[Series] Marriage Contract? (Chapter 1: A Contract)

FF ini ditulis oleh Asih_TA , bukan oleh saya (Rasyifa), saya hanya membantu untuk membagikannya di FFindo. Tolong berikan apresiasi kalian melalui jejak komentar setelah membaca. Terimakasih~
*Untuk melihat index FF lainnya yang pernah dititipkan melalui saya, Klik disini

marriage contract LOL

|Author : Asih_TA|

|Tittle : Marriage Contract? (Chapter 1 : A Contract)|

|Story & Art : By Me|

|Main Cast : Jung Eun Soo (OC), Oh Sehun (EXO)|

|Other Cast : Suho (EXO), Jeon Jeongguk (BTS), Soyu (Sistar), Jung Luhan (EXO), Jiyeon ( T-ara)|

|Genre : Romance, Married Life, Little Smut, Tragedy|

|Leght  : Multichapter|

|Rated  : PG 17+|

|Disclaimer : Anneyong semua, bertemu lagi dengan Author. Ff ini atas pemikirian Author sendiri. Selamat membaca 😀 , Oh iya Komentarnya jangan lupa 😀 |

|Contact Author : https://www.facebook.com/asihe.forevershinee1|

THIS IS MY STORY! NO PLAGIAT!!

Link Marriage Contract ( TeaserChapter 1 Chapter 2 – Chapter 3 (dipassword) Chapter 4 – Chapter 5 – Ongoing )

.

.

.

.

Hari ini hujan membasahi kota seoul lagi. Jalanan sepi dan sunyi membuat kota itu bagaikan tempat tak berpenghuni. Semua orang telah berada didalam rumah mereka masing-masing, setidaknya mengistirahatkan tubuh mereka yang lelah dan meminum secangkir teh yang masih hangat.

Berbeda dengan seorang yeoja yang tengah berjalan di derasnya hujan. Yeoja itu membiarkan setiap butiran-butiran hujan yang jatuh membasahi tubuhnya. Ia masih menyeret kakinya menjauhi tempat yang seharusnya menjadi tempat tinggalnya . . . rumah.

Rumah yang seharusnya menjadi tempat untuk mengistirahatkan diri mereka setelah melakukan pekerjaan seharian, tempat yang seharusnya dipenuhi oleh kebahagian kini berubah fungsi menjadi tempat yang dipenuhi oleh kekerasan dan pentengkaran.

“ Kau jahat Oh Sehun.” Ucap yeoja itu setengah berbisik atau lebih tepatnya terisak. Ia menangis sejadi-jadinya disana. Mengucap nama itu lagi kembali membuat hatinya terasa sakit.

Oh Sehun, nama laki-laki yang telah bersamanya selama 1 bulan terakhir. Perjodohan konyol yang membuat mereka terikat oleh sebuah hubungan yang disebut pernikahan. Berawal dari kedua orang tua mereka yang monjodohkan anak mereka karena alasan melakukan hubungan kerjasama perusahaan. Memang Sehun menerimanya dengan wajah dingin dan disertai seringaian, namun tidak dengan yeoja itu, yeoja yang memiliki nama lengkap Jung Eun Soo. Ia terlihat cemas dan takut, takut jika ia tidak dapat mencintai Sehun dan cemas jika Sehun memaksanya untuk mencintainya.

Eun Soo, lagi-lagi yeoja itu menangis sejadi-jadinya. Mengutuki dirinya sendiri atas perbuatan mereka. Hujan yang semakin deras membuat suara tangisnya tak terdengar oleh siapapun. Ya, hanya hujan yang dapat mendengarnya, setidaknya melampiaskan rasa sakit yang bersarang dihati kecilnya.

.

.

.

#Flashback On

“ Jadi kau benar-benar ingin melakukannya?” Sehun menghampiri Eun Soo yang sedang membereskan kamar tidurnya.

“Hm” gumam Eun Soo kecil namun dapat didengar jelas oleh pendengaran tajam Sehun.

