Three Days With Something Wrong [1]

FF ini bukan ditulis oleh saya (MinHyuniee), melainkan ini adalah ff titipan dari Dhillasw. Saya hanya membantu untuk membagikannya di FFindo. Tolong berikan apresiasi kalian melalui komentar setelah membaca maupun like-an. Terimakasih!

Three Days With Something Wrong

PART 1. Foreign Men?

3

Author  : dhillasw.

Main Cast :

– SUPER JUNIOR Choi Siwon

– OC’s as Prishilla Oktriavi

Other Cast :

– OC’s Mom as Diana

– OC’s Supir as Romy

– Prince Manager

– Etc

Genre : drama, hurt, soft, typos, friendship, family, ooc.

Rating : PG-13

Length  : 3 Part.

FF absurd dari suatu imajinasi karena sebuah khayalan dan keinginan kekeke~ Warning! Typo everywhere!!! XD

creadit asli : http://choisiwonblog.wordpress.com/

Happy reading^^! dont forget RCL-nya readers!

—-o—-

Author’s POV

Eomma? Aku ingin pulang sekarang!”  gerutuk seorang gadis manis nan tomboi yang masih sibuk dengan kameranya.

“Jangan dulu. Kau harus menjemput bintang tamu kita di airport. Sejam lagi dia sudah sampai. Coba kamu urus dia.”

Naegawae?” sungutnya kesal.

“Mama bilang, jangan pakai bahasa alien lagi kalau bicara sama mama…” Gadis yang bernama Prishilla Oktriavi ini langsung mengerucutkan bibirnya, tak terima mendengar perkataan mamanya yang menyebut bahasa yang barusan ia gunakan adalah bahasa alien. Sudah banyak orang yang ada dilingkungannya yang mengatainya abnormal karena seringkali ia tak sadar menggunakan bahasa dari negeri gingseng tersebut. Bahasa yang secara tidak sengaja ia pelajari dari puluhan drama korea yang sudah ia tonton.

Pokoknya aku nggak mau!”

“Kau ini! Mama masih sibuk! Nanti mama harus mengurus model-model yang belum tampil.”

Manager?”

“Sibuk.”

Assistant?”

“Sibuk.”

“Mas Rico?”

“Semuanya sibuk!! Hanya kaulah yang sekarang mama harapkan. Sudahlah, artis yang satu ini, mas Rico bilang tak kalah terkenal di negaranya, percayakan semuanya pada mas Rico!” Wanita modis itu langsung marah dengan dua buah tanduk yang menyembul di atas kepalanya. Wanita paruh baya yang hampir setengah hidupnya sudah ia habiskan dengan segala kesibukan sebagai designer Indonesia, yang namanya bukan hanya dikenal didalam negeri melainkan sudah mendarah daging dari banyak artis ternama diseluruh dunia.

“Aaaa… eomma sudah kubilang  jika bintang tamunya bukan Siwon Super Junior aku tak mau ambil bagian dari pekerjaan konyol seperti ini!”  tolaknya lagi semakin menjadi-jadi, yang dia mau hanya seorang Choi Siwon.

“Cepat pergi sana! Uang jajan dikurangi, atm mama tahan, semua fasilitas mama blokir! Dan  jangan pernah memanggil mama dengan sebutan eomma lagi jika kau tak mau diatur!” Kontan saja dengan secepat kilat Prishilla menerobos paksa kerumunan banyak orang yang sudah memenuhi ruangan besar di hotel bintang lima itu, membuat orang yang terkena sambarannya menatapnya sinis.

Pikirannya benar-benar tidak tenang.  “Di twitter lagi heboh. Katanya Siwon mau keindonesia, tapi mana?? Fotonya saja tak ada sewaktu di airport, kan tak seperti biasanya!! Kasian fans labil kemakan hoax!”  Ia tertawa renyah melihat beberapa tweetan orang-orang yang ada di timeline twitternya menngatakan bahwa dirinya melihat Siwon dibandara Incheon tadi sore, tapi tak satupun foto yang muncul. ‘cari sensasi’  batinnya.

Kedua manik matanya tak henti-hentinya menatap keluar jendela mobilnya, menampakkan  suasana macet yang sudah menjadi warna bagi kehidupan di Jakarta yang sangat padat.

