[Series] El Amor Verdadero ( Chapter 4 : Begin )

EAV4

Author                     : Oh Silvy

Tittle                         : El Amor Verdadero ( Chapter 4 : Begin )

Main Cast               : Oh Sehun, Kim Soo Han, etc.

Genre                      : Romance, School life, revenge.

Rated                       : PG-16

Link EL Amor Verdadero: ( Chapter 1Chapter 2Chapter 3Chapter 4Chapter 5Chapter 6Ongoing )

EL AMOR VERDADERO

CHAPTER 4

(Begin)

“A-aku ke kelas dulu.” Sebelum sempat Soohan menghindar, Seoyoon terlebih dulu menahan lengannya dan Junhyung menghalangi jalannya. Terlihat sekali mereka penasaran dengan Lu Han yang memanggil Soohan dengan sebutan chagi. Dengan geli, Soohan menceritakan bahwasanya Lu Han hanyalah sepupunya yang baru datang dari China.

“Soo.” Soohan terkejut dengan datangnya seorang namja di hadapannya dan ketiga sahabatnya dengan tatapan yang berbeda dari sebelumnya. Tatapan yang tak bisa diartikan oleh Soohan.

“Soo. Aku…”

(Begin)

Soohan masih tidak percaya sekarang Sehun mau bicara padanya. Seingatnya kemarin namja itu masih sangat dingin pada Soohan. Jangankan bicara, melirik saja mungkin jijik. Tapi hari ini entah apa yang merasuki namja itu, sekarang ia sedang berusaha berbicara pada Soohan.

“Soo. Aku ingin bicara denganmu.” Sehun segera menarik Soohan menjauh. Sedangkan Seoyoon, Kyungsoo dan Junhyung masih terpaku di tempat sebelum Seok Jin datang dan menegur mereka.

“Kemana mereka?” Seok Jin menatap kepergian Soohan dan Sehun. Ahh, lebih tepatnya ia menatap tangan Soohan yang digenggam Sehun. Hatinya makin panas dan namja itu memilih untuk memasuki kelasnya.

Soohan berusaha memberontak ketika Sehun tak juga menghentikan langkahnya, padahal mereka sudah jauh meninggalkan area sekolah. Hal tersebut tentu saja membuat perasaan Soohan gelisah. Walaupun ia sangat pemalas, tapi daftar kehadirannya tidak pernah kosong dengan kata lain ia tak pernah membolos. Masalahnya sekarang bel sekolah baru saja berbunyi dan itu berarti ia membolos.

“Se-sehun. Kau mau membawaku kemana?” Sehun masih bungkam dan terus menarik lengan Soohan hingga ia sampai di tempat ia memarkir mobil kesayangannya. Sehun memberi isyarat agar Soohan masuk ke dalam mobil.

Wae?” Soohan masih bingung dengan sikap Sehun, namun yeoja itu hanya mengikuti titah dari namja yang merupakan hoobaenya tersebut. Setelah Soohan memasuki mobil, Sehun mengitari mobil dan duduk di balik kemudi lalu menjalankan mobilnya dengan kecepatan sedang tanpa melirik Soohan.

Jalanan tampak lengang hingga Sehun makin menambah kecepatan mobilnya membuat Soohan makin mengeratkan pegangan tangannya pada safetybelt. Sesekali ia melirik Sehun dan menerka akan dibawa ia sebenarnnya. Ia terus menerka hingga mobil Sehun berhenti tepat di depan rumah namja itu. Sehun terlebih dahulu keluar dari mobil dan membuka pintu penumpang mengisyaratkan Soohan agar mengikuti langkahnya.

Omoo. Ya, Sehun Kenapa kau disini?” Eomma Sehun baru saja hendak keluar rumah ketika pintu rumah tersebut terbuka menampakkan sosok anak sulungnya. Yeoja paruh baya itu mengerutkan dahinya ketika melihat seorang yeoja di belakang tubuh Sehun. Eomma Sehun tahu jelas bahwa yeoja itu adalah Soohan walaupun Soohan menunduk dalam, tak berani menatapnya.

“Kenapa kau pulang Sehun? Bukankah kau seharusnya berada di sekolah?” Tanya eomma ketika mereka telah beranjak menuju ruang tamu. Suasana sedikit canggung dan Soohan hanya bisa menundukkan kepalanya.

“Bukankah eomma yang menyuruhku membawanya?” Ahh, jadi ini alasannya. Eomma Sehun mengurut pelipisnya kemudian tertawa kecil, mengundang pandangan bertanya dari anak sulungnya.

