[Series] Revenge of My Girlfriend ( Chapter 6 : I’m Sorry But I Should Go )

kyctcu

Author                         : Deby_Eliza

Title                       : Revenge Of My Girlfriend ( Chapter 6 : I’m Sorry But I Should Go )

Genre                   : Family, School life, Romance, Angst

Main cast             :

  • Kyung Soo Ra (OC)
  • Byun Baekhyun
  • DO Kyungsoo

Other cast           :

  • Kim Minseok ( Xiumin )
  • Xi Luhan
  • Kim Jongdae ( Chen )
  • Kyung Tae Jin a.k.a soora appa
  • Choi Mi Rae a.k.a soora eomma
  • Paman dan Bibi soora
  • Soora halmeoni
  • Baekhyun appa
  • And other cast

Disclaimer           : This is my Story, please no plagiator😀

Contact Author           : Facebook : https://www.facebook.com/deby.diaclalue?fref=ts

– Link Revenge Of My Girlfriend ( Chapter 1  – Chapter 2Chapter 3 Chapter 4Chapter 5Chapter 6Chapter 7Chapter 8Chapter 9Chapter 10Ongoing )

Summery : ‘ Maaf ‘ maafkan aku yang terlanjur meneruskan semuanya, seharusnya dari awal aku memang harus pergi dan tidak pernah terjebak dalam cinta yang rumit ini. Rumit….. ya, semua nya memang sangat rumit.

Sekarang aku sudah menyelesaikan keinginan terbesar ku di dunia ini, ya, apa yang selama ini menjadi tujuan hidup ku sudah aku lakukan dengan tangan ku sendiri.

Tidak ada lagi yang harus aku lakukan di dunia ini “ appa…eomma..aku akan menyusulmu….. baekhyun-ah, maafkan aku mengecewakan mu, maafkan aku yang membiarkan mu masuk dalam permainanku…. aku mencintaimu…..SELAMANYA

Review part 5

Setelah selesai membuatkan kopi untuk suami nya bibi soora kembali menatap lurus kedepan dengan pandangan kosong.

Suami nya yang sedari tadi memperhatikan istrinya yang melamun memegang pundak istrinya “ hey…apa kau baik-baik saja “ bibi soora terkejut dan menatap suaminya lalu menggeleng pelan

“ ada apa…? kenapa kau dari tadi melamun “ tanya sang suami dengan nada lembut

“ tidak ada apa-apa….hanya saja…tadi malam bibi menelepon ku, dia meminta soora melanjutkan sekolah nya di seoul dan tinggal bersama nya… apa yang harus aku lakukan…”…………..

Part 6

bibi soora menghela nafas sedangkan sang suami tersenyum

“ sudah lah…..biarkan soora kembali pada nenek nya…sebenarnya dibanding kan dengan kita dia lah yang paling ber hak untuk mengurus soora…bagaimana pun dia adalah satu-satu nya keluarga besar yang masih dimiliki soora…kita tidak bisa terus-terusan mengurus soora…bukan nya kau selalu bilang…kalau kau mau membuat soora sembuh dari trauma berat nya, mungkin….dengan tinggal di seoul, dia bisa melupakan semua kejadian yang membuat nya trauma di sini. “ ucap sang suami menenangkan sang istri sambil mengelus punggung istri nya,

Sedangkan sang istri tampak mengangguk pelan dan menatap suami nya “ perkataan mu ada benarnya juga, aku akan bicarakan ini pada soora setelah ujian nya selesai… “ ucap sang istri tersenyum sambil memeluk lengan suami nya dan menyandarkan kepala nya ke pundak suaminya.

Sang suami tampak tersenyum dan mengelus lembut rambut istri nya. ‘ ya…jika memang kau bisa melupakan trauma masa lalu mu…bibi akan membiarkan mu tinggal bersama nenekmu…walaupun sebenarnya bibi tidak rela…tapi ini semua demi kesembuhan mu…bibi akan membantumu sembuh dari trauma mu soora…maafkan bibi ‘

Hari-hari pun berlalu terasa sangat cepat bagi soora, tak terasa hari ini adalah hari terakhirnya ujian kelulusan.

