[One shot] Caramel Macchiato

Caramel Macchiato

Author: Little4Appa
Contact: caffelatte4uhuihi.wordpress.com
Title: Caramel Macchiato
Cast: Min Yoongi/Suga (BTS) – Park Hyomin (OC)
Genre: Angst
Rating: Teen

 

~Caramel Macchiato~

Aroma kopi tercium diberbagai penjuru ruangan. Disana terlihat seorang gadis bersurai hitam sedang meminum Caramel Macchiato pesanannya. Ia melihat foto yang terpajang di handphone-nya seraya bergumam.

“Entah sudah berapa gelas Caramel Macchiato yang kuminum setiap kali ke Café ini. Sebanyak apapun aku meminumnya, aku tidak pernah bosan. Kau tahu mengapa?” gadis itupun tersenyum lalu melanjutkan perkataannya.

“Karena kau menyukainya”

| Few Years Ago |

Terlihat pria bermata coklat dan memiliki rambut yang berwarna sama dengan matanya itu sedang menyesap kopi yang ada di hadapannya sembari melihat ke arah luar cafe. 30 menit kemudian, sosok yang ditunggu pun terlihat dari arah seberang cafe. Tak lama ia ‘pun masuk dan langsung duduk di hadapan pria itu.

“Maaf Yoongi, apa kau sudah menunggu lama?”

Pria itu tersenyum pahit, lantas melipatkan kedua tangan di depan dadanya.

“Menurutmu?” ia menjawab seadanya.

“Bukankah aku sudah meminta maaf? Lagipula ini salahmu, bagaimana bisa kau tiba-tiba berada dikota ini tanpa memberitahuku terlebih dahulu? Bukankah liburan semester masih beberapa bulan lagi? Apa kau kabur dari kuliahmu?”

“Ya Ya Ya! Aku sudah dewasa nona Min” bantah Yoongi tidak terima.

“Benarkah?” Tanya orang yang dipanggil nona Min itu.

“Yup, apa kau tidak percaya?”

“Bagaimana bisa aku mempercayaimu? Kau sudah banyak berbohong padaku”

“Nona Min, bukankah setiap orang bisa berubah?” Yoongi kembali menyesap kopinya.

“Pertama, berhenti memanggilku nona Min dan panggil aku Hyomin. Kedua, mengapa kau berada disini? Ketiga, sudah berapa banyak gelas yang kau habiskan untuk minuman itu?”

“Pertama, aku lebih suka memanggilmu nona Min. Kedua, ada sesuatu yang ingin kukatakan padamu. Ketiga, bukankah kau tahu aku menyukai minuman ini?”

Hyomin hanya menghela nafas mendengar jawaban Yoongi.

“Apa yang membuatmu terlambat?” Tanya Yoongi setelah meletakkan gelas minumannya.

“Seperti biasa, aku harus menjaga toko bunga dan entah mengapa hari ini banyak sekali orang yang datang, kau tahu aku harus merangkai berbuket-buket bunga sendiri” jawab Hyomin sambil memperlihatkan wajah lelah.

“Dimana bibi? Atau Jimin? Mengapa kau bekerja sendirian?”

“Ibu dan Jimin sedang menjenguk nenek di rumahnya. Sepertinya penyakitnya kambuh”

“Kasihan sekali. Aku harap aku bisa menjenguk nenekmu juga”

“Kalau begitu pergilah” kata Hyomin sambil memberi gestur tangan pada Yoongi untuk pergi.

“Ya! Bagaimana bisa aku meninggalkanmu sendirian disini. Kapan bibi kembali?”

“Mungkin sekitar 3 hari lagi”

“Bagaimana kalau besok aku menemanimu bekerja?” tawar Yoongi.

“Hanya menemaniku? Apa kau tidak membantuku?” Tanya Hyomin.

“Tentu membantumu juga bodoh” Yoongi pun menjitak pelan kepala Hyomin. Hyomin hanya meringis pelan.

 

(Hyomin POV)

Seperti keajaiban bagiku dapat melihatnya lagi. Dia, yang sekarang sudah ada dihadapanku, yang dulu selalu membuatku berdebar-debar bila berada disampingnya. Bahkan sampai sekarangpun aku masih merasakannya.

Min Yoongi.

Nama itu yang sudah mengisi hatiku selama ini. Bahkan saat ia pergi dan kami berpisah untuk waktu yang menurutku cukup lama, wajahnya tidak pernah hilang dari kepalaku, aku selalu memikirkannya.

