Devil of Cruel [Teaser]

 

Annyeongg ~ Saya membawa salah satu titipan lagi. Dan… Tak lupa juga saya selalu mengingatkan untuk meninggalkan jejak dan hargai karya author yang satu ini yaa. Happy Reading ~ ^^

 (note : untuk penitipan epep pada saya telah DITUTUP, akan dibuka kembali setelah Tahun Baru 2015. Pengiriman masih bisa dikirimkan tapi akan dipublish setelah tahun baru, Mohon pengertiannya yaa. Silahkan mengirimkan karya kalian dalam bentuk Ms.Word ke email saya di ‘ichazparchov@yahoo.com’. lalu jangan lupa untuk memberi tau saya di : klik disini bahwa epep kalian sudah dikirim, maka keesokan harinya(kalau gak sibuk) saya pasti akan ngepost epep kalian. Thankseeuu :* :* )

Untuk Semua Authors dan Readers, saya sebagai salah satu author ffindo a.k.a Evilliey Kim mengucapkan Happy New Year! semoga di tahun 2015 kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik lagi. Amin ~ ^^v

EXO

|Author : Asih_TA|

|Tittle : Devil Of Cruel (Prolog)|

|Story & Art : By Asih_TA|

|Main Cast : Park Minhee (OC), Oh Sehun|

|Genre : Romance, Action, Little Smut|

|Leght  : Multichapter|

|Rated  : PG 17+|

|Contact Author : https://www.facebook.com/asihe.forevershinee1|

THIS IS MY STORY! NO PLAGIAT!

Prolog

.

.

.

Pagi itu, Minhee berjalan di ramainya kota Seoul. Ia mengusap-ngusapkan tangannya sembari meletakannya di kedua pipi cubby nya. Salju sudah turun sekitar 3 hari yang lalu, walau cuaca tidak mendukung aktifitas masyarakat namun tetap saja kota itu ramai di kunjung oleh warga asing sekedar untuk melihat-lihat.

Minhee, gadis berjalan sambil menghangatkan tubuhnya dengan cara terus menggosokkan kembali kedua tangannya. Hari ini adalah hari libur musim dingin di sekolahnya, ia sangat senang ketika hari itu datang setidaknya mengistirahatkan tubuhnya sejenak  dari tugas-tugas yang menumpuk di sekolahnya.

Gadis itu menghentikan langkahnya sejenak ketika ia telah sampai pada tujuannya, Toko Bunga.ia kembali berjalan memasuki toko bunga tersebut dan langsung di sambut oleh pegawai yang bekerja di sana.

“ Selamat pagi.” Sapa pegawai wanita itu ramah.

“ Pagi.” Balas Minhee dengan wajah yang tak kalah ramah.

“ Kau ingin membeli bunga.” Ucap pegawai wanita tersebut lagi. Minhee tersenyum dan menganggukkan kepala pelan. Ia kembali memperhatikan bunga-bunga yang tertampang di berbagai tempat dengan indahnya. Begitu banyak corak warna yang menarik hatinya, sampai pada akhirnya ia menemukan bunga lily putih yang sangat cantik.

“ Aku ambil yang ini.” Seru Minhee ketika telah menemukan apa yang sedang ia cari.

“ Baiklah, itu pilihan yang bagus.” Ujar pegawai wanita tersebut.

Minhee berjalan menuju kasir dan langsung membayarnya. Sebelum dia pergi ia sempat mengucapkan terimakasih kepada pegawai wanita yang mengiringnya hingga di ujung pintu. Setiap setahun sekali gadis itu masuk ke toko bunga tersebut sekedar membeli bunga

***

.

Seorang laki-laki berjalan dengan arogan di lorong rumah sakit jiwa. Wajahnya tampak dingin dan tidak bersahabat. Ia melangkahkan kaki panjangnya seraya memasukkan kedua tangannya di dalam saku celananya, mata tajam nan gesit itu melihat seorang laki-laki juga yang tengah menghampirinya dengan menggunakan setelan baju Dokter. Dia adalah dokter paling tertua di sana, panggil saja Dokter Kim

“ Selamat pagi Sehun.” Sapa Dokter Kim sambil membungkukkan tubuhnya.

