THE BROTHERS [Part Six – Brother Complex]

Previous: Prologue | ONE | TWO | THREE | FOUR | FIVE

b-6

THE BROTHERS

TITLE : THE BROTHERS

LENGTH : CHAPTERED

GENRE : FAMILY, ROMANCE

RATING : PG – 13

AUTHOR : NAOMIREE @_nraesky

CAST

EXO COMPLETE MEMBER

LEE AHREUM

LEE YURIN

JESSICA JUNG

KIM TAEYEON

HAN DASOM

SEO JOO HYUN

CHOI SULLI

CHOI MINHO

 

 

DISCLAIMER : LEE AHREUM, YANG SEJAK DULU HANYA HIDUP SEBATANG KARA MENDADAK MEMILIKI 12 SAUDARA LAKI-LAKI DALAM HIDUPNYA……

 

Happy Reading–, sorry for typo ^^

 

PART SIX

Brother Complex”

 

Kedua belas EXO-bersaudara sedang berkumpul di ruang dapur sore itu. Dengan kompak mereka sedang memandang seseorang, yang tidak lain dan tidak bukan adalah Ahreum yang sedang berkutat di depan kompor dengan celemek kuningnya yang terlihat imut. Para pemuda berusia belasan tahun itu nampak serius memperhatikan Ahreum yang sedang memasak di dapur. Dengan cekatan Ahreum memotong ikan besar dalam waktu yang cepat, lalu mengaduk kimchi dengan telaten, setelah itu Ahreum berpindah ke kompor sebelahnya memasukkan beberapa potong wortel , daging dan kentang ke dalam panci panas lalu menambahkan bumbu-bumbu seperti garam dan merica ke dalam sup buatannya.

“Whoaaaa~” para lelaki tampan itu sukses ber-koor ria ala paduan suara gereja ketika melihat Ahreum sukses membalikkan ikan yang sedang di goreng di atas pan dengan api kompor yang membesar ala chef-chef ternama yang biasa mereka tonton di TV.

Ahreum hanya menggelengkan kepalanya perlahan, menatap para saudara nya sekilas lalu kembali melanjutkan aksi memasaknya. Para Oppa—nya mungkin takjub seperti itu karena baru pertama kali menyaksikan Ahreum memasak. Selama ini mereka selalu di masakkan oleh Jang ahjumma—kepala pelayan & dapur—di rumah mereka namun sayang hari ini Jang ahjumma sedang tidak enak badan dan Ahreum menyuruh wanita paruh baya itu untuk memeriksakan diri ke dokter. Sementara ayah dan ibu angkat mereka masih belum pulang dari melakukan acara amal & Charity event di luar negeri sehingga harus membuat Ahreum memasak porsi besar agar para saudaranya ini tidak kelaparan.

Sehun saja sudah mengeluh kelaparan sejak tadi siang. Sebenarnya memasak adalah hobbi Ahreum sejak kecil, saat di panti asuhan Ibu Kepala selalu memuji masakan Ahreum , jadi Ahreum tidak keberatan harus berkutat di dapur seperti ini. Lagipula sepertinya memang hanya Ahreum-lah yang bisa diharapkan dalam kondisi seperti ini karena semua EXO tahu Sulli—pelayan mereka yang satu itu sangat buruk dalam hal memasak. Sulli pernah hampir membuatkan para Tuan muda—nya macaroni beracun saat mereka di sekolah menengah beberapa tahun yang lalu. Sulli sendiri yang mengakui bahwa keahliannya hanyalah membereskan rumah, bukan memasak.

Sementara itu Kai tidak berniat sedikit pun untuk mengalihkan pandangannya dari Ahreum. Melihat gadis itu memasak sehebat ini untuk pertama kalinya bagi Kai adalah sesuatu yang tidak boleh dilewatkan. Pikiran lelaki itu pun melayang menjadi sebuah lamunan.