-FLASHBACK-

“Yoongi-ya setelah ini kau akan mendaftar dimana?” ucapku pada Yoongi saat upacara kelulusan SMA, disini sangat ramai hingga aku harus berteriak agar Yoongi dapat mendengarku.

“Aku…” Aku melihat Yoongi berusaha berbicara padaku, tapi aku tidak dapat mendengar jelas apa yang dibicarakannya.

“Apa yang kau bicarakan? Aku tidak dapat mendengarmu” ucapku padanya; masih berteriak.

GREB

Ia membawaku agak jauh dari sekolah.

“Hyomin-ah maafkan aku. Aku tahu aku pernah berjanji padamu untuk selalu bersama-sama” ucapnya sambil menatap mataku.

“Apa maksudmu?”

Ia mengela nafasnya. Mengalihkan pandangannya dariku.

“Kau tahu orangtuaku sudah bercerai, mereka seakan tidak peduli lagi padaku. Mereka membuangku ketempat nenekku di Hongkong” kulihat mata Yoongi, terlihat kesedihan disana.

“Yoongi…” aku berusaha menenangkannya.

“Aku berusaha menolaknya, namun ayahku… ia tidak pernah mendengarkan aku. Saat aku berusaha berbicara pada ibuku, ia terlalu sibuk dengan urusan bisnisnya” perlahan airmatanya mulai jatuh.

“Yoongi-ya…” Aku ‘pun mengeluarkan airmataku, melihatnya seperti itu sungguh membuatku sakit. Seakan aku merasakan semua kepedihannya. Aku memeluknya, berusaha membuatnya tenang.

“Tenanglah, bukankah masih ada aku, ibuku, dan Jimin disini?”

“Ya, tetapi mereka bersikeras untuk membuangku kesana”

“Yoongi, aku mengerti mengapa mereka melakukan itu. Mereka hanya tidak ingin kau diabaikan oleh kesibukan mereka, mungkin mereka pikir saat kau tinggal dengan salah satu dari mereka kau akan sendirian. Jadi mereka mengirimmu ketempat nenekmu. Bukankah kau bilang disana menyenangkan? Ada nenekmu yang selalu menjagamu”

Yoongi terdiam.

“Tapi, bila aku pergi kesana. Aku tidak dapat bersamamu lagi” kini ucapannya membuatku terdiam.

“Tidak apa-apa Yoongi. Aku akan selalu berada disini” ucapku sambil memegang kepalanya.

“Aku akan selalu berada didalam ingatanmu…” ia menutup matanya.

“ di dalam kenanganmu…” aku memegang kedua pipinya.

“ dan mungkin didalam sini” ucapku sambil memegang tangannya lalu meletakkannya di dada kirinya.

Ia membuka matanya, tersenyum. Akhirnya senyuman itu kembali. Ia memelukku.

“Terima kasih Hyomin-ah. Terima kasih”

-FLASHBACK END-

“Ya… apa kau baik-baik saja?” ia melambaikan tangannya diddepan wajahku. Akupun tersadar dari lamunanku.

“Ah… ya…” aku hanya mengangguk seraya melihatnya.

“Nona Min, apa yang kau pikirkan?” tanya-nya sambil memasang wajah penasaran.

Bagaimana ini? Apa harus kujawab bahwa aku sedang memikirkannya? Tidak, tidak mungkin. Aku akan malu bila ia tahu aku sedang memikirkannya.

“Tidak. Tidak ada apa-apa” hanya kata itu yang mampu keluar dari mulutku.

“Jangan bohong Park Hyomin, kau kira aku tidak tahu kebiasaanmu? Kita sudah bersama sejak kecil., jadi aku tahu semua hal mengenaimu”.

Benarkah? Kau tahu semua hal tentangku? Apa kau juga tahu perasaanku terhadapmu Yoongi? Kurasa kau tidak mengetahuinya.

“hahaha.. terserah padamu Yoongi” aku tertawa kecil.

~Haruman neowa naega hamkkehal su itdamyeon~

Kulihat ia segera mengangkat ponselnya yang berdering.

“Iya? Ada apa? Sekarang?” ia melihatku sekilas lalu kembali berbicara dengan seseorang di ujung telepon sana.

“Baiklah, tunggu aku disana” ia menaruh kembali ponselnya.