“ Baiklah, kalau begitu aku yang akan membuat kontraknya.” Ucap Sehun dingin. Ia berjalan mendekati Eun Soo yang masih diam terpaku. “ Tanda tangani ini.” Sehun menyerahkan sebuah kertas yang sepertinya itu adalah sebuah kontrak seperti yang dikatakannya.

Eun Soo mengambil kertas tersebut dan membacanya. Perlahan matanya meneliti setiap kalimat yang tertera disana namun seketika itu juga mata terbelalak “ Apa maksud ini semua Oh Sehun.” Murka Eun Soo, ia melempar kertas putih tersebut tepat diwajah tampan Oh Sehun. Bukannya marah, ia malah tersenyum licik “ Kenapa? Bukankah ini yang kau inginkan Jung Eun Soo.”

“ Aku tidak mau, Aku tidak sudi melakukannya.” Ucap Eun Soo yang mulai terisak, ia benar-benar tidak bisa menahan air matanya lagi.

Sehun menyeret Eun Soo dengan paksa. Ia melempar tubuh lemah Eun Soo keranjang tempat tidurnya “ Apa yang kau lakukan, lepaskan aku Oh Sehun.” Rengek Eun Soo.

“ Diam!” Perintah Sehun dingin. Ia mengambil kertas tadi dan sebuah pulpen bewarna hitam miliknya “ Cepat tanda tangani.”

Eun Soo menggeleng-gelengkan kepalanya. Ia semakin memundurkan tubuhnya hingga ditepi ujung ranjang. Tentu saja, untuk menjauhi sosok Sehun yang berjalan kearahnya.

“ Kumohon Sehun . .hiks. . . hiks . .” Isak Eun Soo ketika Sehun menarik paksa tangan kanannya.

“ Cepat tanda tangani ini, bukankah ini yang kau inginkan Jung Eun Soo.” Ucap Sehun yang sudah membatasi rasa kesabarannya.

Dengan terpaksa Eun Soo meraih pulpen hitam tersebut dan mulai menandatangani kertas putih tersebut, tangannya terlihat bergetar hebat ketika pulpen itu telah membentuk sebuah coretan. Sehun tersenyum penuh kemenangan “ Good girl.”

Eun Soo masih menangis tersedu-sedu. Ia mengutuki dirinya sendiri atas perbuatannya untuk menandatangani kontrak tersebut. Ia masih bisa menghapal setiap bait yang tertera disana, dimana didalam kontrak itu bertuliskan.

‘Saya Jung Eun Soo, yang bertanda tangan dibawah ini menyetujui kesepakatan yang telah dibuat bahwa pernikahan kontrak telah ditetapkan dalam jangka waktu 2 Tahun dengan syarat saya selaku istri sah dari Oh Sehun akan memberikan keturunan kepada keluarga Oh’

Dan lagi-lagi air bening itu membasahi pipinya yang putih dan bahunya yang bergetar. Sehun menyeringai dan kali ini menghimpit tubuh mungil Eun Soo di atas ranjang.

“Kau sudah meyetujuinya dan sekarang aku meminta hakku.” Ucap Sehun terdengar dingin dan menusuk.

Eun Soo menatap Sehun tajam “ Apa maksudmu?”

Sehun memutar bola matanya malas “ Ayolah . . kita belum pernah melakukannya, bukankah begitu sayang.”

Eun Soo membulatkan matanya “Tidak ini tidak sesuai dengan apa yang kuinginkan.”

Sehun tertawa remeh “Bukankah kau ingin aku menceraikanmu setelah jangka waktu yang telah kau tentukan sendiri Nyonya Oh.”

“ Benar, tapi tidak untuk memberikan keturunan kepada keluargamu.” Ujar Eun Soo meringis kesakitan ketika himpitan tubuh Sehun yang semakin menekannya.

Sehun mengambil ancang-ancang “ Kau pikir kau bisa lari dariku dengan mengatakan kau ingin menikah kontrak karna kau tidak mencintaiku.” Ujar Sehun dan kini melupakan bagaimana ekspresi dinginya ketika Eun Soo tidak mau mengikuti perintahnya “Tidak! Aku tidak akan membiarkanmu pergi begitu saja. Kau harus menerima sakitku juga.” Sambungnya.

