[Series] Marriage Contract? (Chapter 5 : You’re Mine)

Chapter 6

|Author : Asih_TA|

|Tittle : Marriage Contract? (Chapter 5 : You’re Mine)|

|Story & Art : By Asih_TA|

|Main Cast : Jung Eun Soo (OC/You), Oh Sehun (EXO)|

|Other Cast : Suho (EXO), Jeon Jungkook (BTS), Soyu (Sistar), Jung Luhan (EXO), Jiyeon (T-ara)|

|Genre : Romance, Married Life, Little Smut|

|Leght  : Multichapter|

|Rated  : PG 17+|

|Contact Author : https://www.facebook.com/asihe.forevershinee1|

PLAGIATOR!! HATERS AND SIDERS? GO AWAY!

THIS IS MY STORY! NO PLAGIAT!

Link Marriage Contract ( TeaserChapter 1 Chapter 2 – Chapter 3 (dipassword) Chapter 4 – Chapter 5 – Ongoing )

.

.

© AsihTriastuti2015

.

.

Hembusan angin pagi menerpa kota Beijing, dan langit yang kurang bersahabat pagi itu membuat seluruh masyarakat sedikit sulit menjalani aktifitas mereka seperti biasanya. Seperti yang di perkirakan sebelumnya beberapa hari ke depan akan terjadi musim dingin yang panjang.

Tepatnya di pagi itu Eun Soo terbangun ketika suara burung-burung berkicauan dengan indahnya, dan suara gemercak air yang terdengar dari luar ruangan. Yeoja itu mengerjapkan matanya beberapa kali sebelum menyadarkan seluruh kesadarannya, jantungnya tiba-tiba akan keluar dari tubuhnya tak kalah merasakan seseorang yang tengah memeluknya.

Yeoja itu membengkap mulutnya sendiri agar tidak berteriak. Dengan hati-hati ia mengangkat tangan laki-laki itu agar tak membangunkannya, namun beberapa saat tangan itu itu tak mau menurut malah memeluknya semakin kuat. Hal itu membuat Eun Soo lebih kesusahan untuk melepaskan diri.

“ Se-sehun lepaskan aku.”

Laki-laki itu, Oh Sehun. Ia tidak bergerak sedikitpun di kala Eun Soo bersuara memohon untuk di lepaskan. Namja itu hanya bergumam tak jelas, tampaknya ia belum sadar akan dunia mimpinya. Wajah yang begitu damai membuat ia tidak seperti Sehun yang hidup di antara gemerlap hitamnya dunia.

Sehun sedikit demi sedikit mulai membuka matanya dan meregangkan tubuhnya sebelum melepaskan pelukannya dari yeoja itu. Ia menduduki tubuhnya dan sedikit menguap. Eun Soo terdiam melihat wajah namja itu, tidak ada rasa bersalah yang terlihat di sana.

Pandangan Sehun mengerdar dan menemukan yeoja yang berada di sampingnya.

“ Kau sudah bangun?” Ucap Sehun dengan suara yang serak sehabis bangun dari tidurnya.

Pertanyaan bodoh yang telontarkan oleh Sehun, tentu saja yeoja itu sudah bangun dari tidurnya sejak beberapa menit yang lalu. Namun yeoja itu sedang tidak ingin membahasnya.

“ Ne.”Jawab Eun Soo singkat. Ia turun dari tempat tidurnya dan langsung melesatkan dirinya ke dalam kamar mandi.

Sehun yang melihat tingkah aneh yeoja itu sedikit menyipitkan matanya “ Ada apa dengannya.”

***

.

Seorang laki-laki paru baya tengah menyesap teh hangatnya di pagi hari, ia mengambil sebuah kaca mata yang cukup tebal dan memasangnya. Koran tiap minggu menjadi hal yang sudah biasa yang ia lakukan. Matanya terfokus pada bacaan yang terpapar di sana, di mana semua trend sedang berlangsung.

Beberapa saat seorang wanita paru baya duduk berhadapan dengannya, tanpa ba-bi-bu ia langsung menarik koran yang tengah di baca oleh laki-laki tersebut.

“ Ya! Apa yang kau lakukan.” Ucap Mr. Oh dingin.

“ Apa kau tidak mendengar berita pagi ini.” Ujar Mrs. Oh tak kalah dingin.

Mr. Oh menghela nafasnya sebelum bersuara “ Memangnya ada berita apa?”

“ Eun Soo hamil.”

“ MWO! Jinjja?” Teriak Mr.Oh kegirangan,ia langsung melempar koran yang tengah ia baca ke segala arah. Mrs. Oh hanya menganggu manis layaknya gadis-gadis masih muda.

“ Aigoo, Kau memang hebat Sehuna.” Ucap Mr. Oh memuji anak tunggalnya tersebut, ia bangga akan kerja keras anaknya.

“ Aissh anak dan ayah sama saja.” Sindir Mrs. Oh dan Mr. Oh hanya tertawa bangga akan semua kerja keras anaknya untuk memenuhi persyaratan keluarga. Walaupun sebenarnya ia tidak tau apakah Sehun benar-benar ingin melakukannya

***

.

Eun Soo baru saja menyelesaikan mandi paginya, Ia teringat tidak membawa bajunya ketika hendak membersihkan diri. Eun Soo sedikit membuka cela pintu kamar mandi dan mengintip apakah Sehun ada di dalam ruangan.

Ruang kamar terlihat kosong, tampaknya laki-laki itu tengah memesan makanan. Dengan percaya diri ia mengambil handuk yang tergantung yang tak jauh dari sana kemudian melilitkannya ketubuh mungilnya. Handuk itu begitu pendek hanya menutupi batas pahanya.

Perlahan tapi pasti Eun Soo sedikit membuka pintu kamar mandi dan mengeluarkan tubuhnya. Ia sedikit menolehkan kepalanya kesana kemari untuk mencari kepastian akan namja itu.

“ Ehem.” Suara hendeman berat seseorang memasuki indera pendengaran yeoja itu.

