[Series] Because It’s You – 2nd Teaser

becauseitsfyou_irnachos

Tittle: Because It’s You

Author : Irna Cho

Contact Author: @irnawu66 atau http://irnacho.wordpress.com/

Cast: Do Kyungsoo, Lee Taemin, Kim Mina (OC)

Support Cast: Kim Jongin, Park Chanyeol, Choi Hyunmi (OC), Kim Taeri (OC), Kyuhyun, Ryeowook, EXO Member

Genre: Romance, School Life

Rate: PG16

Length: Chaptered

Disclaimer: All the cast are from God, except the OC my imagination and the story line too. Sorry for typo. No copy, I hate plagiat.

Note: FF ini belum pernah di publish di manapun selain di blog pribadi milik saya. Jadi jika ada kesamaan nama tokoh dan cerita mohon di infokan pada saya.

Link Because It’s You : ( Teaser2nd TeaserChapter 1 Chapter 2Ongoing )

Thanks to AmmL17 CafePosterArt

***

 

Sudah berminggu-minggu gadis itu masih saja terus menangisi seseorang yang di cintanya. Seseorang yang telah pergi meninggalkannya.Pergi entah kemana, tanpa alasan, dan tanpa kabar yang pasti.

Berdiri di depan pintu kamar adiknya, Ryeowook menatap miris pada adik kesayangannya yang sudah beberapa minggu ini kerjaannya hanya meringkuk di kasurnya. Menatap bingkai foto seorang pria yang sangat di sayanginya. Namun pada kenyataannya pria itu justru meninggalkan adiknya itu. Ingin rasanya Ryeowook menghajar pria yang membuat adik kesayangannya ini seperti mayat hidup. Tapi, dia sendiri bahkan tidak tahu dimana keberadaan pria itu sekarang. Jangankan dia, bahkan sahabatnya pun, Kim Jongin, yang sejak kecil selalu bersamanya tidak mengetahuinya saat Ryeowook tanya.

Perlahan dia pun menghampiri adik tirinya yang sudah di anggapnya seperti adik kandung baginya.

“Mina-ya, Oppa sudah masak sup Kimchi kesukaanmu. Ayo kita makan.Nanti keburu dingin.” Ajaknya sambil mengelus lembut rambut panjang milik adiknya itu.

“Aku tidak lapar Oppa, kau makan duluan saja.” Ucapnya pelan. Tanpa membalikan tubuhnya untuk melihat keberadaan sang kakak yang kini sudah duduk di pinggir ranjangnya. Ryeowook mendesah pelan. Harus bagaimana lagi membujuk adik kesayangannya ini agar mau makan. Semenjak kepergian pria itu, tubuh adiknya terlihat semakin kurus.

“Kau mau membiarkan Oppa makan sendirian? Padahal Oppa sudah masak khusus untukmu hari ini. Kau tega sekali.” Katanya pura-pura merajuk. Mendengar itu, Mina pun membalikan badannya dan beringsut mendekati Ryeowook. Memeluknya lalu membenamkan wajahnya di dada bidang sang kakak.

Mianhae Oppa.” Bisa Ryeowook rasakan kemejanya agak sedikit basah. Dia tahu jika adiknya ini kembali menangis. Di usapnya rambut Mina dengan penuh sayang.

“Sampai kapan kau akan terus menyiksa dirimu seperti ini? Berhentilah memikirkannya. Lupakan Taemin! Dia sudah meninggalkanmu.” Tangisan itu semakin keras. Di cengkramnya kemeja Ryeowook untuk meredam suara tangisnya.

“Kenapa dia meninggalkan ku Oppa? Apa yang salah denganku?”

“Tidak ada yang salah denganmu, sayang. Tapi dia yang salah. Dia yang akan menyesal telah menyia-nyiakanmu.” Sudah cukup dia melihat adiknya begitu terpuruk. Dia benar-benar akan menghajar Taemin jika bertemu dengan pria itu.

©IrnaCho’s Story

 

Lima menit lagi bel masuk akan segera bunyi, namun sebagian murid-murid Chungju High School sepertinya belum berniat meninggalkan kerumunan yang terjadi di koridor lantai dua. Tepatnya di depan ruang informasi. Ruangan yang biasa memberikan informasi atau pengumuman yang di tempel di dinding depan ruangannya. Mereka memang tengah melihat siapa di semester ini yang menduduki peringkat teratas. Dan siapa lagi jika bukan si murid teladan dan jenius yang lagi-lagi selama dua tahun berturut-turut menempati posisi itu.

“Ck, aku kalah lagi dengannya.” Umpat seseorang yang baru di ketahui ternyata adalah Oh Mina.