Soora tampak sedang berjalan menuju ke koridor sekolah nya dan duduk di salah satu kursi, soora mengedarkan pandangan ke sekeliling nya, diperhatikan nya seluruh sisi di koridor sekolah.

Soora membayang kan kejadian-kejadian dimana dia pertama kali melihat d.o di sekolah nya, saat dia mengantarkan d.o ke kantor guru, saat dia masih bersama dua sahabat lama nya, sering berlari-larian di koridor, bagi nya semua itu adalah kenangan yang sangat berharga untuk nya.

Perlahan soora bengkit dari duduk nya dan berjalan menuju ke taman di belakang sekolah, soora berhenti di depan sebuah pohon,

Dia memperhatikan pohon tersebut lekat, soora teringat saat chen pertama kali mengungkap kan perasaan pada nya, namun dia lebih memilih chen menjadi sahabat nya dan meminta nya untuk membalas perasaan luhan. Secara tidak sadar, senyum manis tercetak indah di bibir mungil nya.

soora beralih menatap bangku yang terletak tidak jauh dari pohon besar itu, dia teringat lagi saat mereka bertiga sedang duduk membaca buku sambil sesekali bercanda dan tertawa bersama

“ ah..aku sangat merindukan kalian Luhan….Chen “ mata soora tampak berkaca-kaca ,

Namun setelah itu soora tersentak setelah samar-samar mendengar seseorang memanggil nya, soora berlari menuju ke koridor sekolah.

Setelah sampai di koridor, Soora menemukan d.o yang tengah menatap nya heran

“ dari mana saja kau….bukan nya kau sudah lama keluar ya ? “ soora menatap d.o

“ ya..aku hanya berkeliling sebentar “ d.o tampak bingung lalu sesaat kemudian dia menunjuk kan senyuman yang menurut Soora sangat aneh

“ eiiiyy….aku tau kalau kita sebentar lagi akan berpisah…apa sebegitu berat nya kah kau berpisah dengan ku hingga kau berkeliling mengingat semua kenangan kita eoh ?….. aigoo tenang saja aku masih tetap berada di depan rumah mu…walau pun kau tidak satu sekolah dengan ku, aku akan tetap mengujungi rumah mu…atau kalau perlu aku akan menjemputmu dari sekolah setiap hari “ ucap d.o mengacak rambut soora gemas,

Soora tampak kesal dan membuang tangan d.o dari kepala nya

“ yak d.o…. kenapa kadar ke pd-an mu itu selalu bertambah setiap hari eoh… aku heran…sebenarnya dari mana kau mendapat kan penyakit ke pd-an seperti itu…dengar ya…aku sama sekali tidak mengingat mu…. “ ucap soora menjulurkan lidah nya dan membalikkan badan nya hendak melangkah, namun d.o menahan tangan soora

“ hey…kau mau kemana…urusan kita belum selesai… “ ucap d.o sambil memutar badan soora menghadap nya, soora tampak mendengus

“ mau kemana lagi…tentu saja pulang…memang nya kau tidak pulang.. “ d.o tertawa melihat tingkah soora

“ aigoo….lihat lah muka mu lucu sekali hahaha “ ucap d.o sambil mencubit pipi soora gemas

“ aku mau mengajak mu ke suatu tempat…aku sudah menghubungi appa ku tadi “ soora tampak kebingungan

“ ke suatu tempat ?… kemana ? “ ucap soora namun d.o segera menarik tangan soora

“ ah…sudah ikuti saja aku…kau pasti senang “ soora semakin kesal

“ yak…. apanya yang senang…bagaimana jika kau berencana untuk menculik ku eoh … “ ucap soora memukul tangan d.o yang memegang lengan nya namun d.o hanya tertawa mendengar ucapan soora

“ hey..sepertinya kau sudah tertular penyakit pd ku…hahahaha…seperti nya bagus juga ya..kalau kau jadi ke pd-an begitu… “ ucap d.o yang membuat soora semakin kesal.

Mereka berdua berjalan hingga keluar dari gerbang sekolah, d.o tampak terus menyeret lengan soora dan orang yang di seret terus meronta minta di lepaskan namun d.o hanya tertawa terbahak-bahak melihat soora,

Di sepanjang jalan pun mereka terus beradu mulut hingga orang-orang yang ada di jalan itu menatap mereka dengan tatapan aneh,

Namun mereka terus berjalan dengan posisi -d.o yang menyeret soora dan soora yang memukul-mukul tangan d.o minta di lepaskan- itu tanpa memperdulikan orang-orang yang menatap mereka.

