[Series] El Amor Verdadero (Chapter 2 : Curious)

FF ini ditulis oleh Oh Silvy , bukan oleh saya (Rasyifa), saya hanya membantu untuk membagikannya di FFindo. Tolong berikan apresiasi kalian melalui jejak komentar setelah membaca. Terimakasih~
*Untuk melihat index FF lainnya yang pernah dititipkan melalui saya, Klik disini

Picture1

Author                     : Oh Silvy

Tittle                         : El Amor Verdadero ( Chapter 2 : Curious )

Main Cast               : Oh Sehun, Kim Soo Han, etc.

Genre                      : Romance, School life.

Rated                       : PG-16

Link EL Amor Verdadero: ( Chapter 1Chapter 2Chapter 3Chapter 4Chapter 5Chapter 6Ongoing )

EL AMOR VERDADERO

CHAPTER 2

(Curious)

 “Ya ampun Seo. Sudahku bilang berapa kali. Aku tidak ingin punya namjachingu. Kenapa bukan kau saja yang memacarinya?”

“Aku sudah punya Ki Kwang. Ayolah Soo, kapan lagi ada namja tampan yang memintamu menjadi yeojachingunya.”

Soohan sudah bosan. Setiap kali berbincang, sahabatnya itu pasti menyelipkan promosi namja. Ia merasa frustasi, ditambah lagi orang kepercayaannya-Lee Jinki, juga menyatakan perasaannya. Belum lagi, akhir-akhir ini ia juga mendapat teror. Mulai dari meja dan peralatan tulisnya yang berantakan, sampah di lokernya, hingga tikus mati yang ada di laci mejanya.

“Apa Seok Jin sudah menemukan pengirim foto itu” Soohan berusaha mengalihkan perhatian Seoyoon, dan berhasil. Yeoja itu menggeleng. Menghela napas panjang dan berkata

“Dia bilang email itu dikirim saat berada di ruang kesehatan. Tepat saat istirahat dimulai. Apa kau tidak melihat orang lain di ruang kesehatan?”

“Disana juga ada Sehun. Tapi aku rasa bukan dia, kau lihatkan keadaannya tidak jauh beda denganku. Dia bahkan terkejut melihat wajahku minggu lalu.”

Sebenarnya Soohan bisa saja melaporkan masalah ini pada pihak sekolah, tapi ia masih berbaik hati pada peneror. Jika sudah berurusan dengan sekolah, kemungkinan besar, peneror itu akan dikeluarkan. Dan Soohan tidak ingin itu. Pasti ada alasan dibalik peneroran ini.

(Curious)

Stress dan panik kini menimpa Soohan. Teror-teror terus berlanjut, dan Seoyoon yang terus mendesak Soohan agar mencari namjachingu supaya dapat menjaganya.

Dan diruang dance yang sedang kosong itu, Soohan menari untuk menghilangkan beban berat yang terus menimpa pundaknya. Sekali lagi, Soohan bisa saja melaporkan hal ini pada pihak sekolah, bahkan Seoyoon dan Kyungsoo ikut mendukungnya. Tapi Soohan adalah yeoja yang terlalu baik, bahkan pada orang yang menerornya sekalipun.

 Setelah meletakkan tasnya dan menyalakan musik, Soohan mulai menggerakkan tubuhnya. Meliuk-liuk mengikuti alunan musik dan instingnya, bahkan jika dalam keadaan yang buruk ia dapat melakukannya dengan sangat baik. Ia memikirkan semuanya kini, semua yang tidak pernah ia kemukakan dan selalu ia pendam bahkan pada kedua sahabatnya. Ia selalu mengatakan tak apa, otaknyapun berusaha memahami, tapi tidak dengan hatinya.

Soohan terus menari tanpa menyadari tetes demi tetes mutiara berbentuk liquid yang selalu ia simpan di pelupuk matanya kini mulai berlomba menuruni pipi mulusnya. Ia terduduk. Mengikuti keinginan hatinya untuk menumpahkan semua bebannya dalam tangisan.

(Curious)

Seorang namja tampak berjalan cepat kearah ruangan dance. Namja itu-Sehun sudah menjadwalkan dirinya untuk berlatih dance hari ini. Setelah pelajaran kimia berakhir, Sehun langsung menuju ke ruangan dance.

Langkahnya panjangnya menggambarkan betapa semangatnya ia sekarang, layaknya seorang anak kecil mengejar permen gula. Hingga ia tiba di depan ruangan dance, langkahnya terhenti. Ia yakin mendengar suara tangisan, dan hal ini membuat buku kuduknya sedikit berdiri.