Namun sedetik kemudian ia kembali tersadar, ia tidak sendiri di sana. Dengan perasaan campur aduk yeoja itu menolehkan kepala ke sisi ujung ruangan, tepatnya seseorang memperhatikannya dengan tatapan yang sulit di artikan. Siapa lagi kalau bukan ‘Oh Sehun’

Eun Soo memukul kepalanya sendiri atas perbuatan bodohnya. Kenapa ia tidak menyadari jika namja itu akan berada di sana. Langkah kecilnya berjalan ke arah lemari dan mengambil beberapa pakaian yang akan ia gunakan.

Sehun memperhatikan Eun Soo mulai dari rambut sampai kaki, darahnya tiba-tiba saja berdesir di kala melihat penampilan istrinya. Rambut basah yang acak-acakan dan kaki jejangnya begitu menarik perhatiannya. Namun ia langsung menggelengkan kepalanya ketika teringat akan saran dokter beberapa hari yang lalu.

Eun Soo yang sadar akan tatapan lapar Sehun segera menarik dirinya ke dalam kamar mandi namun beberapa langkah ia berjalan, Sehun mulai bersuara.

“ Kau mau kemana?”

Eun Soo menolehkan kepalanya takut-takut “ Ke dalam kamar mandi.”

Sehun tertawa dingin kemudian mendekati Eun Soo perlahan, hal itu membuat Eun Soo terlihat was-was akan pergerakan namja tinggi nan kulit pucat tersebut.

“ Untuk apa malu pada suamimu sendiri, bukankah kita pernah melakukan yang lebih dari ini dan aku sendiri sudah pernah melihat tubuhmu.” Ujar Sehun dengan wajah polos tanpa ada dosa di sana. Eun Soo menundukkan kepalanya malu, seperti ada tomat yang menyertai pipi cubbynya. Perkataan Sehun benar-benar membuat siapa saja yang mendengarnya akan langsung masuk ke dalam jurang yang tak berdasar.

“ Selesaikan bersih-bersihmu lalu turunlah, makanan sudah di pesan beberapa menit yang lalu.” Ucap Sehun dan langsung melesatkan dirinya meninggalkan Eun Soo sendiri di kamar tersebut.

Eun Soo masih terpaku dengan apa yang baru saja namja itu ucapkan. Ia kembali memukul kepalanya sendiri untuk yang kedua kalinya “ Bodoh, bodoh”

***

.

Suho mengedarkan pandangan matanya ke sekeliling tempatnya berdiri. Begitu larut dalam kesunyian yang semakin meraja rela, begitu juga dengan perasaannya. Seperti tubuh dan raga berada di tempat yang berbeda. Pikirannya jauh melayang dari kejadian kemarin yang membuat dia merasakan betapa jahat dirinya.

Bukannya Suho tidak tau, ia bahkan tau melibihi orang terdekatnya. Jiyeon, yeoja yang memiliki sebagaian tempat di hatinya itu telah kecewa, tentu saja kecewa karena harus menerima takdir bahwa Eun Soo tengah mengandung dan terlebih lagi anak yang dikandungnya adalah namja yang dicintai yeoja itu. Kedengarannya begitu miris sampai-sampai Suho harus memegang dada kuat.

Jiyeon mencintai Sehun, sangat mencintainya.

Seperti terkena anak panah yang mencabik seluruh dadanya. Dunia telah mempermainkan mereka dengan skenario yang tiada ujungnya yang berakhir dengan sad ending atau happy ending. Ya, semuanya tergantung dari mana kau akan memilih dan berakhir dengan penyesalan yang tiada tara.

“ Sampai kapan kau di sana Kim Suho.”

Jungkook memang sedari tadi memperhatikan sahabatnya, ada rasa bersalah yang terselip di sana. Ia tau Suho masih memikirkan kejadian kemarin. Ia pun tau Suho memiliki perasaan khusus terhadap Jiyeon, tapi tak ia sangka Suho sudah banyak berubah akhir-akhir ini.

Jungkook menghela nafasnya jengah setelah Suho tak berbicara atau pun menyahut perkataanya “ Terkadang aku tidak mengerti dengan perasaanmu Suho.”

Raga Suho memang tak bersama tubuhnya namun pendengaran tajamnya dapat mendengarnya perkataan Jungkook “ Apa maksudmu?”

“ Maksudku, siapa sebenarnya wanita yang kau cintai.” Tutur Jungkook yang sedikit mulai kehabisan rasa bersabarnya. Ia frustasi karena Suho tak dapat mencerna perkataannya tadi.

Jungkook melirik Suho untuk sekedar memastikan apakah ia baik-baik saja namun Suho hanya diam menatap lurus ke depan tanpa mengalihkan pandangannya “ Aku tidak mengerti.”

“ Apa yang belum kau mengerti?”

“ Perkataanmu.”

Jungkook seperti terkena batu yang sangat besar dan tiba-tiba jatuh lalu menimpa tubuhnya. Mulutnya terbuka lebar dan matanya tak kalah melotot tajam. Dasar, apakah namja itu tidak bisa mencerna perkataannya. Padahal itu sudah jelas, bahkan terlalu jelas.

Jungkook berusaha menetralkan deruan nafasnya karena tiba-tiba saja ia akan hilang kendali “ Baiklah aku akan langsung berbicara ke intinya. Kau tau maksudku Tuan Kim Kau terlihat aneh akhi-akhir ini kau bersikap baik pada Eun Soo Nona seolah-olah kau menyukainya tapi kau mengatakan padaku kalau kau menyukai Jiyeon Nona sejak menginjakkan kakimu di sekolah menengah atas.”

Setelah Jungkook berbicara tentang apa yang ingin ia utaran, Suho menatap Jungkook sekilas. Tidak ada raut wajah yang menggambarkan ia mengerti dengan perkataan Jungkook, Suho berjalan melewati Jungkook tanpa memperhatikan tatapan maut dari sahabatnya tersebut.

