[Series] B2uty Agent (1)

 b2uty agent

ǀ B2uty Agent (1) ǀ

ǀ Kim Liah (b2utyinspirited.wordpress.com) ǀ

ǀ Chaptered ǀ

ǀ Yong Junhyung, Park Jiyeon, Yoon Doojoon, Yang Yoseob, Son Dongwoon ǀ

ǀ Romance, Friendship, Action ǀ

ǀ PG-15 ǀ

ǀ Warning: Kejadian dalam Fanfiksi ini hanya fiktif belaka. Bila terjadi kesamaan, itu hanya kebetulan. No plagiarism. Be carefull of typo(s) ǀ

Link B2uty Agent: ( TeaserPart 1 Ongoing)

Hallo, tujuan saya membuat FF ini untuk ngumpulin para B2uty yang mungkin masih ada yang eksis didunia per-ff-an. Big Thanks to author Rasyifa for posting my FF.

.

.

Disebuah markas NIS nampak seorang gadis berambut coklat beserta pria berpenampilan gagah sedang berdiri canggung didepan atasannya. “Ada sebuah misi yang akan aku serahkan kepadamu Jiyeon-a” ucap Janghyuk, ia adalah pemimpin komando NIS. Gadis bernama Jiyeon itu bertatapan bingung dengan namjachingunya yang kini ada dihadapannya “Hanya saya saja?” ulangnya.

“Eoh kali ini hanya kau saja yang aku tugaskan, karna memang misi ini hanya mampu dilakukan olehmu” Janghyuk melirik pria lain diruangan itu “Tanpa Hyunwoo” tambahnya. Hyunwoo sedikit tersentak juga karna ia biasanya selalu ditugaskan berdua dengan Jiyeon.

“Apa memang Hyunwoo oppa tidak bisa menemani saya?” sanggah Jiyeon, ia bergabung dalam NIS juga karna ingin mengikuti jejak Hyunwoo dan berharap akan selalu bersama namjachingu-nya itu, namun kali ini ia harus sendiri tanpa Hyunwoo.

Janghyuk menggeleng “No, kehadiran Hyunwoo hanya akan menggagalkan misi ini” balasnya. “Menggagalkan?” ulang Hyunwoo, ia adalah agent NIS yang paling tangguh dan tak pernah gagal dalam misi apapun, jadi tidak mungkin ia akan menggagalkan misi ini.

“Misi kita kali ini berbeda dengan misi sebelumnya” Janghyuk mengambil jeda “Misi yang mengharuskan kalian mengesampingkan hubungan kalian sebagai sepasang kekasih” jawabnya tegas.

“Josonghamnida, saya tidak mengerti sebenarnya misi apa ini?” sanggah Jiyeon, tidak mungkin kan kalau NIS menyuruhnya mengakhiri hubungan yang sudah bertahun-tahun ia jalin dengan Hyunwoo.

Janghyuk menghela nafas sebelum memulai mengutarakan jawabannya “Kau harus mencuri perhatian seorang idol” ucapnya. Jiyeon dan Hyunwoo tercengang hebat, mereka tak menyangka akan ada misi sekonyol ini.

Jiyeon tertawa datar “Apa sajangnim tidak bercanda? Mana ada misi seperti itu?” sanggahnya, bagaimana bisa ia menjalankan misi ini, ia tak mungkin mengkhianati Hyunwoo, meskipun ini hanya sebuah misi saja.

Janghyuk menggeleng “Tidak, memang begitulah tugasmu kali ini. Kau harus bisa mendekati seorang idol terkenal dan membuatnya percaya sepenuhnya kepadamu hingga kita dengan bebas menguak informasi darinya” tolaknya.

“Kalau tujuan utama kita mendapatkan informasi, maka kita bisa menggunakan strategi lain, misalnya menyamar sebagai stylishnya” sanggah Jiyeon, sungguh ia tak akan menerima tugas ini jika harus mengorbankan perasaan Hyunwoo.

