[Oneshot] Because She Loves You Too

2015-01-17-21-49-35_deco

Title : Because, She Loves You Too | Author : GiaaGio

Cast : Jessica, Krystal, Lee Donghae

Song Lyrics : Roy Kim – Let Me Love You

Genre : Sad Romance | Rating : PG – 15

Seorang wanita berambut cokelat berjalan di koridor bandara Incheon dengan langkah ringan. Tangan kirinya menarik sebuah koper, sedangkan tangan kanannya memegang ponsel seraya menempelkan ke telinganya. Matanya sibuk mencari-cari sosok adiknya.

“AH! Eonni disini!” katanya dengan senyum riang seraya melambaikan  tangannya kearah Krystal.

Eonni!!!” Krystal berteriak sambil berhambur ke arah Jessica lalu memeluknya erat.

“Aku sangat merindukanmu, Krys~” Jessica membelai rambut hitam adiknya lalu tersenyum lebar.

“Eonni, aku lapar. Ayo makan!” Ajak Krystal lalu menarik koper Jessica.

Jessica baru saja kembali dari New York karena ia akan segera melanjutkan studinya di Seoul. Ia sangat senang akhirnya dapat bertemu dengan adiknya setelah tiga tahun berpisah. Kesibukan mereka berdua menyulitkan mereka untuk sekedar bertemu. Hingga akhirnya Jessica memutuskan untuk melanjutkan studinya di Seoul agar dapat selalu bersama adiknya.

Jessica memperhatikan Krystal yang sedang mengemudikan mobil. Ia sangat merindukan adiknya. Rasanya melihat wajahnya saja ia sangat senang.

“Krys, sepertinya kamu sudah mahir menyetir ya?” Tanya Jessica mengacungkan jempolnya.

“Bicara apa eonni? Aku ini memang sudah mahir sejak dulu.” Krystal mengibaskan rambut dengan tangan kirinya lalu tertawa.

“Baiklah kalau begitu mulai sekarang kamu saja yang mengantar eonni kemana-mana ya?” Kata Jessica.

Krystal mengerucutkan bibirnya membuat wajahnya terlihat lucu.  Jessica hanya tertawa melihat ekspresi wajah adiknya yang seketika berubah. Mereka pun tertawa bersama sambil menikmati perjalanan menuju restoran favorit mereka.

So, how’s it goin’? Tanya Jessica seraya melahap sepotong daging steak dihadapannya.

Well, apa yang eonni maksud? Kuliahku? Atau apa?” Krystal mengerutkan dahinya dan memiringkan kepalanya.

“Hmm… aku sedang tidak ingin membicarakan kuliahmu Krys. Mungkin tentang seseorang yang sedang dekat denganmu?” Jessica tersenyum jahil.

Eonni tahu kan aku sampai saat ini masih belum juga punya pacar.” Jawab Krystal ketus lalu menusukkan garpunya ke mangkuk salad dengan asal.

“Kamu ini. Aku kan nggak menanyakan pacar. Aku menanyakan seseorang yang sedang dekat denganmu, atau seseorang yang kamu sukai.” Jessica mengelus kepala Krystal lalu tersenyum.

“Hmm…” Wajah Krystal bersemu merah.

“Hey, jangan sembunyikan apapun dari eonni-mu ini Krys~” Jessica menatap wajah Krystal.

“Ada seorang senior di kampusku yang aku kagumi eonni. Awalnya aku tidak ada perasaan apa-apa padanya, tapi karena teman-temanku sering “menjodohkan” kami, aku jadi mulai perhatian padanya eonni.” Krystal bercerita sambil memandang ke luar jendela restoran.

“Benarkah? Bagaimana ceritanya sampai kalian “dijodohkan”?” Tanya Jessica bersemangat menanggapi cerita adiknya.