 

~~~

 

“Ahreum aku pulang~” Kai muncul dari balik pintu dengan jas hitam pakaian kerja dan sedang menenteng sebuah tas yag entah apa isinya. Kai melonggarkan dasinya sejenak kemudian menatap seorang gadis dengan rambut di cepol ke atas dan pakaian rumah tangga yang sedang asyik mencicipi masakan buatannya di dapur.

“Nee~ Oppa. Aku baru selesai memasak” seru Ahreum yang tiba-tiba muncul dengan membawa satu mangkuk sup untuk Kai yang dari tadi duduk di meja makan. Kai tersenyum menatap Ahreum yang dengan cekatan mengambilkan nasi ke dalam mangkuk lelaki itu, kemudian menuangkan kuah sup buatannya dan menyodorkannya ke depan Kai .

“Oppa~ aku membuatkannya khusus untukmu. Cepat makan sebelum dingin~” ujar Ahreum dengan nada menggemaskan lalu mengedipkan satu matanya membuat sebuah wink yang terlihat begitu imut di mata Kai.

Ah… Kai benar-benar meleleh dibuatnya.

“KIM JONG IN!!” Kai tersentak begitu lengkingan suara Chanyeol mengelilingi telinganya , membangunkan lelaki itu dari alam khayalan dan imajinasinya.

“Bisa tidak kau tidak berteriak sekeras itu! Kupingku sakit Park Chanyeol” ringis Kai sambil mengusap-usap telinganya.

“Salah mu sendiri. Kau senyam senyum sendiri dari tadi. Sedikit lagi kau mungkin akan kerasukan arwah” ujar Chanyeol.

“YA!! Neo!!” Kai sukses mendaratkan sebuah pukulan ke kepala Chanyeol membuat giliran Chanyeol yang sekarang meringis di buatnya.

“Yosh! Akhirnya selesai juga! Ayo kita makan!” Ahreum menepuk tangannya dengan gembira begitu semua masakan yang ia masak mulai matang , gadis itu terkekeh dan menyeka dahinya yang mulai berkeringat karena beberapa jam bergulat di dapur. Para EXO mulai bergemuruh bangkit dari tempat duduk mereka, satu per satu dari mereka membantu Ahreum membawa masakan dan piring-piring ke meja makan karena Ahreum memasak banyak makanan hari ini.

“Aku benar-benar lapar. Ayo sekarang kita makan!” seru Suho menggebu-gebu karena dari tadi perut lelaki itu memang sudah berkoar minta diisi, yang lain mengangguk meng-iya-kan ucapan Suho karena mereka semua juga kelaparan. Sebenarnya Sulli sempat menawarkan untuk membeli makanan delivery saja kalau para tuan mudanya ini memang sudah lapar tingkat dewa namun Sulli baru teringat kalau semua tuan mudanya itu tidak menyuka makanan cepat saji, mereka semua adalah tipikal lelaki yang mencintai makanan rumahan.

Kai dengan cepat mengambil tempat duduk di sebelah Ahreum membuat Luhan cemberut karena tadi dia yang berniat duduk di samping Ahreum.

“Kalian harus makan yang banyak. Kalian harus tahu masakan ku sangat enak.” Ujar Ahreum percaya diri lalu mengambilkan nasi ke mangkuk untuk satu per satu Oppanya dengan telaten.

“Aku juga Ahreum! Kalau bisa nasiku di buat dua tingkat!” pinta Tao sambil menyodorkan mangkuknya.

“Kalau begitu aku tiga tingkat!” tambah Baekhyun.

“Aku empat tingkat!” sekarang Kai di sebelah Ahreum ikut-ikutan.

“Makan itu yang secukupnya. Kalau terlalu berlebihan juga tidak baik” ujar Kris yang sudah mulai memakan sup Miso—nya dengan tenang. Yang lain hanya manggut-manggut mengiyakan, ya diantara kedua belas EXO memang hanya Kris—lah yang selalu bersikap tenang dan dewasa diantara yang lainnya.

“Whooooa!!! Daebak! Ini benar-benar enak!!!!” seru Suho dengan gaya seperti seseorang yang tidak pernah makan selama setahun.

“Ah!! Jinjja!! Ahreum—a ternyata kau bisa memasak makanan seenak ini! Aku benar-benar merasa bersyukur” timpal Sehun seakan mendukung ucapan Suho barusan.

Ahreum hanya tersenyum simpul sambil memasukkan satu sendok nasi penuh ke dalam mulutnya. Rasanya seperti kembali ke panti asuhan, gadis itu merasa beruntung bisa mempunyai selusin saudara lelaki seperti ini yang bisa makan dengan lahap dan memuji masakannya dengan baik. Melihat situasi seperti ini kembali mengingatkannya dengan masa-masa saat ia memasak untuk para penghuni panti. Semuanya menyukai masakan Ahreum dan tentu saja itu membuat Ahreum merasa senang karena masakannya disukai semuanya.

“Boleh aku minta asparagus—mu?” Tanya Kris yang duduk berhadapan di depan Ahreum dengan pelan sambil melihat beberapa batang asparagus di piring gadis itu.

“Oppa, kau juga makan asparagus?” Tanya Ahreum terkejut begitu Kris meminta asparagus di piringnya karena Ahreum kira tidak ada satu pun saudaranya yang menyukai makan asparagus seperti dirinya. Kris hanya menggangguk lalu bergumam terima kasih begitu Ahreum memotong satu batang asparagus dan memberikannya ke Kris dengan cuma-cuma.

“Kris hyung dulu tidak suka asparagus dan sayur. Namun saat kelas 4 SD dia mendadak menyukai asparagus” ujar Lay membuka suaranya setelah sedari tadi hanya sibuk memakan makanannya.

Kris hanya terdiam, ia nampaknya menyukai asparagus yang mulai masuk ke dalam mulutnya.

“Aku juga mau coba!” Kai yang berada di samping Ahreum langsung mencomot asparagus di piring Ahreum dan mulai memakannya. Kening lelaki itu langsung berkerut begitu batang asparagus mulai mencapai lidahnya, lalu lelaki itu mulai bergidik.

“Kau tidak menyukainya , Oppa? Padahal ini enak” Ahreum mengunyah asparagus seperti memakan sebuah cemilan sambil menatap Kai yang Nampak bergidik memakan sayuran berwarna hijau itu.

“Sepertinya kalau kau menyuapiku rasanya akan lebih enak” ujar Kai dengan spontan namun karena ucapannya itu Kai harus mendapatkan satu buah pukulan di kepala yang berasal dari tangan Suho.

“Ya! Hyung, kenapa kau memukulku!” ringis Kai memegang kepalanya.

“Tidak usah modus Kim Jong In” bisik Suho sambil memasang death glare ke arah Kai. Kai hanya mendengus.

“Kita benar-benar beruntung bisa memiliki Ahreum sebagai adik kita. Ahreum pintar menjahit, membersihkan rumah dan memasak. Sepertinya Ahreum bisa menjadi istri yang baik” ujar Chen menatap Ahreum dengan tatapan bangga namun ucapan yang baru keluar dari mulut Chen itu justru malah membuat Ahreum tersedak karena mendengarnya. Yang lain malah menatap Chen datar seakan mempermasalahkan ucapan Chen barusan yang menyinggung masalah istri-istri-an.

