THE PORTAL 2 [Before Story & Preview of Part 4]

theportal2wallpaper21

Preview The Portal

 

 

Cerita Sebelumnya :

Synopsis The Portal 1

Part 1              : I Hate My Life

Part 2              : Big Decision

Part 3A           : I Will Find You | 3B : You Will Find Me

Part 4               : Another Me

Part 5               : Over Protective?

Part 6               : Faithfulness

Part 7               : Something New

Part 8               : The Hidden Truths

Part 9               : Unpredictable

Part 10             : The Scandals

Part 11             : Reality

Part 12             : True Love

Part 13             : It’s Time To…

Part 14             : The Real Story

Part 15 ( final ) : Open or Close The Portal?

PROLOG SEASON 2

Part 1             : Nice to Meet…You?

Part 2A         : 15 Days

Part 2B           : Before The Day 15

Part 3           : Day 15

THE PORTAL 2 [Part 4 –PREVIEW–]

 

Hi fellow readers!

Masih ingat saya? Atau mungkin ff ini? Oke.. kalaupun lupa, saya maklumi. Karena setelah nengok tanggal terakhir posting ff ternyata hampir tiga bulan yang lalu. Waktu yang ngaret banget. Bukan karena sengaja, tapi kesibukan di perkuliahan menelan semua kegiatan menulis saya. Jadi, saya mohon maaf jika pembaca The Portal menunggu terlalu lama, sekaligus berterimakasih juga karena udah mau nunggu apalagi masih nginget ceritanya 😀

Okay.. seperti biasa, kelamaan gak update bikin author ga tenang kalo langsung posting part 4nya, karena mungkin readers udah pada lupa gimana sih keadaan terakhir dari The Portal bagian dua ini, jadi author memutuskan, di tengah kesibukan yang mendera ini(?) saya tulis dulu satu ringkasan cerita part sebelumnya untuk menyegarkan kembali ingatan kalian tentang The Portal 2. Sekaligus sedikit preview/spoiler part 4 yang akan segera author rilis jika waktu memungkinkan.

So, selamat membaca! ^^

***

 

Ringkasan Cerita Sebelumnya :

Kita telah tiba di hari ke lima belas. Hari dimana seharusnya Hyoyeon sudah menuntaskan dendamnya dan menyisakan tiga penyihir yang masih ia rahasiakan, namun rupanya tak semudah yang ia pikirkan. Meski telah mengorbankan Lin sampai menghantui L dengan ‘menggunakan’ Namjoo, belum semua penyihir masuk ke dalam penjaranya, yang bertempat di rumah keluarga Son, sebab Dongwoon dan Gain kini berada di pihaknya.

Situasi ini membuat L semakin tertekan karena Hyoyeon masih saja tak menyerah. Meski Lin telah sakit parah karena ulah Hyoyeon, meski siswa-siswi di sekolahnya semakin sedikit, dan meski Namjoo terus-terusan menggertaknya dengan berbagai cara, penyihir tampan itu tetap bertahan dan tak ingin berbagi bebannya dengan Yeoshin, yang masih bertahan di dunia nyata bersama ketidaktahuan.

Padahal, seandainya L tahu, keberadaan Naeun cukup rentan membuatnya khawatir sebab Kim Myungsoo, sisi baiknya yang kini hidup kembali ditakdirkan untuk bertemu dengan istrinya bahkan keduanya menjalin hubungan yang cukup baik. Selama Naeun berada di dunia nyata, Myungsoo-lah yang menemaninya.

Selain itu, keberadaan Naeun di dunia nyata juga telah tercium oleh Sungyeol. Meski kini lelaki cenayang itu –tidak sengaja- mulai dekat dengan Yura dan hampir sebagian waktunya sering habis untuk menemani gadis cerewet itu, ia tak ‘putus hubungan’ dengan Kim Hyoyeon yang hanya memberinya waktu sedikit untuk bernafas di dunia nyata. Tubuh jangkungnya kini semakin kurus dan lemah karena arwahnya sering keluar untuk menggantikan Baekhyun yang akan segera menikah dengan Putri Krystal.