D.o yang sedari tadi menyeret soora tiba-tiba menghentikan langkah nya, sehingga soora yang terus mengoceh di belakang nya tak sengaja menabrak d.o yang ada di depan nya hingga soora terpental ke belakang.

Beruntung d.o masih menggenggam lengan soora erat dan berhasil menahan soora yang hampir terpental karna menabrak nya yang berhenti mendadak, soora mendengus kesal

“ yak…kenapa berhenti mendadak..dahi ku terasa sakit terbentur kepala mu yang keras itu “ d.o membalikkan badan nya menghadap soora

“ jangan banyak bicara…. sekarang ikuti saja aku ne… “ ucap d.o sambil berdiri di belakang soora dan menutup mata soora dengan kedua tangan nya

“ yak…apa-apaan kau “ soora berusaha membuka tangan d.o yang menutup matanya, namun bukannya membuka tangan nya dari mata soora d.o malah semakin mengeratkannya dan mulai berjalan pelan hingga sampai di sebuah taman yang sangat luas dan indah,

Di taman itu tampak sebuah air mancur yang di kelilingi oleh kolam yang besar, disana juga tampak ramai dengan berbagai macam permainan yang disediakan.

Soora terus menggerutu tak jelas hingga tiba-tiba d.o berhenti dan melepaskan tangan nya dari mata soora

“ yak…sekarang apa lagi…apa-apaan kau—- “ soora yang tadi nya mengoceh tiba-tiba menghentikan ocehan nya melihat pemandangan yang ada di depan mata nya

“ wahh….di..dimana ini…bagaimana kau tau tempat ini “ ocehan soora berubah menjadi sebuah gumaman kekaguman dan terus terkagum-kagum tanpa mengalihkan pandangan nya dari air mancur yang ada di hadapan mereka saat ini, d.o berdiri di samping soora

“ tentu saja aku tahu…aku sering menanyakan tempat-tempat yang bagus kepada appa ku dan…katanya tempat ini bagus, kebetulan letak nya tidak terlalu jauh dari sekolah kita “ soora hanya menganggukkan kepala nya

“ sebenar nya akan lebih cantik kalau kita mengunjungi nya malam hari tapi….ku rasa kau akan menolak jika aku ajak kesini malam-malam…jadi aku mengajak mu di siang hari saja…tapi meskipun kita datang siang hari taman nya tetap terlihat cantik kan ? “ sambung d.o, soora kembali mengangguk dan menatap d.o sambil tersenyum

“ kajja kita jalan-jalan.. “ ajak soora, d.o hanya tersenyum dan merangkul pundak soora, soora terkejut dengan rangkulan d.o yang secara tiba-tiba,

D.o yang menyadari nya perlahan menurun kan tangan nya dari pundak soora namun soora dengan cepat menahan tangan d.o dan menatap nya sambil tersenyum

“ gwencanha…kajja “ ucap soora meletak kan tangan d.o dipundak nya dan mulai berjalan, d.o hanya tersenyum canggunga dan mulai berjalan bersama soora.

Mereka berjalan beriringan melewati para pengunjung lain nya yang tampak berpasangan, tiba-tiba soora memegang lengan d.o dan menunjuk sesuatu

“ wah lihat itu..bukan kah itu photobox ? kajja kita kesana “ ucap soora menarik lengan d.o menuju photobox yang soora maksud, D.o hanya tersenyum melihat tingkah sahabatnya itu.

Setelah d.o memasukkan beberapa koin kedalam mesin tersebut, mereka berpose bersama. Mereka berpose lucu memperagakan beberapa gaya yang membuat mereka tertawa terbahak-bahak di dalam photobox tersebut.

Setelah mereka selesai berfoto, mereka keluar dari box itu dan menunggu hasil foto mereka, beberapa detik kemudian foto yang mereka tunggu pun keluar.