“Benar sajangnim, saya rasa saya juga bisa menyamar sebagai drivernya mungkin” tambah Hyunwoo, ia tahu alasannya ini kurang efektif dan ia juga tahu bahwa pimpinannya itu sudah memikirkan matang-matang setiap strategi yang dia limpahkan kepada anak buahnya. Namun kali ini ia mencoba menentang, bagaimana mungkin ia rela yeojachingunya bersama pria lain.

“Memang ide itu tak buruk juga, hanya saja kalian tak akan bisa mendapatkan informasi yang paling penting jika hanya menyamar sebagai orang biasa seperti itu” Janghyuk menunjuk Jiyeon “Kau harus menjadi orang terspecialnya dulu untuk bisa membuatmu masuk dalam private life-nya” jelasnya.

Jiyeon menunduk hormat “Mianhamnida sajangnim, saya rasa saya tidak bisa menerima tugas ini. Sebaiknya anda melimpahkannya kepada agent lainnya yang lebih berbakat saja” tolaknya, ia menghargai Hyunwoo sebagai namjachingunya, ia tak mungkin bisa berpura-pura dekat dengan pria lain selain Hyunwoo.

“Annimnida” Jiyeon terkejut dengan penolakan Hyunwoo “Jiyeon akan melakasanakan tugas ini sebaik mungkin, sajangnim” sanggah Hyunwoo, janjinya sebagai seorang agent harus ia tepati, ia tidak boleh membawa urusan pribadi dalam tugasnya sebagai agent.

“Oppa” pekik Jiyeon, bagaimana mungkin Hyunwoo menyetujui tugas ini, bukankah tadi dia berada dipihaknya dan menolak tugas ini? Lalu kenapa keputusannya bisa berubah begitu saja?

Hyunwoo menepuk kedua bahu Jiyeon “Ini tugas Jiyeon-a, kita tak boleh membantahnya. Bukankah ini sudah sumpah kita dulu ketika dinobatkan sebagai agent?” jelasnya, meskipun sebenarnya ia sangat berat hati juga.

“Baiklah” Janghyuk menyodorkan sebuah data yang berisi tentang target Jiyeon “Inilah targetmu kali ini, semoga kau tak akan merubah citra baikmu sebagai agent yang tak pernah sekalipun gagal dalam misinya” ujarnya.

***

Langit nampak semakin malam, jalan-jalan tak lagi dipenuhi deruan mesin-mesin mobil. Seorang pria berjaket kulit sedang mengemudikan lamborgini-nya dengan kecepatan tinggi. Yong Junhyung, seorang member dari boyband BEAST. Ia baru saja pulang dari kompetisi balap liar, meskipun ia bukan lagi pria biasa di Seoul, ia tetap tak pernah absen menyalurkan hoby menantangnya itu.

Dalam balapan liar itu tak seorangpun yang tahu kalau ia adalah seorang rapper terkenal. Mereka lebih sering memanggilnya joker karna ia selalu bertampang seperti joker dengan memakai masker diwajahnya.

Kali ini wajahnya tampak sumringah, seperti malam-malam sebelumnya ia memenangkan lagi balapan liar itu dan mengalahkan lawan-lawannya. Tiba-tiba ia melihat sekelebat bayangan hitam jatuh ditengah jalan, kakinya memijak rem mendadak hingga ia terbentur ke dashboard mobil. “Aissh” ia berdecak kesal. Apa ia menabrak seseorang?

Ia keluar dari mobilnya dan menegok ke depan mobilnya, betapa terkejutnya ia sekarang, disana ia menemukan sesosok gadis berpakaian serba hitam terbaring tak sadarkan diri dengan kepala berlumuran darah. Apa ini karna tertabrak mobilnya?

Ia mengacak-acak rambutnya kesal “Damn, kenapa gadis ini bisa tertabrak mobilku” keluhnya. Ia memandang gadis itu, sepertinya lukanya sungguh parah. Bagaimana kalau dia meninggal? Bisa-bisa ia dipenjara dan fans-nya tak menerimanya lagi.

