Let’s Fall in Love [Chapter 1]

FF ini bukan ditulis oleh saya (MinHyuniee), melainkan ini adalah ff titipan dari Bellecious0193. Saya hanya membantu untuk membagikannya di FFindo. Bagi yang ingin menitipkan fanfiction pada saya bisa langsung mengirimkan fanfic kalian ke e-mail saya: only.devimita@gmail.com. Nah, tolong berikan apresiasi kalian melalui komentar setelah membaca ff ini. Terimakasih!

〈 LET’S FALL IN LOVE [1] 〉

untitled-321

Author            : Bellecious0193

Poster             : Lily21Lee

Length            : Chaptered

Genre             : Romance, Family

Rate                : PG15

Casts               :

–          Oh Sehun

–          Lee Da Hye

–          Lee Na Ra

–          Kris Wu

Summary       : Sehun harus menerima kenyataan dimana ia harus dijodohkan dengan gadis berperangai super buruk bernama Lee Da Hye. Awalnya pemuda it uterus menolak mengingat ia benar-benar tak mampu jika harus hidup dengan Da Hye kelak. Sayangnya, penolakan-penolakan pemuda itu justru berujung pada jatuh cintanya Sehun kepada Da Hye. Cinta itu sangat manis…awalnya, tapi, bagaimana jika secara mendadak ayah Da Hye yang dulunya adalah salah satu chaebol di Korea mendadak jatuh miskin? Akankah cinta mereka akan tetap berjalan dengan baik-baik saja?

***

Pemuda itu melangkahkan kakinya dengan sedikit terburu-buru di koridor sebuah perkantoran. Ia mengabaikan bisik-bisik yang selalu mengiringi langkahnya.

Adalah hal biasa bagi seorang Oh Sehun dimana dia berjalan maka disitulah “keributan” kecil itu terjadi. Bukan “keributan” seperti perkelahian khas bad boy tapi “keributan” yang dimaksud disini adalah bisik-bisik dari gadis-gadis yang di lewatinya, baik yang ia kenal atau tidak.

Bagaimana tidak? Oh Sehun berwajah sangat tampan, dengan kulit seputih susu, hidung mancung serta garis rahang yang tegas, semua itu ditunjang dengan tinggi badan 185cm dan tubuh atletis.

Poin plus yang lain dia kaya raya. Muda, tampan, dan kaya, tiga deskripsi yang sudah amat cukup untuk membuat gadis-gadis berbisik-bisik atau lebih ekstrimnya mengantri untuk menjadi kekasihnya.

Brak…

Suara pintu itu dibuka dengan sedikit keras, ia tak mau repot-repot mengetuknya lebih dahulu. Dua orang yang nampaknya tengah membicarakan hal serius segera menoleh ke arah pintu.

Sehun mengabaikan tatapan penuh pertanyaan dari keduanya, ia memilih untuk memasuki ruangan itu dan duduk di sofa berwarna abu-abu yang ada di ruangan itu.

“Mr. Kim, maaf sepertinya kita harus menjadwal ulang pertemuan kita, apa kau tidak keberatan?” Suara seorang gadis tampak meminta persetujuan dari rekan bisnisnya. Gadis itu, Lee Na Ra berbicara sembari melirik Sehun yang tengah duduk dengan tak acuh di sofanya.

“Baik, Miss Lee saya mengerti, saya permisi dahulu” pria itu tersenyum, membungkuk sopan sebelum berlalu pergi dari ruangan itu.

“Jadi, ada apa lagi Oh Sehun?” Na Ra mendekati Sehun seraya mendudukkan dirinya tepat di sebelah Sehun.

Pemuda itu mengeluarkan beberapa lembar kertas dari ranselnya dan meletakannya asal di atas meja.

“Bantu aku mengerjakan essay bahasa Inggrisku, noona”

Ya, Noona.. Sehun memanggil gadis itu noona bukan tanpa alasan. Lee Na Ra adalah kakak sepupu Sehun.