D.o menarik foto-foto itu dan melihatnya bersama soora, mereka tertawa bersama melihat hasil foto mereka sendiri

“ hahahah lihat ekspresi ku, terlihat seperti ini…. “ ucap d.o sambil memperagakan ekspresi lucu nya, soora yang melihat ekspresi d.o pun tertawa terbahak-bahak.

Setelah mereka puas tertawa, mereka kembali berjalan mengelilingi taman yang luas itu, mereka melihat berbagai pertunjukan yang di suguh kan oleh para seniman jalanan mulai dari bernyanyi, dance, hingga bermain gitar.

D.o dan soora tampak menikmati pertunjukan itu, d.o sesekali mengikuti lirik penyanyi jalanan yang sedang bernyanyi, sedangkan soora-dengan bodoh nya- mengayunkan kedua tangan nya di atas sambil menatap d.o yang sedang bernyanyi.

Setelah menyaksikan pertunjukan jalanan, d.o dan soora kembali melangkahkan kaki nya, mereka berhenti di depan sebuah jajanan yang menjual berbagai bentuk lolipop dan kembang gula yang bermacam-macam warna,

Soora tampak melihat berbagai warna lolipop yang berbentuk bulat sedangkan d.o hanya bediri di belakang soora.

Soora kembali berjalan sambil menenteng lolipop berbentuk bulat yang super besar di tangan kanan nya sedangkan d.o membawa kembang gula yang berwarna putih di tangan kiri nya.

Mereka berjalan beriringan, sesekali soora menjilat lolipop nya lalu melirik d.o yang sedang memakan kembang gula nya,

Tiba-tiba soora mengarahkan lolipop nya ke mulut d.o dan tersenyum, d.o menatap lolipop yang ada di depan mulutnya lalu menatap soora,

Sedetik kemudian d.o langsung membuka mulutnya hendak memakan lolipop tersebut tapi tiba-tiba soora menarik lolipop nya yang hampir masuk ke mulut d.o dan menjulurkan lidah kemudian dia tertawa terbahak-bahak

“ aisssshhh…jinjja “ d.o mengerang kesal

“ wahh…lihat itu “ ucap d.o sambil menunjuk ke belakang soora, sontak soora menoleh ke arah yang ditunjuk d.o.

Melihat soora yang menoleh, d.o langsung menghisap lolipop soora dan mengigit nya. Soora kembali menoleh ke arah d.o

“ yak….lepaskan lolipop ku “ soora melepaskan lolipop nya dari mulut d.o,

d.o hanya tertawa keras lalu menjulurkan lidah ke arah soora.

Soora merasa sangat kesal terhadap d.o, setelah itu dia melihat d.o yang sedang menggigit kembang gulanya, lalu dengan tidak berperikemanusiaan nya dia mendorong tangan d.o hingga kembang gula tersebut mengenai hidung d.o.

D.o melirik soora kesal dan mengambil kembang gulanya lalu dia oleskan di hidung soora.

Mereka tertawa keras melihat wajah mereka masing-masing sambil terus berjalan beriringan

“ camkanma…. “ d.o berhenti lalu merogoh sakunya.

D.o mengeluarkan smartphone nya dan mengarahkan nya ke arah mereka berdua

“ ayo kita berfoto dulu… “ ajak d.o menarik soora mendekat, soora hanya menurut dan mulai tersenyum lebar sambil membentuk V sign, di ikuti oleh d.o yang juga tersenyum ke arah kamera

‘ KLIK ‘

d.o menurunkan smartphone nya dan menunjuk kan hasil nya ke arah soora

“manis sekali……”ucap d.o pelan, soora beralih menatap d.o

“ apa nya ?.. “ tanya soora

“ mwoya ? a… ah…maksud ku lolipop mu tadi masih terasa di mulut ku..rasanya masih manis “ d.o tampak gugup dan menyimpan smartphone nya, soora hanya ber’oh’ ria

“ eoh…disini juga ada sepeda ya…lihat itu ? “ ucap soora terkejut dan menunjuk ke arah sepeda yang berjejer rapi di sebuah stand.

Mereka berlari kecil ke arah sepeda yang tadi di lihat soora. D.o mengeluarkan smartphone nya dan mengetik beberapa tombol

“ camkanma…sepertinya ini dipinjam menggunakan handphone… “ ucap d.o lalu beralih menekan-nekan layar yang ada di sebelah sepeda yang berjejer itu, soora hanya terdiam melihat d.o

“ nah…selesai “ ucap d.o meraih dua buah sepeda.

