[Series] Revenge of My Girlfriend ( Chapter 3 : The Meeting )

FF ini ditulis oleh Deby_Eliza, bukan oleh saya (Rasyifa), saya hanya membantu untuk membagikannya di FFindo. Tolong berikan apresiasi kalian  melalui jejak komentar setelah membaca. Terimakasih~
*Untuk melihat index FF lainnya yang pernah dititipkan melalui saya, Klik disini

LLVJLV

Author                         : Deby_Eliza

Title                       : Revenge Of My Girl Friend ( Chapter 3 : The Meeting )

Genre                   : Family, School life, Romance, Angst

Main cast             :

  • Kyung Soo Ra (OC)
  • Byun Baekhyun
  • DO Kyungsoo

Other cast           :

  • Kim Minseok ( Xiumin )
  • Xi Luhan
  • Kim Jongdae ( Chen )
  • Kyung Tae Jin a.k.a soora appa
  • Choi Mi Rae a.k.a soora eomma
  • Paman dan Bibi soora
  • Soora halmeoni
  • Baekhyun appa
  • And other cast

Disclaimer           : this ff is mine…. the characters belong to their family… selain baekhyun, he’s mine hahahaha *bercanda

Contact Author           : Facebook : https://www.facebook.com/deby.diaclalue?fref=ts

Summery : ‘ Maaf ‘ maafkan aku yang terlanjur meneruskan semuanya, seharusnya dari awal aku memang harus pergi dan tidak pernah terjebak dalam cinta yang rumit ini. Rumit….. ya, semua nya memang sangat rumit.

Sekarang aku sudah menyelesaikan keinginan terbesar ku di dunia ini, ya, apa yang selama ini menjadi tujuan hidup ku sudah aku lakukan dengan tangan ku sendiri.

Tidak ada lagi yang harus aku lakukan di dunia ini “ appa…eomma..aku akan menyusulmu….. baekhyun-ah, maafkan aku mengecewakan mu, maafkan aku yang membiarkan mu masuk dalam permainanku…. aku mencintaimu…..SELAMANYA

– Link Revenge Of My Girlfriend ( Chapter 1  – Chapter 2Chapter 3 Chapter 4Chapter 5Chapter 6Chapter 7Chapter 8Chapter 9Chapter 10Ongoing )

Review part 2

Kemudian mobil itu beranjak meninggalkan soora yang masih setia menatap kepergian luhan, yang hanya di temani oleh isakan-isakan kepedihan yang keluar dari mulut nya “ Jal Gang….. luhan-ah, aku akan merindukan mu “.

FLASBACK END

Part 3

Sesampainya di sekolah, seperti biasa soora langsung berjalan menuju kelasnya.

Semenjak luhan sahabatnya pindah ke luar negeri, soora kembali berubah menjadi gadis yang pendiam. Jarang sekali dia berbicara, dia juga bukan lagi sosok yang periang seperti dulu ketika dia masih bersahabat bersama luhan dan chen.

Namun ada satu perubahan yang masih melekat pada diri soora, yaitu dia sudah tidak menutup diri dari lingkungan sekitarnya.

Dia sudah terbiasa dengan sapaan-sapaan hangat dari teman-teman sekelas maupun sesekolah nya.

Dia juga sering mengikuti kegiatan-kegiatan yang diselenggarakan oleh sekolah maupun kelasnya.

Dia juga sudah memperdulikan keadaan sekitarnya.

Di kelas soora hanya duduk diam sambil membaca buku, sampai ada sebuah suara yang membuatnya menoleh.

“ good morning soora, kau sudah datang ternyata “ tanya teman sekelas soora,

soora tersenyum ramah “ oh ya good morning too “ soora kembali beralih pada bukunya.

Setelah beberapa menit berlalu, para siswa mulai berdatangan. Kelas yang tadinya sepi sudah mulai ramai di datangi oleh para siswa dan siswi.

Beberapa saat kemudian bel tanda dimulainya pelajaran pun berbunyi.

Sepanjang pelajaran berlangsung soora memperhatikan semua yang di jelaskan oleh guru yang mengajar, namun tiba-tiba dia teringat tentang kejadian tadi pagi ketika dia akan berangkat sekolah.

Soora kembali berfikir siapa yang ada di rumah tersebut hingga pagar nya terbuka.