Rasa amarah Eun Soo berubah menjadi takut. Dia tidak habis fikir mengapa ia harus diperlakukan seperti ini hanya karena hubungan kerjasama ia harus memberikan seorang anak dari rahimnya untuk kelangsungan penerus perusahaan keluarga Oh yang sejak dulu dipertahankan.

Eun Soo mulai menanggis lagi. Ia malah membiarkan Sehun menguasai tubuhnya, melihat seluruh tubuhnya, dan memperlakukannya seperti boneka suruhannya. Ya, dia adalah Oh Sehun, seorang laki-laki berhati Iblis namun berparas malaikat. Lihatlah, Iblis itu kini menerkam seekor kelinci putih yang mungil dan rapuh.

Mereka meronta-ronta diatas ranjang hingga membuat sprei hijau itu tak berbentuk lagi. Membuat mereka kembali kepada satu malam yang tertunda selama 1 bulan terakhir. Setidaknya untuk mengeksplor nafsu Sehun yang telah lama ia pendam dan membiarkan setiap desahan demi desahan yang keluar dari mulut mungil Eun Soo.

#Flasback Off

.

.

.

.

Jam menunjukkan pukul 8 malam. Hujan tak kunjung reda, Eun Soo terduduk lemah diderasnya hujan. Ia memeluk tubuhnya kuat dan Membiarkan dinginnya malam merasuki tubuhnya hingga kesela-sela tulang rusuknya. Namun apa daya dia terlalu sakit untuk mengingat kejadian saat itu. Sebuah kenyataan yang berbanding terbalik dari apa yang diharapkannya.

Namun di ujung sana ada seorang laki-laki yang berjalan mendekatinya. Perlahan Eun Soo tidak yakin akan sosok itu, namun sosok itu kini muncul tepat dihadapannya. Laki-laki itu berjongkok dan menyodorkan sebuah payung yang menutupi seluruh tubuhnya. Ketika mata Eun Na menangkap paras dari pria itu dia yakin akan hal itu “ Suho oppa. .”

Laki-laki bernama Suho tersebut itupun tersenyum manis dan menampakkan setiap deretan gigi putihnya “ Kau baik-baik saja?” Ujarnya tak yakin.

Eun Soo menggelengkan kepalanya lemah, ia tidak mungkin berbohong kepada pria yang ada dihapannya sekarang. Karna menurutnya Suho adalah laki-laki yang paling mengerti tentang keadaannya.

“ Kau bisa kedinginan disini, lebih baik kau berada dirumahku untuk sementara waktu.” Ucap Suho lembut. Ia memampah tubuh Eun Soo yang basah kuyup menuju mobil hitamnya yang terpakir tak jauh dari sana. Tubuhnya yang dingin dan pucat membuat ujung mata Suho terlihat sangat khawatir akan yeoja itu.

***

.

.

.

“ Minumlah ini.” Ucap Suho sambil memberikan gelas yang berisikan coklat yang masih panas. Eun Soo menerimanya dengan santun “Ghamsahamnida.”

Suho duduk berhadapan dengan Eun Soo. Ia menarik sudut bibirnya melihat wajah polos Eun Soo sedang meniup-niupkan coklat panas tersebut “ Jadi ada masalah lagi?”

Mendengar perkataan Suho membuat Eun Soo mengurungkan niatnya untuk menyesap coklat panasnya, Namun Eun Soo lebih memilih untuk diam. Suho yang sedari tadi tidak mendengar satu kata pun keluar dari mulut Eun Soo mencoba bertanya lagi.

“ Apakah Sehun menyakitimu lagi?”

“ . . . .”

“ Apakah Sehun bersikap kasar padamu lagi?”

“. . . .”

“ Apakah Sehun mengurungmu lagi?

“ . . . .”

Suho menghela nafasnya berat setelah Eun Soo tak kunjung menjawab semua pertanyaannya setidaknya untuk satu pertanyaan. Namun melihat raut wajah Eun Soo berbeda sudah dipastikan ia pasti menangis lagi. Terlihat raut wajah Suho yang menyesal “Maafkan aku tidak bermaksud untuk menghakimimu hany . . . . “ Kalimat Suho terhenti ketika Eun Soo berlari kearahnya dan memeluknya kuat.