“Apa ada hantu sore-sore begini?” Sehun memperhatikan sekeliling mencari asal tangisan tersebut. Dan tebakannya berakhir dengan keluarnya seorang yeoja dari ruang dance yang hendak Sehun gunakan.

“Yaa, kenapa kau disini? Mengapa kau menangis eoh? Kau tahu, suaramu persis seperti hantu gentayangan.” Sepertinya suara Sehun dianggap angin lalu oleh yeja itu-Soohan. Setelah mendengarkan ocehan Sehun, Soohan langsung pergi dengan tatapan datarnya, tidak seperti biasa saat yeoja itu menampilkan senyum manisnya. Sehun merasa ada yang aneh, sehingga dengan sendirinya ia mengikuti langkah gontai Soohan hingga yeoja itu berhenti di taman belakang sekolah dan mendudukkan dirinya di bangku panjang.

Dengan langkah pelan, Sehun menghampiri Soohan dan ikut duduk disamping yeoja itu. Mengusap pelan punggung Soohan seakan berusaha memberi ketenangan dan kekuatan agar yeoja itu menghentikan tangisannya. Bahkan Sehun tidak tahu mengapa ia melakukan ini, tapi ia hanya beranggapan bahwa dirinya memang namja yang sangat baik. Bukannya tenang, Soohan malah memeluk Sehun dan makin terisak disana. Merasa bahwa ia butuh sandaran, untuk saat ini saja. Ia sangat rapuh kini. Sehun ragu, tapi akhirnya ia membalas pelukan Soohan, membiarkan yeoja itu menangis hingga ia ingin berhenti.

(Curious)

Semburat orange mulai mewarnai langit, mengingatkan manusia akan tenggelamnya sang surya. Kedua insan itu masih terus berjalan beriringan, terus melangkah dalam keheningan sore, hingga salah satu dari mereka membuka percakapan.

“Ehhm, noona. Dimana rumahmu?” yeoja itu-Soohan, masih bungkam tak menjawab. Ia masih asik dengan semua pikirannya.

Noona.” Kali ini lebih keras dan Soohan tersadar dari lamunan tak berujungnya. Ia hanya bergumam.

“Rumahmu dimana?” Setelah mendengar jawaban Soohan, Sehun langsung menarik lengan Soohan menuju mobil sport merahnya dan mengantar yeoja itu kembali kerumahnya. Memastikan Soohan selamat memasuki tempat tinggalnya dan Sehun langsung melesat kembali ke peraduannya.

(Curious)

Pagi ini Soohan melangkah dengan semangat. Entah kenapa, tanpa ia menceritakan semua ceritanya, ia merasa dadanya lebih lapang dan ia dapat leluasa bernapas. Ia langkahkan kaki mungilnya menuju ruang kimia, mata pelajaran pertama.

“Tumben tidak terlambat.” Entah itu singgungan atau pujian, Soohan hanya tersenyum, sangat manis hingga temannya-Seoyoon menatapnya curiga. Soohan melempar tatapan ‘kenapa’ pada Seoyoon.

Anniya, kau terlihat lebih segar dan lebih bersemangat. Aku curiga, apa kau sudah memiliki namjachingu?” Soohan menoyor kepala Seoyoon. Ia bingung, kenapa isi kepala Seoyoon hanya ada namja, namja dan namja.

“Sudah aku bilang, aku tidak berminat terjalin dalam suatu hubungan layaknya kekasih.” Itulah kata-kata terakhir Soohan pagi ini, karena Min seonsaengnim sudah memulai pelajarannya.

“Soo, kau mau ke kelas dancekan? Bisakah kau berikan ini pada Kai, bilang ini dari Kyungsoo.” Seoyoon memberikan kotak berukuran sedang pada Soohan.

“Kai? Nugu?”

New student.”

“Aku tidak tahu siapa Kai, kemarin aku tidak masuk pelajaran dance.” Soohan memberikan kotak itu pada Seoyoon lagi, membuat Seoyoon memelas.

“Kai berwajah agak gelap, rambutnya blonde, dan dia menari dengan bagus. Aku mohon nde. Bye Soohan.” Setelah memberikan kotak titipan Kyungsoo, Seoyoon langsung meninggalkan Soohan dengan kebingungannya. Yeoja itu mengedikkan bahu dan langsung menuju ke kelas dance.