“TIDAK! AKU TIDAK BISA MEMBAYANGKAN KALAU AHREUM AKAN MENJADI SEORANG ISTRI DARI ORANG LAIN! AKU TIDAK RELA!!!!!” Seru Suho dengan gaya super duper berlebihannya yang membuat semua penghuni meja makan semakin tercengang karena melihat reaksi kakak pertama mereka yang satu itu.

Sementara Ahreum tidak bisa untuk tidak tertawa melihat wajah bingung para Oppa—nya di meja makan plus wajah Suho yang terlihat sangat lucu dan komikal di saat seperti ini. Ahreum benar-benar merasa beruntung, dianugerahkan Tuhan dua belas kakak lelaki yang menyenangkan seperti mereka. Kedua belas lelaki yang membuat hidup Ahreum akan menjadi semakin lebih berwarna.

 

 

***

Hari yang cerah, matahari bersinar dengan teriknya membawa kehangatan. Ahreum turun dari mobil Luhan bersama Sulli. Kedua gadis itu hari ini berangkat ke sekolah dengan menumpang mobil Luhan. Sebenarnya Ahreum dan Sulli lebih suka naik bus saja, namun para Oppa Ahreum memaksa dengan alasan yang sangat klise, ‘takut Ahreum kenapa-napa di jalan’

“Jaga diri kalian ya. Oppa mau ke kelas dulu. Sampai jumpa” Luhan dengan gayanya yang easy going melambaikan tangannya ke arah Ahreum dan Sulli.

“Oke, Oppa~” Ahreum tersenyum ikut melambaikan tangannya sementara Sulli membungkukkan badannya dengan sopan memberi salam kepada Luhan untuk belajar dengan baik—sesuatu yang selalu Sulli lakukan kepada para tuan muda EXO sebagai pelayan.

“Ini hari yang baik. Tidur ku cukup nyanyak semalam. Ahh~~ aku tidak sabar untuk mengikuti kelas musik” Ahreum merentangkan tangannya dengan ceria , menghirup udara pagi yang benar-benar segar, namun tiba-tiba bunyi klakson mobil yang berisik terdengar menganggu pendengaran Ahreum yang masih asyik menikmati suasana pagi yang indah.

 

PIP!PIP!PIP!

Ahreum dan Sulli refleks menengok dan melihat sebuah mobil berwarna full pink yang terang berada di depan mereka. Sang pengendara mobil terus saja membunyikan klakson hingga Ahreum dan Sulli memilih menepi di pinggir jalan.

Dua orang gadis dengan seragam super duper pendek dan memakai kacamata hitam yang terlihat begitu fashionable turun dari mobil itu. Ahreum hanya mengernyitkan keningnya heran bagaimana mungkin di sekolah mereka ada murid yang di perbolehkan memakai seragam seperti itu. Sementara reaksi berbeda yang di tunjukkan Sulli, gadis itu terkejut begitu sadar bahwa sang pengendara mobil adalah dua Queenka sekolah yang sangat hits , Jessica dan Tiffany. Dua gadis itu menghampiri Ahreum dengan raut wajah tidak bersahabat , Sulli merasakan firasat buruk, takut Jessica akan marah kepada Ahreum karena sudah berani menghalangi mobilnya tadi. Siapapun tahu, Jessica yang angkuhnya minta ampun ini sangat sensitif terhadap segala sesuatu yang menganggunya, sekecil apa pun.

“Apa kau buta, huh? Apa kau orang bodoh ? Berani sekali kau menghalangi mobilku!” seru Jessica melabrak Ahreum dengan nada galak. Ahreum terkesiap, gadis di depannya adalah gadis kasar no.2 yang pernah di temuinya setelah Dasom. Bahkan gadis ini mungkin jauh lebih kasar, lihat saja kata-katanya.

“Aku minta maaf. Tapi kau tidak perlu semarah itu, kan?” Ahreum dengan sopannya meminta maaf, namun ia juga membela dirinya. Ia tahu apa yang di lakukannya tadi memang salah, tapi bukankah Ahreum tidak sengaja menghalangi mobil gadis ini? Gadis ini tidak bisa kah berbicara baik-baik.

Sulli menahan nafasnya melihat ekspresi marah Jessica saat mendengar pembelaan Ahreum. Siapa pun tahu Sunbae satu ini sangat benci kalau perkataannya di bantah. gawat kalau Ahreum sampai harus berurusan dengan Jessica.

“kau berani menantangku , huh? Anak kecil murahan?” Jessica mendorong tubuh Ahreum hingga ke tembok dengan kasar, lalu membuka kacamata hitam mahalnya.

“kau tidak tahu siapa aku?” lanjut Jessica dengan tatapan mata meremehkannya.

Tiffany mendengus sambil melihat kuku-kuku palsu yang menghiasi jemarinya. Kelihatan tidak terlalu peduli dengan apa yang akan di lakukan Jessica berikutnya, sudah menjadi kebiasannya melihat Jessica seperti itu.

Ahreum benar-benar terkejut ketika tubuhnya di dorong dengan sangat kasar. Bagaimana mungkin ada gadis seperti ini?

“kau ini kenapa, sih? Kau bertindak seakan aku baru saja mengempeskan ban mobil mu, padahal aku hanya berdiri di depan mobilmu. Hei, nona. Tidakkah kau pikir ini keterlaluan?” balas Ahreum dengan nada emosi. Ahreum memang adalah gadis yang sabar, namun siapapun kalau di perlakukan seperti ini pasti akan kehilangan kesabarannya.

“kau mau melawanku? Kau berani?” Jessica menarik rambut Ahreum dengan tidak sabaran, membuat Ahreum sontak mengaduh karena gadis di depannya ini dengan tiba-tiba menarik rambutnya. Sementara Sulli sama terkejutnya, gadis itu mencoba melerai dan memisahkan tangan Jessica dari rambut nona mudanya.

“Jessica sunbae, aku mohon hentikan. Kasihan Ahreum” Sulli sudah memukul-mukul tangan Jessica dari rambut Ahreum, namun Jessica malah melotot ke arah Sulli.

“rambut mu juga mau ku tarik?” teriak Jessica kepada Sulli membuat gadis itu hampir saja terkena serangan jantung.

“Hentikan, Jessica” seorang gadis berambut panjang dengan hiasan rambut berbentuk bunga merah dan membawa pot bunga kecil di tangannya tiba-tiba muncul dan menepis tangan Jessica dari rambut Ahreum.

Jessica memutar matanya jengah. Siapa lagi yang berani menghalangi harinya sepagi ini dan sudah berani menurunkan moodnya. Jessica memalingkan wajahnya, dan saat itulah ia melihat siapa yang sudah berani menepis tangannya, seorang Seohyun rupanya. Jessica menatap malas ke arah Seohyun.

“Seorang dewi sekolah lebih baik tidak usah ikut campur” desis Jessica menatap Seohyun.

“sebaiknya kau menjaga sikapmu. Bagaimanapun, kau adalah senior di sini. Bukanlah hal terhormat bagi seorang senior seperti mu bertindak kasar seperti ini kepada seorang junior. Bukan hanya sebagai seorang senior, tapi kau juga harus mengingat status mu sebagai murid kelas A yang terkenal menjunjung tinggi sopan santun. Aku harap kau mengurangi sedikit sikap kurang ajar dan sok berkuasamu. Di sekolah ini , siapa pun berhak mendapatkan perlakuan yang baik” ujar Seohyun dengan tenangnya menatap Jessica, sementara Jessica tidak henti-hentinya memutar bola matanya jengah dan mengipasi dirinya dengan kipas berbentuk hello kitty di tangannya.

