[Series] Revenge of My Girlfriend (Chapter 5: New Friendship)

 FF ini ditulis oleh Deby_Eliza, bukan oleh saya (Rasyifa), saya hanya membantu untuk membagikannya di FFindo. Tolong berikan apresiasi kalian  melalui jejak komentar setelah membaca. Terimakasih~
*Untuk melihat index FF lainnya yang pernah dititipkan melalui saya, Klik disini

ougikuyv

Author                         : Deby_Eliza

Title                       : Revenge Of My Girl Friend ( Chapter 5 : New Friendship )

Genre                   : Family, School life, Romance, Angst

Main cast             :

  • Kyung Soo Ra (OC)
  • Byun Baekhyun
  • DO Kyungsoo

Other cast           :

  • Kim Minseok ( Xiumin )
  • Xi Luhan
  • Kim Jongdae ( Chen )
  • Kyung Tae Jin a.k.a soora appa
  • Choi Mi Rae a.k.a soora eomma
  • Paman dan Bibi soora
  • Soora halmeoni
  • Baekhyun appa
  • And other cast

Contact Author           : Facebook : https://www.facebook.com/deby.diaclalue?fref=ts

 – Link Revenge Of My Girlfriend ( Chapter 1  – Chapter 2Chapter 3 Chapter 4Chapter 5Chapter 6Chapter 7Chapter 8Chapter 9Chapter 10Ongoing )

Disclaimer           :

Summery : ‘ Maaf ‘ maafkan aku yang terlanjur meneruskan semuanya, seharusnya dari awal aku memang harus pergi dan tidak pernah terjebak dalam cinta yang rumit ini. Rumit….. ya, semua nya memang sangat rumit.

 Sekarang aku sudah menyelesaikan keinginan terbesar ku di dunia ini, ya, apa yang selama ini menjadi tujuan hidup ku sudah aku lakukan dengan tangan ku sendiri.

Tidak ada lagi yang harus aku lakukan di dunia ini “ appa…eomma..aku akan menyusulmu….. baekhyun-ah, maafkan aku mengecewakan mu, maafkan aku yang membiarkan mu masuk dalam permainanku…. aku mencintaimu…..SELAMANYA

Review part 4

D.o tampak menggeleng dan memejamkan matanya lalu menghela nafas,

d.o membuka matanya dan tiba-tiba berbalik kebelakang, entah apa yang sedang dia pikirkan.

Dia berlari sekencang mungkin berlawanan arah dengan jalan menuju rumahnya.

Dia terus berlari hingga sampai pada pangkal gang yang telah dilewatinya tadi, kemudian dia berhenti sejenak sambil melihat kebelakang dengan nafas yang sedikit terengah

‘ ya… itu tak boleh terjadi…lagi ‘ d.o mengangguk dan kembali melanjutkan langkahnya dengan berlari pelan.

Part 5

__

Soora berjalan dengan lesu menuju ke koridor, sudah 4 jam lebih dia menghadapi pelajaran tambahan bersama gurunya dan beberapa siswa lainnya.

Sesampainya soora di koridor, tiba-tiba dia berhenti melangkah.

Soora melihat ada seseorang yang tengah berbaring di atas kursi di depan koridor sekolah sambil memeluk tasnya di depan dada.

Soora mengernyitkan keningnya karna sekolah sudah lama berakhir dan teman-teman yang menerima pelajaran tambahan hari ini baru saja di jemput oleh keluarga mereka,

perlahan soora mendekati orang itu dan soora semakin heran karna orang yang dilihat nya itu adalah d.o. Ya d.o tetangga nya.