“Awalnya karena aku satu-satunya yang belum punya pacar di kelas. Lalu, teman-temanku mulai berencana untuk mencarikanku pacar. Sampai-sampai setiap ada seorang cowok yang melewati kelas kami dijadikan kandidat. Sampai akhirnya sunbae itu melewati kelas kami. Sejak saat itulah teman-temanku “menjodohkan” kami.” Krystal mengangkat bahunya sambil tersenyum.

“AHH~~ Romantis sekali! Dia pasti tampan kan, Krys? Kalau tidak, mana mungkin kamu suka. Hahaha. Memangnya apa yang menarik darinya?” Tanya Jessica lagi.

“Yah, dia tinggi, wajahnya tampan, dan yang paling menarik, dia adalah seorang gitaris.” Jawab Krystal  sambil memainkan tangannya seolah sedang bermain gitar.

“EH?! Jinjja?! Heol~ Daebak. Sudah dipastikan dia sangat cocok denganmu, Krys. Kamu bisa bernyanyi dan dia akan mengiringi lagumu!” Sahut Jessica mengguncang bahu Krystal.

“Ya, itu semua akan terjadi kalau saja dia mau mengajakku berkenalan, eonni.”

Jessica akhirnya memulai studinya di kampus yang sama dengan Krystal. Krystal tentu saja sangat senang saat Jessica memutuskan untuk memilih kampus yang sama dengannya. Ini berarti semakin banyak kesempatan bagi mereka untuk bersama-sama. Hingga, di hari pertama Jessica mulai kuliah, hal yang tidak terduga terjadi.

Ia satu kelas dengan teman sekolah menengahnya dulu. Bukan teman biasa, tetapi seseorang yang pernah mengisi hatinya, atau bahkan mungkin hingga saat ini. Jessica berusaha tetap tenang saat pertama kali bertemu lelaki yang dahulu pernah mengisi hatinya. Ia masih ingat jelas wajahnya, sorot matanya yang indah, bahkan suaranya. Lee Donghae. Nama yang dulu sering terbawa di mimpi indahnya. Ia tidak menyangka akan bertemu kembali dengan Donghae setelah bertahun-tahun hilang kontak. Donghae mengajak Jessica pergi ke café untuk sekedar menyapa satu sama lain.

“Aku tidak menyangka kau benar-benar Jessy saat kau memperkenalkan diri tadi.” Donghae menatap  wajah Jessica dengan ekspresi tidak percaya.

“Hahaha. Aku juga masih tidak percaya bisa bertemu kembali denganmu.” Jessica tersenyum, mengenang masa-masa sekolahnya dulu.

Mereka berdua larut dalam kenangan masa lalu. Jessica bercerita saat ia sering diganggu oleh sekumpulan anak-anak jahil, dan Donghae-lah yang selalu menolongnya. Donghae satu-satunya anak lelaki yang paling sopan menurutnya. Ia masih ingat setiap sepulang sekolah Donghae sering memberi tumpangan sepeda untuknya. Sebenarnya Donghae bukan sahabat terbaiknya saat itu, namun menurutnya Donghae adalah teman lelaki satu-satunya yang terbaik. Jessica selalu merasa aman bila bersama Donghae.

“Jessy, kau tidak berubah, kau masih Jessy yang dulu.” Donghae tersenyum sambil menatap mata Jessica.

Jessica hanya tersenyum mendengar kata-kata Donghae. Ia tak tahu harus berkata apa.

“Jessy, kau tinggal dimana sekarang? Biar nanti kuantar kau pulang.” Tanya Donghae sambil menghabiskan Hot Chocolate-nya.

“Di Gangnam. Wah, terima kasih ya.” Jessica menerima tawaran Donghae.

Mereka pun akhirnya sampai di depan rumah Jessica.

“Mau mampir sebentar?” Tanya Jessica.

“Bolehkah?”

“Tentu, aku tinggal bersama adikku. Dia pasti senang bertemu denganmu. Ayo!” Jessica mengajak Donghae masuk ke rumahnya. Mempersilakannya duduk di sofa lalu beranjak mencari Krystal untuk dikenalkan dengan Donghae.