I’m not your writing machine, Monsieur Oh, you could do it on your own.” Na Ra menjawab cuek.

“Ayolah noona, bantu aku, ne?”

“Kau bisa mengerjakannya sendiri!”

“Otakku sedang tidak berfungsi dengan baik saat ini, jadi noona, kau mau kan membantuku?” Sehun mengeluarkan aegyo terimutnya, membuat Na Ra menghembuskan nafasnya dengan kasar.

“Baiklah, sekali ini saja. Aku tidak akan membantumu lagi lain kali”

“Woah, daebak, noona memang yang terbaik” Sehun memeluk Na Ra dengan erat sebagai ucapan terima kasih.

“Jadi, hanya itu alasanmu datang kemari? Menerobos ke ruanganku dan menggagalkan pertemuan bisnisku dengan Mr. Kim? Kau harus bertanggung jawab jika perusahaanku menelan kerugian karena kelakuanmu.”

“Ritz Evans Corporation tidak akan bangkrut jika hanya merugi beberapa ratus juta won” Sehun menjawab enteng.

“Oh Sehun!”

“Noona, jangan berteriak! Hari ini aku sudah cukup mendengar banyak teriakan.”

“Katakan apa maumu?”

“Aku bosan, jadi aku kemari”

Liar!

“Aku berkata jujur noona” Sehun tampak merajuk, yang di balas tatapan tajam dan mengintimidasi dari Na Ra.

“Baiklah-baiklah, noona. Aku bohong dan tolong jangan menatapku seperti itu” Sehun mengalihkan pandangannya, menghindari kontak mata dengan Na Ra.

“Jadi?”

“Aku kabur dari kelas, rasanya bosan jika harus duduk seharian di kelas dan mendengarkan ceramah dari dosen”

“Dosenmu tidak sedang melakukan ceramah, mereka melakukan tugasnya untuk memberikanmu kuliah. Dan… Kau bertengkar dengan ayahmu?”

“Ani.” Sehun menjawab cepat, terlalu cepat, membuat Na Ra bisa dengan jelas membaca kebohongan disana.

“Apa yang terjadi?”

Sehun terdiam selama beberapa saat menimbang-nimbang apakah ia harus menceritakan semuanya atau menyimpannya sendiri. Akhirnya Sehun memilih opsi dimana ia akan menceritakannya saja.

“Appa ingin menjodohkanku”

“Lalu?”

“Lalu? Tentu saja aku tidak setuju noona! Ini sudah zaman modern, untuk apa perjodohan seperti itu, sangat kuno dan sangat tidak keren !”

“Aku setuju dengan appa-mu”

“Mwo? Noona kan seharusnya membelaku!”

“Dan membantumu bertengkar dengan pria yang juga sudah kuanggap seperti ayah kandungku? Wah itu akan sangat hebat” Na Ra mencibir.

“Kalian berdua sama saja” Sehun mengacak rambutnya frustasi.

“Jangan langsung menolak sesuatu yang tidak kau sukai, bisa saja apa yang kau tolak justru yang baik untukmu”

“Baik apanya? Bayangkan saja aku dijodohkan dengan gadis yang sama sekali tidak ku kenal, kenapa appa tidak menjodohkanku dengan noona saja?”

“Aku tidak punya tempat untukmu dihatiku Oh Sehun”

“Ah baiklah selalu saja Lee Na Ra dan Kris Wu, seolah di dunia ini hanya ada kalian berdua. Sangat romantis…tsk” Sehun jelas sekali sedang mencurahkan kekesalannya.

“Hei.. Berhenti berdebat. By the way, jika kau tidak mengenal gadis itu kenapa kau tidak mencoba untuk mengenalnya lebih dulu? Siapa tahu kau menyukainya?”