“Hahh.” Eomma Sehun menghela nafas sejenak menatap anaknya kemudian tertawa lagi. Soohan juga ikut menatap heran eomma Sehun walaupun ada sedikit rasa takut ketika ingin menatap yeoja paruh baya itu.

“Sehun sehun. Eomma menyuruhmu membawa Soohan saat kalian pulang sekolah, bukan pagi ini. Aigoo.” Eomma terkekeh pelan melihat tingkah laku Sehun. Yeoja itu tahu Sehun adalah anak yang cerdas, bahkan lebih dari dirinya dan suaminya. Tapi entah kenpaa, hari ini namja 17 tahun itu tampak tidak dapat merespon dengan cepat apa yang eommanya minta.

Yaa, eomma Sehun telah mendengar tentang kejadian di rumah Soohan dari bibir anak sulungnya, dan ia menyuruh anak itu untuk membawa Soohan ke rumahnya. Walaupun eomma Sehun mengatakan supaya Sehun membawa Soohan secepatnya, tapi bukan berarti pagi ini mereka harus datang.

Mendapat pandangan penuh tanya dari Soohan membuat eomma Sehun menghentikan acara menertawai anak sulungnya dan menatap Soohan, membuat sang target kembali menundukkan kepalanya dan lebih memilih untuk menatap ujung sepatunya. Ia remas ujung rok sekolahnya karena merasa gugup akan tatapan eomma Sehun. Sementara namja yang sempat duduk disampingnya tadi melenggang pergi entah kemana, meninggalkan Soohan dengan eomma Sehun.

“Soo.” Eomma Sehun memanggilnya pelan, membuat Soohan menatapnya, menunggu jika-jika eomma Sehun ingin melanjutkan kata-katanya. Tapi, yeoja paruh baya itu malah berdiri dan beralih untuk duduk di samping.

(Begin)

“Aihh, anak itu tidak datang. Kemana dia?” Seoyoon lagi-lagi dibuat pusing dengan ulah Soohan. Sedari tadi yeoja itu menunggu kedatangan Soohan, tetapi Soohan tak tampak juga batang hidungnya, membuat Seoyoon mendengus kesal. Sedangkan Junhyung yang menemani Seoyoon terus saja berkutat dengan smartphonenya. Seakan benda persegi panjang itu memiliki daya tarik yang sangat besar.

“Yaa, Jun-na, apakah benda itu lebih penting daripada keadaan ini? Soohan belum juga kembali dan kau malah asik memainkan smartphonemu.” Seoyoon mempoutkan bibirnya merajuk, membuat Junhyung menghela nafas pendek. Namja itu berdiri menghadap Seoyoon dan memegang bahu yeoja yang merupakan sahabat sekaligus pujaan hatinya. Tapi hingga saat ini Junhyung belum berani menyatakan perasaannya, takut jika semua itu malah akan merusak persahabatan mereka.

“Seo-ya, kau tenang saja. Sebaiknya kita masuk sekarang, waktu istirahat hampir habis.” Ajak Junhyung seraya menarik lembut lengan Seoyoon, tapi Seoyoon tentu saja menolak ajakan Junhyung. Ia masih ingin menunggu Soohan.

“Hhh, Soohan tidak akan datang. Ia baru saja mengirimi aku pesan dan berkata ia ada urusan penting dengan keluarga Sehun.” Seoyoon mendelik tajam pada Junyhung, berharap tatapan itu dapat membuat Junhyung takut padanya. Tapi Junhyung malah menganggap delikan tajam itu sebagai sebuah aegyo yang sangat imut. Membuat Seoyoon kesal dan meninggalkan Junhyung yang terkekeh dibelakangnya.

“Yaa hyung. Kau apakan noona itu?” Itu Kyungsoo. Namja itu baru saja hendak menyapa Seoyoon, tapi melihat wajahnya yang tertekuk membuat niat Kyungsoo sirna dan memilih untuk menyapa Junhyung. Junhyung menatap punggung Seoyoon yang makin menjauh dan mengedikkan bahunya sebagai jawaban atas pertanyaan Kyungsoo.

“Aishh. Orang berdua ini benar-benar.” Kyungsoo tentu kesal. Ia berniat menemani Seoyoon untuk menunggu Soohan, namun sekarang yeoja itu malah meninggalkannya sendiri. Dengan raut kesal, Kyungsoo beranjak menuju kelasnya.

(Begin)

“Nah. Kau bisa gunakan kamar ini.” Soohan menatap kamar yang akan ia gunakan. Ruangan itu tampak luas karena penataan yang rapi dan warna biru muda mendominasi kamar ini. Tak lupa pula banyak terpajang foto-foto dancer terkenal beserta piala yang tak bisa dikatakan sedikit.

