[Series] El Amor Verdadero (Chapter 1 : Meet You)

FF ini ditulis oleh Oh Silvy , bukan oleh saya (Rasyifa), saya hanya membantu untuk membagikannya di FFindo. Tolong berikan apresiasi kalian melalui jejak komentar setelah membaca. Terimakasih~
*Untuk melihat index FF lainnya yang pernah dititipkan melalui saya, Klik disini

jvku

Author                     : Oh Silvy

Tittle                         : El Amor Verdadero (Chapter 1 : Meet You)

Main Cast               : Oh Sehun, Kim Soo Han, etc.

Genre                      : Romance, school life

Rated                       : PG 16

Contact Author    : https://www.facebook.com/silvi.wahyu?fref=ts

Link EL Amor Verdadero: ( Chapter 1Chapter 2Chapter 3Chapter 4Chapter 5Chapter 6Ongoing )

EL AMOR VERDADERO

CHAPTER 1

(Meet You)

Kota seoul memang belum sibuk seperti biasanya. Tapi itu tidak berpengaruh dengan pendidikannya. Para siswa diwajibkan datang tepat sebelum pintu pagar pembatas antara dunia luar dan dunia pembelajaran di tutup rapat. Tepat pukul

“Aish, dua menit lagi jam delapan. Gawat.” Tampak Yeoja berseragam lengkap tengah mempercepat larinya. Berharap tidak terlambat seperti biasanya.

“Sedikit lagi, kau tidak akan terlambat kali ini. Sedikit lagi, Yeah.” Yah, untuk kali ini Yeoja itu selamat. Tepat sesudah ia masuk, gerbang sekolah tertutup. Menandakan waktu belajar akan segera dimulai.

Chukkae Soohan-ssi. Untuk kali ini kau selamat. Jangan ulangi lagi nde.” Sahut sang penjaga gerbang a.k.a satpam. Wajah sangarnya tidak pernah mempan membuat Yeoja itu-Soohan jera untuk membuatnya jengkel.

Nde Young min Ahjussi. Aku selamat. Kkkk. Oh ya ahjussi-” Soohan masih mengatur napasnya yang memburu sehabis berlari dari rumah menuju sekolah. Jika kalian bertanya tentang bus, seperti biasa yeoja satu ini selalu bangun kesiangan dan ketinggalan bus.

“-Aku melihat Yeoja cantik yang berbicara denganmu tadi. Apakah itu simpananmu? Ahh, hati-hati ahjussi, Kim Ahjumma kan sangat garang. Apa kau tak takut kena hantam olehnya?” Soohan sedikit bergidik – (pura-pura) lalu terkekeh melihat wajah satpam sekolahnya itu yang sudah memerah menahan amarah.

“Yaa, Kim Soo- eoh Lee seonsaengnim.” Satpam sekolah itu membungkuk memberi hormat dengan orang yang berada tepat di belakang Soohan. Sedangkan Soohan. Tubuhnya membeku, tak berani menoleh ke belakang, tepatnya tak berani menoleh pada salah satu guru paling disegani di sekolahnya itu.

“Selalu terlambat. Catatan kasus Kim Soohan sudah sangat bertumpuk dimejaku. Ahh, apa yang harus aku lakukan untuk membuatmu jera Soohan-ah?” Suara tenang seorang Lee seonsaengnim mengembalikan Soohan dari alam bawah sadarnya (read: melamun).

“Ta-tapi aku tidak terlambat kali ini.” Jawab Soohan takut-takut. Ia tak berani menatap gurunya itu. Wajahnya memang sangat lembut, tapi hatinya sangat tegas jika kalian ingin tahu.

“Benar, kau tidak terlambat ke sekolah. Tapi kau terlambat masuk kelas. Dan kau harus di hukum Kim Soohan.” Soohan melirik jam digital di tangannya dan merutuk dalam hati. “Delapan lewat sepuluh menit. Aishh.”

“Huhh. Baiklah, apa hukumannya Lee seonsaengnim? Aku akan melakukannya.” Jawab Soohan mantap. Ia tahu resiko karena ia terlambat. Salahkan rumahnya yang terlalu jauh dan kebiasaan bangun siang yang tak bisa di hentikannya. Bahkan eomma Soohanpun menyerah jika harus membangunkan anak tunggalnya itu. Lee seonsaengnim terlihat berfikir.