Ia berniat meninggalkan gadis itu tapi hati kecilnya berkata agar ia menyelamatkannya. Ia menghela nafas panjang berharap agar keputusannya tidak merugikannya lalu membopong gadis itu kedalam mobilnya dan membawanya kerumah sakit.

Dengan laju yang cukup tinggi akhirnya ia sampai di Seoul hospital. Ia berlarian di sepanjang koridor rumah sakit mempobong gadis tak berdaya itu hingga perawat dan dokter merawatnya di ICU. Untung ia belum melepas masker dan kaca matanya sehingga mereka tidak mengenalinya.

“Semoga dia baik-baik saja” batinnya seraya menyenderkan punggungnya ke tembok dan menatap langit-langit. Tiga puluh menit kemudian seorang pria paruh baya keluar dari ICU dan menghampirinya “Apa anda namjachingu-nya?” tanyanya. Namjachingu? Kenal dia saja tidak, apalagi jadi namjachingu-nya.

Junhyung menggeleng “Lalu anda?” lanjut pria paruh baya itu. Jangan sampai dokter tua itu mengetahui kalau Junhyung sudah menabrak gadis itu “Ye” jawabnya sedikit gugup. Hay, kenapa ia mengaku sebagai namjachingunya segala? Sepertinya kepalanya terlalu pening hingga mengiyakan hal mustahil itu.

“Oh, yeojachingu anda baik-baik saja. Untung luka dikepalanya tidak mengenai organ vitalnya. Tenang saja dia akan segera sadar secepatnya” jelas dokter itu lalu berlalu meninggalkan Junhyung yang masih gemetaran.

Junhyung menghampiri kamar gadis itu, nampak gadis itu kini berbaring dengan selang infuse dan perban dikepalanya. Ia mendekati ranjang gadis itu dan menatapnya kesal “Pabo, harusnya gadis sepertimu tidak berkeliaran dijalan malam-malam” gerutunya.

***

Cahaya matahari menerobos masuk dari celah-celah jendela kaca rumah sakit. Gadis berpakaian pasien itu mengerjapkan matanya dan menatap pria berambut coklat yang sedang tertidur bersandar ditepi ranjangnya. Ia memegang kepalanya yang diperban, rasa sakitnya masih terasa dikepalanya dan kepalan tangannya yang ternyata juga terbungkus perban.

Pria itu mengusap bibirnya dan mengucek-ucek matanya. “Kau sudah bangun eoh?” tanya Junhyung, ia kini terlihat tampan tanpa masker menutupi wajahnya. Gadis itu mengangguk “Apa kau ingat semalam kau..?” lanjutnya seraya menyipitkan matanya mencoba membaca gelagat gadis itu yang ntah mengapa sedikit aneh. “Aku kenapa?” potong gadis itu.

Junhyung menatap aneh gadis itu, apa dia hilang ingatan karna kepalanya terbentur mobilnya? “Kau.. kau tidak ingat?” tanyanya. Gadis itu mengerutkan keningnya bingung, ia merasa tak mengenal pria yang ada dihadapannya sekarang, tau kalau dia idol saja juga tidak “Mengapa kau tampak gemetaran” tanyanya.

“Aniya, kenapa aku harus gugup menemani yeojachinguku” Junhyung mengusap pelan keningnya, kenapa ia mengaku sebagai namjachingunya lagi? Bagaimana kalau gadis ini tidak hilang ingatan dan mencurigainya karna telah mengaku-ngaku sebagai namjachingunya? “Keundae, apa kau sungguh tak mengingat kejadian semalam?” potongnya.

Bukannya menjawab pertanyaan Junhyung, gadis itu malah menanyakan hal lainnya “Kenapa aku ada disini?” gadis itu menegakkan tubuhnya dan menyenderkan kepalanya di ranjang. “Kau..” Junhyung nampak berpikir mencari alasan yang tepat agar gadis itu tidak curiga “Kau semalam jatuh” teriaknya.

“Jatuh?” tanya gadis itu bingung. Junhyung mengangguk dan memasang wajah sendu “Kau sangat tidak hati-hati semalam hingga kau terjatuh ketika menyemangatiku” paparnya. “Menyemangati?” ulang gadis itu seraya mencoba mengingat kejadian semalam. Namun sayang, ia tak mengingat apapun.