Sepeda yang tadinya di rantai, terbuka secara otomatis, soora menatap sepeda itu dengan terkagum-kagum

“ uwaaaah…daebak jinjja “ d.o hanya tersenyum dan menyerahkan sepeda yang ada di tangan kanan nya kepada soora

“ kajja.. “ ajak d.o sambil menaiki sepeda nya.

Mereka bersepeda mengelilingi taman itu sambil tertawa. D.o tampak bergaya bagaikan pembalap sepeda yang sedang bertanding, kelakuan d.o itu membuat soora yang ada di belakang nya tertawa terbahak-bahak,

Begitu lah kelakuan mereka hingga akhirnya mereka merasa kelelahan dan berhenti di depan air mancur.

Mereka meletakk kan sepeda mereka di samping bangku. Soora duduk di atas bangku sambil memandang kolam air mancur yang ada di depan nya “ tidak terasa…ternyata hari sudah sore “ ucap soora sambil menguap.

D.o menghampiri soora dengan dua kaleng minuman di tangan nya, d.o sempat terkejut melihat soora yang sedang memejamkan matanya sambil duduk, namun setelah itu dia tersenyum lembut.

D.o meletakkan minuman di tangan nya di sebelah soora dan duduk di samping soora yang masih memejam kan mata nya.

“ hey…apa kau tidur ? “ ucap d.o memegang bahu soora, soora tampak terkejut dan membuka matanya lalu balik menatap d.o

“ eoh… ? aniya…hanya saja…hari ini begitu menyenangkan “ jawab soora tersenyum senang, d.o pun ikut tersenyum

“ benarkah ? kalau begitu…kapan-kapan aku akan mengajakmu melihat taman ini di malam hari, otte ? “ d.o tampak antusias

“ ah…keure aku akan menunggu saat nya “ jawab soora mengangkat jempol nya dan mengambil minuman yang tadi di bawa d.o lalu mulai meminum nya.

Mereka berdua memandang kolam air mancur di hadapan mereka sambil memegang sekaleng minuman, mereka terus duduk hingga tak menyadari bahwa hari yang tadi nya terang sudah mulai gelap, lampu-lampu di taman sudah mulai di hidupkan.

Tiba-tiba air mancur yang mereka pandangi bergerak naik sambil memancarkan cahaya yang berwarna-warni

“ uwaahhh….yeppeuda…. “ ucap mereka serempak, mereka saling menatap lalu tertawa bersama dan kembali beralih menatap air mancur di hadapan mereka.

Mereka terdiam sejenak menyaksikan keindahan air mancur tersebut, hingga beberapa saat kemudian d.o memecah keheningan di antara mereka berdua

“ ah…sepertinya sudah mulai gelap, apa kau masih mau disini ? “ tanya d.o menatap langit yang tampak sudah mulai kelam, soora ikut memandang langit

“ ah…benar, kalau begitu, kajja kita pulang “ soora berdiri meraih sepedanya dan mendorong nya pelan, d.o hanya menurut melakukan hal sama seperti soora.

Setelah mereka berdua sampai di depan rumah, mereka berhenti dan saling berhadapan, soora tampak tersenyum ke arah d.o

“ gomawo untuk hari ini…hari ini sangat menyenangkan “ d.o hanya mengangguk

“ sama-sama…masuk dan beristirahat lah..kau kelihatan lelah “ soora hanya tersenyum

“ arasso.. “ kemudian soora membalik kan badan, membuka pagar rumah dan masuk dengan pelan hingga sosok nya menghilang di balik pintu rumah nya.

Soora membuka pintu rumah nya dan menghidupkan semua lampu yang ada di rumah nya, lalu dia berjalan menaiki tangga menuju kamar nya.

Soora duduk di tepi ranjang dan mengangkat kedua tangan nya ke udara mencoba untuk meregang kan otot-otot nya yang terasa kaku.

Setelah itu soora berdiri dan meletakkan tas nya di atas meja belajar lalu berjalan memasuki kamar mandi.