“Hmm, berlari mengelilingi lapangan football sebanyak sepuluh kali, lalu kerjakan essay yang akan aku berikan dan harus selesai dalam setengah jam.” Lee seonsaengnim sedikit melirik Soohan. Soohan? Yeoja itu bahkan tidak menangkap semua yang dikatakan gurunya tersebut. Yang ia dengar hanya tentang mengerjakan soal yang

What the-”

“Tak ada penolakan.” Lee seonsaengnim beranjak meninggalkan Soohan dan acara melongonya. Berkeliling sepuluh kali, oke itu sudah biasa. Tapi mengerjakan essay selama setengah jam? Hei Soohan bukan murid yang berotak kurang, hanya saja soal essay milik Lee seonsaengnim terkenal paling sulit. Bahkan Soohan tak yakin seorang profesor dapat menyelesaikannya. Oke itu tampak berlebihan, tapi itulah adanya. Soohan hanya mendesah pasrah dan mulai menjalankan hukumannya.

“Soohan-ssi. Fighting.” Satpam sekolah yang diketahui bernama Young min itu memberi semangat kepada Soohan dan hanya dijawab dengan anggukan lesu darinya. Yeoja itu dengan malas berjalan kearah lapangan dan menjalankan hukuman manis dari Lee seonsaengnim.

(Meet You)

Soohan terus berlari mengelilingi lapangan, setelahnya ia tampak terkapar kelelahan di pinggir lapangan. Meraup oksigen dengan rakus untuk menggantikan oksigen yang sedari tadi terpakai.

“Soohan. Kau terlihat lelah. Minumlah ini.” Seorang namja tampan menghampiri Soohan yang sedang beristirahat dan memberi minuman isotonik. Namja itu terus menatap Soohan dengan intens membuat yeoja keturunan Korea-Prancis itu sedikit gelisah.

“Aa-ahh, Terima kasih Jin-ah. Ahh aku harus menghadap Lee seonsaengnim. Sekali lagi terima kasih minumannya” Soohan menerima minuman itu, tersenyum lalu beranjak pergi.

“Ahh, andai kau tahu Soohan.” Seok Jin bergumam sendiri.

Soohan berlari menuju ruangan Lee seonsaengnim untuk melanjutkan hukuman yang paling sulit daripada berlari 30 kali keliling lapangan football (read: mengerjakan essay dari Lee seonsaengnim).

(Meet You)

“Bagaimana bisa, wakil ketua OSIS yang harusnya memberi teladan terhadap siswa lain, malah selalu mendapat kasus. Aku tidak habis fikir denganmu Soohan. Tidak bisakah kau hilangkan kebiasaan tidur matimu itu. ketika kau tidur, kau seperti orang mati. Sulit dibangunkan. Aishh, aku harus berkata apa pada eommamu kalau dia bertanya tentang perilakumu.” Oceh Lee seonsaengnim saat Soohan berusaha fokus mengerjakan essay. Saat Soohan mulai fokus, fikirannya akan buyar mendengar ocehan gurunya itu.

“Aishh, ahjussi, kau berniat menggangguku agar essay ini tidak selesaikan.-” Lee seonsaengnim menggeleng tak mengerti pembicaraan Soohan.

“Bagaimana tidak mengganggu, kau selalu mengoceh dan membuyarkan konsentrasiku. Bagaimana ini akan selesai. Dan berhentilah berjalan bolak-balik seperti setrika. Itu membuatku pusing.” Soohan melirik essaynya dan mendesah pelan.

“Jika eomma bertanya, katakan sejujurnya. Jangan hanya membelaku ahjussi.” Soohan lalu beranjak meninggal ruangan ber-AC itu.

“Yaa, Soohan pemalas. Kerjakan dulu essaymu baru kabur. Yaa.” Lee ahjussi-panggilan dari Soohan, meninggikan suaranya melihat prilaku Soohan yang seenaknya.

“Sudah ahjussi.” Jawab Soohan tanpa menoleh dan melanjutkan langkahnya yang sempat terhenti karena teriakan mantan pengasuhnya itu. Lee seonsaengnim melihat kertas essay Soohan, dan Soohan memang sudah menyelesaikannya dengan nyaris sempurna. Lee seonsaengnim menghela napas lega.

“Anak itu, bagaimana bisa aku membiarkanmu dikeluarkan karena kasus keterlambatanmu eoh. Kau siswi cerdas.” Lee seonsaengnim melirik pintu yang baru saja dilalui Soohan.

(Meet You)

“Hei Soohan-ah.” Yeoja bermata sipit ber eyeliner tampak menghampiri Soohan.

“Hei Pole.” Yeoja bereyeliner-Seoyoon hanya bisa mempoutkan bibirnya. Pasalnya, temannya satu ini selalu memanggilnya dengan panggilan ‘Pole’.