“Peringkat dua tidak buruk.Itu bagus.”

“Bagus darimana? Ini buruk Hyunmi-ah, bagaimana mungkin aku selalu menjadi yang kedua.Padahal aku sudah berusaha sangat keras.” Choi Hyunmi, sahabatnya. Hanya bisa mendesah pasrah. Jika urusannya sudah seperti ini, jangankan dia, kakaknya sekali pun tidak akan bisa menghentikan Mina yang dari dulu begitu terobsesi untuk mengalahkan pria jenius bernama Do Kyungsoo dalam hal akademik.

Karena obsesinya itulah, mereka berdua kini di kenal satu sekolah sebagai pasangan rival. Namun karena kepintaran Kyungsoo dan selalu bisa mengalahkan Mina, membuat anak itu menjadi semakin besar kepala dan tentu saja semakin membuat Mina muak dengan sikap angkuhnya. Tidak jarang mereka berdua terlihat seperti pasangan anjing dan kucing jika bertemu. Membuat siapa pun yang ada di sekitar mereka harus menghindar jika tidak mau terkena serangan dari kedua orang itu.

©IrnaCho’s Story

 

“Kau yakin dengan keputusanmu? Tidak ingin merubahnya?”

“Aku sudah yakin. Dan berhentilah bertanya, jangan membuatku menjadi goyah.”

“Memang itu yang sedang ku lakukan.” Sikutan kecil di layangkan pada perut lelaki di sampingnya. Membuat lelaki yang mendapat sikutan itu harus meringis kecil.

“Yak! Lee Taemin!” Taemin, yang menyikutnya hanya tertawa kecil melihat sahabatnya kesakitan.

“Tidakah sebaiknya kau mengatakan yang sebenarnya padanya?”

“Tidak.Itu akan semakin membuatku sulit untuk meninggalkannya.”

“Tapi kau tahu kan apa resikonya? Dia akan membencimu.”

“Seperti itu lebih baik.” Jongin pun hanya bisa pasrah dengan keputusan sahabatnya itu. Sahabatnya memang keras kepala, jika sudah seperti ini dia tidak bisa apa-apa lagi. Bahkan untuk keputusan yang menurutnya sangat penting, Taemin masih tetap keras kepala.

“Berapa lama kau pergi?” Taemin tersenyum kecil mendengar pertanyaan itu. Sambil sibuk memasukan bajunya ke dalam kopernya dia menjawab.

“Kau tahu Jongin-ah, aku tidak bisa menentukan kapan aku kembali. Kemungkinan aku malah tidak akan kembali.” Jongin menonjok pelan bahu Taemin.

“Jangan bicara seperti itu.Aku yakin kau pasti kembali. Aku akan menunggumu.” Taemin terkekeh kecil.

“Kau bicara seolah kau adalah kekasihku.”

“Eoh, kau benar. Yang seharusnya mengatakan itu adalah Mina.” Ucapnya menyindir. Dan benar saja, raut wajahnya berubah begitu kelam.

“Sudahlah, tidak usah menyebut namanya lagi.” Jongin, atau yang biasa di panggil Kai itu mendengus.

“Berhentilah bersikap seolah kau tidak peduli, Lee Taemin. Aku tahu, di dalam sini kau sangat ingin bertemu dengannya.” Jongin menunjuk dadanya sendiri, lebih tepatnya hatinya.

“Terserah apa kata kau saja.” Ucapnya tak acuh.Lagi-lagi lelaki itu mendengus.

“Kau yakin tidak ingin melihatnya untuk terakhir kali?”

“Tidak!” Jawabnya cepat.

Jongin merebahkan dirinya di ranjang milik Taemin. Dia lelah.Sahabatnya ini benar-benar keras kepala.

“Bisakah aku menyebutmu si brengsek Lee Taemin?” Taemin tersenyum tanpa menatapnya.

“Kedengarannya tidak terlalu buruk.”

“Cih, pabo.

“Terimakasih.”

©IrnaCho’s Story

 

Hampir satu jam berlalu Mina dan Hyunmi masih berada di cafeteria sekolah. Sebentar lagi jam istirahat pertama segera berakhir, tapi Hyunmi masih betah pada tempatnya. Mina tidak bisa berbuat apa-apa selain menunggu sahabatnya itu.Dia kesal setengah mati jika boleh jujur. Bagaimana tidak, duduk selama hampir satu jam hanya untuk memandangi sekumpulan pria yang duduk tepat di seberang bangku mereka. Tapi hanya satu orang pria yang menarik perhatiannya. Namun sayang, tidak untuk Mina. Gadis itu tidak tertarik sama sekali.