“Pergi?” tanyaku.

Ia hanya tersenyum padaku. Baiklah, mungkin aku memang naïf. Menginginkannya untuk tetap disini tetapi saat melihat senyuman dibibirnya membuatku membiarkannya pergi. Senyuman yang selalu membuatku menurutinya. Aku seakan terhipnotis oleh senyuman yang manis itu.

“Maaf Hyomin-ah” ia berdiri.

“Tidak apa-apa. Hati-hati dijalan” ucapku sambil melambaikan tanganku padanya.

“Baiklah. Sampai bertemu besok” setelah itu ia pergi keluar café. Entah siapa yang akan ditemuinya, ia terlihat senang sekali. Apa ia sudah memiliki kekasih baru? Ya, bagaimana bisa pria yang memiliki senyuman semanis itu tidak mempunyai kekasih.

-FLASHBACK-

Aku sedang duduk sendiri didalam kelas. Biasanya Yoongi akan datang untuk mengajakku ke kantin tapi hari ini, sepertinya ia sedang sibuk. Karena bosan akupun pergi keluar kelas, aku berjalan menyusuri koridor sekolah. Baik, disini sangat ramai dan hal itu sedikit menggangguku.

BRUK

Seseorang terjatuh didepanku.

“Aww…” kulihat ia meringis kesakitan.

“Apa kau baik-baik saja?” tanyaku padanya.

“Ah, mungkin tidak baik-baik saja” ucapnya.

Aku ‘pun membantunya berdiri.

“Rena. Hwang Rena” ucapnya sambil mengulurkan tangannya.

“Park Hyomin” aku tersenyum lalu membalas uluran tangannya.

“Terima kasih telah membantuku Hyomin-shi” ia tersenyum. Baiklah, kuakui ia cantik dan sepertinya ia murid baru tetapi entah mengapa aku ragu berteman dengannya.

“Panggil aku Hyomin saja”

“Baiklah Hyomin” ia tersenyum lagi.

“Apa kau murid baru?” tanyaku.

“Ya, aku baru masuk tadi dan sekarang aku mencari kantin. Bisakah kau mengantarku kesana?” ia memintaku untuk mengantarkannya.

“Tentu saja” aku tersenyum. Setelah sampai dikantin kami banyak bercerita.

“Hyomin-ah maaf tadi aku tidak….” Tiba-tiba Yoongi datang.

“Wow.. siapa wanita manis ini?” baiklah inilah sifat Yoongi yang aku tidak suka. Selalu menggoda wanita. Ia mulai menggoda Rena.

Dan Rena? Ia terlihat tertarik dengan Yoongi. Entah apa yang mereka bicarakan tiba-tiba mereka pergi begitu saja. Beberapa hari kemudian terdengar kabar bahwa Yoongi dan Rena sudah berpacaran. Dan sekarang Rena, ya Hwang Rena telah menjadi ketua Geng yang menurutku Geng tidak tahu malu. Sudah kuduga Rena bukan orang yang baik. Ia sering bolos dari sekolah, merokok dan pernah menggunakan narkoba dan itulah alasan mengapa ia pindah sekolah atau alasan mengapa ia dikeluarkan dari sekolah lamanya. Iapun sering mengerjaiku karena aku dekat dengan Yoongi, tentu saja Yoongi tidak mengetahui hal ini. Bila Yoongi tahu, mungkin Rena akan membunuhku. Mungkin saja ia juga seorang psikopat yang haus akan mencabik-cabik tubuh manusia.

Yang kutakuti, Yoongi akan terjerumus bersama Rena. Ya Tuhan, kuharap Yoongi tidak seperti itu. Sepulang sekolah kulihat ia berdiri di depan gerbang sekolah.

“Menunggu Rena?” tanyaku padanya.

“Lebih tepatnya menunggumu” ucapnya.

“Apa yang terjadi-“

“Hyomin-ah, aku ingin membeli es krim” Yoongi memotong ucapanku.

Aku hanya menghela nafas. Ia menarik tanganku membawaku ke kedai es krim.

“Jadi, apa yang terjadi denganmu dan Rena?” tanyaku saat ia sudah mendapatkan es krim yang diinginkannya.

“Ahh.. aku sudah bosan dengannya” ia kembali memakan es krimnya.

“Ia tidak memberimu barang itu kan?” tanyaku.

