[One Shot/Drabble] Ikat rambut

Ikat Rambut

Ikat Rambut

Title : Ikat Rambut

Author : Keyminki (@keyminki)

Main Cast : Lee Jong Suk, Kwon Hana (OC)

Support Cast : Kim Yui (OC)

Genre : Romance

Length : 739 Words (Drabble)

Rating : G

Summary :

Aku rasa, ikat rambut itu seperti hati

A.N :

Maaf kalo ceritanya gak jelas. Maklumin aja, yang buat juga sama gak jelasnya -_- tapi FF dan poster ini asli buatan saya, yah walaupun gak bagus-bagus amat tapi saya berharap, setelah baca, tolong di comment ya. Atau yang males comment, like juga gapapa. Atau yang males comment/like juga gapapa gak ngapa-ngapain. Pasti ada faktor lain yang bikin males comment/like di FF saya. Dimaklumin kok, saya sering kayak gitu karena saya juga mantan siders dan kadang masih jadi siders ._.v

Kok berasa curhat ya? Yasudah dengan membaca basmallah saya buka FF ini.

Selamat Membaca

*****

Suara derit sepeda yang kukendarai cukup untuk membubarkan kumpulan burung merpati yang menutupi jalan trotoar di dekat taman. Cukup juga untuk mengejutkanku karena beberapa merpati itu bergerak terbang di sekitar sepedaku. Namun, aku tak peduli berapa banyak merpati yang mengejutkanku pagi ini. Selama aku selamat tanpa ada luka akibat merpati-merpati itu, bukan jadi masalah bagiku.

Lampu merah menghentikan laju sepedaku. Bersamaan dengan itu, beberapa kendaraan bermotor juga mulai berhenti. Ya, siapa yang berani menerobos lampu lalu lintas? Sekalipun tanpa adanya penjagaan. Tetap saja ada kamera pengintai yang selalu mengawasi kendaraan-kendaraan nakal yang mencoba melanggar lalu lintas.

“Kidal, jangan melamun di jalan.”

Hanya satu orang di dunia ini yang memanggilku dengan sebutan itu. Ia menghentikan sepedanya tepat disampingku. Menggunakan seragam yang sama denganku, dan sebuah headphone di lehernya. Dan setelah ini aku tahu apa yang akan terjadi selanjutnya.

“Namaku Kwon Hana bukan Kidal… Ya! Apa yang kau lakukan? Jangan tarik ikat rambutku!”

Dan aku juga tahu ia mencabut ikat rambutku hingga rambutku terurai bebas.

“Ini karena kau melamun di jalan.”

Setelah itu ia pergi membawa ikat rambutku bersamanya. Aku juga sudah tahu itu.

“Ya! Lee Jong Suk!”

Semakin kupanggil, semakin cepat ia mengayuh sepedanya. Seolah menyuruhku untuk bersiap mengejarnya. Dan apa yang kulakukan? Tentu saja mengejarnya. Mengejarnya untuk meminta ikat rambutku yang selalu ia ambil.

Ini seperti suatu rutinitas yang kualami setiap pagi. Bertemu dengannya, ia menegorku, mengambil ikat rambutku, hingga akhirnnya aku harus sampai ke sekolah karena lelah mengejarnya. Aku selalu melakukan hal itu namun tak ada satu ikat rambutku yang bisa kembali jika ia telah mengambilnya. Aku tak pernah bisa mengalahkan gerak kayuhan sepedanya yang membuatku seperti mengekor padanya.

Hal ini tentu saja aneh. Aku sudah melakukan berbagai cara untuk menghindar darinya, berangkat lebih pagi dari biasanya, tapi aku tetap bertemu dengannya. Tidak menggunakan ikat rambut, namun ia tetap mengambilnya setelah aku memakai ikat rambutnya lagi. Seolah-olah ia menjadi orang yang paling tidak punya kerjaan yang hanya mengumpulkan ikat rambut.

Tapi aku sadar, rutinitas aneh ini lah yang menjadi dasar untukku menyukai sosok bertubuh tinggi itu. Tanpa sadar, aku telah menyukai kebiasaannya. Kebiasaannya mengambil ikat rambutku, kebiasaannya membiarkanku kelelahan hingga sampai di sekolah, kebiasaannya yang selalu bertanya apakah kakiku sakit karena terlalu sering mengejarnya walaupun aku tahu ia tak akan membantuku sekalipun aku bilang kakiku sakit dan memar. Hal-hal kecil itulah yang membuatku terpukau padanya.

Namun, suatu hal diluar rutinitasku terjadi. Hal yang berada di luar dugaanku. Sesuatu yang membuatku sedih. Bahkan lebih sedih dan kecewa dibandingkan dengan kehilangan puluhan ikat rambut yang selalu kujaga namun dirampasnya.

Ia berhenti di samping seorang gadis yang seperti sedang menunggu seseorang. Ketika ia datang, wajah gadis itu tampak senang. Tak lama mereka mengobrol, lelaki berponi itu meraih surai coklat milik gadis ber-name tag Kim Yui itu dan mengikatkan rambutnya dengan ikat rambutku.

Aku berhenti mengayuh sepeda. Dihadapanku, suatu hal yang tak ingin kulihat terjadi. Apa kalian masih ingat kata-kataku barusan? Mungkin ia adalah orang yang paling tidak punya kerjaan yang hanya mengumpulkan ikat rambutku. Kurasa aku lebih senang mengetahui fakta itu ketimbang aku harus tahu bahwa ikat rambutku berpindah tangan bukan lagi ada di genggamannya.

Miris. Hampir saja aku menangis bila saja aku tak tahu jika aku ada di tempat umum dimana semua orang bisa saja melihat air mataku. Ini pertama kalinya aku merasa sesedih ini hanya karena ikat rambut. Kupikir, sesuatu yang salah telah terjadi disini. Tapi aku tak pernah tahu apa yang salah. Semua tampak benar dan tanpa ada yang aneh.

Tanpa pernah berpikir untuk mengambilnya. Maksudku, tak ada niatan lagi untukku merebut sesuatu yang telah menjadi milik orang lain, aku melaju pergi. Meninggalkan dua sejoli yang kulewati begitu saja. Meninggalkan rutinitas lamaku hari ini dan memulai rutinitas baruku besok pagi. Sedih? Ya. Sakit? Tentu. Kecewa? Sangat. Tapi apa yang bisa kulakukan? Mengambilnya kembali di saat aku telah mengiklhlaskan semua ikatan itu padanya.

Percuma.

Aku rasa, ikat rambut itu seperti hati. Disaat seseorang telah mencuri banyak bagian dari hati ini. Untuk bisa membalas hal itu, maka aku harus mencuri hatinya juga. Namun, belum sempat aku meraihnya, hati itu telah diambil oleh orang lain.

Tapi, apa aku masih bisa bilang aku tak peduli pada hal itu? Apa bedanya dengan kepakan sayap burung merpati yang mengagetkanku pagi tadi dengan rutinitas pagi yang juga mengejutkan? Keduanya sama-sama sederhana. Namun apa pembedanya?

Hanya satu pembedanya. Perasaan.

The End

16 responses to “[One Shot/Drabble] Ikat rambut

  1. Sayang bgt.
    Padahal aku ngarep ikat rambutnya itu perantara kisah cinta mereka~
    kenapa jd sperti ini.
    Aku suka sad end
    tapi bukan yg sperti ini *LOL

    thor pesen sequel beberapa chapter
    cepete gepe’el ya!!

    Keep writing!!!

  2. Pingback: INTRO_RASYIFA | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s