Let’s Fall in Love! [Chapter 2]

FF ini bukan ditulis oleh saya (MinHyuniee), melainkan ini adalah ff titipan dari Bellecious0193. Saya hanya membantu untuk membagikannya di FFindo. Nah, tolong berikan apresiasi kalian melalui komentar setelah membaca ff ini. Terimakasih!

〈 LET’S FALL IN LOVE [2] 〉

PREVIOUS : Chapter 1

untitled-321

Author: Bellecious0193
Poster : Lily21Lee
Length : Chaptered
Genre : Romance, Family
Rate : PG15
Casts :
– Oh Sehun
– Lee Da Hye
– Lee Na Ra
– Kris Wu

Summary : Sehun harus menerima kenyataan dimana ia harus dijodohkan dengan gadis berperangai super buruk bernama Lee Da Hye. Awalnya pemuda it uterus menolak mengingat ia benar-benar tak mampu jika harus hidup dengan Da Hye kelak. Sayangnya, penolakan-penolakan pemuda itu justru berujung pada jatuh cintanya Sehun kepada Da Hye. Cinta itu sangat manis… awalnya. Tapi, bagaimana jika secara mendadak ayah Da Hye yang dulunya adalah salah satu chaebol di Korea mendadak jatuh miskin? Akankah cinta mereka akan tetap berjalan dengan baik-baik saja?

***

Lee Family House, Seoul

“Sialan sialan.. Kau anak baru sialan. Kau pikir kau siapa hah? Oke.. Aku mengakui jika kau tampan, tinggi dan seksi tapi damn it! Kenapa aku malah memujinya arghhhh…” Da Hye menarik rambutnya keras-keras seraya membanting apapun yang ada di kamarnya.

Tak peduli guci, perabotan mahal, alat make up hingga cermin sudah sukses ia hancurkan. Tak ada satupun pelayan yang berani mendekat ke arah Da Hye jika ia sudah mengamuk seperti sekarang ini.

Dengan tangan gemetar bibi Jung menekan nomor Kris, bermaksud memberitahukan kejadian mengerikan yang sedang terjadi di rumahnya.

“T-tuan muda Wu, maaf mengganggu Anda tapi…di rumah..keadaan sedang sangat gawat. Bisakah Anda pulang sekarang?”

“Ada apa?” Suara Kris tampak panik.

“Nona muda mengamuk, dia membanting banyak barang dan terus memaki, saya mohon tuan muda segera pulang”

“Ne..bibi Jung. Aku akan segera pulang”

Pria itu mematikan sambungan telfonnya lalu berjalan dengan tergesa menuju ke basement kantornya dimana mobilnya ia parkirkan. Kris mengemudikan mobilnya dengan kecepatan tinggi, hingga tak butuh waktu lama untuknya agar cepat sampai ke rumahnya.

Pria itu segera menuju lantai dua dimana kamar Da Hye berada, ia mengetuk pintu dengan kasar.

“DA HYE.. APA YANG KAU LAKUKAN DI DALAM HAH?” Kris berteriak, suara bassnya membuat seisi rumah berjengit ngeri.

Tak ada jawaban dari dalam kecuali suara benda yang dengan asal di lemparkan ke arah pintu.

“YAK LEE DA HYE! KELUAR ATAU KU DOBRAK PINTUNYA?”

Itu jelas ancaman yang nyata bagi Da Hye, gadis itu segera berlari ke arah pintu dan memutar knopnya. Didapatinya wajah dingin Kris lengkap dengan tatapan yang mengintimidasi.

“Apa yang kau lakukan?”

Da Hye tak menjawab pertanyaan Kris, melainkan meremas ujung t-shirtnya dengan takut-takut.

“Mulutmu masih berfungsi dengan baik kan Lee Da Hye?”

“Ak-aku..bertemu dengan namja menyebalkan di kampus” suara Da Hye terbata-bata, Kris adalah orang yang paling bisa mengintimidasi Da Hye.

“Oh..jadi hanya masalah kecil dan kau hampir menghancurkan seisi rumah?”

“Mwo? Masalah kecil? Tapi, namja ini benar-“

“Aku tidak peduli dengan namja apa yang kau anggap menyebalkan itu. Menyebalkan dalam kamusmu berbeda dengan menyebalkan dalam kamusku. Dan aku yakin menyebalkan dalam kamusmu adalah hal yang amat sangat sepele”

“Oppa.. Ini bukan hal sepele! Dia sudah bersikap kurang ajar padaku!”