“Barang itu?” ia menatapku bingung. “Ah, itu? Tentu saja tidak. Aku masih memikirkan hidupku nona Min” ucapnya.

Syukurlah ia tidak menggunakan narkoba.

“Sekarang aku ingin Caramel Macchiato, ayo kita ke café” ucapnya setelah ia menghabiska es krimnya.

“Hey, es krimku saja belum habis Yoongi” iapun menarik tanganku.

-FLASHBACK END-

Kupesan 1 cup kopi Peppermint lalu berjalan keluar Café. Bagiku kopi ini lebih enak dibanding yang selalu diminum Yoongi; Caramel Macchiato.

~Caramel Macchiato~

 

 

Selama beberapa hari kedepan, Yoongi membantuku di toko bunga. Menurutku hari-hari itu adalah hari yang paling menyenangkan, disaat aku lelah karena harus merangkai berbuket-buket bunga rasa lelah itu hilang seketika saat melihatnya tersenyum.

“Hey, apa besok bibi pulang?” tanyanya saat aku membersihkan toko.

“Ya. Tadi ibu menelpon dan mengatakan besok akan pulang” jawabku. Ia hanya mengangguk.

“Nanti malam temui aku di Café” ucapnya kemudian.

“Café? Apa kau tidak punya tempat lain Yoongi?” tanyaku.

“Tidak. Menurutku tempat itu yang paling bagus” jawabnya.

“Baiklah… Baiklah… Apa sekarang kau akan pergi kesuatu tempat?” sejak tadi aku melihatnya sibuk dengan Hpnya.

“Ya. Sampai bertemu nanti” ucapnya tak lupa senyuman manis dibibirnya.

~Caramel Macchiato~

Malam harinya aku datang ke café.Mengapa malam ini dingin sekali? Mungkin akan turun hujan. Aku ‘pun masuk ke dalam café. Kucari sosok pria yang memintaku kesini, tapi sepertinya ia belum datang. Tidak lama kemudian, sosok yang kutunggu itu muncul di seberang café. Tapi tunggu, siapa wanita di sebelahnya? Siapa wanita yang bergelayut manja di tangannya? Bukankah itu…

“Sudah menunggu lama?” tanya-nya yang sudah berada di hadapanku.

“Tidak juga” ucapku singkat sambil meminum peppermint ku.

“Hey, nona Min. Apa kau marah?” tanya-nya sambil mencubit pipiku pelan. Aku menoleh padanya lalu menurunkan tangannya dari pipiku.

“Lebih baik kau duduk Yoongi” ucapku karena risih melihat wanita di sampingnya itu terus memeluk tangannya.

“Apa kabar Rena?” tanyaku pada Rena yang duduk disamping Yoongi.

“Baik. Bagaimana denganmu Hyomin?” ia tersenyum licik.

“Melihatmu membuatku sakit, Rena” ucapku tersenyum juga.

Bagaimana bisa Yoongi bertemu dengan orang itu lagi? Apa mereka berpacaran lagi? Kuharap tidak. Aku sungguh tidak ingin dia bersama wanita jalang itu.

“Apa yang ingin kau bicarakan Yoongi?” ucapku to the point karena tidak ingin berlama-lama di hadapan wanita itu.

Kulihat Yoongi menggenggam tangan Rena.

“Kami akan menikah” ucap Yoongi sambil tersenyum, begitu pula dengan Rena.

Aku seakan merasakan beribu-ribu pisau yang menusuk jantungku. Sakit. Ya itu yang kurasakan.

“Yoongi jangan bercanda, kau tahu ini tidak lucu” ucapku menahan airmata yang siap mengalir.

“Tidak Hyomin, aku tidak bercanda” ucapnya dengan wajah serius.

Airmata ini meluncur begitu saja, aku menangis. Ya, menangis di hadapannya dan di hadapan wanita jalang itu.

“Bagaimana bisa?” ucapku seakan tidak percaya dengan kenyataan ini.

“Hyomin-ah…”

“Tidak kusangka, selama ini kau masih mencintai wanita jalang itu, Yoongi” ucapku lalu pergi dari cafe itu.