“ Aku ingin ke toilet.” Perkataan Jungkook itu tak di indahkan oleh Suho, tak juga di jawab oleh Suho. Jungkook mendesah kecil sambil menatap kepergian Suho dari dalam ruangan. Mungkin otak Suho sedang mumet dan tidak ingin diganggu oleh siapapun.

“ Ternyata jatuh cinta itu rumit ya.” Gumam Jungkook sedikit iba melihat tingkah patnernya tersebut.

***

.

Eun Soo turun dari lantai 20. Menggunakan baju bermotif bunga dan rok pendek selutut, membuatnya tampak lebih indah. Eun Soo dengan langkah sabar memasuki sebuah ruangan yang sangat besar, terlihat beberapa orang dari kalangan atas tengah menikmati sarapan mereka.

Hingga di sudut ruangan terlihat Sehun yang sedang mengobrol dengan seorang laki-laki dan perempuan. Dari jarak jauh pandangan Eun Soo bertemu dengan Sehun, seolah menghipnotis Eun Soo untuk segera mendatanginya.

Eun Soo mendekati Sehun dengan ragu, semua mata tertuju padanya, membuat yeoja itu salah tingkah. Sehun menuntun Eun Soo untuk duduk di sampingnya.

“ Wah ini istrimu Sehun.” Ucap seorang laki-laki yang menggunakan bahasa korea dengan fasih.

Sehun langsung merangkul bahu mungil milik Eun Soo dengan posesif “ Ne dia istriku, Ayo perkenalkan dirimu sayang.”

Eun Soo membeku mendengar perkataan suaminya yang membuat bulu kuduknya meremang. Seorang Oh Sehun mengucapkan kata ‘sayang’ dengan santainya. Eun Soo menundukkan kepalanya malu-malu “ Anneyonghaseo Jung Eun Soo Imnida.”

Laki-laki itu tersenyum lalu mengulurkan tangannya “ Anneyonghaseo Eun Soo-ssi, Zhang Yixing Imnida.”

Eun Soo mengangkat tangannya untuk menjabat tangan laki-laki yang bernama Yixing tersebut. Eun Soo tersenyum dan Yixing membalasnya tak kalah ceria. Eun Soo melihat yeoja yang berada di samping tubuh Yixing, yeoja yang sangat cantik menggunakan dress mini putih, cocok sekali dengan tubuhnya yang kurus namun berisi. Terkesan ideal.

Yixing yang seolah mengerti arah pandang Eun Soo mencoba menjelaskan “ Perkenalkan Eun Soo-ssi, dia tunanganku namanya Yoo Min Ji.”

Yeoja yang bernama Min Ji tersebut tersenyum, Eun Soo membalasnya. Namun seketika senyuman manis itu berubah dalam waktu hitungan detik tergantikan dengan wajah yang sinis dan tidak bersahabat, hanya Eun Soo yang melihatnya karena Yixing sudah mulai mengobrol dengan Sehun.

“ Jadi kapan kalian kembali ke Korea.” Sehun mulai memakan sarapannya menatap Yixing dengan penasaran.

“ Mungkin bulan ini, kau tau Min Ji selalu merengek minta pulang.” Yixing memperhatikan Min Ji yang tengah memeluk lengan Yixing dengan manja.

“ Ada apa sayang?”

Min Ji tersenyum lalu menggelengkan kepalanya pelan “ Anni, aku hanya ingin ke toilet.”

“ Baiklah jangan lama-lama ne.” Yixing mencium dahi Min Ji hangat. Lihatlah mereka sangat serasi bahkan sangat akrab berbeda sekali dengan pasangan suami istri yang tengah melihat kemesraan mereka.

Min Ji menganggukkan kepalanya imut kemudian melesatkan dirinya pergi dari mereka bertiga menyisahkan Sehun, Eun Soo dan Yixing.

“ Yixing-ssi apa kau orang Korea, bahasa Koreamu sangat fasih” Tanya Eun Soo menghidupkan suasana kembali diantara mereka.

“ Anni, hanya pernah tinggal beberapa tahun di sana setelah bertemu dengan Min Ji.” Jawab Yixing sekenanya. Eun Soo menganggukan kepala mengerti, intinya Yixing bukan orang Korea yang berarti Yixing orang yang terlahir di China.

Sarapan pagi sudah di mulai. Eun Soo terlihat memilih-milih makanan yang ada di atas meja dan Sehun makan dengan dengan tenang, namun pikiran namja melayang entah kemana, seperti akan ada sesuatu yang terjadi. Sehun menghentikan acara makannya kemudian menatap Eun Soo yang tengah memakan makanannya dengan lahap.

Eun Soo yang merasa di perhatikan, sedikit risih “ Ke-kenapa?”

“ Makananmu banyak sekali, apa ini efek dari kehamilanmu.” Sehun mulai melihat tubuh Eun Soo jikalau ada perubahan, namun tidak terjadi apa-apa dengan tubuh yeoja itu . Yixing menatap Eun Soo dan Sehun bergantian namun terlihat takjub “ Daebak, Kau akan menjadi seorang ayah Sehun. Chukkae.”

Eun Soo menundukkan kepalanya malu. Sepertinya Sehun sedang mempermainkannya, bagaimana bisa namja itu berbicara masalah kehamilan sedangkan mereka sedang menikmati sarapan di pagi hari.

Tak berapa lama kemudian muncul seorang wanita yang mengambil posisi di samping Yixing, yeoja itu menata rambutnya yang sedikit kusut “ Chagiya kenapa kau lama sekali.”

Yoo Min Ji, yeoja itu tersenyum lalu mencium pipi Yixing sekilas “ Mianhae, tadi ada orang yang mengajakku mengobrol di sana.”

Zhang Yixing sepertinya laki-laki yang mengerti dengan sikap tunangannya hanya menanggapinya dengan mengusap puncak kepala Min Ji dengan lembut. Lihatlah mereka pasangan yang sangat bahagia.

***

.