“Kurang ajar? Apa dia melakukan pelecehan terhadapmu” Kris menaikkan sebelah alisnya, menuntuk penjelasan lebih.

“An-anyi.. Bukan hal..ah molla” Da Hye membalikkan tubuhnya memunggungi Kris, membuat pria itu memijat pelipisnya frustasi.

“Dengar nona muda, kau akan banyak bertemu dengan orang yang menyebalkan. Tapi bukan berarti kau bisa menghancurkan seisi rumah. Sebagai gantinya, aku menarik black credit cardmu, dan uang sakumu aku potong 50 %”

“MWO?? MICHESSEO?”

“Dan aku tidak menerima penolakan, kecuali jika kau menginginkan fasilitas mobilmu juga ku tarik?”

Da Hye terdiam, setengah mati menahan kesal, kenapa Kris selalu tahu cara agar dia selalu mati kutu?

“Damn it. Damn you Kris” makinya, seperginya Kris dari kamarnya.

Da Hye merebahkan tubuhnya seraya memandangi langit-langit kamarnya, sekali lagi memaki.

“Damn it! Ini semua gara-gara kau Oh Sehun”

**
Na Ra’s House

Langkah lebar Sehun memasuki rumah bergaya Eropa itu. Ia bahkan mengabaikan salam dan bungkukan hormat dari para pelayan yang bekerja disana.

“Selamat sore Tuan Muda Oh, ada yang bisa saya bantu?” Ahjussi Li, seorang pria paruh baya berkebangsaan Cina yang merupakan kepala pelayan di rumah itu menyapanya.

“Dimana noona?” Sehun menjawab dengan ketus.

“Nona muda ada di perpustakaan pribadinya jadi tu-” belum selesai Ahjussi Li mengatakan penjelasannya Sehun segera berlari ke ruangan yang dimaksud oleh pria paruh baya itu.

“NOONA, NOONA, NOONA…” Suara itu memenuhi setiap sudut rumah itu, membuat beberapa pelayan sejenak menghentikan pekerjaanya untuk menatap heran pada Sehun.

Sekali lagi ia mengabaikannya, dan segera menerobos masuk ke ruang perpustakaan pribadi yang cukup luas itu.

Matanya menyipit saat tak mendapati sosok Na Ra yang ia cari. Akhirnya ia memutuskan untuk mencari di setiap sisi rak perpustakaan itu.

“YAK! NOONA AKU MENCARIMU KEMANA-MANA” Sehun berteriak saat mendapati Na Ra tengah sibuk membaca sebuah buku tebal di lantai perpustakaan itu. Penampilannya begitu santai, sangat berbeda saat ia tengah berada di kantornya.

“Shut up Monsieur Oh, I’m reading”

“Aku tahu, tidak ada yang mengatakan noona sedang tidur” Cibir Sehun lalu duduk di sebelah Na Ra, menyandarkan kepalanya pada rak berisi ratusan buku disana.

“Kau sudah bertemu dengannya?” Tanya Na Ra, tanpa sedikitpun mengalihkan wajahnya dari buku yang tengah ia baca, sebuah novel karya Patrick Lapeyre berjudul La Vie est Brève et Le Désir Sans Fin.

“Siapa?”

“Lee Da Hye, gadis yang akan dijodohkan denganmu?”

“Sudah, dan aku dengan tegas menolak perjodohan ini” suara Sehun sedikit meninggi kali ini, jelas ia sedang marah.

“Why?”

“Why? Noona bertanya kenapa? Demi Tuhan noona, dia gadis yang super buruk. Dia memang cantik dan seksi tapi selebihnya dia adalah gadis manja yang hanya memanfaatkan kekayaan orang tuanya untuk menindas orang lain. Dan asal noona tahu, kemarin bahkan dia sudah merusak pesta ulang tahun temannya sendiri. Gadis macam apa yang appa pilihkan untukku, dia benar-benar gadis gila!” Sehun menarik rambutnya frustasi lalu menenggelamkan kepalanya di kedua lututnya, Na Ra menatap Sehun dengan dahi berkerut, sedikit terkejut dengan penuturan adik sepupunya itu. Buru-buru ia merubah ekspresi wajahnya sedatar mungkin, seperti biasa.

