berjalan hingga sampai ke depan gerbang, luhan lebih memilih menunggu hingga ada yang menjemputnya.

Setelah setengah jam menunggu, belum ada tanda-tanda appanya yang akan menjemput nya.

Luhan menghela napas berat dan menengadahkan wajahnya ke langit “ahhh… ottokhaji”

tiba-tiba ada setetes air mengenai wajah luhan. Luhan membuka matanya dan mendapati langit yang mendung. “oh hujannn..”. Luhan berlari kedalam sekolah dan berteduh di depan teras.

Luhan memperhatikan keadaan sekitar nya sambil meletakkan tangannya didepan dada, dia sedikit menggigil karna keadaannya yang setengah basah karena berlari ke teras.

Cukup lama luhan menunggu di teras sambil memeluk lututnya yang kedinginan.

Tiba-tiba sebuah tangan terjulur didepan wajah luhan. Luhan terkejut dan menatap tangan yang menjulur tersebut, dia mendapati kaki seseorang tengah berdiri di depannya.

Perlahan luhan menengadahkan wajahnya dan seketika matanya membulat melihat siapa yang sedang mengulurkan tangannya kepada luhan

“ ppalli…kau mau mati kedinginan disini “ ucap soora yang memegang payungnya sambil mengulurkan tangan ke arah luhan , luhan masih terdiam di tempat.

“ kajja….tunggu apalagi , ini aku bawakan jaket untukmu “ ucap soora sambil mengulurkan sebuah jaket ke arah luhan.

Luhan masih diam, luhan berfikir ini pertama kali dia mendengar soora bicara selancar itu kepadanya. Sungguh itu adalah suatu keajaiban tersendiri bagi nya.

Melihat tidak ada pergerakan dari luhan, soora pun melepaskan payungnya dan menarik tangan luhan. Luhan langsung menurut tanpa ada perlawanan, tiba-tiba soora memakaikan jaket itu ke badan luhan. Soora memayungi luhan dan menuntun nya berjalan bersamanya.

“ Gomawo…” luhan menatap soora sambil tersenyum.

Soora pun balas menatap luhan “ mianhae tadi aku tidak mendengarmu “ ucap soora sambil tersenyum sendu

“ aniya maaf sudah merepotkan mu “ mendengar itu soora langsung tersenyum

“ gwencanha “ mereka berdua pun berjalan menuju rumah mereka sambil sesekali tertawa, sepertinya soora sudah mulai terbiasa akrab dengan luhan.

Sejak saat itu lah persahabatan yang kuat muncul antara soora dan luhan. Luhan selalu bermain kerumah soora dan sesekali menginap dirumah soora bahkan di sekolah pun mereka terlihat akrab.

Chen yang melihat keakraban mereka merasa aneh sendiri, kemarin mereka terlihat seperti orang yang tidak kenal sama sekali. Tapi sekarang mereka sepertinya lebih cocok di katakan bersaudara.

Chen juga berniat untuk mendekati soora, karna memang sejak awal dia sudah selalu memperhatikan soora. Sepertinya chen memiliki perasaan yang khusus sejak pertama kali dia melihat soora.

Semenjak kedekatan soora dan luhan, chen juga mulai mendekati soora.

Namun setiap kali chen berusaha mendekati soora, soora selalu saja menghindarinya. Sebaliknya malah luhan yang semakin dekat dan peduli terhadapnya.

Hingga akhirnya chen tidak tahan lagi dan memberanikan diri menarik lengan soora yang baru keluar dari toilet menuju taman belakang sekolah.

Chen mencengkram bahu soora dan memojokkan nya ke sebuah pohon besar yang ada di taman.

Soora terkejut dan berusaha berontak, namun semua sia-sia karena memang kenyataannya kekuatan chen lebih besar dari kekuatannya. Soora hanya bisa menunduk dalam tak berani menatap ke wajah chen.