“Kenapa kau tak masuk kelas matematika? Terlambat lagi?” Tanya Seoyoon sambil menyuapkan jjajangmyeon pesanannya yang baru saja datang. Ya, mereka sedang berada di kantin karena beberapa menit lalu, bel istirahat pertama berbunyi. Soohan mengangguk lalu tersenyum. Seoyoon menghela napas.

“Sampai kapan?”

“Entahlah. Aku tak dapat menghentikannya.” luhan hanya memainkan minumannya.

Seoyoon tahu, sangat tahu. Sangat sulit untuk Soohan mengentikan kebiasaannya-tidur mati. Dan sekolah tidak akan berani menendang Soohan keluar dengan kebiasaan terlambatnya. Soohan siswi paling berprestasi di sekolah itu. Tapi sampai kapan Soohan akan tetap dengan kebiasaannya?

“Soohan.” Yang di panggil hanya menggumam sebagai jawaban.

“Kurasa kau harus mencari namjachingu.” Perkataan Seoyoon berhasil mengalihkan fikiran Soohan. Membuatnya mengerutkan dahinya.

“Yaa, kalau kau punya namjachingu, kau bisa memanfaatkannya sebagai alarm pagi hari untuk membantumu bangun.” Soohan terkekeh mendengar alasan Seoyoon. Soohan berpikir sangat senang menjadi Seoyoon yang merupakan playgirl terkenal di tempat itu untuk membuat para namja takluk dan membuatnya sebagai mainan. Yaa, seperti alarm.

“Seo, kau tahu pendapatmu sangat bagus-” Seoyoon tampak tersenyum. “-Untuk orang selain aku.” Soohan melanjutkan kata-katanya, membuat senyum sahabatnya luntur.

“Kau kan tahu, eommaku saja, menyerah untuk membangunkanku. Apalagi hanya alarm. Dan kau tahu, memiliki namjachingu itu merepotkan. Mau ini tak boleh, mau itu tak boleh. Mengekang.” Seoyoon terkekeh mendengar jawaban Soohan.

Dulu Soohan pernah memiliki namjachingu. Itupun karena paksaan Seoyoon. Dan pada akhirnya Soohan tidak tahan karena selalu dilarang melakukan kegiatan seperti biasa, alhasil Soohan meninggalkan namja itu.

“Oh ya, tanggal 10 april besok, siswa baru akan masuk. MOS dilaksanakan tiga hari kan?” Seoyoon bertanya dengan semangat, karena temannya-Sulli akan melanjutkan sekolahnya di sekolah mereka.

“Hmm, dan aku harus jadi panitia. Padahal aku ingin bersantai dirumah. Aishh.” Soohan menggebrak pelan meja tempat mereka makan.

“Kau tidak tertarik? Katanya banyak namja tampan yang mendaftar di sekolah kita.” Seoyoon memulai aksi promosinya.

“Kau bisa aku kenalkan dengan tetanggaku. Anaknya baik, tampan. Atau dengan sepupuku. Ia juga akan sekolah disini. Atau de- Ya, Kim Soohan. Kau mau kemana eoh? Aku belum selesai berbicara.”

“Kelas dance.” Jawab Soohan lantang tanpa menghentikan langkahnya. Seoyoon yang merasa diacuhkan hanya bisa mendengus kesal. Selalu begini, fikirnya.

(Meet You)

10-04-2014

Hari ini, Soohan selaku wakil ketua OSIS harus merelakan waktu hibernasinya(?) demi untuk mengenalkan siswa-siswi baru dengan sekolah yang selama setahun sudah menjadi rumah keduanya. MOS dibuka oleh kepala sekolah, Lee seonsaengnim. Soohan bangga sekaligus mendengus sebal. Bangga, karena Lee seonsaengnim menasehati agar siswa baru harus sehebat dan sepintar Soohan. Sebal, karena pamannya itu menasehati agar siswa baru tidak meniru kebiasaan terlambat Soohan. Kata-kata Lee seonsaengnim seakaan menghempaskan Soohan yang sedang di atas awan.

Setelah Lee seonsaengnim turun dari podium, Jinki selaku ketua OSIS mengambil alih podium.

“Siswa baru akan dibagi menjadi lima kelompok. Penanggung jawab kelompok pertama yaitu Park Chanyeol dan Byun Seoyoon. Kelompok kedua dengan Choi Minho dan Kim Kibum. Kelompok tiga dengan Min Yoongi dan Jung Hoseok. Kelompok empat dengan Kim Hyemi dan Park Hanna. Dan kelompok lima ditangani oleh Min Seok Jin dan Kim Namjoon. Sekarang ikuti tutor sesuai dengan warna nametag masing-masing. Arraseo?”