Krystal berjalan dibelakang Jessica dengan perasaan penasaran, “Siapa sebenarnya teman lelaki eonni ini?” batinnya.

“Donghae, kenalkan ini adikku, Krystal. Krystal, ini Donghae. Umm, Donghae oppa mungkin.” Jessica tersenyum. Donghae awalnya tersenyum, namun kemudian mengerutkan dahinya. Krystal malah membeku.

“Krystal kau…” Donghae memiringkan kepalanya mengamati wajah Krystal.

***

            Ternyata lelaki yang diceritakan Krystal adalah Donghae. Lelaki yang disukainya adalah Lee Donghae. Jessica masih tidak percaya dengan apa yang terjadi. Donghae adalah satu-satunya lelaki yang mengisi hatinya selama ini. Dia adalah cinta pertamanya.

Jessica selalu teringat cerita adiknya tentang Donghae. Tentang bagaimana ia mengagumi sosok Donghae. Setiap kali Krystal bercerita tentangnya, hati Jessica seperti tersengat listrik. Ia memikirkan tentang harus berbuat apa. Haruskah ia jujur tentang perasaannya terhadap Donghae? Atau haruskah ia memendamnya saja demi perasaan Krystal, adiknya yang sangat ia sayangi? Batinnya terus bergolak.

“Jessy? Jessy?” Donghae memecah lamunan Jessica.

“Ah, ya.” Jessica menatap Donghae.

“Kau baik-baik saja? Kelihatannya kau sedang memikirkan sesuatu sejak tadi Jess.” Donghae mengelus rambut Jessica lembut. Jessica tersentak dengan apa yang dilakukan Donghae.

“Ah! Ti-tidak. Aku tidak apa-apa. Tadi sampai dimana kita?” Jessica menunjuk layar laptop dihadapan mereka berdua.

“Kita sudah selesai Jessy.” Donghae tersenyum lalu menggelengkan kepalanya heran.

“Kurasa kau butuh istirahat, Jess.” Tambahnya.

“Aku baik-baik saja. Ah, Donghae-ya, kau masih ingat Krystal kan?” Tanya Jessica

“Yeah, kenapa?” Tanya Donghae lagi

“Well, bagaimana perasaanmu kepadanya?” Tanya Jessica dengan wajah serius.

“Maksudmu?”

“Yeah, menurut rumor di kampus kalian “dijodohkan” bukan?” Jessica bertanya sambil menopang dagu. Sebenarnya di dalam hatinya ia menahan perasaan sedihnya.

“Sebenarnya, aku dan dia hanya korban teman-teman kampus saja. Kau tahu? Yaa, begitulah. Nothing to do with those rumors.” Donghae menjawab dengan nada santai.

“Apa kau yakin tidak ada perasaan dengannya?” Tanya Jessica.

“Memangnya kenapa? Apa kau cemburu, Jessy?” Donghae mencubit pipi Jessica.

“HEY! Tentu saja tidak, Donghae!” Jessica menyangkal pernyataan Donghae sekaligus perasaannya sendiri. Ia memegang pipinya yang terasa sedikit sakit.

“Cieee… cemburu kan?” Donghae menggoda Jessica yang wajahnya sudah berubah menjadi merah.

“Sudahlah, hentikan.” Jessica menutup mulut Donghae dengan tangannya.

Jessica sudah membulatkan tekad untuk memendam perasaannya demi Krystal. Ia akan berusaha membuat Donghae dan Krystal semakin dekat dan mengenal satu sama lain. Karena yang terpenting bukanlah perasaannya. Tapi perasaan Krystal.

***

            Semakin hari Jessica justru semakin dekat dengan Donghae. Hal ini tentu saja karena mereka satu kelas, sehingga banyak hal yang membuat mereka selalu bersama. Terkadang Jessica takut Krystal cemburu dengannya. Tapi, Krystal tidak pernah menunjukkan rasa cemburunya. Ataukah mungkin ia menyembunyikannya juga? Entahlah.