“Jika dia seburuk itu bukankah sudah menjadi tugasmu untuk merubahnya, mengingat kau adalah calon suaminya”

“Calon suami apanya? Aku tak akan pernah sudi menjadi suami monster betina seperti dia”

“Kalau begitu jadilah monster jantan agar kau bisa menaklukannya”

“Mwo? Noona sudah gila? Noona tetap mendukung perjodohan tak masuk akal ini?”

“Mau bagaimana lagi? Appa-mu sudah mengatur semuanya” Na Ra mengangkat bahunya.

“Demi Tuhan noona, aku benar-benar tidak mau dijodohkan apa lagi menikah dengannya!”

Mendengar penolakan berapi-api Sehun, Na Ra menutup bukunya lalu menatap Sehun lekat.

“Listen Oh Sehun! Dia tetap akan menjadi gadis yang nantinya dijodohkan denganmu, walaupun kau tidak menyetujuinya, appamu tidak akan pernah merubah keputusannya kecuali jika kau ingin di coret dari daftar pewaris keluarga Oh. Jika dia begitu buruk, kaulah yang harus mengubahnya menjadi gadis baik-baik dan anggun yang selalu menjadi dambaanmu. Kau tak sepenuhnya menolak perjodohan ini kan?”

“Mwo?”

“Jika kau menolaknya mentah-mentah, kau seharusnya tidak menyetujui perpindahan universitas yang appa-mu ajukan. Jurusan baru, universitas baru, kau tidak terlalu menyukai lingkungan baru yang asing kan?”

“Geumanhae noona!” Sehun sudah berteriak kali ini.

“Aku benar kan? Aku tidak bisa terus menerus membantumu. Aku sudah membantumu menolak paksaan appa saat appa memintamu untuk berkuliah di Massachussets dulu.”

“Noona sedang mengungkitnya? Merasa menyesal karena sudah membantu ADIKMU ini?”

“Apa aku pernah mengatakan bahwa aku menyesal? Oh Sehun, jadilah anak yang berbakti. Appa tidak pernah memaksakan keinginanmu kan? Appa menuruti hampir semua keinginanmu, mobil mewah, studio musik, studio lukis. Apa appamu pernah meminta hal berlebihan padamu?” Na Ra menatap Sehun tajam, sangat mengintimidasi seperti biasa.

“Jangan lupa malam ini kau ada janji di Les Lumières, jangan sampai terlambat untuk datang jam 8 tepat” gadis itu melanjutkan kalimatnya.

Sehun balas menatap Na Ra dan beranjak berdiri seraya membenarkan letak kemejanya yang sedikit kusut, tidak ada gunanya untuk terus berada disana. Ia tak akan pernah menang jika berdebat dengan Na Ra.

“Aku akan meminta appa untuk menjodohkanku denganmu saja noona. Jika tidak denganmu maka aku lebih baik tidak menikah saja”

“Tidak bisa, aku akan menikah dengan Kris bulan depan” Na Ra menjawab Sehun enteng, sama sekali tak terpengaruh dengan intonasi Sehun yang masih terus meninggi, jelas ia dikuasai emosi.

“MWO? Kau benar-benar sudah gila noona! Kau menikah dengannya tanpa meminta persetujuanku hah?”

“Aku tak perlu persetujuanmu untuk menikah dengannya kan? Aku akan menikah dengannya, bulan depan di Prancis” Na Ra berbicara dengan nada datarnya, ringan seolah tanpa beban

“Terserah noona! Kau memang sudah gila, dunia juga sudah gila!!” Sehun menekankan setiap kata-katanya lalu beranjak pergi dari sana.

Na Ra sekali lagi menatap punggung Sehun yang sudah secepat kilat berlalu dari sana. Ia mengambil ponsel bercasing gold miliknya dan mengetik dengan cepat sebuah pesan untuk Kris.

To : 吴亦凡

“Fan Fan, it’s the time. Kita tidak bisa menunggu waktu lama lagi untuk Sehun dan Da Hye.”

Gadis itu lalu menekan tombol “send” dan segera membaca bukunya lagi.

**
Da Hye baru saja bangun pukul 7 malam dan mendapati kamarnya sudah kembali rapi seperti sebelum ia “menghancurkannya” beberapa jam yang lalu.

Matanya menyipit saat ia mendapati sebuah kotak berwarna biru tua di nakas tempat tidurnya.
Dengan cepat ia membukanya dan mendapati sebuah gaun berwarna putih, sangat cantik. Da Hye langsung mematut dirinya di depan cermin, tersenyum senang karena gaun itu benar-benar cantik.