“ Aku tidak tau kenapa seperti ini . . hiks . . aku tidak mengerti dengan sikap Sehun . . hiks . . hiks . . . dia. . dia. . . selalu membuatku takut.. hiks. . “ Ucap Eun Soo terisak. Ia tidak dapat menahan tangisnya yang membuat itonasi suaranya yang parau dan kurang jelas.

Suho hanya dapat membiarkan air bening itu membasahi baju kaos yang ia gunakan namun, Jika itu dapat membuat Eun Soo tenang baginya itu bukan masalah.

***

.

.

.

“ Sial dimana dia!” Umpat Sehun yang sedang mencari istrinya disetiap sudut ruangan namun nihil sejak kejadian sore tadi ketika mereka berakhir diatas ranjang, Sehun tidak melihat Eun Soo lagi berada disampingnya.

Seorang laki-laki paruh baya mendekatinya “ Maaf Tuan saya tadi menemukan Nona sedang bersama seorang laki-laki yang membawanya pergi.”

Sehun menggerang frustasi, dia mengambil handpone genggam miliknya dan menghubungi nomor Eun Soo namun beberapa saat terdengar deringan handpone lain diruangan tamu utama.

“ Sial! Dia tidak membawa handponenya.” Murka Sehun sambil melempar handpone genggamnya membentur dinding yang berada dihadapannya hingga menyisahkan layar yang pecah dan seluruh bagian-bagian yang terpisah.

“ Siapkan mobil untukku.” Perintah Sehun tegas.

Laki-laki paru baya membungkuk mematuhi dan langsung pergi dari hadapan tuan mudanya.

‘Aku tau kau berada dimana Jung Eun Soo’ Batin Sehun.

***

.

.

.

.

Eun Soo menyesap coklat panasnya dengan mata yang masih sembab “ Terimakasih karna oppa selalu menolongku.”

Suho yang sedang melihat berkas-berkas kuliahnya segera menoleh “ Aku merasa tidak keberatan, bagaimanapun kau tetaplah seorang yeoja yang harus dilindungi dan dijaga.” Ia beranjak dari tumpukkan berkasnya dan mendudukan tubuhnya diatas sofa tepat disamping Eun Soo “ Lebih baik kau segera mengganti bajumu yang basah.” Sambungnya.

Eun Soo mendongak “ Aku tidak membawa pakaian.”

“ Pakai saja bajuku.” Tawar Suho cepat.

Dan kali ini Eun Soo menatap Suho penuh selidik “ Kau tidak akan macam-macamkan Oppa.”

“ Hahaha. . . kau pikir aku laki-laki seperti apa?” Tawa Suho menggema diruangannya, Ya setidaknya cukup Sehun yang pernah menyentuh. Bahkan Suho tak punya hak untuk mendekati Eun Soo apalagi mencintainya.

Ting. . . Tong . . .

Bel Apatermen miik Kim Suho berbunyi membuat Suho dan Eun Soo tertegun. Mereka berjalan mendekati pintu utama. Ia meraih knop pintu dan mulai membukannya. Ketika pintu terbuka sempurna terlihatlah seorang laki-laki yang menetap mereka tajam.

“ Se-Sehun.” Umpat Eun Soo takut. Ia langsung bersembunyi dibelakang tubuh besar Suho.

“ Untuk apa kau kesini?” Tanya Suho dengan nada yang mengambarkan kebencian disana.

Sehun tersenyum sinis “Ck . . Seharusnya aku yang bertanya seperti itu, untuk apa kau membawa istriku ke Apatermenmu.”

Suho melipatkan tangannya di dada “ Tentu saja karna aku melihatnya sedang menangis diderasnya hujan, dia sangat terluka dan bahkan terlihat rapuh. Itu semua karna sikapmu terhadapnya Oh Sehun.”

Eun Soo hanya diam menanggapi pembicaraan mereka berdua sedangkan Sehun terlihat sebaliknya. Ia merasakan rahangnya mengeras, wajahnya memerah menahan amarah karna ini sudah sampai pada akhir kesabarannya. Ia menarik tangan kanan Eun Soo yang sedang berlindung ditubuh tegap Suho “ Pulang!”