“Walahh… Indonesia masuk dalam sejajaran perekonomian rendah tapi kenapa penduduk kecil saja punya lebih dari satu motor, belum lagi mau pergi-pergi dengan jarak dekat saja harus pakai kendaraan…boros.” komentarnya yang berhasil didengar oleh supir pribadi Prishilla yang sedang duduk didepan.

Non, kayak gak tau aja Indonesia.. malas.”

Ia menatap datar sopirnya, “Aku tak membutuhkan komentar.” beringasnya tidak mood. Ia melirik jam tangannya yang kini menunjukkan pukul 9 malam.

Sekitar 30 menit lagi sampai di bandara.

—-o—-

Disana pria bertubuh tinggi tegap itu berdiri kaku melihat kerumunan orang di depannya.  Kacamata, syal serta topi kupluk yang menutupi wajahnya itu membuatnya tak harus khwatir lagi, namun tetap saja rasanya benar-benar gugup, ditambah lagi ‘penjemputnya’ bahkan belum juga datang sampai sekarang.

“Aisshh berapa lama lagi aku harus menunggu..” desahnya bosan-bercampur panik.

“Hyung kenapa lama sekali !!”

Ia mengirimkan pesan singkat itu ke manager-nya yang tak sempat ikut karena jadwal grupnya–Super Junior—yang lebih padat daripada biasanya. Dan kini dia harus sendirian menunggu orang yang tak ia tahu siapa orang itu.

Chogiyo…. are you mr. Andrew?”  Ia sedikit tersentak kaget. Pasalnya nama lengkap pria itu adalah Choi Siwon, dan dirinya memang dikenal luas dengan namanya itu,  mengetahui dirinya yang dikenal sebagai Andrew,  nama yang ia gunakan jika di Eropa, ada satu nama yang terlintas  dibenaknya Ah! Prince Manager.’  sengitnya. Meski ia tau ini semua bersangkutan dengan pekerjaannya.

—-o—-

Prishilla’s POV

Ayolah mama… Apa susahnya mengundang artis Korea seperti Choi Siwon? Bukannya ini tak sulit untuk designer yang ‘katanya’  sudah dikenal sejagat raya?  Mama bilang artis yang diundangnya ini juga orang Korea tapi kok penerbangannya dari Taiwan? Wahh, otak eomma ternyata memang cukup lemah untuk bagian seperti itu.

Tak perlu menunggu lama, Romy—supirku—yang masih terbilang muda dan tampan itu sudah membuka pintu mobil disampingku setelah memasukan koper itu kebagasi mobil. Tampak seorang pria dengan segala antek-antek di wajahnya yang membuatku sukar mengenalinya. Apa ini artisnya? Ah menyeramkan. Jaket tebal, syal, kacamata hitam, topi semuanya ia gunakan.

Mr. Andrew please…” ucap romy mempersilahkan masuk dengan aksen Inggris yang lumayan untuk seukurannya. Ohh jadi namanya Andrew?

Thank you.” jawabnya dengan suara berat. Aku hanya tersenyum seadanya.

Kini dia telah duduk disampingku.

.

.

.

“Romy.. Apa dia sendirian? Mana manager-nya?”

“Tadi nyonya bilang dia memang sendiri, manager-nya sibuk mengurus jadwalnya disana.”

Entahlah disana mana. Aku tak peduli.

“Kau tak salah orangkan? Apa kau tak menyuruhnya membuka kacamata atau topinya itu?”

“Sudah non.  Dia orangnya.” Aku manggut-manggut santai. Aku tau mungkin dia bertanya-tanya apa yang kubicarakan, yah setidaknya dia bukan orang melayu jadi dia tak tau tentang apa yang kubicarakan, sedikit pun.

.

.

Non, apa sebaiknya non mengajaknya bicara?” tanya Romy yang melihatku lewat cermin depan.
Anioo…” jawabku malas. orang yang ada disampingku itu langsung berbalik melihatku. Kenapa? Apa dia mengetahui maksudnya? Ahaha. Hiss apa dia tak  gerah memakai semua pakaian itu?

Mr. Andrew.. where  do you come from?” tanyaku untuk sekedar basa-basi. Yah mungkin  untuk salam perkenalan saja.

“Korea Selatan.”