“Kau seperti sedang memberiku saran untuk memilih mobil mana yang pas untuk ku beli Na Ra noona”

“Aku kan sudah bilang. Kau bisa mengenalnya lebih dulu. Aku yakin appamu tidak akan menjodohkanmu dengan sembarang orang. Sehunnie, berhenti jadi orang yang keras kepala. Kau sudah dewasa. Kau tidak lupa kan jika kau adalah pewaris tunggal Oh Corporation nantinya?”

“Noona sudah mengingatkanku tentang hal itu setiap hari, bagaimana mungkin aku bisa lupa?” Sehun mencoba berargumen, tapi toh akhirnya dia terdiam, menimbang-nimbang saran yang diberikan Na Ra, lalu tak berapa lama pemuda itu berdiri dan menenteng ranselnya.

“Kau mau kemana?”

“Pulang, dan noona jangan lupa essay-ku dikumpulkan lusa, bye bye”

Sehun berbicara sambil lalu, mengabaikan Na Ra yang setengah mati menahan kesal.

**

at Lee Family House, Seoul

“Sudah kubilang jangan bangunkan aku!” Teriakan seorang gadis menggema sampai semua orang bisa mendengarnya di setiap penjuru rumah itu.

“Tapi nona muda, nona ada kuliah pagi ini, nona harus bangun jika tak ingin terlambat” seorang wanita paruh baya berbicara dengan nada halusnya, menunjukkan rasa hormatnya pada si gadis.

“Aku tidak peduli aku masih mengantuk!” Gadis itu kembali menghardik, sembari melemparkan beberapa bantal tepat ke wajah si wanita.

“Nona Lee Da Hye saya-“

“Bibi Jung, apa karena kau sudah tua jadi kau menjadi tuli hah??”

“Lee Da Hye, bangun atau aku akan menyeretmu ke kamar mandi sekarang juga?” Suara bass seorang pria menginterupsi, Da Hye yang sudah akan kembali tidur langsung terbangun dan kaget mendapati pemandangan di depannya.

Seorang namja Chinese-Canadian dengan tinggi badan di atas rata-rata, wajah rupawan dan tatapan mata yang mematikan tengah berdiri di depannya dengan kedua tangan terlipat di depan dada.

Dia Kris Wu, kakak tiri Lee Da Hye.

Ya, ayah Lee Da Hye yang bernama Lee Younghwan menikah dengan ibu Kris, Wu Meili.

Da Hye mati-matian menentang pernikahan ayahnya dengan ibu Kris, alasannya pertama karena ia tak mau ada orang lain menggantikan ibunya yang sudah meninggal dan alasan keduanya, terlalu sayang jika Kris Wu menjadi kakak tirinya, yang berarti ia tidak bisa memacari pria itu.

Sial, alasan persaudaraan memang menjadi kendala utama, dan berikutnya karena pria itu terlalu mencintai Lee Na Ra hingga tak ada tempat bagi wanita manapun selain gadis itu. Double shit! Da Hye lagi-lagi memaki.

“Lee Da Hye.. Kau mau tetap mau disana atau kau akan lebih suka aku menyeretmu ke kampus tanpa kau mandi huh?” Kris berbicara dengan nada datar dan penuh penekanan saat di lihatnya Da Hye hanya menatapnya tanpa berkedip.

Tanpa berpikir lebih lama Da Hye langsung menyibakkan selimutnya dan berlari ke kamar mandi, membuat Kris tersenyum senang, ia selalu tahu bagaimana membuat adik tirinya itu mati kutu.

“Bibi Jung, kau harus lebih keras padanya, dia harus berhenti menjadi tuan puteri yang manja”

“Ta-ttapi tuan muda-“

“Aku tidak mau mendengar penolakan” Kris langsung memotong perkataan bibi Jung, membuat wanita itu terdiam.

Kris segera berlalu dari kamar adik tirinya, ia sudah cukup terlambat untuk rapat penting hari ini.