Eun Soo meronta-ronta ketika Sehun menarik paksa tangan kanannya. Ia mencoba malawan arus tarikkan yang Sehun berikkan dan mencoba untuk tidak terjatuh pada arus yang kuat “Tidak! Aku tidak mau.”

Akan tetapi Suho tidak tinggal diam. Ia mengambil tangan kiri Eun Soo hingga terlepas dari genggaman Sehun.

“ BUKKK . . . “ Sebuah pukulan keras mendarat sempurna dipipi kiri Oh Sehun hingga membuatnya terjungkal.

Sehun menyeringai sambil menjilat darah yang berada disudut bibirnya “Beraninya kau!” Ucap Sehun menggeram.

Suho tak bergeming ia lebih memilih diam menatap Sehun. Namun Sehun kebalikannya ia malah membalas perbuatan Suho dengan memukulnya kembali.

Suho terjungkal dan kali ini ia tersenyum remeh “ Kau tak tau arti Cinta sesungguhnya Oh Sehun.”

Sehun mendecih “ Cih . . . Kau jangan sok menasehatiku keparat!”

Eun Soo mengambil ahli, ia mendorong pelan tubuh Suho agar menjauh dari Sehun, yang ia pikirkan saat ini adalah Suho tidak boleh ikut campur oleh urusan rumah tangga mereka.

“ Maafkan aku oppa.” Ucap Eun Soo terdenger menyedihkan.

Seketika Suho menatap Eun Soo dengan tatapan iba. Namun Sehun terlebih dulu menariknya menyuruhnya masuk kedalam mobilnya dan kali ini Eun Soo terlihat pasrah. Suho hanya bisa memandanginya punggung Eun Soo dari jauh.

***

.

.

Dalam perjalanan hanya tercipta sebuah keheningan yang meraja rela. Setidaknya sepasang suami istri tersebut dapat berbicara sedikit untuk menghancurkan rasa sunyi itu. Sehun terlihat fokus pada setirnya sesekali melihat Eun Soo dari sudut matanya.

Eun Soo dapat merasakan perhatian yang Sehun berikan. Perasaan tidak enak yang begitu terasa diantara mereka. Tak berapa lama kemudian mobil tersebut sudah berhenti di rumah keluarga Oh. Sehun keluar dari mobil sambil sengaja menunggu Eun Soo keluar hingga beberapa saat Sehun kembali menarik tangannya dan itu cukup membuatnya tertegun “ Apa yang kau inginkan Oh Sehun.”

Sehun tidak mengubris perkataan Eun Soo. Ia berjalan memasuki rumahnya dan langsung menghempaskan tubuh mungilnya di atas sofa. Dan kali ini Eun Soo dapat merasakan sakit itu kembali “ Mulai sekarang kau harus menuruti perintahku.”

Mendengar perkataan Sehun membuat Eun Soo tertegun “ Apa maksudmu.”

“ Aku masih berstatus suamimu dan kau harus menurutiku.” Ucap Sehun mulai mendekatkan dirinya pada Eun Soo dan membuatnya harus mundur beberapa langkah.“ Jika tidak aku tidak akan segan-segan membuatmu semakin menderita.” Sambungnya terdengar mengancam.

Eun Soo menelan salivanya dengan susah payah. Sehun menjauhi tubuhnya cukup membuatnya bernafas kembali. Ia tidak tau akan seperti apa hidupnya 2 tahun kedepan.

***

.

.

.

Seorang laki-laki berjalan memasuki sebuah cafe pagi ini. Laki-laki itu memutar bola matanya mencari-cari sosok yeoja yang membawanya sampai ketempat itu. Ya, sekedar ingin tau ada urusan apa yeoja itu memanggilnya.

“ Suho-ssi “ Teriak seorang yeoja yang sedang menunggunya di tempat duduk paling akhir. Yeoja itu melambai-lambaikan tangannya mengisyaratkan namja itu segera mendatanginya.