Nde Arraseo sunbae.” Jawab para siswa baru kompak, dan masa orientasi siswa a.k.a MOSpun dimulai. Pengenalan aturan sekolah, seluk-beluk sekolah, hingga guru-guru terkiller di ISHS. Hari pertama diisi dengan pengenalan sekolah, hari kedua penjurusan, dan hari ketiga games.

(Meet You)

12-04-2014

First Birthday

“Bagi grup yang kalah akan diberi hukuman oleh sunbaedeul. Semua hukuman harus dijalani tanpa ada penolakan. Geure, grup yang pertama bermain adalah grup Kim-Hanna dengan grup Min-Namjoon.”

#SEHUN POV

Tidak buruk, itulah komentarku saat pertama masuk ke sekolah ini. Dan sekarang aku sedang menjalani masa orientasi siswa. Lebih tepatnya games tarik tambang melawan grup yeoja, mudah pikirku. Tapi semua diluar dugaanku. Memang dasar namja pervert, melihat yang mulus sedikit saja sudah terangsang. Dasar namja lemah. Kenapa grupku harus kalah dengan grup yang berisi Yeojadeul. Dengan terpaksa aku harus ikut menerima hukuman karena kelemahan mereka yang tidak bisa digoda sedikit saja. Semua sudah mendapat hukuman, hingga salah satu sunbae ber-nametag Byun Seoyoon menghampiriku.

“Oh Sehun.” Aku hanya bergumam malas menjawab sahutannya. Aku masih kesal dengan teman sekelompokku. Aku berencana untuk pindah kelompok setelah ini.

“Tidak sopan.” Bisiknya tepat di depan wajahku. “Karena kau sama sepertinya.”

“Maksud sunbae?” aku tidak mengerti maksud dari ‘kau sama sepertinya’. Sama sekali tak mengerti.

“Yaa, makanya dengarkan dulu. Ekhem, kapan kau berulang tahun?” Aku mengerutkan dahiku. Apa dia menyukaiku? Kenapa dengan hari ulang tahunku. Tidak penting sekali.

“Hari ini.” Jawabku malas. Tapi raut wajah sebalnya berubah. Aku akui dia manis dengan eyeliner itu. tapi, hell. Kenapa dengan ulang tahunku?

“Sebagai hukuman, kau harus mencari sunbae yang berulang tahun hari ini. Harus dapat, dan bawa dia kesini. Lalu, kau harus merayakan ulang tahunnya. Jika gagal, kau akan di permalukan di tengah lapangan saat pertandingan football. Waktumu lima belas menit.”

“Ta-tapi sunbae ak-”

“Dimulai dari sekarang.” Daripada harus di permalukan saat pertandingan football, lebih baik aku merayakan ulang tahun bersama salah satu sunbae itu. Hitung-hitung sambil merayakan ulang tahunku juga.

Aku berlari seperti anak kehilangan orang tuanya. Aku bertanya pada setiap sunbae yang aku lihat. Ahh, ada gerombolan sunbae. Aku langsung berlari menghampiri mereka.

Annyeong sunbae. Apakah disini ada yang berulang tahun? Aku ada keperluan.” Tanyaku terputus-putus. Napasku masih belum stabil dan seorang Yeoja bermata genit mendekat kearahku.

“Ahh, aku berulang tahun hari ini. Kau mau merayakannya denganku? Dimana? Di bar? Atau dirumahku?” dia terkekeh diakhir kalimatnya. Apa-apaan ini. Aku tidak main-main sekarang. Waktunya tinggal sepuluh menit lagi.

“Sudahlah Jessica, kau tak perlu memainkan siswa baru. Kasihan dia. Kau, bisa tanya di bagian administrasi sekolah. Disana ada data-data semua siswa.” Oh God, thanks untuk Yeoja berdimple itu. aku berterima kasih dan langsung berlari kearah ruang administrasi.

(Meet You)

“Soohan.” Seok Jin melambaikan tangannya. Hoobae yang ditangani Seok Jin mengikuti arah pandang Seok Jin dan terkesiap. Mereka terus menatap Soohan tanpa berkedip hingga Soohan menghampiri Seok Jin.

“Hai. Bagaimana menjadi tutor MOS? Enakkah?” Soohan memang tak diwajibkan untuk menjadi tutor MOS, karena ia lebih diwajibkan untuk mengurus semua sarana dan prasarana kegiatan tersebut. Seok Jin mengangguk.