Tidak lama kemudian soora keluar dari kamar mandi,

Dengan memakai handuk yang membalut tubuh nya, soora berjalan ke arah lemari dan memakai piyama tidur nya,

Setelah selesai berpakaian dia mulai mengeringkan rambut nya yang tampak masih basah.

Soora berjalan menuju meja belajar, soora meraih tas dan membuka tas tersebut, di keluarkan nya semua isi tas itu hingga dia mengeluarkan beberapa buah foto berukuran kecil yang tampak tersambung menjadi satu.

Soora memandang lekat foto tersebut, soora tersenyum melihat gambar dirinya dan d.o yang tampak sangat bahagia.

Saat soora tengah menatap foto nya dan d.o tiba-tiba terdengar suara seperti benda kecil yang menghantam jendelanya,

Soora menoleh dan mencoba mengabai kan suara itu, namun suara itu terdengar lagi oleh pendengaran soora, kali ini terdengar menghantam pintu balkon nya.

Dengan hati-hati soora berjalan ke arah pintu balkon dan dengan ragu-ragu dia membuka pintu tersebut, hingga menimbulkan sebuah celah,

Setelah itu soora tampak menghela nafas dan membuka lebar pintu balkon setelah melihat d.o yang berdiri di balkon nya sambil melambai-lambaikan tangan ke arah soora

“ yak…apa-apaan kau…ku pikir tadi ada pencuri… “ ucap soora berteriak.

D.o tampak terkekeh di seberang sana lalu menggoyang-goyang kan sebuah benda yang tampak bersinar di tangan nya

“ hahaha mian….tadi nya aku Cuma mau menakuti mu…tapi rasanya aku tidak tega…kau itu kan penakut…nanti bisa-bisa kau pingsan “ ejek d.o berteriak sambil tertawa keras.

Soora mendengus lalu membalikkan badan nya seolah-olah dia akan kembali ke dalam kamar sambil melipat kedua tangan nya di depan dada, d.o yang melihat nya langsung menghentikan tawa nya

“ yak…tunggu…aku tadi Cuma bercanda….sebenar nya aku tadi hanya ingin tau kau sedang apa di sana “ ucap d.o berteriak keras, soora kembali membalik kan badan nya ke arah d.o

“ isss itu sama sekali tidak lucu… “ soora mencibir, d.o hanya tersenyum

“ kenapa kau keluar tidak menggunakan topi..rambutmu masih terlihat basah..nanti kau bisa masuk angin “ ucap d.o berteriak pelan, soora memegang rambut nya

“ eoh… iya aku tadi baru selesai mandi…aku lupa memakai topi…kau sendiri sedang apa dari tadi disitu ? “ soora menatap d.o

“oh…aku hanya mencari angin “ ucap d.o sambil sedikit terkekeh

“ apa paman dan bibi mu belum pulang ? “ sambung d.o

“ eoh…belum, mereka biasanya pulang malam “ jawab soora tersenyum.

Keadaan tiba-tiba menjadi hening sampai soora melihat sebuah mobil yang memasuki pekarangan rumah nya

“eoh…sepertinya mereka sudah pulang soora…masuk lah “ ucap d.o tersenyum sambil mengibaskan tangan nya ke udara, soora hanya tersenyum dan melambaikan tangan nya ke arah d.o lalu kembali masuk ke kamar nya.

Soora tampak berjalan menuruni tangga dengan tergesa-gesa, setelah itu dia segera menghampiri bibi nya yang sedang mengambil sesuatu dari kulkas

“ eoh….kenapa bibi pulang cepat hari ini ? kenapa bibi sendirian, mana paman ? “ ucap soora berhenti di belakang bibi nya

sang bibi menoleh ke arah soora “ ah….ne hari ini bibi pulang cepat karna pekerjaan bibi sudah selesai…paman mu masih di kantor, masih ada pekerjaan yang harus di selesaikan nya. Hhm apa kau sudah makan…bibi tadi membeli sup daging dan seafood…dan juga….nanti ada sesuatu yang mau bibi bicarakan pada mu “ soora tampak kebingungan

“ mau membicara kan apa ? “ bibi soora berdiri menghadap soora dan mengacak rambut soora lalu berjalan masuk ke dalam kamar nya

“ nanti saja…sekarang bibi mau mandi dulu..makanan nya sudah bibi siapkan di atas meja..sebentar lagi bibi keluar “ soora hanya berdiri diam sambil memikirkan hal apa yang akan dibicarakan bibi nya nanti.