Soora mencoba memegang bahu d.o namun tiba-tiba d.o membuka matanya, soora menjauhkan tangan nya dari bahu d.o kemudian berdiri, D.o ikut berdiri dan mengucek matanya pelan

“ oh…kau sudah pulang rupanya “ ucap d.o sambil menguap, soora hanya mengerjapkan mata nya pelan

“ kenapa….kau tidur disini…bukan nya kau tadi sudah pulang ? “ ucap soora menatap d.o

“ a…ah tadi aku memang pulang..tapi, aku tadi melihat preman yang dulu mengejar mu di gang…aku jadi tidak tega meninggalkan mu pulang sendirian…apalagi hari sudah gelap begini  “ d.o merapikan rambutnya yang sedikit berantakan, soora hanya terdiam menatap d.o

‘sampai sebegitu perduli nya kah dia…padahal aku baru mengenal nya’ ucap soora dalam hati sambil sedikit tersenyum ke arah d.o

“ tapi kau tidak harus menunggu ku ber jam-jam begini kan.. “ d.o tampak hanya tertawa sebentar lalu merogoh sakunya dan mengeluarkan sebuah smartphone,

d.o menyentuh beberapa kali layar smartphone nya dan menempalkan benda tersebut di telinga nya

“ chamkanma… “ ucap d.o melirik soora, soora hanya menatap d.o heran kemudian mengangguk.

“ yeoboseo..appa…. “

“ ……….. “

“ appa…jigeum odi-nde-yo ? bisakah appa menjemputku sekarang ? “

“ ……….. “

“ ah…ne, tadi aku menunggu teman ku “

“………..”

“ ah keure ?.. oh..arasso appa, itta bwa “

d.o mematikan smartphone nya dan menyimpan benda tersebut ke dalam saku celananya.

Kemudian beralih menatap soora “ sebentar lagi appa ku akan menjemput…aku tidak mau kita melewati gang itu…kau mau menunggu sebentar kan…appa bilang dia masih di kantor dan segera menjemput kita “

soora tampak mengerjapkan matanya beberapa kali dan kemudian mengangguk lucu, d.o tampak sedikit tertawa

“ hahah….kita tunggu disini saja ya..duduklah dulu “ d.o berujar sambil mendudukkan tubuhnya pada kursi dan menepuk kursi di sebelahnya mengisyarat kan agar soora duduk,

Namun bukan nya duduk, soora hanya termenung melihat kursi tersebut, d.o kembali menepuk-nepuk kursi di sebelah nya dengan lebih keras.

Soora menatap kursi di sebelah d.o lalu beralih menatap d.o sambil tersenyum “ go…gomawo d.o “ ucap soora kemudian duduk di sebelah d.o.

Setelah soora duduk di sebelah d.o, keadaan berubah menjadi hening.

Tidak ada yang membuka pembicaraan antara soora dan d.o mereka hanya diam menatap lurus kedepan dengan pikiran mereka masing-masing hingga beberapa menit kemudian d.o berdehem lalu memberanikan diri untuk membuka mulut

“ apa benar kau itu orang korea ? “ soora menoleh pada d.o yang sedang menatapnya dan mengangguk pelan

“ ya…aku dilahirkan disana “ d.o tampak mengangguk-anggukan kepalanya

“ lalu kenapa kau bisa ada di london ? bukankah kau lahir di korea ? “ soora menundukkan kepalanya dan menatap lantai yang ada di bawahnya

“ orang tua ku yang membawa ku kesini…mereka membangun sebuah perusahaan dan menetap disini untuk mengurusnya….. “ soora menghela nafas pelan suaranya terdengar lebih pelan,

D.o menatap soora yang sedang menunduk kan kepalanya lalu kembali bersuara “ sudah berapa lama kau disini ? wah… pasti perusahaan appamu sangat sukses ya..apa nama perusahaan appamu itu ? “ tanya d.o tampak antusias,

Soora tampak semakin menundukkan kepala nya dan bahunya terlihat sedikit bergetar, d.o yang melihat itu mengerutkan dahinya heran

“ o…..orang tuaku sudah tidak…me..mengurus perusahaan itu lagi… “ soora menghentikan ucapannya,

D.o semakin keheranan “ kenapa ? “ D.o kembali bertanya

“ka….karena….orang…orang tua ku….sudah…sudah tidak ada lagi… “ suara soora sedikit bergetar, dia kembali teringat kejadian dimana kedua orang tuanya meninggal

Tanpa dia sadari tiba-tiba sebutir air mata jatuh ke pipi nya

D.o menunduk dan mencoba memegang bahu soora yang tampak bergetar “ ma…maaf soora, aku tidak bermaksud….. “

Soora menghapus air matanya dan mencoba membuang semua memori yang kembali teringat olehnya. Namun entah mengapa semakin dia mencoba untuk membuang ingatan itu, semakin dadanya terasa sesak.