Apa?! Sedikit kumiringkan kepalaku, memberanikan diri untuk menatapnya.  Bagaimana bisa aku tau dia sedang berbohong atau memang betul? Dia sama sekali tak mau membuka kacamatanya. Mungkin saja dengan itu aku bisa tahu dia siapa. Kata mama dia cukup terkenal di negaranya, cukup terkenal bukan berarti sangat terkenal kan? Tapi ketika mendengar namanya, aku belum sama sekali mendengar nama artis terkenal dikorea dengan nama Andrew. Ini aneh.

“Aisshh.. Romy apa tak ada orang yang lebih membosankan dari pada dia?!”  sengitku  kepada romy yang terkekeh didepan. Pasti dia sudah tau hal apa yang tak kusukai, yaitu  jika aku bertanya dengan lebih dari satu kata tapi orang yang kutanya malah hanya menjawab satu kata.

Kualihkan kembali kepalaku  melihat pemandangan diluar yang sudah cukup sepi, jauh dari kata macet.

—-o—-

Author’s POV

Eomma.. Dia udah datang.”   ucap Prishilla yang sudah berjalan sempoyongan di lobi hotel tempat dimana event besar itu akan diadakan.

“Oh oke, mas Rico akan menjemputnya di lobi. Kau langsung pulang saja.”  belum sempat ia mengucapkan salam perpisahan untuk mamanya itu, sambungan telponnya sudah terputus. ‘kebiasaan’ geramnyanya sambil meremas kencang ponselnya.

“5 minute, Mr. Andrew.”  ucapnya sekilas pada pria jangkung itu yang sudah duduk di lobi dan menunggu seseorang yang akan menjemputnya untuk acaranya.

.

.

Prishilla’s POV

Apa tak ada artist yang lebih terkenal lagi yang mama bisa undang keacaranya itu? Seperti tahun lalu dia mengundang Tatsuya Fujiwara dari Jepang? Dan tahun kemarinnya lagi, Mario maurer yang dari Thailand, ataukah jika mau untuk tahun ini Lee Minho saja yang sudah jelas famous-nya.  Yah, yah, yah aku tau Super Junior memang sangat sibuk sekarang dan seterusnya akan sibuk, tapi yah masa designer yang katanya sangat terkenal sejagat raya gak bisa ngundang artis macam Siwon Super Junior? Yang bikin ngeselin lagi masa iya mama gak kenal mereka yang jelas-jelas menyandang status the king of hallyu? Ckckck.

Kurebahkan tubuhku di atas kasur kesayanganku setelah sibuk dengan ponselku yang berbunyi terus menerus dengan notif penuh berisi pertanyaan apa betul artis yang diundang mamaku itu Choi Siwon, dan tentu saja aku hanya menjawabnya dengan tawaan. Menjadi seorang anak dari designer terkenal apa yang harus dibanggakan jika aku selalu sendiri dirumah. Ini yang pernah dikatakan Devi, sahabatku  ‘banyak uang tapi tak bahagia’. Shitt! Siapa bilang aku tak bahagia? Aku bahagia kok. Aku memiliki semua yang aku mau. Ayahku profesor di ITB, uhm ya ya, dia juga sibuk. Mamaku seorang designer terkenal, dan kakk laki-lakiku  Evan tengah memimpin perusahaan kakek di Bekasi, sebagai anak kedua sekaligus bungsu yang sekarang kuliah semester 6 dan hanya tinggal bersama harta-harta yang berlimpah ini, harusnya aku bahagia!! Ya, aku bahagia!

-sexy free and single i’m ready to bingo!!

Ck siapa lagi ini?

Aku mengambil ponselku yang sudah berbunyi untuk kesekian kalinya itu.

‘devi is calling’

Mataku menatap datar layar ponselku, dengan gerakan malas aku lalu menekan ikon hijau disana, “Kenapa lagi, Dev?” jawabku kemudian.

“Lu pelit banget sih, gilaran gue yang cuman nelpon, lo malah males angkat!”

“Huahhh… yaudah deh gua minta maaf!! Habisnya lo masuk yang ke 180 list yang telpon gue hari ini, selain dari banyak ELF diluar sana.”

“Hahahaha jinjja? Mmmm… by the way, gue mau nanya nih tapi lo jawab serius ya!!”  Aku mendengus kesal, kalau dia bukan sahabatku pastinya dari tadi aku sudah memasukkan nomornya ke daftar hitamku.