“aku tidak butuh ceramahmu, Seo Joo Hyun. Ada apa dengan hari ini? Kalian benar-benar merusak moodku. Fany~ah! Kajja, kita harus segera pergi dari sini! Aku benar-benar muak!” seru Jessica kemudian memutar tubuhnya dengan gaya bak model Victoria Secret kemudian masuk ke dalam mobil yang pintunya sudah di bukakan Tiffany.

Ahreum hanya mendengus melihat kelakuan dua gadis yang sudah pergi dengan mobil pink menyala memasuki pelataran sekolah.

“Nona muda, apakah kau tidak apa-apa?” tanya Sulli dengan khawatir melihat rambut Ahreum yang sudah berantakan akibat ulah Jessica barusan. Ahreum tersenyum mencoba menenangkan Sulli.

“Gwechana, Sulli—ah. “ ujar Ahreum, padahal kalau boleh jujur rambut gadis itu sudah sangat sakit bahkan sampai ke akar-akarnya.

“Sunbae~, jeongmal gumawo. Kau benar-benar baik” Ahreum membungkukkan tubuhnya dengan sopan ke arah Seohyun. Seohyun tersenyum, memasang senyum paling manisnya yang bisa menghangatkan hati siapapun jika melihatnya.

“Tidak perlu berterima kasih. Aku hanya tidak suka melihat penindasan di sekolah~” jawab Seohyun dengan lembutnya membuat baik Ahreum dan Sulli berdecak kagum karena tutur bahasa gadis ini yang sangat teratur.

“Aah~ kau benar-benar dewi Dangwon.” Gumam Sulli kagum.

“Seohyun sunbae, aku tidak tahu bagaimana harus membalas kebaikan hatimu. Aku tidak tahu apa yang akan terjadi padaku kalau saja kau tidak datang. Mungkin rambutku sudah habis” Ahreum menyentuh tangan Seohyun dengan ceria.

“Baiklah, traktir aku kapan-kapan” balas Seohyun sambil tersenyum dengan lembut. Ahreum mengangguk dengan mantap,

“Itu pasti. Terima kasih sekali lagi, Sunbae.” Sahut Ahreum sebelum Seohyun kembali melangkahkan kakinya beranjak pergi.

“Sama-sama, bukankankah, kita adalah teman?” ujar Seohyun sebelum akhirnya ia benar-benar pergi bergegas menuju ke kelasnya.

Ahreum dan Sulli yang baru saja mendengar ucapan seorang Seohyun itu hanya bisa terkejut. Teman? Seohyun menganggap mereka adalah teman? Ini adalah hal yang sulit di percaya, untuk kesekian kalinya kedua gadis itu tidak berhenti memuji sosok Seohyun dalam hati mereka.

Sementara Seohyun hanya melangkah menyusuri lorong sekolah dalam diam. Sesekali gadis itu melemparkan senyum termanisnya kepada siapapun yang lewat atau pun menyapanya. Namun jauh dalam lubuk hati gadis itu sedang memikirkan sesuatu.

“Hancurkan dia sebelum dia menghancurkanmu lebih dulu. Dekati dia sama seperti gadis yang dulu, lalu kau hancurkan dia secara perlahan”.

Ucapan Nyonya Go kembali terngiang-ngiang dalam ingatan Seohyun. Haruskah, ia kembali melakukan hal itu?

 

***

 

Semua murid kelas 2A sudah berkumpul di ruang auditorium musik sekolah, sebuah ruangan khusus dimana setiap bulan di lakukan pengambilan nilai praktek musik yang di lakukan bergiliran untuk semua kelas, mulai dari Tingkat 1-Tingkat 2. Dan untuk bulan ini adalah giliran kelas 2 A, kelas dimana Ahreum berada. Semua murid di kelas tersebut harus mementaskan sebuah karya musik yang sudah di atur oleh guru musik kelas mereka, Yeol seongsaenim. Yang membuat hal ini menarik adalah para murid yang pentas akan dinilai secara langsung bukan hanya oleh Yeol saenim , tapi juga oleh para murid dari kelas sebelah, junior bahkan senior mereka akan turut menilai kemampuan musik yang akan di tampilkan. Mereka bukan hanya bertindak sebagai audience yang turut menyaksikan, tapi mereka juga akan memvoting dan menilai siapakah yang memiliki pertunjukan terbaik sehingga pantas mendapatkan nilai absolut di rapor semester ini untuk mata pelajaran kelas Musik.

 

Suho, Kris, Luhan , Baekhyun, dan Xiumin terlihat hadir memasuki pelataran ruang auditorium musik Dangwon yang luas dan megah. Mereka sengaja hadir sebagai audience karena tidak ingin melewatkan penampilan Kai, DO, Chen, Tao, Lay, Sehun dan Ahreum—dimana para adik mereka itu berada di kelas 2A, selain itu ini adalah penampilan perdana Ahreum di kelas musik. Chanyeol juga hadir sebagai perwakilan kelas 2B,ia sengaja absen dari latihan ekskul Basket demi melihat Ahreum tampil. Dan sepertinya Dasom juga berada di sana, ia memaksa masuk karena bersikeras ingin membuntuti Chanyeol.

Dideretan bangku audience juga terlihat Jessica dan Tiffany yang di undang langsung Yeol Saenim untuk memberikan nilai karena mereka adalah anggota berpengaruh di klub Cheerleaders dan Seohyun yang sudah pasti juga datang karena ia adalah ketua klub musik dan hampir selalu memberikan votingnya setiap praktek kelas musik diadakan.

Ahreum terlihat melambaikan tangannya ke arah para Oppa—nya yang duduk di bangku audience belakang dan tentu saja baik Suho, Kris , Luhan, Baekhyun, Xiumin dan Chanyeol tidak henti memberikan semangat kepada Ahreum.

“Oh ya ampun, aku gugup sekali” Sulli yang duduk di samping Ahreum dan Yurin meremas tangannya gugup melihat banyaknya junior dan senior mereka yang datang turut menyaksikan.

“Yurin—ah, kau tidak nervous?” tanya Ahreum menatap Yurin di sampingnya yang sedari tadi hanya diam seperti sebuah boneka.

“Biasa saja~” sahut Yurin datar seperti biasanya.

“Bagaimana denganmu? Karena kau murid baru, ini pasti mendadak bagimu. Kau tidak mempersiapkan penampilan seperti kami” lanjut Yurin menatap Ahreum yang duduk di sampingnya. Ahreum terdiam sejenak. Apa yang Yurin katakan benar, ia belum mempersiapkan apapun untuk penampilannya nanti. Bahkan ia belum memilih lagu apa yang akan ia nyanyikan. Itu semua karena ia adalah murid baru di sekolah ini, Ahreum sama sekali tidak tahu kalau pengambilan nilai musik dilakukan secara ekslusif seperti ini. Teman-temannya yang lain sudah mempersiapkan diri 2 bulan sebelumnya, namun Ahreum yang belum genap sebulan menjadi murid Dangwon baru tahu 2 hari yang lalu tentang hal ini. Ahreum berbohong jika berkata ia tidak gugup, ia masih bingung apa yang harus ia tampilkan di atas panggung nanti.