“ soora-ah, tolong lihat aku, aku hanya ingin menyampaikan sesuatu.” Soora masih diam tak berani bergerak

“ soora-ah , tolong jangan hindari aku untuk kali ini “ ucap chen sambil menarik wajah soora mendekat ke arahnya.

Sementara soora akhirnya memberanikan diri untuk menatap mata chen “ soora-ah aku tidak tau kenapa kau selalu menghindar dariku, tidak pernah memberiku kesempatan untuk mendekatimu, aku tidak mengerti ini memang sikapmu atau memang kau membenciku. Jawab soora-ah “ soora menggeleng pelan

“ aku mohon jangan menghindariku lagi, aku tersiksa soora-ah karna……..” chen menggantungkan kalimatnya dan semakin memperkecil jarak antara mereka hingga berjarak beberapa centimeter.

Soora hanya dapat menahan nafas karna wajah chen yang terbilang terlalu dekat dari wajahnya, sehingga nafas lembut chen menerpa kulit wajahnya

“ aku mencintaimu soora-ah “ lanjut chen kemudian kembali mendekatkan wajahnya ke arah soora.

Soora yang mendengar pengakuan dari chen membelalakkan matanya dan refleks mendorong tubuh chen menjauh. Chen terkejut dengan perlakuan soora dan menatap soora lesu

“ma…maa..maafkan…aku chen-ah. A…aku tidak bermaksud… tapi….Lu….Luhan” ucap soora terbata-bata kemudian menunduk, memikirkan luhan yang sebenarnya juga sudah menyimpan perasaan khusus kepada chen.

“ aku tau aku salah soora-ah mian….. tidak seharusnya aku lancang mengungkapkan perasaan ini kepadamu, jongmal mianhae “ chen berbalik dan hendak pergi meninggalkan soora.

Namun langkahnya terhenti merasakan tangan seseorang yang menahan lengannya.

Chen kembali berbalik mengahadap soora “ aku mau menjadi sahabatmu chen-ah , aku tidak mungkin menghancurkan perasaan luhan jika dia tau kau menyukai ku……Luhan…..luhan sebenarnya menyukaimu…………”

chen membelalakkan matanya mendengar ucapan soora “ tapi, bagaimana mungkin luhan…… tidak mungkin” soora melepaskan tangannya dari lengan chen

“ jadi jeball jadi lah sahabatku dan balaslah perasaan luhan. Aku tidak mau dia terluka “ chen menghela nafas dan menatap soora kagum. Ternyata dia sangat ingin melindungi hati luhan, sahabatnya.

“ Baiklah akan aku usahakan “ jawab chen sambil tersenyum lembut kearah soora.

Setelah kejadian yang tidak terduga itu, chen menjadi bertambah akrab dan menjalin persahabatan dengan soora dan luhan.

Mereka selalu bersama, bahkan chen sering bermain kerumah soora dan luhan. Persahabatan murni mereka mengalir hingga tak terasa mereka telah menginjak kelas VIII tahun ini.

Dan persahabatan mereka telah berhasil membuat sosok soora yang pendiam menjadi sosok yang periang.

Saat itu chen berniat mengungkapkan perasaannya kepada luhan yang memang sudah mulai tumbuh sejak persahabatan mereka di mulai.

Chen mengajak luhan bertemu di salah satu taman yang sering dia kunjungi bersama kedua sahabat nya.

Setelah chen sampai di taman yang telah mereka janjikan, chen sama sekali tidak melihat sosok luhan maupun soora di taman itu. Chen turun dari mobilnya yang berada di tepi jalan

“ CHEN-AH……” chen menoleh ke arah sumber suara dan mendapati luhan bersama soora tengah melambai kan tangan kearahnya sambil memegang es krim di seberang jalan.

Chen tersenyum lebar kemudian segera berlari menuju luhan dan soora sambil memegang se bucket bunga, namun tiba-tiba………….