Soora menggenggam erat ujung baju nya dan mencoba menahan rasa sesak di dadanya lalu mendongak menatap d.o

“ gwencanha…. aku sudah tinggal disini sejak aku berumur 6 tahun “ ucap soora dengan suara yang bergetar dan berusaha untuk tersenyum.

D.o masih menatap soora dalam hingga dia kembali bersuara “ bolehkah aku menanyakan sesuatu lagi..? “ tanya d.o pelan. Soora beralih menatap d.o dan mengangguk pelan

“ tempo hari ketika aku baru pindah ke rumah ku……kalau tidak salah saat itu aku melihatmu sedang memandangi rumahku…..hmm….kalau boleh aku tau…apa yang sebenarnya kau perhatikan…ada apa dengan rumahku..? “ Soora kembali menunduk

“ a…ah bukan maksudku mencurugai mu atau apa… tapi aku merasa heran kenapa kau memandangi rumahku, sepertinya rumah itu berarti untuk mu…. “ sambung d.o menjelaskan.

Soora mendongak dan tersenyum kecut “ aku tidak bermaksud membuatmu tidak nyaman, hanya saja….melihat pagar rumahmu terbuka…aku merasa….LUHAN kembali lagi….. “ d.o tampak kebingungan

“ siapa itu luhan “ tanya d.o hati-hati

Kali ini soora beralih memandang lurus kedepan “ dia…dia sahabatku….dulu waktu pertama kali aku bersekolah di sini….aku sama sekali tidak punya teman dan merasa kesepian hingga kami bertemu di hari pertama sekolah, dan secara tidak langsung kami juga dekat dengan seorang siswa…” soora tersenyum getir kearah d.o lalu melanjutkan kalimat nya “ namanya chen…akhirnya chen juga menjadi bagian dari persahabatan kami…awalnya aku merasa sangat senang memiliki sahabat seperti mereka,karna hanya mereka yang mau menemani ku dan membuat aku tidak merasa sepi lagi…namun setelah setahun bersahabat, chen mengalami kecelakaan dan pergi meninggalkan kami berdua…” mata soora tampak berkaca-kaca,

D.o hanya terdiam sambil menatap soora sendu “ kami merasa sangat kehilangan…kami bersahabat baik sampai saat itu, tiba-tiba dia pindah karna orang tuanya di pindah tugaskan ke luar negeri…saat itu aku berfikir kenapa semua harus meninggalkan aku lagi….aku merasa…sangat kesepian…….” sambung soora kali ini air matanya terlihat mengalir membasahi pipinya seiring dia mengingat kembali tentang persahabatannya.

D.o tiba-tiba menggenggam tangan soora dan refleks soora menatap mata bulat d.o , air mata masih tampak jelas di pipi soora

D.o perlahan mengangkat tangan nya dan menghapus air mata yang ada di pipi soora sepelan mungkin dengan ibu jarinya, lalu dia beralih menatap soora lekat

“ kau tidak perlu merasa kesepian lagi….karna mulai saat ini aku akan menjadi sahabatmu…aku yang akan selalu menemani mu…aku yang akan menjagamu….aku janji…aku tidak akan membuat mu merasa kesepian lagi….” soora menatap d.o tak percaya

“ be…benarkah “ ucap soora pelan, d.o mengangguk pasti lalu tersenyum sambil mengusap puncak kepala soora lembut

“ go…gomawo “ ucap soora pelan dan bersamaan dengan itu air mata kepedihan soora tumpah begitu saja, soora terisak sambil menutup wajahnya dengan kedua tangan.