“Tapi tidak seru karena tak ada kau Soo.” Soohan hanya bisa tersenyum mendengar perkataan teman setingkatnya itu.

Su-sunbae. Kenapa sunbae tidak mengenalkan Yeoja ini pada kami?” Sahut salah satu hoobae pada Seokjin membuat Soohan tersenyum manis dan memperkenalkan diri.

“Aku Soohan. Kim Soohan, wakil ketua OSIS. Senang bertemu kalian.” Soohan melambaikan tangannya.

“Soohan sunbae sangat cantik.”

“Manis.”

“Ini Soohan sunbae yang berprestasi itukan? Wah, kau sangat sempurna sunbae.”

Para hoobae yang ditangani Seokjin mulai meributkan kehadiran Soohan. Kebanyakan mereka memuji kesempurnaan Soohan, dan ada pula yang iri. Riuh yang tidak terkendali membuat Seokjin melotot kepada murid baru itu, membuat Soohan tertawa.

“Eoh, aku harus ke perpustakaan. Ini hari terakhirkan, kalian harus semangat. Fighting.” Soohan kembali melambaikan tangannya dan pergi meninggalkan lapangan.

“Jangan berani menggangu Soohan, atau kalian berhadapan denganku. Arraseo?” Seokjin mulai menampakkan ‘taringnya’ membuat para hoobaenya itu merinding takut dan hanya bia mengangguk beo.

(Meet You)

#SEHUN POV

Dengan perjuangan panjang, mengemukakan semua alasan kenapa aku meminta data siswa, melakukan segala macam aegyo, hingga menampilkan muka memelas, aku berhasil mendapatkan data siswa yang berulang tahun hari itu.

HELL, dari sekian banyak siswa, bagaimana bisa hanya satu orang yang berulang tahun hari ini. Yeoja, Kim Soohan. Aishh, kenapa tidak ada fotonya. Bagaimana aku menemukannya dengan waktu lima menit.

Noona.” Ahh, mungkin aku bisa bertanya dengan Yeoja itu. Setahuku, Kim Soohan itu adalah siswi paling berprestasi di sekolah ini, tidak mungkin ada yang tidak mengenalnya. Tampaknya dia tidak mendengar, aku memanggilnya lagi hingga ia menoleh.

Oh God, aku yakin dia bukan manusia, wajahnya terlalu sempurna. Matanya bersinar entah sejak lahir atau karena pantulan sang surya, hidungnya yang mungil mancung, bibirnya semerah darah walau tanpa lipstick, kulitnya putih layaknya orang asia, dan rambutnya hitam menjuntai. So perfect.

“Yaa, Hoobae. Ada apa? Aku buru-buru.” Ia melambaikan tangannya tepat di depan wajahku. Aku tidak bisa menolah kearah lain, tubuhku beku.

“Kalau tidak aku pergi.” Ia beranjak meninggalkanku. Aku tersadar tujuan awalku. Aku berusaha menahan yeoja itu.

“Ahh noona, apa kau tahu Yeoja bernama Kim Soohan?” Aku meninggikan suaraku mengingat jarak kami yang lumayan jauh.

“Aku tak tahu. Cari saja sendiri.” Jawabnya datar dan berbalik hendak pergi. Sombong sekali dia. Cihh, mungkin aku akan berubah menjadi salah satu hatersnya.

“Hai Soohan.” Sapa seorang namja yang berpapasan dengan Yeoja itu.

“Hei, kau bilang kau tidak tahu dengan Kim Soohan.” Aku menghampirinya. Ia hanya memandangku dengan tatapan ‘apa maumu?’.

(Meet You)

Baru saja aku selesai menceritakan masalahku, ia langsung beranjak. Sombong sekali dia, tidak mau membantu sama sekali. Putar otak Sehun, putar otak. Ahh, rasanya ada lampu menyala di atas kepalaku. Dengan cepat aku menghampiri dan memeluk Yeoja bernama Kim Soohan itu dari belakang. Dengan cepat aku arahkan kamera video ke depan kami, dan

Saengill chukkae sunbae. Wish you all the best.” Aku langsung melepaskan pelukanku, memberi salam dan langsung meninggalkan Yeoja itu dengan gerutuan yang terus keluar dari bibir merahnya. Aku terus berlari dan menghampiri sunbae yang memberiku hukuman dan melapor tentang berhasilnya hukuman yang aku terima.

Otte?” Aku langsung menghadap sunbae yang memberiku hukuman.