Bagaimanapun juga, Jessica sangat tahu Krystal benar-benar menyukai Donghae. Semua terpancar dari sorot matanya. Terkadang Krystal menunjukkan kegugupannya kala Donghae menyapanya. Ia juga sering menceritakan perasaannya kepada Jessica.

Angin musim semi berhembus lembut membawa aroma bunga sakura. Jessica memejamkan matanya untuk merasakan hembusan angin musim semi yang hangat. Aroma bunga sakura menyapanya. Ia merasakan tangan seseorang menutup matanya.

“Donghae! Sedang apa kau?” Jessica membalikkan badannya dan terkejut melihat Donghae berdiri dibelakangnya. Ia melepaskan syal abu-abu yang menggantung di lehernya lalu meliiltkannya ke leher Jessica.

“Ini memang sudah musim semi Jessy, tapi musim dingin baru saja meninggalkan kita.” Donghae berkata sambil merapikan rambut panjang Jessica.

Jessica merasa senang melihat Donghae sangat perhatian dengannya, tapi rasa bersalah juga datang di saat bersamaan. Sampai saat ini Jessica masih belum mengetahui perasaan Donghae kepada Krystal. Tapi sejujurnya, jauh di dalam lubuk hatinya yang terdalam, ia berharap Donghae menyukai dirinya.

“Aku baru saja menulis sebuah lagu, Jessy. Mau mendengarnya?” Donghae memegang gitarnya dan mulai memetiknya.

Jessica tidak menjawab, tapi tentu saja ia ingin mendengarnya. Donghae memainkan gitarnya lalu sesekali tersenyum melihat Jessica. Senyuman yang selalu membuat Jessica merasa nyaman berada di dekat Donghae.

 

I sit in my room, thinking about the days we were together

The moments when we were happy just by looking at each other and not saying anything…

            “Sebenarnya lagunya masih belum selesai. Aku baru menulis lirik awalnya saja. Entahlah, aku agak sulit dalam menulis lirik. Tapi bagaimana menurutmu?” Tanya Donghae.

“Lagunya bagus.” Jawab Jessica tersenyum

“Lagu ini untukmu.”

“Meskipun belum selesai, aku akan menyelesaikannya dan menyanyikannya untukmu.” Sambungnya.

***

            “Eonni!! Donghae oppa baru saja mengirim pesan untukku!” Krystal berhambur menuju kamar Jessica.

“Ah, benarkah?” Jessica melihat layar ponsel Krystal dan melihat percakapan singkat mereka. Hanya hal kecil seperti ini membuat Krystal sangat senang. Setelah memaksa Donghae untuk menyimpan nomor ponsel Krystal beberapa minggu yang lalu, akhirnya Donghae mengirimkan pesan ke Krystal. Sebenarnya Jessica agak cemburu, tapi sekali lagi ia meyakinkan dirinya bahwa Donghae untuk Krystal bukan untuk dirinya.

***

            Tak terasa musim gugur pun tiba. Angin dingin mulai berhembus. Donghae mengajak Jessica ke taman tempat biasa mereka mengerjakan tugas. Seperti biasa Jessica selalu datang lebih awal dari Donghae. Ia menunggu di kursi taman di pinggir danau. Ia mendengar Donghae memanggil namanya dari kejauhan. Donghae membawa gitar di punggungnya dan berlari kecil menuju kearahnya. Mereka pun larut dengan tugas yang mereka kerjakan.

“Jessy” Donghae memanggil nama Jessica.

“Ya” Jessica menjawab tanpa mengalihkan pandangan dari laptopnya.

Donghae memegang tangan Jessica yang sedang sibuk mengetik. Jessica terkejut dan menatap Donghae sambil mengerutkan keningnya.

“Aku mencintaimu.” Tatapan mata Donghae sangat dalam.