Da Hye kembali melihat ke dalam kotak biru tua tadi dan mendapatkan sebuah memo dengan tulisan tangan seseorang yang ia kenal.

“Pakai ini dan datanglah ke Les Lumières jam 8 malam. Aku sudah meminta Ahjussi Shin untuk mengantarkanmu.”
Kris Wu

Da Hye tak tahan untuk tak tersenyum lebar, bagaimana tidak kakak tiri yang sudah lama ditaksirnya itu memberinya sebuah gaun super cantik dan mengajaknya untuk makan malam di restoran Prancis paling terkenal di Seoul.

Gadis itu terperanjat mendapati jarum jam sudah menunjuk angka 19.13 pm, ia segera berlari ke kamar mandi dan memulaskan beberapa make up di wajahnya. Ia harus tampil sempurna di depan Kris, batinnya.

**
Les Lumières Restaurant, Seoul.

High heels Da Hye mengetuk-ngetuk lantai restoran yang terbuat dari marmer itu. Tak ada pengunjung disana selain dirinya. Hati Da Hye berbunga-bunga, senang karena Kris nampaknya sudah menyewa restoran ini untuk mereka berdua.

Beberapa pelayan membungkuk sopan kepadanya, ada alunan musik khas Eropa yang dimainkan sebuah band di tengah restoran. Lagi-lagi Da Hye tersenyum.

“Kris Wu, kau memang benar-benar romantis. Akhirnya kau sadar bahwa aku jauh lebih menarik dari kekasihmu itu” Da Hye berbicara sendiri, kelewat senang dengan apa yang ada di depan matanya.

“Bonsoir Miss Lee, seseorang sudah menunggu Anda di private room kami, mari saya tunjukkan” seorang pelayan dengan pakaian hitam putih menyapa Da Hye dan membimbing Da Hye ke tempat yang dimaksud.

“Sial! Kris Wu kau bahkan menyewa sebuah private room untukku? Geshhh.. Aku bisa makin menyukaimu setelah ini” gadis itu lagi-lagi terkikik senang membuat si pelayan sedikit bingung namun terlalu sungkan untuk menanyakan apa yang terjadi.

“Nona, silahkan masuk” si pelayan membukkan sebuah pintu bercat putih menuju ke private room, Da Hye hanya mengangguk tanpa perlu repot-repot mengucapkan terima kasih.
Si pelayan sudah berlalu saat Da Hye memasuki private room itu, ia mendapati seorang pemuda dengan stelan tuxedo hitam tengah duduk membelakanginya.

Da Hye mengerutkan dahinya, karena ia yakin pemuda itu bukanlah Kris, seketika banyak pikiran-pikiran aneh terlintas di otaknya. Ia semakin mendekat dan mendekat, ia bahkan bisa mencium aroma maskulin dari parfum yang digunakan si pemuda.

“Neo?” Mata Da Hye terbelalak sempurna saat melihat sosok si pemuda, begitu pula si pemuda, ia tidak menyangka akan bertemu dengan Da Hye di tempat ini.

“Apa yang kau lakukan disini? Dimana Kris? Seharusnya dia disini dan melakukan makan malam super romantis denganku, dan kau disini kau benar-benar merusak moodku Oh Sehun!” Da Hye langsung mencecar Sehun.

“Makan malam romantis dengan Kris? Kakak tirimu itu?” Da Hye terperanjat, bagaimana Sehun bisa tahu jika Kris adalah kakak tirinya?

“B-bagaimana kau bisa tahu?” Da Hye mencoba terdengar ketus yang jelas gagal total karena ia berbicara tergagap. Sehun tampak super tampan malam ini. Tuxedo hitam, rambut di sisir rapi ke belakang, dan aroma maskulin yang menguar dari tubuh Sehun membuat Da Hye terus menerus memaki dalam hatinya.

“Jangan sok ketus jika kau bahkan merasa gugup di dekatku” Sehun berbicara enteng, menyeringai melihat Da Hye yang tiba-tiba kikuk.

“Sialan kau!” Da Hye memaki dan berniat meninggalkan restoran itu sebelum tangan kekar Sehun menahan lengannya.

“Lepaskan aku, berani-beraninya kau menyentuhku!”

“Duduklah” pinta Sehun lembut.

“Ne?”