Soora duduk di depan televisi sambil menatap kosong ke arah layar televisi yang sengaja tidak ia hidupkan, tiba-tiba soora bangkit setelah mendengar pintu kamar bibi nya terbuka.

Soora menghampiri bibi nya “ bibi mau membicarakan apa “ tanya soora yang sudah berdiri di samping bibi nya namun bibinya hanya tersenyum dan terus berjalan menuju meja makan setelah itu menarik satu kursi untuk soora

“ duduk lah dulu…. “ soora hanya menurut dan duduk di kursi yang di tarik oleh bibi nya tadi kemudian sang bibi duduk di hadapan soora

“ ayo kita makan…. “ ucap bibi sambil mulai memakan pasta nya, soora hanya menurut dan ikut memakan pasta milik nya.

Keadaan hening seketika, hanya terdengar suara sendok yang tengah beradu bersama piring kaca

“ bibi rasa…..sebaiknya kau melanjutkan sekolah mu di korea….dan tinggal bersama nenek mu disana… “ soora yang tadi nya sedang memakan pastanya tiba-tiba berhenti dan menatap bibi nya

“ apa ? “ ucap soora terkejut

“ kemarin nenek mu menghubungi bibi..dia bilang dia sudah tidak terlalu sibuk mengurus perusahaan nya dan dia meminta mu untuk bersekolah di seoul saja…bahkan dia sudah mendaftarkan mu di sekolah internasional di seoul…dia sangat berharap kau mau menemani mereka di sana soora..dan mereka minta kau berangkat ke sana dua hari lagi ” ucap bibi beralih menatap soora, soora hanya diam dan menunduk menatap pasta nya lalu kembali bersuara

“ kenapa terasa mendadak sekali “ bibi michelle berhenti memakan pasta nya

“ mereka sangat merindukan mu soora, bahkan mereka lebih berhak mengurus mu….karna kau adalah cucu mereka..bibi janji akan sering mengunjungi mu nantinya..” sambung bibi nya dengan suara pelan, kali ini soora mendongak dan menatap bibi nya dengan sedikit tersenyum.

Setelah mereka selesai makan, soora berjalan pelan menaiki tangga menuju kamar nya, dia masih teringat kata-kata bibi nya ketika di meja makan.

Perlahan soora membuka pintu kamar nya lalu menutup nya kembali, soora berjalan menuju ranjang dan membaringkan tubuh nya di atas ranjang.

Soora menatap langit-langit kamar nya “ bagaimana aku mengatakan nya kepada d.o “ ucap soora bermonolog pelan.

Soora terus menatap ke langit-langit kamar nya hingga beberapa menit kemudian dia terlelap tanpa sadar.

Soora menggeliat pelan dalam selimutnya, perlahan soora mulai membuka kedua mata nya dan mengangkat kedua tangan nya di udara. Beberapa detik kemudian soora mulai bergerak menduduk kan badan nya di atas ranjang.

Soora memandang ke arah jendela nya lalu menguap lebar, tiba-tiba terdengar suara ketukan di luar kamar nya, dengan kesadaran yang masih belum terkumpul sepenuh nya, soora beranjak untuk membuka pintu kamar nya

“ apa kau tidak kesekolah ? “ tanya seseorang di balik pintu kamar nya.

Soora membuka pintu kamar nya dan melihat bibi nya yang sudah tampak rapi

“ kau tidak ke sekolah ? “ tanya bibi michelle, soora hanya menggeleng

“ ya sudah..kalau begitu bibi mau kerja dulu “ bibi michelle membalikkan badan hendak pergi namun kembali menghadap soora

“ oh ya. D.o menunggu mu di bawah..turun lah..kasian dia sudah menunggu lama “ lalu bibi michelle beranjak pergi meninggalkan soora yang masih berdiri di ambang pintu kamarnya

“ untuk apa dia datang pagi-pagi begini “ ucap soora lalu bergegas menuruni tangga menuju teras rumah nya.