Sementara itu juga, Hoya alias Howon masih berkutat dengan kesibukannya sebagai artis dan hampir mengabaikan semua hal yang harus ia perhatikan, mulai dari keberadaan Myungsoo dan Kim Haeyeon yang seharusnya masih ia rahasiakan, sampai hubungan asmaranya dengan Eunji alias Hyerim yang semakin membuatnya pesimis. Namun, akankah ia tetap fokus dengan apa yang ia jalani? Apakah ia akan segera kembali dan mengetahui Myungsoo telah bertemu Naeun? Dan apakah ia akan menemukan jalan keluar atas konflik batinnya tentang profesinya sebagai artis serta hubungannya dengan Eunji?

***

PREVIEW Part 4 : Secret Page

 

Namjoo P.O.V

 

“ Kau mendapatkan bukunya?”

Aku masih menyembunyikan buku tebal ini di balik punggungku. Buku Rahasia Dunia Luar yang asli, yang diinginkan oleh ibu angkatku, aku berhasil mencurinya dari L.

“ Kalau sudah ada di tanganmu, apa yang akan kau lakukan?”

“ Berikan dulu bukunya.”

Aku mundur beberapa langkah. Kenapa aku jadi ragu begini? Bukankah tujuanku mencurinya adalah agar sampai ke tangan Hyoyeon?

“…ada apa denganmu, Namjoo? Berikan padaku!” Hyoyeon mendesak sekarang, dadaku mendadak sesak, perasaanku tak enak.

“…jangan bilang kau sedang membela L!”

Apa!? Membelanya? Tidak. Tidak juga. Untuk apa membela seseorang yang pernah membunuhku. Mungkin kasihan? Entahlah. Namun semenjak L menjadi guruku, kebencianku padanya sedikit demi sedikit memudar.

Ah, bicara apa aku ini? Tak sepantasnya aku memikirkan hal ini sekarang. Hyoyeon akan membaca pikiranku, dan aku akan mati untuk kedua kalinya jika ia tahu aku punya rasa kasihan pada L dan keluarganya meski hanya secuil.

 

Serahkan bukunya, Kim Namjoo.. apa yang kulakukan sekarang? Mengapa aku begitu sulit menyerahkan buku ini? Aku berfirasat buruk, sangat buruk.

“ Ambil bukunya.”

Hyoyeon memberi isyarat pada Dongwoon dan Gain. Aku tahu cara mereka merebut sesuatu, aku tak ingin diperlakukan kasar.

“ Ambillah!” maka segera kulempar buku itu ke sembarang arah dan aku berlari ke kamar karena perasaanku mendadak tak karuan. Rasa bersalah, takut, dan firasat buruk bercampur jadi satu.

Namun Hyoyeon sama sekali tak peduli. Aku memperhatikannya dari lubang pintu, ia memungut bukunya dan membukanya untuk memastikan bahwa buku itu memanglah buku yang asli, yang benar-benar berisi tulisan tangannya.

“ Apa yang ingin kau lakukan dengan buku ini?”tanya Dongwoon dan Gain penasaran.

Nah, ini yang ingin kudengar.

Hyoyeon tertawa misterius dan mendekap bukunya.

“ Kenapa penasaran sekali? Aku hanya ingin sedikit mengubah isinya.”

 

Mengubah isinya? Apa ini bagian dari rentetan rencananya untuk memusnahkan L?

***

 

Naeun P.O.V

 

“ Apa-apaan ini!? Hei, dia pasti bercanda!”

“ Tenang! Tenanglah..”

Tanpa sengaja aku menggenggam lalu menarik tangan Myungsoo dengan erat dan kuat agar lelaki itu terduduk kembali. Wajah tampannya yang sangat mirip dengan L itu memerah dan berpeluh, denyut nadinya yang cepat terasa di permukaan jemariku yang masih menggenggamnya. Lelaki itu frustasi, frustasi mendengar kata-kata yang baru saja dikeluarkan oleh seseorang yang paling ia percaya disusul oleh bunyi ketukan palu yang membuat jantungnya nyaris berhenti, aku tahu ia pasti tidak menyangka akan mendengar hal yang sama sekali tak ia duga sebelumnya. Aku juga, meski sedikit merasa lega karena ini membuat suamiku selamat dari kasus pembunuhan yang terakhir kali dilakukannya.