“Ya! Sebentar lagi kelas akan segera di mulai. Mau sampai kapan kau memandanginya?” Hyunmi menatap sebal ke arah Mina, merasa kegiatannya di ganggu.

“Kau itu cerewet sekali. Ara. Kajja kita ke kelas.” Ucapnya.Lalu bangkit dari duduknya.

Sepanjang perjalanannya ke kelas, Hyunmi masih saja bersungut-sungut. Masih tidak terima meninggalkan kegiatannya tadi. Sedangkan Mina hanya berjalan tidak peduli.

“Memangnya kau tidak tertarik sama sekali dengan mereka? Semua gadis di sekolah ini begitu tergila-gila dengan kumpulan pria-pria itu. Aku benar-benar tidak mengerti dengan seleramu. Kau masih normal kan?” Tanya Hyunmi curiga. Yang membuat Mina dengan senang hati melayangkan satu pukulan kecil ke kepala sahabatnya itu.

“Jaga bicaramu.Tentu saja aku normal.” Hyunmi meringis kecil sambil mengusap-usap kepalanya.

“Habis, kau terlihat begitu cuek.”

“Aku akan tertarik pada mereka jika tidak ada si kerdil di dalamnya.” Katanya ketus. Hyunmi mengerutkan keningnya kebingungan.

“Kerdil? Siapa maksudmu?”

“Tentu saja si jenius angkuh itu.” Hyunmi langsung membulatkan mulutnya dan mengangguk mengerti.

“Maksudmu Kyungsoo?” Wajahnya langsung cerah saat itu juga. “Eiiyy…jadi sekarang kau mengakuinya jika dia itu jenius?” Mina memutar bola matanya jengah. Dan mendengus keras setelahnya.

“Sepertinya aku salah bicara.” Gerutunya.Dan itu membuat Hyunmi terkekeh kecil.

Di tempat lain, dan di waktu yang sama.Seorang pria yang berada dalam kumpulan cowok-cowok popular yang tadi di perhatikan Hyunmi, juga tidak luput memperhatikan gadis itu. Gadis yang sudah menjadi perhatiannya sejak awal dia melihatnya di upacara penerimaan murid baru. Dia tahu betul siapa yang sejak tadi menjadi perhatian Hyunmi. Bukan dirinya, melainkan pria yang saat ini duduk di sebelahnya. Pria yang tidak pernah tahu bahwa sejak dulu juga Hyunmi menaruh perhatian padanya. Laki-laki itu menatap kepergian Hyunmi dengan senyum miris.

“Gadis bodoh.”

©IrnaCho’s Story

 

“Kau kembali?”Jongin hanya bisa terpaku menatap seseorang di depannya.

“Kenapa dengan wajahmu? Harusnya kau senang bukan bisa melihat ku lagi?” Dalam hitungan detik Jongin sudah mengambur ke pelukan pria itu. Tidak bisa di tutupi betapa senangnya dia. Bahkan dia jingkrak-jingkrak seperti bocah lima tahun yang baru saja mendapatkan lollipop kesukaannya.

“Akhirnya, si brengsek ini kembali.” Jongin benar-benar tidak bisa menutupi kegembiraannya.

©IrnaCho’s Story

 

“Apa yang sedang kau lihat, Suho?” Kris datang sambil menepuk pelan bahu seorang pria yang tadi di panggilnya Suho. Pria yang di panggil Suho itu menoleh, mendapati sahabatnya sudah duduk di sampingnya. Kemudian mengembalikan pandangannya ke arah semula.

“Pasangan bodoh itu.” Jawabnya tanpa menatap Kris. Salah satu alisnya terangkat naik.

“Siapa yang kau maksud?”

“Siapa lagi pasangan bodoh yang ada di sekolah ini.” Kris kemudian mengangguk paham.

“Maksudmu dua kurcaci itu?” Tunjuknya pada dua orang yang kini sedang beradu mulut tidak jauh di depan mereka. Namun cukup jauh bagi kedua orang itu mendengar pembicaraan Kris dan Suho.

Mendengar jawaban Kris, membuatnya tersenyum kecil.“ Jangan karena kau memiliki tubuh tinggi seperti tower lalu menyebut orang dengan sesuka hatimu.”

“Jadi kau tersinggung, huh?” Kris menyenggol bahu Suho pelan dengan bahunya. Menggodanya.Suho pun hanya bisa mendecih setelahnya. Membuat Kris menarik kedua sudut bibirnya lebar.

“Kau sendiri, kenapa menyebut mereka pasangan bodoh? Bukankah lebih tepatnya kau menyebut mereka pasangan cerdas? Lagi pula mereka bukan pasangan yang sesungguhnya.”