“Iyaiya. Bilang saja.. hoammmm.”

“Artis yang nyokap lu undang dari mana?” Sudah kuduga, pertanyaan yang sama. Pasti Devi curiga juga kalau yang diundang itu Choi Siwon.

“Aduhh Dev, dia itu dari Taiwan. Gua gak tau dia artis apa. Lo tau kan si Siwon lagi sibuk buat album 7jib dengan member Suju lainnya. Lo gak mikir apa?!” terdengar helaan nafas kecewanya.

Harus kuakui, aku juga sangat menginginkan itu, dan aku sekarang sudah sangat merasa bersalah dengan ELF lainnya. Aku… Aku sebagai penggemar Siwon dan Super Junior yang berstatus newbie atau baru harus berkata apa kepada mereka semua? Memang bodoh jika dulu aku malah berbicara asal di twitter kalau aku akan berbuat apa saja untuk mengundang Siwon di event besar mamaku.

“Ohh.. yaudah deh, maaf ya, maaf.. gak usah jutek gitu juga kali!”

“Iyaiya. Udah ah! Besok kuliah!! Oh iyaa jangan lupa kerjain tugas makalah gue titik!! Bye!!” Segera kutekan ikon merah yang menandakan aku memutuskan telponnya. Hahaha aku baru ingat ternyata aku punya pr untuk besok, eh aku malah nangkring gak jelas di hotel dengan foto-foto ini.

—-o—-

Siwon’s POV

Beberapa kali aku mendesah gusar ditempat yang hanya ada aku sendiri sekarang. Ternyata pergi-pergi dengan identitas tertutup seperti ini  menjengkelkan juga. Belum lagi gadis itu, dia seperti tak menghormatiku sedikit pun, jika memang tidak suka tapi setidaknya dia tak memandangku tadi seperti itu. Tapi siapa dia? Apa dia manager-nya Mrs. Diana? Tapi kalau dia manager pasti dia sudah mengetahuiku dari mana, kenapa harus bertanya?

‘tok.tok.tok’

Ne?”

Mr. Andrew, anda sudah di panggil.”  Aku tersenyum . lalu berjalan mengikutinya. Tiba diruangan rias. (kalimat yang dicetak miring itu berarti staff tersebut sedang menggunakan bahasa Korea.)

Mr. Andrew untuk penampilan malam ini kau harus mengunakan topeng ini.” Aku mengerutkan alisku. dan hanya diam saja saat Topeng itu dipakaikan di wajahku.

“Kenapa begitu?”

Karena kami besok menyiapkan surprise untuk para tamu-tamu. Penampilanmu untuk malam ini akan menjadi rahasia dan akan membuat orang-orang penasaran.  Besok adalah acara puncak dari event cowerl.” Aku mengangguk mengerti. Oh jadi ini sebabnya kedatanganku di Indonesia dirahasiakan? Tapi apa namaku juga turut dirahasiakan? Mengapa staff-staff disini selalu memanggilku Mr. Andrew? Ah ini sungguh membingungkan.

.

.

.

Author’s POV

“—ANDDD NOW, THIS IS….”  ribuan mata yang memadati area ini terpanah dan tak bisa mengalihkan pandangannya kepada satu sosok pria yang kini beridiri tegak di atas sana, menggunakan pakaian kasual yang sangat pas di tubuh tingginya, bersama dengan topeng di wajahnya yang menjadi daya tarik malam ini. Banyak pertanyaan yang  mulai muncul dari banyak mulut disana. Berbeda dari tahun lalu yang tak memakai sesi seperti itu.

Diacara bergengsi dengan tamu yang berasal dari kalangan konglomerat dan para artis-artis muda itu tak henti-hentinya bertanya-tanya. Tentu saja mereka sangat penasaran. Secara, segala event yang diadakan oleh cowerl  pasti selalu membuat kejutan dan berbeda dengan event designer yang lainnya. Inilah yang membuat cowerl menjadi makin terkenal, selain rancangan yang selalu update dia juga memiliki banyak terobosan yang membuat para pecintanya makin jatuh cinta.

“Siapa diaa..?? Nah, untuk malam ini kalian akan dibuat penasaran oleh siapakah gerangan pangeran misterius ini. Kalian akan mengetahuinya besok, so pastikan anda datang dengan membawa rekan anda untuk bergabung bersama kami menikmati malam puncak besok!”