Hujan. Kurasa bumi ikut bersedih bersamaku. Aku berlari tanpa tahu kemana arah tujuanku. Yang kulakukan hanya berlari, entah karena jalanan yang licin atau tersandung sesuatu hingga aku ‘pun terjatuh. Seakan bumi ini menyuruhku untuk tidak berlari lagi. Aku masih dengan posisiku. Menangis disaat hujan lebat, dengan lututku yang mungkin berdarah atau kakiku yang sedang terkilir. Tapi aku tidak merasakan sakit dikakiku ataupun lututku, melainkan hatiku. Bagaimana bisa ia memilih wanita itu? Apa ia tidak melihatku yang selama ini selalu disisinya? Apa aku tidak berarti apa-apa untuknya?

“Hyomin-ah…” kudengar seseorang berteriak.

Aku tidak memperdulikannya. Aku berusaha bangkit dan mencoba berjalan menjauhinya.

“Hyomin-ah” ia mendekat. Menahanku agar aku tidak mencoba menjauhinya. Aku mencoba tersenyum.

“Selamat Yoongi, aku tidak tahu apakah wanita jalang itu sudah berubah atau belum. Tapi kuharap kau bahagia dengan pilihanmu itu” aku mengucapkannya dengan airmata yang masih mengallir. Entah ia melihatnya atau tidak, karena air hujan yang turun dengan lebatnya membuat semua tubuhku basah.

“Hyomin-ah, maafkan aku” ia menunduk.

“Hey, mengapa kau meminta maaf?” aku memukul pelan bahunya. “Tunggu dulu, mengapa kau berada disini? Lihatlah semua bajumu basah, kau akan sakit Yoongi”

Ia tersenyum, kali ini senyumannya berbeda. Terlihat kesedihan disenyumannya itu.

“Lebih baik kau khawatirkan dirimu sendiri nona Min” ia mengusap kepalaku pelan.

“haha… Mengkhawatirkan diriku sendiri? Tidak dapatkah kau melihatku sekarang?” aku kembali terisak. Aku menatap matanya, airmataku tak henti-hentinya mengalir.

“Pukulah aku Hyomin, aku pantas…” ucapnya.

“Aku menyukaimu Yoongi! Andai kau tahu sejak lama bahwa aku…“

Aku memukul-mukul bahunya, satu kali, dua kali, tiga kali, pukulanku melemah.

“…menyukaimu”.

Aku mencoba untuk pergi. Meninggalkan Yoongi yang terpaku disana. Aku hanya tidak ingin rasa sakit ini bertambah karena melihatnya, karena mengingatnya.

~Caramel Macchiato~

 

 

 

| Now |

Setelah dari cafe, Hyomin keluar membawa sebuket bunga segar yang baru dirangkainya tadi pagi. Ia tahu Yoongi tidak menyukai bunga segar, Yoongi bilang “Untuk apa merusak tanaman? Lebih baik kau membuka usaha bunga dari bahan daur ulang” Hyomin selalu tertawa mendengarnya mengatakan hal itu. Tetapi bagaimana bisa Hyomin memberikannya bunga dari daur ulang? Itu sama sekali tidak baik.

Kejadian beberapa tahun lalu, tepat terjadi pada hari ini. Suatu malam, disaat hujan deras dimana ia menyatakan perasaannya pada Yoongi. Ketika ia merasa tersakiti, sudahlah. Hyomin sudah melupakan semuanya karena ada yang lebih penting. Yaitu mereka tidak berniat untuk menyakiti Hyomin.

Hyomin terus berjalan menyusuri jalan yang ditujunya. Ia sampai ditempat yang tenang dan damai, tentu saja tempat itu bukan taman ataupun acara pernikahan. Percayalah sesungguhnya rencana pernikahan itu tidak pernah ada. Dan tidak ada seorang ‘pun wanita yang ingin Yoongi nikahi selain Park Hyomin, seseorang yang selalu dicintai Yoongi.

Min Yoongi sedang berdiri di bawah pohon yang sedang gugur, tersenyum dengan senyuman khasnya yang manis saat wanita yang dicintainya datang menemuinya. Hyomin ‘pun tersenyum melihatnya.

“Lama tidak berjumpa. Aku sangat merindukanmu. Kau…“

Namun keberadaan Yoongi itu hanya ilusi semata. Ia menaruh bunga itu diatas batu nisan yang bertuliskan nama Min Yoongi. Ia memeluk batu nisan itu erat. Ia pergi, ya Yoongi pergi setelah memberikan sepucuk surat pada Hyomin. Bahkan Hyomin tidak mengetahui jika Yoongi akan pergi, untuk selamanya. Setidaknya biarlah Hyomin memeluk atau menatap senyuman manisnya dihari terakhir Yoongi.