Junhyung itu mengangguk lagi “Ye, semalam kau begitu semangat menyemangatiku balapan hingga kau tak memperhatikan jalanmu dan terjatuh membentur mobil lawanku” kilahnya, ia terpaksa membawa-bawa balapannya, karna ia tak punya ide lain. Walaupun memang terdengar aneh.

“Balapan? Neo nuguya?” lanjut gadis itu, sorot matanya menantap Junhyung penuh tanya. Apa gadis ini memang hilang ingatan? Apa yang harus Junhyung lakukan sekarang? Bukankah ini malah menguntungkannya? Ia tak perlu berurusan dengan polisi karna gadis ini sama sekali tak mengingat apapun. “Aku? aku.. aku.. tentu saja aku namjachingu-mu, Yong Junhyung” Jawabnya terbata-bata “Apa kau yakin tidak.. mengingatku?” tambahnya seraya menatap lekat wajah gadis itu. Damn, alasan macam apa ini, ini malah akan semakin mempersulitnya nanti.

Gadis itu menekuk wajahnya, ia nampak menyesali kondisinya. “Gwaenchana, nanti kau juga akan mengingatnya kembali” Junhyung memegang punggung tangan gadis itu untuk menenangkannya. Tiba-tiba seorang perawat datang membawa sebuah nampan “Anda sudah sadar? Sebentar saya cek dulu ya” ujarnya. “Keundae, kenapa dia tidak mengingat..saya?” tanya Junhyung. Perawat itu menghentikan pengecekan di infuse gadis itu “Hilang ingatan? Chakkamanyo saya akan memanggil uisangnim dulu” pamit perawat itu, ia rasa ia mengenal Junhyung.

“Apa kau memang namjachingu-ku?” selidik gadis itu seraya memegangi kepalanya, ia mencoba menggali ingatannya. “Anni, maksudku aku chingu-mu” elak Junhyung dengan tawa hambarnya, kali ini ia harus memperbaiki kebodohannya dalam membuat alibi. Tak lama kemudian seorang dokter memasuki kamar mereka, ia memeriksa keadaan gadis itu dan menyuruhnya melakukan CT scan.

“Bagaimana uisangnim?” Junhyung nampak gugup mendengar penjelasan tentang kondisi korban penabrakannya. Dokter itu nampak membaca hasil scan ditangannya “Semuanya baik-baik saja, ini hanya efek dari benturan dikepalanya. Nanti ingatannya bisa kembali seperti semula” jabarnya.

“Jadi dia memang hilang ingatan?” ulang Junhyung. Dokter itu mengangguk “Sepertinya benturan dikepalanya cukup keras, kalau saya boleh tahu sebenarnya dia kenapa bisa begitu?” tanya balik dokter itu seraya menaruh hasil CT scan dimeja.

***

“Hyung kenapa kau terlihat lemas?” tanya Yoseob, member BEAST yang paling dekat dengan Junhyung. Meskipun Junhyung gampang lelah, tapi ia rasa ini cukup aneh karna biasanya setiap Junhyung pulang pagi ia akan selalu sumringah tanpa alasan yang tak jelas.

Junhyung hanya menyenderkan kepalanya dan menegadahkannya ke atas menatap langit-langit dorm BEAST. Ia merasa tubuhnya sudah hampir ambruk saja, kemarin jadwalnya dengan BEAST sangatlah padat, namun ia tetap juga mengikuti balapan liar dan sialnya lagi ada masalah baru yang membuatnya semakin melemas.

“Hyung, kau kemana saja?” Dongwoon meneguk segelas susu seraya menyodorkan gelas lainnya kepada Yoseob, namun tangan lain menyambarnya “Hyuuung, ini untuk Seobie hyung” ucapnya.

Yoseob hanya tersenyum acuh “Minumlah yang banyak agar kau cepat besar” sindirnya seraya menepuk bahu Junhyung layaknya seorang ibu yang menyayangi anaknya.