Jessica hanya terdiam. Ia tidak percaya dengan apa yang diucapkan Donghae padanya. Kepalanya sibuk berpikir. Ia sangat senang mendengar kata-kata itu terucap dari Donghae. Hatinya berdebar-debar memandang mata Donghae yang hangat. Tapi, bagaimana dengan Krystal? Krystal yang juga mencintai Donghae. Krystal adiknya yang sangat ia sayangi pasti akan sedih bila ia tahu kalau Donghae justru mencintai kakaknya. “Donghae untuk Krystal, bukan untukku” pikirnya dalam hati.

“Tidak, tidak Donghae. Kau tidak boleh mencintaiku.” Jessica melepaskan tangan Donghae lalu mengalihkan pandangannya ke danau. Matahari sudah separuh tenggelam di ujung danau.

“Apa maksudmu aku tidak boleh mencintaimu?” Donghae bertanya penuh kekecewaan.

“Karena Krystal mencintaimu.” Jawab Jessica. Matanya sedikit berair.

“Tapi, aku mencintaimu Jessy.” Donghae tidak percaya dengan jawaban Jessica.

“Jangan mencintaiku lagi, Donghae. Cintailah Krystal.” Jessica berkata sambil merapikan barang-barangnya, menghindari tatapan mata Donghae karena matanya sudah dipenuhi air mata. Ia segera beranjak meninggalkan Donghae karena sudah tak sanggup menahan air matanya.

Jessica berjalan dengan langkah cepat meninggalkan Donghae. Lampu-lampu jalan mulai menyala. Angin musim gugur menerpa wajahnya. Ia menaikkan syal di lehernya. Syal yang diberikan Donghae waktu itu. Sangat sulit baginya untuk mengatakan bahwa Donghae tidak boleh mencintainya. Saat menatap mata Donghae, bayangan wajah Krystal muncul membuat hatinya sakit. Jessica terus berjalan dibawah temaram lampu-lampu jalan. Tiba-tiba dadanya terasa sakit. Ia memegang dada kirinya dengan tangannya. Nafasnya terasa sangat sesak. Hingga tiba-tiba semuanya menjadi gelap.

***

            “Donghae Oppa!” Krystal berlarian kearah Donghae di koridor rumah sakit. Wajahnya sangat panik, nafasnya tersenggal karena berlari. Donghae mengajak Krystal duduk di kursi di depan ruang gawat darurat. Ia memberikan sebotol air mineral untuk Krystal, dan menyuruhnya minum lalu menenangkan diri terlebih dahulu.

“Bagaimana Eonni?” Tanya Krystal dengan wajah sangat cemas, air mata hampir menetes di sudut matanya.

“Tadi ia tiba-tiba pingsan saat sedang berjalan. Sekarang ia sedang ditangani oleh para dokter di dalam. Kau tenang saja, jangan khawatir, semua akan baik-baik saja.” Donghae berusaha menenangkan Krystal, padahal dirinya sendiri sangat khawatir.

Dokter akhirnya keluar dari ruangan. Ia menjelaskan kepada Donghae dan Krystal tentang kondisi Jessica. Ternyata Jessica terkena serangan jantung. Kemungkinannya untuk sembuh sangat kecil. Donghae dan Krystal tidak percaya apa yang sedang terjadi. Krystal menangis tanpa suara. Terlihat jelas ia sangat terpukul dengan kondisi kakaknya.

“Eonni…” Krystal menggenggam tangan Jessica. Ia berusaha menahan air matanya.

“Krys…” Jessica menatap wajah Krystal dengan tatapan hangat. Ia tahu adiknya sangat sedih.

“Jangan khawatir, eonni akan baik-baik saja.” Jessica menambahkan. Dibelainya kepala Krystal lembut.

Saat ini kondisi Jessica sudah stabil. Ia sudah dapat berbicara seperti biasanya. Setiap hari Krystal dan Donghae bergantian menemani Jessica di rumah sakit. Saat weekend tiba, mereka bertiga akan berkumpul bersama di kamar Jessica. Menonton film bersama, tertawa bersama, melupakan kesedihan mereka, melupakan penyakit Jessica.