D.o memegang bahu soora pelan dan menyandarkan kepala soora di bahunya, membiarkan soora menumpahkan semua kesedihan nya di bahu mungil milik d.o.

Sejak saat tanpa mereka berdua sadari, tercipta lah persahabatan yang kuat antara soora dan d.o, yang penuh dengan perasaan peduli antar satu sama lain dan saling menemani jika yang satu membutuhkan, saling mengisi satu sama lain.

D.o melirik jam tangan nya yang menunjukkan pukul 19.35 namun appa nya sama sekali belum menjemputnya. D.o melirik soora yang ada di sebelahnya

“ apa kau haus ? mau aku belikan sesuatu untuk mu ? “ soora beralih menatap d.o

“ eoh… aniya…tidak usah… “ soora tersenyum, d.o balas tersenyum pada soora

‘ melihat senyuman mu…aku benar-benar akan berjanji untuk selalu menemani mu…aku tidak akan membiarkan mu merasa kesepian sedetik pun ‘ batin d.o sambil tersenyum ke arah soora.

Tak lama kemudian tampak sebuah mobil berwarna hitam mengkilap berhenti di depan koridor sekolah, d.o berdiri dan melambaikan tangan ke arah mobil itu

“ APPA….yogissoyo “ teriak d.o lalu menarika tangan soora berdiri

“ kajja…kita pulang “ ucap d.o, soora menganggukan kepalanya dan membiarkan d.o menarik tangan nya tanpa ada perlawanan.

Mereka memasuki mobil lalu mobil itu pun mulai berjalan pelan

“ appa…kenapa lama sekali “ ucap d.o, appa d.o masih fokus menyetir

“ mianhae d.o tadi appa harus menyelesaikan pekerjaan appa “ sesaat kemudian appa d.o melirik ke arah soora dari kaca depan sambil mengemudi

“ ah…ini teman mu ya..sepertinya appa pernah melihat nya “ d.o menatap soora yang dibalas tatapan pula oleh soora lalu tersenyum ke arah appa nya

“ ne…dia sahabat ku appa…dia tinggal di depan rumah kita… “ appa d.o masih fokus menyetir

“ ah…keure..kalau begitu setiap pagi berangkat lah bersama kami, biar paman yang antarkan ke sekolah “ soora tampak tersenyum

“ gomawo..paman “ soora beralih melirik d.o dan kembali melihat ke depan

‘ seperti nya mereka memperlaku kan ku dengan baik..aku bersyukur memiliki sahabat seperti d.o ‘ batin soora.

……………………..

Sejak kejadian di koridor sekolah, soora selalu berangkat sekolah bersama d.o yang di antar oleh appa nya,

Persahabatan mereka semakin tumbuh seiring berjalan nya waktu, mereka saling menemani, saling menghibur, dan saling mengisi hingga soora sejenak melupakan rasa kesepian nya.

Mereka sering keluar bersama di saat libur, bermain bersama, tertawa bersama, dan saling menghibur satu sama lain.

Hingga saat itu, disaat mereka sedang bermain sambil tertawa bersama, ada seorang wanita paruh baya yang mendekati mereka sambil tersenyum

“ apakah kalian sepasang kekasih ? kalian terlihat sangat serasi “ ucap nya sambil menatap soora dan d.o secara bergantian,

pertanyaan tersebut membuat mereka berdua menjadi salah tingkah namun soora menjawab pertanyaan wanita tersebut

“ a…ah ti….tidak kami adalah sahabat dekat “ ucap soora malu-malu sedangkan wanita tersebut tersenyum penuh arti

“ ah…benarkah ? akan lebih baik jika kalian jadi sepasang kekasih, percayalah…kalian sangat cocok “ ucap wanita itu tampak sedikit tersenyum menggoda soora dan berlalu pergi meninggalkan mereka berdua,

D.o hanya berdehem mengelus tengkuknya tidak nyaman, tiba-tiba soora memandang d.o menahan tawa