“Hyung, kau ini ada-ada saja, Junnie hyung sudah besar seperti ini bahkan dia semakin menua” sambar Dongwoon, ia terkadang suka membuat lelucon yang garing.

“Anniya, Dongni, Junnie-ku masih dalam masa pertumbuhan” tolak Yoseob seraya membelai kepala Junhyung.

Junhyung tak pernah marah dengan sindiran atau sikap kekanak-kanakan dari para dongsaengnya. Ia hanya menerimanya apabila itu tak merugikannya, terkecuali leadernya. Leadernya yang lebih tua dan juga terkenal dikalangan ahjumma itu sangatlah menyebalkan. “Hari ini kita free bukan?” tanyanya.

Dongwoon hanya menghendikkan bahunya acuh sementara Yoseob ia nampak berpikir sejenak “Kita free, Junnie-a” soraknya seraya memeluk manja Junhyung.

Junhyung menepis pelan pelukan Yoseob “Aku akan tidur seharian, jangan ganggu aku” titahnya seraya berjalan menuju kamarnya.

***

Hari ini hari ketiga gadis itu berada dirumah sakit dan seperti kata dokter, ia sudah diperbolehkan pulang. Ternyata gadis itu benar-benar lupa dengan jati dirinya, sehingga mau tak mau Junhyunglah yang harus menanggung semuanya secara ia mengaku sebagai kekasihnya.

Ia bingung harus membawa gadis ini kemana? Tidak mungkin ia menyuruhnya tinggal dirumah orangtuanya, apalagi di dorm BEAST. Tapi tidak mungkin juga ia menyuruhnya tinggal sendirian di apartment pribadinya, bagaimana kalau tiba-tiba terjadi sesuatu padanya, itu hanya akan semakin menyusahkannya saja.

Maka dengan terpaksa ia membawanya ke dorm BEAST, jadi gadis itu bisa tinggal bersamanya untuk sementara waktu. Meskipun nanti ia akan mendapat omelan dari member lainnya. Tapi ia rasa mereka akan welcome, karna ia yakin member lainnya akan memahami posisinya sekarang. Tidak, ini bukan berarti ia akan membeberkan kecelakaan itu, ia hanya akan mengarang bebas saja untuk membuat mereka percaya.

“Ini?” gadis itu mengamati seisi ruangan di dorm BEAST. “Ini tempat tinggalku” jawab junhyung malas, member lainnya sedang ada kegiatan individu lain, jadi dorm ini kosong. “Apa aku dulu juga tinggal disini?” lanjut gadis itu. “Aissh berhentilah menanyakan hal-hal yang aneh, kenapa juga kau harus hilang ingatan segala?” batinnya.

“Jeogiyo?” gadis itu menanti jawaban dari Junhyung. “Ye. Kamarmu disana” ujar Junhyung datar, untung saja masih sisa satu kamar kosong yang dulu ditempati manager mereka. “Junhyung-ssii, kau belum memberitahuku siapa namaku?” kalimat itu tepat membuat Junhyung kelabakan. Nama? Sejak tiga hari kemarin gadis itu memang selalu menanyakan namanya ke Junhyung setiap Junhyung menghubunginya, tapi Junhyung slalu berhasil menghindarinya.

“Jadi siapa namaku, Junhyung-ssi?” tanya gadis itu. “Namamu?… Jiyi, aku biasa memanggilmu Jiyi” Jawab Junhyung spontan. “Ah, Jiyi” ulang gadis itu yang sekarang telah memiliki nama, ia berjalan memasuki ruangan yang akan menjadi kamarnya. Ia mengamati ke sekeliling ruangan.

“Junhyung-ssii” Junhyung yang sedang meneguk air mineral menolehkan wajahnya, ia agak gugup menerima respon dari member lainnya jika mereka sudah pulang dari kegiatan individu mereka “Ehm, kenapa baju-bajuku tidak ada?” tanya Jiyi. Baju? Oh ya, Junhyung lupa bahwa gadis itu butuh baju. Lagipula tampak aneh kalau ia bilang gadis itu akan tinggal bersamanya tapi baju-bajunya tak ada dikamarnya.