“Duduklah, kakak tirimu itu sudah menyiapkan semuanya untuk kita”

“Kita?”

“Ya. Untuk kita, kau dan aku”

“Tsk..tidak akan pernah ada kita yang ada hanya kau dan aku, ingat itu” Da Hye menunjuk tepat di wajah Sehun tapi gadis itu tetap menuruti Sehun untuk kembali duduk.

Seorang pelayan memasuki private room itu dan membawa sebuah wine, serta beberapa pelayan lain mengikutinya untuk membawa beberapa jenis makanan terbaik di restoran itu.

Selesai menghidangkan semuanya, pelayan-pelayan itu membungkuk sopan. Sehun hanya mengangguk dan meminta pelayan-pelayan itu untuk segera meninggalkan mereka berdua saja.

“Wine?” Sehun berbicara seraya membuka sebuah wine dengan merk Château Margaux 2000 ke gelas kaca di depannya.

Da Hye hanya terdiam, itu berarti jawaban “ya” untuk Sehun.

Pemuda itu menggoyangkan wine di dalam gelasnya, menghirup aromanya, lalu menyesapnya perlahan. Da Hye terkesiap, Sehun sangat seksi saat meminum wine, bahkan sangat sangat seksi, susah payah Da Hye menelan salivanya.

“Aku tahu aku tampan Miss Lee, tak perlu menatapku seperti itu” Ucapan Sehun sukses membuat Da Hye merona, cepat-cepat ia memalingkan wajahnya terlalu malu karena ia sudah tertangkap basah menatap sehun dengan tatapan memuja.

“Cih! Kau percaya diri sekali”

“Tidak. Aku hanya berbicara fakta, aku memang tampan kan?”

“Sialan, kau memang tampan” batin Da Hye memaki.

“Kau punya kepribadian ganda ya?” Da Hye bertanya pada akhirnya ia tak tahan melihat sikap Sehun yang bisa setenang itu padahal tadi siang mereka bertengkar.

“Aku hanya bersikap sebagaimana orang memperlakukanku. Kau bersikap manis malam ini, jadi kenapa aku harus berteriak seperti tadi siang? Atau kau lebih suka jika kita bertengkar? ” Sehun berbicara santai, tangannya sibuk memotong Le Cassoulet yang dihidangkan.

“Aku tidak bersikap manis bodoh, aku terkejut karena ku pikir Kris yang ada disini dan-“

“Jangan membicarakan pria lain jika kau sedang bersamaku, aku tak menyukainya”

“Menyukainya atau tidak itu bukan urusanku!”

“Itu akan menjadi urusanku nantinya”

“Mwo?”

“Berhenti memikirkan Kris Wu, pria yang setengah mati kau sukai itu sekarang mungkin tengah sibuk bermesraan dengan kekasihnya”

“Shit! Jangan sok tahu!”

“Aku tidak sok tahu, aku tahu. Kau berkali-kali menyebutkan namanya bahkan saat kau bersama pria sempurna sepertiku. Kau terlalu mudah ditebak nona Lee”

“Terserah” Da Hye menyambar wine yang sudah dituangkan Sehun dan meneguknya hingga habis.

“Berhenti menyukainya Lee Da Hye”

“Apa hakmu melarangku? Kau bukan siapa-siapa untukku, dan hey kita bahkan baru bertemu tadi siang. Kau juga mengatakan bahwa kau tidak menyukai gadis sepertiku. Sekarang, kau bersikap seolah kau adalah seseorang yang paling peduli denganku. Kau mungkin tak berkepribadian ganda tapi kau setengah gila!” Sehun terkekeh pelan menanggapi ocehan Da Hye membuat gadis itu heran.

“Aku hanya mencegahmu semakin jatuh cinta pada orang yang akan menikah, itu akan semakin melukaimu”

“Menikah? Siapa yang akan menikah?” Da Hye menaikkan intonasi suaranya, jantungnya berdegup kencang menunggu jawaban Sehun. Sialnya pemuda itu hanya mengangkat bahunya lalu menyendokkan banyak potongan daging ke mulutnya.

“Sialan! Jangan mengangkat bahumu, jawab pertanyaanku!”

“Jangan memaki Da Hye, mulutmu terlalu sayang jika digunakan untuk terus menerus memaki”

“Persetan! Cepat katakan, siapa yang akan menikah!”