“Mereka memang bukan pasangan yang sesungguhnya, tapi satu sekolah ini menganggap mereka seperti pasangan. Walaupun mereka tahu dengan jelas bagaimana hubungan keduanya. Persis seperti kucing dan anjing jika bertemu.”

“Yeah, kau benar.” Kris mengangguk membenarkan.

“Dan kenapa aku menyebutnya pasangan bodoh.Kau bisa lihat sendiri apa yang di lakukan adik kecilmu itu.” Suho geleng-geleng sebelum kembali melanjutkan ucapannya. “Taruhan bodoh itu. Permaianan macam apa itu.”

“Sudahlah, tidak usah di pikirkan.” Kata Kris seraya merangkul Suho.“ Sepertinya akan menarik. Kita cukup jadi penonton saja.” Ungkapnya menyeringai.

“Cih, kau sama saja dengan yang lainnya.” Suho melepas lingkaran tangan Kris pada bahunya. Lalu meninggalkan pria itu dengan kekehannya.

“Kakek itu terlalu serius.”

Jalanan Myeongdong malam itu cukup ramai. Sudah dua jam adik kakak itu berjalan-jalan mengitari salah satu pusat perbelanjaan yang ada di Seoul ini. Berbagai kantong plastik dan papper bag dari berbagai ukuran pun sudah memenuhi tangan keduanya. Bahkan perut mereka pun sudah terasa penuh dengan berbagai jenis makanan yang mereka coba sepanjang jalan ini.

Oppa, malam ini benar-benar menyenangkan. Kita benar-benar memborong semua barang-barang ini.” Ucap Mina antusias. Di sampingnya Ryeowook tersenyum.

“Kau senang?” Tanyanya.Mina mengangguk semangat.

“Tentu saja. Kapan-kapan kau harus mengajakku lagi.”

“Baiklah. Untuk adik Oppa tersayang, apapun akan Oppa lakukan.” Mina benar-benar beruntung memiliki Kakak seperti Ryeowook. Walau pun mereka hanya saudara tiri, tapi Ryeowook menyayanginya seperti adik kandungnya sendiri.

Namun senyuman itu tidak berlangsung lama, jantungnya seakan berhenti saat melihat sosok seorang pria yang di kenalnya. Refleks dia melepaskan semua belanjaan yang ada di tangannya. Diam terpaku di tempatnya sambil pandangannya lurus menatap suatu objek. Ryeowook yang menyadari perubahan pada diri adiknya pun mencoba mencari tahu penyebabnya.

“Mina-ya, wae irae?” Tapi adiknya itu tidak menjawab, melainkan air mata yang tiba-tiba turun begitu saja. Membuat Ryeowook semakin merasa khawatir.

Tiba-tiba saja gadis itu berlari menembus kerumunan orang-orang. Berlari entah kemana, kepalanya menoleh ke segalah arah. Seolah mencari sesuatu yang hilang.

“Ya!  Kau kenapa?” Tanya Ryeowook terengah-engah karena mengejar adiknya.

“Taemin…aku melihat Taemin, Oppa. Aku melihatnya.” Ryeowook menghela nafasnya berat.

“Mina, berhentilah memikirkannya.Sudah berapa kali kau seperti ini? Pria itu sudah pergi. Dia sudah meninggalkanmu. Kau hanya berhalusinasi.”

“Tidak Oppa. Aku yakin aku melihatnya.”

“Mina…”

“Tadi dia ada di sana,” Tunjuknya pada suatu tempat.” Tapi kemudian dia menghilang.”

“Mina, dengarkan Oppa…”

“Aku tadi melihatnya Oppa. Taemin ada di sini.” Gadis itu terus saja bicara, sambil menitikan air matanya yang tak kunjung henti.

“Taemin tidak ada di sini. Kita pulang.” Ucapnya pelan.Menarik adiknya, membawanya pergi dari tempat itu.Hingga mereka sampai di dalam mobil Ryeowook, Mina masih saja menangis.

“Oppa, apa aku salah jika mengharapkan dia suatu saat kembali?” Gumamnya pelan. Tatapannya kosong menatap keluar jendela.Ryeowook tidak memberikan jawaban apapun. Dia menjalankan mobilnya meninggalkan Myeongdong, membiarkan Mina dalam kesedihannya

To Be Continued~

Link Because It’s You : ( Teaser2nd TeaserChapter 1 Chapter 2Ongoing )

Thanks for reading yeoreobun… J

3 responses to “[Series] Because It’s You – 2nd Teaser

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s