“Ta-tapi ahjumma. Ini-”

“Ini kamar Sehun. Kau bisa gunakan kamar ini, sedangkan anak itu akan tidur dengan dongsaengnya. Kau tenang saja.” Ucap eomma Sehun. Kemudian meninggalkan Soohan yang masih berdiri di pintu kamar. Samar-samar Sin Yeong mendengar Sehun yang mengeluh tentang kamarya.

Apa kalian akan bertanya kenapa Soohan memakai kamar Sehun? Jika iya, aku akan menjawabnya.

Ingat ketika Oh Kyunhyun bersepakat akan menjaga dan melindungi keluarga Kim Yihan? (chap. 2). Ya, kesepakatan tersebut masih berlangsung hingga sekarang, karena teror-teror masih menggerayangi keluarga Yihan. Bahkan peneror tersebut mulai berani mencelakakan keluarga Yihan. Dan Oh Kyunhyun sebagai kepala polisi yang terkenal karena kecerdasan otaknya telah meminta bantuan anak istrinya untuk ikut melindungi klien yang menurut Kyunhyun sangatlah penting.

Bahaya memang melibatkan keluarga demi keselamatan klien. Tapi dengan senang hati anak dan istri Kyunhyun ikut memantau keluarga Yihan. Hingga saat sang kepala keluarga, Oh Kyunhyun menghembuskan nafas terakhir saat menjalankan tugasnya melindungi Kim Yihan, sahabat kecilnya. Hal itu membuat anak dan istrinya larut dalam kesedihan dan lengah akan tugas yang diamanatkan pada mereka. Ia kira peneror itu akan berhenti ketika jatuh korban, namun lagi-lagi ia merutuki kebodohannya. Istri Kim Yihan menjadi korban selanjutnya, dan membuat istri Oh Kyunhyun-Oh You Jung merutuki otaknya yang tak bisa berfikir panjang.

Dan hari ini, sebagai sebuah tanggung jawab, Oh You Jung akan melindungi sisa keluarga Kim Yihan yaitu Kim Soohan. Karena takut peneror itu akan mencelakai Soohan juga, You Jung yang merupakan eomma Sehun meminta dengan sangat pada Soohan agar yeoja itu tinggal bersama mereka, untuk memudahkan mereka menjaga Soohan. Awalnya Soohan menolak, karena rumah mereka yang hanya berjarak beberapa meter. Namun bukan Oh You Jung namanya jika ia tak dapat apa yang ia inginkan. Dengan sedikit memutar otak, akhirnya ia berhasil membuat Soohan tinggal bersama mereka. Yaa, setidaknya tanpa kesepakatan dari Sehun, membuat namja itu merengut tak suka ketika eommanya sendiri mengusirnya dari kamar kesayangannya.

Ya, kira-kira seperti itulah jawabannya.

Soohan memasuki kamar Sehun dan melihat sekeliling. Kamar namja itu sangat rapi, berbeda dengan yang ia fikirkan. Kamar Sehun seperti perpustakaan fikirnya, bahkan ada rak khusus yang penuh dengan buku-buku membuat Soohan sedikit iri karena memang yeoja itu tidak terlalu suka membaca. Soohan mengambil satu buku yang menarik perhatiannya dan duduk di sofa khusus untuk membaca. Sesekali ia tertawa saat melihat buku yang ternyata album foto itu. Namun Soohan tersentak ketika album itu di ambil paksa oleh seseorang, ahh tepatnya pemilik kamar yang sekarang ia tempati.

“Bisa tidak menghargai privasi orang lain?” Sehun mengangkat album itu dan bertanya sarkastik pada Soohan. Sangat memalukan ketika foto masa kecilmu di tertawakan oleh orang lain. Dan hal itu juga terjadi pada Sehun ketika melihat Soohan tertawa ketika memegang albumnya.

Mianhae.” Soohan hanya bisa mencicit minta maaf, tak berani menatap Sehun yang sedang diliputi emosi. Ia merutuki dirinya yang dengan tak tahu diri membongkar barang orang lain dan menambah masalah yang belum terselesaikan.

“Huhh. Sudahlah. Dengar noona, selama kau memakai kamarku, jangan sentuh barang-barang pribadiku. Arraseo?” Sehun menekankan kata terakhirnya. Dan Soohan hanya bisa mengangguk pelan sebagai jawaban. Sepeninggalan Sehun, yeoja itu mendengus kesal, kesal karena ia tak berani membalas perkataan namja yang nyatanya adalah hoobaenya itu.