“Katakanlah dengan baik” Da Hye menggeram, tapi ia tidak punya pilihan lain selain menuruti Oh Sehun.

“Baiklah. Oh Sehun siapa yang akan menikah?”

“Katakan please” Da Hye ingin sekali melemparkan gelas wine ke depannya tepat ke wajah Sehun yang sialnya sangat tampan itu tapi buru-buru ia menepis pikiran itu, ia terlalu penasaran dan butuh jawaban Sehun saat itu juga.

“Please Sehun, let me know”

“Good girl. Kris Wu akan menikah dengan Lee Na Ra”

“MWO?”

“Bulan depan”

Da Hye terdiam, rasa sesak itu memenuhi dadanya. Kris Wu, Kris Wu-nya.. Kakak tiri yang setengah mati ia sukai akan menikah. Double shit!!

Dengan kasar Da Hye menuangkan wine ke gelas di depannya meneguknya terus menerus hingga gelas keenam.

“Hey hentikan” Sehun menghentikan tangan Da Hye yang sudah akan menuangkan lagi wine ke dalam gelasnya, pemuda itu berpindah ke sisi Da Hye, lalu menyingkirkan jauh-jauh wine itu dari sana.

“Jangan melarangku!” Bentak Da Hye.

“Sialan Kris Wu, kenapa dia harus menikah secepat ini, dia bahkan tidak memberi tahuku. Sialan…. Kenapa dia harus menjadi kakak tiriku. Dia seharusnya menjadi kekasihku. Aku…. Gadis tengik itu kenapa sangat beruntung mendapatkan Krisku”

“Jika gadis tengik yang kau maksud adalah gadis yang sudah menjadi kekasihnya selama 2,5 tahun belakangan ini, peraih gelar MBA dari Stanford University, pewaris jaringan bisnis multi nasional Ritz Carlton Corporation sekaligus salah satu pebisnis wanita yang sangat berpengaruh saat ini aku rasa aku tidak setuju dengan anggapanmu dengan dirinya.” Sehun berkata kalem, sekalipun jelas-jelas Da Hye sedang menghina Na Ra, sepupu kesayangannya.

“Kau memujinya seperti kau sangat mengenalnya?”

“Semua orang mengenalnya, dia bahkan menjadi cover untuk Forbes bulan lalu, aku harap kau tidak lupa”

Sial… Semua yang dikatakan Sehun benar, Lee Na Ra memang bukan gadis tengik seperti yang ia selalu katakan. Gadis itu tak hanya cantik, ia juga pintar dan berprestasi.

Sial.. Dan tak ada satupun dari dirinya yang bisa ia tunjukkan pada Kris Wu selain kecantikan dan keseksian yang sama sekali tak berpengaruh pada kakak tirinya itu.

Da Hye terus menerus memaki di dalam hati.

“Lee Da Hye, kau baik-baik saja?” Suara lembut Sehun menginterupsi makian-makian dalam hatinya.

“A-aku baik-bb-aik saja, memangnya kenapa aku harus merasa tidak baik-baik? Aku harus segera pulang dan memberikan ucapan selamat untuk kakak tiriku itu” Da Hye berdiri cepat membuat kursi yang ia duduki sebelumnya terjatuh ke belakang, ketara sekali gadis itu tengah menahan sesak dan emosi dalam dirinya.

“Kau bisa menelfonnya saja kalau begitu.”

“Jika bisa mengucapkannya langsung kenapa aku-“

“Kau yakin setelah ini kau masih sanggup berbicara dengan cara yang baik-baik dengan kakak tirimu? Aku ragu akan hal itu?” Sehun menatap Da Hye dengan pandangan tak percayanya.

“Aku pulang” Gadis itu tak menjawab dan memilih untuk pergi, sayangnya baru berjalan beberapa langkah ia berjongkok dan menenggelamkan wajah di kedua tangannya, menangis tersedu-sedu disana.

Sehun terperanjat, terkejut saat mendapati Da Hye menangis dengan begitu pilu. Ia memang sudah mengenal sosok Kris sejak lama, sejak Na Ra mulai berpacaran dengan pria Chinese-Canadian itu, ia juga tahu bahwa adik tiri Kris yang bernama Lee Da Hye amat menyukai Kris. Tapi, ada satu hal yang Sehun tidak tahu, Da Hye benar-benar menyukai Kris.

Lee Da Hye yang ada di depannya kini, bukanlah gadis angkuh, sombong dan suka menindas melainkan Lee Da Hye yang rapuh dan menyedihkan.