Jessica senang melihat keakraban Donghae dan Krystal. Mereka terlihat sangat cocok. Pernah suatu malam, mereka berdua menyanyikan sebuah lagu untuk Jessica. Donghae mengiringi Krystal dengan gitarnya. Keduanya tersenyum bersama.

***

            “Krystal tidak datang?” Tanya Jessica melihat Donghae datang sendirian.

“Dia ada kelas tambahan katanya.” Donghae duduk di sisi tempat tidur Jessica. Ia menggenggam tangan Jessica.

Jessica hanya terdiam. Hatinya bergetar menatap mata Donghae.

“Aku bosan.” Jessica berkata untuk menyembunyikan perasaannya.

Donghae mengambil gitarnya.

“Lagu untukmu, akhirnya selesai.” Katanya lalu memetik gitarnya.

I sit alone in my room, thinking about days we were together

The moments when we were happy just by looking at each other and not saying anything

 

When I first saw you

These words lingered in my mouth

 

Oh, the words I love you, the words I miss you

Can’t I say those words again?

Oh, the words saying that we can’t be

The words saying that I can’t be by your side

Don’t say them to me

 

Days when it felt like the whole world was mine even when I closed my eyes

Because time hasn’t fixed the pain that I should forget

 

Oh, the words I love you, the words I miss you

Can’t I say those words again?

Oh, the words saying that we can’t be

The words saying that I can’t be by your side

Don’t say them to me

 

The sun and the moon and the stars in the sky

The trees and the grass and the flowers on the ground

All the beauty of the world was you

 

Oh, the words I love you, the words I miss you

Can’t I say those words again?

Oh, the words I wanted to tell you everyday

The words I can’t even say again

The words, I love you, I love you

            Jessica menangis mendengar lirik yang dinyanyikan Donghae. Donghae menatap mata Jessica, menghapus air matanya.

“Kenapa lagu ini begitu sedih, Jessy?” Donghae berkata seraya menggenggam tangan Jessica.

Saranghae…” Donghae berbisik.

Na do saranghae.” Jessica berkata, air matanya menetes.

Donghae tahu Jessica juga mencintainya. Ia menatap mata Jessica lekat-lekat, digenggamnya tangan kiri Jessica dengan erat. Tiba-tiba genggaman tangan Jessica melemah. Donghae tersentak kaget. Tatapan mata Jessica sangat lembut, senyuman tulus terlukis di wajahnya, ia memejamkan matanya.

***

            Donghae tak pernah mengira itu adalah tatapan Jessica yang terakhir. Ia tak pernah menyangka bahwa Jessica tidak akan membuka matanya lagi. Ya, Jessica telah tiada. Donghae sangat terpukul dengan kepergian Jessica. Namun, ia harus kuat dan tegar karena masih ada Krystal yang membutuhkannya.

Tak terasa satu tahun telah berlalu sejak kepergian Jessica. Donghae masih menyimpan pesan terakhir Jessica untuknya.

Donghae,

Cintailah Krystal lebih dari kau mencintaiku.

            “Oppa, kau tahu? Besok aku akan mengikuti tes beasiswa untuk kuliah di Inggris!” mata Krystal berbinar-binar.

“Benarkah? Aku yakin kau pasti bisa Krys!” Donghae mengelus kepala Krystal. Donghae melepaskan syal yang dipakainya, lalu dililitkan ke leher Krystal. Setiap menatapnya, ia melihat mata Jessica. Donghae tidak pernah bisa melupakan Jessica, karena setiap melihat Krystal ia selalu teringat Jessica. Namun, setiap melihat Krystal, ia tahu bahwa ia akan semakin mencintainya.

“Oppa, aku lapar~” Krystal mengerucutkan bibirnya sambil memegang perutnya.

Kaja~ bap meokja” Donghae menggenggam tangan Krystal, mengajaknya berjalan beriringan dibawah daun-daun yang berguguran.