Soyu berjalan beriringan dengan Jungkook. Mereka terlihat bahagia, hingga beberapa orang yang melihatnya langsung terkagum-kagum dengan keserasian mereka. Soyu berlenggut manja di lengan kekar Jungkook.

“ Oppa kita mau kemana?”

Soyu mengerjapkan matanya beberapa kali ketika Jungkook menatapnya dari samping “ Kita akan pergi jalan-jalan berkeliling tempat ini, kau mau?”

“ Ne aku mau.”

Jungkook mengandeng tangan Soyu dan mulai berkeliling dengan wajah yang berseri-seri. Terlihat beberapa pasangan yang juga berkecan dengan mesranya, tidak ada yang lebih indah dan manis dari sebuah hubungan bukan.

***

.

Setelah acara sarapan pagi bersama. Yixing tiba-tiba harus datang ke perusahaannya, maka dari itu Yixing segera berpamintan dengan Eun Soo dan juga Sehun.

“ Oppa kau ingin pergi ke perusahaan sekarang.” Min ji menatap Yixing dengan wajah yang sedikit berkaca-kaca.

“ Uljjima chagiya oppa hanya sebentar ne, Sehun tidak apa-apakan Min Ji ku tinggal sebentar bersamamu.” Yixing menatap Sehun yang tengah membersihkan bibirnya, seketika Sehun menghentikan aktifitasnya dan menyetujui permintaan Yixing “ Baiklah.”

“ Nah jangan nakal ya, oppa pergi dulu.” Ujar Yixing mencium dahi Min Ji sekilas dan berjalan meninggalkan Min Ji, Sehun dan Eun Soo.

Setelah Yixing benar-benar pergi, Min Ji berjalan menghampiri Sehun dan memeluk lengan Sehun manja, mata Eun Soo tiba-tiba membulat. Min Ji menatap Eun Soo yang berada di samping Sehun, tatapan wanita itu seolah menusuk dan ada rasa ketidaksukaan di sana.

“ Apa yang kau lakukan Yoo Min Ji.” Sehun menatap Min Ji tajam, seolah-olah berkata ‘lepaskan aku’

Min Ji tidak mengubris perkataan dan tatapan Sehun yang di berikan untuknya. Ia menarik Sehun untuk segera naik keatas hotel, Sehun mencoba menahan tubuhnya agar tak terhanyut dalam tarikan wanita itu. Tapi ia harus mengalah mengingat semua orang tengah melihatnya.

Eun Soo hanya diam membeku melihat wajah Sehun yang terlihat kesal atas perilaku Min Ji terhadapnya, ia tak habis pikir bagaimana bisa Min Ji bersikap seperti itu karena Eun Soo tau Min Ji telah menjadi tunangan dari laki-laki yang bernama Zhang Yixing.

Min Ji membawa Sehun sampai di kamar Eun Soo dan Sehun tepati, Eun Soo menyusul paling terakhir. Min Ji berjalan berkeliling kamar Sehun yang cukup besar, ia mengamati satu persatu barang yang ada di sana. Eun Soo hanya duduk di pinggir ranjang menatap Sehun yang tengah duduk di salah satu kursi. Terlihat sekali wajah Sehun yang begitu bosan.

“ Jangan menyentuh apa pun barang-barang di sini.” Sehun memperhatikan setiap gerak-gerak Min Ji, takut jika wanita itu berbuat lebih parah lagi.

Eun Soo hanya menghela nafasnya lelah, ia beranjak dari duduk hendak mengeluarkan diri dari ruangan.

“ Kau mau kemana?”

Sehun menatap Eun Soo yang sedang berjalan menuju pintu kamar, Eun Soo memutar tubuhnya dan sedikit menggaruk tekuknya yang tidak gatal “ Hanya ingin keluar sebentar.”

“ Tidak, tetap di sini.” Sehun masih memperhatikan Eun Soo yang akhirnya menuruti kemauan suaminya. Ia berjalan kembali duduk di pinggir ranjang sambil mendesah pelan.

Min Ji yang sedari tadi memperhatikan pasangan suami istri itu hanya tersenyum sinis, wanita itu berjalan mendekati Sehun yang sedang duduk dan memperhatikan Eun Soo. Min Ji benci dengan tatapan Sehun kepada Eun Soo, tatapan Sehun seperti tatapan ‘keinginan untuk memiliki’.

Tanpa aba-aba Min Ji langsung mendudukan tubuhnya di atas pangkuan Sehun, Sehun tersentak kemudian tatapannya beralih kepada wanita yang ada di pangkuannya sekarang, Wajah Sehun benar-benar tidak suka “ Apa yang kau lakukan lakukan Yoo Min Ji.”

Bukan hanya Sehun yang terkejut namun Eun Soo juga tak kalah terkejut. Raga dan tubuhnya seperti terbelah dua, ia penasaran dengan hubungan Sehun dan Min Ji. Namun Eun Soo langsung menggelengkan kepalanya, ia tidak boleh berpikir macam-macam.

‘ Jangan egois Jung Eun Soo’

Tiba-tiba saja Eun Soo memegang perutnya seperti ada yang ada mendorong perutnya kuat, semakin lama rasa sakit itu semakin terasa. Sehun memfokuskan pandangannya kepada Eun Soo lagi karena ia melihat hal janggal pada Eun Soo.

“ Hoekk. . Hoekk . .”

Eun Soo berlari keluar ruangan untuk memuntahkan isi perutnya, Sehun merutuk dalam hati kenapa Eun Soo berlari ke toilet luar dan bukannya ke dalam toilet mereka sendiri. Sehun mencoba melepaskan diri dari Min Ji, ia khawatir kepada Eun Soo. Bukan Min Ji namanya jika ia melepaskan mangsanya begitu saja, ia masih senang tiasa berada di pangkuan Sehun.

“ Turun sekarang atau aku akan menurunimu dengan kasar.” Ucap Sehun menggeram.

“ Lakukan sesukamu sayang.” Min Ji semakin merapatkan tubuhnya kepada Sehun, ia meraih tekuk leher Sehun dan mulai menjilatinya.