“Ke.. kemarin kau membuangnya karna aku.. aku melarangmu menemaniku balapan mobil” kilah Junhyung seraya menggaruk tengkuknya yang tidak gatal. Alasan yang aneh, apa gadis anemsia itu akan percaya dengan alasan konyol Junhyung lagi.

“Se..semuanya?” tanya Jiyi memastikan seraya mengangkat tangannya membentuk lingkaran besar. “Eoh, kau memang begitu kalau sedang marah” balas Junhyung, ia berjalan hendak memasuki kamarnya meninggalkan gadis itu sendirian yang masih memikirkan pakaian apa yang akan ia kenakan nanti.

Jarum jam sudah menujukkkan pukul 9 malam dan member Beast lainnya belum ada yang kembali ke dorm. Jiyi mengendap-endap pelan memasuki kamar Junhyung. Ia mengguncang-guncang bahu Junhyung “Junhyung-ssii, aku ingin mandi dan…” ucapnya.

Junhyung sedikit terbangun “Ya sudah mandi sana, kau sudah tahu kan kamar mandinya dimana” ia kembali menarik selimutnyaa.

“Tapi bagaimana dengan bajuku” lanjut Jiyi. “Kau ambil saja punyaku sesukamu” Junhyung menutupi wajahnya dengan selimutnya. Sesuai perintah Junhyung, Yeonnie mengambil baju Junhyung untuk ia kenakan. Ia memilih kemeja berwarna putih dan celana pendek yang mungkin nanti akan sedikit atau bahkan sangat kedodoran ditubuhnya.

Perutnya mulai keroncongan dan ia tak tahu harus memakan apa, lagipula ia agak senggan kalau seenaknya memakan makanan yang ada dirumah yang masih sangat asing baginya ini. maka ia memutuskan kembali mengganggu tidur sang empunya rumah. “Junhyung-ssii, ireona, nan begeopeo” keluhnya seraya mengguncang tubuh Junhyung.

Ntah karna kesal karna terganggu atau memang Junhyung sengaja, ia menghempas tubuh mungil Jiyi hingga menindihnya “Aku sudah bilang jangan ganggu tidurku lagi eoh” geramnya masih dengan memejamkan kedua matanya.

Ia sama sekali tak tahu bahwa kali ini Jiyi sungguh sangat ketakutan dan seperti terancam dalam bahaya. Baginya ini kali pertama ia berada dalam adegan seperti ini atau mungkin hanya sekarang saja disaat ingatannya masih terhapus. Ia seharusnya tidak perlu merasa canggung berhadapan seperti ini dengan kekasihnya bukan?

“Junnie-a……” Blammm pintu kamar Junhyung terbuka pelan dan menampakkan wajah shock seorang pria berwajah imut, ia yang berniat memeluk manja sahabatnya, sekarang hanya mampu terpaku tak percaya “Junnie-a, igeo nuguyya?” tanyanya.

Seketika Junhyung membuka matanya, ia memandang bergantian gadis yang tengah ada dibawahnya dan juga sahabatnya yang berdiri bingung didepan pintu.

TBC

Link B2uty Agent: ( TeaserPart 1 Ongoing)

9 responses to “[Series] B2uty Agent (1)

  1. YAAMPUN KEREN SERRRU AMAZING *reaksi alay*
    Ga kebayang apa yang bakalan terjadi selanjutnya!!
    Daebak! Semangat menulis next part author-nim^^

  2. aciyeeee junhyung manggil jiyeon jiyi~ hihi hampir nyerempet nama aslinya/?
    kira2 jiyi bener2 hilang ingatan gak ya? >//< ditunggu nextnya unnie~ :3

  3. Lho thor gmn dia jd jalanin misi kalau hilang ingatan =__= ah semoga nggak kayak putri yg ditukar2 sekali kepala ke getok hilang ingatan wkwkwkw
    Lanjuuut thor ;))

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s