“Ciih, hoobae tidak sopan. Seharusnya ia tidak membentakku tadi. Hufft.” Soohan meniup poninya, kebiasaan ketika ia sedang kesal. Seharusnya ia membalas Sehun tadi, bukannya hanya mengangguk pasrah. Setelah menenangkan hatinya yang masih bergejolak akibat perlakuan Sehun, ia beranjak untuk membersihkan diri.

(Begin)

Waktu berjalan dengan cepat ketika kita tidak menghendakinya. Meninggalkan masa lalu yang tidak beranjak dari singgasananya. Bahkan meninggalkan semua yang tak beranjak dan terjebak di bayang masa lalu tersebut. Dan ketika semua telah beranjak mengikuti alur waktu, namja itu masih saja mengingat bagaimana masa lalu membutakan mata hatinya. Bagaimana waktu membuat hatinya tertutup akan kasih sayang. Membuat hatinya sakit. Membuat hatinya penuh dengan dendam.

Hyung. Kapan kau akan bangun eoh? Kapan kau bisa ikut denganku untuk membalas Soohan hyung. Aku, aku, bogoshipo hyung.”

Mungkin kata sabar tak cukup menggambarkan bagaimana namja itu menunggu hyungnya. Sudah tiga tahun ia terus menunggu namja itu sadar, namun nihil hasil yang ia dapat. Hingga detik ketika ia menitikkan air matanyapun, namja yang dipanggil hyung itu masih menutup matanya lekat.

Hyung, kau tahu. Ternyata bukan hanya kita yang mengincar Soohan. Sepertinya aku harus berterima kasih padanya hyung. Ia secara tidak langsung ikut membalaskan dendam kita. Sekarang orang tua yeoja itu terbaring lemah di rumah sakit hyung. Sama sepertimu.”

Namja itu terus bercerita pada hyungnya, seakan hyungnya mendengar dan menanggapi ocehannya. Selalu seperti itu, ketika ia meninggalkan sekolah, ia akan mengunjungi hyungnya dan bercerita tentang pembalasan dendamnya.

ceklekk

Hyung. Kau datang.” Namja itu tampak mengulas senyum pada namja yang baru saja membuka pintu kamar rawat tempat ia berada sekarang. Seperti dirinya, namja yang baru saja masuk juga sering mengunjungi rumah sakit itu. Menjenguk sahabat dekatnya.

Ne. Seperti biasa. Bagaimana hyungmu?” namja yang baru saja datang langsung mengmbil posisi disamping ranjang pasien. Memerhatikan sahabatnya yang sudah sejak lama terbaring tak berdaya di ranjang pesakitan itu.

“Selamat siang.” Seorang dokter masuk ke ruang rawat, mengintrupsi percakapan antara kedua namja yang sedang menunggu pasiennya. Memeriksa perkembangan pasiennya dengan teliti dan memastikan keadaannya mulai membaik. Setelahnya dokter itu sedikit berbincang dengan dongsaeng dari si pasien.

“Jin-ah. Kau datang hari ini.” Dokter itu tersenyum kepada namja yang baru ia lihat beberapa saat lalu. Namja itu-Jin hanya melempar senyum singkat sebagai jawaban. Kemudian dokter tersebut permisi untuk memeriksa pasien lain.

(Begin)

Jam istirahat baru saja dimulai ketika Sehun berjalan-jalan mengelilingi gedung olahraga. Ia sedang mencari tempat yang hening untuk mengistirahatkan badannya yang lelah. Semalaman namja itu tak dapat tidur pulas karena gangguan dari dongsaeng tersayangnya.

Sehun baru saja hendak memasuki area kolam renang ketika melihat seseorang menggunakan topeng berusaha mendorong yeoja dari papan loncat indah. Terkejut, tentu. Mungkin ini percobaan pembunuhan pertama yang Sehun lihat secara langsung, namun ia lebih terkejut melihat yeoja yang menjadi korban. Yeoja itu-

Byuuuur

“SOOHAAAN.”

Sehun langsung terjun ke dalam kolam renang untuk menyelamatkan Soohan. Tapi Sehun merasa aneh dengan air kolam tersebut. Air itu membuat kulit putihnya terasa panas dan terbakar. Segera Sehun menarik Soohan dan membawanya ke tepi kolam. Setelah memastikan Soohan aman, Sehun hendak mencari pelaku yang mendorong Soohan, namun nihil, pelaku itu sudah duluan kabur. Rasa panas masih menjalar di tubuh Sehun, namun dengan sekuat tenaga ia tahan, sekarang yang harus ia lakukan adalah menyelamatkan Soohan dari keracunan asam kuat yang sudah terlarut dalam air kolam.