“ Kau tau Sehuna, aku tertarik denganmu saat kita menginjakkan kaki kita di sekolah menengah atas dulu. Saat itu kau sangat dingin dan kasar, tapi aku suka.”

Sehun mendecih “ Ck, jadi kau bertunangan dengan Yixing hanya karena dia seorang pengusaha.”

Min Ji menatap wajah Sehun dan membelai rahang tegasnya “ Betul sekali.”

“ Cih kau sama saja dengan wanita di luar sana Nyonya Yoo.” Sehun menegakkan tubuhnya dan membuat Min Ji mau tidak mau harus ikut berdiri tegak. Min Ji menatap Sehun dengan arogannya lalu meraih dasi yang namja pucat itu gunakan “ Lalu bagaimana denganmu? Apa kau sama saja dengan laki-laki di luar sana.”

Sehun tersenyum miring “ Setidaknya aku tidak pernah menghianati pasanganku.”

Wajah Min Ji berubah seketika, perkataan Sehun telah menyindirnya secara tidak langsung. Sehun berjalan melewati Min Ji, menuju toilet yang memang di sediakan di luar. Sedangkan Min Ji, wanita itu mengerang kecewa ketika Sehun meninggalkannya.

‘ Kau tidak pernah berubah Oh Sehun ‘

***

.

Eun Soo memuntahkan isi perutnya namun yang keluar hanyalah air. Yeoja itu mencoba menahan sakit di perutnya, wajahnya memucat seketika. Selang beberapa menit muncul Sehun yang langsung meraih tekuk leher yeoja itu, memijitnya dengan tempo yang teratur agar Eun Soo dapat tenang.

“ Kau baik-baik saja?” Sehun masih memijit tekuk Eun Soo dengan lihat namun yeoja itu hanya menangguk pelan “ Aku baik-baik saja.”

Lagi-lagi Eun Soo memuntahkan isi perutnya namun hanya air lah yang keluar kembali dari mulut mungil yeoja itu. Sehun meraih kantong jas hitamnya dan mengambil sebuah sapu tangan lalu memberikannya kepada Eun Soo.

“ Kau harus istirahat Eun Soo.” Sehun memampah tubuh lemah Eun Soo, manik mata namja itu terlihat sangat ketakutan walau wajah dinginnya dapat menutupinya secara perlahan. Eun Soo menuruti intruksi Sehun untuk melangkah pergi dari toilet tersebut, namun baru beberapa langkah yeoja itu terhenti ketika merasakan tubuhnya tidak dapat menahan berat tubuhnya.

“ Sehun aku-“

Sehun tidak tinggal diam, Ia langsung menggendong Eun Soo ala bridal style. Eun Soo membulatkan matanya sempurna, ini gila pikir Eun Soo. Yeoja itu mencoba meronta-ronta dalam gendongan Sehun “ Sehun turunkan aku, semua orang melihat kita.”

Eun Soo menutup wajahnya yang sedikit malu karena seluruh orang yang berlalu lalang di lorong terlihat membisik-bisikkan sesuatu, sepertinya ini tidak baik bagi pasangan suami-istri tersebut. Wajah Eun Soo benar-benar tidak bisa di deskripsikan secara detail.

“ Sehun aku mohon turunkan aku se-“

“ Jangan banyak bicara sebelum aku mencium bibirmu yang kecil itu.”

***

.

Seorang yeoja tengah berjalan di rerumputan ilalang yang sedikit lebih menguning. Rambut terjurai panjang membuat setiap helainnya terbawakan oleh dinginnya angin, sebentar lagi musim dingin akan segera datang. Bagi yeoja itu musim dingin merupakan musim yang sangat ia sukai.

Matanya melihat sekelilingnya secara bergantian, indahnya tempat itu terkadang membuat enggan untuk pulang. Apalagi berjalan di dalam pasar kota Seoul yang cukup besar, pasti begitu menyesakkan.

Yeoja itu terpaku di tempat ketika seorang laki-laki baru saja keluar dari sebuah mobil yang terpakir tak jauh dari sana “ Su-suho.”

***

.

Eun Soo duduk di ranjang sambil bersender di badan tempat tidur, Sehun tengah menelepon seseorang yang merupakan karyawan bawahan namja itu. Siapa sangka Sehun akan langsung ke luar ruangan ketika dirinya telah menyelesaikan masalah Eun Soo. Bahkan namja pucat itu berjalan menghampiri Eun Soo dengan mata yang menginteminasi.

“ Ap-apakah Min Ji sudah pulang.” Eun Soo terlihat takut-takut ketika tatapan namja pucat itu mempertemukan mereka pada satu arah pandang. Sehun tidak mengubris perkataan yeoja itu barusan. Ia masih terlihat dingin dan belum melunak, tampaknya.

“ Se-sehun.” Padahal Eun Soo sudah pasti mendengar jawaban Sehun namun wajah dingin yang beberapa menit lalu sempat terbaca oleh penglihatan Eun Soo, membuat yeoja itu terkadang salah kaprah tentang keadaan Sehun yang sedang tidak stabil.

Sehun yang seolah mengerti akan raut wajah kecewa yeoja itu hanya mendegus lelah “ Jangan bicarakan orang lain untuk saat ini, lebih baik kau lihat dulu bagaimana keadaan tubuhmu.”

Eun Soo mengangkat wajahnya, menatap wajah laki-laki yang berada tepat di hadapannya. Yeoja itu tau persis seperti apa makluk yang mendapingi hidupnya tersebut, tentu saja semua tentang makluk itu sudah terbaca hampir semuanya dan satu hal yang membuat yeoja itu yakin ialah sifat memaksa dan egoisnya yang terlampau biasa.

“ Istirahatlah aku akan pergi ke apotek untuk menembus obat yang kemarin di berikan oleh dokter.” Sehun membantu merapikan cara tidur Eun Soo dan menarik selimut tebalnya untuk di berikan kepada Eun Soo. Yeoja itu mengikuti perkataan Sehun dan mulai merebahkan tubuhnya.