“Jangan khawatir, dan jangan gugup. Lakukan semampumu” Yurin mengenggam tangan Ahreum dan menyunggingkan senyum kecilnya, yang sebenarnya jauh lebih mirip seperti sebuah senyuman misterius karena potongan rambut dan mimik wajah Yurin yang memang seperti itu. Ahreum menganggukkan kepalanya, membalas senyuman Yurin dengan tulus.

“Nomer absen 1 dan 15, Jo Gaeun & Do Kyungsoo, dengan lagu ‘Some’ “ suara Yeol saenim kemudian terdengar memulai acara, bersamaan dengan itu terlihat DO dan Gaeun yang duduk di depan Ahreum bangkit menuju ke depan stage. Suasana ruangan pun perlahan meredup, lalu sebuah lampu menyorot Gaeun dan DO yang sudah siap dengan stand mic di depan mereka, kemudian sebuah iringan lagu pun terdengar…

Ahreum hanya bisa terpaku menikmati pertunjukan lagu yang d bawakan DO dan Gaeun, terlebih karena mereka membawakan lagu yang sedang populer saat ini, Some—Soyu dan Jung Gi Go. Sekali lagi Ahreum takjub karena ia bisa bersekolah di Dangwon dan merasakan fasilitas mahalnya seperti kelas musik ini yang setara dengan showcase bintang ternama.

Tanpa terasa lagu yang dibawakan DO dan Gaeun selesai, penonton yang lain bertepuk tangan , takjub dengan penampilan pembuka ini. Ahreum sendiri baru menyadari jika suara DO itu sangat keren dan bagus.

“Oppa~ kenapa suaramu lembut sekali? Aku baru tahu…” sahut Ahreum begitu DO sudah kembali ke tempat duduknya. DO hanya terkekeh mendengar ucapan Ahreum.

“Kau baru tahu ya? Aku bisa menyanyikan lagu pengantar tidur untukmu setiap malam kalau kau mau, Ahreum—ah” DO mencubit pipi Ahreum dengan gemas. Baginya satu pujian dari Ahreum hari ini sudah cukup baginya, ia tidak memerlukan pujian dari yang lain. Ahreum hanya tersenyum kemudian mengacungkan jempolnya ke arah DO sambil tersenyum bangga. Kai yang duduk di samping DO hanya mencibir, baginya penampilan DO barusan itu standar saja , mungkin karena Kai tidak begitu menyukai lagu sejenis ‘Some’.

“Kau harus menunggu penampilanku Ahreum—ah, aku akan melakukan sesuatu yang spektakuler!” ujar Kai menyela pembicaraan Ahreum dan DO. Ahreum hanya mengangguk, kemudian mengacungkan telunjuknya ke arah Kai dengan ekspresi mengancam yang justru terlihat lucu.

“Awas kalau penampilan Oppa jelek! Awas kalau Oppa menari Gangnam Style dengan gaya norak di panggung~” ancam Ahreum, well, sepertinya Ahreum sudah hafal kebiasaan aneh Kai kalau di rumah.

Kai hanya tertawa,

“Tidak akan, Ahreum—ku” ujarnya menyakinkan.

 

 

***

 

Satu per satu murid mulai naik mementaskan penampilan mereka dengan lagu-lagu yang cukup mampu membuat Ahreum berdecak kagum. Ia baru tahu kalau teman-teman sekelasnya memiliki bakat musik yang menakjubkan. Bahkan ia baru tahu kalau Sulli bisa memainkan harpa sambil menyanyikan lagu “Yoon Mirae—Touch Love” dengan sangat bagus. Tidak salah memang jika orang-orang berkata bahwa kelas 2A adalah gudangnya musisi berbakat dan banyak yang memaksakan diri melihat mereka pentas dalam rangka pengambilan nilai musik.

Chen dan Lay juga sangat mengagumkan saat membawakan lagu Mandarin Retro di tahun 80-an, Leslie Cheung—Monica dan dengan sukses membuat seisi ruangan musik tertawa dengan riang karena aksi komikal mereka. Penampilan kedua saudara ini mendapatkan tepuk tangan yang meriah dari penonton.

Seisi ruangan kembali di buat berteriak histeris begitu Kai dan Tao tampil membawakan lagu boyband legenda Korea, H.O.T—Candy yang diubah beberapa liriknya menjadi lagu Rap dan aransemen musik Hip Hop dengan sentuhan sedikit DubStep. Kai bahkan memperlihatkan bakat terpendamnya yang selama ini ia simpan, menciptakan musik yang hebat hanya bermodalkan mic dan mulutnya sendiri. Kemudian kedua orang ini melakukan penampilan ekstra tambahan, yaitu melakukan Break dan Robotic Dand=ce sebagai penutup penampilan, dan tentu saja itu sangat menghibur semua orang yang menyaksikannya, upsss….. kecuali Yurin tentunya. Gadis itu hanya memasang ekspresi -_- seperti biasanya selama penampilan Kai dan Tao.

“Bagaimana Ahreum—ah? Spektakuler kan?” tanya Kai begitu penampilannya sudah usai dan kembali ke tempat duduknya. Ahreum menepuk tangannya lalu berkata,

“Itu adalah penampilan yang paling mendebarkan.” Ujar Ahreum dengan polosnya. Kai dan Tao tersenyum bangga, tentu saja karena dua orang ini menganggap diri mereka Hot sekaligus Sexy.

“Hei, penampilanku bagus bukan?” Kai mencolek sekilas punggung Yurin yang duduk di depannya. Yurin membalikkan tubuhnya, menatap Kai dengan mata sayunya yang terlihat tanpa energi kemudian berkata,

“Terima kasih karena sudah membuat mataku terkontaminasi dengan melihat boxer hitam mu itu terekspos di atas panggung” jawab Yurin datar, membuat Kai mendelik mendengarnya.

“Ya!! Itu adalah hal biasa jika melakukan Break dance. Lagipula gadis-gadis menyukainya!” seru Kai membela dirinya sendiri.

“Whatever Kim Jong In” cibir Yurin sambil memeletkan lidahnya.

 

***

“Nomer absen 10 & 20, Oh Sehun dan Lee Yurin.” Suara Yeol seongsaenim terdengar, membuat Ahreum sedikit tersentak. Well, Yurin tidak pernah cerita kalau ia akan pentas bersama Sehun. Yurin segera bangkit dari tempat duduknya, mengikuti langkah Sehun yang berjalan mendahuluinya. Ahreum penasaran sekarang, kira-kira lagu apa yang akan mereka bawakan.

Yurin duduk di depan piano berukuran besar sementara Sehun nampak berdiri di depan stand mic dengan sebuah gitar elektrik yang di bawanya. Kemudian sebuah melodi manis pun terdengar dari jemari Yurin yang menari-nari di atas Tuts piano, dilengkapi dengan alunan gitar elektirk yang di mainkan dengan sangat mahir oleh Sehun.

Lalu berikutnya, suara Yurin pun terdengar dengan sebuah lirik bait Jepang.

Anata no koto, Watashui wa ima demo omoitsukuzukete iru yo~

Ikura toki nagarete yukou to, I’m by your side baby itsu demo

So, donna ni hanareye iyou to, kokoro no naka dewa itsu demo

Isshou ni iru kedo samshiin dayo, So baby please tada hurry back home”

 

Ahreum menjentikkan jarinya, sadar bahwa lagu yang sedang Yurin dan Sehun bawakan adalah lagu milik Thelma Aoyama—Soba ni Iru, salah satu lagu Jepang favorit Ahreum. Ahreum memperbaiki posisi duduknya, mencoba menyimak baik-baik musik yang kedua orang itu mainkan,