Sorakan dan teriakan meriah sontak menambah sesak ruangan itu.  For you a secret king… say something!” ucap mc itu kepada pria yang sudah berdiri sempurna. Teriakan yang tadi mulai meredah kembali menggema bersama dengan tepukan tangan.

“Apha kabar?” ujarnya dengan menggunakan aksen Indonesia .

“Show your face…!!!” teriak salah satu orang di bawah sana.

“Ets.. ets tenang-tenang semuanya.. pertanyaan kalian akan terjawab besok. So, dont miss it guys!” tambah MC itu yang semakin membuat orang naik darah saja saking penasarannya. Terlihat dari mata dan mulut pria yang menjadi bintang tamu itu, ia tersenyum dibalik  sana. Tepat saat kamera tak sengaja menyorotnya sekilas, penonton yang melihatnya kembali berteriak, karena hanya hitungan detik, penonton tak begitu jelas melihatnya. Padahal di pikiran para penonton jika mereka hanya melihat mata dan bibirnya pasti mereka akan cepat menebak , namun bukan cowerl namanya jika hal itu sampai gagal membuat penonton tidur tanpa rasa penasaran.

—-o—-

Prishilla’s POV

Eomma…. Eomma!!!” panggilku seraya menuruni tangga kamar dengan pakaian lengkap untuk bersiap-siap berangkat kuliah.

“Maaf non, nyonya belum pulang dari tadi malam. Katanya untuk uang kuliah non, pakai uang non dulu..” well, aku sudah biasa mendengar itu. Mama belum pulang, yah itu lah kebiasaanya.

“Ah, gak mau!!” sengitku sambil mengambil posisi di depan ruang tamu dengan kaki diatas meja.

“Tapi non…”

“Pokoknya gak! Bi bawa kemari susu dan rotinya!” potongku, dia hanya mengangguuk cepat  dan kembali datang dengan sesuatu ditangannya. Kuambil remote tv itu dan memencet-mencetnya asal. ‘hoammmm’ ah tapi aku masih ngantuk sekali. Apa aku membolos kuliah saja?

Mataku tiba-tiba berhenti tepat ketika bayangan dari kamar tamu di lantai dua terlintas sangat jelas, meski aku tak melihatnya dengan jelas tapi aku yakin ada orang disana, secara sinar matahari itu benar-benar terang, siapa saja yang lewat disana pasti akan menghasilkan bayangan besar seperti tadi.

‘Ada apa disana?’

“Biiiii…bibi” teriakku lagi. Sepertinya bibiku sudah sangat kebal dengan teriakanku setiap pagi seperti ini. “Kenapa lagi non??” sahutnya tergopoh-gopoh sambil melihatku dengan wajah memelas.

“Siapa disana?”

“Oh disitu.. tadi malam nyonya berpesan agar merapikan kamar tamu disana. Katanya dia tamu penting.”

Tamu penting? Kenapa tak menampungnya saja di hotel? Ah  mama yang membawa tamu, mama juga yang harusnya ada dirumah ini. “Uhuk-uhuk!!” aku tersedak saat meminum segelas susu ketika aku mempehatikan tempat itu lagi dengan seksama lalu bayangan itu kembali muncul.

Apa aku datang melhatnya saja? Apa kurang sopan?  Ya sudahlah, ini juga rumahku toh aku tuan rumah disini, jika dia melihatku aku hanya perlu basa-basi untuk menyuruhnya sarapan. Aku berjalan pelan menaiki tangga itu. Ketika aku sudah sampai didepan pintu kamar yang tak tertutup rapat itu, kumiringkan sedikit kepalaku agar bisa melihat siapakah gerangan orang didalamnya. ‘citt.’  Oh sial ! aku menggerakkan pintunya tak sengaja membuat orang yang ada disana berbalik menangkap mataku.  Dia menggunakan baju mandi sambil sibuk melap-lap rambutnya yang basah.

.

.

Author’s POV

Ck! Prishilla mengumpat kesal menyembunyikan sedikit kepalanya ketika dia sadar betapa bodohnya melakukan hal semacam ini. Apalagi dia seorang gadis yang tak kunjung dewasa dan yang disana, di dalam sana adalah seorang pria yang sepertinya—uhuk—sudah cukup dewasa.  Prishilla memilih untuk meninggalkan tempat itu saat merasa pria itu berjalan ingin membuka pintunya.