Seorang pria angkuh bermata sipit yang duduk bersama anak perempuannya menoleh ke arah kami. Pria itu menatap Myungsoo sambil tertawa mengejek, sementara anak perempuannya menatapku dengan tatapan membunuh karena tak suka melihatku menyentuh si-tampan-yang-disukainya. Seandainya dia tahu ini sama sekali bukan mauku, aku hanya ingin mendiamkan Myungsoo, siapa yang tahu lelaki sebaik dia bisa menghancurkan persidangan jika sudah frustasi seperti ini?

Wanita yang masih duduk di kursi penyesalan dan memunggungi kami menoleh, tersenyum getir dan memintaku untuk tetap menggenggam Myungsoo.

Aku tak punya pilihan.

***

 

L P.O.V

 

Lilin yang ada di hadapanku sudah mati, membuatku terpental dari tempat tidur empuk kamar Naeun ke atap istana dengan tangan yang masih menggenggam botol wine yang kuambil dari rumah keluarga Nam, wine sialan yang membuatku kelepasan dan hampir menceritakan semua keluh kesahku pada Naeun, aku kira aku tak akan merasakan efeknya karena aku seorang penyihir -penyihir hebat, lebih tepatnya-.

“ L! L songsaenim! Apa yang kau lakukan disana?!”

Damn. Ini catatan kelamku sebagai guru, beberapa penyihir yang merupakan para orangtua murid menyaksikanku dari bawah atap. Aku menyembunyikan botol wine yang masih kugenggam, tapi sepertinya sia-sia.

“ Tenang, aku tidak mengajari anak-anak kalian untuk mabuk.”

Dengan nada sempoyongan dan mata setengah terbuka aku mencoba untuk klarifikasi. Aku bisa membaca pikiran mereka setelah melihatku dalam keadaan sekacau ini. Lebih baik aku katakan itu daripada bercerita panjang lebar bahwa semalam aku mengirim mimpi pada Naeun dan mabuk di rumah keluarga Nam.

“…sudah cepat masuk!”

Para penyihir itu segera meluruskan pandangan mereka dan berjalan cepat memasuki istana setelah aku berteriak. Bukan, bukan karena aku jahat, aku hanya ingin mereka segera aman di dalam istana daripada sibuk memperhatikanku yang masih setengah sadar di atap ini.

Ya, hari ini mereka yang tersisa akan berkumpul di istana. Hanya ini yang bisa Madame Sunny, Taeyeon, dan aku lakukan.

Setelahnya? Aku tak tahu. Yang kuinginkan saat ini hanyalah bertemu Hyoyeon dan menghabisinya seakan ini terakhir kalinya aku berniat membunuh seseorang dengan cara sesadis dan sekejam mungkin. Hah, seandainya bibiku itu tak menyentuh Lin, mungkin aku bisa sedikit bersabar melawannya.

 

Aku melompat turun dari atap istana, berjalan tanpa arah menjauhi tempat tinggal keluarga kerajaan Junghwa dengan langkah gontai dan berbelok-belok karena pengaruh alkohol yang masih berputar-putar mengecoh sistem sarafku. Taeyeon muncul dari dalam istana dan mengejarku, namun aku segera menghilang. Kuharap ia menjaga Lin dengan baik hari ini. Aku belum bisa melihat putraku dalam keadaan mabuk.

***

 

Eunji P.O.V

 

“ Apakah Anda, Pangeran Byun Baekhyun bersedia mendampingi Putri Krystal Jung dalam keadaan suka maupun duka?”

Lihat dia, bukannya memasang wajah serius sebelum mengucap sumpah, wajahnya justru menahan tawa licik dan mengejek yang sejak tadi tak tahan ingin ia keluarkan. Aku muak, aku tak tahan melihat Krystal yang merasa terintimidasi menjadi pendampingnya di altar. Padahal hari ini adikku begitu anggun dengan gaun pernikahan yang membalut tubuhnya, tapi aku sama sekali tak menginginkan ini terjadi, sama sekali tidak.