“Ah~ rupanya Sehun Oppa mengubah sedikit chorusnya dengan instrumen gitar elektrik”, gumam Ahreum tanpa sadar.

Kemudian Sehun membuka suaranya, menyanyikan sebuah bagian Rap diiringi alunan piano yang dimainkan Yurin dengan mengagumkan.

 

“Na koto yori omae no hou wa genki ka?

Chanto meshi kutteru ka? Chikushou, yappa iennee ya

Mata kondo okuru yo

Kara no letter”

 

“Kyaaaaaaaaaaaaaaaa!!! Sehun Oppaaaa!!!” teriakan histeris mengelilingi satu ruangan begitu Sehun menyanyikan bagiannya, para junior memekik mengelukan nama Sehun tidak tertahankan. Ahreum dan Sulli hanya bisa saling pandang, sadar bahwa tingkat kepopuleran Sehun sangat dahsyat, well semua juga tahu kalau semua anggota EXO sangat terkenal di seluruh penjuru sekolah.

“so baby please tada hurry back home~” suara Yurin dan Sehun yang bernyanyi bersamaan menjadi tanda bahwa lagu mereka telah usai. Keduanya turun dari atas panggung dengan menerima tepukan tangan yang bersahabat dari guru-guru maupun penonton di ruangan itu. Suatu hal yang mengejutkan bagi Ahreum melihat Yurin dan Sehun bisa membawakan penampilan seindah itu, mengingat baik Yurin dan Sehun tidak pernah melakukan latihan khusus dan memilih berlatih sendiri di rumah masing-masing. Itu semua karena Yurin dan Sehun sering kali cekcok dan lebih banyak menghabiskan waktu dalam berkelahi jika bertemu.

Yurin berjalan menuju ke tempat duduknya dengan ekspresi biasa, sama sekali tidak memberikan respon akan tepuk tangan yang memuji penampilannya. Gadis itu sempat mengangkat wajahnya dan saat itulah ia melihat ke arah bangku penonton, seorang gadis berambut panjang sedang menatapnya.

Gadis itu adalah Seohyun…..

 

“aku belum hancur sepenuhnya. Perlahan, aku akan bangkit, menjadi sama seperti sebelumnya. “ batin Yurin.

 

“Ternyata kau punya suara yang bagus dan selama ini kau menyembunyikannya dari kami? Kau menyebalkan.” Ahreum menyenggol lengan Yuri sambil tertawa, Yurin hanya membalas ucapan Ahreum dengan seutas senyuman.

“ Permainan piano mu juga sangat bagus, Yurin—ah” sahut Sulli turut memuji penampilan Yurin, sahabatnya.

“Aku sudah belajar piano sejak kecil di Jepang. Tidak ada sesuatu yang istemewa” ujar Yurin sambil mengibaskan tangannya.

.

.

.

 

.

“Murid terakhir, nomer absen 28, Lee Ahreum” Ahreum merasakan nafasnya tercekat saat Yeol Saenim memanggil namanya. Dengan sekuat tenaga Ahreum memberanikan dirinya bangkit dari tempat duduk dengan lutut yang melemas.

“AHREUM—AH, FIGHTING!” Suho yang duduk di bangku paling belakang tiba-tiba berdiri dan meneriakkan nama Ahreum dengan penuh semangat membuat penonton yang lain kaget, untung saja Kris yang duduk di dekat lelaki itu dengan cepat-cepat menarik Suho untuk kembali duduk.

Ahreum menelan ludahnya sendiri saat langkahnya satu per satu mulai menapaki atas panggung. Tangan gadis itu mengeluarkan banyak keringat karena terserang gugup tingkat akut. Ahreum tidak pernah mengalami hal seperti ini. Dulu, saat di sekolah lamanya tidak ada sistem pengambilan nilai musik seperti ini. Di sekolah lamanya dulu, Ahreum hanya perlu melafalkan doremifasolasido dengan fasih di depan kelas setelah itu mendapatkan nilai di rapornya.

“Karena kau murid baru, kau tidak mendapatkan pasangan untuk pentas. Kau harus melakukannya sendiri.” Ujar Yeol Saenim. Ahreum mengangguk,

“Nae~ Seongsaenim.” Angguk Ahreum paham.

“Kalau begitu, silahkan.” Lanjut Yeol Saenim.

“Tapi…. Sebelum itu… bisakah aku meminjam sebuah gitar?”

 

***

 

“Fany—ah. Bukankah itu gadis yang cari gara-gara dengan kita tadi pagi?” tanya Jessica sambil menunjuk ke arah panggung dengan menggunakan kipas berbentuk Hello Kittynya. Tiffany terdiam sebentar, memperhatikan wajah Ahreum dengan teliti kemudian gadis itu mengangguk.

“Sepertinya begitu, Sica—ah.” Respon Tiffany.

“Cepat cari tahu siapa sebenarnya dia!” perintah Jessica dengan nada seru, dari sorot matanya terlihat sekali kalau ia tidak menyukai Ahreum karena kejadian tadi pagi.

“Cari tahu? Dimana?” tanya Tiffany dengan tampang lugunya. Jessica memutar bola matanya jengah, sadar bahwa temannya satu ini benar benar lambat dalam berpikir.

“Well, apa gunanya Gadget yang kau miliki, huh? Cari apapun yang menyangkut tentang dirinya di situs website atau grup sekolah!” Jessica menoyor kepala Tiffany dengan sengaja , membuat Tiffany dengan cepat membuka browser di ponsel dan mengetikkan kata “Lee Ahreum “ di bagian kolom pencarian siswa website Dangwon.

“Lee Ahreum. Murid kelas 2A. Murid pindahan sebulan yang lalu.” Ujar Tiffany membaca biodata Ahreum di ponselnya. Jessica menggemertakkan giginya,

“Ya! Kalau itu aku juga tahu! Cari sesuatu yang penting!” Jessica hampir saja melakukan kebiasaannya berteriak sesuka hati kalau saja ia tidak ingat sedang berada di ruangan auditorium dengan banyaknya pasang mata yang mungkin akan melihatnya.

Tiffany mengangguk sekali lagi, kali ini jari jemarinya sibuk men-scroll down layar ponselnya, kemudian mata gadis itu terbelalak begitu membaca sebuah forum EXOlove (forum khusus penggemar EXO yang khusus membahas kegiatan dan kehidupan seputar EXO di sekolah) menyebutkan nama Ahreum di dalamnya.

“Perlakukan Ahreum dengan baik, Ahreum adalah adik dari Uri Oppa kita. Meskipun kita tidak menyukai kehadirannya, tapi kita tidak boleh menunjukkan bahwa kita membencinya di hadapan orang-orang atau Uri Oppa akan membenci kita. Semua member EXOlove mengerti? “ tulis postingan tersebut.

“Sica—ah, gadis itu adalah adik dari para EXO” bisik Tiffany pelan ke telinga Jessica. Jessica membulatkan matanya,

“MWOOO???”

 

***

“Ahreum—ah, Fighting!” Chanyeol mengepalkan tangannya, memberi semangat kepada Ahreum dari bangku penonton sambil tersenyum lebar. Dasom yang duduk tepat di samping lelaki itu menatap Ahreum di atas panggung dengan tatapan mata malas, tapi akhirnya ia terlihat berpikir sejenak kemudian sebuah senyum misterius terlukis di bibirnya.

“Ahreum—ah!!! Kau pasti bisa! Aku mendukungmu!” Dasom tiba-tiba berteriak dengan gaya yang dibuat-buat cute meneriakkan nama Ahreum. Chanyeol yang mendengar seruan dukungan Dasom tentu saja terkejut, ia balik menatap gadis di sampingnya itu,