**

at Dongguk University, Seoul

Lee Da Hye duduk di bangku paling belakang di kelasnya, sebuah earphone berwarna putih terpasang di kedua telinganya.

Hari itu semua pria di kampusnya menatapnya dengan tatapan lapar, seperti biasa karena gadis itu selalu mengenakan pakaian seksi, sekalipun hanya datang ke kampus.

“Hari ini hanya 15 cm di atas lutut Nona Lee?” Suara Kim Jongin, si playboy mencoba berbicara pada Da Hye.

Shut up!” Da Hye membalas galak.

“Besok kau harus menggunakan rok 20 cm di atas lutut jadi aku tidak perlu susah payah untuk melihat warna pakaian dalammu” Jongin mengerling nakal lalu berlalu dari hadapan Da Hye.

“Sialan kau Kim Jongin!!”

“Da Hye-ya..” Suara gadis yang mirip seekor kucing menyapa indra pendengarannya. Dia Jung So Eun.

“Ada apa ?” Da Hye menatapnya datar, tampak meremehkan.

“A-anyi aku hanya, errr.. Bisakah kau datang ke pesta yang aku adakan nanti malam?”

“Pesta seperti apa?”

“Eum.. Hanya pesta kecil untuk merayakan ulang tahunku”

“Oh”

“Jadi, kau datang?” So Eun hampir berteriak senang.

“Baiklah”

“Thanks Da Hye-ya, terima kasih banyak” So Eun sudah hampir memeluk Da Hye saat gadis itu menekankan jari telunjuknya pada dahi So Eun dan berbisik pelan.

Don’t you dare to touch me.” mendengar perkataan Da Hye, So Eun beringsut dan menjauh dari sana.

Da Hye bisa lebih mengerikan dari siapapun disana.

**

 at Jung So Eun’ Birthday Party

“Wah… Dia cantik sekali”

“Dia seperti dewi”

“Ya Tuhan… Kenapa dia sempurna sekali”

“Dasar wanita plastik! Aku yakin dia sudah mengoperasi hidung dan dagunya”

“Dia juga pasti sudah menyuntikkan banyak botox”

Terdengar desas desus di pesta itu, sumbernya bukan si pemilik pesta tapi seorang gadis bernama Lee Da Hye yang saat itu nampak luar biasa cantik dengan mini dress – blackless berwarna gold miliknya. Bibirnya di hiasi lipstick merah menyala, menambah kesan seksi, membuat semua lelaki berimajinasi liar karena Da Hye berpenampilan super seksi malam itu.

Berbeda dengan para pria, gadis-gadis justru bergosip seputar operasi plastik atau hal-hal buruk lain soal kecantikan Da Hye. Sebenarnya, mereka hanya iri karena Lee Da Hye selalu menjadi pusat perhatian dimanapun.

“Da Hye-ya aku tak menyangka kau benar-benar datang” So Eun menghampiri Da Hye dengan senyum lebarnya.

“Kau mengundangku kan?”

“Tentu saja, bagaimana menurutmu pesta ulang tahunku?”

“Membosankan!”

“Ne?”

“Tidak ada pria tampan, musik keren dan vodka. Come on Jung So Eun bagaimana kau bisa menyebut ini sebuah pesta huh? Kau sudah berusia 20 tahun, tapi pesta ulang tahun yang kau adakan tak lebih dari pesta seorang anak berusia 5 tahun. Kau harus menyewa beberapa badut untuk menyempurnakannya” Da Hye mencemooh panjang lebar membuat So Eun meremas ujung gaunnya dengan erat.

“Hey semuanya dengarkan aku” Da Hye menepukkan tangannya dan berteriak, meminta perhatian dari seluruh undangan.

“Apa kalian betah disini? Pesta ini benar-benar pesta terburuk yang pernah aku datangi. Aku punya pesta yang lebih baik untuk kalian!”

“Dimana itu Lee Da Hye?” Seorang pria berkemeja biru bertanya dengan antusias.