Laki-laki yang bernama Suho itu pun berdecak sebal ‘seharusnya aku tak datang’ batinnya.

Namun tak berapa lama kemudian Suho sudah duduk berhadapan dengan yeoja itu dan tak lupa juga untuk yeoja itu memberikan sebuah senyuman manis yang membuat semua orang akan merasa tenang namun tidak untuk sosok laki-laki seperti Suho.

“ Ck . . Untuk apa kau menyuruhku kesini.”

Yeoja itu masih menarik sudut bibirnya agar tetap tersenyum manis walaupun perkataan Suho barusan terdengar dingin dan menusuk “ Jangan seperti Suho-ssi, kau ingin memesan sesuatu?” tawarnya dengan nada suara manja.

Suho menyilangkan kedua tangannya didada “ Jangan berbasa-basi Jiyeon-ssi, Jika ada yang ingin kau bicarakan, cepat bicarakanlah, waktuku tidak banyak sekarang.”

Yeoja bernama Jiyeon tersebut mengecutkan bibirnya menandakan ia tengah kesal atas sikap Suho yang terkesan to the point.

“ Aku ingin kau membantuku.” Ucap Jiyeon yang kini sudah menampakan wajah seriusnya, sedangkan Suho langsung memijit kepalanya. Ia sudah tau pasti yeoja itu akan berkata demikian.

“ Jiyeon-ssi sudah berapa kali aku katakan padamu, Sehun tidak mencintaimu.” Kali ini Suho menatap dingin yeoja yang ada dihapannya. Namun Jiyeon tetap teguh pada pendiriannya.

“ Tidak, Aku tidak akan melepaskan Sehun.” Ujar Jiyeon dengan nada suara yang lebih tegas.

Suho mencoba untuk tetap tenang pada situasi ini “ Percuma Jiyeon-ssi, Sehun sud-“

“ Sudah mencintai wanita lain? Aku sudah bosan mendengar itu Suho-ssi.” Ucap Jiyeon yang langsung memotong perkataan Suho barusan. Cukup untuk membuat mereka terdiam sesaat.

Beberapa menit kemudian, Suho bangkit dari tempat duduknya berniat meninggalkan tempat itu dan mengakhiri pembicaraan mereka dengan mengarahkan bola mata hitamnya menatap Jiyeon sejenak “ Aku tidak tau apa yang sedang kau pikirkan Jiyeon-ssi, tapi aku tak ingin ikut campur dalam masalah ini dan aku sarankan jangan merusak kehidupan mereka.”

Jiyeon menundukan kepalanya, mengepal kedua tangannya kuat, menahan rasa gejolak yang mengebu dalam dirinya “ Tunggu! Suho-ssi, Aku tidak akan membiarkan mereka bahagia dan aku tidak akan membiarkan Eun Soo merebut Sehun dariku!” Teriak Jiyeon hingga seluruh pengunjung cafe menatap mereka heran.

Suho membalikkan tubuhnya menatap Jiyeon sebentar dan mencoba untuk tetap bertingkah secool mungkin “ Jangan membuat dirimu dipermalukan oleh orang banyak Jiyeon-ssi hanya karena satu laki-laki.”

Suho mengakhiri perkataannya dan beranjak pergi dari cafe tersebut tanpa memperdulikan setiap orang yang berbisik-bisik tidak jelas tentang mereka. Sedangkan Jiyeon kini tetap diam mematung sambil menunjukkan senyum jahatnya ‘ kau takkan bisa lari dariku Oh Sehun ‘

***

.

.

.

“ Nyonya kau harus segera makan, nanti Tuan muda Oh Sehun marah.” Ucap seorang wanita setengah baya. Wanita tua itu tak henti-hentinya membujuk Eun Soo yang sedang terduduk lemah diatas kasur miliknya.

Eun Soo menggeleng-gelengkan kepala “ Tidak bi, aku sedang tidak nafsu makan.”

Wanita tua yang bertag name ‘Bibi’ tersebut tetap membujuk Eun Soo yang sejak tadi malam tidak makan “ Tapi Nyonya, Tuan muda Oh Sehun bisa memecat kami semua jika Nyonya muda tidak memakan makanannya.”