Sekali lagi, sebelum mengucap sumpah, pangeran bengis itu melirikku yang duduk di barisan paling depan dan menunjukkan seringai yang sama seperti yang ia tunjukkan semalam.

Ya, semalam. Sebelum hari ini.

Aku mengalihkan perhatian dan menoleh kearah Kai yang berdiri di sudut ruang utama istana negeri Gwangdam, berdiri tegap selayaknya seorang pengawal. Jika saja aku bisa melihat wajahnya lebih dekat, aku yakin matanya berkaca-kaca. Kalau dipikir-pikir, Howon memang kelewat kejam meminta Kai untuk menjadi pengawal pengganti, sedangkan dia sendiri sibuk dengan pekerjaannya sebagai artis dan seenaknya mengirimi surat yang membuatku marah.

Lupakan sejenak soal Howon, ia juga mungkin tidak sedang memikirkanku saat ini. Yang kuperdulikan sekarang adalah Kai. Setelah pernikahan sinting ini selesai, kurasa kami perlu berbagi. Mungkin ia akan menjelaskan perasaannya melihat Krystal menikah. Dan aku, mungkin akan kuceritakan padanya kejadian semalam.

Ya, semalam. Sebelum hari ini.

***

 

Howon P.O.V

 

“ Aku ingin duduk di tengah!”

“ Ish!”

Aku geleng-geleng kepala mendengar Minah dan Bomi yang terus saja bertengkar sejak pertama kali mereka bertemu hingga sekarang, dimana kami akan pulang bersama-sama ke Korea karena pekerjaanku dan Minah di Jepang sudah selesai. Menikmati perjalanan dan satu pesawat dengan dua orang artis seharusnya menjadi kebanggaan tersendiri bagi Bomi, namun sepertinya ia sangat terganggu dengan Minah. Seperti sekarang, jika saja Minah tidak bisa jaga image di depan banyak penumpang yang mengenal kami, mungkin sudah sejak tadi ia menjambak rambut coklat Bomi karena sejak tadi saudara angkat Eunji itu rebutan tempat duduk dengannya. Tempat duduk yang tepat di sampingku.

Aku sendiri tak peduli, wajahku yang lusuh masih menghadap ke jendela dan berharap pesawat ini segera berangkat. Aku ingin segera tahu seperti apa keadaan di Korea setelah berhari-hari kutinggalkan. Terutama Kim Myungsoo dan Kim Haeyeon. Berita bahwa penahanan Kim Haeyeon sudah diketahui publik membuatku gelisah. Keberadaan Naeun juga tak kalah mengacaukan pikiranku, aku terus saja berfirasat ia bertemu dengan Myungsoo.

“ Bosan, ya?”

Bomi menepuk bahuku. Oh, rupanya ia yang memenangkan rebutan. Ia duduk di sampingku.

“ Sedikit.”jawabku sambil tertawa kecil, ia pun menekan TV yang ada di depan bangkuku.

“ Kau mau nonton infotainment? Setiap menit kau terus muncul di channel yang berbeda-beda.”

Benarkah? Aku memang terkenal. Tapi tak kusangka bisa seterkenal itu. Setiap hari wajahku muncul kapan saja dan dimana saja. Seandainya saja sinyal televisi bisa menembus portal, mungkin Eunji tidak perlu rindu padaku.

Aku bisa sedikit tertawa saat melihat beberapa interview dan CF yang kubintangi tayang di beberapa siaran, hingga tawaku itu mendadak sirna saat channel yang kutonton menayangkan sebuah berita.

Persidangan Kim Haeyeon. Dan aku yakin mataku masih tajam, aku melihat Myungsoo hadir disana bahkan sempat berdiri dan protes dengan hasil persidangan. Sial, lelaki baik hati itu melanggar pesanku untuk tidak keluar dari apartemen. Akan kuadili dia nanti.

 

Sebentar.