“Kau mengenal Ahreum?” tanya Chanyeol penasaran. Dasom tersenyum, menyelipkan anak rambutnya ke sisi belakang telinganya lalu tersenyum manis ke arah Chanyeol.\

“Tentu saja. Kenalkan, aku Han Dasom. Teman lama Ahreum di sekolah lamanya dulu. Kami sangat berteman baik, dan aku sangat senang begitu Ahreum juga ikut pindah ke Dangwon. Aku datang khusus ke sini untuk mendukung Ahreum.” Dasom berbicara dengan nada teratur ala bangsawan.

“Benarkah? Ahreum tidak pernah cerita sebelumnya….” Chanyeol memiringkan kepalanya.

“Mungkin karena Ahreum tidak ingin membahasnya. Aku mengenal Ahreum sejak kecil, sejak ia berada di panti asuhan, hanya aku yang memperlakukannya dengan baik di sekolah. Aku tahu segala hal tentang Ahreum. Aku juga tahu Ahreum pasti gugup untuk pengambilan nilai ini. Meskipun suara Ahreum tidak begitu bagus, aku yakin ia pasti bisa menunjukkan pertunjukan yang bagus” lanjut Dasom. Chanyeol memilih mengangguk sebagai sebuah respon.

Sementara itu Ahreum yang berdiri di atas panggung merasakan jantungnya berdegup kencang saat melihat ada seratus pasang mata yang sedang menunggu penampilannya. Gadis itu mengambil nafas pelan, lalu menghembuskannya, kemudian ia memulai memfokuskan pandangan kepada gitarnya, memetik satu per satu senar pada gitar itu.

I stand on the window, see people in the outside.

They walk together, smiling on the face.

And then, I realized, I am alone at home. No one….. No One….” Suara Ahreum yang meluncur keluar berhasil mencuri perhatian semua yang mendengarnya. Berbeda dengan suara murid yang lainnya, suara yang dimiliki Ahreum sangat lembut dan halus saat menyanyikan lagu ballad yang sedang dimainkannya.

Kris sendiri yang tadinya tidak begitu tertarik mendadak tersentak begitu Ahreum mulai menyanyikan bait demi bait lagunya. Bukan hanya merasa terkejut dengan suara yang dimiliki Ahreum, tapi ia lebih terkejut karena Ahreum menyanyikan lagu itu. Lagu itu…. Bagaimana bisa……???

“Without Family?” gumam Kris tanpa ia sadari, menatap Ahreum yang sedang bernyanyi dan memetik gitar di atas panggung. Ingatannya kembali melayang ke arah masa lalunya, ia tidak ingin mengingat kembali ingatan itu, namun ingatan itu muncul menyeruak memenuhi ingatannya , tanpa ia minta…..

 

~flashback~

 

Kris kecil sedang duduk di deretan bagku gereja dengan malas, mendengarkan khutbah sang pendeta yang sedang membahas tentang masalah pengampunan dosa. Sementara guru-guru dan teman sekelasnya yang lain sedang sibuk mendengarkan ceramah, Kris merasakan pelupuk matanya sudah terasa berat karena mengantuk.

“Wu Yi Fan, perbaiki gaya dudukmu.” MingJia LaoShi menatap Kris sebentar, Kris hayna mendengus kemudian menuruti ucapan gurunya itu. Dalam hati Kris sudah menggerutu kapan acara gereja membosankan ini selesai, ia sudah mengantuk sekali. Sampai akhirnya sebuah suara terdengar memecah lamunannya, sebuah lantunan lagu yang indah terdengar menggema di seluruh ruangan.

 

I stand on the window, see people in the outside.

They walk together, smiling on the face.

And then, I realized, I am alone at home. No one….. No One….

No one besides me…

I am without Family~……” seorang gadis kecil dengan gaun putih nampak bernyanyi di depan gereja. Gadis itu bernyayi sambil tersenyum dengan suaranya yang begitu indah bagaikan suara malaikat membuat perhatian Kris teralih. Ia bahkan sudah lupa akan rasa kantuknya, perhatiannya tertuju kepada gadis itu. Semilir rasa kagum menyelimuti lubuk hati Kris pada saat itu, dan itulah awal pertama kali ia melihat gadis itu…..

Gadis bernama Lee Na Bi….

 

Flashback end~~

 

And then you make me believe it…..

That happiness come to me, by you…

You said we can to make it….. My pain is tear me down now…

Never knowin what love, could be like this?

Its okay that you besides me, build a new life dreamin….

I am without family~”

Orang-orang terperanjat begitu Ahreum menyelesaikan lagunya. Terlebih lagi mereka sangat kagum begitu Ahreum tanpa ragu mengambil high note dengan 5 oktaf nada pada bagian chorusnya. Nada tinggi yang mengesankan, tidak semua orang bisa menyanyikan bagian sesulit itu dan Ahreum mampu menyelesaikannya dengan sempurna.

Yurin dan Sulli saling berpegangan tangan dan tersenyum mendengarkan suara Ahreum yang begitu mengagumkan. Baekhyun, Xiumin,Luhan,dan Suho membulatkan mulut mereka tidak percaya sementara DO,Sehun, Lay, Tao dan Chen menganga dengan takjub, tidak pernah menyangka Ahreum memiliki suara seindah itu. Kai diam di tempat duduknya, tapi lebih dari pandangan matanya yang hangat tanpa henti tertuju kepada Ahreum di atas sana. Dasom hanya bisa menggerutu di dalam hati melihat Chanyeol tanpa henti bertepuk tangan untuk Ahreum. Jessica dan Tiffany memutar bola mata mereka jengah melihat seluruh orang menepuk tangan mereka atas penampilan Ahreum, Jessica sempat mengintip ke arah bangku Kris sebentar dan melihat lelaki itu hanya terdiam dengan tatapan mata yang sulit di artikan. Seohyun juga hanya diam di tempat duduknya, meskipun tangannya turut bertepuk memeriahkan suasana, namun ekspresi wajah gadis itu menyiratkan sesuatu yang dalam. Sesuatu seperti ia tidak rela Ahreum membawakan penampilan seindah itu.

“Suaranya bagus sekali, bukan? Aku hampir saja menangis” gadis yang duduk di samping Seohyun membuka suaranya, nampak berbicara dengan temannya yang berambut pendek di sisi sebelah kanannya. Temannya itu mengangguk, membenarkan.

“Benar. Suaranya indah sekali. Aku seperti mendengar suara malaikat turun ke bumi” timpal temannya itu.

Seohyun merasakan darahnya memanas mendengar percakapan kedua orang itu. Urat-urat di wajah gadis itu menegang pertanda tidak suka, Seohyun meremas rok seragamnya kuat-kuat.

Malaikat? Bukankah…. Malaikat hanyalah aku seorang? Tidak ada yang lain. Hanya aku saja….. yang orang-orang bisa panggil malaikat…..” batin Seohyun berkecamuk dalam hatinya.

“Mungkin apa yang dikatakan Nyonya Go benar, gadis itu harus segera kusingkirkan” gumam Seohyun sambil tersenyum sinis menatap Ahreum yang sudah turun dari panggung.

 