Sehun ingat tentang pelajarannya saat sekolah menengah pertama. Ketika itu, temannya dengan ceroboh menumpahkan larutan asam kuat ke tubuh teman lainnya hingga rasa panas itu menyerang, dan dengan segera seonsaengnim yang saat itu baru memasuki laboratorium kimia, menyuruh murid yang terkena larutan asam itu supaya melepaskan pakaiannya dan membasuh kulit yang terasa panas. Sehun fikir itu akan berhasil terhadapnya dan Soohan. Akhirnya Sehun membawa Soohan ke ruang ganti, berniat untuk membersihkan racun yang makin membuat tubuh mereka panas.

Setibanya di ruang ganti, perasaan ragu memenuhi benak Sehun. Haruskah ia melakukan ini? Jika ia tidak membersihkan tubuh Soohan, dapat dipastikan tubuh yeoja itu akan melepuh nantinya. Namun jika ia membantu Soohan, otomatis ia akan melihat tubuh Soohan. Well, sesuatu di dalam tubuh Sehun menginginkan hal itu, namun Sehun bukanlah namja brengsek yang akan mencari kesempatan dalam kesempitan. Sehun bingung.

“Bagaimana ini? Haruskah? Ottokhae?” Dengan perasaan campur aduk, Sehun memberanikan diri untuk membersihkan tubuh Soohan, memastikan tidak ada yang terlewatkan lalu mengeringkan tubuh yeoja itu.

“YAA, OH SEHUN.” Sehun yang sedang memasangkan baju Soohan terlonjak ketika mendengar teriakan seseorang. Dengan tampang horor Sehun menatap orang yang berani mengejutkannya-Jin. Sehun memilih untuk tidak meladeni Jin, karena keselamatan Soohan lebih penting. Setelah memastikan pakaian Soohan telah rapi, Sehun berusaha untuk menyadarkan Soohan. Mulai dari menepuk pelan pipi yeoja itu, hingga mengguncang tubuh Soohan.

“YAA OH SEHUN.” Jin kembali berteriak pada Sehun ketika namja itu mendekatkan wajahnya ke wajah Soohan. Ini sudah keterlaluan fikir Jin. Sebelum ini Sehun sudah memegang tubuh Soohan dan sekarang namja itu berusaha menciumnya. Betapa lancangnya namja itu.

Bughh

Sehun merasakan nyeri di sudut bibir ketika Jin meninju keras pipi kirinya. Ini sudah kedua kali Jin meninju tanpa alasan. Dengan menahan amarah, Sehun berdiri menyamai Jin dan menatap tajam namja yang berani meninjunya.

“Sssh. Apa yang kau lakukan?” Sehun memegang sudut bibirnya yang terluka dan bergumam. Gumaman Sehun terdengar dingin dari yang biasanya. Sekarang namja itu sedang khawatir dengan keadaan Soohan, namun Jin malah membuat moodnya memburuk. Sehun menghela nafas berat berusaha menetralkan emosinya, dan kembali menghampiri Soohan yang masih terbaring di bangku ruang ganti dan memberi nafas buatan pada yeoja itu. Berkali-kali Sehun mengulanginya hingga Soohan terbatuk dan mengeluarkan air yang sempat masuk ke saluran pernapasannya.

“Apa yang terjadi?” Jin sungguh tidak mengerti dengan yang terjadi disana. Raut penasaran tergambar jelas diwajah tampannya. Namun tampaknya Sehun malah tidak mengindahkan pertanyaan Jin. Namja itu malah meninggalkan Jin sendiri dan membawa Soohan keluar ruang ganti.

KYYAAAA SEHUUUN

SEHUUN JJAAAANG

SEHUN WAEEE?

SEHUUUN

Yaa, begitulah kira-kira teriakan para yeoja ketika melihat Sehun keluar dari ruang olahraga dengan Soohan yang berada di gendongannya. Banyak yeoja yang berteriak melihat Sehun yang sangat manly menurut mereka, dan banyak pula yang berteriak histeris melihat sang pujaan hati menggendong yeoja yang merupakan primadona sekolah itu. Mereka ingin seberuntung Soohan, namun semua itu hanya dalam angan mereka saja, karena nyatanya sekarang Sehun malah memilih tidak mengindahkan jeritan mereka dan malah sibuk dengan Soohan.

Sehun terus berjalan dengan cepat menuju ruang UKS dan memanggil perawat jaga. Setelah perawat jaga datang dan menangani Soohan, Sehun membaringkan tubuhnya di salah satu ranjang UKS. Tubuhnya masih terasa panas akibat zat asam itu.