Aku melihat sosok yang familiar duduk disampingnya.

Son Yeoshin?

 

Sialan, sudah kuduga!

*****************************************

 

Myungsoo POV

 

“ Kumohon, nona Son. Aku tahu ini permintaan besar. Tapi hanya ini yang kuinginkan.”

Hanya itu yang bisa kudengar. Aku menoleh dan mata teduh kami kembali bertemu melalui dinding kaca. Namun bidadari berwujud penyihir itu nampak risau, wajah cantiknya sedikit pucat dan ia buru-buru memutuskan kontak mata denganku dan kembali bicara dengan Kim Haeyeon.

Aku masih sabar menunggu di luar dan tak bisa mendengar jelas apa yang mereka bicarakan karena dinding kaca yang membatasi kami cukup tebal. Emosiku sudah turun sedikit berkat gadis penyihir itu. Entah ia menyihirku untuk tenang atau memang tangannya memiliki efek luar biasa untuk suasana hatiku. Selama berada dalam genggamannya, aku merasa damai.

Menyerah karena tak bisa menguping, aku berdiri dan berjalan sedikit ke halaman depan gedung untuk mencari minuman ringan. Kendaraan masih padat. Beberapa wartawan masih berkumpul untuk mewawancarai hakim dan polisi, sementara peserta yang hadir di persidangan mulai pulang satu per satu. Namun masih ada yang bertahan disana, seseorang yang kukenal dan pernah mengusirku dari apartemen Yura.

Pria itu berdiri memunggungiku dengan tangan kanan memegang ponsel yang menempel di telinganya, ia tak berhenti tertawa.

“ Nam Woohyun, kau akan pulang besok, kan?”

“…hari ini benar-benar sesuai dengan apa yang kuharapkan!”

Aku tak tahu apa yang ia bicarakan, dan aku tidak begitu terkejut ia berbicara dengan Woohyun, mereka memang saling menyayangi layaknya aku dan Kim Haeyeon.

Namun yang membuatku sedikit berdebar adalah ketika pria itu memastikan sesuatu pada Woohyun.

“…kau pulang bersama Park Chorong, kan?”

 

Park Chorong. Aku akan segera melihatnya. Meski Hoya masih melarangku untuk menunjukkan diri, tapi apa aku sanggup menahan rasa rinduku?

Aku masih berdiri di belakang Sunggyu songsaenim, dan mendengar kabar berikutnya.

“…cepatlah pulang, Nam Woohyun. SMA Junghwa akan dibuka kembali.”

 

 

 

 

Preview Ends

 

Oke, maaf sekali previewnya dikit banget. Kalau banyak ntar gak surprise part 4nya, hehe. Trus kapan part 4nya? Sebisa mungkin author usahakan secepatnya, semoga saja kesibukan yang menggunung tidak menyurutkan semangat menulis saya. So, minta semangatnya yaa 🙂

Sampai bertemu di part 4! 🙂 dari preview yang sudah ada, adakah yang sudah bisa menebak apa yang akan terjadi di part 4?

Advertisements

101 responses to “THE PORTAL 2 [Before Story & Preview of Part 4]

  1. Pingback: THE PORTAL 2 [Part 5 : Helpless] | FFindo·

  2. Pingback: THE PORTAL 2 [Part 5 : Helpless] | citrapertiwtiw·

  3. Pingback: THE PORTAL 2 [Part 6 : Destiny] | FFindo·

  4. Pingback: THE PORTAL 2 [Part 6 : Destiny] | citrapertiwtiw·

  5. Pingback: THE PORTAL 2 [Part 7 : Dream] | FFindo·

  6. Pingback: THE PORTAL 2 [Part 7 : Dream] | citrapertiwtiw·

  7. Pingback: THE PORTAL 2 [[PART 8 : Sacrifices [PRE-FINAL]] | FFindo·

  8. Pingback: THE PORTAL 2 [[PART 8 : Sacrifices [PRE-FINAL]] | citrapertiwtiw·

  9. Pingback: THE PORTAL 2 [Part 9 : The Real Ending] [FINAL] – FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s