“Ba-bagaimana kau melakukannya? Wah daebak. Kau murid baru tapi sudah berani memeluk Yeoja pujaan di sekolah ini. Kau apakan sunbaemu itu, eoh? Tidak mungkin ia merelakan sembarang namja memeluknya. Wah wah wah daebak. ” Sunbae itu bicara tanpa jeda, plus tangannya yang menunjuk tepat di depan mukaku dan liurnya yang muncrat karena sangking semangatnya bicara. Berbeda dengan sunbae di sebelahnya, mimik wajahnya seperti tidak rela melihat hasil videoku.

Aku tersenyum penuh kemenangan, walaupun aku harus terima diserang oleh Yeoja itu, akan ku pastikan aku adalah hatersnya. Pukulannya sangat kuat untuk seorang Yeoja.

“Kau tidak dengar apa hukumanmu tadi?” Hei, ada apa dengan sunbae satu ini. Sangar sekali, suaranya terdengar dingin sekali. Namja berkulit putih dengan bibir tebal itu tampak sangat tak suka dengan hasil kerjaku.

Nde? Ahh, aku harus membawa sunbae yang berulang tahun hari ini dan merayakan ulang tahunnya.”

“Lalu kenapa kau hanya kembali sendiri? Mana sunbae yang berulang tahun itu eoh? Karena kau gagal, kau akan menanggung akibatnya tuan Oh Sehun.” Oh God, rasanya aku harus pergi ke dokter THT setelah ini. Kenapa dia malah berteriak sih. Baru aku hendak menjawab, seseorang menginterupsi kegiatan kami.

“Aku disini Seok Jin, dan kau tidak perlu berteriak seperti itu kepada junior.” Yeoja itu, kenapa dia ada disini. Oh lihat, sunbae itu langsung diam. Ternyata benar, Yeoja itu sangat disegani di sekolah ini.

“Dan, siapa namamu tadi-”

“Sehun. Oh Sehun.” Jawabku malas.

“Ahh, Sehun-ssi. Karena aku sudah disini, dia tidak akan dipermalukan saat pertandingan football.” Sepertinya penyataan itu ditujukan kepada sunbae galak itu. Hahh, aku bisa bernapas lega. Aku berterima kasih padanya kali ini, tapi ingat, aku masih hatersnya.

“Ahh, bagaimana kalau kita pesta Soju, sebagai peringatan ulang tahun Sehun dan Soohan dan sebagai perayaan untuk pemenang games ini. Otte?” Usul Namjoon sunbae yang diangguki semangat oleh pemenang games.

#AUTHOR POV

Disinilah mereka, di daerah Hongdae dengan berbotol-botol soju. Semuanya sedang menikmati sensasi hangat setelah menegak soju yang sebenarnya tidak diperuntukkan kepada siswa SMA. Tapi tidak untuk mereka. Dengan mudah mereka mendapat akses soju, mengingat ayah dari Lee Jinki adalah pemilik kedai soju tersebut.

“Jinki-ah, kenapa kau memesan banyak sekali soju? Kau mau mati meminum ini semua eoh?”
Ujar Soohan tidak habis fikir, bagaimana bisa penggemar soju seperti Jinki bisa menjadi ketua OSIS.

“Aku tidak akan menghabiskan ini Soohan-ah, tapi kau.” Soohan terbelalak, bayangkan saja dua puluh botol soju masuk ke saluran pencernaanmu. Apa saja bisa terjadi setelahnya, mulai muntah hingga kematian.

“Kau, kau mau membunuhku dengan soju sebanyak ini?” Soohan menunjuk botol-botol soju itu ngeri.

“Kau lucu Soohan-ah. Aku tidak akan menyuruhmu menghabiskan semua ini. Tapi kau akan berlomba dengan Sehun. Yang paling banyak minum dan sedikit mabuk akan di beri hadiah, dan yang kalah akan menjadi maskot sekolah saat pertandingan football. Otte?”

“Aku juga?” Sehun sebenarnya sudah punya perasaa buruk sedari tadi, dan pikiran buruk itu terbukti.

“Tentu saja Mr.Oh. karena kalian yang berulang tahun hari ini.” Jinki bersmirk ria.

“Jinki, bagaimana bisa kau membiarkan Soohan berlomba dengan Sehun. Soohan itu Yeoja, dia tidak akan sanggup-”

“Aku sanggup Jin-ah. Aku akan buktikan itu.” Soohan tersenyum lembut kepada Seok Jin, Sehun yang melihatnya hanya mendecih meremehkan.

Kajja, aku sudah tidak sabar melihat Ahjumma ini menjadi maskot.”