Soora sempat berfikir bahwa mungkin luhan lah yang datang kembali ke rumah itu. Tapi jika memang luhan kembali, pasti soora lah yang akan dia temui pertama kali saat dia sampai di london.

Soora masih berharap bahwa luhan kembali lagi tinggal di london, dia sangat merindukan sahabat baiknya tersebut.

Selama luhan meninggalkannya, dia sama sekali tidak tau bagaimana keadaan sahabatnya itu, kemana dia pindah, dan dimana dia bersekolah sekarang.

Bahkan jika soora ingin mengirimi luhan surat, dia tidak tahu dimana alamat luhan. Dia sangat ingin mengetahui kabar sahabatnya itu.

…………………….

Setelah bel tanda pulang berbunyi, kelas kembali ramai.

Para siswa tampak sibuk membereskan alat-alat tulis mereka, termasuk gadis yang sedang santai membereskan alat tulisnya saat ini.

“ hey soora, cepatlah….. kita ada les tambahan hari ini “ ucap seorang siswa laki-laki sambil berlalu pergi mendahului soora, soora tersenyum manis.

“ oh ya, thank you “soora berjalan menyusul para siswa lainnya menuju ruang SINCE.

Setelah melewati jam les yang memakan waktu ber jam-jam, akhirnya soora bisa pulang ke rumah dan beristirahat.

Soora melihat jam tangan nya yang menunjukan pukul 19.30 dan mempercepat langkahnya.

Setelah sampai di depan gerbang, soora baru menyadari bahwa ada sesuatu yang berkurang dari alat-alat yang dibawanya ke sekolah tadi pagi.

Soora mencoba mengingat “ ah iya kotak bekal ku, beruntung aku masih disini hhhhh “ Benar saja, ternyata kotak bekal yang dia bawa tadi pagi tertinggal di dalam laci mejanya.

Soora berlari menuju kelas dan menghampiri bangku miliknya, mencari-cari kotak bekal di bawah laci nya.

“ ah untung masih ada “ soora memasukkan kotak itu ke dalam tas, dan berjalan untuk pulang.

Soora berjalan dengan santai menuju rumahnya, hingga dia tiba di salah satu gang yang cukup panjang dan sempit. Tiba-tiba saja lampu-lampu yang menerangi jalan di gang itu berkedip.

Soora berhenti dan menoleh ke arah lampu itu, lalu beralih menatap ke sekeliling nya. Soora sedikit merasa ketakutan jika berada dalam keadaan gelap karena memang trauma lama yang soora alami masih membekas hingga saat ini.

Soora merasakan dadanya sesak, soora hampir saja terjatuh jika dia tidak bersandar pada dinding gang.

Lampu di gang itu masih saja berkedip hingga soora samar-samar bisa mendengar ada sekelompok orang yang datang dari arah belakangnya.

Soora menoleh ke sekeliling untuk bersembunyi, namun sia-sia karena dia sudah tepat berada di tengah gang dan tidak ada tempat yang memungkinkan untuk dia bersembunyi.

“ hei look, there is a girl guys “ ucap slah satu orang tersebut dan di sambut oleh gelak tawa oleh yang lainnya “ wow your right man, she’s so cute…hahaha “.

Soora membalikkan badannya menghadap orang itu, ternyata itu adalah sekelompok preman berbadan besar yang sedang menenteng botol-botol yang soora yakin itu adalah botol minuman keras.

Soora sedikit bergetar ketakutan namun memberanikan diri untuk bersuara “ Don’t you dare to touch me ! “ ucap soora sedikit bergetar.

Terdengar gelak tawa yang amat keras dari para preman itu “ hahahaha….see guys, its so funny “ salah satu dari preman itu maju mendekati soora dan memegang dagu soora.

Soora menepis tangan orang itu secara kasar dan memanfaatkan kesempatan itu untuk melarikan diri.

Soora berlari sekencang mungkin masuk lebih jauh ke dalam gang.

Soora sempat menoleh kebelakang dan ternyata para preman itu mengejar nya “ hey wait……… “ teriak preman-preman itu.

Namun tiba-tiba tidak sengaja soora menabrak seseorang yang berlawanan arah dengannya hingga dia terpental kebelakang

“ hah…hah…so…sorry “ ucap soora terengah-engah sambil berusaha untuk berdiri

“ are you ok ?“ ucap seseorang tersebut membantu soora berdiri.

Soora melihat kebelakang ternyata preman yang mengejar nya sudah hampir mencapai tempatnya saat ini.