TIIIIIINNN

TIIIIIINNN

Chen menoleh ke samping. Dan ……………………

BRRRRAAAAAKKKKK

“ CHEN-AHHHHHH “ luhan dan soora bergegas berlari menuju chen yang terpental ke sisi trotoar. Mereka menghampiri chen yang bersimbah darah dan memeluk kepala nya.

Waktu terasa berhenti bagi chen, dia menatap wajah luhan dan soora yang terlihat panik secara bergantian.

Chen menyentuh kedua wajah tersebut menggunakan kedua tangannya yang sudah bersimbah darah.

“a….ak…u..hhh…men..cintai….mu” bersamaan dengan kalimat itu, tangan chen yang berada di pipi luhan dan soora terjatuh begitu saja. Lalu chen menutup matanya untuk selamanya.

“CHENNNNN!!!!!!!” teriak luhan dan soora bersamaan.

…………………………..

Setelah kecelakaan yang merenggut nyawa sahabat mereka, persahabatan luhan dan soora tetap berjalan dan semakin kuat seiring berjalannya waktu.

Mereka sudah mulai melupakan kesedihan mereka karna kehilangan chen.

Hingga sampai pada suatu hari, di saat kenaikan kelas. Luhan datang kerumah soora dan mengatakan bahwa dia bersama keluarga nya akan pindah keluar negeri.

“ soora-ah, aku…aku akan pindah keluar negeri…karena appaku dipindah tugaskan oleh atasannya “ luhan menunduk dan memeluk soora erat

“ mianhae, aku tidak bisa selalu berada di dekatmu lagi. Mungkin ini akan jadi pertemuan terakhir kita “ air mata yang menggenang di pelupuk mata luhan pun mengalir begitu saja setelah mengucapkan kalimat tersebut.

Soora yang tadinya diam terkejut mendengar perkataan luhan, kemudian balas memeluk luhan tidak kalah erat nya “ ke…kenapa kalian semua pergi…kenapa aku sendirian lagi “ tanpa sadar soora mengucapkan kalimat tersebut hingga membuat luhan melepaskan pelukan nya dari soora

“ mianhae soora-ah… nan jongmal mianhae” air mata tampak membasahi pipi soora, perlahan luhan mengusap kepala soora “ jaga dirimu baik-baik ne…. berjanji lah kau akan baik-baik saja di sini “

TIIIINNNN

Luhan menoleh ke jendela dan kembali menatap soora “ aku pergi dulu “ soora kembali memeluk luhan dengan erat.

Luhan segera berjalan ke bawah diikuti oleh soora yang berada di belakangnya.

Soora mengantarkan luhan hingga kedepan pagar rumah nya.

Sebelum luhan hendak memasuki mobil nya, luhan menyempatkan diri melihat soora yang setia menatapnya dengan mata yang berair.

Tanpa sadar luhan berlari menuju soora, dan lagi-lagi memeluk erat gadis yang selama ini sudah menjadi sahabatnya itu.

Soora hanya balas memeluk luhan dengan erat “ Kita pasti akan bertemu lagi soora-ah “ soora mengangguk.

Luhan melepas pelukannya dan kembali berjalan memasuki mobil, kali ini luhan memang benar-benar memasuki mobil.

Kedua orang tua luhan tampak mengusap lembut kepala putri mereka dan tersenyum ke arah soora. Setelah itu mereka pun ikut memasuki mobil.

Kemudian mobil itu beranjak meninggalkan soora yang masih setia menatap kepergian luhan, yang hanya di temani oleh isakan-isakan kepedihan yang keluar dari mulut nya “ Jal Gang….. luhan-ah, aku akan merindukan mu “.