***

 

“Penampilan yang bagus Jong In—ah.” Seohyun bertepuk tangan saat Kai lewat di hadapannya, membuat langkah Kai terhenti menatap gadis itu. Pengambilan nilai musik sudah selesai dan murid di persilahkan kembali ke kelas atau melanjutkan kegiatan mereka.

Kai hanya tersenyum kaku sebagai jawabannya, kemudian ia berniat melangkah pergi namun tiba-tiba Seohyun menahan lengan lelaki itu dan tiba-tiba memeluknya.

“Seohyun? Apa yang kau lakukan? Seohyun…..” Kai terkejut begitu Seohyun menempelkan diri pada tubuhnya, beruntung tempat mereka berdiri sekarang sedang sepi dan tidak ada satu pun yang lewat ataupun melihat mereka. Seohyun bersikap seakan tidak peduli, ia tetap memeluk Kai meskipun lelaki itu menolak pelukannya.

“Tidakkah kau bisa membiarkanku seperti ini sebentar saja? Aku merindukanmu~ Jong In—ah. Semakin hari, semakin apa yang kita lalui kita semakin menjauh dan aku tidak bisa membendung semuanya sendirian. Tidakkah kau kasihan kepada apa yang aku lalui, Jong In—ah? Jadi, biarkan aku memelukmu meski hanya sebentar.” Gujar Seohyun.

Kai pada akhirnya tidak bersuara, ia membiarkan Seohyun memeluknya dalam diam. Entah mengapa, Kai tidak bisa menolak satu pun permintaan yang keluar dari mulut Seohyun. Keduanya sudah lama mengenal, selama itu pulalah Seohyun merasa selalu terikat kepada Kai. Karena Kai adalah orang penting di masa lampaunya.

 

***

“Ahreum—ah. Aku tidak menyangka . Suaramu bagus sekali, aku benar-benar menikmatinya” Minho yang sekarang tanpa tampilan kacamata muncul menyambut Ahreum, Yurin dan Sulli di depan kelas mereka.

“Terima kasih~” Ahreum tersenyum simpul sebagai jawaban, sementara Minho tanpa sadar sudah mengenggam tangan gadis itu.

“Kau menikmati ini, huh?” Suho tiba-tiba muncul dan melepaskan tangan Minho dari Ahreum dengan kasar bermaksud menjauhkan Minho dari Ahreum membuat tubuh Minho terdorong ke tembok.

“Tuan muda, jangan kasar. Minho—ah, gwechana?” Sulli sempat mendelik kea rah Suho sebelum akhirnya ia membantu Minho berdiri. Minho hanya mengangguk pertanda bahwa dirinya tidak apa-apa.

“Ahreum—ah!! Oppa bangga sekali padamu! Ternyata kau punya bakat music yang luar biasa!” Suho memeluk Ahreum dengan gemas sekuat tenaga, para Oppanya yang lain berdiri di belakang Suho dan juga memeluk Ahreum dengan bahagia. Ahreum sebenarnya sesak nafas di peluk keroyokan begini, namun karena melihat para Oppanya senang ia juga tidak bisa membantah. Kris seperti biasa hanya diam berdiri dengan tangan di masukkan ke dalam saku, dingin seperti biasa namun ia menatap Ahreum dengan tatapan lekat seakan sedang memikirkan sesuatu.

“Tidakkah kalian berlebihan?” Yurin yang menyaksikan adegan itu hanya bisa menggelengkan kepalanya.

“Ahreum—ah! Kami mencintaimu!”

“Ahreum—ah! Berkencanlah dengan kami!”

“Ahreum—ah, ayo jalan bersamaku!” sekumpulan anak lelaki muncul dari balik jendela kelas dan memberikan love sign kepada Ahreum. Sepertinya para anak lelaki itu terkesima dan jatuh cinta akan penampilan Ahreum saat di auditorium tadi jadinya mereka berlomba-lomba mendapatkan perhatian Ahreum.

Para EXO yang melihat hal tersebut tentu saja terkejut dan tidak suka. Mereka melayangkan tatapan tajam membunuh ke arah sekelompok anak lelaki itu.

“Kalian mau mati?” Tanya Luhan.

“Jangan pernah berani menyentuh uri Ahreum.” Sungut Chen dengan tatapan menantang.

“Langkahi dulu mayat kami kalau berani mengencani Ahreum” Suho menunjuk satu per satu lelaki itu.

“Ahreum hanya milik kami” tambah Chanyeol dan DO bersamaan.

Ahreum yang mendengar hal itu hanya bisa mengurut kepalanya pusing, sementara Minho hanya bisa mendengus dalam hatinya melihat saingannya untuk memiliki hati Ahreum semakin bertambah banyak.

Yurin dan Sulli hanya bisa saling menatap dan memutar bola mata mereka melihat kelakuan para EXO,

“Well, the brother complex continued….” Ujar Yurin sambil menyilangkan tangan di depan dadanya, menggelengkan kepalanya melihat perlakuan EXO yang terlalu menyayangi Ahreum berlebihan….

 

 

~To Be Continued~

 

 

NOTE’S : Hai! Hai! Adakah yang menunggu kelanjutan Fanfic satu ini? Gak ada?? *nangis di pojokan* maaf lanjutannya datang lumayan lama, aku lagi sibuk belajar dan tugas dating satu per satu membunuhku jadi maaf jika lanjutan untuk ff ini mungkin akan lama. Bagaimana menurut kalian part ini? Gak jelas ya? Maaf deh maaf ^^v

Untuk yang nanyain THE BROTHERS sampau berapa part, aku harus mengatakan kalau partnya akan banyak, kemungkinan lebih dari 10+part karena banyak hal yang harus di ceritakan. Jadi kalian harus menunggu waktu yang lama untuk tahu endingnya. Apakah Ahreum akan terlibat cinta dengan kakaknya sendiri, well… ikutin aja tiap partnya. Maaf kalau ada salah-salah kata, typo juga *I am miss typo everywhere*. Btw, lagu-lagu yang ada di part ini lagu favorit aku semua loh. Kalian paling suka penampilannya siapa?

Jangan lupa untuk tetap meninggalkan komentar, karena itu penting untuk kelanjutan ceritanya. Sampai jumpa di Next Part…. ^0^

 

 

102 responses to “THE BROTHERS [Part Six – Brother Complex]

  1. LANJUT PLISSS :”‘”
    lama bgt nunggu next chap nya thor~~~
    kalo bisa chansm reum yaaaa?
    nice fic lho padahal. storynya jg lucu :’)))) jrg bgt ada big 12 brothers haha
    fighting!! K E E P W R I T I N G!!!♥♥♥♥♥

  2. wkwk Dasom konyol nih hahaha sok ngaku ngaku akrab sama si dedenya EXO haha XD
    Oh jadi Dasom suka sama Chanyeol toh , tapi di sini si Yeol agak diem ya? CMIIW maklum cuma baca yang pas ada nama Dasomnya aja hehe

    Masih berlanjutkah ini ffnya?

  3. suka banget sama cerita ini ♡♡ … ditunggu kelanjutan’a thor … semangat terus author 🙂 :-*

  4. skrg lagi ngetrend drama school 2015 trus pas episode 4 pas si pembully eunbi msuk sekolah eunbyul aku keinget ff ini pas dasom ketemu lagi sama ahreum di dangwon dasom sama banget karakternya sama pembully di school 2015 dab ahreum tuh kayak aunbi/eunbyulnya keren thor lanjut dong

  5. Pingback: THE BROTHERS [Part Seven – That Angel] | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s