Laki-laki yang bernama Sehun tersebut menghentikan langkahnya ketika telah mencapai tempat di mana dokter itu berdiri “ Selamat pagi.” Balasnya terkesan dingin.

“ Kau ingin menemui kakakmu?” Tanya Dokter Kim seraya berjalan beriringan bersama laki-laki yang bernama Sehun. Sehun menganggukkan kepala sebagai jawaban tanpa menatap lawan bicaranya “ Apakah keadaannya semakin membaik?”

Dokter Kim terlihat berpikir sejenak “ Aku belum bisa pastikan dia baik-baik saja, karena ia terkadang berteriak dan menangis ketika ada seseorang yang mencoba mendekatinya.”

Sehun sesaat terdiam mendengar jawaban dari sang dokter dan memutuskan untuk tidak mengungkitnya kembali. Sesampai di sebuah tempat, mata tajam pemuda itu melihat seorang wanita tengah duduk sambil memegang boneka kelincinya.

“ Baiklah kau bisa menemuinya sekarang Tuan Oh.” Ucap sang dokter menepuk pundak Sehun sekilas dan berjalan meninggalkannya bersama wanita tesebut. Setelah tubuh sang dokter tidak terlihat lagi di ujung pintu. Ia segera memasuki tempat itu hendak mendekati wanita tersebut namun beberapa langkah ia menghentikannya.

“ Tidak! Jangan dekati aku. Jangan sakiti aku, kumohon.” Ucap wanita itu sambil menangis sejadi-jadinya. Sehun tertegun ia mencoba menuruti sang wanita dengan berjongkok lumayan jauh dari di mana wanita itu berdiri.

“ Ini aku Oh Sehun nona, ini aku dongsaengmu.” Ujar Sehun ingin meyakinkan kakak perempuannya tersebut.

“ Hahahaha . . “ wanita itu tertawa sangat keras kemudian merubah wajahnya lagi menjadi lebih menyedihkan dalam waktu hitungan detik “ Kau pasti hanya ingin menjadikanku budakmu kan, DASAR KAU PEMBUAL.”

Sehun terdiam lagi melihat arah pembicaraan kakak perempuannya tersebut kemudian mengepalkan kedua tangannya kuat.

‘ Tidak, aku tidak akan membiarkan hidupmu seperti ini, tidak sampai aku menemukan laki-laki itu dan membalaskan semua dendammu. Ya, aku akan membalaskannya untukmu ‘

***

.

Minhee berjalan di rerumputan yang mulai mengering karena pergantian musim. Ia mengayunkan tangan kanannya dengan gemulai membelai setiap batang rerumputan yang telah menguning. Ia berjalan lagi dan semakin mempererat kaitan syal merah di lehernya.

Senyum merekah di bibirnya, membiarkan butiran-butiran salju turun menumpuk di rambutnya yang telah memanjang. Ia berjalan cukup lama dan menghentikannya langkahnya ketika telah mencapai kepada tujuannya yang sebenarnya.

Sebuah makam tengah berdiri sendiri disana dan di letakan di samping pohon yang lumayan besar, gadis kembali berjalan mendekati makam tersebut dan berjongkok untuk dapat menyentuh papan nisan yang telah sedikit usang. Kemudian ia meletakkan bunga yang baru ia beli beberapa menit yang lalu.

“ Selamat ulang tahun Appa.”

Gadis itu meraih papan nisan tersebut dan mengelusnya secara perlahan. Matanya mulai berkaca-kaca seperti akan memulai tangisnya namun dengan cekatan gadis menghapusnya secara kasar “ Tidak! Minhee bukan yeoja yang lemah, benarkan appa?”

Yeoja itu tersenyum mencoba menahan air mata yang selama ini tidak ingin ia tampakkan di depan makam ayahnya. Sudah 2 tahun semenjak kematian ayahnya karena panyakit jantung yang tiba-tiba saja menyerangnya. Hal itu tidak menjadiannya sebagai alasan bagi gadis itu untuk tetap hidup bukan?