“ yak, ada apa dengan mu ? kau mau buang air ya “ ucap soora menggoda d.o

“ buang air apanya, ani-e-yo “ ucap d.o menyembunyikan rasa malu nya namun soora malah tertawa,

d.o yang melihat nya merasa kesal “ yak kyung soo ra, aku lihat akhir-akhir ini kau sering tertawa “ ucap d.o dengan dahi berkerut dengan ekspresi yang dibuat-buat

“ mwo ? ani-e-yo “ soora berhenti tertawa

“ eitss……sebegitu bahagia nya kah kau menjadi sahabatku eoh ? “ ucap d.o mendekati soora, soora mundur selangkah

“ MWO ? jolddae andwae “ ucap soora lalu berlari kencang menjauhi d.o sambil tertawa terbahak-bahak

“ yak apanya yang tidak…kau bahagia kan bisa menjadi sahabat orang yang paling tampan dan di kagumi di sekolah “ ucap d.o sambil berlari pelan mengejar soora namun soora hanya menjulurkan lidahnya ke arah d.o sambil terus berlari dan tertawa terbahak-bahak,

D.o berhenti berlari dan menatap ke arah soora sambil tersenyum lalu memperkencang larinya sambil berteriak

“ yak awas saja jika aku sampai menangkap mu …”. mereka berdua berlari berkejaran di taman tanpa memperdulikan pengunjung yang sedang memperhatikan mereka sambil tersenyum merasakan sebuah kehangatan dalam persahahabatan soora dan d.o.

………………….

Tidak terasa persahabatan mereka sudah berjalan beberapa minggu sejak pertama kali mereka bertemu hingga sebentar lagi mereka akan menghadapi ujian kelulusan di sekolah mereka.

Menjelang ujian kelulusan, d.o selalu menyempatkan diri mengunjungi rumah soora dari sepulang sekolah hingga malam untuk mengulang semua pelajaran yang dia anggap sulit bersama soora karna memang soora adalah orang yang pintar dan selalu mendapat peringkat semenjak dia masih sd.

Sebenarnya bukan hanya itu alasan d.o mengunjungi rumah soora, dia juga ingin menemani soora hingga bibi nya pulang, karna d.o tau bibi soora selalu pulang malam dari perusahaan nya.

D.o hanya mau menepati janji nya yaitu selalu menemani soora dan membuat soora tidak merasa kesepian lagi, sementara orang tua d.o sama sekali tidak keberatan jika putra nya pulang malam dari rumah soora, karna orang tua d.o sudah sangat mempercayai soora sebagai sahabat baik putra mereka.

#Other side

BRRRAAK

“ apa ? dia membuat masalah lagi ? “ tampak seorang pria paruh baya yang sedang menggebrak keras meja nya.

“ ya tuan, tadi pagi pihak sekolah menghubungi saya dan memberitahu kan bahwa tadi pagi dia membully seseorang lagi di sekolah nya “ ucap seseorang berjas lengkap yang berdiri di depan meja pria paruh baya tadi.

Tuan nya tampak geram

“ apa-apaan dia, apa dia tidak tahu sebentar lagi ujian kelulusan nya, aku tidak akan membiarkan dia hidup jika dia mempermalu kan ku dengan nilai nya yang buruk nantinya. Mengapa sangat sulit membesarkan satu orang anak laki-laki. Aisssh…… “

orang itu tampak menahan emosinya. Sementara orang yang berdiri di depan meja nya hanya menunduk

“ beritahukan kepada pihak sekolah nya untuk tidak terlalu mempublikasi kan kelakuan anak itu di sekolah, dan setelah ujian, berikan anak itu nilai yang cukup untuk masuk ke sekolah internasional. Aku akan mengurus administrasi nya, berapa pun yang mereka ingin kan… “ ucap orang itu memberi perintah kepada orang di depan nya

Orang tersebut kembali melanjutkan ucapan nya “ dan juga…carilah sebuah apartemen di seoul… setelah kelulusan, daftarkan dia di sekolah yang bertaraf internasional di sana…sepertinya aku memang harus mengajarinya hidup tidak terlalu bergantung kepada orang lain… “

orang di depan nya tampak mendongak “ maksud tuan… “

“ ya….tidak ada salah nya aku mengirim nya ke seoul, disana juga ada nenek nya….aku bisa meminta mereka mengawasi anak itu…sekarang kau boleh pergi. “ ucap pria paruh baya itu mengangkat sebelah tangan nya mengisyarat kan orang di depan nya untuk pergi,

Orang berjas itu pun menunduk hormat dan berlalu meninggalkan ruangan tuan nya.