(Curious)

 “Apa kau sudah menemukan anak dari Kim Yihan?” Namja berjas dan tampak sudah berumur itu berbicara dengan aksen sombong seakan ia adalah orang yang paling harus dipatuhi. Wajahnya tampak dimakan usia karena kerutan mulai muncul di dahinya. Tapi semangatnya untuk mencari anak dari Kim Yihan-musuh bebuyutan yang telah lama menghilang itu tsk pernah hilang.

“Sudah tuan. Apa yang harus saya lakukan untuk anda?” Bawahan namja itu bertanya dengan sopan. Berbeda dengan atasannya yang tampak glamour menggunakan jas mewah, namja itu tampak sangat sederhana dengan balutan kemeja dan jaket kulit khas detektif.

“Sewa pembunuh bayaran dan bunuh anak Kim Yihan. Jangan tinggalkan jejak dan kecurigaan.”

“Baik tuan. Akan segera saya jalankan.” Namja bawahan itu berlalu untuk menjalankan tugas yang telah diberikan atasannya. Menyewa pembunuh bayaran dan membunuh anak dari musuhnya yaitu pengusaha terkenal Kim Yihan.

(Curious)

 “Annyeonghaseyo Jung seonsaengnim. Maaf saya terlambat, saya baru dipanggil oleh Lee seongsaengnim.” Soohan memasuki ruang dance dan langsung mengambil tempat duduk dan Jung seonsaengnim mulai menjelaskan lagi kegiatan amal yang selalu pemerintah setempat adakan. Dimulai dari ajang menyanyi, menari hingga pertandingan olahraga dan sekolah tersebut tidak pernah absen untuk mengisi acara amal tersebut.

“Dan tema kita kali ini tema grup kita mengambil tema ‘romantic dance’. Setiap orang memiliki pasangan sesuai undian yang telah dibuat minggu lalu. Karena Soohan minggu lalu tidak mengikuti pelajaran, jadi ia berpasangan dengan Kai. Nah, ayo mulai latihan.”

Dan para anggota grup dance mulai bergerak mengikuti irama musik dan konsep yang telah dibuat, membiarkan peluh meluncur bebas dari pori-pori tubuh mereka dan terus bergerak hingga gerakan tersebut menjadi satu kesatuan yang akan memukau siapapun yang melihatnya. Terlebih, front dancer diisi oleh Soohan dan Kai yang notabene memiliki kemampuan dance diatas rata-rata.

“Mau minum noona?” Kai menyodorkan minuman pada Soohan dan ikut duduk di depan cermin ruang dance. Mereka berbincang layaknya teman akrab tanpa memperdulikan tatapan iri dari anggota lainnya. Banyak yang berbisik tentang kecocokan Soohan dan Kai. Berbeda dengan namja milky skin yang langsung pergi melihat keakraban sunbae-hoobae itu. Soohan melihat Sehun pergi. Ahh, ia belum sempat berterima kasih karena Sehun sudah menenangkannya kemarin. Ia memberi titipan Kyungsoo pada Kai dan langsung menyusul Sehun.

“Dimana dia?” Soohan terus melintasi koridor sekolahnya, hingga ia melihat sosok yang ia cari, di taman belakang sekolah. Ia terus berjalan tanpa menyadari seseorang tengah berniat jahat padanya.

“SOOHAAAN.”

Prangg

“Gwencanha?” Soohan hanya mengangguk lemah. Suara kaca jendela yang pecah membuat Soohan gugup. Kaca jendela itu nyaris menghantam tengkoraknya jika saja Sehun tidak cepat menarik Soohan menjauh.

Gu-gumawo Sehun.” Soohan tergagap, ia masih shock. Bahkan hingga Sehun membawanya ke taman belakang, ia belum bisa mengatur kerja jantungnya. Siapa lagi yang berniat mencelakinya, itulah pikiran Soohan saat ini. Dan jantungnya makin terasa aneh saat Sehun berusaha menenangkannya dengan sebuah pelukan.

Gwencanha Soo. Orang itu tidak akan dapat menyentuhmu. Aku janji.” Dan Sehun makin mengeratkan pelukannya, berusaha memberi ketenangan lebih pada sunbaenya itu. Soohan hanya mengangguk pelan, tapi sesaat kemudian ia melotot kerah Sehun.

“Yaa hoobae kurang ajar. Panggil aku noona, aku ini sunbaemu.” Soohan menjitak pelan kepala Sehun hingga sang empu kepala meringis.