Mendengar pengakuan Bibi tersebut seketika membuat hati Eun Soo meluluh. Ia meraih makan tersebut dan mulai memakannya. Sedangkan Bibi tersebut mengucapkan banyak terimakasih pada Eun Soo karena secara tidak langsung Eun Soo sudah membantu mereka agar mereka tidak diberhentikan pada pekerjaan mereka.

Jam menunjukkan pukul 4 sore namun Sehun tak kunjung pulang. Eun Soo mencoba bersikap biasa dan mencoba untuk tidak tau apa yang sedang dikerjakan oleh suaminya tersebut. Ia mengambil beberapa buku tebalnya. Karena besok pagi ia harus datang kampusnya.

“ Nyonya muda, Tuan muda Oh Sehun belum pulang sampai saat ini. Bisakah anda menguhubunginya?” Ucap seorang penjaga rumah yang sedang menghampiri Eun Soo yang tengah menyelesaikan tugas kuliahnya.

“ Eumm mungkin dia sedang sibuk Mr.Kim.” Ujar Eun Soo berbohong karena pasalnya ia tidak mau tau tentang masalah itu. Dan lagi-lagi Bibi Sin menghampiri Eun Soo.

“ Yang dikatakan Mr.kim ada benarnya Nyonya muda. Cobalah hubungi Tuan Muda Oh Sehun.” Dan kali ini perkataan Bibi Sin sukses membuat Eun Soo sedikit terusik.

TING . . TONG . . .

Tak berapa lama kemudian suara bel rumah bergema disetiap ruangan. Semua isi rumah tersebut mengetahui keberadaan Tuan mereka telah kembali.

“ Tampaknya Tuan muda Oh Sehun sudah pulang. Baiklah kalau begitu Nyonya, kami permisi dulu. Jangan lupa temui dia.” Ucap Bibi Sin kemudian meninggalkan Eun Soo sendiri diruang tamu.

Eunsoo mencoba mendekati pintu utama dan menarik knop pintu tersebut. Namun apa daya tubuhnya takut untuk melihat sosok itu lagi. Tak mengulur waktu banyak pintu rumah itu sudah terbuka dengan sempurna dan menampakkan wajah dingin seseorang.

“ Se-sehun.” Ucap Eun Soo sedikit terbata-bata.

Sehun tidak mengubris perkataan Eun Soo, dengan langkah gontai ia berjalan mendekati Eun Soo dan langsung memeluknya kuat. Eun Soo merasakan sesuatu yang tidak enak mencoba untuk memberontak.

Kenapa tidak? Ia sudah merasakan bau yang tidak enak ketika Sehun mencoba untuk memeluknya. Bau itu seperti bau Alkohol.

“ Sehun kau mabuk?” Tanya Eun Soo mencoba melepaskan pelukan Sehun. Namun nihil Sehun masih tetap bisa mengalahkan kekuatan Eun Soo walau dalam keadaan mabuk sekalipun.

Sehun dengan gencarnya meraba-raba punggung Eun Soo dengan sedikit menyusupkan tangannya kedalam baju Eun Soo.

“ Sehun hentikan, kumohon.” Eun Soo masih berusaha untuk mendorong-dorong dada bidang Oh Sehun.

“ Eun Soo, Aku suka bau tubuhmu.” Rancau Sehun tak jelas. Ia tidak tau apakah ini efek dari Alkohol tersebut atau Sehun benar-benar menyukainya.

.

.

.

~ TBC~

Link Marriage Contract ( TeaserChapter 1 Chapter 2 – Chapter 3 (dipassword) Chapter 4 – Chapter 5 – Ongoing )

A/N : Anneyong all 😀 Bertemu lagi dengan Author, ini Author kasih Chapter 1 nya semoga aja readers makin suka ama ceritanya. Oh iya apakah ada yang tau sama Author?. Ok lah ditunggu kelanjutannya dan jangan lupa Komentarnya 😀

Sebuah kalimat yang Readers tulis sangat berarti buat Author 😀

Tetap semangati Author ya 😀

665 responses to “[Series] Marriage Contract? (Chapter 1: A Contract)

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s