“ Appa, aku menyayangimu.”

***

.

“ Dia tidak bisa di temukan.” Ujar seorang laki-laki sambil membereskan beberapa berkas yang berserakan di atas meja.

“ Tapi ini tidak masuk akal, Kyungsoo.”

Laki-laki yang di sahut Kyungsoo tersebut hanya dapat mendesah berat “ Ini sudah setengah tahun, Sehun.” Dan laki-laki yang satu lagi bernama Sehun juga mendengus kesal.

“ Ini sudah terlalu lama.” Gumam Sehun namun masih dapat didengar baik oleh Kyungsoo yang tengah duduk berhadapan dengannya.

“ Jadi, apa yang akan kau lakukan selanjutnya.” Kyungsoo menatap Sehun penuh dengan tanda tanya.

“ Entahlah.”

Lagi-lagi Kyung mendesah berat, namun ia teringat akan satu hal ketika ia di perintahkan oleh Sehun untuk mencari laki-laki brengsek itu “ Mungkin kau bisa gunakan cara lain.”

Sehun menautkan kedua alisnya heran “ Apa itu?”

Kyungsoo meraup isi tas yang ia bawa, ia mengambil sebuah foto dan memberikannya kepada Sehun “ Dari semua data yang kucari tentang dia, ia  mempunyai seorang ibu dan adik perempuan.”

Sehun, pemuda itu tampaknya mulai tertarik dengan pembicaraan Kyungsoo dengan menggunakan kalimat ‘adik perempuan’. Sebuah seringaian muncul di wajah tampannya, namun tetap saja terlihat dingin.

Matanya melihat foto yang baru saja ia dapat dan memperhatikannya secara konsen dant teliti. Seorang gadis dengan rambut panjang, mata besar, bibir ramyun, tubuh indah dan jangan lupakan senyum menawannya. Ia membalikkan foto itu dan melihat sebuah tulisan dengan hangul yang terlihat samar-samar namun tetap dapat terbaca oleh mata tajamnya ‘Park Minhee’

“ Jadi namanya Park Minhee.” 

“ Bukankah dia cantik.” Timbal Kyungsoo.

Sehun kembali menyeringai, namun dapat mengeluarkan aura iblisnya ‘ Park Minhee, akan ku buat kau menderita. Dan akan kubuat kau menjadi alat untuk melayaniku sebagai pemuas nafsuku kemudian semuanya berakhir dengan menghancurkanmu secara perlahan’

.

~ TBC~

.

.

Awalnya hidupku biasa-biasa saja.

Ketika aku bertemu dengan laki-laki itu.

Mempunyai wajah dingin dan tidak berperasaan.

Menyiksaku dengan keji dan tidak manusiawi.

Kalimat ‘Maaf’ pun tidak dapat menyadarkannya.

Namun seiring berjalannya waktu.

Sebuah keajaiban muncul tanpa di duga-duga.

Tuhan telah memberikanku sedikit jalan.

Sebuah kalimat yang selama ini ingin aku dengar dari bibirnya terucap begitu saja.

“ Maaf, Aku mencintaimu Minhee.”

.

.

.

.

.

.

“ Kau tau pembalasan lebih kejam dari yang kau kira, Minhee.” – Sehun –

“ Apa mau brengsek.” – Minhee –

“ Bagaimana ini aku tidak bisa menemukannya “ – Park Chanyeol –

.

.

.

.

A/N : Otthe? Apakah alurnya biasa-biasa saja kah? Ini sudah ke berapa ya author buat? #kok authornya sendiri gak tau.

Peran pembantu belum author buat, tapi semakin bertambahnya chapter maka ada sekitar 3 orang yang akan menjadi peran pembantu 😀

Ok lah jangan lupa komentarnya..

Author butuh banget pendapat readers, Sebuah kalimat dan saran akan author terima 😀

Semangati author terus ya 😀

마이 베비 오페도스 a.k.a 아싷 트리 아스투

 

 

 

Advertisements

24 responses to “Devil of Cruel [Teaser]

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s