[Drabble] You! (What Happen to Me)

Hai, ini bukan FF saya melainkan FF titipan. Setelah membacanya, dimohon memberikan apresiasi dalam bentuk komentar ya. Terima kasih.

Previous:

You! (Obsession to Your Lip) || You! (Make Me Gonna Crazy)

YOU! 3rd_psd 

Tittle                     : You! (What Happen To Me) [3rd drabble]

Author                  : Raditri Park

Genre                   : Romance

Length                  : Drabble *Drabble ber-series*(?)

Rating                   : Teenage

Cast(s)                  :

  • Kim Jongin [EXO]
  • Park Kyung-Ra [OC]

Desclaimer         : The OC cast just my imagination and that’s mine. Jongin isn’t mine, he belong to himself. But, the story-line is originally of Tamara (Raditri Park). J

SO, DO NOT BASHING!! DO NOT PLAGIAT!! ^^

Warning              : Typo(s)

WP pribadi         : http://raditripark12.wordpress.com/ (permisiii…. numpang promot yaaa… maybe ada yg pen menyasarkan diri kesana .__.)

Note                      :Drabble ke-tiga coming ^^ pada lupa pasti ini drabble apa’an XD hhaha udah lebih sebulan yg lalu ga diterusin… yoweslah~ kalo ada yg masih inget semoga gak kecewa aja :””3

YOU! [Drabble ber-series] : [ Obsession to Your Lip >> https://ffindo.wordpress.com/2014/07/06/oneshoot-you-obsession-to-your-lip/ ] [ Make Me Gonna Crazy >> https://ffindo.wordpress.com/2014/07/21/drabble-you-make-me-gonna-crazy/ ]

 

Enjoy Reading ^^

 

Terkutuk kau Kim Jongin!! Berani-beraninya kau merasuki otakku dengan begitu cepatnya. Masuk tanpa ijin, meng-invasi, menyebar virus dan membuatku terinfeksi. Rasa-rasanya tubuhku ingin meledak. Apa kau mau tanggung jawab, ha?

Sudah cukup aku melihat hidung pesekmu berkeliaran di sekolah, tapi kenapa bayangan hidung pesekmu juga bergentayangan di sekitar rumahku. Kkk~ Good, Park Kyung-Ra! Jangan menyebut BI—SKIP!! Otakmu sudah dapat dikendalikan dengan baik sekarang. Selama seminggu ini aku sudah bekerja keras.

Tapi… Aaaarrgh!!! Kenapa bayangan bentuk bibirnya masih adaaa… Tuhan!!! Oops!

“Aaaaaarrgh!!” dengan frustasi aku mencoret-coret asal bukuku. AKH! Sialan! Ini tugas matematikaku dan harus segera dikumpulkan. Mati aku!

“Kau kenapa?” Shit! Jongin malah mendekatiku, menempelkan bahunya pada bahuku. Dan kurasa aku bisa menghirup napas hangatnya sekarang. Aku menggenggam kuat penaku dan semakin menunduk. Aku tidak mau menatapnya. Tidak! Tidak boleh!

“Kenapa kau mencoret-coret bukumu?” TIDAAAAKK!! Dia semakin mendekat dan wajahnya ia dekatkan ke wajahku! Please Jongin, jangan buat aku gila!! Jantungku tersayang kenapa kau memukul-mukul dadaku, ha? Hentikan atau berhentilah sekarang juga. Kalau begini caranya dia bisa mendengar ulahmu, bodoh!

Susah payah aku menelan ludahku. Dan apa yang kau lakukan sekarang?! Kim Jongin, bisakah kau menjauhiku. Memangnya apa yang sedang kau lakukan sekarang!!!!

“AHH, Kyung~ah!” pekiknya tiba-tiba membuatku membatu seketika. Ada apa?

“Grafik fungsimu salah.”

Benarkah?

“Ah, pantas saja. Nilai titik maksimal­-mu juga salah.”

Yang benar saja. Aku sudah menghitungnya dengan benar.

“Ini dia, kau salah saat mencari nilai y-nya.”

Tiba-tiba tangannya terulur menunjuk dan tanpa aba-aba menyentuh tanganku—bukan, menyenggol sebenarnya!! Tapi, itu sangat berpengaruh bagiku. Ah, rasanya neuron di otakku bertubrukan, patah dan berantakan. Tidak bisa berpikir. Tidak bisa konsen.

“Mmm… titik potong sumbu x dan sumbu y-mu benar. Ya ampun, Kyung~ah! Nilai sumbu simetri x-mu pun juga salah.” Oh, tidak! Dimana konsentrasiku, mataku buram. Dia terus berbicara di samping wajahku.

“Hah, pantas saja kau salah semua. Angka -6 tapi kau hanya menulis 6.” Dan dia terus bernapas di sampingku. Boleh aku pingsan?!

“Ini sangat mudah, Kyung~ah. Persamaan grafik fungsi adalah materi pelajaran termudah di semester ini.” Aku tau ini sangat mudah, tapi kau yang membuatku sulit. “Bahkan materi ini sudah diajarkan sejak kelas 1. Apa kau begitu cepat dan dengan mudahnya lupa.” Tidak jug—Hei, TUNGGU! Pria ini meremehkanku?! Dia menganggapku bodoh begitu?!!

“Aku jadi khawatir bagaimana dengan jawabanmu yang lain.”