Chogiyo!” ucap pria itu yang artinya langsung  ditangkap oleh otak prishilla dan suara itu. Tunggu suara itu?

Prishilla membalikkan kepalanya pelan…  dan….. gadis itu  langsung berdiri terpaku disana. Mulutnya mengatup sempurna, membuat orang yang ada didepannya menggaruk-garuk kepalanya heran.

Tunggu..aku bermimpi. Oh,  kalau aku tak bangun sekarang aku akan terlambat kuliah’ bicaranya pada diri sendiri sambil tangannya yang memukul-mukul kecil pipinya.

-sexy free and single i’m ready to Bingo!!

Prishilla tersentak kaget dengan deringan ponselnya sendiri. ‘Jika memang dalam mimpi, mimpi macam apakah inigumamnya lagi.

.

.

Siwon’s POV

Ada apa dengan orang ini? Mengapa ia melihatku seperti itu?

-sexy free and single i’m ready to Bingo!!-

Tiba-tiba saja suara ponsel berbunyi. Ponsel gadis ini. Itukan lagu Super Junior. Astaga… jadi dia itu ELF?! Dan dia adalah gadis tadi malam, gadis sombong itu. Untuk apa dia kesini?

“Biiiiii…..bibi…!!!!”  teriaknya kencang dan mengabaikan bunyi ponselnya.  Entahlah aku tak tau artinya.

Tampak seorang ahjumma tengah berlari dari lantai bawah dan segera menaiki anak tangga. “Iya non ada apa?“ ucapnya dengan nafas yang tak beraturan.

“Coba cubit pipi orang ini.” Gadis itu tampak menunjuk ke arahku. Keningku mengernyit antara heran dan bingung.

“Ta-tapi non..”

“Ah bibi, jangan khawatir, aku hanya mau memastikan kalau orang itu memang nyata.”

“Tapi non, dia memang nyata.”

“Bi. . selama ini aku menjadi pengkhayal yang hebat, dan sudah tak tau lagi yang mana khayalan, mimpi, bahkan kenyataan!” gadis itu menggerak-gerakkan tangannya seolah-olah ia sedang bersandiwara. “Bi.. kalau bibi gak mau. Aku gak akan pulang malam ini!! Biarin bibi dimarahin sama mama..”  tambahnya sembari mengerucutkan bibirnya. Entah mengapa, sudut bibirku sedikit terangkat melihatnya merajuk seperti itu.

Ah, fokuslah Choi Siwon!! Sebenarnya apa yang sedang mereka bicarakan? Tapi tampaknya gadis ini tengah menyuruh ahjumma ini melakukan sesuatu untuknya. Ahjumma yang umurnya mungkin sekitar setengah baya ini dengan cepat mengangguk takut dan terkesan pasrah. Entah apa yang akan ia lakukan tapi anehnya dia melangkah lambat kearahku..

What will you do ahjumma?” tanyaku heran menatap dua orang didepanku bergantian.

awww!!’

Aku terperanjat kaget. Ahjumma itu mencubit pipiku dengan sangat kerasnya hingga membuat gadis disampingnya semakin melotot melihatku berteriak, lebih tepatnya dia kaget. Jadi ini yang dia suruhkan? Gadis macam apa ini? kalau manager yang kupikir, itu tak mungkin, dia seperti memiliki kuasa disini.

Gadis itu menggelengkan kepalanya seolah  tak percaya tentang semua ini dan langsung berlari turun dengan wajah paniknya. Tunggu…. Jangan-jangan… Oh tidak! Dia tak boleh tau siapa aku! Walaupun dia sudah mengetahuiku dia tak boleh menyebarkan semua ini!

—-o—-

Author’s POV

Gadis itu pergi begitu saja, seolah tak percaya dengan pendengaran dan penglihatannya. Ia melajukan mobilnya sangat kencang, segala yang ada diotaknya membuatnya tak sadar dengan kakinya yang menginjak full gas mobilnya. ‘andwee…ini gila!!’ gumamnya sarkatis.