“Cihh, bahkan aku lebih tua darimu tiga puluh menit.” Soohan melongo. Darimana Sehun tahu persis jam lahir Soohan? apa dia stalker? Atau fans? Hanya Tuhan dan Sehun yang tahu.😄

(Curious)

Minggu pagi, matahari tampaknya sedang bersemangat menyinari muka bumi. Cuaca yang sangat mendukung untuk sekedar berolahraga ringan, tapi tidak dengan yeoja yang masih bergelung dengan selimutnya. Bahkan sinar matahari sudah merangsek masuk memenuhi sudut kamarnya, tapi itu bukan halangan untuk seorang Kim Soohan yang penggila tidur. Bagaimana tidak, sedari tadi, eommanya terus memanggil agar membantu memasak, tapi jawabannya hanya

eomma, aku ingin membayar jatah tidurku yang kurang karena belajar.”

Yahh, walaupun punya IQ yang bisa dibilang tidak biasa, Soohan adalah anak gadis yang sangat malas. Ia akan selalu tidur jika ada kesempatan dan akan membayar jatah tidurnya yang kurang pada hari minggu. Jika tidak dibangunkan, Soohan bisa saja tidur selama 24 jam. Hingga eommanya saja mencap Soohan sebagai calon menantu yang sangat sangat buruk. Tapi ada hal yang dapat membuatnya bangun di hari minggu.

“Ughh, Lapar.”

Dengan mata setengah terbuka, Soohan keluar kamar menuju dapur. Eomma Soohan hanya tersenyum melihat anak perempuannya itu. sifatnya persis seperti appanya.

“Soohan, tolong bantu eomma mengantar kue ke tetangga baru itu.”

Eomma, aku lapar dan masih mengantuk. Tidak bisakah eomma mengantarnya sendiri?”

Satu tepukan manis berhasil bersarang dikepala Soohan. kata-katanya kadang tidak bisa si kontrol, apalagi jika perutnya sudah meraung meminta makan.

“Antar kue ini, baru kau kuberi jatah makan. Arraseo?

Dan akhirnya, dengan langkah terpaksa, Soohan menuruti keinginan eommanya. Daripada tidak dapat jatah makan, pikirnya.

 “Aishh, kenapa harus aku yang mengantar kue ini. Ugh, perutku lapar sekali, apa boleh aku ambil sedikit kue ini?” Soohan melirik kue buatan eommanya dan langsung menggeleng.

“Jika kue ini tidak sampai pada tetangga baru itu, aku bisa dalam bahaya. Anniya. Tahan sedikit laparmu Soohan.” Soohan berkomat-kamit untuk menghilangkan godaan dari kue itu. eomma Soohan memang sangat pandai dalam membuat kue-kue hingga dessert. Soohan melirik lagi kue ditangannya kemudian menjauhkan kue itu dari wajahnya.

“Tidak boleh Soohan. tahan, tahan.” Dengan langkah lemas Soohan mengetuk pintu yang ia ketahui sebagai keluarga Oh. Ketika pintu dibuka, tampak namja milky skin bermata sipit, dengan bibir tipis dan wajah yang imut walaupun ekspresinya datar. Soohan merasa familiar  dengan wajah ini.

“Ada apa noona?” Ahh, sepertinya Soohan salah mengira. Anak kecil ini sifatnya beda dengan orang yang ia kenal.

Noona tinggal disebelah, dan eomma noona memberi kue ini padamu.” Soohan tersenyum melihat ekspresi mupeng anak kecil tadi. Dengan ligat, anak kecil itu mengambil alih kue dari tangan Soohan dan melihat-lihat isi kotak kue tersebut.

“Apa kau sendirian dirumah?” Soohan mensejajarkan tubuhnya dengan anak kecil tersebut.

Anni. Kadhbh3456ry6t78u.” Sahut anak kecil tersebut dengan mulut penuh dengan kue. Soohan terkekeh melihat tingkah laku anak kecil itu. Sangat lucu pikirnya. Ahh, andai saja ia punya adik seimut ini.

“Habiskan dulu makananmu, baru berbicara.” Anak kecil itu mengangguk dan berusaha menelan makanannya dan mulai berbicara dengan mata yang berbinar.

“Anni noona. Ada hyungku. Dia sedang mandi. Apa kau mau masuk?” Soohan kembali tersenyum dan menggeleng. Sedangkan anak kecil itu memandang Soohan dengan tatapan ‘aku suka kau noona’.

“Oh ya, namaku Soohan, Kim Soohan. namamu siapa?” Soohan mengulurkan tangannya walapun ia tahu hal tersebut sia-sia, tak mungkin anak itu menjabat tangan Soohan dengan kedua tangan yang memegang kue.

“Namaku Oh Sechul. Namamu bagus noona. Mirip dengan nama hyungku.” Soohan tersenyum pada Sechul. Setelah berbincang-bincang sedikit dengan Sechul, Soohan yang kembali mengingat raungan perutnya langsung pamit pulang.