“Yaa, apa kau bilang? Ahjumma. Wajahmu bahkan lebih boros dari pada aku, dasar harabojji.”

“Yaa kalian berdua, jika kalian bertegkar terus, kapan kalian akan mulai meneguk soju ini eoh? Cepat.”

(Meet You)

Sehun dan Soohan. Masing-masing sudah menghabiskan lima botol soju, wajah mereka sudah sama-sama merah, tapi belum ada yang mau mengalah.

“Wahh, daebak. Mereka masih terus minum. Jinki, ambilkan lagi sojunya, persediaan sudah habis dan perlombaan sepertinya belum akan selesai.”

“Soohan-ah. Sudahlah, kau sudah mabuk. Aku tidak mau kau sakit setelah ini.”

Sementara Seok Jin berusaha menghentikan Soohan, Teamin terus menyemangati dan memprovokasi Soohan dan Sehun untuk terus minum.

(Meet You)

“Akhh, eomma. Kepalaku sakit sekali. Bolehkah aku istirahat dirumah?”

Pagi yang cerah kali ini merupakan hari buruk untuk seorang Kim Soohan. Dengan seribu alasan yang tak berhasil membuat eomma membiarkannya beristirahat dan karena terus diburu oleh kata-kata yang di lontarkankan eommanya. Dengan berat hati Soohan melangkahkan kaki-kakinya menuju sekolah. Padahal kepalanya masih sangat sakit karena menghabiskan tak tanggung-tanggung sepuluh botol soju dan langsung ambruk.

luhan melangkahkan tungkai kakinya memasuki wilayah sekolah, terus berjalan tanpa menoleh kiri-kanan. Bahkan teguran dari mulai Hoobae, Sunbae, hingga satpam sekolahpun ia abaikan, hingga sebuah tepukan mendarat di bahunya.

“Yaa, Kim luhan. Kau kenapa berantakan sekali pagi ini? Terlihat seperti zombie.” Junhyung, salah satu teman luhan memperhatikan dengan sangat wajah wakil OSIS itu. Ada lingkaran hitam dibawah matanya, bahkan lebih hitam daripada Tao, Hoobae mereka.

“Kau tidak tahu saja Hyung-ah. Tadi malam luhan lomba minum soju dengan seorang Hoobae-”

SOJU?” Seoyoon yang berada di samping Junhyung, langsung membekap mulut salah satu sahabatnya itu.

“Ckk, Soohan menghabiskan sepuluh botol soju dan langsung ambruk disana.” Lanjut Seoyoon.

“Ya Tuhan. Soo, kau kenapa nekad sekali. Sepuluh botol itu bukan jumlah yang sedikit dan kau masih sekolah?” Junhyung menangkup wajahnya frustasi.

“Kalau eommaku mengizinkan, aku tidak akan ada disini. Kau kan tahu Hyung-ah, eommaku itu maniak belajar dan ia sangat disiplin. Kepalaku masih sangat sakit kau tahu.” Jawab Soohan serak. Kerongkongannya sakit setelah meneguk minuman yang Soohan berani sumpah, baru kali itu berhasil melewati kerongkongannya.

“Kalau begitu kau tidur saja di ruang kesehatan, biar kami yang memberi tahu Han seonsaengnim. Oke?” Soohan hanya mengangguk lemah, kepalanya akan bertambah sakit apabila ia terlalu banyak gerak. Dengan cepat ia berjalan menuju ruang kesehatan dan langsung berbaring di salah satu kasur, tak lupa menutup gorden pembatasnya.

(Meet You)

Waktu istirahat baru saja dimulai, dan Seoyoon sudah di kagetkan dengan email tanpa nama yang sepertinya juga diterima oleh siswa-siswi ISHS. Dengan langkah besar, Seoyoon mengajak Junhyung untuk melihat keadaan luhan. Betapa terkejutnya mereka melihat keadaan Soohan yang mengenaskan.

“Soohaaaaaaan. Ya Tuhan, siapa yang melakukan ini padamu eoh?” Soohan yang mendengar teriakan Seoyoon, terpaksa bangun dari tidur nyenyaknya. Dahi Soohan berkerut.

Waeyo Seo? Kau menggangguku tidur tahu.” Soohan bangkit dari Lantai dibantu Junhyung akibat teriakan Seoyoon.

“Lihat wajahmu.” Junhyung memberikan cermin pada Soohan, dan sumpah serapahpun keluar dari bibir imut Soohan, hingga Suara dari ranjang sebelah Soohan menghentikan acara ‘sumpah serapah’nya.