“Bagaimana kalian bisa terkena larutan asam yang berbahaya itu?” Tanya perawat jaga dengan tenang, namun tangan lihainya terus memeriksa keadaan Soohan. Sehun hanya mengedikkan bahunya. Ia merasa lelah, sangat.

“Seseorang berusaha mencelakakan Soohan, dan aku berusaha menolongnya. Kira-kira begitulah.” Jawab Sehun asal sebelum menutup matanya. Sehun rasa ini adalah tempat yang pas untuk mengistirahatkan tubuhnya yang lelah. Tanpa mereka tahu, seseorang tengah memerhatikan mereka dengan tatapan tajamnya. Tatapan penuh dendam yang dilayangkan tepat pada Soohan.

“Kau masih selamat kali ini Soohan. Namun lain kali kau tidak akan lolos.” Namja itu tersenyum penuh dendam dan melangkah menjauhi ruang UKS.

(Begin)

“Ughh, kepalaku.” Soohan merasakan sakit yang sangat saat berusaha bangun. suaranya begitu serak dan ia merasa haus. Selama ia tidak sadar, ia merasa tubuhnya panas dan berakibat dengan tenggorokannya yang kering. Soohan melihat sekeliling dan mendapati Sehun sedang tertidur di ranjang UKS yang tepat berada di sebelahnya.

“Aww.” Sehun terbangun dari tidurnya dan menatap yeoja yang sedang terduduk di lantai. Tatapannya bercampur antara mengantuk, khawatir dan lelah. Namun namja itu berusaha tegak dan membantu Soohan untuk berdiri.

“Kenapa kau malah duduk di lantai eoh?” Sehun bertanya malas. Ia masih lelah untuk menghadapi Soohan, dan dimana perawat jaga tadi, kenapa ia tidak ada saat Soohan sudah sadar. Sehun membantu Soohan untuk duduk kembali di ranjang, karena Sehun bisa merasakan tubuh Soohan bergetar hebat saat ini.

“Kau mau apa? Biar aku saja yang mengambilnya.” Soohan menunjuk dispenser yang berada di sudut ruangan, mengisyaratkan ia ingin minum. Tenggorokannya sangat kering hingga sangat sulit untuk berbicara. Sehun mengerti dan langsung mengambilkan minum untuk yeoja itu. Setelah menghabiskan air di gelas yang Sehun bawakan, namja itu menyuruh Soohan untuk kembali berbaring, dan Sehun ikut berbaring di ranjang lain. Menatap langit-langit ruang UKS.

“Kenapa mereka mencelakakan keluargamu?” Pertanyaan itu keluar dari bibir Sehun tanpa menatap Soohan yang sedang menatapnya. Soohan terlihat berfikir dan menggelengkan kepalanya pelan.

Molla. Aku juga tak tahu kenapa.” Suara Soohan terdengar lirih, entah karena sedih atau karena tenggorokannya kering. Setelahnya tidak ada percakapan sama sekali. Sehun sibuk dengan fikirannya sendiri, dan Soohan sibuk menatap sekeliling. Ahh, ia ingat ketika ia dikerjai dengan wajah badut, hal itu membuatnya sedikit mengkerut takut. yeoja itu memeriksa penampilannya, jika-jika ada yang mengerjainya lagi. Namun pandangannya terhenti pada pakaian yang ia kenakan. Seingatnya ia tidak memakai pakaian ini tadi.

“Aaa Sehun. Kau tahu ini baju siapa?” Soohan menunjuk pakaian yang ia kenakan. Dan Sehun hanya menunjuk dirinya sendiri sebagai jawaban. Soohan mengangguk mengerti, sedetik kemudian ia kembali bertanya.

“Dimana perawat jaganya? Aku ingin berterima kasih telah mengganti pakaianku.” Sehun yang tadinya menatap langit-langit mengalihkan pandangannya ke arah Soohan.

“Aku yang mengganti bajumu.”

Deg

Butuh beberapa detik bagi Soohan untuk mencerna kalimat Sehun. Namun seketika Soohan membelalakkan matanya.

MWO?” Jadi, yang mengganti pakaiannnya adalah Sehun? Bukan perawat jaga? Berarti, namja itu telah melihat tubuhnya? Serius? Tanpa sadar, Soohan menutup tubuhnya dengan selimut yang memang tersedia di ranjang tersebut.