***

.

Suho berjalan dengan perlahan namun pasti. Wajah yang sangat ia rindukan itu ada di hadapannya, betapa menyesalnya dia jika mengingat kejadian saat itu. Peristiwa saat ia merasa menjadi seorang laki-laki yang paling terjahat di dunia. Rasa hembusan angin seakan membawa langkahnnya semakin dengan sosok yang begitu nyata di hadapannya.

“ Kenapa kau di sini Suho-ssi.”

Jiyeon, yeoja itu memandang heran namja yang tiba-tiba saja datang di tempatnya seolah berkata bahwa namja itu tengah mencarinya. Jiyeon bukanlah yeoja bodoh yang tidak mengetahui peristiwa sebelumnya.

“ Jiyeon maafkan aku.” Suho menatap yeoja itu penuh harap. Ia tau namja itu pasti meminta maaf, Jiyeon tidak terlalu peduli tentang hal itu “ Aku sudah memaafkanmu Suho-ssi sebelum kau meminta maaf.”

Sesaat kemudian senyum merekah di wajah Suho. Namja itu tinggal diam ia langsung menarik tubuh Jiyeon dalam pelukkan hangatnya. Hal yang sebenarnya terjadi dalam diri Suho, kala terasa begitu merindukan sosok Jiyeon masa kecilnya. Ketika Jiyeon belum tumbuh menjadi seorang wanita yang sesungguhnya dan satu hal lagi di kala yeoja itu belum mengerti arti cinta apalagi cinta buta.

“ Suho-ssi.” Jiyeon melepaskan tautan tubuh mereka dan menatap satu sama lain.

“ Bisakah kau diam sebentar, aku hanya ingin memelukmu sebentar saja.” Suho menarik lagi tubuh Jiyeon dalam dekapannya kembali. Jiyeon tau ini salah, Suho pun tau hal itu juga salah. Orang tua terkadang menjadi penghalang sebagian sebuah hubungan.

***

.

Sudah hampir 20 menit Eun Soo akan terlelap dalam tidurnya. Namun sekejap kemudian ia kembali menegakkan tubuh kurusnya ketika suara ketukan pintu terdengar. Dengan langkah gontai yeoja itu berjalan ke arah pintu dan meraih knop pintunya. ia memutar kepala knop pintu tersebut “ Sehun kau su-“

Eun Soo menghentikan perkataannya ketika melihat siapa yang datang. Bukan Oh Sehun melainkan Yoo Min Ji yang sedang menatap tajam kearahnya.

“ Dimana Sehun oppa.”

“ Ne?”

“ Apa kau tuli! Di mana oppaku.”

Eun Soo terdiam. Bukan karena kedatangan tiba-tiba yeoja itu namun perkataan yang di telontarkan olehnya. Oppa? Bukankah kata itu terlalu janggal mengingat umur mereka hampir sama. Bahkan Sehun sedikit lebih muda dari Min Ji.

“ Dia keluar sebentar.” Eun Soo mencoba bersikap setenang mungkin. Ia mempersilahkan Min Ji masuk, tentu saja hal itu tak di sia-siakan oleh Min Ji. Wanita itu langsung mengambil ahli tempat duduk yang tak jauh dari tempatnya berdiri “ Tadi aku melihat kau muntah-muntah bukan?”

Eun Soo sedikit menatap Min Ji dari tempatnya berdiri “ Ne.” Min Ji meraih tekuknya lalu mengusapnya pelan terlihat kesal untuk bertanya lebih jauh “ Apa kau sedang hamil?”

Eun Soo terkejut. Matanya bergerak gelisah namun sekejab mencoba untuk fokus “ Ne.”

Min Ji menatap Eun Soo tak percaya. Tatapannya mengejek dan tidak suka “ Cihh . . Jung Eun Soo aku akui kau cantik. Tapi lihatlah tubuhmu, badanmu kurus dan jangan lupakan dadamu yang rata.” Eun Soo menatap Min Ji sekilas lalu beralih melihat tubuhnya sendiri ‘Mungkin dia benar’ batinnya.

“ Ckck . . apakah Sehun benar-benar menyentuhmu.”

Eun Soo menunduk. Ia terlihat menahan emosinya dari yeoja yang tengah memacing amarahnya, kenapa perkataan wanita itu terasa menyayat hatinya. Min Ji melihat jam tangan yang terlilit indah di tangan kirinya “ Aigo lama sekali oppa, baiklah aku akan datang lagi sampai jumpa nyonya Oh.”

Min Ji berjalan meninggalkan ruangan Eun Soo namun sebelum itu ia sempat menampakkan seringaian kepada Eun Soo. Membuat Eun Soo hanya menatapnya datar. Ia mencoba menahan gejolak dalam darahnya ketika mengingat kejadian tersebut.

“ Dasar menyebalkan.” Umpatnya lalu kembali membaringkan tubuhnya kembali ke tempat tidur.

Namun ketika hendak kembali terpejam deringan handponenya kembali mengusiknya membuatnya harus bangun dan meraih benda persegi panjang tersebut. Semuanya hilang dalam sekejap. Perasaan kesal itu tidak ada lagi ketika melihat nama yang tertera di sana. Park Jiyeon, sahabat lamanya.

“ Yeobseo.”

“ Ne yeobseo.”

“ Aissh kenapa kau tidak pernah mengabariku Jiyeon.”

“ Ne ne mian, kau tau aku terlalu sibuk sampai lupa mengabarimu.”

“ haha baiklah tidak masalah, ada yang ingin kau bicarakan Nyonya Park.”

“ Aku punya kabar baru untukmu Eun Soo-ya.”

“ Jinjja? Apa itu?”

“ Cheou telah kembali dari Canada Eun Soo.”

Buuk . .