 END

Alhamdulillah~ akhirnya selesai ff pertamaku di ffindo ^^

Terima kasih yang udah baca, komentar dari kalian aku tunggu~ ^^

9 responses to “[Oneshot] Because She Loves You Too

  1. wah keren.. aku suka haesica n krys..intinya aku suka jung sister n lee donghae.. walaupun alur ceritanya sedih tapi aku suka cz cara authornim menulisnya itu runtun dan ga kecepetan jd dapet feelnya. daebak.. semangat ne :))

    • Uwaaa~ makasih yaa reader-nim udah mau baca dan kasih komentar ^^/ senangnya ada yang baca ff-ku.
      Iya aku sih sebenernya suka lia kedekatan Jessica Krystal, trus kepikiran buat bikin ff ini deh.
      Aku masih newbie nih disini~ ^^
      Makasih yaa semangatnya~ #bow

      • hihi okey semangat ya!! ikuti apa kata hati kamu ketika menulis jangan takut salah.. okey? aku memang hanya reader tapi aku suka semangat orang-orang yang berani publish karyanya.. semangat..semangat!!🙂

  2. Aku benci kalau nemu aura pengorbanan😦
    *padahal suka bikin cerita yang angst juga. malah biasnya yang dibikin sengsara*
    Hwahahahahahahaha

    Jujur disini aku kurang nemu feel buat Jessica nya
    *mian*
    Tapi ide ceritanya bagus kok
    Konflik saudara itu suka bikin gemes
    Sungkan padahal butuh
    hwahahaha
    mulai ngaco kan komennya

    Bagian Donghae yang nyanyi dirumah sakit itu bagian favoritnya
    Kebahagiaan yang berujung kesedihan *uhuk*

    Feel teens nya krystal oke lah
    Donghaenya pun juga lumayan krasa

    Nyampe dah rasa kehilangan Donghae ke Jessica
    Suka sama kalimat yang “Donghae tidak pernah bisa melupakan Jessica, karena setiap melihat Krystal ia selalu teringat Jessica. Namun, setiap melihat Krystal, ia tahu bahwa ia akan semakin mencintainya.”
    Asek bener bang pemikirannya
    hwahahahahahahaha

    Udah lah
    ini g tau diri banged komen sepanjang drabble
    hehehehehe
    Makasih untuk ceritanya ya🙂

    • Aku juga paling benci kalo baca yg angst tapi dirinya sendiri suka bikin angst ngahaha
      Si Jessica-nya kurang berkarakter yahh? Hehehe

      Btw, ini sebenernya ide ceritanya ada sedikit curhat sih hehe. ups.

      Itu juga part favorit aku. Lirik lagunya sih yang entah knp bisa pas gitu. Haha. Thanks to Roy Kim

      Nah, aku juga heran kenapa bisa tertulis kata2 begitu. Hahaha.

      Kayaknya kamu ada bakat jadi editor deh :”) hahaha makasih udah mau baca dan komen panjang lebar aku senang hehehe~

      • Hahahahahahahahahaha
        Begitulah
        G tau kenapa lebih semangat bikin yang genre angst atau sad romance daripada romance yang ada komedinya
        gagal parah
        hwahahahahahaha

        Editor?
        Amin amin amin
        Itu harapan saya
        Padahal cerita bikinan ku juga banyak yang harus disunting
        Tapi emang bener kok
        komentar itu hal yang paling gampang
        hwahahahahahaha

        Sama2
        aku tau rasanya gimana pas usaha dihargai orang🙂
        Aku juga sempet nitip publish FF disini 3x
        Soalnya kalau publish ditempat lain g isa numpang baca karya chingu yang lain juga
        *loh heh malah curhat*
        hwahahahaha

        Yah kan balas komen aja panjang
        alamak maafkan saya😀

  3. Mau bales panjang tapi bingung. Hahaha.

    Minta link ff kamu dong nanti aku baca hehe~ ^^

    Hahaha

    Aku juga soalnya kadang butuh editor gitu buat ngecek ff aku. Hahaha.

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s