“Star Club di Gangnam, aku yakin kalian akan suka disana. VVIP Club dengan banyak lelaki tampan, gadis-gadis seksi, penari striptease, minuman beralkohol, sempurna bukan?”

Terdengar bisik-bisik yang nampak menyetujui usulan Da Hye, gadis itu tersenyum senang merasa sebentar lagi ia menang.

“Jadi, kalian mau ikut denganku atau tetap disini dan menikmati pesta yang super membosankan ini???” Da Hye melangkah keluar dari pesta itu, tak lama orang-orang di pesta mulai mengikuti langkah Da Hye untuk pergi dari pesta itu.

Pesta yang ditawarkan Da Hye tentu jauh lebih menarik dari pesta ulang tahun sederhana yang di adakan Jung So Eun.

“Kena kau Jung So Eun, kau pikir aku sudi datang ke pesta tak bermutu yang kau adakan, stupid girl” Da Hye berbisik senang lalu memasuki mobilnya, menggiring banyak orang ke Star Club, seperti yang sudah ia janjikan tadi.

Sementara itu So Eun sudah tidak dapat menahan air matanya, ia kini terduduk di lantai sembari menangis tersedu-sedu, tak ada satu orang pun yang bersedia tinggal untuk merayakan ulang tahunnya.

Ia menatap nanar ke arah kue ulang tahunnya, lilin berangka 20 masih menyala disana, hanya saja lilinnya sudah meleleh dan merusak kue ulang tahun yang sudah ia pesan itu.

“Kenapa ada gadis sejahat Da Hye? Apa karena dia cantik dan kaya jadi dia bisa berlaku seenaknya? Tuhan sangat tidak adil!” So Eun melempar kue ulang tahunnya ke sembarang arah, lalu kembali menangis sejadimya sambil memeluk lututnya.

“Jadi, kau gadis itu? Lee Da Hye..kau benar-benar berkepribadian buruk” Sehun yang rupanya diam-diam mendatangi pesta itu bisa dengan jelas melihat apa yang Da Hye lakukan pada So Eun, juga bagaimana ia membuat orang lain hanya menatapnya dengan penampilan seksinya.

Pria itu menghembuskan nafasnya kasar lalu melajukan mobilnya, ia tidak tahan jika harus melihat seseorang menangis.

**

A week later

Dongguk University

Mrs. Kang, seorang dosen berusia 55 tahun yang masih betah melajang berjalan dengan senyum terbaiknya, bagaimana tidak hari ini di belakangnya ada seorang mahasiswa baru super tampan bernama Oh Sehun.

Lagi-lagi Sehun harus memasang wajah datarnya, menghindari tatapan lapar gadis-gadis di kampus barunya itu.

“Semua gadis memang sama saja, batinnya”

Kelas yang tadinya begitu ramai mendadak sunyi saat Mrs. Kang memasukinya, tak butuh waktu lama kelas kembali riuh karena sosok Oh Sehun yang juga ikut memasuki ruangan itu.

Bisik-bisik yang membuat Sehun tak nyaman lagi-lagi terdengar membuatnya jengah.

“Annyeonghaseyo Oh Sehun imnida” Sehun membungkuk sopan, tanpa tersenyum atau sekedar menyeringai, matanya masih terfokus pada satu sosok gadis yang duduk di bangku paling belakang.

Ketika semua orang memperhatikannya gadis itu sibuk mendengarkan musik sembari membolak balik sebuah majalah.

“Mr Oh silahkan duduk di bangku manapun yang kau suka” Mrs. Kang tersenyum penuh arti, membuat Sehun menahan diri untuk tidak memasang ekspresi seperti ingin muntah saat itu juga.

“Thanks Mrs.Kang” Sehun menjawab cepat lalu duduk di sebelah gadis yang sedari tadi di perhatikannya, Lee Da Hye.