Sementara pria paruh baya itu menghela nafas panjang “ kenapa kau sulit sekali di atur BAEKHYUN “ ucap pria itu mengusap wajah nya gusar.

………………….

Malam itu soora tampak tidur dengan gelisah, sesekali dia memiringkan badannya ke kiri dan kanan, keringat tampak membasahi wajah nya, rambut nya yang tergerai tampak sedikit lembab mulut nya tampak ingin mengatakan sesuatu dan kaki nya bergerak-gerak tak nyaman.

Tiba-tiba soora membuka mata dan duduk dengan nafas yang terengah-engah, matanya tampak bergerak-gerak dan sesekali soora memejamkan matanya,

Dengan tangan yang bergetar, dia memegang dadanya dan mengusap keringat nya kemudian dia mengaitkan rambut nya di telinga,

Dengan nafas yang masih terengah, dia berjalan menuju meja nakas nya, belum sempat dia mengambil sesuatu dari nakas nya, dia sudah jatuh terduduk.

Dengan bersusah payah soora berusaha meraih nakas nya, dengan nafas yang masih terengah dia mengarahkan tangan nya hingga berhasil meraih laci nakas di depan nya.

Soora mengeluarkan botol obat dari dalam laci itu dan dengan tangan bergetar, dia mengambil sebutir obat dan menelan nya tanpa air,

Soora menengadah berusaha menetralkan nafas nya.

Setelah beberapa saat soora berdiri dan meraih segelas air di atas meja nakas nya, dia meneguk habis air yang ada di dalam gelas tersebut dan meletakkan gelas kosong tersebut di atas nakas nya kembali,

Lalu soora beralih menatap bingkai foto orang tuanya dan meraih foto tersebut dan berjalan menuju ranjang nya.

Selama ini soora masih mengalami yang dulu selalu di alami nya, hanya saja dia enggan menceritakan perihal tersebut kepada bibi nya karna soora tidak mau terlalu merepotkan bibi nya itu.

Soora selalu merahasia kan mimpi nya kepada bibi nya dan mencoba meredam kan suara nya agar tidak berteriak ketika dia mengalami mimpi buruk itu.

Soora kembali berbaring lalu menyelimuti tubuhnya dengan selimut hingga sebatas dagu mungil nya.

Dia kembali menatap bingkai foto orang tua nya kemudian meletakkan foto tersebut di dadanya,

hanya itu cara yang bisa menenangkan soora ketika dia mengalami mimpi buruk itu.

Soora kembali memejamkan matanya mencoba melupakan mimpi yang mengganggunya malam ini karna besok pagi dia akan menghadapi ujian kelulusan.

……………………

Di sebuah kamar, soora tampak tengah bersiap-siap untuk berangkat menuju ke sekolah untuk menghadapi ujian kelulusan nya dari tingkat sekolah menengah untuk menuju ke tingkat yang lebih tinggi.

Setelah dirasa cukup, soora berjalan menuruni anak tangga menuju ke dapur,

di dapur tampak bibi soora yang sedang menyiapkan sarapan untuk soora

 “ oh… kau sudah bangun rupanya, bagaimana..? apa kau sudah siap ujian hari ini ? “ tanya bibi soora sambil membuatkan susu coklat,

Soora menarik sebuah kursi dan mendudukkan dirinya di kursi itu “ tentu saja bi…aku harus bisa masuk ke sekolah internasional nanti… “ ucap soora semangat sambil mengepal tangan kanan nya