Handpone yang ia genggam jatuh. Eun Soo langsung jatuh terduduk lemas di atas lantai, tubuhnya terasa begitu berat. Kenapa seperti ini, kenapa ia seperti di permainkan. Saat ia membutuhkan namja itu, laki-laki itu tidak ada untuknya, namun di saat Eun Soo ingin melupakkannya, dia kembali dan membawa luka baru.

“ brengsek! Kau laki-laki brengsek Cheou, setelah kau menikah dengan orang lain dan sekarang begitu mudahnya kau kembali.”

***

.

Jiyeon menutup handponenya ketika merasakan sambungan panggilan dari sana terputus. Ia menyeringai sambil memainkan handponenya, Suho memperhatikan Jiyeon dari jauh hanya menatapnya iba. Mengapa yeoja itu terlalu di butakan oleh cinta.

“ Aku tidak menyangka kau bisa segila ini.” Suho berjalan mendekati Jiyeon.

“ Tentu saja, bukankah kau tidak ingin membantuku Suho-ssi. Jadi lebih baik diam saja bukan.” Jiyeon menatap Suho dengan wajah dingin dan begitu datar.

“ Kau lupa bahwa aku salah satu yang mengetahui rencanamu.” Suho meraih puncak kepala Jiyeon lalu mengelusnya pelan.

“ Aku tau.” Jiyeon meraih tangan Suho dan mencoba untuk tidak terpengaruh dengan alasan namja itu akan mengancamnya. Yeoja itu tentu tau arah pembicaraan mereka, tak lain dan tak bukan untuk dapat merusak rumah tangga Sehun dan Eun Soo.

“ Tenanglah, aku bukan namja eogis Jiyeon-ssi. Tapi satu hal yang perlu kau ketahui bahkan aku juga tidak berpihak padamu.” Jiyeon menyipitkan matanya ketika nada bicara itu kedengarannya tidak main-main.

“ Bukankah kau menyukaiku ketika kita berada di sekolah menegah atas, kenapa kau tidak ingin berpihak kepadaku.” Jiyeon kelihatannya tidak mau kalah kali ini. Yeoja itu mengetahui segalanya, apalagi yang berkaitan dengan sepupunya tersebut.

Suho terlihat berpikir “ Aku rasa itu benar, tapi kau juga harus ingat bahwa aku tidak terlalu menyukai yeoja yang licik apa lagi sampai membohongi sahabatnya.” Suho tersenyum lembut, melihat Jiyeon yang sedang tercelakan “ Ck, masih mau menghindar rupanya.”

***

.

Eun Soo berjalan mondar-mandir di kamarnya. Terlihat wajahnya gelisah dan tidak tenang, sudah lima menit yeoja itu berpikir untuk mengelabui Sehun saat ini. Ia benar-benar tidak tahan untuk memberi pelajaran kepada seseorang yang sedang berada di seoul sekarang.

Hatinya benar-benar sakit, tubuhnya seakan mengatakan bahwa ia telah lelah dengan semua permainan yang tengah terjadi. Eun Soo membuka pintu lemari dengan kasar dan mengambil pakaian yang sempat ia tata rapi di sana.

Kaki mungilnya tak henti-henti berjalan mengambil beberapa perlengkapan untuk ia masukkan ke dalam koper yang cukup besar. Setelah selesai dengan bersih-bersihnya, yeoja itu mengambil handpone genggamnya untuk memesan tiket. Semenit kemudian yeoja itu terdiam ketika handpone genggamnya di rampas oleh seseorang.

“ Se-sehun ak-“

“ Kau ingin kabur.” Sehun menarik pergelangan tangan Eun Soo lalu menariknya lebih dekat. Yeoja itu kelabaan ketika ia sadar bahwa Sehun telah kembali dari urusannya. Mata mereka bertemu satu sama lain dan tatapan Sehunlah yang terlihat paling berbahaya “ Kenapa diam eoh? Jawab aku untuk apa koper ini.” Sehun menatap horor koper hitam yang berada tepat di kakinya.

Lalu pandangan namja itu beralih kepada handpone genggam yang baru beberapa menit yang lalu ia rebut, handpone milik Eun Soo “ Dan apa ini? Kau ingin memesan tiket lalu kembali ke seoul tanpaku.”

Eun Soo menggelengkan kepalanya pelan “ Anni, aku hanya ingin bertemu dengan Cheou oppa sekarang.”

Sehun terkejut, ia langsung memijit pelipis kepalanya. Sungguh ini di luar dugaan namja itu, bagaimana bisa Eun Soo dengan mudahnya meninggalkan bulan madu mereka hanya untuk kembali ke Seoul menemui laki-laki yang jelas sekali tidak ada hubungannya dengan yeoja itu.

Suasana menjadi lebih panas seketika. Dua insan tersebut saling bertatapan, memberika kode untuk perasaan mereka masing-masing. Sehun mencoba menahan hormon tubuhnya agar tidak naik, tentu saja namja itu tidak suka dengan keputusan Eun Soo yang tiba-tiba.

Eun Soo melepaskan tangan Sehun dan mengambil koper hitamnya kemudian berjalan menuju daur pintu namun sebelum yeoja itu sampai Sehun terlebhi dulu menutupnya dengan menggunakan kaki kanannya “ Kau pikir aku akan melepaskanmu, Jangan harap.”

Eun Soo mencoba menahan gejolak di dalam tubuhnya agar tidak meledak tiba-tiba “ Oh Sehun aku sedang tidak ingin main-main.”

“ Kau pikir ini lelucon eoh? Kau pikir kau milik siapa sekarang, ingat Jung Eun Soo kau milik ku, kau istriku dan jangan pernah membantahku. “ Sehun mengambil koper hitam yang Eun Soo genggam dan langsung membantingnya hingga ujung-ujung dari bagian koper tersebut retak. Tapi bukan sampai di situ saja Sehun berkali-kali membantingnya sampai ia benar-benar puas.

“ Hentikan!” Teriak Eun Soo langsung menahan tangan Sehun dan membuat namja itu menghentikan aktifitasnya.