Da Hye sama sekali tidak memperhatikan Sehun, terlalu sibuk dengan majalah dan musik yang tengah di dengarkannya.

Sehun menggeleng pelan, walaupun berwajah cantik, tingkah laku Da Hye benar-benar buruk.

“Lee Da Hye-ssi, lepas kedua ear phone dan tutup majalahmu jika kau masih ingin mengikuti kelasku, atau kau lebih suka untuk keluar dari kelasku?” Mrs. Kang menggeram tertahan, tampak menahan emosinya. Da Hye hanya memutar bola matanya dengan malas dan melakukan apa yang Mrs. Kang perintahkan padanya.

“Bad girl” Sehun berbisik, cukup keras sampai Da Hye bisa mendengarnya.

**

120 menit kuliah Mrs. Kang akhirnya berakhir, Da Hye meregangkan otot-otot tubuhnya yang terasa kaku, gadis itu sudah menelan bulat-bulat kuliah sastra dari Mrs. Kang yang amat membosankan.

Sehun menatap tajam gadis itu lalu memasukkan buku-bukunya ke dalam ransel, ingin segera beranjak pergi dari sana.

“Yak! Anak baru!” Terdengar suara Da Hye yang membuat seisi kelas menatap ke arahnya.

Sehun yang merasa tidak ada urusan dengan Da Hye terus melangkah meninggalkan kelas itu.

“Kau tuli ya?” Da Hye meninggikan intonasinya, tapi Sehun- orang yang Da Hye maksud – tampak tidak peduli.

Dengan kesal Da Hye melempar majalah yang tadi di bacanya hingga mengenai punggung Sehun.

“Kau memanggilku?” Sehun bertanya dengan wajah datarnya.

“Kau pikir ada berapa anak baru di kelas ini huh?”

Sehun membalikkan tubuhnya, berjalan mendekat ke arah Da Hye dan menatapnya lekat.

“Aku punya nama nona muda, dan namaku bukan anak baru. Kau harus belajar manner lebih baik. Kau tahu? Kelakuanmu sangat buruk!”

“MWO?”

“Dan berteriak di depan orang lain sangat tidak sopan. Hanya karena kau cantik, kaya dan populer bukan berarti kau bisa memperlakukan orang semaumu nona Lee Da Hye”

“Kau belum tahu siapa aku rupanya? Aku bahkan bisa membuat semua lelaki disini bertekuk lutut padaku jika aku mau”

“Sayangnya, aku tidak tertarik pada gadis yang diminati banyak lelaki sepertimu” Sehun kembali berjalan menjauh sebelum berbalik dan melanjutkan kalimatnya.

” – dan sebenarnya selain wajah cantik kau tidak punya apa-apa untuk dibanggakan. Hanya seorang gadis manja yang memanfaatkan harta kekayaan orang tuanya. Tsk…” Sehun mendecakkan lidahnya, mencibir.

Sehun sudah berlalu dari kelas itu, meninggalkan Da Hye yang masih terdiam. Ini pertama kalinya ada seorang pemuda yang berani berkata kasar padanya. Selama ini ia selalu mendapatkan tatapan memuja dari pemuda manapun yang ditemuinya.

“Sialan kau Oh Sehun, kau akan menerima akibatnya!” Da Hye berbisik, lebih kepada dirinya sendiri

TO BE CONTINUED

Note : Terima kasih untuk author yang sudah memposting fanfiction saya ini. Buat readers yang mungkin ingin tahu ff saya yang lain, silahkan visit http://www.belleciousm.wordpress.com ^^

Advertisements

6 responses to “Let’s Fall in Love [Chapter 1]

  1. ffnya bagus.. pertamanya kirain sehun tu bad boy sedangkan da hye itu good girl taunya kebalikan.. next chapter moga makin pnjang n cpt di post

  2. Pingback: Let’s Fall in Love! [Chapter 2] | FFindo·

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s