FLASBACK END

 

 

TBC…

Author Note                      : annyeong haseyo.. J masih ingat ff ini ? Hehe semoga masih ingat ya… Dan semoga masih ada yang mau baca J. Di chapter kemaren author sneng banget karena ada yang mau kasih komentar ke ff author ini. kritik dan saran nya author terima banget soalnya ini pengalaman pertama author buat bkin ff. Bagi yang udah baca tlong tinggalkan kritik dan saran nya ya, buat motivasi soalnya hehe J

Eh iya. Maaf yah di chapter ini author Cuma ceritain tentang flashback nya soora, soalnya biar cerita nya lebih jelas gitu. Si Byun Baek sama D.o nya belom author kluarin ya, soalnya mereka masih author umpetin di rumah nya author hahaha. Tapi chapter depan bakal ada yang keluar kok, siapa ? nah author juga bingung mau ngeluarin siapa hehehe J. Ya udah, Semoga reader-deul suka. Jangan lupa tinggalin jejak nya ya J gamsahamnida *Bow

– Link Revenge Of My Girlfriend ( Chapter 1  – Chapter 2Chapter 3 Chapter 4Chapter 5Chapter 6Chapter 7Chapter 8Chapter 9Chapter 10Ongoing )

22 responses to “[Series] Revenge of My Girlfriend (Chapter 2 : The Past )

    • Iyaa kasian chen ku…. *nangiskejerdpojokan
      Author trpksa bkin dia deat tpi itu critanya blum klar koq hhhe ,, ngga ngrasa ada yng jnggal yah wktu chen deat ? Hhihi
      Buat baekDo, iya chapter dpan bkal ada yng kluar koq,, tpi bngung mau ngluarin siapa*elehh-,-? ,, ada saran ?
      Gomawo udh bca.. Keep reading and comment yah (˘ʃƪ˘) *Bow

      • Janggal sih ada …
        Siapa yg nabrak hihi ..
        Kalo keluarin chanyeol dulu gmna *woingk ada di peran wkkw ABAIKAN !
        Kalo menurit ku D.o ajaa duluan kan dia cook cool gtu jd dia ajaa yg jd tampang dingin

        Jgan lama” dipost ya

        • Yang nabrak ngga ada dperan *-,-a
          Hhahaha chanyeol ngga mau d kluarin lgi ptah hati ktanya *authorsarap
          D.o yah,,,
          Tpi ntar character nya bkan dngin tpi lucu gtu hihihihi author ska d.o yng lucu.. Gomawoo udah ksih sarannn *Hug
          Iya ntar d usahain post scpatnya….
          Keep reading and comment yah .. Gomawo *Bow

  1. Ya ampun,ikutan sedih deh,knapa chen harus mati,hiks….!!
    Bagus ceritanya,bahasa jg keren mudah di pahami.
    Yah..baekhyun n do nya lom kluar jg,next chap nya haeus kluar ya,hehehe.

    • Iyaaa author aja wktu nlis jga sedih , author ngga sngja bkin chen mati *eh ?
      Wah ? Bnarkah ? Waahh gomawo,ngga sia-sia author ngedit berulang2 hhhe
      Untuk baekDo, iya next chap bkal dkluarin, tpi ngga smua nya ,,,
      Siapa ? Tngguin aja yah …
      Keep reading and comment yah…
      Kamsahamnida *Bow

    • Hkhkhk ngga sngaja author bkin chen deat (˘̩̩̩へ˘̩ƪ)” *abaikan
      Hhhehe trnyata ada jga yng sdar yah kjnggalan nya *senyumgaje
      Gomawooo iya ntar bkal ada jwaban nya atau pnjlasan nya… Kpan ? Hhhehe sabar yah ,,,
      Keep reading and comment kamsahamnida *Bow

    • Knpa afraid chingu😦
      Mian yah udah bkin kmu afraid,,
      Mian klo ff nya trllu mngada2 ,,
      Author cma pngen nmbah ksan friendship aja d antara soora chen dan luhan.. Gomawo udh kasih kritik ,
      Author akan brusaha lgi buat kdpan nya
      Gamsahamnida *deepBow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s