“Ya. Aku sudah melihatnya.” Ucap Sehun seakan mengerti arti tatapan Soohan. Sedetik kemudian sebuah bantal tepat mengenai kepala Sehun membuat namja itu mendengus pelan dan menatap si pelaku pelemparan bantal. Wajah yeoja itu terlihat merah menahan amarah. Marah karena Sehun berani-beraninya melihat privasi orang lain, sedangkan beberapa hari lalu ia meminta privasinya dihargai. Namja itu memang, entahlah Soohan tak dapat mendeskripsikannya.

“Hei, kau tak perlu menatapku seperti itu. Aku tidak mecam-macam dengan tubuhmu. Lagipula, tubuh Miranda Kerr lebih menggoda daripada tubuhmu yang kurus kering itu.” Habis sudah kesabaran Soohan. Ia turun dari ranjangnya dan mendekati Sehun, setelah merasakan Sehun dalam jangkauannya, yeoja itu memukul-mukul tubuh Sehun. Meluapkan amarahnya pada namja milky skin tersebut.

“APA KAU BILANG?” Soohan meradang dan makin menambah intensitas pukulannya, sedangkan Sehun tampak melindungi tubuhnya dari serangan Soohan. Sehun berusaha kabur dari pukulan Soohan. Sekali ia gagal, dua kali, dan kesempatan ketiga ia berhasil menghindar dari pukulan Soohan.

“Aku bilang tubuhmu kurus kering dan dadamu rata. Lebih baik aku melihat Miranda Kerr daripada tubuhmu. Wee.” Sehun menjulurkan lidahnya mengejek Soohan membuat yeoja itu kembali memerah. Hoobae kurang ajar. Soohan berusaha mengejar Sehun yang terus menghindar dari pukulannya. Mereka terus mengelilingi ruang UKS, berkejar-kejaran layaknya anak kecil hingga Soohan berhasil menghadang Sehun.

“Haa, i got you. Kau mau kemana mr. Yadong? Berani-beraninya kau membandingkanku dengan Miranda Kerr.” Soohan berjalan mendekati Sehun yang berjalan mundur, mencoba menghindar. Sehun terus berjalan mundur, namun sepertinya nasib buruk sedang menimpanya, tidak sengaja ia menginjak botol plastik yang terjatuh dilantai dan tergelincir. Sehun mencoba mencari pegangan agar tidak terjatuh, dan ia mendapatkannya. Namun, lagi-lagi nasib buruk sedang memihak namja 17 tahun itu. Pegangan yang ia dapatkan malah ikut jatuh dan

CUP…..

Soohan yang menjadi pegangan Sehun ikut terjatuh tepat diatas tubuh namja albino itu, dan bibir Soohan terjatuh tepat diatas bibir Sehun. Tak ada satupun yang menyadari posisi mereka. Otak mereka terasa blank dan tak dapat bertindak apa-apa.

Ceklekk

“Soohan, gwencan-“ Seoyoon tak dapat melanjutkan kalimatnya ketika melihat Sehun dan Soohan dalam posisi yang tidak elit menurutnya. Seoyoon membuang pandangan ke arah lain dan berdehem menyadarkan kedua insan yang masih berada dalam posisi yang tidak enak di pandang mata tersebut.

1 detik

2 detik

3 detik

10 detik

Soohan mengerjapkan matanya, kemudian terkejut melihat wajah Sehun yang terasa sangat dekat. Sedetik kemudian Soohan dan Sehun sadar akan posisi mereka dan berusaha tegak. Seperti maling yang tertangkap basah, mereka salah tingkah. Terlebih lagi Soohan, wajah yeoja itu sudah semerah tomat. Sedangkan Sehun berusaha meraup oksigen sebanyak-banyak berusaha mengisi paru-paru yang sempat berhenti bekerja beberapa saat lalu.

“YAA. Apa yang kalian lakukan eoh?” Seoyoon menatap Soohan dan Sehun bergantian dengan tatapan meminta penjelasan, namun mereka malah bungkam, membuat Seoyoon merasa dilupakan.

“YAA, kau mau kemana? Oh Sehun. Yaa.” Sehun terus melangkah meninggalkan ruang UKS tanpa menghiraukan panggilan Seoyoon. Namja itu terus melangkahkan kakinya hingga ia tiba di taman belakang sekolah. Ia berjalan ke arah pohon mapel yang lumayan rimbun, tempat favoritnya lalu mendudukkan diri di bawah pohon itu. Fikirannya melayang pada kejadian beberapa saat lalu.