Orang yang menabrak soora mengikuti arah pandang soora dan membelalakkan matanya “ oh god….. “ orang itu menggenggam tangan soora dan membawa nya berlari bersama.

Mereka berdua terus berlari hingga hampir sampai di ujung gang, namun tiba-tiba lampu yang menerangi gang yang tadinya berkedip mati total. Sehingga soora yang masih di tarik oleh orang itu jatuh tersungkur ke tanah.

Soora memegang dadanya dan memejamkan matanya, soora kembali di hantui bayang-bayang tentang kejadian dimana kedua orang tuanya meninggal.

Orang yang menyeret soora itu pun refleks menghentikan langkahnya, dan menekuk kan kaki nya menghadap soora

“ hah…hah are you ok ?” soora masih memejamkan matanya tanpa menjawab pertanyaan orang itu.

Orang itu menoleh kebelakang soora, samar-samar dia bisa melihat preman-preman tadi masih berlari

“ aiiissshh….. “ orang itu mengerang frustasi dan menggendong soora di punggungnya lalu berlari pelan menuju ujung gang.

Setelah berhasil keluar dari gang tersebut, orang itu mencari tempat aman dan mendudukkan soora di sebuah bangku.

Soora masih memejamkan matanya, nafasnya masih terengah-engah, dadanya masih terasa sesak dan keringat dingin tampak membasahi wajah manis nya.

“ hey, tenang lah “ ucap orang itu sambil menatap soora.

Soora perlahan membuka matanya dan dengan tangan yang gemetar dia meraih tas yang ada di punggungnya.

Soora mengeluarkan botol obat milik nya, mengambil satu butir obat dan menelan nya. Soora mencoba untuk menetralkan deru nafasnya yang masih terasa sesak.

Orang itu masih menatap soora dengan tatapan heran “ apa kau baik-baik saja ?” tanya nya kepada soora, soora beralih menatap orang itu setelah dia berhasil menetralkan deru nafasnya.

“ thank you…” ucap soora dengan suara lemah, orang itu tersenyum dan menganggukan kepalanya

Orang itu terdiam sesaat “ siapa namamu….” tanyanya tiba-tiba

Soora menoleh kearahnya “ ohh aku…aku Kyung Soo Ra….” ucap soora tersenyum manis.

“ kau…. apa kau orang korea ?” soora tampak bingung “ n…ne.. aku memang orang korea “ jawab soora bingung.

“ ohhh nama mu sangat terdengar seperti nama orang korea. Kebetulan aku juga baru pindah dari china kemarin. Hmm Aku juga orang korea, hanya saja aku lama menetap di china …. namaku Do Kyung Soo “ ucap nya sambil mengulurkan tangan

Soora menatap tangannya dan membalas jabatan tangan orang yang bernama D.o tersebut “ oh ne ….soora….. namamu juga sangat terdengar seperti nama orang korea “ jawabnya sambil tersenyum.

“ benarkah ? kalau begitu kau bisa memanggilku D.O “ mereka melepas jabatan tangan mereka.

Untuk sesaat mereka terdiam, tidak ada yang membuka mulut untuk berbicara hingga d.o memulai pembicaraan.

“ kenapa mereka tadi mengejarmu…. memangnya kau berbuat apa “ tanya D.o hati-hati

Soora menunduk “ m.molla…tadi aku baru pulang dari sekolah, tiba-tiba mereka muncul dan mengejarku” jawab soora tersenyum canggung

“ Lain kali jangan pulang malam seperti ini, apalagi kau itu seorang gadis. Tidak baik jika seorang gadis berada di luar malam-malam seperti ini “ ucap d.o dengan pelan

soora menatap d.o “gomawo….” dan d.o pun tersenyum manis.

“ dimana rumahmu, biar aku antarkan pulang “ d.o bangkit dari duduknya dan berdiri menghadap soora.

Soora mendongak melihat d.o “ sebenarnya sedikit lagi akan sampai ke rumahku, di persimpangan itu. Hanya tinggal jalan sedikit lagi “ jawab soora menunjuk ke sebuah persimpangan.