“ nah…bagus..kau harus berjuang “ ucap bibi berjalan membawa dua gelas susu dan meletakkan nya di depan mereka berdua lalu duduk di samping soora

“ oh iya….tadi malam nenek mu menghubungi ku… “ucap bibi sambil mengoleskan selai coklat pada roti nya, soora menatap bibi nya

“ ah..benarkah ? wah…sudah lama aku tidak mengunjungi halmeoni di seoul “ bibi soora meletakkan sebuah roti yang sudah di berikan selai di piring soora

“ dia menanyakan bagaimana kabarmu…. dia juga bilang kalau dia sangat merindukan mu “ soora mengangguk sambil menguyah roti nya

“ bibi hanya bilang kalau kau disini baik-baik saja dan sepertinya nenek mu benar-benar sangat ingin bertemu dengan mu soora “ soora meneguk susu nya

“ jika halmeoni menelpon lagi…katakan aku juga sangat merindukan nya “ ucap soora sambil mengelap mulut nya.

Terdengar bunyi bel dari pintu “ ah…itu pasti d.o… aku berangkat dulu bibi “ soora bergegas memasang sepatu nya dan berlari menuju pintu

“ ne hati-hati “ jawab bibi soora.

Bibi soora tampak masih terdiam sambil menatap kedepan dengan pandangan kosong hingga Beberapa saat kemudian datang lah seorang pria paruh baya duduk di hadapan nya,

Bibi soora mendongak dan mendapati suami nya sedang menarik bangku dan duduk di sampingnya, lalu dia bergegas mengambil beberapa potong roti dan mengolesnya dengan selai kacang lalu meletakkan nya di piring suami nya

Kemudian dia mengambil air panas dari termos yang ada di depan meja lalu membuatkan kopi untuk suami nya.

Setelah selesai membuatkan kopi untuk suami nya bibi soora kembali menatap lurus kedepan dengan pandangan kosong.

Suami nya yang sedari tadi memperhatikan istrinya yang melamun memegang pundak istrinya “ hey…apa kau baik-baik saja “ bibi soora terkejut dan menatap suaminya lalu menggeleng pelan

“ ada apa…? kenapa kau dari tadi melamun “ tanya sang suami dengan nada lembut

“ tidak ada apa-apa….hanya saja…tadi malam bibi menelepon ku, dia meminta soora melanjutkan sekolah nya di seoul dan tinggal bersama nya… apa yang harus aku lakukan…”…………..

TBC……

– Link Revenge Of My Girlfriend ( Chapter 1  – Chapter 2Chapter 3 Chapter 4Chapter 5Chapter 6Chapter 7Chapter 8Chapter 9Chapter 10Ongoing )

Author note                       : Gimana ? semoga tidak membosankan yah,, kemaren ada yang nanya yah d.o suka apa ngga sama soora, udah kebayang belum jawaban nya ? hhehe

Untuk yang kemaren nanyain BaekHyun, itu udah di kasih sekilas info(?) kan tentang baekhyun, jadi mungkin dia bakalan muncul di chapter depan, sabar nde…. cerita nya kemungkinan bakal panjang, maafkan author jika cerita nya udah mulai membosankan atau memang sudah dari awal membosankan -,- , author kan masih dalam fase belajar, harap maklum yah….

Seperti biasa author butuh saran dan comment dari reader-deul… jadi comment jusseyoo… ^^

27 responses to “[Series] Revenge of My Girlfriend (Chapter 5: New Friendship)

  1. bagian baekhyun dikit. mungkin next chapt nya bakal ada baekkhyun nya.
    klo sora ke seoul D.O gmna?kan kasian mereka dipisahkan:(.
    berharap D.O jg iktan pindah ke seoul

    • hhehe iya di chap ini author cma kasih sekilas info, tapi untuk chap depan baek udah ada koq😀
      D.O gimana ? hhehe kta liat nanti yah tebak2 aja deh duluu
      D.O ikutan pindah ? hmmm author pkir2 dlu yahhh hhehe
      Gomawo keep waiting and comment

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s