“Dasar gadis kecil, kau berpura-pura sangat kuat padahal kau sama sekali tak kuat.”
Sehun berjalan dan berjongkok di samping Da Hye yang tengah menangis pilu.

“Lee Da Hye” Sehun memanggil lembut, gadis itu sama sekali tak menjawab dan menangis semakin keras.

Rasa sesak itu tak bisa tertahankan. Kris adalah orang yang paling ia sayangi. Pria itu adalah orang yang paling peduli padanya, menemaninya setiap hari, mendengarkan rengekan tak pentingnya, dan orang yang selalu memarahinya setiap kali ia berbuat salah.

Kris, pria yang ia sukai sejak pertama kali bertemu dan sialnya harus menjadi kakak tirinya. Ia tidak tahan melihat Kris akan segera menikah. Tidak peduli dengan gadis manapun, atau sesempurna apapun gadis itu Da Hye tetap tidak rela. Kris adalah miliknya, kalimat itu terpatri kuat di otak dan hatinya, membuat dadanya semakin sesak dan kembali menangis tersedu.

Sehun tak tahan melihat apa yang ada di depannya, ia mengulurkan tangannya, memeluk gadis itu. Membiarkan air mata Da Hye tumpah dan membasahi tuxedo-nya. Tangan Sehun membelai rambut Da Hye, entah kenapa ia merasa aneh.

Selama ini Sehun selalu memimpikan saat dimana Na Ra menangis di pelukannya, berharap merasa dibutuhkan oleh Na Ra, dan sialnya Sehun tak pernah mendapatkan kesempatan itu.

Na Ra terlalu tegar, bahkan hampir tak pernah menangis sekalipun ia mendapat masalah yang begitu besar. Yang Sehun ingat Na Ra menangis sekali, dan itu karena Kris menyatakan cinta padanya.
Sehun kesal dan merasa sakit hati, kenapa Kris terlalu berarti? Selamanya ia hanya sosok adik kecil yang justru lebih membutuhkan Na Ra, padahal jauh di lubuk hatinya ia ingin menjadi orang yang juga di butuhkan oleh kakak sepupunya itu.

Tanpa sadar Sehun mengeratkan pelukannya pada Da Hye, seolah merasakan sakit yang sama. Sakit akan cinta yang tak terbalaskan.

Mereka berbagi sakit dalam pelukan hangat itu, berharap bisa menguranginya.

“Da Hye… Berhenti menangis, ku mohon”

Da Hye mengangkat wajahnya, menatap wajah Sehun yang kini begitu dekat dengannya. Pandangannya kabur karena air mata yang dengan kurang ajar terus mentes di pipinya.

Sehun menghapus air mata Da Hye dengan ibu jarinya, lalu tersenyum hangat. Da Hye semakin erat mencengkram lengan Sehun, pria itu jutaan kali lebih tampan saat tersenyum, mata Sehun ikut tersenyum, membentuk eye smile yang menawan.

“Berhentilah menangis, hmmm?”

“Oh Sehun”
Entah dorongan darimana Da Hye kembali memeluk Sehun, merasakan lagi betapa nyaman dada bidang Sehun untuknya bersandar.

“Kenapa kau baik padaku. Bukankah kau membenciku?”

“Apa aku pernah mengatakan bahwa aku membencimu?”

“Anyi”

“Jadi kenapa kau membuat kesimpulan bahwa aku membencimu?”

“Semua orang membenciku, aku tahu itu.”

“Aku tidak heran.”

“Ne?” Da Hye melepaskan pelukannya dan menatap Sehun lekat.

“Kau berperilaku buruk, begitu arogan dan memandang rendah orang lain. Ah..kau bahkan menghancurkan pesta ulang tahun temanmu dan menggiring semua tamu undangan untuk berpesta hingga mabuk di Star Club. Itu luar biasa kan?” Sehun mencibir, membuat Da Hye kesal dan mendorong Sehun hingga pemuda itu terjatuh ke belakang.

Da Hye mengusap air matanya dengan kasar, lalu berdiri.

“Kau benar-benar sialan Oh Sehun!”

“Aku sialan yang tampan kalau begitu” Sehun menyeringai senang.

Da Hye memilih mengabaikan Sehun dan berjalan keluar, ia segera memasuki mobil untuk diantarkan pulang.
Hari ini benar-benar sangat buruk!