“…Mengapa bahkan di hari terakhimu, kau masih bisa membohongiku, Min Yoongi?”

~Caramel Macchiato~

 

 

 

To: Nona Min

Hai,

Kuharap kau tidak membenciku karena aku membohongimu lagi hyomin-ah. Aku tahu aku memang keterlaluan, tapi percayalah satu hal yang tidak dapat kubohongi adalah hatiku. Setiap hari aku selalu memikirkanmu, apa kau juga memikirkanku? Kuharap iya. Haha.

Masih ingat hari terakhirku saat SMA? Kau memelukku. Kau tahu, rasanya aku sangat-sangat-sangat senang. Tetapi aku juga sedih, mengingat itu hari terakhirku bersamamu. Sebenarnya di hongkong aku tidak kuliah, karena aku sudah mengetahui penyakit ini. Orangtuaku mengirimkanku kesana untuk penyembuhanku. Tetapi sudah bertahun-tahun aku disana tetap tidak ada perkembangan. Alat disana hanya untuk menghambat penyakit itu menghancurkan organku, tidak untuk menghilangkannya. Setelah dokter mengaktakan jika hidupku tinggal beberapa minggu lagi akupun pergi untuk menemuimu. Wanita yang selama ini kucintai.

Saat aku menunggumu kau tahu aku sangat-sangat gugup. Membayangkan bagaimana rupa wanita yang selalu kucintai, apa hatinya masih untukku, apa ia masih Hyomin yang sama dengan Hyomin yang selalu berada disisiku?. Saat kau tiba, aku tahu kau masih Hyomin yang dulu, Hyomin yang selalu ada disisiku, Hyomin yang selalu mencintaiku.

Ya, Hyomin yang masih mencintaiku. Aku sudah tahu kau menyukaiku. Percayalah aku lebih dulu menyukaimu sebelum kau tahu perasaanmu. Saat kutahu kau menyukaiku tentu saja aku senang, namun aku teringat dengan penyakitku.Berapa lama lagi? Berapa lama lagi aku masih bisa melihatmu? Aku tidak ingin kau menyia-nyiakan cintamu untukku. Untuk seseorang yang nantinya akan pergi meninggalkanmu. Jadi aku berusaha membuatmu membenciku dengan berpura-pura menikah dengan wanita yang kau benci- Rena. Ya aku meminta bantuan Rena. Meskipun aku tahu apa yang kulakukan itu akan menyakitimu. Percayalah hatiku hancur saat melihatmu menangis, saat melihatmu hancur karenaku. Aku merasakan hal yang lebih dari yang kau rasakan itu. Ingin rasanya aku memelukmu saat itu, tapi aku tidak ingin kau lebih terluka lagi Hyomin.

Ahh.. Alasanku selalu memanggilmu nona Min adalah karena aku selalu membayangkan, kau menikah denganku dan menjadi seorang Nyonya dari keluarga Min Yoongi. Haha kurasa aku terlalu berharap.

Hyomin-ah, kuharap kau bahagia tanpaku.

Aku selalu mencintaimu Park Hyomin.

 

Pria yang selalu mencintaimu

Min Yoongi

-SELESAI-

_________________________________________________________________________________

FF ini ditulis oleh Little4Appa, bukan oleh saya (Rasyifa), saya hanya membantu untuk membagikannya di FFindo. Tolong berikan apresiasi kalian melalui jejak komentar setelah membaca. Terimakasih~
*Untuk melihat index FF lainnya yang pernah dititipkan melalui saya, Klik disini

_________________________________________________________________________________

7 responses to “[One shot] Caramel Macchiato

  1. Sedih bgt 😦
    Meskipun dy bukan bias aq tapi kalau menghayati ceritanya sedih juga…
    Good job thor :). Keep writing

  2. Keren ceritanya, btw judulnya kaya cerita yg aku baca di wattpad terakhirnya juga cowo nya sama2 meninggal tapi yaa alur ceritanya beda
    Overall keren:))
    Author jjang!!^^

  3. Sebelumnya terima kasih banyak untuk Author yg sudah membantu memposting ff ini 😀
    Dan juga terima kasih untuk reader yg mau membaca ff ini xD
    mungkin aku bakal nulis lagi setelah “sesuatu” selesai :v , jd terima kasih untuk kalian yang sudah mendukung 😀 sekali lagi Terima Kasih xD

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s