D.o menatap persimpangan itu dan mengerutkan dahi kemudian beralih menatap soora “ aku juga tinggal di sana, yang mana rumahmu ?” tanya d.o lagi

“hm…. “ soora tampak berfikir

“ ya sudah, nanti saja kau tunjukkan. Sekarang kajja kita pulang….hm…..apa kau bisa berjalan ?” d.o menatap kaki soora,

soora kelihatan bingung dan memegang kakinya, d.o yang melihat itu tersenyum dan berjongkok di hadapan soora

“ ayo naik “ soora kebingungan

“hmm… tapi “ soora menatap punggung d.o

“ sudahlah ayo cepat naik “ paksa d.o. akhirnya soora naik ke atas punggung d.o dan memeluk leher d.o

setelah itu d.o bangkit dan berjalan perlahan memasuki sebuah persimpangan.

Soora merasa canggung dengan keadaan saat itu, begitu pula dengan d.o. Diam-diam dia melirik soora di belakang punggungnya dan berdehem.

“ itu rumah ku…” tunjuk soora ke sebuah pagar rumah yang ber cat coklat muda,

d.o berjalan menuju depan pagar rumah itu dan menurunkan soora dari punggung nya

“ oh ini rumahmu……wahh kebetulan sekali. Itu rumahku “ jawab d.o menunjuk rumah yang berada di depan rumah soora “ jadi kita bertetangga “ lanjutnya

soora kaget mendengar pernyataan d.o “ ja…jadi ini rumahmu “ jawab soora

d.o tersenyum manis dan menganggukan kepala.

‘ ternyata ini rumahnya….aku kira luhan kembali lagi kesini hhh ‘ batin soora menatap rumah d.o.

“ sepertinya kita akan sering bertemu “ ucap d.o membuyarkan lamunan soora

“o..oh iya “ soora tersenyum “ kalau begitu aku masuk dulu D.O-sshi “ d.o tersenyum

“ jangan panggil aku se-formal itu soora-ah, panggil saja d.o “

soora mengangguk “ ya sudah…masuk lah hari sudah malam “ lanjut d.o ,

soora mengangguk lagi dan membalikkan badannya memasuki pagar dan berjalan menuju ke dalam rumahnya.

D.o masih berdiri di depan pagar soora menatap rumah yang ada di depannya, kemudian tersenyum dan menghela nafas lega. Lalu d.o berbalik pulang kerumahnya.

Soora menutup pintu rumah nya secara perlahan lalu berjalan menuju kamarnya di lantai atas untuk meletakkan tas nya.

Soora berjalan keluar, dan berjalan menuju kamar bibinya dan membuka pintu kamarnya sedikit “ ternyata bibi belum pulang “

Soora menghela nafas kemudian berjalan perlahan menuju kamarnya kembali

Soora duduk di tepi ranjangnya sambil menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong “ lagi-lagi semuanya terasa sepi…. “

Soora tampak menghela nafas dan bangkit dari tempat tidurnya menuju kamar mandi, mencoba untuk menghilangkan rasa penat dan kesepian nya saat ini.

Setelah soora selesai mandi dan memakai piyama tidurnya, dia duduk bersandar di kepala tempat tidur, kembali menatap lurus kedepan dengan pandangan kosong

Entah apa yang sedang dipikirkannya, tiba-tiba dia beralih menatap sebuah bingkai foto yang di isi oleh tiga orang yang tampak tersenyum bahagia

Soora mengambil foto itu dan bangkit dari tempat tidurnya, lalu berjalan menuju balkon kamar.

Dia membuka perlahan pintu balkonnya hingga angin malam berhembus mengenai kulit wajahnya dan menerbang kan rambut nya yang tergerai lurus. Soora berjalan keluar sambil menenteng foto appa dan eomma nya.

Dia berdiri sambil memeluk diri nya sendiri. Perlahan ia menatap bingkai foto yang ada di genggamannya dan mengusapnya pelan “ appa…..eomma…. “

Mata soora tampak berkaca-kaca, bibirnya sedikit bergetar seperti menahan tangis “ aku merindukan…kalian “ kali ini sebutir air bening meluncur ke pipi soora

“ di saat seperti ini aku sangat merindukan kalian …..”

Air mata yang tadinya hanya berbentuk butiran sekarang tampak sudah menganak di pipi soora “ aku membutuhkan kalian…..hk..hk …appa eomma “ kali ini tangisan soora semakin menjadi

Soora menangis sambil menatap bingkai foto orang tuanya, dan beralih menatap langit malam yang tampak cerah. Namun sepertinya tidak dapat menghibur hati soora yang tengah kesepian.