Sementara itu dua orang yang sedari tadi sibuk menatap layar tablet dalam sebuah Black Jaguar XJ yang terparkir di depan restoran Les Lumières tampak tengah terdiam, larut dalam pikiran mereka masing-masing.

“Apa tidak apa-apa jika Da Hye seperti itu Kris?” Si gadis, Lee Na Ra bertanya pada kekasihnya.

“Tak perlu khawatir, Da Hye akan kembali ceria besok”

“Ceria? Dia bukan gadis ceria Kris”

“Ceria yang ku maksud bukan ceria dimana seorang gadis banyak tersenyum ma chérie (my dear), ceria yang ku maksud tentu saja ceria dimana Lee Da Hye akan menjadi gadis arogan seperti biasanya.”

“Kau tampak bangga huh?”

“Dia adikku satu-satunya Lee Na Ra”

“Ya.. Aku tahu, adik kesayangmu yang seenaknya memanggilku gadis tengik tsk” Na Ra mendecakkan lidahnya.

“Kau marah?”

“Tidak”

“Kau jelas marah kenapa masih mengatakan tidak”

“Kris Wu, je suis pas en colère! Tu sais bien (aku tidak marah, kau sangat tahu itu)! Dan aku rasa kau sudah cukup membuat Da Hye shock dengan candaanmu soal pernikahan kita bulan depan! Aku bahkan dengan bangga mengatakannya pada Sehun, sial..aku harus meminta maaf padanya nanti”
Na Ra berbicara dalam satu tarikan nafas, juga dalam bahasa Prancis yang ia kuasai betul.

“Candaan? Aku serius soal pernikahan kita bulan depan”
Kris menatap Na Ra lekat lalu mengambil sebuah kotak cincin dari dalam saku jaketnya.

“Lee Na Ra, would you marry me?” Lanjut Kris.
Na Ra menatap cincin dan wajah Kris bergantian, seolah tak percaya dengan lamaran mendadak Kris. Awalnya mereka hanya menggunakan rencana “menikah bulan depan” sebagai senjata untuk mendekatkan Da Hye dan Sehun.

“Aku tidak sabar untuk memanggilmu Mrs. Wu” Kris tersenyum lebar lalu memakaikan cincin yang ia pesan khusus di jari manis Na Ra.

“Mrs. Wu? Aku bahkan belum mengatakan bahwa aku bersedia menikah denganmu Kris Wu”

“Ne? Kau bahkan membiarkanku memakaikan cincin itu di jarimu, jangan bermain-main denganku Na Ra -ya” Kris menyandarkan tubuhnya pada kursi kemudi di mobilnya, nampak frustasi.

Na Ra hanya mengangkat bahunya lalu tersenyum senang, sekali lagi puas bisa menggoda Kris.

“Damn it Lee Na Ra jika tidak menikah denganku kau mau menikah dengan siapa huh?”

“Molla.. Mungkin Cho Kyuhyun”

“Yak LEE NA RA, CHUGOLLAE???”

TO BE CONTINUED

Note : terima kasih untuk admin yang sudah memposting fanfiction saya ini. Buat readers yang mungkin ingin tahu ff saya yang lain, silahkan visit www.belleciousm.wordpress.com ^^

 

Advertisements

7 responses to “Let’s Fall in Love! [Chapter 2]

  1. Keren banget nih ceritanya.
    Gak sabar pengen liat oh sehun nikah sma da hye.
    Sama gak samar menantikan momen2 romantis dan mesra dr mereka ber2.

  2. makasih thor buat cerita’a 😀
    kasian bgt sma So eun .. Da hye jahat bgt siih, smpe berbuat sejauh itu .. Repot juga yah kalau pnya kaka tiri yg guaanteeng bgt kaya Kris, bkin galau hahaha

  3. D blog pribadinya cm bisa baca chapter 1 aja karna udh d hapus , akhirnya nemu dsini tp apa chapter selanjutnya msh ada disini ? Aaahhhh molla.

  4. Aku udh baca ini smpe chap 8/9 d’web pribadi april, krn ff ini dbuat novel jd tdk d’lanjut lg. Dsini apakan d’upload lbh dr part d’web pribadi april??
    Makasih sblm’a

    • wah aku kurang tau, karna yg di send ke emailku cuma 3 part (kalo gak salah) jadi untung info selengkapnya hubungin authornya langsung ya^^

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s