“ Ku mohon Sehun mengertilah.” Eun Soo memelas dan menatap mata namja itu dalam, ia tau Sehun kecewa tapi sungguh Eun Soo tidak pernah mencoba main-main apalagi membantah namja itu.

“ Kau ingin kembali padanya.”

“ Sehun ak-“

“ Kau ingin meninggalkanku hanya untuk menemuinya.”

“ Sehun kumo-“

“ Kau ingin mengejarnya kembali dan menjalin hubungan baru.”

“ Sehun tolo-“

“ Kau ingin hidup bersamanya setelah dia tau aku lah namja yang pertama kali menidurimu.”

PLAKK

Sebuah tamaran mengenai pipi kanan Sehun. Eun Soo menangis kemudian, bagaimana bisa Sehun berbicara seperti itu. Air mata yeoja itu membasahi pipinya yang putih, memperlihatkan betapa sedihnya ia dan tentu saja kecewa.

“ Sehun kau tidak mengerti.” Suara Eun Soo mengecil mencoba menahan isak tangisnya. Sehun tersenyum kecut namun wajahnya terlihat dingin “ Tidak ada yang perlu ku mengerti.”

“ Sehun kau pas-“

“ Tidak Eun Soo, perasaanku tidak berubah. Aku tidak akan mengizinkanmu pergi walaupun harus dengan cara mengurungmu di sini.”

“ Se-sehun.” Eun Soo terkejut. Sehun tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia mengambil sebuah kunci dari pinggir tempat tidur dan berjalan hendak meninggalkan Eun Soo yang masih diam membisu. Eun Soo tidak kehabisan akal, ia langsung menarik Sehun walaupun sedikit susah. Dengan cepat yeoja itu menarik tekuk Sehun dengan sidikit menjijit kemudian menempelkan bibirnya pada bibir namja itu. Sehun terkejut ketika yeoja itu menciumnya. Eun Soo melepaskan tautan bibir mereka dan menatap lembut sang suami.

“ Cara seperti itu tidak akan mengubah prinsipku Eun Soo.” Eun Soo lagi-lagi bungkam. Ia tidak dapat mengubah sikap keras kepala Oh Sehun.

“ Kenapa? Kenapa kau keras kepala sekali Oh Sehun! ”

“ Kau ingin tau kenapa?” Sehun mendekatkan bibirnya pada telinga kiri Eun Soo, sedikit menghembuskan nafasnya di sana dan membuat Eun Soo takut “ Karena kau hanya milikku, itu saja.”

Eun Soo terdiam.

“ Aku ada rapat hari ini jadi tunggu aku sampai pulang selagi pintu ku kunci.”

Sehun berjalan meninggalkan Eun Soo yang menatapnya nanar dan menutup pintu kamar menyisahkan yeoja itu sendiri di kamar mereka, tak lupa untuk namja itu mengunci pintunya. Eun Soo tidak berkata apa setelah Sehun meninggalkannya, entah mengapa tersirat di benak perasaan bersalah yang benar-benar membuatnya bingung.

Di sisi lain Sehun menyandarkan tubuhnya di pintu kamar yang mereka tempati. Namja itu belum pergi dari sana, ia masih berpikir-pikir tentang perdebatannya dengan Eun Soo. Tubuh Sehun merosot jatuh kebawah lantai, tidak ada yang tau rasa sakit yang tersirat dari wajahnya yang dingin.

‘ Park Cheou, Park Jiyeon. Kalian sama-sama kakak adik yang menyedihkan, merencanakan ini semua untuk menghancurkanku dan Eun Soo. Cihh. . aku tidak akan membiarkanmu menyentuhnya walau sejengkal pun ‘

~ TBC ~

( Harap membaca Author Note 😀 )

Ada Beberapa hal yang ingin Author sampaikan :

  1. Pertama-tama saya ingin Berterimakasih kepada Author Rasyifa karena telah mengepost FF ini dan Kepada seluruh Readers yang Author sayangi dan tentu saja yang masih setia sama cerita ini ❤
  2. Untuk Readers yang belum mendapatkan Password Marriage Contract? ( Chapter 3 : I’m jealous ) bisa langsung mengirim pesan ke nomor Author ( 085268059844 ) dan jangan lupa menulis ID Komentar readers. UNTUK SYARATNYA HARUS KOMENTAR DI TEASER, CHAPTER 1, CHAPTER 2, CHAPTER 4 DAN CHAPTER 5 NYA INI YA 😉
  3. Sekali lagi Author kasih tau. Untuk beberapa chapter lagi akan Author protect kembali, jadi author sarankan ingat-ingat chapter mana yang sudah di komentar dan yang belum. Bagi yang belum segera beri komentar ya 😉
  4. Tolong untuk Siders Readers untuk dapat memberikan jejaknya setelah membacanya. Jujur menullis FF itu tidak mudah, saya harus menguras tenaga dan waktu. Sampai-sampai Author harus masuk rumah sakit karena kelelahan, Author menulis FF ini di sela-sela kegiatan author karena author belajar di sekolah dan les selama 11 jam per 24 jam/hari (kecuali hari minggu) 😀

Untuk Chapter 6 nya ada bagian sweetnya jadi di tunggu ya 😀

Terimakasih untuk Readers yang masih setia sama FF ini, Auhtor sayang kalian ❤

마이 베비 오페도스 a.k.a 아싷 트리 아스투

Link Marriage Contract ( TeaserChapter 1 Chapter 2 – Chapter 3 (dipassword) Chapter 4 – Chapter 5 – Ongoing )

 

 

306 responses to “[Series] Marriage Contract? (Chapter 5 : You’re Mine)

  1. haloo Author.. semalam udah baca tapi belum bisa komen. first of all, maaf karena udah lupa, dulu cuma baca chap 1 trs pergi gitu aja heu.. tiba-tiba lihat udah chap 5 aja.
    semangat ya nulisnya.. jaga ksehatan btw :))

    “MinJi kok gitu ih…” -_-

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out /  Change )

Google photo

You are commenting using your Google account. Log Out /  Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out /  Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out /  Change )

Connecting to %s