“Dari mana kau Sechul. Kenapa mulutmu penuh dengan kue, makanlah pelan-pelan. Aku tidak akan mengambilnya.” Kakak dari Sechul tampak menuruni tangga dan menghampiri adiknya.

“Thadhi adha noonha ttetangga syebhelah. Dhia membheriku khue inhi hyung. Nhamanhya Suoohaen.” Kakak Sechul hanya geleng-geleng melihat adiknya yang memang maniak kue. Tapi siapa tadi, Suoohaen? Entahlah, kakak Sechul tak mau ambil pikir.

(Curious)

Malam ini Sehun berniat belajar di balkon kamarnya, karena isi kamarnya masih berantakan. Balkon kamarnya memang langsung menghadap ke balkon rumah tetangga, jadi mungkin ia bisa melihat anak dari tetangga sebelah.

Angin malam mulai menerpa kulit pucat Sehun, ia mulai kedinginan, tapi hal itu tidak membuatnya beranjak dari kursi. Sesekali ia melihat ke arah balkon rumah sebelah dengan penampakan seorang yeoja berambut sebahu yang sedang mondar-mandir dalam kamarnya. Sehun tidak kuat lagi dengan dinginnya malam, segera ia beranjak masuk kedalam kamar. Tepat saat Sehun menutup pintu balkon kamarnya, pintu balkon rumah tetangga terbuka.

“Hyung, eomma membuatkanmu coklat panas. Cepat diminum ya hyung, kalau tidak aku akan meminumnya.” Adik Sehun langsung meninggalkan hyungnya yang tersenyum geli melihat dongsaeng tersayangnya itu.

(Curious)

 “Soo, kau dapat surat.” Seoyoon yang sedang menunggu Soohan di teras rumah menemukan sepucuk surat yang ditujukan untuk Soohan. Saat Soohan menghampirinya untuk berangkat ke sekolah, Seoyoon memberi surat tersebut. Dengan tangan gemetar Soohan membuka surat tersebut, takut-takut itu adalah surat ancaman teror. Tapi sedetik kemudian senyum cerah menyembang diwajah bening Soohan. Seoyoon hanya meliriknya bingung.

Namja tetangga sebelah. Ia mengajakku bertemu di taman sore ini. Ahh, ia sangat tampan dan imut kau tahu.” Soohan segera memasuki mobil putih Seoyoon dan menyamankan dirinya. Seoyoon? Jangan ditanya, ekspresinya masih sama setiap Soohan berbicara yang berkaitan dengan namja.

“Wahh, chukkae Soohan, akhirnya kau membuka hatimu untuk seseorang, walaupun aku tak tahu siapa lucky namja  itu.” Perkataan Seoyoon berhasil membuat Soohan sweatdrop. Tapi sebuah ide muncul dikepala Soohan.

“Seo, kau mau menemani aku menemui namja itu? ku kira kau akan suka kalau melihatnya. Ahh, sekalian ajak Kyungsoo. Otte?” Seoyoon mengerutkan dahinya, bingung. Kenapa pula ia dan Kyungsoo harus menjadi obat nyamuk Soohan, pikirnya. Tapi kemudian ia mengangguk, kapan pula bisa melihat Soohan kencan, itu sangat LANGKA. sekali lagi, LANGKA.

Dan, disinilah Soohan, Seoyoon dan Kyungsoo. Taman di dekat rumah Soohan, mereka sedang menunggu namja yang mengajak Soohan bertemu. Seoyoon dan Kyungsoo sangat penasaran dengan namja yang mereka ketahui bernama Sechul. Sedangkan Soohan menahan tawa melihat raut wajah kedua sahabatnya itu.

“Soo, kau yakin janjian ditaman ini? Kenapa dia belum datang juga?” Seoyoon rupanya sudah mulai tidak sabar. Jangan bilang Soohan mengerjainya, pikirnya.

“Eoh, itu dia.” Soohan langsung beranjak dari kursi taman dan menghampiri Sechul yang sedang berjalan kearahnya. Soohan langsung menggendong Sechul dan berbalik menatap sahabatnya yang terperangah.

“Kenalkan, ini Sechul yang aku bicarakan. Dia tampankan. Sechul, kenalkan dirimu, ini teman noona.” Soohan mencubit pelan pipi Sechul membuat anak kecil itu mempoutkan bibirnya.