‘Ah devi! Apa aku harus bercerita dengannya? Aku tak mungkin menyimpan rasa penasaranku ini sendirian! Tapi tunggu… jika memang benar dia adalah Choi Siwon lalu Andrew  itu siapa? Apa dia adalah orang yang sama dengan yang tadi malam kujemput? Terus kenapa dia ada dirumahku? Hah? Apa maksud dari semuanya? Apa mama benar-benar gak tau atau pura-pura tak tau? Apa ini alasan kenapa dia kemarin menggunakan pakaian yang serba tertutup? Jadi apa yang diberitakan beberapa orang yang katanya sempat melihat Siwon di airport itu benar? Oh Tuhan! Jangan bangunkan aku jika ini memang mimpi!’  Gadis itu sibuk sendiri dengan pikirannya. Tanpa disadarinya, mobil sport birunya itu kini sudah terparkir rapi di depan halaman kampusnya. Dia mengacak rambutnya frustasi seolah tak peduli lagi jika orang-orang melihatnya aneh. Sejak dia keluar dari mobilnya tak sediki tpun senyum yang ia keluarkan kepada semua orang yang mengaku mengenalnya. Tatapannya kosong kedepan. Kali ini ia tak tau harus senang atau harus sedih.

“Heh! Ngapain lo dari tadi bengong mulu? Eh, lo gak mandi ye? Lo gak sisiran?” tanya Devi bertubi-tubi yang menghampirinya di tempat duduk kesehariannya.

Prishilla menghela nafas panjang, ia menelungkupkan kepalanya pada meja di hadapannya. “Devv….” panggilnya dengan suara parau.

“Eum?” Devi menyahut, walau manik matanya masih fokus mencari buku materi kuliahnya sekarang di tasnya.

“Apa gue sedang tertidur sekarang?”

Dengan kedua alis yang bertaut, Devi pun mendongakkan kepalanya, menatap wajah sahabatnya yang tampak sedikit pucat itu. Sejurus kemudian, ekspresinya tiba-tiba berubah menjadi konyol, “..Ppft…mmmuahahahaha!!” sahabatnya malah tertawa dan meraba tak jelas kening Prishilla yang mengira dia sedang sakit.

“Lo ngapain ketawa? Lo gak liat gue serius?” tanyanya dengan nada serius namun bercampur dengan suara yang mirip orang yang sedang ngelantur alias bercanda.

“Ya enggak lah! Lu mah emang setiap harinya ngelantur! Jadiii ya gue gak heran lagi liat lo mirip ayam gila!”

“Woiii!! Ngebully gue mulu ya lu! Kalau lo yang ngalamin ini gue yakin lo lebih parah dari pada gue!!” pekiknya keras, ia langsung memalingkan wajahnya kedepan melihat dosennya telah masuk dengan senyumnya yang lebar.

“Yah untuk Prishilla Oktriavi, kamu dipanggil ke ruangan dekan…”

Dia mengangguk, padahal dia sama sekali tak tau apa yang terjadi pada nasibnya sekarang. Biasanya juga dia membantah jika dipanggil keruangan itu.

“Dev.. kumpulin tugas gue. Gue punya keperluan penting !”  Devi mendengus dan memutar kedua bola matanya.

“Iyaaa ndorooo…..” jawabnya malas.

.

.

.

“Bagaimana pembayaran semester kuliahmu, Prishilla?”

Kedua mata gadis itu kontan melebar. “Pembayaran? Ah.. iyaya maaf pak saya lupa hehe.” Gadis itu—Prishilla—memukul jidatnya kencang mengingat ingatan itu yang setadi malam  sengaja dia ingat baik-baik. Mungkin gara-gara kejadian tadi pagi itu yang membuatnya lupa akan hal penting itu. Padahal hal itulah yang sekarang menentukan nasibnya untuk ikut atau tidak ikutnya dia dalam ujian hari ini.

“Maaf saja saudari Prishilla, anda tak dimasukkan dalam ujian hari ini..”

“Yak!! Pak, saya kan lupa pak. Apa bapak tak ingat saya sangat sibuk akhir-akhir ini pak. Yah saya janji deh pak saya akan bayar dua kali lipat pak..” Prishilla memelas.

Mata yang sudah melotot itu semakin menajamkan matanya kepada Prishilla dan membuatnya tercekat sendiri menyadari perkataannya barusan telah menyinggung seseorang didepannya.

“Maaf pak, maksud sa..”