D.o yang baru saja selesai mandi dan memakai piyama berjalan menuju meja belajarnya

Awalnya d.o ingin merapikan buku-buku nya yang terlihat berantakan. Karena sejak kemarin dia belum sempat untuk menata buku-buku tersebut.

D.o baru memegang sebuah buku, namun tidak sengaja dia menoleh ke arah balkon nya yang menghadap ke balkon soora.

D.o melihat soora yang sedang menatap sebuah bingkai foto di tangannya. D.o berjalan ke balkon nya dan menatap soora yang tampak sedang menatap langit malam dengan wajah yang sedikit basah.

“ sepertinya dia menangis “ ucap d.o bermonolog pada dirinya sendiri.

D.o menumpukan kedua tangannya pada besi pinggir balkon tanpa mengalihkan pandangannya dari soora yang masih menatap langit.

Tiba-tiba soora menurunkan pandangannya, tanpa sengaja d.o menatap mata soora dari kejauhan. Sangat jelas bahwa soora memang sedang menangis.

Lama mereka saling bertatapan, tidak ada yang mengalihkan pandangan mereka satu sama lain hingga akhirnya soora menyadari keadaannya yang sedang menangis.

Soora mengalihkan pandangannya dan bergegas menghapus air mata yang masih tersisa di pipinya

D.o yang melihat itu mengusap tengkuk nya dan tersenyum canggung lalu melambaikan tangan ke arah soora, soora yang melihat d.o melambai pun membalas lambaian tangan d.o sambil tersenyum manis seperti tak pernah terjadi apa-apa sebelumnya.

D.o menggerakan tangannya berbentuk sebuah isyarat yang menyuruh soora masuk ke dalam dan istirahat karena udara di luar sangat dingin sambil terus tersenyum.

Soora tersenyum melihat d.o dan membentuk ‘ok’ dengan tangan kanannya, soora kembali melambai ke arah d.o dan masuk ke dalam kamarnya.

Setelah itu d.o balas melambai dan ikut masuk ke dalam kamarnya.

……………………..

Soora menggeliat pelan lalu perlahan membuka matanya. Soora tampak sedikit mengernyit membiasakan cahaya lampu yang masuk ke dalam matanya.

Perlahan soora bangkit dan mendudukkan tubuhnya. Dia mengusap pelan matanya lalu menguap. Dia melihat ke sekeliling nya, kemudian melirik jam yang ada di atas nakasnya yang tampak menunjukan pukul 05.45 pagi. Setelah itu dia bangun dan berjalan menuju kamar mandi.

Setelah selesai mandi dan berpakaian rapi, Soora berjalan keluar kamar dan menuruni tangga menuju ke dapur.

“ O.. sudah bangun eoh…. tumben pagi-pagi begini kau sudah siap “ ucap bibi sambil mengoleskan selai ke roti bakar yang baru matang.

Soora hanya tersenyum dan duduk di salah satu kursi.

Soora termenung sambil menumpukan kepala di tangan kanannya,

Bibi menghampiri soora dan meletakkan sepiring roti bakar dan segelas coklat panas di hadapan nya,

Soora sadar dari lamunan nya dan tersenyum kepada bibi nya.

Setelah itu soora mulai memakan roti bakar nya

“ bibi pulang jam berapa ? “ tanya soora sambil mengunyah roti nya

“ hm…kira-kira jam 11 lewat, bibi pulang bersama uncle mu “ jawab bibi tersenyum

“ lalu dimana uncle, kenapa tidak ikut sarapan ?” soora menatap bibinya

“ hm…dia ada di kamar, nanti juga dia akan keluar soora-ah “ ucap bibi meminum coklat panasnya, soora mengangguk.

Tiba-tiba dia teringat kepada D.O tetangga nya yang baru pindah ke depan rumah nya kemarin

“ hm… apa bibi tau tetangga yang baru pindah kedepan rumah kita ? ”

Bibi nya terlihat berfikir “ maksudmu yang menempati rumah lama luhan ? “

soora mengangguk “ ooh… bibi juga kurang tau…bibi akhir-akhir ini jarang berada di rumah, jadi bibi tidak terlalu sempat untuk berkunjung kerumah mereka. Memangnya ada apa ?” lanjut bibi soora

“ ahh.. hanya ingin tau ….” soora tersenyum dan menghabiskan sarapannya.