Annyeonghaseyo, nae ileum Oh Sechul. Bagappseumnida noona, hyung.” Seoyoon tampak menatap tajam kearah Soohan-merasa dipermainkan, sedangkan Kyungsoo masih setia mendengarkan perkenalan Sechul.

“Kyaa Soohan. kenapa kau tidak bilang punya anak semanis ini?” Kyungsoo jadi heboh sendiri dan mengambil alih Sechul, mengajaknya bermain. Dan Seoyoon kini hanya manyun.

“Kkkk, kaukan tahu Seo, aku tidak berminat punya namjachingu. Menjalin hubungan kekasih pada akhirnya akan menimbulkan permusuhan. Aku tidak mau itu.” Soohan yang awalnya tertawa melihat Seoyoon mulai serius dan mendudukkan diri di kursi panjang yang berada di samping mereka.

Seoyoon menghela napas berat, ia hafal betul watak sahabatnya itu, tapi kenapa ia merasa masih bisa dipermainkan seperti ini, padahal ia sudah sangat senang karena Soohan ingin megenalkan pada teman prianya, tapi kenapa yang datang malah bocah berumur lima tahun. Seoyoon mulai terisak membuat Soohan sedikit panik.

“Uljhima Seo, mianhae. Aku mengecewakanmu. Aku tak bermaksud seperti ini.” Soohan tak tahan melihat air mata Seoyoon, sangat jarang baginya untuk menangis. Jika keadaan sudah sangat kacau, barulah ia akan menangis. Soohan mulai  berpikir untuk menghentikan tangisan Seoyoon, ia terus memutar otak dan hanya ada satu cara yang ia dapatkan.

“A-aku, aku akan mencari namjachingu.” Seoyoon mendongak menatap manik mutiara Soohan. ia baru sadar bahwa Soohan tidak tega melihatnya menangis. Kenapa tidak dari dulu menggunakan cara ini, pikirnya.

“A-aku akan mencari namjachingu, jadi kau jangan bersedih nde.” Seoyoon tersenyum manis kepada Soohan dan langsung mendekap erat yeoja manis dihadapannya itu.

“Ahh, kajja kita ikut Kyungsoo dan Sechul. Kau benar, Sechul sangat tampan dan imut. Kalau saja ia sudah dewasa, pasti akan banyak yeoja yang mengejarnya.” Seoyoon menarik Soohan untuk bermain bersama Kyungsoo dan Sechul. Mood Seoyoon sangat cepat berubah jika keinginannya terpenuhi. Ckckck, Seoyoon. Poor Soohan.

(Curious)

See, kalau soal namja, Seoyoon selalu menomor satukan targetnya. Seperti janji Soohan kemarin, dengan susah payah ia mencari cara agar sahabatnya yang menjomblo itu mendapat orang yang tepat dan hari berikutnya Seoyoon menggembar-gemborkan niatannya.

“Seo, bagaimana bisa kau melakukan ini?” Soohan tampak mengurut pelipisnya frustasi, seharusnya ia hiraukan saja Seoyoon kemarin.

‘Aku akan membantumu menemukan orang yang cocok’

Itu kata-kata Seoyoon pagi ini, dan sekarang mereka berada berada di aula sekolah dengan antrian panjang dari namja yang ingin memacari Soohan. Sedangkan Kyungsoo hanya geleng-geleng maklum dengan sifat yeoja bereyeliner yang sudah seperti saudaranya itu.

(Curious)

Koridor sekolah yang biasanya riuh oleh suara siswa maupun siswi ISHS kini tampak lengang. Bahkan Sehun yang kini melewati jalan tersebut dapat berjalan dengan tenang tanpa khawatir akan ditabrak oleh murid-murid yang berlari. Kini yang ada di koridor sekolah hanya murid-murid yeoja. Tidak biasanya, pikir Sehun.

“Kemana semua murid namja disekolah ini?” Sehun bertanya kepada salah satu teman sekelasnya, Mira. Pasalnya sejak keluar dari toilet, Sehun sama sekali tidak menemukan tanda-tanda kehidupan dari murid namja.

“Kau tidak tahu Sehun-ah, semua namja yang bersekolah disini, sedang berkumpul di aula-“

“Apa ada acara khusus manja?” Sehun memotong perkataan Mira.

“Ishh, bukan. Semua namja sedang berkumpul karena Soohan sunbae sedang mengadakan audisi untuk mencari namjachingu. Kau tahu, seluruh namja disekolah ini adalah fans dari Soohan sunbae. Kenapa kau tidak ikut?”

“Malas sekali. Tidak ada gunanya, lebih baik aku membaca buku di perpustakaan.” Sehun berlalu menyisakan Mira dengan ketidak percayaannya, baru ini ia temui namja yang tidak antusias jika berhubungan dengan Soohan si primadona sekolah.