D.o melambaikan tangan nya ke arah soora setelah soora sampai di depan teras rumah nya namun soora hanya menatap nya heran

“ kenapa pagi-pagi begini ke rumah ku ? “ tanya soora to the point, d.o mendengus

“ kau tidak lihat pakaian ku…aku mau megajak mu jogging…sudah cepat ganti baju aku akan menunggu disini “ soora hanya terdiam dan kembali masuk kerumah nya.

Setelah selesai mengganti baju, soora kembali berjalan keluar dan mengunci pintu rumah nya

“ kajja “ ucap d.o tampak antusias sambil berjalan mendahului soora, sedangkan soora hanya diam dan ikut berjalan di belakang d.o.

D.o dan soora berjalan beriringan menuju ke taman sesekali mereka berlari kecil tanpa ada yang berbicara, sepanjang perjalanan d.o dan soora hanya tampak diam dan terhenyut dengan pikiran masing-masing.

D.o merasa heran dengan tingkah soora yang tak membuka mulut nya sama sekali di sepanjang perjalanan mereka, hingga dia akhir nya membuka suara

“ soora..apa kau bai-baik saja…kenapa kau diam saja dari tadi “ ucap d.o berlari di samping soora namun soora hanya tersenyum dan menggeleng

“ aniyo…aku tak apa-apa “ jawab soora sekena nya menatap d.o sekilas kemudian kembali menatap kedepan

“ apa kau sakit ? “ ucap d.o menghentikan langkah nya dan berdiri di hadapan soora, soora kembali menggeleng kemudian menyeka keringat nya menggunakan handuk kecil dan menghela nafas pelan

“ ah…kajja kita duduk dulu “ ucap soora kemudian berjalan menuju bangku taman, d.o hanya menurut dan berjalan di belakang soora.

Soora duduk di bangku taman sambil terus mengelap wajahnya pelan menggunakan handuk kecil nya

“ tunggu sebentar disini, aku akan membeli minuman “ ucap d.o sambil berlari kecil meninggalkan soora, soora hanya diam dan memandang kosong kedepan.

Soora sedari tadi hanya diam dan terus memikir kan perkataan bibi nya semalam

Tak lama setelah itu soora terlihat mendesah dalam ‘ hhhh… bagaimana aku memberitahukan d.o nanti….karna besok aku sudah pergi ‘…………………..

TBC….

Athor Note                         : AnnyeongHaseyo…. author kembali lagi bawa ff author yang ini………

Ada yang masih nunggu ? semoga masih ada yah…..*ngarep

Disini full moment nya d.o sama soora tapi yang masih nunggu baek kluar, chapter depan bkal ada koq, sabar yah bagi yang nunggu baek kluar, maaf jika cerita nya membosan kan

Udah itu aja…. dan jangan lupa tinggalin comment nya yah…

Gamsahamnida *Bow

– Link Revenge Of My Girlfriend ( Chapter 1  – Chapter 2Chapter 3 Chapter 4Chapter 5Chapter 6Chapter 7Chapter 8Chapter 9Chapter 10Ongoing )

___________________________________________________________________________________________________

FF ini ditulis oleh Deby_Eliza, bukan oleh saya (Rasyifa), saya hanya membantu untuk membagikannya di FFindo. Tolong berikan apresiasi kalian  melalui jejak komentar setelah membaca. Terimakasih~
*Untuk melihat index FF lainnya yang pernah dititipkan melalui saya, Klik disini

___________________________________________________________________________________________________

22 responses to “[Series] Revenge of My Girlfriend ( Chapter 6 : I’m Sorry But I Should Go )

    • Pendek ? Wahhh baru kali ini ada yang bilang pendek😀 *ktahuanffnyaabal-,-
      Slanjutnya bkal dpanjangin deh khusus buat kamuu😉
      Iyaa d.o nya kasiaaan,,
      Nyusul soora ? Ntar deh dpikirn hhaha
      Keep reading
      Gamsahamnida *Bow😀

    • *soora:na eotteokhae?:’)aku ngga berani bilang sama d.o
      *author:udah bilang aja,gtu aja repot -,-
      *digaplaksoora
      Hhhaha iya prmsalahan utama nya bakal muncul sbentar lagi,, jadi jngan bosan dan terus baca ff ROMGF ini,
      Gamsahamnida *Bow

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s