“YAA!! Kim Jongin!” Aku memberontak dan menatapnya geram. Dia langsung menjauh dan… kaget mungkin.

“Kenapa?” tanyanya tak berdosa.

“Kenapa kau bilang?!” Ada apa denganmu, Kyung-Ra?

“Apa?”

“Kenapa kau dekat-dekat denganku.” Bodoh, kau bicara apa!

“Aku hanya ingin membantumu. Memangnya kenapa?”

“Aku bosan denganmu.” Bukan itu alasannya.

“Bosan?!” Dia menaikkan sebelah alisnya.

“Di rumah, kau adalah tetanggaku. Setiap sore saat aku menyiram tanaman, kau juga ikut menyiram tanaman. Hampir tiap malam kau menumpang makan dan nonton tv di rumahku. Saat aku mau tidur, dengan seenaknya kau menyalakan musik keras-keras. Dan paginya, saat aku membuka pintu dan berangkat sekolah kaupun juga sama. Setelah sampai di sekolahpun, kau terus mengikutiku. Bahkan sampai pulang sekolah, saat aku membuka pintu rumah, kaupun juga mengikutiku membuka pintu rumah. Kau tidak mempunyai kegiatan lain apa?” Bodoh bodoh bodoh!! Kau munafik Kyung-Ra!! Kau begitu hafal kegiatannya, tapi kau malah mengelaknya. Apa-apaan kau ini!

Aku tertegun sejenak. Dia tersenyum padaku—ahh, bukan! Dia tersenyum menyungging padaku, menyeringai. Ah, tidak! Ini salah!!! Kenapa dia keren sekali. Oh Tuhan! Aku sudah berjanji untuk tidak memuja ketampanannya lagi. Mata sipitnya indah. Senyumnya… bibirnya… kenapa aku selalu merinding saat melihat bibirnya.

God! Apa yang dia lakukan?

Aku membeku di tempatku. Dengan jelas di depan mataku, dia mendekat padaku. Tangan kirinya berpegangan pada sandaran kursi, sedangkan tangan lainnya merambat dan lama-lama menyentuh lenganku di atas meja. Lagi-lagi aku menelan ludahku, jangan katakan dia akan melakukan apa yang ada di pikiranku. Menciumku?! Tidak! Tidak mungkin dia akan menciumku di dalam kelas yang penuh siswa.

Hei, wajah pria pindahan dari Incheon ini semakin mendekatiku. Kenapa tidak ada yang mencegah. Bodoh! Kenapa tidak kau sendiri saja yang mencegah, Kyung-Ra. Uuuh… ini berat. Baiklah, aku menginginkannya, tapi…

“Kyung-Ra.”

Bersamaan dengan itu aku mendongak. Dia menatapku bingung.

“Kau kenapa?” Aku mengernyit. “Kau mendengarku bicara, kan?”

“Apa?” Aku melongo bodoh. Kupastikan wajahku tampak bodoh sekarang. God! Aku bukan bermimpi, tapi mengkhayalkannya. Ini kenyataan menyakitkan sekaligus memalukan.

Dia menarik napas dalam, seakan menahan kesabaran. “Aku bilang Eomma-mu yang memintaku datang ke rumahmu. Memintaku makan malam dan nonton tv bersama. Soal musik itu… aku minta maaf. Dan mengenai…” Dia menggaruk-garuk kepalanya. “…berangkat sekolah dan pul-”

“Kalau begitu kau pergilah dari sini!” Ini memalukan, kejadian itu terulang lagi. Aku harus mengusirnya.

“Pergi?! Kenapa? Jangan katakan kau bosan, aku kan sudah bilang-”

“Jangan duduk di sampingku lagi, jangan membantuku lagi. Carilah tempat duduk lain dan masih banyak murid lain yang tidak bisa, kau bisa membantunya.”

Skak mat! Kau akan menyesal telah mengatakannya, Park Kyung-Ra. Bodoh bodoh bodoh!!! Kau sekarang benar-benar munafik.

“Tap-”

“Jongin~ah, boleh aku meminta bantuanmu. Kau juga boleh duduk di sampingku jika Kyung-Ra mengusirmu.”

Ish, suara genit itu. Aku menoleh ke belakang diikuti dengan Jongin. Aku membulatkan mata melihat gadis centil itu beranjak berdiri dengan mata berbinar dan mendekati mejaku. Tiba-tiba saja dia menarik tangan Jongin dan Jongin terpaksa berdiri karena tarikannya. Jongin mengikutinya begitu saja dengan tangannya yang dipeluk gadis centil dan sok cantik itu.

Aku langsung membuang muka. Jongin bahkan tidak menoleh padaku. Sialan! Kenapa jadi begini, aku tidak benar-benar berniat mengusir Jongin. Aku hanya tidak ingin Jongin tau bahwa aku baru saja mengkhayalkan dia akan menciumku.

Bagaimana ini? Eommaaaaaaa…. bantu akuuu!!!

THE END

 

A.N: Hhhehe… garing yaa, feel nya ga ada yaa… kurang gimana gitu kan yaa. I know x””D

Thank you so much deh yaa buat yg menyempatkan diri baca ini fanfic >< I’m sorry if this drabble disappointing you. And I’m sorry for my typo ._. sekian makasihh :* buat lanjutannya… masih on going keknya ._. /eakkkk/ :”V

Advertisements

9 responses to “[Drabble] You! (What Happen to Me)

  1. Pingback: Intro_Raditri Park | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s