“Cukup! Sudah yang keberapa kalinya kau lupa! Apa sebegitu tak pedulinya kau tentang kuliah mu hah?! Ini bukan soal banyak atau tidaknya uangmu saudari Prishilla yang terhormat! Sekarang sudah tak ada mata kuliah yang harus kau ikuti hari ini, silahkan pulang dan lanjutkan kegiatan yang selalu kau katakan sebagai kegiatan sibuk mu itu!” ucapnya dengan penuh penekanan.

Dengan pasrah Prishilla melangkahkan kakinya keluar dari ruangan yang penuh siksaan batin itu, dan menyeret tubuhnya sendiri ke mobilnya.

“Tamatlah riwayatku!”

Prishilla lalu menekan beberapa deretan nomor yang sudah sangat ia hafal di ponselnya. ‘Mama angkat cepat telponnya!!’ geramnya frustasi dengan tangan yang  satu tetap memegang setiran mobil.

“Ya kenapa Prishilla?” akhirnya!!

“Ma! Ini semua gara-gara mama aku tak bisa ikut ujian hari ini!”

“Apa..apa? Mama tidak dengar Prishilla… asdfghjkll” ‘tut,,,tut..tut’  Ah sial!!! Aku belum selesai ngomong mama!!! Kenapa mama mematikannya?

Prishilla langsung melempar keras ponselnya hingga terdengar sebuah benturan yang rasanya sama sekali tak ia pedulikan. Tiba-tiba ditengah perjalanannya, ia mengingat seseorang di rumahnya. Aish jinjja!! Aku benar-benar tak bermimpi eoh?

—-o—-

Siwon’s POV

“Terkurung seperti ini mana enak?” gumamku malas. Aku hanya memainkan tabku asal  sambil sesekali memandang keluar jendela. Aku tersenyum saat melihat genangan air biru  dibawah sana. Pergi sendirian di negeri orang lain memang terasa aneh, kenapa tak berenang saja. Kulirik jamku sekilas. ‘masih lama’ Ini baru jam 10 pagi, tapi matahari sudah sangat tinggi. Untung saja, kolam renangnya tak di luar ruangan seperti kebanyakan orang yang menempatkannya diluar rumah.

Ngomong-ngomong siapa gadis tadi? Dia aneh, aku belum pernah melihat ekspresi seorang gadis yang begitu lepas, banyak ELF yang sudah kutemui tapi tak ada yang sejelas itu, biasanya dia langsung tersenyum dan hampir menangis melihatku dengan keadaan shock.

“Permisi… Mr. Andrew.  Mrs. Diana baru saja menghubungiku, anda akan berangkat ke acara pada jam 5 sore.” (kalimat yang dicetak miring artinya ia sedang menggunakan bahasa asing)

Aku menengadah ke atas melawan silaunya terik matahari yang menembus kaca jendela besar itu, terlihat seorang namja yang tadi malam menjemputku. Sepertinya dia supir. Tapi, keren juga, seorang supir fasih berbahasa Inggris. “Oh.. okay.” jawabku simpel. Saat melihatnya yang sudah pergi, aku langsung membuka bajuku dan melompat ke dalam kolam.

-TO BE CONTINUED-

Advertisements

8 responses to “Three Days With Something Wrong [1]

  1. aaaa ffnya kece bener!!
    sabar ya thor kalo di ffindo emang kebanyakan ff bercast exo yg diminati,, tp tetep gw bersyukur masi ada author yg mau ngepost ff sj apalagi siwon, beuh manteb wkkw
    udeh ah bye *naik sapu terbang #plak

    • nah itu dia, aku sempet ragu mau ngepost disini, aku lihatnya di my cast uhhh nama siwon kecil beut wkwk, readersnya pada exo-l -____- tapi thnks udh baca. . mungkin aku postnya di blog yang khusus sj aja lain kali-___-” *lapkeringat

  2. akhirnya setelh sekian lama nunggu ff baru untuk cast choi siwon whwahah tng thor, ff author keren kok, aku mlh nunggu kelnjutannya gimana, cumn syng aja di blog ini mmng readersnya rta-rata fansnya exo kkk tpi fighting thor!!

    • wah maaf dear, aku cuma sebagai penghantar authornya aja buat ngepost ffnya kesini. Nah kebetulan author nggak ngijinin buat ngepost lanjutannya, dan FF ini bakal segera dihapus. Maaf ya mohon dimaklumi /bow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s