“ Kalau begitu aku berangkat dulu … “ ucap soora mengambil bekalnya dan menyandang tas punggungnya,

Bibi nya hanya mengangguk mengiyakan “ hati-hati ne….jaga dirimu “ bibi tampak melambaikan tangannya pada soora,

soora yang sedang merapikan tali sepatu, balas melambai tangan pada bibi nya. kemudian setelah itu soora berlalu keluar dari pintu.

Soora berjalan dengan santai di jalanan yang sudah ramai dengan pejalan kaki yang kebanyakan juga anak-anak sekolah,

tak sedikit juga yang hanya sekedar berjalan-jalan karena memang jalan yang di lalui oleh soora dekat dengan sebuah taman kecil yang jauh dari asap kendaraan.

Setelah melalui jalan yang menyenangkan -menurut soora- akhirnya soora sampai di sekolah.

Soora berjalan santai di koridor sekolah nya karena hari masih cukup pagi, jadi tidak banyak murid yang sudah datang pada saat itu.

Soora berjalan menuju kelasnya dan duduk santai di bangkunya sambil membaca buku pelajaran nya. Memang kebiasaan soora, dia selalu mempelajari setiap pelajaran yang akan di bahas di kelasnya nanti sebelum gurunya mengajarkan.

Perlahan-lahan keadaan kelas mulai ramai, para siswa mulai berdatangan dan duduk di bangkunya masing-masing.

Tiba-tiba soora mendengar sebuah keributan di luar seperti suara para siswi yang sedang berteriak histeris,

Soora merasa heran karena semua siswi dikelas nya pun ikut berlari sambil berteriak kesenangan menuju koridor,

Soora berdiri dan berjalan menuju pintu kelas nya. Dia mencoba mengamati apa yang menjadi alasan para siswi-siswi itu berteriak.

Soora menarik lengan seorang siswi yang hendak menuju koridor, sehingga siswi itu menoleh “ what’s happened there ?” ucap soora bertanya

“ oohh…I Hear that there’s a new student in our school, and they say that he is so cute. You wanna see him ? let’s go “ jawab siswi itu berbalik menarik lengan soora.

Sorra tekejut dan hanya bisa menurut pada teman kelas nya itu tanpa memberontak, karna dia juga merasa penasaran kepada siswa baru tersebut.

Sesampainya di koridor, siswi itu melepaskan lengan soora yang masih digenggaman nya dan ikut berbaur bersama dengan para siswi yang sudah lebih dulu berkumpul disana.

Soora mengernyit dan memegang lengan nya, karna lengannya terasa panas setelah di seret begitu saja oleh siswi tadi.

Tiba-tiba siswi tadi datang lagi dan kembali menarik lengan nya, hingga soora harus rela berdempetan dengan kerumunan siswi yang padat. Soora hampir saja kehilangan nafas di tengah kerumunan para siswi, namun ternyata siswi yang membawa nya itu menarik nya hingga berada di barisan yang paling depan.

“that’s him….” tunjuk siswi itu ke arah seorang anak laki-laki yang berpakaian rapi dan mengenakan seragam yang sama dengan nya. Kemudian soora membelalakkan matanya………………..

TBC………

Author note                       : annyeonghaseyooo….. Deby_Eliza balik lagi bawa ff ini…… semoga masih ada yang nungguin yahhh ……. author sneng banget krna chapter kmren ada yang kasih comment nya untuk ff author ini. untuk semua yang udah comment kmren Gomawo yah… jngan lpa buat comment lagi Gamsahamnida……. J

Buat yang kemaren mnta BaekDo kluar,, hihi ini udah dkluarin kan ???? maaf yang kluar cma D.o bkan Baekhyun…. soalnya BaekHyun masih betah lama-lama author umpetin hehehe *apaini? Tpi ngga lama lagi 3 main cast nya bkal muncul smua koq. Sabar yah….

Satu lagi….. Author butuh banget comment dari kalian, jadi jngan lpa comment nya yahh… Gamsahamnida J

– Link Revenge Of My Girlfriend ( Chapter 1  – Chapter 2Chapter 3 Chapter 4Chapter 5Chapter 6Chapter 7Chapter 8Chapter 9Chapter 10Ongoing )

30 responses to “[Series] Revenge of My Girlfriend ( Chapter 3 : The Meeting )

  1. aku tau siapa yang dateng… itu pasti D.O… hehehe…
    kasihan soora selalui dihantui peristiwa dimana appa and eommanya meninggal…
    next chapter… ^^
    makin buat penasaran… ^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s