“Yaa noona, kalau mau berisik jangan disini. Kepalaku sakit mendengar kau terus menggerutu.” Sahut suara itu-Sehun.

“Kau-”

“Lebih baik kau pergi ke sirkus dengan dandanan seperti itu noona.” Sehun melirik sedikit untuk melihat wajah Soohan yang dihiasi dengan tinta merah disekitar Bibir dan hidungnya, serta tinta hitam mengelilingi Matanya. Persis seperti dandanan seorang badut. Setelah itu Sehun langsung asik denga acara tertawanya.

“Sudahlah Soohan. Sebaiknya kita bersihkan wajahmu itu.” Junhyung menengahi Soohan dan Sehun yang sepertinya akan beradu mulut. Soohan mengikuti Junhyung dan Seoyoon Sedangkan Sehun masih menikmati acara tertawanya.

“Kau tahu Soo, fotomu dengan dandanan seperti ini sudah tersebar di seluruh penjuru sekolah.” Jelas Junhyung setelah membantu Soohan membersihkan wajahnya di wastafel toilet.

“Haah, aku rasa aku tak punya musuh. Tapi kenapa ada yang jahil seperti ini.” Soohan menggeram mengepalkan tangannya. Sangat jarang Soohan seperti ini.

“Sudahlah Soo. Banyak yang tidak suka melihat kau dikerjai seperti ini. Dan sepertinya penggemarmu sebentar lagi akan menemukan pelakunya. Kau tahu, Seok Jin kan pakar IT, jadi mudah saja melacak alamat email itu.” Soohan mendecih mendengar perkataan Seoyoon yang kali ini terkesan dewasa. Sangat berbeda dengan saat ia sedang bercanda.

“Semoga saja.” Jawab Soohan lirih. Pasalnya, ia tidak pernah membuat masalah dengan siapapun.

(Meet You)

“Silahkan masuk tuan.” Pemuda itu hanya mengangguk dan berjalan memasuki kamar rawat.

“Apa kabar hyung? Ahh, aku sudah menemukan Kim Soohan. Dia akan segera membayar rasa sakit yang kau derita hyung. Tapi sepertinya aku akan sedikit bermain-main duSoo. Bolehkah? Hyung, cepatlah sadar agar kau bisa melihat kehancuran Kim Soohan. Saranghae hyung. Aku akan kembali ke sekolah, annyeong.” Pemuda itupun meninggalkan sosok hyungnya.

>>>>> TBC

Link EL Amor Verdadero: ( Chapter 1Chapter 2Chapter 3Chapter 4Chapter 5Chapter 6Ongoing )

A/N        : Annyeonghaseyo readerdul. Jeonun Oh Silvy imnida, bawa ff dengan main cast uri ice namja. FF ini terinspirasi dari beberapa film yang author tonton, jadi kalo ada sedikit kesamaan harap di maklumi ne. And ini FF udah hampir lumutan di laptop, so author coba buat post ajee, lumayan buat di baca. ^^

Buat readerdul, hope you like it, and tolong tinggalkan jejak. Please, author butuh saran agar FF ini makin bagus. Gansahamnida buat yang mau baca, annyeong.😀

Komentar Jusseyo😀

34 responses to “[Series] El Amor Verdadero (Chapter 1 : Meet You)

  1. wah, cerita yang bagus. tapi ada sedikit koreksi, kenapa ada nama luhan ya? itu aja sih, selebihnya udah bagus kok^^ ditunggu chap slnjutnyaa

    • annyeong fyevita..🙂
      gumawo udah comment di ff abal-abal ini..🙂
      mau konfirmasi, itu nama Luhan cuma typo kok, harap dimaklumi ne..🙂😀
      keep waiting for next chapter ya..🙂

    • annyeong..
      gumawo udah mau baca ff ini, mian kalo kebanyakan salah tulis, emang awalnya ini ff tentang luhan, tapi diganti. jadi banyak kesalahan diawal.
      tapi di chap. depan untuk penulisann nama, mudahan ngga salah lagi kok..
      kep reading yaa..🙂

    • ne, majja..😀
      author kalo seneng dengan film atau cerita, beberapa scene dari film itu pasti nyangkut di ff..
      hehehe..😀

  2. waaahh kereennn thorr (y)
    tapi aku masih bingung thor, itu napa ada ‘luhan’ ?
    itu typo kah or gimana?
    kalo typo tolong dikurangi yes, biar readernya kagak bingung + bacanya juga enak
    oke itu aja sih saran dari aku, aku langsung baca next chap yaa🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s