“Huuh, apa yang kau fikirkan Oh Sehun. Singkirkan fikiran itu.” Sehun mengacak-acak rambutnya dan merutuki otaknya yang tak bisa berhenti memikirkan ciuman tak sengaja tadi. Sehun berusaha mengalihkan perhatiannya kepada hal lain, namun lagi-lagi otak sialannya membawa memori yang ingin Sehun lupakan kembali ke fikirannya. Ciuman itu terasa

“AKHH. ADA APA DENGANMU SEHUN?” Namja itu terus menampar pipinya hingga berbekas, berharap dengan begitu ingatannya akan hilang untuk sementara. Setidaknnya ingatan tentang hari ini akan hilang.

“SEHUN PABOO.” Ia masih setia menjambaki rambut dan menampar pipinya sendiri hingga ia lelah.

Menyerah, Sehun memilih untuk membiarkan otaknya bekerja. Jikalau otaknya akan memikirkan kejadian hari ini, ia akan membiarkannya mengalir begitu saja, karena jika ia berusaha melupakan makan ingatan itu akan semakin melekat di fikirannya. Sehun memegang bibirnya. Ya, walaupun itu bukan ciuman pertamanya, ia tetap shock. Ahh, ia jadi ingat ciuman pertamanya. Waktu itu umurnya baru 7 tahun, memang tidak bisa dibilang serius namun hal itu meninggalkan kesan yang mendalam dihati Sehun.

(Begin)

“Bisa kau jelaskan apa yang terjadi?” Seoyoon menatap tajam mata Soohan meminta penjelasan. sedangkan Soohan, yeoja itu hanya bisa menunduk pasrah seperti ketahuan maling. Ia lebih memilih untuk menatap ujung sepatunya daripada menatap sahabatnya itu.

“SOO. KAU BERANI-BERANINYA….”

“Seo, orang itu…”

>>>>>TBC

Link EL Amor Verdadero: ( Chapter 1Chapter 2Chapter 3Chapter 4Chapter 5Chapter 6Ongoing )

AUTHOR NOTE :

Annyeong readerdulllllllll… Oh Silvy a.k.a author yang paling manis ini balik lagi.. #Narsis😄

Bagaimana chapter ini? Hehe, mian kalo feelnya kurang, akhir-akhir ini lagi banyak tugas, jadi waktu untukk ngetik ff ini berkurang. Tapi dengan sekuat tenaga aku akan terus nulis buat para readerku.. yeaay #poppo atu-atuu

Terus pantengin ff El Amor Verdadero yaa, and jangan lupa comment, mau kritik, saran, pujian, cercaan, apapun asalkan kalian ninggalin jejak, karena ff ini butuh banyak masukan dari para reader. Sekali lagi gumawo untuk para reader yang udah nyempatin ngisi kolom comment, seneng banget dapat respon yang bagus.. J😀

블렉 포르 아이스 a.k.a 실비 왛유 하사낳

Author Site :

Facebook            : https://www.facebook.com/silvi.wahyu

Twitter : https://twitter.com/wahyusilvi1

WordPress          : www.ohsilvy2507.wordpress.com

29 responses to “[Series] El Amor Verdadero ( Chapter 4 : Begin )

  1. Bingung-_- itu yang sakit dirumah sakit siapa sih? Terus yang neror siapa?

    Jalan ceritanya ribet tapi bagus soalnya jarang banget ff penuh konflik dan penuh mikir kaya gini hehe.

    Keep writing yaaw thor! Fighting!

    • bingung ne bulbul?? jalan ceritanya memang dibuat agak ribet, biar sekalian asah otak..😄 hahaha. yang sakit di rumah sakit pan hyugnya, yg neror dongsaengnya..
      gumawo pujiannya.. keep reading yaa.. fighting

  2. waaaaah seruuuuuu hehe . yang suka neror Soohan di sekolah pasti Jin kan yah ? atau Junhyung ? hem antara 2 itu sih yang keliatan mencurigakan -_- ditunggu updateannya ;)))

  3. seruu? jeongmal?? gumawo.. ^_^
    hmm, kesian jin ama junhyung jadi kambing hitam..😀 emang sih mencurigakan…😄 ne, keep waiting yaa..🙂

    • mianhae yongso.. lagi banyak yang ngirim ff nih, jadi antrean.
      ff ini bakal di post tanggal 11 januari (kayak lagu aja).
      so, keep waiting until january 11, oke..
      jeongmal mianhae

  4. OMO !
    ni chap napa so sweeet banget
    banyak banget soohansehun momentnya, makin suka deh

    duh jadi makin penasaran siapa sih musuhnya itu
    terus siapa sih sebenarnya jin?
    tuh kan aku malah akin kepo
    ya udah aku langsung baca next chap aja biar kagak kepo😀

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s