Sehun berjalan menuju perpustakaan sesuai rencananya, tapi langkahnya berhenti di depan aula. Ia penasaran dengan kata-kata Mira, akhirnya dengan langkah pelan, Sehun memasuki aula. Semua mata tertuju pada Sehun hingga ia salah tingkah.

“Eh, a-aku hanya mencari Kai.” Sehun langsung mencari keberadaan Kai dan mengajaknya keluar, tapi langkahnya ditahan Seoyoon.

“Bilang saja kau mau melihat Soohan, Sehun-ssi.” Kata-kata Seoyoon membuat Sehun menyipitkan matanya tak percaya, ia mendecih. Untuk apa aku melihat orang sombong seperti dia dan mengikuti acara bodoh ini, tuturnya. Semua mata yang berada diruangan itu menatap Sehun tak percaya. Sehun memang Siswa pintar yang hampir menyaingi Soohan, tapi siapa yang ia sebut sombong? Bahkan Seluruh namja diruangan itu setuju jika gelar ‘sombong’ itu diberikan pada Sehun.

Sehun merasa tak nyaman dengan tatapan yang diberikan namja-namja itu, ia akhirnya melenggang pergi. Tepat saat Sehun diambang pintu, Soohan memanggilnya.

“Sehun-ssi, aku ikut denganmu. Kau saja yang urus ini Seo.” Sehun tak menghiraukan kata-kata Soohan dan melanjutkan langkahnya yang sempat tertunda.

“Jadi bagaimana Seoyoon-ssi, kami sudah merelakan jam makan siang kami hanya untuk ini. Bagaimana selanjutnya, jangan memberi harapan kosong seperti ini.” Sahut salah seorang namja dan di amini oleh yang lain.

(Curious)

 “Baiklah Kim Yihan-ssi, kami akan memperketat penjagaan atas anda dan keluarga anda. Terima kasih atas kerjasamanya.” Kepala polisi gangnam tersebut-Oh kyunhyun, mengantar Kim Yihan keluar dari ruangannya. Ketika mereka sudah sampai di depan gedung, Kyunhyun memulai obrolan.

“Yihan-ah, senang menjadi tetangga. Oh ya, luangkan waktumu untuk Soohan. Kau tahu, dia anak yang manis.” Jika kalian bertanya mengapa kedua orang tua ini tidak menggunakan bahasa formal, jawabannya mereka adalah teman masa kecil. Bahkan mereka berjanji untuk menjodohkan anak mereka jikalau anak dari Kyunhyun berbeda gender dengan anak Yihan. Andai Sechul sudah besar, pikir Khyuhyun.

“Kau tahu, memikirkan masalah kantor dan masalah peneroran ini sangat membuatku sakit kepala. Untung saja Soohan tidak banyak tingkah. Dia termasuk siswi populer disekolahnya. Dan kau tahu, kebiasaan kecilnya masih sama.”

“Dasar putri tidur eoh?” Yihan menganggukkan kepala setuju. Merekapun berbincang hingga sampai ketempat peristirahatan mereka – rumah masing-masing.

(Curious)

 “Appa, kau pulang.” Soohan yang menerjang appanya dengan pelukan rindu. Sudah seminggu lebih ia tak bertemu dengan appa tercintanya karena kesibukan masing-masing.

“Nde appa pulang. Seminggu tak bertemu sepertinya kau bertambah manja ya.” Yihan menyubit pelan hidung Soohan.

“Kau tahu yeobo, Soohan terus bertanya kapan kau pulang.” Ibu Soohan yang sedari tadi berada didapur ikut nimbrung dengan anak dan suaminya yang sedang bermanja-manja di ruang tv.

“Appa, aku diteror.” Perkataan Soohan berhasil membuat kedua orang tuanya terdiam. Bagaimana urusan bisnis melibatkan anak mereka, pikir Yihan. Soohan bercerita bagaimana hari-harinya saat diteror, kelakuan Seoyoon, hingga kejadian kaca labor yang hampir menimpa dirinya. Semua ia ceritakan tanpa sensor sedikitpun, ahh, disensor saat Sehun membantunya. Ia hanya menyebutkan Sehun sebagai ‘orang lewat’.

“Mulai besok, Kyuhyun ahjussi dan anak buahnya akan menjagamu. Jadi kau tenang saja eoh.” Yihan tampak meyakinkan Soohan dengan senyuman teduh seorang ayah. Soohan ragu diawal tapi ia akan menuruti perkataan appanya. Ia penasaran apa yang akan dilakukan teman ayahnya itu.

(Curious)

Soohan merasa diikuti, sekali lagi ia melirik kebelakang tapi tak menemukan orang yang mencurigakan. Seoyoon yang melihat tingkah Soohan mengernyitkan dahi.

“Ada apa Soo?” Seoyoon menghentikan langkahnya dan menatap Soohan.

“Kau tahu kalau aku di teror?” Seoyoon mengangguk. “Aku merasa diikuti-“

“Apa peneror itu?” Seoyoon memotong perkataan Soohan, ia mulai tak tenang dengan kelanjutan kalimat Soohan.

“Bukan, aku kira itu suruhan Kyuhyun ahjussi. Ahh, ayo aku lapar.” Seoyoon mengangguk dan mengikuti langkah Soohan menuju kantin sekolah, sesekali ia melirik ke belakang memastikan perkataan Soohan. Tapi bagaimana polisi bisa masuk ke sekolah, pikirnya. Itu melanggar peraturan.

“Aishh, kalau bukan karena tua bangka itu, mana mau aku mengikuti orang ini.” Monolog orang yang mengikuti Soohan.  Ia terus mengikuti Soohan hingga dering telepon genggam menghentikan langkahnya.

“Nde ahjussi. Aku sedang mengikuti Soohan. Ada apa?” orang itu melanjutkan langkahnya untuk mengikuti Soohan dengan telepon masih tersambung.

“Appamu.” Orang itu menghentikan lagi langkahnya. Tampak matanya mulai tak fokus, perasaan tak enak muncul dihatinya.

Appa wae ahjussi?” Suaranya mulai meninggi, ia alihkan langkahnya menuju parkiran sekolah.

Appamu. appamu…” Langkahnya terhenti dengan airmata mulai menganak di pelupuk matanya.

>>>>> TBC

Link EL Amor Verdadero: ( Chapter 1Chapter 2Chapter 3Chapter 4Chapter 5Chapter 6Ongoing )

Author note:

Annyeong nae sarang readers. El Amor Verdadero udah lanjut nih. Masih pada nunggu nggak nih. Apakah ini membosankan? Aku harap nggak. Oh ya, karena baru kali ini aku ngepost di ffindo, aku bakan intro dulu yeth.

Jonun Oh Silvy imnida a.k.a Silvy Wahyu Hasanah. Aku 98line dan sekarang lagi ditingkat akhir sekolah menengah atas a.k.a SMA. Supaya akrab, kalian bisa panggil aku saeng buat seniorku dan eonni/noona untuk juniorku. Oh ya, aku multifandom nihh, jadi jangan heran dalam FFku, bakalan banyak cast dari beberapa boyband. Tapi nomor satu dihati tetap Sehun EXO. Bias lain yaitu, Jungkook BTS, Jin BTS, Junhyung BEAST, Nickun 2PM, Minho SHINEE, dan lain-lain. Banyak yaa, ahhaha, #abaikan.

Ahh, sebelumnya aku berterima kasih pada teman baikku Asih_TA (author Marriage Contract?) dan Deby_Eliza (author Revenge of My Girlfriend). Atas dukungan dari mereka, aku berhasil negbuat FF dengan cast OC. Kalo nggak, mungkin aku masih buat FF dengan cast GS.

Dan harapanku pada reader adalah, jejak peninggalan (Comment) di FF ini. Aku perlu masukan untuk ngebuat FF ini makin bagus. And makasih banyak buat yang udah comment.

Author Site :

Facebook            : https://www.facebook.com/silvi.wahyu

Twitter : https://twitter.com/wahyusilvi1

WordPress          : www.ohsilvy2507.wordpress.com

블렉 포르 아이스 a.k.a 실비 왛유 하사낳

30 responses to “[Series] El Amor Verdadero (Chapter 2 : Curious)

  1. ehhh tenyata authornya 98line toh😀
    masih muda ternyata (y)
    aku 97line thor, tapi author kok udah tingkat akhir SMA yak?
    ah mola, yang penting aku salut sama author karena bisa buat ff sekeren ini (y)
    pokoknya daebakkk lah buat author (y)

    and ffnya itu bikin penasaran bangett deh
    mulai dari siapa yang ngikutin soohan? appanya sehun knapa? sampek next chapnya gmn lanjutannya?
    emm, banyaklah yang bkin penasaran
    pokoknya nih ff harus lanjut sampek end yes
    oke aku langsung baca next chap aja yaa
    mian komennya telat, krn baru baca sekarang😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s